BMW X1 kenapa bisa laris? Ini jawabannya (YouTube Video)
Buat beberapa orang di level finansial tertentu, mobil itu bukan sekedar alat transportasi, tapi udah jadi status sosial dan juga gaya hidup kayak si mobil ini, BMW X1. [Musik] Halo, Guys. Welcome back to AutonetMax dengan saya Satria Katana dan di sebelah saya sudah ada BMW X1 dan ini waktu kita syuting mobil ini umurnya sudah 1 tahun. Jadi tahun lalu Hillsat itu pernah bikin video review-nya yang komplit 20 menit. Jadi kalau kalian mau cek spesifikasi fitur detail-detailnya, kalian bisa cek di link di bawah atau mungkin di atas ya. Tergantung editor lagi malas atau enggak. Yang jelas review lengkapnya udah pernah dibikin di Jakarta tahun lalu. Nah, tahun ini 2025 kita ke bagian nyetirnya. Tapi seperti biasa mungkin kalian udah bosan ya bahas review yang nyetirnya atau gimana. Kita akan kemas lagi video ini dalam konsep yang mirip sama kayak Avanza kemarin. Kita akan bahas tiga fun fact, tiga kelemahan, dan juga tiga kelebihan dari mobil ini. So, enggak usah lama-lama, kita langsung aja masuk. Kita langsung driving mobil ini. Oke, jadi kita mulai jalan naik BMW X1. Ini generasi ketiga. Kode bodinya U11. Jadi kalau udah E F dia enggak lanjut ke G, tapi dia lanjut ke U karena dia platformnya UKL2. Oke, kita mulai dengan tiga fun fact dari mobil ini dulu. Pertama, fun fact. Banyak yang mikir BMW X1 atau BMW X1 ini adalah e BMW paling murah di Indonesia. Dia salah satu yang terjangkau ya, tapi bukan yang paling murah. Yang paling murah itu adalah two series Grand Coupe yang sedan ya. Dan kalau kalian iseng, kalian bisa main ke website-nya BMW Indonesia. Kalian cek aja di price list gitu yang paling murah ya PMW 2 series Grand Coupe karena harganya on the road Jakarta masih under 1 M dan itu Nick 24 kan tahun ini mau launching yang baru kalau enggak salah. Nah, artinya apa? Mobil ini udah tembus 1 M. 1 M lebih R5 juta. Yes. Mungkin buat berapa orang Rp25 juta bisa dikumpulin 1 M-nya yang agak PR ya. Dan kalau ngomong-ngomong harga sebenarnya sama 320i itu selisih harganya enggak sampai R200 juta ya, selisihnya 100 something. Mungkin buat orang yang beli harga dia 1 M nambah R jutaan lebih itu bisa diconsider sih kalau kalian lebih kepengin yang puris BMW yang penggerak roda belakang ya tapi ya saya dan tapi kalau kalian pertimbangannya pengin SUV ya ini baby X nih ya. Yang kedua fun fact-nya adalah mobil ini adalah mesin duitnya BMW Indonesia. Kenapa? karena laku laris. Tahun lalu aja BMW itu jualan hampir 4.000 unit dan itu nomor satu di segmen luxury di Indonesia. Penjualannya paling tinggi tuh di Indonesia tuh. Dan sekitar 45% dari penjualan totalnya itu di-support sama SV atau SUV lah. Kalau SUV bahasanya BMW ya. Nah, mobilnya sendiri X1 itu peningkatan penjualan tahun lalu itu 55%. Angka yang signifikan banget. balik lagi karena ada generasi terbarunya. Jadi mobil ini bisa dikatakan salah satu backbone dari BMW selama di Indonesia. Dan ngomong-ngomong masalah backbond, X1 ini juga salah satu model yang paling banyak di test drive. Info dari teman-teman BMW HR Muhammad. Dan fun fact yang nomor tiga, mobil ini adalah gerbang masuknya para pengguna baru Beamers, pengguna baru BMW ya. Jadi sebelumnya belum pernah pakai BMW. Kepengen nyobain BMW untuk pertama kalinya tapi enggak kepengin beli second, enggak kepengin beli TH series atau 5 series second. Penginnya baru aja tapi mungkin budgetnya belum terlalu banyak. Ya belilah X1. X1 masuk akal di jalan Indonesia yang banyak lubang atau sebagainya, beli X1 yang SUV dan body size-nya juga lumayan lah dia 4,5 muk akal buat dibeli. Ya, itu tiga fun fact yang kita mau ceritain. Nah, kita mulai dengan plus dan minus dari mobil ini setelah kita nyobain langsung ya. Ya, kayak biasa kalian pasti suka minusnya dulu, kan? Ya, kita bahas minusnya dulu. Nomor satu, kekurangan dari mobil ini ada pada layarnya. Kenapa? Apakah layarnya jelek? Enggak. Layarnya bagus dan itu nanti jadi salah satu plus kok. Tapi yang jadi problem adalah banyak function yang justru masuk ke si panel instrumennya atau sistem infotainment-nya lah ya. Layarnya ini banyak e function yang enggak ada tombol fisiknya. Jadi kayak apa? Kayak mobil Cina. Sayang banget. Padahal sebenarnya ee BMW masih ngasih konsol di tengah ini yang ada beberapa tombol ya. Tapi balik lagi e joystick udah enggak ada ya yang putar-putar yang di tengah kayak yang ditiru sama Mazda juga itu udah enggak ada. Justru padahal itu adalah salah satu ciri khasnya BMW ya digantikan dengan voice command. Hei BMW yah dia enggak nyaut ya. Emang agak sedikit susah ya. Jadi mending kalian tekan tombol yang di setir aja. Dan dengan layar dan function yang masuk di layar ini banyak tentunya ini justru lebih distracting. Ya tadi B lagi mungkin kalian bisa pakai voice command tapi JJ voice comand-nya bukan yang kayak seresponsif itu juga sih. Jadi ya kita berharapnya lebih banyak tombol ya terutama untuk function-function yang penting lah ya yang krusial banget gitu. Contoh AC deh AC aja kita harus atur-atur di layarnya. Dan kekurangan nomor tiga yang cukup kelihatan adalah untuk mobil harga 1 M lebih fiturnya sih enggak gimana-gimana banget ya. Wir charger sih ada, Adas juga ada, cuma adasnya juga enggak komplit. Adaptif cruise control juga enggak ada. Jadi adasnya tuh cuma seperti brand spot monitoring, ross traffic alert, lane change warning dan sebagainya lah. Ya, kita akan cantumin aja di bawah. Selain itu kamera 360 juga dia enggak ada. Kamera belakangnya sih bagus ya, dia ada guidance-nya dan sensornya juga komplit ya. Tapi sayeng aja kenapa enggak kasih kamera 360 gitu ya. Dan beberapa fitur lain yang kalian rasain seperti audio premium juga ada. Walaupun audionya ini enak, suaranya enak, tapi memang untuk kegedapan kabinnya ini suara kolong lumayan masuk, suara mesin di putaran mesin tertentu juga lumayan masuk dan suara sampingnya juga lumayan masuk. Jadi ketolong sama audionya yang enak. Itu tiga minusnya. Plusnya apa? Pertama kalau kalian lihat ya secara umum ini mobil ini all arounder aja. Jadi ini opsi yang mak sense, masuk akal buat kalian yang benar-benar baru step up dari eh brand yang non luxury ke non e ke brand luxury, terutama BMW. Kenapa? Karena dia harganya dia masih 1 M lebih dikit dan bentuknya SUV. SUV lagi jadi tren ya di enggak cuma di Indonesia, global juga SUV lagi disukain banget dan body size-nya juga pas 4,5 m ya si segmen. Jadi e ukurannya juga e enggak kegedean tapi enggak kekecilan juga ya. Posisi duduknya ini ergonominya masih lumayan BMW banget. Sport setirnya ini dia e punya feedback yang bagus, akurasinya juga bagus dan kita bisa ngerasain jalanan juga. Posisi duduknya lumayan sporty juga, walaupun enggak sporty yang versi-versi sedan ya, tapi visibility juga bagus, build quality juga lumayan bagus. Jadi secara umum ya kita dapat yang e kita butuhin aja di mobil ini. Dan konsumsi BBM juga lumayan oke. Untuk mesin 1500 cc turbo dengan transmisi se speed di city, kita bisa dapat kok di angka 10 atau 11 km/l. Atau kalau kaki kalian lebih e sabar lagi, lebih disekolahin lagi, kalian bisa dapat 1 banding 12. Walaupun sepertinya mengemudikan BMW untuk irit itu agak menyalain kodrat ya, enggak sesuai peruntukannya aja, tapi kalau bisa punya mobil yang irit dan itu BMW ya Why not juga ya. Yang kedua keunggulannya adalah atau plusnya adalah layarnya. Ya, seperti saya bilang, layarnya itu enggak jelek, bagus. Layar curve kayak gini yang kayak diturunin dari 3 series. Dia resolusinya bagus, permainan warnanya juga cantik ya. Informatif pula dan bisa dimengerti dengan mudah. Sebenarnya kalau kita ngomong cuma layar curve prosessornya bagus gitu ya, fiturnya lengkap, China juga punya. Bahkan Omoda E5 juga layannya sama-sama curve gitu ya. Ee 38 Pro Max juga layannya sama-sama curve gitu. Tapi, tapi yang namanya membuat panel instrumen itu informatif, lengkap, tapi gampang di mengerti dan gampang dioperasikan itu butuh yang namanya studi, butuh yang namanya pengalaman. Dan di sini BMW menunjukkan pengalamannya gampang dimengerti, kita bisa ganti-ganti sesuai dengan kebutuhan kita, bahkan ada personalisasinya dan gampang pakainya. Mungkin kalau kalian e familiar dengan kamera e sama kayak pakai kamera dari Canon gitu ya yang menunya lebih gampang enggak kayak kamera Sony yang ada menu dalam menu tu. Dan keunggulan ketiga atau plus ketiga sebenarnya bukan dari mobilnya tapi dari after sales. Kalau kalian ingat kemarin saya waktu bahas Avanza juga bahas after sales. Tapi itu beda. Kalau yang di Avanza, after sales yang dimaksud itu adalah servisnya harus mudah dan murah partnya dan kalau bisa ee enggak susah gitu ya. eh cabangnya banyak dan sebagainya. Tapi kalau di level luxury services-nya another level. Kalau masalah part dan juga cabang ya pastilah. Bahkan BMB mungkin salah satu brand luxury yang cabangnya paling banyak di Indonesia. Kayak di kota-kota gede itu banyak g ya. Tapi lebih dari itu. Beli mobil luxury itu enggak cuma beli mobilnya, beli lifestyle-nya, beli services-nya dan beli identitasnya. Contoh nih, identitas orang punya kayak stigma tersendiri gitu ya. Kalau pakai BMW, wah orang pakai BMW berarti mapan gitu ya, sporty gitu ya. Dan itu kan identitas tuh. Yang kedua eh lifestyle. Berapa sering kalian lihat ee BMW itu bikin acara-acara kayak turnamen golf atau mungkin acara kuliner atau acara banyak ya macam-macam yang melibatkan konsumennya. Dan itu kan kalian bisa masuknya karena kalian pengguna BMW gitu yang terdaftar juga gitu. Dan lebih dari itu kalau kalian ke cabangnya BMW kayak di HR Muhammad gitu yang udah retail next gitu, itu kalian juga bisa lihat di situ ada merchandise, kaos, eh tas, koper gitu ya, dompet dan bahkan beberapa juga kerja sama dengan UMKM. Itu kan sesuatu yang kalian beli karena kalian punya mobilnya ya kan. Dan tentunya balik lagi services. Services di sini itu lebih ke arah layanan yang disediakan khusus untuk para pengguna mobil-mobil luxery. Contoh kayak di BMW, kayak yang di e RL Next itu kalian bisa datang ke sana dan kalian bisa memanfaatkan eh semacam kayak eh VIP launch gitu. Mungkin kalian lagi mau meeting dengan klien di sana, kalian bisa pakai dan itu secara free gitu ya. atau ada BMW service inclusif gitu ya yang kalian bisa dapatkan e berapa tahun gitu berapa puluh ribu kilometer. Lalu beberapa brand yang lain seperti Lexus gitu dia punya privilege parking, privilege charging. Mercy juga punya pendekatan yang berbeda tentunya dan itu adalah hal-hal yang memang cuma ada di brand Luxury. Densa yang udah ngomong Luxury emang punya kayak gitu ya. itu Densa harus belajar sih ee belajar dari brand-brand yang udah settle seperti BMW eh Lexus dan sebagainya. Dan enggak cuma itu, khusus buat X1 ini kemarin saya kepo ya, saya coba cek-cek di website-nya ada yang namanya buyback guarantey. 65% dari harga penjualan waktu beli gitu ya di tahun ketiga. Dan kalau enggak salah, tapi Kek Ifong ya ee kalau enggak salah 65% di tahun ketiga itu sebenarnya lumayan bagus ya angkanya kalau dibandingkan dengan harga pasaran yang terjadi setelah 3 tahun. Tapi kalau kalian teman-teman ada yang nonton dan kalian pedagang kalau memang angkanya ternyata mirip-mirip aja atau mungkin lebih bagus e jual beli di pedagang ya kalian komen aja di bawah ya. Dan khusus hanya X1 itu artinya BMW ngerti kalau pengguna X1 itu rata-rata adalah pengguna BMW pertama kali gitu ya. Jadi mungkin masih ada sisa-sisa harus bagus resale value-nya gitu ya. Dan mereka mungkin mau e step up gitu naik ke kelas berikutnya gitu pengin beli X3 atau bikin beli tri series. Ya, kalau trade in di BMW dengan 65% setelah 3 tahun kan kerasanya masih lumayan bagus lah harganya. Ya, itulah tiga keunggulan sebelumnya, tiga kelemahan dan tiga fun fact dari mobil ini. Dan mobil ini jujur aja ya, buat pengguna yang jarang pakai BMW seperti saya, masih cukup menyenangkan kok. Oke, kita udah nyobain ya mobilnya dan kita udah bahas tadi ya fun fact-nya plus minusnya dan kita mau simpulin ya sampai kesimpulan. Buat siapakah mobil ini? Ya dua sih kalau kita simpulin ya. Pertama buat kalian yang benar-benar newbubi baru mau masuk keluarga beamer kepengen nyobain BMW untuk pertama kalinya tapi enggak mau beli second. Mungkin kalian ada insecurity gitu ya kalau beli second maunya beli baru. Ya udah ini ini all rounder banget SUV. Jadi kalau kalian ngelewatin jalan-jalan yang busuk juga masih bisa dipakai. Harganya mungkin salah satu yang terjangkau. Bukan yang paling murah tapi salah satu yang terjangkau. Terus begitu kita nyoba ya rasanya allrounder aja. Sportnya masih dapat, leganya masih dapat, fiturnya lumayan. tampilannya juga cukup oke. Atau yang kedua, kalian sudah pengguna BMW, punya seri 3, punya seri 5, tapi butuh mobil buat harian, buat mobil perang, kepenginnya BMW lagi, ya udah ambil aja X1. Mobilnya dipakai harian juga lebih dari cukup ya. rasa sporty BMW-nya walaupun ya apal lagi dia bukan RWD tapi masih alan-kesan sportynya, posisi duduknya, drivingnya juga masih ada kesanesan sporty-nya dan begitu masuk ke dalam juga fitur dan sebagainya juga masih mirip dengan beberapa kakak-kakaknya walaupun dia versi downgrade-nya. So, kalau kalian dua atau mungkin salah satu di antara dua itu ya silakan coba aja mobilnya. Mungkin kalian cocok ya monggo dibeli. Dan ini adalah unit pinjaman dari Astra BMW HR Muhammad Surabaya. Ngomong-ngomong masalah dealer ya, Astra BMW ini kemarin baru aja direnov total dengan C terbaru yang namanya Retail Next. Jadi kalau kalian mampir ke dealernya di Air Muhammad, kalian bisa lihat bahwa dalamnya itu ada pojok khusus buat BMWM. Dan ngomong BMWM eh yang di HR Muhammad itu adalah BMWM official pertama di Jawa Timur. Terus kalian bisa juga ngecek buat ee aksesorisnya, merchandise-nya juga ada semua di situ, bahkan kerja sama dukan UMKM juga. So, thank you buat teman-teman dari Astra BMW HR Muhammad udah pinjamin kita mobil ini buat kita bahas lebih lengkap. Oke, kayaknya itu aja dari ATS kali ini. Thank you buat teman-eman nonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share teman-teman kalian. Komen juga di bawah terkait mobil ini. Ada yang sudah pakai atau kepengin beli bisa aja komen. Dan juga mampir-mampir ke TikTok, Instagram, dan juga website-nya Autonemx. Sampai ketemu di video-video selanjutnya. Bye bye.
