Jungkat

BMW X3 2026: Tulang Punggung SUV BMW (YouTube Video)

  • 02/01/2026

dari jauh tuh tampil misterius gitu ya. Bantingan suspensinya yang lebih keras seperti sports car. Tarikan pertamanya sih lumayan kuat tapi tenaga tuh ada terus gitu ya. Ini adalah generasi terbaru BMW X3. Saya sudah pernah mengetesnya di Jerman, tapi itu spek Jerman. Dan ini adalah spek Indonesia. Mobil ini makin panjang, makin lebar, makin pipih, fiturnya makin banyak, tapi menggunakan mesin yang sama dengan generasi sebelumnya. Jadi, bagaimana rasanya spek Indonesia ini dikendarai di Indonesia? Apa saja plus minusnya? Ini adalah tes lengkap dari BMW X3 generasi terbaru. X3 pertama kali keluar di tahun 2003, jadi sudah 22 tahun yang lalu dan langsung menjadi hits karena itulah mulai transisi orang menyukai SUV ketika SUV rasanya itu sudah bisa seenak sedan, pengendaliannya juga seenak sedan, tapi dengan fleksibilitas ke segala medan yang lebih baik. dan BMW X3 ukurannya lebih kecil dari X5 sehingga langsung hits mobil tersebut dan enggak terasa sekarang sudah generasi keempatnya. Dan generasi keempat ini baru dari bentuknya saja ini sudah langsung memperlihatkan kelas yang lebih mewah dibandingkan sebelumnya. Dari ukurannya dia lebih panjang 47 mm, lebih lebar 31 mm. Tapi dia lebih pipih, lebih rendah. Dan desainnya ini baru total. Anda bisa lihat grillnya besar sekarang. Dan entah kenapa grill besar ini cocok ketika dipakai di SUV seperti X3 yang sekarang juga semakin membesar. Bahkan kalau ini kita balikkan ke 20 tahun yang lalu, ini besarnya mirip dengan X5 di tahun 2003-24. Dan jadi grill yang besar ini juga eh cocok ada di mobil ini. Dan saya sudah bikinkan first drive-nya, kemudian Adit sudah bikinkan first impression-nya. Anda bisa lihat di pojok kanan atas. Jadi saya akan lebih konsentrasi ke rasa berkendaranya. Bagaimana kehematan bahan bakarnya, bagaimana performanya, apa saja kelebihannya, dan apa saja kelemahannya. Nah, kita balik lagi ke desain. Desainnya ini lebih gemuk kelihatannya ini mobil. Dari depan Anda bisa lihat pilar C-nya juga itu lumayan besar. Kemudian bonetnya panjang. Tidak lagi seatletis BMW X3 generasi pertama nih yang seperti ini bentuknya. Tapi ini lebih terkesan premium. Untuk pertama kalinya BMW Xtreme menggunakan Illuminated Grill. Dan ini kalau malam ini keren sekali membuat mobil Anda itu misterius gitu ya. Hanya ada siluet-siluet lampunya yang keren termasuk illuminated Grill ini. Keren sekali kalau malam. Untuk harganya mobil ini mengalami kenaikan yang cukup jauh. Kalau sebelumnya BMW X3 yang 20 itu harganya di R,375 miliar on the road. Yang ini sekarang 1,568 miliar on the road. Walaupun memang mobil ini penggeraknya XDrive, sedangkan yang eh X320 sebelumnya itu penggeraknya S Drive aliasheel drive. Tapi dibandingkan X3 generasi terbaru ee sebelumnya, dibandingkan X3 generasi sebelumnya yang eh XDrive yang 30 jadi yang tenaganya 258 HP, ini juga lebih mahal. X3 XDrive 30 generasi sebelumnya itu harganya Rp1,515 miliar. Artinya masih sekitar Rp50 juta lebih murah dibandingkan mobil ini. Jadi hampir 1,6 miliar harganya. Di negara asalnya mobil ini tersedia dalam veleg dari mulai 18 inci sampai 21 inci. Nah, untuk Indonesia ini dipilih yang cukup besar 20 inci. Good. Jadi ini sudah terlihat proper di mobil ini, tapi juga tidak sekeras 21 inci karena ya jalan Indonesia masih banyak yang enggak rata. Ini bannya ukurnya 25545 R20. Lampunya keren. Di depan udah adaptif LED dan dibilang juga LED yang bentuknya seperti anak panah. Nah, ini. Ini proporsinya ini tebal tapi ini kacanya kecil. Jadi, ada kesporty-sportyannya, ada spoilernya. Tapi ini ini eh tebal yang membuat BMW X3 ini langsung terlihat berbeda dibandingkan sebelumnya. Nah, di sini ada diffuser-diffuseran ini ya. Ini hanya untuk estetik karena ya mobil ini bukan versi yang kencang. Anda bisa lihat di sini yang masuk ke Indonesia hanya X320 sedangkan yang generasi sebelum ini ada X3 S Drive 20 dan XDrive 30. Yang ini hanya 20. Tapi untungnya sekarang tidak ada lagi penggerak ee dua roda adanya all wheel drive. Dan ini dibikin ee tidak perlu ada X drive lagi di sini. ini dibikin simpel hanya X320. Seperti saya bilang tadi bahwa mesin ini memiliki jenis yang sama dengan generasi sebelumnya 2000 cc 4 silinder turbo. Tapi tenaganya naik. Jadi tenaganya kalau sebelumnya itu 184 PS, sekarang menjadi 190 PS dengan torsi 310 Nm. Tapi sekarang dia sudah memakai sistem mild hybrid. Jadi ada tambahan eh tenaga lagi dari penggerak listriknya. Ada tambahan 18 HP dan torsi 200 Nm yang kalau digabung menjadi 208 PS dan torsi 330 Nm. Tenaga serta torsi tersebut disalurkan ke empat roda lewat transmisi yang lagi-lagi selalu dipakai dari generasi ke generasi. Ah, beberapa tahun terakhir ini adalah 8 speed dari ZF. Dan sebenarnya itu bukan sesuatu yang buruk karena transmisi tersebut sangat efektif memindahkan daya, halus perpindahan giginya terutama di kemacetan lebih halus dibandingkan dual clutch. Tapi ketika dipakai untuk sport mode itu juga bisa responsif. Bahkan transmisi yang serupa itu juga sampai dipakai di BMW M. Dan bicara BMWM, di sini ada lekuk desain di eh kap mesinnya. Yang ini terinspirasi dari BMW M3 dan BMW M4. Dan bicara M lagi, di generasi ini BMW tidak lagi membuat BMW X3M. Jadi mungkin X3M juga enggak terlalu banyak permintaannya. Akhirnya yang paling tinggi speknya dari mobil ini adalah BMW X3 M50 3000 cc turbo dengan tenaga di atas 300 HP mungkin dekat ke 400 HP tapi memang tidak selevel BMW X3M Competition yang sebelumnya yang bisa sampai 510 PS. Bagasinya karena mobilnya tambah panjang juga membesar sedikit dibandingkan Xri generasi sebelumnya. Dan dia memiliki ruang lagi di bawah. Ini kelihatannya bisa untuk ban serep yang spare apa eh space saver ya. Tapi enggak enggak dipakai. Jadi kita cuma dapat ta repair kit dan kita bisa buat nyimpan barang-barang e di sini. Dan kalau misalnya kurang bangku belakang itu bisa dilipat 40 20 40. sayangnya enggak bisa dilipat dari belakang. Jadi untuk melipat itu kita harus ke depan. BMW X3 sejatinya dibuat untuk dikendarai sendiri bukan dengan driver. Jadi, ya tidak ada kenyamanan yang terlalu spektakuler di belakang ini. Posisi duduknya agak tegak, tapi paha kita ini tersangga dengan baik serta ada ruang di bawah kursi depan untuk menjulurkan kaki kita. Dan le-nya juga ee sangat baik. Ini posisi berkendara ideal saya. Saya tingginya 177 cm. Dan lihat ini leg room-nya masih memadai. dan headroom. Walaupun tipe di Indonesia ini memakai panoramic roof yang membuat kabin jadi lebih terang, lebih kelihatan mahal, itu headroom-nya masih cukup. Kemudian ada arm rest. Armr-nya juga ketinggiannya proper sama dengan armr di kanan dilengkapi dengan dua buah cup holders. Tapi memang kalau kita ada minuman di sini ya jadi agak berkurang fungsinya gitu. Biasanya BMW dulu ada yang tipe ke depan gini yang enak enggak ganggu tangan. Tapi ini mereka memilih untuk yang seperti ini. Ah, ini tidak bisa akses ke belakang ya. Jadi enggak bisa ngambil barang-barang di belakang. Kemudian nah AC-nya ini triple zone. Jadi ada dua zona di depan dan ada satu zona di belakang. Dan ini pengaturannya keren sekali. Sudah dengan e layar sentuh dan bentuknya juga keren. Di belakang juga ada dua buah USB C slot. Serta ini ventilasi AC-nya dia unik. Jadi untuk mengatur arahnya itu kita pakai tuas yang ada di kanan dan di kiri. Ini ada tirai. Jadi kita bisa menambah eh privacy ketika kita berjalan. Dan di sini materialnya material empuk empuk. Nah, tapi di sini material plastik, tidak material empuk. Di sini juga material plastik. Di sini juga material plastik. Iya, material empuknya hanya di sini saja. Di atasnya fabrik biasa. Dan ini yang keren, lampunya ini pakai layar bukan pakai layar sentuh, pakai panel sentuh. Nah, ini juga untuk eh option kalau misalnya Anda mau memasang aksesoris, mungkin pegangan tablet atau gantungan jaz, ini bisa ada dudukannya di sini. Sekarang kita ke depan karena emang X3 seharusnya dikendarai sendiri. Interior depannya jauh lebih keren dibandingkan sebelumnya. Wow. Walaupun dia ini sama ya seperti banyak BMW terbaru lainnya menggunakan curve screen seperti ini. E tampilannya itu bagus, high definition, kemudian responsif sekali. Dia juga sudah bisa Apple CarPlay dan Android Auto secara wireless. Tapi lekuk-lekuknya ini beda. Ini enggak ditemukan di BMW-BMW lainnya. Lekukan di dashboard-nya. Jahitan-jahitan asli di sini. Kemudian yang baru di X3 ini adalah panel di pintu di mana Anda bisa mengatur ventilasi secara sentuh. Kemudian di sini juga bisa membuka, mengunci pintu, dan akses memori ke jok elektriknya. Dan ini desain yang fresh yang belum ditemukan di BMW lainnya. Serta di sini ada ambiance light-nya juga di samping sini. Materialnya di sini juga empuk empuk. Nah, cuman di sini memang plastik lagi. Di bawah juga plastik. Di sini juga plastik. Di sini juga plastik. Baru di sini empuk lagi. Ini juga eh plastik ya. ini juga. Oke. Ee kemudian joknya ini sangat-sangat ergonomis khas BMW. BMW memang mobil yang untuk dikendarai. Dia bisa diatur secara elektrik dan juga ada untuk manualnya dia bisa memanjangkan ini bagian dasar kursi. Sehingga kalau kita kakinya panjang atau pendek enggak ada masalah. Bisa di sini posisi nyetirnya spot on. Benar-benar pas. Ini bisa diatur tilt dan teleskopik. dan teleskopiknya BMW tuh jauh jangkauannya tuh. Jadi benar-benar fleksibel sekali untuk segala macam postur tinggi badan. Dan ini sangat nikmat posisi berkendaranya. Heup display udah ada sebagai standar. Adas juga sudah ada sebagai standar. Kemudian setirnya ini e karena ini varian yang Msport jadi setirnya sporty sekali. Ini ada bolongan-bolongan di sini juga. Kemudian ada emblem M di sini. Ini di sini ada ee wireless charger, dua buah cup holder, serta tempat penyimpanan yang lumayan besar di sini. Tapi tempat penyimpanan di sini kecil sekali, [tertawa] kurang besar untuk mobil sebesar ini. Ventilasi AC sama seperti belakang, jadi dia sudah menggunakan tuas yang terpisah. Agak kurang terbiasa sih memakainya, tapi lama-lama terbiasa. Dan ini bikin ventilasi AC-nya tuh lebih rapi, enggak ada ee tuas buat mengubah arahnya. Semua tuasnya ditempatkan di tempat yang terpisah. Dan untuk membuka dan menutupnya ini sudah pakai panel sentuh kalau di depan. Oke, kalau Anda pengin lihat lebih detail, Anda bisa lihat video first impression-nya. Tapi seperti janji saya tadi, saya akan lebih banyak konsentrasi ke rasa berkendaranya. Karena itu yang penting. Mobil ini harganya tidak murah. Mobil ini harganya hampir Rp1,6 miliar dalam keadaan on the road. Artinya ya mungkin enggak naik jauh ya dibandingkan sebelumnya, tapi yang sebelumnya itu 1,5 kecil, yang ini 1,5 gede. Yang sebelumnya itu X Drive tapi 30 yang tenaganya 250 HP lebih. Nah, sekarang harganya naik tapi kita dapat yang 20. Jadi ini cukup mahal mobil ini ya. BMW namanya mobil premium. Sekarang apakah rasanya bisa dijaga tetap premium dengan ukuran yang makin besar tapi dengan mesin yang tenaganya enggak beda jauh? [musik] Kenaikan harganya memang sepadan dengan kenaikan rasa berkendaranya. Mobil ini makin terasa mahal dikendarai mendekati rasa X5. ya terasa lebih halus, NVH-nya berkurang, noise, vibration, dan harsness-nya. Jadi, dia terasa lebih senyap, lebih halus seperti kelas di atasnya X3 serta ada rasa effortless. Walaupun ini bukan mobil listrik ya, ini mobil bensin, ada rasa effortless-nya. itu mungkin karena kesenyapan kabinnya yang lebih baik dan kehalusannya jadi raungan mesin juga itu ee hanya sayup-sayup terdengar Fels-nya seperti naik kelas. Nah, yang membedakan dengan X5 adalah bantingan suspensinya yang lebih keras. Walaupun memang tidak sekeras X3 yang generasi awal itu benar-benar keras sekali. gitu ya. Dan dan masih bisa dibilang nyaman apalagi kalau lewat jalan-jalan halus serta jalan tol. Tapi memang kalau di jalanan kasar seperti kon bloknya e PC 2 gitu ya dia masih terasa ada kakunya. Akan tetapi, karakter suspensi itu sejalan dengan DNA BMW yaitu keasyikan berkendara. Handling mobil ini seperti sports car. benar-benar dia langsung tahu kita mau mengarah ke mana. Masih ada sedikit limbung gitu ya kalau misalnya kita bermanuver ekstrem ya karena gimana juga dia SUV. Tapi ini handling-nya sangat presisi bikin kita itu PD mau bermanuver di kecepatan berapapun. Walaupun kalau saya boleh pilih, saya enggak apa-apa deh handling-nya eh dikurangin lagi, asalkan bantingannya bisa sedikit lebih empuk lagi. Karena ini ya bantingan yang sangat baik. Tapi memang BMW tidak mau mengorbankan DNA fun to drive-nya sama sekali. Dan ini benar-benar SUV yang bikin kita enggak ngerasa seperti mengendarai SUV, seperti mengendarai sedan sedan sport pula lagi rasanya kalau kita udah belok-belok. BMW belum memasukkan teknologi hybrid atau PHV [musik] untuk X3, baru mat hybrid saja. Jadi konsumsi BBM-nya ya masih biasa saja. [musik] Untuk di dalam kota dengan kecepatan rata-rata 22 km/h, mobil ini mencatat 10,1 km/l. Itu dengan mengaktifkan auto start stop, ya. Jadi kalau misalnya mobil berhenti itu dia mati dan auto start stop-nya sangat halus karena mobil ini sudah memakai sistem mild hybrid. Walaupun kalau di luar negeri mild hybrid itu menambah tenaga 18 PS dan 200 Nm. Dan di Indonesia tidak. M hybridnya itu tidak menambah tenaga, tapi dia memberikan kemampuan start stop yang sangat halus. Jadi enggak masalah untuk digunakan. Dan untuk di route tol dengan kecepatan rata-rata 90 km/h, mobil ini bisa mencatat di kisaran 15 sampai 16 km/l. Di sisi lain, kehadiran mild hybrid menambah keasyikan karena ada penambahan tenaga yang lumayan signifikan. I kenaikan tenaganya memang kecil sekali. Dari 184 PS menjadi 190 PS. Hanya 6 PS atau sekitar 5 HP. Dan klaimnya 0 sampai 100 km/h mobil ini dalam 8,5 detik. Ya, bukan angka yang impresif untuk sebuah BMW. Tapi kadang BMW itu suka klaimnya itu tidak sesuai dengan aktualnya. Aktualnya biasanya lebih kencang. Enggak pernah kami mendapatkan yang lebih lambat daripada klaimnya. Sekarang kita coba aja berapa 0 sampai 100 km/h mobil ini. Kita tes sendiri dengan alat kita sendiri. Kita matikan AC dan kita akan masukkan mode transmisi ke S. Uh, tarikan pertamanya sih lumayan kuat. Tapi habis itu biasa aja ya. 8,7 detik yang kami dapatkan Enggak tahu ya kenapa ya. E soalnya berbeda dengan banyak review kami yang lain. Review kami kali ini kami tidak mengisi bahan bakar mobil ini dengan Shell Vower Nitro Plus. Karena kebetulan pada saat kami ee tes mobil ini, itu masih kosong. Sial belum tersedia lagi bahan bakarnya. Jadi ya enggak tahu faktor bahan bakar apa bukan, tapi itu angka yang kami dapat. Dan sebelum syuting ini juga sudah coba berkali-kali ya memang di 8,7 sampai 8,8 detik. It's ok. Enggak terlalu impresif dan enggak lebih cepat dari klaimnya BMW seperti biasanya. Tapi ya masih acceptable dan aktualnya rasanya memang effortless. Ee ketika digaspol mobil ini memang tidak meledak-ledak ininya apa ee tenaganya. Tapi tenaga tuh ada terus gitu ya. Jadi eh terasa effortless-nya itu. Walaupun kalau drag ya bukan jagoannya mobil ini ya. Karena dia varian terendah juga dari BMW X3. Dia yang eh XDrive 20 yang eh tenaganya paling rendah. Bahkan mild hybrid-nya di Indonesia juga tidak menambah tenaga. Kalau di luar negeri mild hybrid seperti ini bisa menambah sampai 208 PS. Tapi kalau di sini tetap 190 PS. Mengendarai X3 terbaru ini memang terasa lebih mahal dibandingkan generasi sebelumnya, tapi memang ada beberapa hal yang agak mengganggu. Yang pertama ini ada desain baru di pintu ini. Touch panel untuk buka tutup ventilasi AC yang mana ini canggih. Tapi ada dua hal yang kurang menyenangkan. Yang pertama kalau terik matahari siang ini tidak terlihat posisi lampunya di mana karena lampunya hijau muda dan ini bahan plastiknya kurang terlihat mahal. Yang berikutnya pintu BMW X3 ini tidak sampai ke bawah. Jadi kalau misalnya kita habis lewat jalan kotor-kotor di sini, hati-hati turunnya. Karena secara natural Anda celananya kena situ. Jadi kalau habis lewat yang kotor Anda harus jauh sekali ah supaya enggak kotor. Oke, berikutnya mobil ini sudah punya sistem ADAS Advance Driver Assistance system termasuk adaptive cruise control, l keep assist dan adaptive cruise control-nya itu mengaktifkannya mudah sekali. hanya tekan satu tombol, dia sudah langsung aktif. Tapi untuk mengatur jarak, jarak distance cruise control-nya itu atau adaptive cruise control-nya itu harus dari layar. Jadi kita harus ke layar, ke menu mobil, kemudian eh driver assistance atau bantuan pengemudi, driving atau berkendara, distance control baru kita tentuin gitu. Padahal biasanya kalau mobil dengan adaptive cruise control itu langsung ada di setir semua e untuk mengatur jaraknya. Tapi di mobil ini enggak ada. Kemudian satu lagi adalah entertainment systemnya yang mana ini seperti gadget dan banyak icon-iconnya. Keren kelihatannya dan juga e responsif. Tapi memang untuk pengguna-pengguna di awal pasti agak bingung. Kita mau kita mau ngatur lampu, kita mau ngatur tempat duduk itu ada di ada di menu yang berbeda dan itu menunya semuanya sama kayak icon-icon seperti itu kan. Jadi butuh keterbiasaan. Lebih cocok memang untuk anak muda yang seperti ini ketika kita buka menunya dan dia benar-benar icon seperti HP. Tapi kalau orang yang lebih mature ee pasti akan ada sedikit bingung mesti memilih yang mana karena ini menunya banyak sekali dan semuanya ada di satu tempat. Akan tetapi, mobil ini juga punya sejumlah hal yang menyenangkan. Kemudian berikutnya adalah sistem LAN Cube assist mobil ini. Jadi seperti kita tahu kalau kita pakai adaptive cruise control dan lands kita bisa ngelepas setir seperti ini. Tapi beberapa detik sekali atau beberapa belas detik sekali pasti kita harus ee memberitahu sistem bahwa kita ada di balik kemudi. Nah, biasanya kalau mobil lain itu harus digoyang setirnya. Tapi ini ada sensor sentuh di setir BMW X3 ini. Jadi Anda tinggal menyentuh saja seperti ini dan dia sudah langsung tahu bahwa ada kita di balik kemudi. Enggak perlu digoyangin setirnya. Yang berikutnya, BMW X3 generasi terbaru ini sudah memiliki sistem BMW connected. Jadi ada sambungan internet di dalam mobil yang bisa menghubungkan mobil ini dengan server dan memungkinkan Anda melakukan sejumlah hal. Pertama ada connected drive store, jadi Anda bisa pilih aplikasi apa saja yang mau Anda masukkan ke mobil Anda. Kemudian, Anda juga bisa men-download aplikasi bahkan game untuk dimainkan ke mobil. Jadi, benar-benar seperti gadget mobil ini yang bisa ditambah fiturnya, bisa ditambah icon-iconnya di dalam entertainment sistemnya. Kemudian yang paling menyenangkan adalah sistem navigasinya itu sudah bisa membaca kemacetan. Jadi, Anda tidak perlu lagi pakai navigasi di Apple atau Android Anda. Anda bisa langsung di sini dan langsung semuanya terintegrasi dan bisa membaca kemacetan. Akhirnya sistem navigasi mobilnya bisa terpakai karena ya sudah terhubung dengan internet. Kemudian satu lagi di setir itu ada padle shift. Wajar karena mobil ini juga 8 speed. Jadi bisa dipindahkan dengan pedle shift. Tapi pedle shift kiri itu fungsinya ganda adalah fungsi boost. Jadi kalau kita tekan agak lama selama 10 detik dia sudah menyiapkan mobil di settingan terganasnya dan Anda tinggal injek gas. Dia memastikan Anda mendapatkan tenaga maksimal, enggak perlu masuk ke sport mode lagi, enggak perlu atur-atur segala macam, langsung pencet bus saja. Harga mendekati Rp1,6 miliar memang terasa sangat mahal. Apalagi di zaman sekarang di mana produsen mobil baru sedang perang harga. Namun BMW memang punya kelas tersendiri. Iya. Kita harus apresiasi BMW akan kesetiaannya terhadap keasikan Di semua produk BMW selalu keasikan berkendara itu share driving pressure di ultimate driving machine itu selalu menjadi DNA-nya dan langsung bisa kita rasakan. enggak peduli mau yang di entry level, mau yang SUV, maupun yang eh sedan, hatchback, semuanya punya DNA tersebut. Dan itulah yang membuat BMW itu punya brand image yang berbeda. Dan mobil ini juga dilengkapi dengan teknologi terkini yang up to date dan terasa sekali dari desainnya, dari software-nya, dari rasa berkendaranya bahwa ini adalah produk yang dirancang matang. Bahkan R&D untuk sebuah BMW baru itu bisa lebih dari 5 tahun. Bandingkan dengan mobil-mobil sekarang yang cepat sekali berganti model 2 tahun, 3 tahun sekali berganti model seperti gadget. BMW itu benar-benar masih eh merancang mobilnya dengan waktu yang lama. Tapi dengan waktu yang lama mereka punya banyak waktu juga untuk menyempurnakan semua hal-hal kecil. Iya. Dan X3 ini terasa sangat solid dan premium. Anda bisa compare wah mobil ini harganya 1,6 M. Sedangkan ada lagi mobil yang harganya mungkin setengahnya tapi fiturnya sama. Anda selalu bisa membandingkan spek berbanding fitur dengan merek lain, tapi rasa tetap berbeda. BMW dikendarai tidak seperti merek-merek lain, apalagi merek yang baru muncul. Pengalaman berpuluh-puluh tahun membuat mobil yang menyenangkan untuk dikendarai memang masih sulit dilawan oleh pabrikan mobil baru. Ya, jadi begitulah review lengkap dari BMW X3 terbaru generasi keempat di Indonesia ini. Jangan lupa Anda klik like bila menyuka video ini. Komentar di bawah bagaimana menurut Anda mobil ini dan subscribe ke channel Otriver jika Anda belum. Main-main ke website kami di ww.odriver.com serta download aplikasi kami Otriver di Google Play Store. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube