Jungkat

BMW X3 generasi baru 2025 (YouTube Video)

  • 18/06/2025

[Musik] Bayangin kalian udah capek-capek kerja, bangun karir, belajar hard skill, soft skill, e gaji naik, nabung segala macam, dan akhirnya kekumpul duit buat beli BMW 3 series, tapi istri kalian bilang enggak boleh dan harus beli mobil yang gede lagi. lagi buat keluarga atau misalnya pas mudik jalanan jelek dan pas balik lagi ke rumah bisa nampung hasil sawah dari kampung halaman. Jadi mau enggak mau belinya ini. Ini adalah BMW X3 yang paling baru ya. Ini generasi baru bukan LCI, bukan facelift. Ini all new generation. Tapi sekarang yang sama kita adalah BMW XT bermesin bensin. Jadi kita lihat dulu mesinnya. mesin 2000 cc 4 silinder turbo. Dan dia bukan teknologi hybrid yang aneh-aneh. Dia cuma mesin biasa 4 silinder turbo. Selesai 190 PS dan 310 Nm 0 ke 100 sekitar 8 detik lebih dikit. Dan dia pakai transmisi otomatic 8 percepatan. Dan model ini adalah satu-satunya yang dipasarkan saat ini ya. Jadi kalau dulu ada yang varian 20i, 30i, sekarang saat ini paling enggak cuma ada varian ini aja. Dan kalau misalnya masalah penampilan, ini adalah warna yang kayaknya baru kita lihat ya di mobil ini namanya adalah Dune Grey. Dune dari pasir ya, gundukan pasir seperti itu. Dan ee kalau ngelihat lampunya kayak 38 enggak sih? Tapi kalau malam jangan salah sangka mobil ini sama Cherry 38 karena hidungnya nyala. Nah, sebenarnya dia ada animasi welcome light gitu ya. Jadi ada sekitar lima animasi dan sekarang kita bisa lihat kalau misalnya dia animasinya tuh nyala dari LED DRL-nya dulu dan lanjut ke grill-nya. Animasi yang seperti itu dikasih nama Vivo C dan mobil ini udah pakai body kit M Sport komplit dari depan samping sampai ke belakang. Sekarang kita lihat bagian sampingnya. Karena kalau misalnya di luar negeri dia punya banyak pilihan peleg inci, 20 inci kan 21 inci. Nah, yang masuk ke Indonesia ini peleg Msport dengan diameter 20 inci ya, gede, kaliper rem M warna biru, dan ban continental Eco Contact 6Q. Tapi ini bukan ban RFT. Jadi ini bukan ban yang kalau misalnya ketusuk paku atau ranjau dia masih bisa jalan. Ini ban biasa. Jadi ya kalau misalnya dari dulu kalian kenal BMW dengan ban RFT ini udah enggak lagi. Tapi dia pakai suspensi adaptif yang bisa berubah-ubah karakteristiknya tergantung drive mode yang kita pilih. Dan kalau di atas kecepatan 140 km/h, dia bakal turun sekitar 0,6 cm biar mobilnya lebih stabil di kecepatan tinggi. Lanjut lagi. Kalau misalnya kalian lihat dia tuh cup mesinnya agak panjang karena di luar sana ada pilihan mesin 3000 cc 6 silinder. Tapi seperti kita bilang cuma ada mesin 2000 cc 4 silinder yang masuk ke bagian sini. Lanjut lagi. Dia pakai finishing aluminium satin di sini terus sampai ke belakang. Dan beberapa detail yang bisa kalian lihat juga pakai aluminium satin finish-nya. Jadi misalnya roof rail ini finish-nya juga sama. Handle pintu model cepol dan suara nutup pintunya masih oke. Dan dia ada welcome light dengan tulisan atau logo M. M-nya BMW di sebelah sini. dia ada di penumpang sama di bagian sopir. Oke, kita lanjut ke bagian belakang dan e ngomong-ngomong nama mobil ini resminya adalah BMW X3. Ada yang hilang enggak? Ya, betul, huruf I-nya hilang. Jadi kalau dulu 20i, XDrive 30i dan gitu-gitu. Sekarang BW udah enggak pakai huruf I lagi karena takut bentruk sama subbrand listriknya BMW. Jadi kan kalau dulu BMW ngasih akhiran i misalnya kayak 320, 530i itu buat model bermesin injeksi gitu kan. Tapi sekarang semuanya injeksi dan udah ada subbrand BMW I buat yang listrik. Jadi ya udah enggak perlu lagiah ujung ujung-ujungnya huruf I gitu di belakang udah enggak perlu lagi. Jadi sekarang nanti ya mungkin nanti buat reservis nanti BMW 330 aja enggak pakai I. Lanjut kita lihat bagian belakang. Kalau misalnya dulu BMW tuh pakai X3, dia pakai model LED yang kayak jepitan rambut gitu ya. Sekarang dia pakai model kayak huruf Y. Dan kalau misalnya BMW baru, dia punya lampu se LED yang karakteristiknya nyalanya itu agak unik. Jadi gini, kalau misalnya lagi gini kan mati. Tapi kalau nyala dia mati redup terang. Mati redup terang. Kalau BMW kayak gitu. Kalau Mazda kebalikannya terang redup mati. Terang redup mati. Ya, cukup menarik ya pabrikan bereksperimen sama nyala lampu se-nya. Dan ini dia desain belakangnya. Jadi bagian itu kelihatannya agak polos ya, karena lampu buat plat nomor dan plat nomornya sendiri itu turun ke bagian sini. Dan karena ini bukan mobil listrik, dia masih ada knalpot di bagian sini ya, di bagian kolong sekitar sini nih. Nah, ini dia knalpotnya di sebelah sini. Terus kalau misalnya kita pengin buka bagasinya pastinya elektrik. Dan mobil ini lebih panjang dan lebih lebar daripada X3 yang lama. Tapi buat sebuah X3, dia tuh bagasinya sebenarnya enggak tinggi-tinggi amat, tapi enggak cetek juga bibirnya. Jadi kalau mau masukin barang jadi lebih oke dan kapasitasnya juga masih gede. Dan ada motif garis-garis ini yang bisa kita temukan di macam-macam tempat. Selain di bibir bagasi, ada juga di lampu LED-nya dan ada juga di grill depannya. Dan bicara grill depan, grill yang sebelah kiri itu dia ada kayak radar itu buat hadasnya. Yang sebelah kanan cuma panel biasa doang. Oke, bagasinya dia ada cover. Jadi kalau misalnya kita bawa barang-barang yang agak private, ini bisa buat nutupin barang-barang kita seperti itu. Dan kalau kita buka di sini, dia cuma ada beberapa kantong ekstra dan ini harusnya ada tempat buat ban ser saver. Tapi enggak tahu mungkin di unit ini lagi dilepas atau gimana. Enggak tahu ada atau enggak. Karena kan dia enggak pakai runflet tire, dia pakai ban biasa Dan kalau di beberapa mobil Eropa lawas kan kalau kita pengin angkat bagian sini dulu ada cantolan di sini buat dikaitin ke sebelah sini ya. Sekarang caranya beda. Jadi pertama ini kita lipat, kedua kita angkat terus hook di sebelah kiri sini ya. Kita jadi bisa ngatur-ngatur barang di sini kalau misalnya pengin ngatur barang di sini dengan ngangkat ini. Oke. Nah, selain dari kantong di sini ada juga colokan 12 volt di sebelah sini. Jadi kalau misalnya pengin nyolokin barang-barang elektronik bisa di sebelah sini. Tapi kalau buat ngelipat jok tengahnya sayangnya dia belum elektrik. Jadi e tuasnya agak jauh ke tengah sini. Jadi sebentar ya. Iya. Tutup yuk. Satu lagi minusnya memang agak repot. Plusnya yang manual kayak gini cepat, enggak perlu nunggu lama. Nah, sekarang saatnya kita masuk. Tapi sebelum itu, gua menemukan satu detail unik di mobil ini. Gua baru pertama kali ngelihat di mobil ini. Jadi kalau di mobil-mobil lain, terutama BMW yang lawas ya, misalnya seri 7 yang lama atau mungkin E5 atau mungkin two series Grand Coupe gitu ya, dia punya welcome light yang tadi yang ada logo M ini nih di bawah sini kan dia diproject dari spion. Jadi kalau misalnya pintunya dibuka dia juga ikutan gerak. Nah, yang ini biarpun pintunya dibuka welcome light-nya tetap di situ. Dia enggak ikutan bergerak. Jadi rahasianya adalah daripada nempelin welcome light di spion di sini mereka taruh di bagian sini. Ini detail kecil yang bikin apa ya? Bikin kita yakin kalau mereka benar-benar memperhatikan detail-detail bahkan sampai ke sini ya. Biar pas kita masuk tema BMWI-nya itu tetap kentel dan enggak menjauh dari kita cuma gara-gara pintunya dibuka. Oke, interior BMW X3 generasi baru. Jujur ada perasaan campur aduk di sini karena ada beberapa yang gua suka, tapi ada juga yang beberapa gua kurang suka. Dari yang kurang suka dulu ya. Pertama-tama panel yang ada di pintu ini yang ada tulisan X3. Dia itu buat ngatur kayak di pintu sopir ya, bukaan AC. Jadi buka atau nutup full-nya ee memory seat sama central door lock. Tapi gara-gara dia itu enggak dipecah jadi beberapa tombol. Kalau kita tekan salah satu misalnya kita tekan memory seat aja semua panelnya ikut ketekan dan jadi kerasa agak sedikit murah gitu ya. Andai bisa dipisah pisah jadi beberapa bagian aja dan tolonglah kalau misalnya buat buka tutup ventilasi AC apa yang salah dengan tombol biasa di sini? Ada beberapa hal itu yang enggak perlu dibikin ribet cukup dibikin ttilnya lebih bagus aja. Kedua, gua agak kurang gini nih. E misalnya di BMW i5 kemarin gua menemukan beberapa hal atau bagiannya yang pasti jadi touch point kita itu dibikin dari plastik yang substandar kalau buat BMW. Contoh plastik di sekitar pintu power window itu agak kerasa substandar dan ini bagian yang pasti kita sentuh. Jadi agak sayang kalau bagian ini bagian yang pasti kita kena itu dibikin dari bahan yang agak kurang BMW seperti itu. Sisanya ada beberapa hal yang gua suka. Jadi ee bahan kulit di sini bagus. Dan lagi-lagi kita bisa lihat dashboard bagian atas itu ada garis-garis yang bisa kita temuin di luar. Di grill, LED, sama di bibir bagasi tadi. Setir M Sport baru lapis kulit dengan tombol di sebelah kiri ini buat cruise control. Adasnya seperti itu dan udah adaptif cruise control juga. Dan dia ada tombol buat multimedia di sebelah kanannya buat musik, volume, mix segala macam, dan juga bisa ngatur instrumennya, desainnya kayak gimana. Jadi, ada beberapa pilihan desain instrumen yang bisa kita pilih tergantung selera atau mode yang kita aktifin. Oke, lanjut. Di setir ada pedle shift pastinya dan di pedal yang sebelah kiri ada tulisan boost. Jadi kalau kita tahan pedal shift kiri yang ada tulisan boost ini, dia bakal ngasih kita performa maksimal tapi cuma selama 10 detik. Jadi kepakai buat misalnya pengen nyalip mobil lain gitu ya. Jadi, enggak perlu e repot-repot masuk drive mode apa gitu. cukup tahan ini kita dapat performa maksimal selama 10 detik. Dan kalau misalnya kalian lihat lagi di sini dia pakai layar yang identik sama BMW i5, BMW e segala macam. Tapi ee ini kita bahas nanti karena cukup banyak yang bisa dibahas di sini. Lagi-lagi kita turun ke bagian tengah sini. Jadi sama kayak di pintu tadi, dia ada ventilasi AC yang kalau kita pengen buka tutup itu pakai touch sensitive panel. Why? Kenapa enggak pakai tuas biasa aja gitu? Haduh. Tapi gua suka kristal yang ada lampu ambient light di baliknya ini dan dia bisa adaptif terhadap beberapa hal yang kita adjust di mobil ini. Contoh kalau kita nyalain hazard dia bakal berkedip warna merah nih. Lihat. Nah, tepat di bawah ambient light crystal ini ada celah di bawahnya. Ini adalah ventilasi AC yang tadi gua bilang kalau kita pengin buka atau tutup ventilasinya pakai touch panel yang di atas. Tapi kalau buat ngarahin ee semburan anginnya kiri kanan atas bawah ada tuas di sini yang bisa kita atur-atur pakai ini kayak buat nutup atau buka ventilisnya jangan jangan merumitkan hal yang tidak perlu jadi rumit gitu loh. Nah, nah di bawahnya ada dua pad dengan garis-garis lagi motifnya ini banyak banget garisnya dengan dua USBC dan wireless charger di sebelah kanan dan ada cup holder di sini dengan logo M. Nah, di sini ada kristal lagi yang bentuknya huruf U. Dan by the way, dia juga ada miny light yang bisa berubah-ubah tergantung misalnya keinginan kita atau tergantung drive mode. Jadi kalau masuk mode presisif dia nyalanya biru kuning. Kalau masuk mode sport dia nyalanya merah, biru muda, biru tua warna khas BMWM. Dan kalau kita masuk mode digital art. Dan ngomong-ngomong soal digital art ini, instalasi seni yang di sini itu adalah karya dari seniman bernama Chavei. Ya, kalau dari nama kayaknya dia karyawan Beijing Motor Works ya, BMW. Nah, mundur lagi ke sini dia ada untungnya ya masih ada putter-putteran iDrive. Syukur masih ada tombol gitu ya, masih ada knof. Jadi enggak cuma touch screen, kita juga bisa atur dari sini buat navigasi, settingan mobil segala macam. Jadi mau begini bisa, mau begini bisa, mau pakai suara juga bisa. dia bisa, "Hey, BMW gitu ya. Ini lagi kita matiin karena dia pakai bahasa Indonesia. Kalau kita pengin kasih perintah pakai bahasa Inggris. Nah, di belakangnya ada putarputteran buat volume. Untungnya terima kasih Tuhan tombol engine start stop. Terus ini buat e pindah dari mundur maju segala macam. Dan ada tombol buat break hold-nya. Dan dia juga udah ada kamera 360 derajat plus dia bisa parkir sendiri ya. Jadi kalau misalnya di kantor atau di mall gitu cari parkir agak susah dan kalian ada keterbatasan skill parkir, mobil ini bisa bantu kalian seperti itu. Nah, dan lagi-lagi ada yang kurang gua suka karena kalau misalnya di BMW BMW lama ini center konsol box-nya itu kan dipisah dua ya ngebukanya begini jadi kesannya lebih elegan gitu. Presentasi center konsole box doang itu bisa dibikin mewah sama BMW. Sekarang dia cuma kayak begini aja kayak mobil biasa. Mobil gua juga begini. Dan mobil gua sama sekali bukan mobil mewah, mobil rakyat itu. Lanjut lagi. Dia pakai kursi elektrik pastinya dan dia pakai bahan veganza perforated dan quilt. Namanya veganza kenapa? Karena dia adalah bahan kulit yang plain base based alias berdasarkan bahan tumbuhan atau tanaman ya. Jadi kalau misalnya pengin ee angkat isu ramah lingkungan, ini adalah salah satu cara yang etis dan baik. Bukan malah ngerusak wisata terus jadiin tambang gitu ya. Oke, lanjut lagi. Untungnya lacinya bukanya masih normal dan dikasih kain. Jadi barang kita enggak kelatak kotor. Klatak kotok di sini. Meskipun sayang kantong di pintu bagian bawah dia enggak dikasih perendedam sama sekali. Ini agak sedikit sayang tapi ya. Oke, sekarang masuk ke layar. Kan tadi gua bilang instrumennya bisa ganti-ganti desain. Tapi enggak cuma itu doang. Kita juga bisa ganti kontennya. Misalnya kayak informasi mobil, ada e TPMS segala macam. dan head up displaynya juga bisa kita atur-atur dan ada menu yang bisa nampilin gambar kayak gambar sayap. Kayaknya itu trollback di mana zaman BMW itu bikin pesawat gitu ya. Jadi ingat ee beberapa merek mobil yang juga bikin pesawat ada di antaranya SAAP sekarang udah bangkrut BMW terus Rolls-Royce bikin mesin pesawat ada juga Subaru Honda dan Mitsubishi juga bikin pesawat ya buat merek-merek kayak gitu merek yang bisa bikin pesawat bikin mobil harusnya enggak masalah buat mereka karena kan lebih susah bikin pesawat ya. Oke, e lanjut lagi. Sekarang kita bahas layar tengahnya. Ini BMW yang paling baru. Kan bukan iDrive lagi ya ngomongnya. Ini sebenarnya cukup oke ya. Dan kalau misalnya kita lihat di sini, dia ada beberapa menu yang cukup menarik. Contoh drive recorder. Jadi, dia udah ada descam build in. Di sini kita bisa ngerekam otomatis atau manual. Tapi kalau kita dari plafon, dia enggak ada kamera buat selfie kayak si BMW i5. Lanjut. Nah, kalau buat settingan mobil, kita bisa lihat dari sini misalnya ini pengendangan eksterior. Kita bisa pilih tema-tema welcome light yang tadi kan. tadi gua bilang nih Viva C di sini nih. Nih. Nah, seperti itu. Dan interior misalnya kita bisa lihat lampu sama ambient light-nya. Nah, untuk pengaturan berkendara kalau misalnya kita pengen aktifin kayak misalnya e berapa jarak ngikutin sama mobil depan itu dari sini nih. Keselamatan dan peringatan, berkendara segala macam nih berkendaranya. Nah, kontrol jarak. Kan kalau di bawah mobil yang ada adasnya kan kita pengin ngatur ee mau dekat sedang jauh ada tombol di setir. Ini harus dari sini. sedikit ribet tapi ya whatever. Nah, lanjut lagi. Dia ada iconic sound jadi suara palsu. Padahal ini mobil bensin enggak perlu-perlu amat suara palsu. Jadi gua tanya orang BMW ini adalah buat ee menyesuaikan suara sama mode berkendar. Jadi kalau modenya lagi ekspresif, digital art, dia bakal ngeluarin suara palsu dari speaker buat experience-nya tuh makin oke seperti itu ya. Cukup unik. Dan ini juga dipakai di Mini JCW yang ee apa namanya? yang paling baru. Jadi kan kalau mini yang baru tuh ada suara pop and bank alias yang beratata palsu itu. Tapi dari speaker kurang lebih sama seperti itu. Jadi kita bisa nyalain atau matiin terserah kita aja. Nah dan kalian bisa tebak mobil ini enggak punya tombol fisik buat AC-nya. Semuanya dari sini nih. Kita nyalain dari sini dan ngatur suhu itu juga dari sini. Astaga. Dan dia udah triple zone climate control. Jadi depan kiri depan kanan belakang bisa beda suhunya. Dia enggak ada heated seat, enggak ada ventilated seat, dan ggak ada jok pidet karena ini X3 ya, bukan X5 dan bukan X7. Ya, seperti itulah kira-kira e sekilas tentang layar BMW OS8 ini dan dia juga bisa Apple CarPlay serta Android Auto dan bisa wireless ya. Duduk belakang di X3 baru. Ruangannya kurang lebih sama kayak yang lama. Emang sedikit lebih lega di bagian kaki sama di bagian kepala. Ting 2178 dan di sini ada docking. Jadi kalau misalnya kita beli aksesoris dari BMW buat nempelin iPad segala macam, tablet segala macam, ini bisa kita taruh di sebelah sini. Dan mobil ini punya panoramic roof yang gede sampai ke belakang tapi kacanya enggak bisa dibuka. Nah, mobil ini udah pakai speaker Haraman Cardon. Jadi kalau pengen dengerin musik itu jadi lebih enak. Ada armres cup holdernya dua dan seperti kita bilang tadi AC-nya triple zone. Jadi di sini ada layar buat penumpang belakang ngatur suhu AC-nya. Mau dingin, mau hanget bebas terserah mereka ada di sini. Nah, ini yang gua maksud. Kalau misalnya emang pengen nutup sama buka ventilasi AC, pakai ini aja putar-putaran kayak gini, kenapa harus touch panel? Hah. Ya udahlah, ada USBC buat ngecas dan penumpang belakang dapat blind kayak gini nih. Biar lebih private kalau misalnya pengin privasi lebih atau misalnya lagi bawa anak-anak itu biar enggak silau kena matahari tinggal tutup ini aja ya. Jadi di belakang sini kalau misalnya kalian masih pakai jasa spopir masih enak-enak aja. Tapi ya di sini ada beberapa kesan VIP berkat ini. AC belakang yang bisa kita kontrol sendiri dan space serta kelegaan berkat panoramic roof yang ada di atas. Nah, dan terakhir jangan lupa kalau misalnya kemarin BMW X3 yang 20i itu RWD, yang 30i itu AWD ini biarpun dia 20 enggak pakai i, dia tetap XDrive alias AWD. Oke, jadi gimana kesimpulan soal si BMW X3 terbaru ini ya? Sekarang kalau kita ngelihat BW dengan hidung gede yang bisa nyala kayak gini kayaknya udah biasa ya. Dulu waktu di seven seri sama X7 mungkin agak-agak polarizing, tapi pelan-pelan bisa terterima. Ya namanya suka enggak suka pasti ada tapi ya udahlah. Tapi emang terlepas dari grill-nya mukanya emang perlu pembiasaan. Apalagi kita bakal sering ketemu mobil ini di jalan karena X3 adalah mobil yang bisa menyasar siapa saja. Ini adalah BMW yang cocok buat siapa aja. Kita bawa ke kantor ke mall masih oke. Atau mungkin pasaran kita bawa buat sekarang apa ya? Main padel masih gengsi. Bahkan bagasi yang gede. Mau ngangkut raket padahal buat satu RT juga hayu aja dah. Mau buat ngantar anak ke sekolah juga oke. Dan buat segala keperluan kayaknya ini udah yang paling pas. Ada Xlive, ada X7. Tapi kalau yang pengen ya middle lah ya X3. Oke itu aja dari Autonet Max. Thank you sudah nonton. Jangan lupa jempolnya, komentar, dan subscribe. Tuhan

Lihat di YouTube