Bongkar Rumah Lama & Pemasangan Sloof Epik Rumah Bang Hilman (YouTube Video)
Bel, gua mau nanya, Bel. Itu yang kemarin lu semprot-semprot sama si Sahil itu apa sih? Jadi ketika dulu si neneknya ini itu awal rumahnya ini itu dibagi buat anak-anaknya itu di sininya itu enggak dikasih dinding. Jadi in total selama 6 hari itu kalau kita jumlahin dengan tenaga kerja itu mau Rp40 juta. Ya udah, ini rumahnya sekarang mau kita hancurin. Hai, jumpa lagi sama kita dari Indonesia. Hari ini kita kembali ke proyek, Teman-teman. Jadi, kita mau lihat nih keadaannya kayak gimana. Jadi, udah pakai bukistingbukistings. Kita udah bikin kisingnya tuh dari Batako, Teman-teman. Kenapa? Karena kalau misalnya kita pakai mmlek atau multiple biasanya suka ada yang lupa cabut. Kalau lupak cabut bahaya kok. Iya kan? Bisa kejadian Mas. Bisa bisa sampai masa depan. Iya. Heeh. Makanya supaya kita enggak lupa cabut, kita pakai batako dari awal. Kenapa? Kalau sampai lupa cabut bisa menyebabkan jadi tempat timbulnya layak. Jadi lagi masang apa nih? Lagi masang pipa-pipa. Pipa-pipa. Bisa dilihat di sebelah sini nih. Pipa itu kalau kita bikin pipa itu letaknya harus di bawah sloof. Jadi jangan sampai nembus sloof. Karena sloof itu enggak boleh ee ada gangguan apapun. Dulu waktu zaman gua kuliah ya, kasih tahu kalau ada slop, ada balok, ada kolom itu basan enggak boleh dipaku. Haram hukumnya. Kalau kata dosen gua dulu. Iya. Jadi kalau kita ada kolom tuh juga kalau bisa jangan sampai dipaku. Apalagi kalau kita bikin sop dibolongin segede-gede gini. Tapi kalau peraturannya sebenarnya kita boleh nembus-nembus tapi tidak lebih dari 5% dari jumlah si slop posisinya. Hm. Ada di bawah slof semua tuh nanti di bawah sloof. Tapi ingat ya harus kemiringannya harus benar kulit. Iya. Bedanya yang hijau dan biru apa? Yes. Itu pertanyaannya. Kalau yang hijau itu air hujan. Yang biru ini air pembuangan. Kotoran pembuangan hitam. Kalau yang hitam ini sering tank. E jadi kita bedain. Nah, kalau di proyek-proyek lain kan biasanya tuh suka dilipat gitu ya. Iya. Dilipat gitu supaya debu-debu enggak masuk, kotoran-kotoran enggak masuk. Kalau kita enggak, kita pakai dop aja enggak apa-apa kita invest dikit karena kita kontraktor, Teman-teman. Jadi nanti kalau udah waktunya kita tinggal cabut-cabutin lagi si dop-nya kita bisa pakai di proyek Le. Nah, kalau untuk pipanya sendiri tanya, "Mat, he berapa in kalau buat 4 inch?" 4 inch. Kalau buat itu 3 inch. Ini pakai 1/4 1 W staffel ini. W staffel 1 ini 4 inch. Iya. Ini 3 inch. Itu 3 inch. Ini buat floren dalam kan? Iya. Nah, kalau buat floren luar 4 in. 4 inch tuh. Nah, kenapa floren luarnya pakai 4 inch? Karena ee rumah ini tuh kan modelnya tropis. Jadi curah hujannya juga tinggi, Teman-teman. Jadi kita buat yang forenforen luar tuh semua pakai 4 inch. Nih pipanya tipe apa, Mat? Pipa aw. Aw semuanya. Kenapa harus AW, Man? Kenapa? Kenapa enggak D? Nah, kenapa harus AW? Karena AW itu lebih mahal. Gitu aja intinya. Kalau lebih mahal berarti ya kan? Sama aja paling simpelnya. Kenapa Avanza sama Mercy? Kenapa? Karena Mercy lebih mahal. Karena Mercy lebih pasti lebih bagus. Pasti lebih bagus enggak sih? Jadi sebenarnya kalau kita ada yang dibawa-bawa tanah itu, Teman-teman, itu kan enggak bakal dibuka-buka lagi. Lebih bagus kita pakainya yang udah bagus bagus. Nah, Teman-teman, sekarang kita lihat di sini. Jadi kalau kita mau bikin sloof itu akan lebih efektif kalau kerjanya kayak gini. Kenapa? Jadi diangkat dulu, habis itu kita rakit langsung di atasnya. Nanti kalau udah bisa turun bareng-bareng, jet gitu. Nah, ini kita pakai besi 16. Ini pakai bisi 10 buat cincinnya. Habis itu ini juga pakai isi 16. Nanti dilebihin sedikit supaya nanti tinggal ee nyambung kolomnya ke atas. Nah, Teman-teman di sini ini tuh nanti adalah garasi. Nah, ini adalah garasi. Tahu enggak dia siapa? Ya, suka ada di YouTube arsitektur cuman dihujat terus. Soalnya gini, Teman-teman. Jadi, waktu awal e kan kita ngelihat nih e teman-teman reviewer yang lain udah mulai ng-review rumah-rumah unik. Nah, makanya Belinda turunlah jadi host. Cuman waktu itu pesannya gini. Bel, lu kan baru jadi host, lu tiru aja Ria Ricis. Eh, tahunya tahu gak? Malah dihujat dibilang bego lagi. Padahal sebenarnya asal teman-teman tahu yang ngitung struktur semua ini itu Belinda. Dan asal teman-teman tahu dari kita bertiga yang IPK-nya tembus 3,7 cuman Belinda. Mantap, mantap. Tapi pura-pura bego doyannya. Kalau gua, kalau gua kalau gua waktu semester-semester awal kayak Jokowi. Iya, benar. Di bawah dua. Dibawa dua. Iya. I tapi jasa gua asli. Maksud gua belum tentu yang IPK yang di bawah dua itu enggak lulus. Jadi Pak Jokowi walaupun IPK-nya di bawah dua gua yakin dia lulus. Yuk, Bel. Gua mau nanya, Bel. Itu yang kemarin lu semprot-semprot sama si Sahil itu apa sih? Oh, jadi gini. Coba kita ke lokasi. Coba coba coba. Jadi kalau di gambar struktur itu ada yang namanya tumpuan lapangan tumpuan. Nah, tumpuan itu tuh yang dekat sama kolom nih biasanya kolom nih satu itu tuh udah satu balok nih. Nah, tumbuhan itu lebarnya itu 1/4at dari pajak si jarak. Iya, betul. Nah, ini tumpuan 1/4at. Ini tumpuan seperempat. Dari sini ke sini itu lapangan. Nah, makanya kelihatan kan besinya tuh beda. Jaraknya ini lebih gede jaraknya. Oh, kemarin gua semprot tukang gue soalnya udah dikasih tahu dua kali. Susah banget dikasih tahu asal. Nah, Teman-teman sekarang kita tuh lagi ada di taman. Nah, ini taman belakang rumah itu nanti dari situ ya kan sampai di tempat beling berdiri situ. Oh, lihat tuh sampai situ tadinya desainnya itu gua penginnya lantai duanya itu begitu keluar dari bukan-bukan yang lebar nanti ada gambar 3D-nya bukan-bukan lebar itu maunya rata langsung. He. Tapi ternyata mahal sekali. Kenapa? Karena kita harus bikin retaining wall-nya itu tinggi banget kan kurang lebih ee 20 anak tangga ya. Berarti berapa? 20* 18 ya kurang lebih 4 m ya hampir 4 m lah. Bayangin kita mesti bikin 4 m, habis itu kita timbun tanah di sini. Yang terjadi kita harus bikin namanya retaining wall. Nah, retaining wall itu mahal sekali teman-teman. Retaining wall itu biasa dibuat untuk kolam renang. Bayangin kita bikin kolam renang, struktur kolam renang, tapi dalamnya cuma kita isi tanah. Kan mahal banget. Makanya akhirnya desainnya berubah seperti desain yang ini nih. Nah, dibikinlah nanti tingginya itu kurang lebih di 1,5 m. Jadi si taman ini nanti akan keliling 1,5 m, Teman-teman. Nah, dari lantai duanya ada tangga turun sedikit. Satu yang mesti diingat ketika kita mau bikin taman yang ditinggiin seperti itu, nanti kan akan ada genangan tuh air. Habis itu lama-lama airnya turun, dia akan berhenti di sebelah sini nih. Nah, airnya itu akan membanji di sebelah sini dan akhirnya akan merusak sif. Oleh karena itu kita harus kasih namanya perforated. Nah, jadi nanti ada pipa perforated, pipanya itu ngirit-ngirit kayak gitu. Nanti ada putce kayak gitu cuman bolong-bolong, Teman-teman. Nah, gunanya apa? Ketika air nanti turun sampai ke pojokan sini dia akan langsung kebuang ke got. Itulah gunanya. Nah, namanya itu sistem dari perairan seperti itu adalah French drain. Nah, itu keliling tuh semua sampai sini. Biasa juga dipakai di lapangan bola. Jadi kalau lapangan bola nih gede banget. Dia meluyuk-meliuk begini karena dia kan pipanya fleksibel. Nah, jadi ketika hujan deras pemain bolanya Maldini Maldini tua banget. Siapa ya zaman sekarang ya? Muhammad Salah itu masih bisa main bola. Kenapa? Karena di dalamnya itu ada pipa perforated gini. Ketika air menggenang dia akan kehisap habis itu langsung ke buah. Jadi enggak becek lah aman ya. Oke, tum-tumannya ya. Inilah paling romantis-romantisnya anak teknik ya begini pakai daun. Oke, ee kita lanjut sekarang gua udah ngelihat rumah yang ini. Kita mau lanjut ke proyek kita yang satu lagi yaitu kemanggisa. Lagi mampir makan di Soto Kudus Kencana. Tahu dari Siuang. Jadi kita nih proyeknya lagi dari Kemanggisan, Teman-teman. dekat Kebon Jeruk-kebun Jeruk gitu kan. Heeh. Jadi kalau ada rekomen tempat makan lain boleh tulis di kolom komentar ya. Doy kenapa ini keadaannya macet banget Doy? Banjir gila ada kali sejam ini. Anjir. Coba lihat nih. Ini perjalanan kita ee dari BSD ke Kemanggisan berapa lama anjir? ke tempat makan kita tadi itu kurang lebih sekitar 40 menit. Oke, dari situ ke lokasi kemanggisan itu ya 2 jam lah. Nah, Teman-teman sekarang kita udah sampai di Kemanggisan nih. Sor jadi tadi kita dua mobil Teman-teman. Si Doyok sama si Belinda pakai mobil yang satunya salah jalan, macet. Jadi terpaksa kita pakai Poco 5G ya. Punyanya Iwang ya. Sini yuk nih. Jadi ini posisinya sekarang posisinya udah hancur. Nah yuk kita lihat yuk. Ini kalau pakai handphone ni uang muka semua muka jadi gede si ya. Oke lanjut. Nah ini nih satu rumah udah hancur semuanya. Teman-teman bisa lihat sini tuh pakai kas argon lagi motongin apa, Pak? Besi. Motongin besi. Nanti kalau satu saat teman-teman mau pakai jasa pembongkaran bisa hubungin Pak Surioon nih. Ada nomor telepon enggak? Kasih dong. Ada. Iya. Nah, tuh. Siapa yang kesel sama mertuanya pengin dihancurin rumahnya aja aja. Jadi ini sebenarnya agak unik teman-teman. Jadi ini klien gua nih beli satu rumah ini. Itu tadinya rumah warisan untuk dua keluarga. Dia beli salah satunya. Jadi, rumahnya itu dibagi dua. Jadi, hasilnya seperti itu tuh. Heeh. Jadi, kita ngebelah rumah nih sebenarnya. Habis itu di sebelah sini karena ada balok-balok itu segala macam, Teman-teman. Jadi, belum kita hancurin tuh nanti dihancurin sama tim sipil aja kayaknya. Tapi ini kalau unik ya, kalau pakai Jasa Pasur ini dia motongnya tuh enggak rusuh. Jadi ini kalau dilihat di sini, lihat sini nih. Jadi satu dinding itu diruntuhinnya bareng bareng. Jadi bukan dihancurin, bukan dihancurin langsung satu-satu gitu, tapi sekotak-sekotak kayak gitu. Nah, dipotong dulu besinya pakai gas argon ini. Itulah. Jadi kalau misal kita mau bongkar-bongkar bangunan, enggak semua itu harus kita yang ngerjain. Tapi bisa juga pakai bantuan dari ee tim yang lain supaya hasilnya lebih profesional. Bang, nyantai aja nih, Bang. Nyantai aja nungguin lu. Tapi udah gua ambil tadi sama Iwang. Oh, gitu ya. Enggak apa-apalah. Setengah-setengah video ada Poco 5G. Asik. Tuh, tuh, t tu tu tu tuh. Udah, Wang. Matiin, Wang. Enggak guna handphone lu. Jadi ketika dulu si neneknya ini itu awal rumahnya ini itu dibagi buat anak-anaknya itu di sininya itu enggak dikasih dinding tapi bikin gimsem aja. Otomatis di sini ada Shopee-sopinya kan. Shopee-sopinya ini mesti di dinding. Nah, gua klien gua tuh mau oke ee dindingnya itu kita bikin di sini makan makan. Tapi kalau yang di sebelah sana itu udah dinding. Nah, itu juga kayaknya dindingnya tuh agak majuan ke sini tuh. Oh, dibandingin ini. Jadi, udah benarlah kalau misal kita bikinin tembok di sini. Ah, itulah susahnya tuh kalau misalnya kita bikin rumah renovasi-renovasian begini berarti ya sudah nih kita ratain aja kita bikin. Oh, kita ee kita ngambil dari yang paling nol aja ya. Kita ngelat ke bawah gitu. Ngelat ke bawah. Enggak apa-apa ya. Gimana? kita bilang nih ee pembongkaran biar bongkar dulu rapi. Mungkin masih seminggu du minggu bikin ini keadaannya enak dulu aja baru bisa mulai kerja benar ya. Oh berang kan kita bikin boplang-boplang juga pasti keganggu ini tembok atasnya di atasnya ini lihat ya maju ya. Iya maju ya. Iya. Oke. Tapi ya udah udah sepakat begitu udah jangan dibikin susah. Oke. Sampai jumpa di acara kita selanjutnya. Jangan lupa bantu kita like, subscribe sama share video ini. Kita punya Instagram @archsite Indonesia. Kita juga punya TikTok @arsite Indonesia. Bantu follow ya. Ciao. Yang punya SRTA cuma Linda doang. Tapi gua kayaknya mau ngambil SRTA juga sih. K. Wah, yang ngambil S2 juga, Man. Aduh, kalau ada kampus yang mau subsidi kita mau. Oke, gue ikutan ya, Man. Kalau subsidi penuh lu boleh ikut. Karena kalau subsidi masih lu ngeluarin duit, lu nyusahin gua.
