BONGKAR YAMAHA AEROX TURBO..!!! RAHASIA JADI FAVORIT NGABERS..!!! l Otomotif TV (YouTube Video)
Wih, ada oli baru nih. Oli Yamalup turbo buat Yamaha turbo juga nih. Aerox turbo, NMX turbo. Nah, ini kebetulan banget, Teman-teman, ada Yamaha Aerox yang ditelanjangin. Kita bisa lihat detail-detailnya. Dan biar lebih jelas ya, ngelihat apa aja perubahannya, kita langsung tanya ke Mas Feri nih yang paling paham. Yamaha ER [Musik] ini. Nah, kita langsung ngobrol sama Mas Feri dari Education ya, Mas. Iya. Oke, dari yang M Indonesia ini mumpung nih, mumpung lagi ada AR yang telanjang gini, kita mau langsung lihat ada apa aja dan apa aja perubahannya. Mas Fed paling tahu. Pastikan Mas dari kemarin launching kita paling penasaran sama perubahan di rangka dan di kaki-kakinya karena enggak gamplang dijelasin kan cuma sekilas doang padahal banyak yang berubah ya Mas ya. Tadi udah nyoba juga ya kan udah enak banget. Apanya Mas kalau dari suspensi Mas? He. Kalau dari perubahannya karena kita konsepnya ini super sport matic, otomatis manuver sama handling kita perhatikan di sini. Jadi ada settingan baru. Pertama dari suspensi depan inner tubnya kan sekarang upgrade ya. Yang sebelumnya itu di 26 mm sekarang jadi 30 mm. Otomatis suspensinya lebih besar. Oke. Kemudian segitiganya juga kita rubah. Heeh. Jadi ada perbedaan di sudut caster dan juga trailnya. Oh. Tapi kenapa kita rubah di segitiganya? Karena kita untuk well base-nya kita enggak mau ee bertambah. Jadi kita pengin sama dengan model yang sebelumnya. Oh, gitu. Oh, i karena teman-teman ini kan sebenarnya suspensinya mirip kayak NMAX ya. Iya, betul. Jadi kalau NMAX itu nah dia ke mundur. Kalau Aerox yang lama dia di bawah posis ini ya. Heeh. Tapi karena tadi karena ada perubahan di segitiga jadi bilb-nya enggak bertambah panjang. Oh, makanya masih tetap lincah. Iya. Kemudian tidak hanya upgrade suspensi depan kan harus balance ya. Heeh. Yang namanya manu atau handling itu harus balans. Kemudian dari frame-nya juga untuk center tunelnya yang bagian ini ini material dan juga strukturnya juga kita rubah kita update ini lebih tebal daripada lebih tebal. Iya lebih tebal. Bahannya lebih tebal kemudian juga titik pengelasannya juga lebih banyak. Oh gitu. Berarti ini ya apa namanya? Ee jadi lebih rigid ya karena lebih Iya. karena penghubung dari main tube ke subtube-nya. Heeh. Jadi ini bisa memperkuat atau menambah kerigidan dari frame-nya. Oke. Jadi bukan hanya bagian depan dan frame juga di bagian center tunnelnya. Suspensi juga kita upgrade agar balance. Yang belakang utama ya. Iya. Jadi spring red-nya kita sesuaikan. Heeh. Lebih keras pastinya ya? Lebih keras sedikit Mas. Ini yang tabung. Kalau yang standar yang masih tanpa tabung itu berubah juga enggak? Tempung sama berubah juga. juga. Jadi mau yang tabung ataupun non tabung, spring rate-nya kita rubah juga, kita sesuaiin. Oh, gitu. Jadi artinya nih motor frame-nya sebenarnya beda ya, baru ya? Frame-nya baru. Iya, karena ada penyesuaian di senter tunnel. He. Biarpun kalau secara konstruksi yang ini ya rangka utamanya terus ee di depan sini sebenarnya masih sama kayak yang sebelumnya. Masih sama. Iya, basic-nya masih sama. Basic sama. Iya. I ya, ya. Kemudian ini karena ini tipe ultimate ya, di sini kita ada upgrade di performance damper-nya ya. Oh, iya. Dan pemasangannya cuma gitu aja ya, Mas ya. Di sebelah kiri gini aja ya. Iya, betul. Ini yang bikin makin stabil, makin rigit motornya. Saya awalnya enggak percaya loh, Mas. Sekecil ini loh. Ternyata pas nyobain, wah gila ternyata ya. Efeknya parah banget. Iya. Karena geometri rangkanya juga kita uji juga. Oh, gitu. Mantap. Mantap. Kemudian Mas apalagi beda, Mas? Kalau dari engine mesin pasti ini udah ikut yang generasi ketiga kan ya, VVS 155 cc ya. Minim gesekan. Min gesekan yang itu ya kan kita sudah tahu kemarin di Lexi di Neo sama ya. Iya. Hidraulik tensioner, mirror bor silinder gitu. Kemudian ee magnet yang lebih ringan. Iya. Power sama tapi torsinya naik sedikit ya. Betul. Torsinya kita upgrade. Cuma ini udah yang turbo. Yang turbo untuk yang W Y CVT. Mas kalau turbo ini sebenarnya kalau dibanding sama mesinnya NMAX yang turbo itu sama enggak sih Mas? Ada perubahan enggak untuk basicnya? Sama. Heeh. Basicnya sama. Cuma kalau untuk Aerox karena bannya ring 14 ya di final gear-nya matanya lebih banyak. Kalau untuk Aerox. Oh, di sini nih ya, di belakang sini. I iya final gearnya matanya lebih banyak berarti lebih enteng. Enteng di torsinya di akseleras karena memang banyak besarkan untuk muter pertamanya biar lebih ringan ya. Terus kalau kayak settingan ECU gitu ada yang beda enggak Mas? Satungan eu sama. Oh sama. Iya. Oke. Oke. Oke. Transmission control unit juga sama settingannya. Untuk pergerakan pulnya juga sama. Jadi kalau cara kerjanya pun sama ya kayak cara pakai w shift-nya semua sama ya? Sama. Sama. Iya. Jadi buat ini teman-teman flashback ya si Bvt ini udah enggak pakai roller di puli depannya gitu ya Mas ya. Iya betul. Jadi dia udah elektronik gerakan pully primernya diatur sama pakai dinamo w CVT. Nah ada dinamonya di sini ya. Berarti ada sensor-sensor ya Mas ya? Sensor yang membaca ininya ya membaca. Iya ini sensor primary untuk mendeteksi pergerakan pully primary. Dia akan info ke transmission control unit. Ini transmission control unit. Jadi kontrol unitnya ada dua. Yang satu buat mesin segala macam, satu buat transmisi. Ya, transmission control unit ini akan syronize dengan starter generator control unit ini. Karena kan RPM juga dibaca, kemudian bukaan throttle juga dibaca. Nah, nanti baru dia akan menginformasikan atau memerintahkan ke aktuator untuk menggerakkan pulnya, maju atau mundur. Yaitu yang menggerakkannya tugasnya adalah si YVT motor ini. Ini yang awalnya dikira dinamo starter katanya. Kan bentuknya mirip ya. Iya. Kemudian juga bagian belakang di puli belakang juga ada speed sensornya ya. Ini sensor secondary juga karena untuk matching ee putaran sipuli dengan putaran engine juga. He. Dan karena dia pakai elektronik akhirnya bisa dipakaiin wsi tadi ya. Ada 1 2 3 gitu ya. Berarti kalau 1 2 3 otomatis si pulinnya akan tiba-tiba membesar mengecilmengecil gitu ya. Iya betul. Otomatis dipaksa sama si elektroniknya dipaksa. Bahkan di RPM tinggi pun kita bisa ee nurunin si diameter vbelt-nya. Hm. Jadi tujuannya apa? Ya, pastinya akselerasi tambahan atau torsi instan tadi. Hm. Itu enggak mungkin kalau pakai sentrifugal ya. Enggak akan mungkin. Enggak akan mungkin. Eh, Mas ini kan kebuka. Bisa lihat enggak, Mas? Pas gerak-gerak kay gitu, Mas. Kita nyalain ya. Iya, boleh boleh. Sini, Teman-teman. Sama-sama kita lihat sini ya. Bisa dilihat pergerakan kulay Y. Oh, iya. Iya. Ya. Jadi di RPM atas kita bisa nurunin si diameter V belt-nya. Otomatis kalau untuk yang paling bawah torsinya pasti paling besar. Paling besar ya. Lagi teriak tuh ya RPM-nya ya. Iya betul itu teman-teman. Jadi bisa langsung tek tek tek bergerak sendiri gitu ya. Kalau yang belakang sih sebenarnya secara konstruksi masih mirip kayak CVT pada umumnya ya Mas ya. Sama. Iya. Masih pakai kampas ganda juga. Iya. Yang depan sih yang memang dia sentrifugal untuk secondary masih sentrifugal cuma perbedaannya hanya di puli depannya saja. Lalu di mana turbonya? Nah, turbo yang dimaksud ini bukan turbo sesungguhnya ya yang ada perangkat mirip keong memutar tunjin untuk memasukkan udara lebih banyak ke ruang bakar. Bukan, bukan, bukan. Turbo di Aerox ini atau NMAX ya, ini hanya istilah aja untuk menggambarkan akselerasi instan saat w shift diaktifkan gitu ya. Jadi bukan benar-benar turbo, Teman-teman. Mas sebenarnya kalau WCV ini repot engak sih perawatan gitu? Kalau misal ada rusak gitu? Kalau untuk perawatan misalkan ada masalah di WCVT itu akan ada logo CVT di sini. CVT indikatornya akan nyala kemudian indikator FI juga akan nyala. Oh gitu. Karena transmission control unit ini kan terus berkomunikasi dengan ECU kan. Oh ya ya. Nah, tapi kode yang diu ini itu FI itu sebetulnya menginformasikan bahwa ada masalah di sistem transmisinya. Jadi kalau misalkan menggunakan FI diagnostic yang after market yang bukan pakai YDT Yamaha, itu biasanya kan kedeteknya sistem FI-nya. Oh, gitu. Jadi transmisinya bisa jadi enggak kedetect gitu. Heeh. Untuk transmission control unit itu hanya bisa di Yamaha diagnostik. Oh, gitu. Berarti harus punyanya Yamaha sendiri ya, yang paling lengkap ya. dia bisa baca SU-nya dan yang PCU-nya juga. Iya. Terus kemudian kalau kode atau indikator CVT itu muncul di layar itu sarannya sih segera diperbaiki ke bengk oke karena kalau misalkan kita terus pakai takutnya ada perubahan di sensornya itu menyebabkan motornya nanti enggak bisa hidup motor si penggerak mesin mesinnya jadi enggak bisa hidup. Oh mesinnya enggak bisa hidup. Oh itu memang ee bukan rusak tapi itu proteksi ya. Hmm. He. Agar ee pergerakan pulinya tidak merusak ke komponen di CVT-nya itu. Jadi kalau udah ada muncul sudah buru-buru ke bengkel aja ya. Iya. Belum makin parah gitu kan. Iya. Apalagi pakai touring CPT-nya muncul. Untuk W CPT sendiri kan ada sensor-sensor baru ya yang dikhawatirkan konsumen itu bagaimana jika terjadi kerusakan pada sensor primary, sensor secondary, bahkan si WCVT-nya motor ini kalau rusak ee gimana nih motornya nih? Masih bisa jalan apa enggak ya? Masih bisa jalan atau enggak? rusak motornya di mok enggak usah diapa-apain. Nah iya. Jadi kita coba ya kita coba kita cabut sensor-sensornya. Tapi ini hanya demonstrasi ya, jangan dilakukan di rumah karena nanti kita harus reset juga untuk way-nya. Iseng banget masusak motor sendiri. Mau mau lepas mana, Mas? Kita coba nyalain dulu. Oke, kita yang secondary dulu. Secondary? Oh, yang di belakang. Yang belakang. Kalau secondary itu kita cabut. Heeh. Nah. Oh, ya. Masih nyala ya? Masih bisa nyala. Tapi kode kerusakannya akan timbul. Ada kode di situ ya. Dan dia tidak akan bisa wi shift. Oh gitu. Tapi pully primary-nya masih bisa bergerak. Oh iya. Jadi kayak CPT biasa aja. Maju mundur. Maju mundur. Artinya masih bisa jalan pelan, jalan kencang tu masih bisa ya. Normal sebenarnya. secondary-nya yang bermasalah. Hm. Mode cuma biasanya bisa diaktifin ya. Mode juga enggak bisa. Enggak bisa. Riding mode juga enggak bisa. Oh iya, reading mode. Wit enggak bisa. Oke. Nah, kalau kita pasang lagi ini tetap ada karena harus kita hapus dulu kode kerusakannya. Harus direset dulu ya. Iya. Dan masih belum bisa karena harus kita reset dulu kode kerusakannya. Hm. He. Sekarang kalau primary ini yang rusak nih. Primary itu kan berarti yang memerintahkan si WC V motor untuk menggerakkan puli depan dan eh puli depan ini kan. Iya. Berapunya rusak nih. Masih mau gerak ni. Masih bisa jalan. Oh jalan bisa hidup ya. Kita ki depannya enggak bisa hidup. Jadi fix ya dia akan tetap tertahan hasilnya enggak akan naik. Dan di sini ada error CVT. Oh iya. Jadi kalau CVT ini error, saran saya segera ke bengk resmi terdekat untuk direset juga dan dicek kondisinya. Mungkin ada short ya di kabelnya atau di soketnya. Oh iya. Ini kalau sensor yang primary rusak bisa lari berapa kilomet perjam? Kalau lihat dari rasionya ya pasti ketahan ya. Jadi dia rasio paling ringan ya. Iya karena ini rasio paling ringan. Paling ringan ya. Oke. Kalau ini udah udah pasti enggak enak ya. Pasti langsung ke bengkel lah pasti kalau kayak gini ya. Rasanya sudah enggak enak. Jangan dipaksa gitu, apalagi di high RPM gitu. Aja pelan-pelan aja ya. Jangan pelan-pelan. Tapi intinya masih bisa jalan. Masih bisa jalan. Masih bisa jalan. Masih bisa jalan sampai ke bengkar resmi terdekat masih bisa jalan. He aman berarti. Terus gimana kalau dinamonya yang rusak? Kita coba cabut soket dinamonya aja satu ya. Nah, ini yang dinamonya enggak jalan berarti dinamo YCVT-nya. Jadi kondisinya akan sama seperti primary error. Jadi primarynya juga enggak akan bisa Oh. Oh iya ya. Dan sama ya dikunci di rasio yang paling ringan tadi ya. Iya betul ya. Jadi jangan khawatir kalau misalkan sensornya bermasalah, kemudian kalau ada indikator CPT yang timbul di layar speedometer, jadi segera mampir ke bengk dan motornya masih bisa jalan. Nah, yang penting itu ya enggak perlu khawatir ya. Cara kan kadang bayangannya kayak naik mobil matic kan. He. Begitu trouble udah enggak bisa diapa-apain, harus diowing, harus didorong gitu kan. Iya, betul. Nah, kalau ini masih bisa jalan sampai ke bengkinya. I oke. Oh iya, Mas. Ini kan si motornya dia kan masih pakai brush ya, masih pakai arang. bras. Nah, arangnya itu kuat berapa lama ya? Kan dia pasti otomatis akan kerja terus. Betul. Jadi tergantung durability-nya tergantung pemakaian ya, tergantung milis atau kilometer juga. He. Tapi kalau untuk ee kerusakannya kan kita garansi 2 tahun. Oh. Untuk PT motor itu kita garansi 2 tahun dan kalau rusak pun ya teknisi kita juga sudah bisa ganti arangnya aja. Oh, gitu. Jadi enggak perlu semuanya ya. Iya, tidak perlu searnya kita bisa ganti arangnya aja. Ganti baru pun harganya Rp370.000. Oh, enggak terlalu mahal ya ganti WCT motornya. Oh, dan kalau tiba-tiba kita lagi jalan tiba-tiba arahnya sudah habis habis itu langsung mati. Berarti posisinya kayak tadi itu ya dia ke rasio yang paling rendah tadi dia akan nahan di terakhir dia mati. Oh, gitu. Iya. Kalau matinya pas lagi kencang ya mungkin rasionya juga mungkin rasionya di Oh. Tetap akan di terakhir dia posisinya di mana ya. Dia mati di situ. Karena kan primarynya dia akan diam di situ. Hm. He. Dia enggak akan ada perintah untuk menggerakkan lagi. Oh, si primary pulnya. Oh, Mas, kalau dikelistrikan ada yang baru lagi enggak, Mas? Kelistrikan yang sering dikomen konsumen itu terutama terkait ini ya, SP ya. Oh. Oh, tahu tahu tahu tahu yang ini ya. Kode 12 itu ya. Sekarang kan udah 5 digit ya. Oh, 5 digit ya. Eh 0035 kalau Oh35 I ya. Karena sudah OBD ya. Heeh. Heeh. Nah, itu solusinya apa, Mas? Kalau dulu kan pada ganti, ada yang ganti soket, ada yang soketnya dibenerin. Kalau sekarang kabelnya sudah kita ganti kabel panjang ya, karena kan konsumen banyak yang request kabel panjang. Jadi untuk Aerox ini sudah kita update untuk kabel starnya. Jadi sudah enggak pakai soket jadi langsung ke SGCU. Oh, berarti harapannya lebih aman lah ya. Harapannya lebih aman ya. Mudah-mudahan enggak ada lagi tuh, Mas. Oke. Mas, kira-kira apa lagagi, Mas selain itu yang baru lagi kalau dibanding sama versi yang sebelumnya Mas? Sekarang sudah double cakram ya? Semua varian sudah double cakram. Pem belakang pakai cakram ya. Iya. Heeh. Dan artinya pelek baru ya, Mas ya? Pelek belakang ya baru kan sebelumnya enggak pernah ada kan. I karena sekarang sudah cakram jadi enggak ada untuk tromolnya. Termasuk sih ini crank cas-nya berarti juga beda ya. Crank cas-nya sama cuma beda di cover gearnya. Oh sekarang kayak mengerusut gitu kan kecil ya. Karena kan yang kalau yang lama kan tromol ya cover gear ini kan. Oh iya benar benar ada rumah rumah buat itu ya kampas remnya ya. remnya buat tromolnya sekarang sudah enggak ada. Heeh. Oh, ya. Kalau rem kan yang paling mahal udah ABS. Oh, iya. ABS-nya dual channel satu channel. Bisa dilihat di sini ya. Hanya depan aja berarti cuma dua selangnya. Oh, ini ada si aktuatornya ya. Iya. Tapi enggak berisik ya, Mas ya si modul ABS-nya ya? Enggak sih, masih belum batas wajar untuk nois-nya gitu. Enggak terlalu berisik ya. Jadi untuk ABS-nya ini memang masih satu channel ya, tapi untuk fitur safety-nya kita tambahkan emergency stop signal. Oh, itu yang lampu hazard. Iya, lampu hazardnya berkedip cepat. Jadi, kalau kita melakukan pengereman mendadak, lampu hazardnya akan berkedip cepat. Nah, itu ada syaratnya enggak, Mas? Syarat kapan dia bisa? Syarat kecepatannya harus 50 km/j. Harus sudah menempuh 50 km/h, terus dia mendeteksi tingkat deselerasi itu 6 m/s². Jadi, satu detiknya ada pelambatan 6 m/s. Oke. Jadi, benar-benar memang dari kencang dan emang ngerem keras ya. Iya. 50 km/j terus ngerem keras baru nyala itu. Dan itu kedipannya sama kayak enggak, Mas? Beda. Lebih cepat kedipannya. Iya. Lebih ket. Oke. Jadi harapannya orang yang di belakang pun bisa tahu ya. Oh, itu lagi pik breaking gitu kan. Jadi bukan cuma lampu rem doang, tapi juga ada kedipan tadi itu ya. Oke, mantap Mas. Ini kan layarnya udah TFT. Heeh. Fiturnya banyak banget segala macam ya. Kalau buat akinya ini ada spek khusus enggak, Mas? ada tambahan misalnya lebih besarkah atau sama karena kebetulan ini tipenya ABS juga jadi sudah menggunakan yang 7V atau yang 6,3 amp. Kalau yang standar kan di bawahnya WTZ 6V atau yang 5,3 amp. Oke. Kalau yang versi Cber City yang udah pakai ABS. ABS dan SS juga sama pakai ini juga City eh WTZ 6V jadi cuma varian yang turbo aja pakai 7V karena kan dia ada ABS dan juga TFT. Oh kalau S city kan belum TFT. Oh iya iya iya berarti artinya memang sengaja ini ya di-upgrade ya si akinnya juga ya untuk CCU-nya juga sekarang kan versi 2 ya. Oh iya ini teman-teman ini juga beda juga nih juga beda. Jadi beda dengan NMAX turbo ataupun Xmax. Dia itu kan tipenya lingkar dia. Iya lingkar itu dia yang sudah tertanam di speedometer. Tapi kalau untuk Aerox Turbo ini sebetulnya cunya-nya masih sama dengan versi-versi sebelumnya cuma ada upgrade-nya untuk fitur Google Map-nya. Iya. Jadi ini bisa terintegrasi dengan Google Map. Jadi siswa ini communication control unit ya Mas. Communication control unit. Nah. Jadi itu yang menghubungkan antara motor ini sama smartphone kita teman-teman. Jadi dari HP ke sini kectnya lewat sini dulu ya. Kita nyebutnya Bluetooth dongel sini. Bluetooth dongle. Oke. Oh iya benar-benar karena kamu next-nya pakai Bluetooth ya. Iya. Oke. Oke. Teman-teman kira-kira itu ya di sungat kita. Terima kasih Mas Feri atas penjelasannya.
