Jungkat

BONGKAR YAMAHA GEAR ULTIMA 125..!!! BANDINGKAN FAZZIO dan GEAR 125, APA SAJA BEDANYA? | Otomotif TV (YouTube Video)

  • 16/04/2025

[Musik] Dan apakah masih ada silikat? Selamat siang teman-teman Automotif TV. Apa kabarnya? Semoga semua dalam kondisi sehat dan bahagia selalu saat nonton video ini ya. Amin. Nah, Teman-teman, siang hari ini saya sedang berada di Semarang menghadiri undangan dari Yamaha dalam rangka pembukaan lagi ya, e peresmian sih dari Yamaha Fagship Shop Semarang ya untuk wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Ini adalah dealernya Yamaha yang paling mewah, paling megah. Keren banget lah pokoknya. Nah, selain itu Yamaha juga mengadakan acara sesi bedah dari Yamaha Gear Ultima ya, gear terbaru yang konon basic-nya platformnya diambil dari Vasio. Nah, apakah benar? Nah, dalam video kali ini saya mau ngupas nih. Jadi, kebetulan sudah dibongkarin dari gear Ultima ya. Ini di depan saya ini termasuk ada viasio di belakang saya dan sebenarnya di depan saya juga ada gear yang lama. Jadi saya mau kasih lihat bedanya apa persamaannya dari ketiga motor ini. Oke untuk lebih jelasnya tonton terus sampai akhir. Jangan ke mana-mana ya. Oke sebagai latar belakang Yamaha emang mengakui bahwa Gear Ultima ini basic-nya dari Vasio. Kenapa pakai Vasio? Karena berdasarkan hasil riset mereka di pasar ya, konsumen tuh butuh motor enggak cuma yang tangguh ya, fungsional tapi juga irit. Nah, untuk itu mereka menggunakan Fasio. Yang mana seperti kita tahu basic mesin yang digunakan oleh Fasio itu karakternya itu jauh lebih irit bensin dibanding gear yang basicnya dari Yama M3. Jadi seperti hasil tesnya otomotif, kalau Yamaio itu buat penggunaan harian itu konsarnya bisa dengan mudah dapat lebih dari 50 km/l. Beda dengan gear ya kayak MIUI M3 itu kalau dengan penggunaan yang sama itu paling 41 42 km/l. Makanya dari itu Yamaha akhirnya menggunakan basic dari Vasio digunakan untuk menjadi gear ultima. Sekarang mau saya mau kasih lihat detail-detailnya persamaan keduanya dan nanti kita bandingkan dengan gear yang lama. Yuk, tonton terus. Nah, Teman-teman, ini dia Yamaha Gear Ultima yang sudah dibongkar bodinya ya. Dan di sebelah sana ini adalah Yamaha Vasio. Bisa kita lihat dari samping bahwa kedua motor ini punya rangka yang sama persis plek jiplek teman-teman. Salah satu ciri khasnya adalah di bagian sini di atas mesin itu tidak ada rangka tambahan ya seperti yang ada di gear yang lama. Lalu sampai ke kaki-kaki ya suspensi depan, suspensi belakang itu sama persis plek-plekan ya antara gear ultima dengan fasio yang ada di sebelah sana. Yaitu ciri khasnya adalah pastinya dia pakai peleg ring 12 inci. Ini persis banget dengan milikasio. Bahkan suspek suspensinya e segitiganya itu sama. Demikian juga untuk belakang ini juga suspensi belakang ini juga menggunakan spek yang sama dengan miliknya Vasio. Jadi bisa dibilang emang gear Ultima ini plek-plekan ya dari Fasio. Bedanya tentu saja dari dudukan e body-bodinya ya. Karena bodinya beda maka ada beberapa perbedaan. Nah, tapi kalau secara rangka utama ini sama ya dengan pasio ya. pakai pipa tubular dengan ketebalan 2,3 mm dengan klaim e pengecatan yang sangat bagus dan ada lubang drainasa buat pembuangan air di bagian bawah sini sehingga tidak ada air yang menggenang kalau lagi ada masuk gitu ya. Dan apakah masih ada silikat? Ternyata masih ada teman-teman ya. Ini kelihatan ya di bagian las-lasannya ini masih kelihatan ada silikat. Ini standar lah normalnya ee pengecatan ee produksi dari rangka ini gitu. Nih kita lihat di sini masih ada masih ada ya kan gitu. Oke sekarang kita lihat yang vasio yang basic yang digunakan. Nah ini persis banget kan bentuknya ya kan bahkan sampai bentuk rangkanya ke bagian tengah ke bagian belakang ini persis banget dengan yang digunakan di gear Ultima. Dan salah satu keunggulannya dari sasis Fazio yang digunakan juga Ultima adalah bagian tengahnya teman-teman ini bagian sini ini punya ruang yang lebih luas dibanding miliknya gear yang lama ini ya. yang ini ya yang di sana itu sehingga memberikan ruang di bagian deck yang lebih lega memberikan ruang kayak misal buat membawa galon ini bagian depan ini bisa muat dengan mudah gitu. Nah, bagaimana dengan mesin? Ternyata kalau untuk mesin ini juga sama persis dengan miliknya Fasio. Spesifikasinya beda dengan milik Gear. Jadi walaupun sama-sama 125 cc tapi punya tenaga yang lebih kecil. Dia hanya 8,3 horsepow dengan torsi tapi lebih besar ya 10,6 Nm. Kenapa tenaganya Fasio ini lebih kecil? Ternyata salah satu yang berpengaruh adalah bagian throttle body ya. Throttle bodya Fasio maupun gear Ultima itu hanya 22 mm. Beda dengan miliknya gear yang lama itu 24 mm. Sehingga udara yang masuk ke ruang bakar lebih sedikit ya. Makanya tenaga yang dihasilkan sedikit lebih kecil tapi torsi tetap besar. Kenapa tetap besar? Karena rasio kompersinya ditingkatkan ya di Gear Ultima maupun di Pasio itu 11 bing 1 sehingga memberikan torsi yang lebih besar. Apalagi ditambah dengan adanya sistem hybrid ya yang memberikan dorongan tambahan yang bisa menambah torsi sebanyak 7% pada tarikan awal ya selama 3 detik saja tapi ya gitu. Dan kelebihan lain dari mesinio maupun Gear Ultima dibanding Gear Rama adalah di bagian throttle body. Ternyata throttle bodynya dia pakai sensor yang lebih lengkap ya. Ini di sini kayak miliknya Maxi. Jadi ada sensor yang buat baca tekanan dan suhu udara yang masuk. Sehingga baik di kondisi dataran rendah maupun dataran tinggi tenaganya bisa tetap maksimal. Beda dengan gear yang lama ya. Basic mesin dari Mio M3 itu tidak ada sensor-sensor itu. Jadi kalau di ketinggian gear yang lama itu tenaganya bisa turun gitu. Dan enggak hanya basic engine yang sama persis dengan Pasio, bahkan ternyata sampai rancangan CVT-nya di Gear Ultima ini juga sama persis plek-plekan ya. Yang utama yang beda adalah kranknya. Ini pendek banget ya untuk mengurai powerloss. Beda dengan crankkesnya milik giri yang lama itu lebih panjang sehingga efeknya adalah ya lebih responsif. Power lebih kecil makanya juga jadi lebih irit. Dan di sini racikannya ini persis banget dengan Pasio. Salah satunya adalah rollernya pakai 14 gr ya. Kalau giri yang lama tuh 12 gr. Terus racikan dari bagian puli eh sekunder termasuk persivity eh kampas ini sama persis dengan miliknya Vasio yang mana membuka lebih cepat sehingga lebih responsif. Oh ya. Cuma ada sedikit kekurangannya dengan krank yang lebih pendek ini yaitu salah satunya adalah ruang buat roda ya. Jadi ruang rodanya tuh terbatas banget. Ini dengan ban standar aja udah mepet. Jadi kalau teman-teman mau besarin roda ini terbatas ya gitu. Cuma ya keunggulannya kan jadi lebih responsif. Dan satu lagi yang beda ternyata adalah tadi diterangkan oleh Mas Feri dari Yamaha eh stasionernya dari mesin maupun Gear Ultima itu lebih rendah ya. Di set hanya 1300 rpm ya stasionernya. Kalau yang gear lama atau yang kayak new M3 itu 1600 rpm. Satu efeknya tentu saja membuat kondisi bahanpar juga lebih irit karena waktu stasioner pun putarannya lebih rendah gitu. Oh ya, masih di bagian mesin ini ada satu yang beda dibanding dengan Vasio. Ini satu-satunya beda ya bagian mesin. Ternyata knalpotnya ini katalisnya beda karena standar emisinya untuk gearul 5 itu sudah Euro 4. Jadi kalau menurut Mas Feri mulai di Januari 2025 ini standar emisi motor-motor baru ya yang dihomologasikan itu ada harus standarnya Euro 4 bukan lagi Euro 3 gitu. Kemudian meski rangka dan mesinnya sama, tapi ada yang beda ya, yaitu di bagian kelistrikan karena layout dari kabel-kabelnya itu beda, termasuk juga layout dari SCU-nya. Jadi kalau gear ultimati di depan kayak giri yang lama beda dengan di Vasio. Jadi kalau vasio posisiu-nya itu ada di belakang. Salah satu penyebabnya beda ternyata karena Vasio menggunakan keyes ya, Teman-teman. Jadi beda dengan gear ultima yang masih pakai kunci konvensional sehingga layout-nya jadi membuat beda gitu. Dan kalau dibanding dengan gear yang lama pastinya beda banget karena untuk gear Ultima kan sudah pakai mesin terbaru yang ada teknologi hybrid-nya ya makanya lewat kabel-kabelnya, sensor segala macam juga beda gitu. Oke, sekarang kita lihat di gear yang lama ya. Nah, ini buat pembeda utama. Kalau gear yang lama ini gear yang masih generasi pertama ciri khasnya di bagian rangkai itu di bagian tengah ini ada besi sini tadi kalau milik Pasiio maupun GE Ultima enggak ada. Terus kalau kita lihat dari samping nih ruang yang buat deck itu lebih sempit ya. Makanya ruangan decknya itu gear yang lama itu lebih benar-benar lebih ya enggak luas gitu. Terus kalau kita lihat pelegnya ring 14 ya depan belakang. Terus bagian segitiga juga sedikit lebih melengkung ke depan ya. Memberikan efek eh settingan trail yang berbeda. Kemudian yang beda lagi tentu saja di bagian mesin ya. Kalau mesin T seperti tadi saya jelaskan. Kalau ini tenaganya lebih besar tapi torsi lebih kecil terus turtle bodinya lebih sederhana enggak ada sensor tambahannya ya. Ini hanya ada sensor TPS di sini lebih sederhana lebih murah. Memang paket lebih hemat gitu. Terus bagian CVT kelihatan ya, bahwa ruang CVT-nya krank-nya itu lebih panjang ya. Kelihatan banget ya bedanya di situ. Dan ini rolnya 12 gr. Settingan bagian spek dari kopling beda. Terus eh stasionernya kalau gear lama ini 1600 rpm. Oke, itu dia teman-teman video kali ini saya ngasih lihat teman-teman membuktikan bahwa ternyata Yamaha Gear Ultima ini benar-benar versi lebih gagahnya dari Pasio. Karena rangkanya mesinnya itu plek-plekan dari Pasio tapi dikasih body baru ya. Khasnya gear adalah motor yang karakternya keker. Jadi dengan begitu gear baru ini gurulima jadi salah satu pilihan matic yang menarik ya. Tampangnya keker, gagah, cocok buat laki-laki gitu loh ya dibandingkan Pasiu yang cewek banget ya. Tapi punya keunggulan makin irit bensin, terus secara fitur akomodasi makin mantap ya kan karena decknya lebih luas, terus bahkan bagasi juga lebih luas, terus handling juga asik ya, ringan linsah gitu dan yang pastinya sih ya itu utamanya irit bahan bakar karena berdasarkan pengetesan fasio itu jauh lebih irit dibanding gear yang lama gitu ya. Okelah ya buat Yamaha sih pasti keunggulannya juga bikin apa ya hemat lah ya karena satu platform buat banyak model gitu ya. Udah itu dia teman-teman video kali ini. Terima kasih buat yang sudah menonton dari Wal sampai akhir. Jangan lupa like, subscribe, comment, share, nyalakan juga tombol loncengnya dan jangan lupa follow juga kami otomotif TV kalau IG saya_omotif. Oke, terima kasih sampai jumpa di video berikutnya. Ja, pakai helm kalor.

Lihat di YouTube