BOS TURUN TANGAN 🤩!! UNBOXING GOOGLE PIXEL 9 PRO XL INDONESIA! (YouTube Video)
Halo guys, David disini, dan akhirnya Pixel 9 Pro XL nyampe juga ya. Thank you banget buat K2G yang pergi langsung ke Malaysia, ke Kuala Lumpur buat ngambil barangnya, biar cepet nyampe di Indonesia. Mereka juga nggak sabaran sih, langsung unboxing di sana, di tengah jalan, di IG reels-nya, sampe ada video YouTube juga buat foto-foto di sana, bisa mampir ke sana aja abis ini, biar saling ngelengkapin ya. Saya ngerti lah perasaan mereka. Sesama penggemar Pixel, sesama tim Pixel, saya juga kebelet pengen ketemu Pixel yang baru ini ya. Soalnya terakhir kali itu, saya cobain yang Pixel 7 Pro ini. Kalau yang 8, saya skip karena rasanya tuh sama-sama aja. Nah, yang di 9 ini nih, udah serba baru, mulai dari desain, spesifikasi, sampe ke fiturnya. Yang kita cobain varian Pixel 9 Pro XL. Sebenernya saya pengen ambil ukuran yang biasa ya, Pro yang biasa, nggak pake XL. Tapi varian Pro regular, yang layarnya 6.3 inci, itu baru ready 2 mingguan lagi, bareng yang Fold. Kalau mau cepet, baru ada yang ini, yang XL, yang layarnya gede, 6.8 inci. Atau ada juga Pixel 9 yang non-Pro, yang kecil juga, tapi kameranya 2 doang, jadi nanggung. Jadi nanti lah, kalau yang di depan kita ini emang semenarik itu, kita sikat juga yang varian Foldnya ya. Siapa tau bisa jadi daily driver, karena saya penggemar HP Fold, tapi kita fokus ke sini dulu, kita unboxing dulu yang varian Pro XL-nya. Di sini kotaknya kelihatan lumayan beda dari Pixel 7 Pro yang kemarin, kalau yang 7 dia ada namanya, kalau di sini Google kayak agak sombong gitu, dia nggak tulis namanya, semua orang mungkin udah kenal, penggemarnya udah tau, kalau varian 9 atau Pixel 9, dia punya desain yang baru. Jadi bagian bingkai kameranya ini nggak ngeluber sampe ke kanan kirinya ya, jadi dia bentuknya kapsul yang lumayan nonjol sendiri, terus di bagian sampingnya ada frame-frame yang flat juga. Cukup ada branding Google, dan di sini juga ada logo Google. Yang kita unboxing ini varian porselan ya, atau yang agak keputihan. Ada juga varian obsidian yang warnanya hitam, ada hazel, ini abu agak kehijauan dikit, mungkin mirip iPhone, dan rose quartz yang warnanya agak pink. Di sebelah kiri, baru ada namanya. Google Pixel 9 Pro XL. Nama yang panjang ya, terus di atas ada logo Google, di kanannya juga ada Google Pixel 9 Pro XL, dan di bawahnya ada keterangan IMEI, terus di bagian belakangnya, ada Google Pixel 9 Pro XL lagi, ini dia udah support koneksi 5G sub 6, ukuran 6.8 inci sekali lagi, dan ini varian memori internalnya 256GB. Ada 4 varian, yang 128GB, 256GB, 512GB, dan 1TB. Yang paling murah, kalau kita patokannya harga Singapur, yang dolarnya udah mau 12 ribu itu, yang 128GB harganya 20 juta. Jadi... mahal sih, udah berasa kayak iPhone sih. Mungkin sedikit ngelebihin iPhone atau setara lah, buat varian yang XL yang Pro Max ya. 128GB, 20 juta itu... agak keterlaluan. Kalau kita beli terus bawa ke Indonesia, ada lagi biaya cukai. Jadi itu juga harus diingat, dan mungkin harus siapin budget sekitar 25 juta, buat Google Pixel ya. Memang harus doyan banget lah sama Pixel, baru mengerti, baru rela keluarin duit sebanyak itu. Karena duit kayak gitu bisa beli yang flexi-flexi Vivo X100 Pro, dan iPhone, dan Samsung. Cuma Pixel kan beda ya. Kita lanjut aja di sini, ya keterangan-keterangannya, nggak banyak info yang menarik lagi. Yang bikin saya lumayan salfok, justru bahan kardusnya ini ya, bahan boxnya ini ya, dia kayak kebuat dari material yang daur ulang gitu. Mirip kayak packaging Sony. Sony yang headset, Sony yang TWS, semuanya pakai material yang warnanya agak krim-krim gini, dan ada tekstur-tekstur titik-titik gini, berasa bahan daur ulang. Ini beda banget sama Pixel 7 Pro yang masih putih polos, jadi mungkin itu salah satu langkah yang baik, tidak ada ruginya pakai bahan yang bisa di daur ulang, atau bahan daur ulang, kita sekarang coba copot segelnya aja. Ini saya nggak ngerti sih, ini maksudnya segelnya kok kayak gini ya? Ini dia nggak ngelem apapun, cuma kalau kita mau lepasin juga nggak bisa. Jadi mungkin ada sangkutannya di bawah kali? Oh oke, coba ya. Oh ada, ada, ada, oke. Terus satu lagi, unik sih. Kita coba melawan aturan dari bawah ke atas. Wih, sama aja. Dan... Wih, bisa. Pinter juga sih, dia nggak pengen niru-niru green peel-nya Apple, tapi di sini ada dobelnya. Itu kreatif juga, dan... Wih... Among Us! Kalau kayak gini ya, nggak ada warnanya, kita kasih ke anak buat diwarnain merah, hijau, kuning, mungkin langsung mirip banget sama Among Us, jadi kalau kita tarik kayak gini, kita reka ulang, set, wedeh. Kelihatan kayak casing-casingan, atau packaging yang simple banget sih, nggak berasa mewah, cuma mungkin semakin minimalis, semakin mewah ya. Kita coba lihat, set, wedeh. Eh, dibungkus putih, cuma kameranya doang yang nggak kebungkus. Saking tebelnya nih, keliatan nih. Terus kita taruh dulu HP-nya di sini, dan seperti HP-HP flagship pada umumnya, oh di sini ada lagi, pada umumnya, di dalam kotaknya kita hanya menemukan kabel, ya ini juga mirip Sony. Sony dapat kabel nggak sih? Saya sampe lupa. Pokoknya Sony itu yang paling pelit. Kayaknya Sony nggak dapat kabel deh, saya lupa. Pokoknya... Wah, parah deh Sony itu. Google kayaknya masih mending, mirip kayak Samsung, cuma nggak ada casing, nggak ada kepala charger, jadi itu perlu dicatat, terus di sini ada kartunya, wedeh, ada barcode, ini berasa kayak wallet-wallet gitu, ada barcode buat masuk ke petunjuk penggunaan kali ya, support-support gini, dan ada SIM Ejector. Sesimpel itu, tidak ada gambar-gambar kayak diagram HP, tempat tombol-tombolnya gitu ya, jadi kita harus scan banget nih, ceritanya nih. Di sini nggak dimasukin lagi nih, buat yang awam, atau Google bilang nggak mungkin yang beli Pixel itu orang awam, pasti mereka bisa scan, dan ya berasa lebih canggih aja. Atau hidupin Pixelnya dan scan. Sekarang mari kita lihat HP-nya, WD, kayak Among Us yang diselimutin gitu ya. Waduh, wih, di sini ada fingerprint, ada volume down, volume up, tombol power, ada... Oh, ini port type C, ngecas, dan ini... Oh, SIM tray! Saya kirain ini SPBU gitu kayak... buat ngisi bensin BBM gitu. Oke, sekarang kita buka dari... Tarik aja! Wih, ke amplop ya. Ini buka, set! Waduh, keren banget. Bias banget ya? Ini feelnya... kesan pertama sangat-sangat iPhone sih ya, jadi bagian belakangnya ini pakai tekstur matte yang licin-licin, warnanya putih, mirip iPhone, dari pantulan-pantulannya, warnanya, terus bagian sampingnya juga udah flat dan mengkilat, ini juga banyak yang bilang mirip iPhone, dan saya setuju, walaupun iPhone dia sedikit lebih kaku ya, lebih tajam ya. Di atas ini ada garis tengah, terus ini antena... Yup, ini harusnya antena 5G. Mungkin antena yang beginian nggak lumrah buat warga Indonesia atau warga Asia, karena antena-antena ginian biasanya HP yang ditujuin buat negara di Amerika atau di Kanada ya. Soalnya kalau saya lihat review-review iPhone di Amerika ada antena beginian, tapi di Indonesia nggak ada. Di sebelah kiri dia polosan saja, hanya ada garis antena lagi, di bawah ada speaker, port type C, antena, terus ada mikrofon, dan SIM tray. Coba kita lihat kalau versi... Ini versi apa sih? Coba kita lihat. Yang kita cobain ini versi Malaysia ya, jadi mungkin kalau anda beli dari Hongkong atau anda beli dari Jepang, bakal berbeda. Setau saya kalau Hongkong itu semuanya masih dual SIM dan saya iri sekali. Kalau pengen jadi daily driver soalnya, kalau nggak ada dual SIM itu saya jadi nggak fokus di bawah kotaknya. Set! Set! Nggak ada. Set! Satunya. Set! Oh! Salah satu yang bikin saya nggak bisa ubah daily driver, kayak di Pixel waktu itu SIM tray-nya masih single SIM doang. Sementara saya udah pake dual SIM. Di sini dia 1, dan di baliknya... Flat! Ya! Berarti dia pake eSIM soalnya dia e-mailnya ada 2, jadi bisa 2 nomor. Ya, setelah saya putar-putar, ini feelnya memang mirip iPhone sih. Dari ukuran, dari framenya, dari tekstur belakangnya. Kalau dari kameranya, baru dia berbeda, dia nggak boba, tapi dia dengan pede meneruskan tradisi Google yang memanjang ke samping. Jadi ada 3 kamera, ada kamera utama 50MP, dan ada kamera ultrawide plus kamera telephoto yang bisa optical zoom 5x, masing-masing 48MP. Pixel! Jadi dia ada sistem triple kamera, kalau yang regular dia cuma 2 kamera, nggak ada telephoto, di sini ada LED flash, dan mungkin ini sensor... ini ya? Laser gitu ya? Nanti coba kita lihat lebih jauh. Sekarang kita hidupkan terlebih dahulu Google Pixel 9 Pro XL. Set! Wihs! Wihs! Barusan ada... Coba editor diulangin cuplikan barusan, ada bintang-bintangnya itu iklan Gemini tuh. Jadi itu AI-nya Google yang pengen ditonjolin di Pixel 9 series ini. Wihdi! Welcome to your Pixel! Ada getar-getarnya loh pas dia turun mantul-mantul ini. *tertawa* Nah nih. Wihs! Sampai penasaran juga dasar pengguna iPhone. Ada kan? Tek! Kayak bouncy-bouncy gitu. Tek! Wihs! Hapticnya langsung dipamerin di depan. Jadi sekarang kita lagi download AnTuTu, sambil nunggu, kita coba cas si HP-nya ya. Kalau ngelihat website dari Googlenya langsung, informasinya si 9 Pro XL ini, dia paling kenceng ngecasnya di 37 Watt doang. Agak tanggung ya, agak aneh angkanya 37. Biasanya 33, 45, dan itu pun harus pake adapternya Google. Itu Google sendiri yang ngomong. Gimana kalau kita pake adapter dari third party, tapi misalnya dari ACMIC ini harus ya dicoba-coba sih, karena nggak dapet charger. Gimana? Ini coba. Kalau ACMIC 45 Watt, dia dapet sekitar 20 Watt-an ya. Tadi ada 22-23, sempet tapi turun lagi ke 18,7-19 gitu. Coba yang lain. Terus kalau CukTech, ini CukTech, CakTech atau apa ya, dia 20 Watt, padahal ini bisa sampai 65 Watt maksimalnya. Kita coba Ugreen 30 Watt. Oh iya, ini udah 60 persenan ya, jadi mungkin itu bisa jadi pertimbangan juga. Kalau 0 persen mungkin bakal lebih ngebut, nanti di video reviewnya bakal saya ceritain. Jadi di sini kita tes pas baru unboxing aja. 20 Watt juga deh, mungkin karena udah 60 persen nih. Atau harus adapter Google? Soalnya Google spesifik banget dong, saya pake adapter Google. Kalau dari third party mungkin beda, agak susah Googling. Ini Anker 100 Watt. Nah, Anker 100 Watt 21, jadi memang... itulah si Google Pixel-nya, mintanya cuma segitu aja. Ini yang saya cobain udah charger-charger bagus ya, dari merek yang udah gede kayak Anker, Ugreen, terus yang CukTech ini saya juga pas tes-tes, ternyata dia mereknya nggak sembarangan. Terus ada merek ACMIC juga yang lumayan lokal, yang cuma dijual di Indonesia. Semuanya rata-rata 20 Watt sih. Hasilnya sih sama-sama aja ya, jadi kalau misalnya anda pengen cari charger buat Pixel anda, ya ini pilihan yang aman-aman aja, 20 Watt semua, rata-rata speednya sama. Kalau minat linknya, saya udah taruh di bawah. Sep! Jadi ini adalah penampilan paling awal dari Google Pixel 9 Pro XL. Di sini lock screen-nya Android baru sekali ya, dan ada lambang fingerprint. Jadi fingerprint di 9 Pro XL ini, atau di 9 series, dia udah pake sistem baru, dia pake sistem ultrasonic punya, bukan pake optika lagi, itu versi upgrade-annya, jadi harusnya lebih kenceng. Yep, emang lebih kenceng sih. Dulu Pixel emang lumayan terkenal dengan fingerprint yang nggak terlalu responsif lah, kali ini udah beda, cuma... kalau saya teken di bagian fingerprintnya pas layarnya lagi hitam, dia nggak ngebaca. Set! Set! Kita harus hidupin dulu, baru dia bisa kebaca. Kalau misalnya vivo, kita tinggal teken bagian sini, dan langsung kebaca, saudara-saudara. Jadi kalau misalnya kita pasangin Always On, dia baru aktif terus, cuma kalau nggak, ya gini, kita harus, woy! Bangun woy! Nah, baru ready. Cuma udah kenceng, dan harusnya itu bisa, kalau Google Net bisa pake sistem update, biar lebih standby, semoga ya. Jadi kita coba aktifin Always On-nya dulu, biar dia bisa standby, cuma ada peringatan, kalau baterainya bakal makan lebih banyak, masuk akal, tapi karena oled ya nggak sebanyak itu sih. Dia langsung baca. Oke, sip lah. Jadi satu situasi aja yang dia nggak standby terus. Kalau HP lain sih, standby mulu sih. Animasinya juga cakep ya, jadi... Wih! Ini mirip kayak Nothing Phone kemarin, yang CMF Phone itu, yang kalau kita teken bagian sini, dia matinya dari sini. Wih! Mirip dong. Ternyata CMF itu bukan, atau Nothing Phone itu bukan... bisa modif banyak, tapi dia ikutin Google Pixel, nggak banyak modif, tapi justru itu kerennya ya. Nih, wih dih! Wih dih! Sep! Wih dih! Jadi dari sini, sumbernya, sumber kayak dayanya, nyebar dan nutup ke sini. Sekali lagi, kalau belum perhatiin lah. Sep! Dan sep! Waduh... Bezelnya juga tipis ya, ini layarnya 6.8 inci, bezel di kanan, kiri, atas, bawah, semuanya simetris dan tipis. Terus ini tompelnya, pakai kamera 42MP, buat selfie-nya jadi sangat tinggi, padahal dia bukan Vivo atau Oppo, yang gede-gedean kamera selfie. Di sini juga ikonnya kelihatan simpel banget, kayak Android... yang vanilla dari dulu sih. Di sini juga mirip-mirip kayak Android yang dulu, karena memang ini belum Android 15 ya, walaupun udah banyak teaser -teasernya, udah banyak yang review, tapi si Pixel ini masih pakai Android 14, buat bawaannya. Jadi di sini ada ketulis, harusnya di bagian mana... Android versi Android 14. Pastinya Google Pixel 9 series ini bakal jadi salah satu HP pertama, yang duluan dapetin Android 15 ya, kalau udah ready. Kalau Android lain mungkin perlu setengah tahun, perlu setahun, Pixel, Samsung, dan lain-lain baru ngikut, dan kalau udah 15, dia bakal dapetin tambahan lagi sampe 7 tahun ke depan. Jadi Samsung niru itu, dan saya suka sih. Nothing tiru sistemnya, dan Samsung tiru sistem update-nya, dukungannya. Itu kayak Pixel ini jadi HP contoh kalau Google bilang bikin Android itu gini loh, jangan aneh-aneh lah, update tolong diurusin lah, sistem jangan banyak dihilang-hilangin lah, tambahin oke, tapi yang keren-keren gini, ya sentuhan kecil, tapi tolong diikutin lah mungkin gitu ya. Sama di sini juga Android lain tolong lah, ikutin. Sini ada circle to search, udah jadi jangan Samsung doang, atau ada eksklusifnya, saya nggak tau. Semoga Android lain ada sih, saya sangat ngarep Android-Android lain, apalagi Android Cina itu ngikutin sistem yang ada di Pixel ini. Ada tambahan ya oke, tapi jangan dihilangin lah. Atau ada perjanjian apa gitu ya, bisnis-bisnis. Tapi ada satu hal yang saya nggak pengen HP-HP lain, apalagi HP China yang speknya gila-gilaan ngikutin Pixel ini ya, yaitu di bagian mesinnya. Di sini saya agak bingung, ini Antutu udah 10, bukan 9 yang lebih rendah, skornya dari 10, dan dia dapetin 894 ribu doang, 900 ribu lah. Itu lumayan aneh. Pertama, kalau saya nonton di K2 Gadgets, yang udah tes juga di Malaysia itu, dia dapet 1.3 juta ya. Tapi yang di sini dapetnya 900 ribu doang, bedanya mungkin hampir setengahnya ya. Itu saya nggak tau salahnya di mana, saya udah update juga tadi pas baru hidupin, langsung dapet update, buat performance stability langsung saya okein, cuma ya tetep dapet kayak gini. Saya sampe ngetes 2 kali, dan dia naiknya dikit aja, di 916 ribu aja. Jadi nggak ada perbedaan setelah di update dan di tes 2 kali. Jadi pas review nanti saya bakal coba ulik-ulik lagi, coba tanya-tanya lagi bedanya ada di mana ya, karena kalau orang yang langsung pake aja mungkin performanya bakal kecil. Tapi 1.3 juta pun itu agak rendah dibanding flagship-flagship sekarang, kayak Snapdragon atau Mediatek yang hampir 2 juta. Jadi HP-HP Android lain tolong jangan ditiru chipset dari Google ini, yang katanya cuma menang NPU-nya doang katanya, tapi AnTuTu dan lain-lain kalah. Kalau buat performa gaming, atau performa thermal dan lain-lain, nanti kita baru bakal bahas di video review, sekarang kita tes-tes audio dikit ya. Mau apapun HP-nya, lagunya tetep ini. Asik ya. Hah, gini, oke. Bagus, bagus. Ini mungkin 8.5 sampai 9 lah saya kasihnya. Rasanya... Yup. Ekbal nanya stereo-nya gimana, kanan-kiri aman, kanan-kirinya imbang, terus bass-nya nendang, walaupun nggak se-Bullet iPhone lagi-lagi, cuma stagingnya berasa detail-detailnya keluar semua, saya suka sih. Ini flagship, mantap ya. Terakhir kita cobain kameranya. Oh iya, ini RAM-nya 16GB ya. Tadi saya belum sebutin soal RAM-nya, karena salah fokus sama AnTuTu dan Tensor G4 chipsetnya itu, coba kita on-in. Kita coba foto si kotaknya dulu. Ini kotak yang sangat... Wih, ini feel shutter-nya itu mantap. Wih, oh auto-macro, auto-macro jangan deh. Bokehnya cakep, warnanya juga kontrasnya itu agak coklat-coklatnya itu pixel banget. Banyak banget yang suka sama warna kayak ginian, walaupun nggak natural, cuma enak banget di mata. Sekarang di luar juga lagi asepan banget sih. Terus cobain selfie 42MP. Bisa lebar juga, ada 0.7-nya loh. Hmm... Selama kita cobain satu fitur yang lumayan banyak diomongin oleh penggemar pixel baru ini, yaitu add me. Tambahin saya dong! Jadi Admi ini fungsinya buat nambahin sang photographer ke dalam foto rame-rame ya, atau berdua pun bisa. Jadi kita fotoin si A dulu, si B nya motret, baru nanti si A-nya yang gantian motretin si B. Dan ujung-ujungnya fotonya bakal bisa kegabung berasa lagi foto barengan. Sekarang coba Ekbal yang fotoin dulu, terus saya kasih ruang. Jadi mungkin ceritanya kayak saya lagi unboxing bareng Ekbal gitu ya, jadi saya kayak ngeliatin ke dia. Oh, ada skenarionya. Ya pandangannya mungkin agak aneh kali ya, karena saya nggak ngeliat Ekbal-nya langsung. - Photographer 1, hand off the pixel, join the scene. Oh, gantian? Oke. Jadi jangan... Oh, kalau saya menjauh dia bakal kasih tau kalau saya terlalu menjauh, terus saya deketin, dan garis putihnya... Oh, iya-iya. Mudah dimengerti sih. Sip. Nah, 1, 2, 3. Dan hasilnya sih bagus banget ya. Di sini kalau kita nggak perhatiin banget nyari kesalahan, lihat sekilas di IG gitu, atau kita lagi swipe-swipe galeri, ini berasa lagi ada 2 orang beneran yang difoto sekaligus sih. Tapi kalau kita perhatiin, emang bagian kotak HP yang dipegang Ekbal, dia ngilang, terus bagian kotak yang belakang ini ada bayangannya berbayang, karena fotonya agak bergerak, terus kotak yang di sini agak peang. Jadi kalau diperhatiin banget, bisa kita zoom-zoom, cuma buat sekilas gini mantep banget sih. Buat yang biasanya malu-malu minta orang fotoin, atau males kalau framing orang lain itu jelek, karena kadang terlalu tinggi, atau kekrop, atau apa. Anda merasa hebat foto gitu, ini... membantu sekali ya. Ini ada keterangan Add Me nya juga, terus cara lihat satuan gimana ya? Di sini juga ada foto aslinya, jadi kita bisa pilih Ekbal lagi sendiri, terus saya juga lagi sendirian, dan kalau digabung... hasilnya 90% lah saya bilang, 90-95% lah. Soalnya sekitarnya ini... bagus. Kayak nggak ada bayangan sama sekali, bagian ada Ekbal-nya aja yang agak keganggu dikit. Aura nya. Ya Add Me itu salah satu contoh fitur yang keren dari Pixel 9 Pro XL ini sih, atau Pixel 9 series secara keseluruhan, nanti bakal saya pakai selama seminggu sampai 2 mingguan, cari-cari foto, bandingin juga mungkin sama iPhone atau sama Samsung, pengen lihat seberapa jauh, emang sekeren itu kah kamera dari Pixel ini? Terus performanya gimana? Terus baterainya segimana? Nanti bakal saya ceritain di video review. Buat sekarang... Add Me tadi... Karena saya kepake banget sih, kadang jalan berdua sama Windy, kalau minta orang fotoin, kadang malu juga, kayak nggak enakan, jadi ya selfie doang. Ya, ditungguin aja reviewnya, like kalau suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @subbox.id Pake iPhone nggak? Untung kameranya beda, sisanya mirip.
Video Lainnya
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...

















