Jungkat

Brand Lokal Ini Hiatus 1 Tahun Buat Bikin Sepatu?! - PODCAST Sepatu (YouTube Video)

  • 08/06/2025

Jumpa lagi J TV. Jumpa lagi di podcast sepatu dan kali ini kita akan review sepatu yang unik banget nih ya karena produsennya katanya sempat Hiatus tuh ya. Betul sempat ya. Sepatu apa sih ini? Calvert future Wave. Oke, jadi kali ini kita bahas Cvert Future Wave. Future Wave ya. ee sebuah sepatu yang katanya direncanakan selama 1 tahun lebih sampai enggak produksi dulu ya atau enggak keluarin yang baru dulu di rebranding Instagram-nya. Oh iya iya. Waduh jadi benar-benar ee niat banget 1 seteng tahun 1 tahun lebih lah ya. Ee dia berusaha untuk balik lagi gitu. Cuman kali ini ee kita akan bahas dengan cara pro kontra kayaknya. Boleh. Saya akan bagian karena ada saya tidak membeli salah satunya adalah karena ada ketidaksetujuan di sini. Oke. Dan ternyata dibuktikan pada saat dipakai sama Angga dan pas dilihat langsung dan kemudian dilihat langsung nambah lagi banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Oke. Bukan berarti ini sepatu yang buruk. Tidak. Tidak. Cuman saya mtanyakan beberapa hal yang sebetulnya bisa dilakukan oleh Cvert untuk membuat impresi paling enggak impresi saya ya jadi lebih positif terhadap sepatu ini. Oke, tapi sebelum gitu kita mulai dulu aja deh bahas dari strukturnya nih dari atas gimana dari atas nih dari desainnya. Oke, kita lihat dari uppernya dulu. Oke, untuk base-nya dia pakai mesh. Mesh ya. Oke. Nah, dengan layer-layer ada layernya. Iya. I ini layering banget ini sih. Ini kan kayak dari dari polyester lah ya. K dari poli terus juga di bagian paling luarnya itu ada swed yang iya di ujungnya ada di tobox ada sat gini ya. Betul. Yang spesialnya adalah materialnya ini pakai klaim dari mereka 100% kulit sapi. Serius? Iya. Suat dari kulit sapi. Oke. Kalau suat kulit sapi ya berarti ya wajar ya kalau harganya enggak akan bisa Rp200.000 gitu ya. Enggak mungkin ya. Enggak mungkin mungkin kecuali Bu. Iya yang jual second. Nah, terus terus sapinya sapinya lagi obral caranya gimana? Lanjut. Mau nambahin nih sapi ini. Sapi bekas kurban tetap aja sama aja mahal juga enggak mungkin. Oke. Iya. Terus dan ada 3M reflective di sini. Oh iya. I ada ada bagian apernya ada tiga titik. Jadi kayak mata gitu ya. Betul. Dari depan tuh kayak mata gitu. Iya iya lucu. Pokoknya suat yang ini dia ngelingkarin seluruh bagian sepatu. Iya ya. Banyak suatnya ya. Bahkan suatnya ada dua layer terutama di bagian samping. Hangat nih sepatu harusnya nih. Nah. I. Oh iya bet jelaskan. Oke. Langsung kebaca loh. Berpengalaman sekali memang bapak ini. Nah terus di bagian tangnya ini keren sih tangnya. Iya. Oke. Tangnya kayak sepatu bola ya. Betul. Dan ee efek warnanya itu mirip-mirip kayak Nike Fosit gitu loh. Iya iya iya. Tipis gitu tangnya ya. ee tipis dan ee ada bolong-bolong, mantul-mantul, ada bolong-bolong gitu. Keren gitu. Biasanya kan tang dibikin ber apa kayak busa gitu. Bolnya enggak dibikin tipis. Kalau dari tipisnya mengingatkan kayak sepatu bola atau sepatu olahraga gitu ya. Sepatu running tipis. Ada yang pakai tipis di atas gitu ya. Jadi bukan yang tebal kayak sepatu skena itu ya. Enggak. Ini lebih kerasa ngemeluk kaki sih karena langsung nyentuh kan dan dia ngebentuk banget ee punggung kaki. Dan kalau tadi ngomong sepatu ini anget memang, tapi dibantu sama Oh, di tangnya ini ada bolong-bolong. Oke. Di tangnya ada bolong-bolong gini gede-gede ya bolongnya ya. Kalau tunjukin jari sebetulnya tuh nah jar ada angin lah. Ada ventilasia lah. Ada ventilasi lah ya gitu masih ada yang bisa nguap lah keluar. Betul. Kita sekarang ke shock line dulu baru ke insol. Nah, shock liningnya ini lumayan tebal. Mereka ngeklaim kalau ini 5 mm. Emang tebal sih ini. Tebal kan? Jadi lumayan ngasih kenyamanan walau inilah ya. Agak-agak terasa ngambang kakinya ketika dipakai. Oh gitu. Iya. Jadi mungkin balik lagi karena bobot sepatunya lumayan berat. Nah itu sih ini yang saya rasakan 42 kok rasa 46 gitu. Iya kan bobat sepatu agak berat. Jadi diakomodir dengan form yang lumayan tebal supaya enggak begitu kerasa lah bobotnya ketika lagi jalan. Oke. Ilusi sih, tapi ilusi yang dirasakan sejak nyaman. Karena nyaman dipeluk dengan nyaman. Oke. Terus di insolnya memang tidak ada yang spesial gimana gimana ya? Udah cuma pakai flat aja ya. Oke. Tapi paling IFOM ya. E 2 mm. Dan di dalamnya ada ornamen estetik. Ada ada ornamen estetik yang buat apa tapi itu ya? Strike straight to the kali aja mau nyimpan iniin soalnya. Oh. Jadi kita bisa langsung langsung pakai di dalam situ menjejak ke bumi ini NMD atau gimana? Kan kalau NMD kan begitu kan. Sor saya harusnya pro saya harusnya pro ini biar keren Pak. Biar keren. Biar keren ya. Strike to theure future. Oke. Oke. Kita bicara future ya. Oke. Siap. Oke. Nanti jelaskan dulu. Jelaskan dulu. Yuk. Jelaskan dulu. Oke. Dan sebenarnya future wave wave dan dibantu sama lasing yang pipih gini nih. Flat gini nih. Supaya lebih meluk lagi ketika kita lagi iya. ee ngikat ini. Ini lubang yang paling atas ini. Ini ya jatuhnya buat runners note. Bisa runners note runner kok agak tinggi runners shot ya. Binya kan dia naik ke atas terus nanti runersot tu agak rata gitu atau ke belakang gitu. Ini rendersnya kok agak tinggi memang agak tinggi ya. Tapi sebenarnya ini ngebantu buat karena gini sepatu ini sizing-nya itu kalau aku harusnya beli ternyata di down size. Oh satu ukuran. Sama satu ukuran. Satu. Satu. Jadi ya harusnya ini berarti beli yang ini kan 42 beli 41 berarti. Berarti ini kalau yang true to size ini sebetulnya 43 berarti. Heeh. Kerasanya gitu karena di akbar banget dan jatuhnya kalau kayak nih lihat kayak di bagian sini sengaja nih ini aku agak renggangin yang ini enggak. Oke. Ini lebih ngikat lebih lebih lu ya berarti ya. Iya kerasa panjang banget sisa tadi panjang banget ya. Iya iya iya iya iya karena itu biar lebih ngikat kaki bisa pakai runners juga tapi kalau aku sih prefer di downsiz aja mendingan. Oke, berarti dia ukurannya gede. Ini catatan ya. Berarti ini ukurannya sedikit lebih besar ya. Iya. Oke. Lalu ee tadi aper udah ya berarti aper insol udah. Sekarang midsol-nya. Mitsolnya terbilang lumayan lumayan seperti hoka. Tebal. Lumayan tebal tapi enggak yang empuk-empuk banget ya. Tampilannya kayak hoka bondai belakangnya kayak agak-agak ya hoka gitu ya. Bondi bondai i kan sama seperti waktu kemarin kita bilang ini seperti agak-agak seperti hoka belakangnya kan ya. Memang sama gitu juga kayaknya Mas mungkin karena masih jadi standar nyamannya kebanyakan orang untuk sekarang ya. Untuk sekarang ya untuk sekarang tapi beda banget ya. E keras ya. Iya. Empuk enggak sih ini cioning-nya gimana sih si Mitsou-nya ini? Aku ngerasa karena si EVA foam-nya ini lumayan ngebantu loh untuk Iya. Ini lumayan ngebantu untuk ngasih nyaman ketika kita lagi ngejak e apa lagi kita lagi ngelangkah berpijak gitu. Dan sepertinya mids-nya kenapa dibikin agak sturdy dibandingkan tampilannya itu supaya lebih stabil. I ya. Mitsul-nya mid-nya itu empuk. Harusnya ini empuk sih, tapi bukan yang paling empuk yang pernah dilihat. Terus dia dibuat lebih stabil karena ada outsold-nya lagi nih di belakang nih. Yang di part belakang ini U-nya di belakang ini. Heeh. Ini lebih kelihatan kalau lu belinya yang warna abu-abu deh. Benar deh. Iya sih. Iya sih. Karena black on black enggak kelihatan mana outsall-nya ya. Technicalis banget itu. Tapi enggak apa-apa. Jadi ini sebetulnya e ini outs ya di belakang ini ya. Di sini sampai di sebelah sini i. Tapi berarti save to say bahwa benda ini es sepatu ini ee lumayan stable ya. Bukan sepatu yang tidak stable gitu kan. Bukan terus empuk-empuk enggak stabil gitu kan. Iya. Oke. Jadi sebenarnya kenapa beli yang warna hitam ini tadinya mau dijadiin daily biter. Daily biter. Oh, itu sebabnya pakai pakai yang hitam-hitam semua. Terus kenapa enggak jadi rencana kan? Karena setelah dipakai karena eh balik lagi mungkin karena size-nya lumayan kegedean. Heeh. Kedua, ternyata beneran anget, Pak. Beneran anget. Bukan untuk Jakarta. Jakart dalam ruangan aja. Untuk dalam ruangan masih ok lah ya. Dalam mall masih oke dalam mall kalau diini apalagi kalau kalau hujan-hujan dalam mall oke. Adem kan tuh di atau kalau kalian ke mana-mana pakai mobil. Kalau saya kan commuting. Nah, ini tadi mau dijadiin delibiter buat commuting cuma ya enggak jadi karena ya itu ya gerah gerah ya. Terus ada apa lagi ini yang kita bahas dari desainnya, dari feel-nya ya. Tadi kan udah satu miss ya gara-gara sizing salah gitu ya. Itu masalahnya beli online kan. Betul betul betul betul mau belanja online gitu. sayangnya habis ituu kalau gua sih ya gua punya beberapa masalah melihat sepatu ini sih sebetulnya tapi masalah ini semua mengerucut dari terinspirasi katanya terinspirasi dari e dari 90-an objek-objek objek-objek 90-an 2000-an gitu heh berhubung saya anak angkatan 92 ya oke wah ok buka-bukaan deh sekarang gua angkatan gua angkatan 92 ya jadi prime time gua main itu di tahun '90-an saya tidak merasa pernah punya sepatu seperti ini gitu. H. Jadi tidak pernah merasa ini membawa gue balik ke oh iya ya zaman SMA zaman kuliah tuh begini ya gitu enggak gitu loh. Oke. Tidak membawa gua ke situ. Even garis-garis ini Pak kayak kalau dilihat kayak Atari loh. Kayak Atari itu 80-an, Pak. 7 80-an kalau Atari itu. Iya saya punya Atari juga gitu. Iya, tapi tidak juga sebetulnya gitu. Enggak juga ada masa-masa silver-silver itu. Atari pun ada silver-silver tuh ada masanya. Tapi enggak enggak ngebawa. Entah kenapa tidak membawa ke arah sana gitu justru-suatu yang kayak model-model Converse All Star gitu itu lebih lebih ngebawa ke sana atau ada yang tarikan-tarikannya kayak rebox yang lama kayak Stan Smith gitu kan. itu lebih lebih e membawa rasa dulu kayak begitu ya gitu. Ada juga beberapa rebok yang tapi udah mirip sih sebenarnya ee normal banget kayak sepatu running yang zaman sekarang atau Nike-Nike yang mirip kayak zaman sekarang yang plain gitu itu lebih lebih ngebawa ke arah sana. Yang satu ini enggak. H oke. Ini yang satu ini enggak. Terutama karena mids-nya yang sangat sekarang sekali. Oh tapi memang mereka mau mengawinkan antara retro dan gitu ya. Jadi gitu ya. Jadi ini karena mau mengawinkan. Oke. Kalau kita bicara mengawinkan kawin yang gua lihat asik itu kayak misalnya lover. Oh lovernya sekarang sekarang ya. Lover yang sekarang yang siapa? New balance gitu kan. Bawahnya mid soul sekarang chunki atasnya itu lover zaman dulu. Gua setuju kalau itu malah 90s 2000 lover atau apa sih? B bot sho bot ya yang talinya ngelingker tali tali kulit tali kulit melingkar di situ gua setuju kalau itu pun saya punya dua dulu kalau enggak salah zaman beli aja mesti mesti minta jatah gitu kan jatah ulta iya jatah ultah gitu itu saya ada dua tuh pakai kayak gituan karena memang pada masa itu sepatunya kayak begitu gitu kalau enggak model-model fans gitu kan ya jadinya lebih berasa retronya atau model-model kayak si ya itu model-mod kayak Jordan model-model bahkan kalau kita bicara siapapun yang ngambil ee desain-desainn yang dipakai sama New Balance segala macam itu lebih berasa sih sebetulnya. Oke, lebih berasa New Balance yang kayak 2002R kayak gitu-gitu sedikit lebih berasal lah ke arah sana cangkinya cangkinya berasa gitu. Oke. Tapi kalau ini enggak sih sejujurnya kalau buat gua enggak. Dan gua mempertanyakan beberapa hal juga di sini. satu bobotnya ya ini berat memang gue gue berpikir apakah karena tahun '90-an sepatu itu berat [Tertawa] jadi yang dicontek beratnya enggak dong harusnya yaak bukan empat itunya ya bukan part itunya ite terus ya tadi kan kalau striving-striving gua tidak merasa 90-an terus ini nih nih tangnya kan tadi ee kayak buat olahraga gitu kan ya tang mana tahun 90-an seperti ini rasanya sih enggak sih. Iya. Iya. Atau ada enggak tahu. Gua enggak gua enggak merasa sih sebetulnya enggak merasa bahwa ada yang populer rasa seperti ini. Rasanya sih dulu itu gede tebal-tebal dibikin tebal supaya empuk gitu. Contoh nah misalnya ngambil nih ngambil ngambil si Brodo yang ee ini yang Ace ini kan tebal di sininya. Iya iya I have to agree. Iya emang dulu begitu. Ee nyamannya itu dengan cara ditebalin aja udah gitu. Oke. Kalau zaman sekarang kan bisa banyak gaya kan materialnya bisa diganti-ganti gitu. Seingat tu dinaiki fosit de di awal 2000-an pakai kayak gini atau kalau mau lebih ke belakang kayak Jordan 6. Cuma di Jordan 6 kan tebal sebenarnya plastiknya kan. Nah, itu dia gitu kan. Dan kalau mau dibawa ke Indonesia gitu ya, terus mau dibilang 90-an berapa orang yang pakai Jordan 6? Iya kan? Jadi enggak berasa gitu di kita-kita itu enggak berasa yang sudah terbiasa enggak enggak gitu terasa gitu. Seandainya nih seandainya Kalvert enggak ngomong soal itu. Oke. Katakanlah disebutnya sebagai chunky designer. Chunki de shoes lah. That shoes. I chunky dead shoes. Iya. Sesuai dengan apa e yang lagi in sekarang with future look. Iya. With future look. Iya. Chunki de. E mungkin chunki retro that shoes yang sesu yang yang eh futuristik. Iya, I'm fine. Oke. Oke. Tapi kalau dia berusaha membawa ke 90-an itu membuat kepala gua tuh mikir gitu loh. 90-an gua tuh dulu penginnya apa ya tahun objek apa yang gua pengin banget gitu yang yang gua rasa keren banget teman gua pakai keren banget. Lovers. Di 90-an kita misahin Pak. Iya. I sepatu main. Oke. Sama sepatu yang kelihatan serius. Keren. Hm. Seserius itu ya kalian? Seserius itu banyak yang pakai sepatu-sepatu pesta. Apa sih istilahnya? Sepatu sesuatu yang dibilang sepatu pantofel itu apa sih? Iya B ball shoes. Apa bukan gold sih? Iya. Apa sih? Oxford shoes. Oxdice. I banyak yang pakai itu dengan jeans. Oh iya iya iya i ya iya. Terus kemeja yang gitu. Iya mau kemejanya. Iya meja hitam oversize gede jeans terus bawahnya pakai itu. Itu umum. Zaman dulu jalan tengahnya pakai lovers. Oke, gitu. Lebih empuk kan gitu. Enggak cetak-cetok amat gitu. Ya, begitu pakai beginian enggak sih? Enggak berasa. Makanya gua enggak berasa gitu loh skenanya masa itu ke sini. Paling enggak untuk Indonesia. Iya. I ya. I gua enggak berasa di situ gitu ya. Mungkin ada yang punya pandangan berbeda dari tahun 90-an ke 2000. Tapi gua tidak merasa kalau ini kalau ini terlalu banyak mau dibawa ke arah sana menurut gua gua enggak kerasa. Oke, gitu. Jadi buat gua yang agak miss justru katanya mau bawa ke arah 90-annya gitu. Se enggak begitu sih keren-keren aja. Asal itu fine with this ya. I'm fine deskripsinya. I'm fine with this. Tapi eksekusinya memang menurut gua untuk 1 seteng tahun hiatus terus kita dapatin sepatu yang seberat ini di size 42 buat gua kurang pas. Oke. Dan harganya. Nah, harganya ini di R88.000. sama dia eh enggak sih? Ini R599.000. Yes. Kalau mau dibilang buat jalan, kalau mau dibilang ini cangki, ini cangki, ini cangki, ini bisa buat jalan. Ini empuk, ini overly empuk, ini empuk. Apakah ini stable? Ya enggak bisa dibilang super stable, tapi dia bukan yang tidak stabil. Dipakai jalan enak banget ya. Iya. Kalau ini udah udah terbukti. Dan ini size 46 rasanya beratnya mirip-mirip sama size 42 ya. Mungkin enggak persis ya, cuman terasanya seperti itu gitu karena ini karena ini dance bawahnya gitu. Jadi perasanya kayak berat gitu terasanya seperti itu. Jadi desain wise selama dia enggak disebutin 90-an buat gue it's fine. Ini keren karena di 90-an sih gue yang dari mana ya? Enggak ada masalah sih sebetulnya. Kalau suka suka aja gitu kan. I gua gua berpikir seandainya gua enggak baca itu deskripsinya dia. Seandainya saya enggak taruh deskripsi. Nah. Iya. Makanya kadang lu share deskripsinya kan jadinya gua baca. Hmm. Kok gini ngomong kayak begini sih? Saya tulis atau enggak pasti saya jelasin sih. Iya. Makanya itu dia ya. Tapi tapi enggak enggak masalah ini eh a good thing dari Cvert. Paling enggak mungkin dia udah bisa ngejar lagi sama yang lain kan dari sisi desain gitu gitu ya. overall cuman mungkin biya dia enggak enggak ngingetin bahwa size-nya seperti apa ya hati-hati ya size-nya begini gitu biasanya kan banyak ngingetin ini enggak diingetin ya jadi gimana lu mau beli lagi satu lagi size turun ke bawah dihabisin gimana caranya diabis ini aja dihabisin aja yang ini ya gitu oke kalau dari kalian sendiri menurut kalian bagaimana si calvert e future wave ini ada yang udah kop belum sih sudah ngambil belum nih gitu coba share pengalaman coba share iya jadi kurang lebih kayak gitu ya pengalaman kita dan pro kontra kita mengenai ini. Ya, sebetulnya sih bukan berarti ini barang jelek yang enggak layak beli. Masih bisa cocok buat kalian. Cuma tadi aja saya mempertanyakan kenapa ditulis 90-an. Iya sih. Dan berusaha mikir keras jadinya gitu. Oke kalau gitu sampai sini dulu dan kalau misalnya kalian ada rasanya sepatu apa nih cobain yang ini dong. Cobain yang ini dong tulis aja di kolom komentar. Nanti kita coba cek deh apakah kita bisa cari terutama kalau size gua yang harus 46-nya dulu gitu ya. Oke kalau gitu sampai dulu. Sampai jumpa lagi. See ya.

Lihat di YouTube