BRIO & AGYA HABIS SUDAH? Pemain Baru Ini LEBIH MURAH, LEBIH IRIT dan JAUH LEBIH CANGGIH! (YouTube Video)
[Musik] Ini adalah Vyd A One, mobil listrik paling kecilnya VyD di Indonesia. Nah, yang menarik dari si A1 ini bukan cuma desainnya, tapi harganya ya. Jadi, dia ada dua varian di sini dan varian yang bawahnya itu harganya di bawah R200 juta. Jadi, dia bukan cuma gangguin mobil listrik lainnya, tapi juga L yang LCG-GC digangguin sama dia ya. Nah, buat detailnya semakin di 10 hari dari One. Satu. Apa itu atau one? So, mungkin kalian pernah lihat foto mobil ini tapi sering disebutnya bydal. Well, itu karena emang ini adalah mobil yang sama ya, tapi dipakai nama yang beda buat pasar yang berbeda. Bahkan sebenarnya masih banyak lagi nama lain dari Atan ini. Di Brazil dan Mexico misalnya, mobil ini disebutnya Dolphin Mini. Di Cina, Filipina, Colombia misalnya, mobil ini disebutnya Sigal. Di Eropa, mobil ini disebutnya Dolphin Surf. Dan di Indonesia disebutnya Atan. Nah, meskipun pakai nama ATO, tapi Atowan ini tetap masuk ke lineup Ocean series-nya BYyd ya. Mungkin ya karena berhubungan sama nama-nama yang dipakai di negara lain tadi ya. So, beberapa bagian eksterior dan interiornya sedikit bertema laut-lautan kayak seal seion dan dolphin gitu. Di Indonesia bakal ketemu siapa? Well, dari dimensi dan jumlah pintunya sih dia bakal ketemu sama mobil listrik empat pintu super kompact lain kayak Woling Bingo, Citroen C3 dan Neta V2. Tapi kalau lihat harganya Atan ini bukan cuma lebih murah dibanding mereka, tapi juga bahkan lebih murah dibanding beberapa varian mobil listrik mikro dua pintu kayak Woling RV, CR E1, dan FinFas VF3. Dan bahkan varian bawahnya ini pun lebih murah dibanding LC Gizi kayak Brio Satya ECVT dan Agia GCVT. So, benar-benar gila sih ya. Variannya ada dua di sini. Dynamic yang punya klaim jarak tembuh 300 km dan satu lagi premium yang punya klaim jarak tempuh 380 km. Dua, pilihan warna atau ada tiga pilihan warna ya. Putih Apricity white, hitam Cosmos black, dan kuning stabilo sprout green. Tiga, eksterior unik. Enggak salah sih kalau banyak yang bilang Atauan ini sekilas kelihatan kayak Lamborghini yang digepenginnya. Tapi itu justru jadi komplimen enggak sih? Mana ada coba sebelum-sebelumnya R00 juta dapat mobil bertampang ala Lambo ya kan. Apalagi dengan dimensi yang kompact banget gini jadi ngasih kesan yang lebih fun gitu ya. Anyway, serba tajam-tajam dibanding Bingo dan Netavu yang membulat-bulat. Cocok lah ya buat masyarakat di sini. Oh dan desainnya sedikit dibedain sama sigal di Cina sana ya. Atauan di sini lebih mirip sama Dolphin surf di Eropa meskipun ada beberapa perintilan yang dibedain juga sih ya. Depannya bagian yang tajam-tajamnya paling ekstrem ya. Lampunya pakai model yang BYD disebut design double slash. Unik tuh ya, ada tulisan BYD tag-nya di dalamnya. Sedangkan bagian bawahnya dipakaiin panel hitam yang full membentang dari kiri ke kanan dan lebih menonjol keluar ya. Dan ini ngasih kesan lebih lebar overall-nya. Dan di bawahnya dengan radiator grillnya trapezoidal yang diapit panel body color yang terkesan menusuk ke panel hitam di atasnya. Oh, dan yang unik di dekat wipers ini kayak ada cover plastik hitam gini ya. Kayaknya sih buat lebih aerodinamis aja ya. Detail lampu depannya, diaralnya LED yang double slash tadi. Lampu besar dan lampu jauhnya projecttor LED. Sedangkan lampu seninnya halogen. Ya, sampingnya bagian sini juga lekukan tajamnya jelas banget nih. Yang paling unik adalah garis yang ditarik dari lekukan defender depan ini sampai ke pilar C yang bikin jendela belakangnya kelihatan sangat-sangat menyempit, ya. Nah, di pilar C-nya ini juga dikasih panel hitam dengan elemen yang terinspirasi dari dot matrix. Fungsinya sih buat ngasih efek kata pengembang aja. Yang unik lagi handle pintunya. Bukan karena model yang pakai bentuk cepol modern gini ya, tapi coba lihat deh. Karena handle pintunya terkesan jauh banget ya di bawah window lining-nya. Apalagi handle pintu yang belakang tuh ya kan. Velegnya kedua varian sama-sama dapat 16 inci warna abu-abu gini. Gede sih ya. Tapi emang ban 1855R16-nya kelihatan tipis sih ya. Kalau ditebelin sedikit aja bannya kayaknya bakal lebih cakep deh. Tapi ini juga ok lah overall. Oh, dan ada tulisan blade battery gini nih di panel hitam yang di bawah pintunya belakangnya. Selain tampang lamponya, lihat mobilnya dari 3/4 belakang juga jadi salah satu sudut favorit kita nih ya. Karena unik banget. Paling unik kaca belakangnya ukurannya benar-benar kecil ya. Otomatis jadi enggak ada wipernya sih ya sayangnya. Tapi menurut kita ini ngangkat desainnya banget sih apalagi kayak terintegrasi gitu sama spoiler besar di atasnya. Lampunya juga keren ya. Full menyambung buat nambah kesan lebarnya dari belakang. Dan yang bagian bawahnya dikasih kayak dot matrix juga ya. Sedangkan bumper bawahnya dibuat berlekukan tajam kayak panel hitam di depannya tadi ya, langsung menyambung ke reflektornya juga. Dan bumper hitam bawahnya dibuatin kayak diffuser gini ya. Oh dan pakai antena C review gini. Lampu belakangnya lampu malamnya LED yang panjang dan bawahnya. Lampu remnya LED dengan highmon stop lamp LED. Lampu mundurnya LED. Lampu sennya halogen. Dan ada fog lamp halogen daya di paling bawah. Empat, interior lebih berkelas. Kalau ada bagian yang kelihatan lebih mahal dibanding harganya si Atowan ini jelas interiornya ya. Well, coba lihat aja sebelumnya. Maha bisa coba R200 juta dapat interior proper gini ya kan. Anyway, bentuk dashboardnya meliuk-liuk gitu ya. Yang bahan paling atasnya plastik tapi di tengahnya yang paling horizontal panjang itu dikasih padding cukup empuk gini ya. Ada layar besar floating di tengah yang meskipun kecil buat standar BD tapi tetap lebih gede dibanding layar kebanyakan mobil harga segini ya. Terus ada beberapa kontrol fisikal penting di tengah. Desain lubang ventilasi AC ke atas yang unik tuh ya. Terintegrasi sama dashbor yang kayak bolong-bolong gitu. Dan ada tulisan bydnya gitu ya yang diventilasi bawahnya sampai kontrol tengah kecilnya yang dibuat mencuat ke atas buat war charger di varian yang tinggi. Dan desain tengahnya ini pintar ya karena dia ngasih storage terbuka di bawahnya buat yang depan dan juga yang belakang gini. Unik sih dia. Oh dan setir Tris Bo Spox-nya ini udah dilapis kulit di varian tingginya sedangkan di varian bawahnya belum ya. Tapi kalau lihat keseluruhan sih yang varian bawah ini pun gak kelihatan murahan juga ya. Anyway depan pakai model yang alas semi bucket seat yang headrnya terintegrasi gini tapi gak kayak jok murah gitu ya. Ini aja kelihatan lebih mahal dan kesport-seporyan gitu. Apalagi yang di varian atas jok drivernya elektrik dan di kedua varian dilapis bahan kulit sintetis pula. Nice ya. Dan ini jok belakangnya. Nah, enggak kayak Seagle dan Dolphin Surf yang kebanyakan dapat jok belakang dengan dua headr atau di Indonesia bedanya. Kontur joknya diubah dan dirancang buat muat tiga penumpang dan dikasih tiga headrnya. Tapi ya udah pasti bakal sempitlah kalau didudukin sama tiga penumpang di belakang sini. Tapi kalau anak kecil mungkin enggak masalah juga ya. Lagian ini 100% lebih proper dibanding jok belakang mobil listrik mikro yang biasanya di harga segini ya kan. Nah, pintunya ini bagian yang menurut kita paling nunjukin mobil murahnya dia karena paling banyak bahan plastiknya. Tapi diakalin pakai bentuk yang meliuk-liuk gini ya dari yang paling atasnya itu sampai ke yang abu-abu di tengah itu plastiknya keras semua. Kecuali yang bagian sandaran tangannya itu dikasih lapisan kulit gini dan ini pintu belakangnya. Nah, ini kelihatan ya bentuk window lining-nya sangat menyempit tuh di bagian belakangnya. Bahannya sama, plastik keras semua, kecuali di bagian yang buat sandaran tangan yang lebih empuk. Oh, dan plafon atau ini hitam ya. Sayang sih menurut kita kalau pakai warna terang pasti bisa ngasih kesan yang lebih lega. Tapi kelihatannya orang Indonesia nganggap plafon gelap gini somehow lebih mahal ya. Detail lain di dalam lampu kabinnya di depan ada LED dua gini. Gila gak tuh mobil harga segini dapat lampu kabin LED. Nice. Tapi emang di belakang sayangnya enggak ada lampu tambahannya. Sunvisernya kiri dan kanan sama-sama dapat card holder. Kaca yang bisa ditutup buka dan ada lampunya juga. Gila ya seharga gini dapat kayak gitu. Pegangan tangan plafonnya di depan hanya di sisi penumpang aja yang driver enggak ada. Sedangkan yang belakang sama-sama dapat model lipat dan ada tambahan gantungan baju di pilar B-nya. Dan spion tengahnya day manual. Kalau silau tinggal cetekin gini. Tapi gimana rasanya duduk dalam kabin? Lima. Konfigurasi jok buat masuk ke depan. Pintunya termasuk cukup berat meski enggak seberat mobil Cina biasanya sih ya. Mungkin karena kecil juga mobilnya. Bukannya lebar nih tapi ya. Dan pintu ini nge-cover sampai bagian paling bawah ya. Jadi kalau luarnya kotor nah cpratan bagian dalamnya harusnya tetap bersih. Jadi ya kaki kita enggak bakal kepeperan pas keluar masuk. Nampak ke dalamnya enggak tinggi ya, masih gampang banget. Nah, kalau mobil listrik sekelas ini biasanya kan jarak lantai kedudukan joknya dekat banget tuh di Atauan ini termasuk cukup enak ya. Sudut paha kita masih naik sedikit sih, tapi not bad loh dibanding di Ea V2, di Bingo atau di Citro E3 gitu. So, lebih enak dibanding kebanyakan mobil listrik compact gini. Tapi emang belum seenak di Brio gitu misalnya ya. Posisi duduknya, posisi duduk by default kita termasuk cukup tinggi. Masih ergonomis ya. Ini enggak tinggi berlebihan. Visibilitas ke depannya aman enggak kehalangan apapun di dashboard. Tapi emang kap mesinnya mendelap banget. Jadi enggak kelihatan juga ujungnya buat patokannya. Visibilitas ke sampingnya normal aja sih ya karena spionnya masih di pilar A. Pengaturan jobnya yang driver varian premium elektrik 6 arah slide recline dan bisa dinaik turunin ketinggiannya. Enggak bisa tilt tapi ya depannya yang dynamic manual slide recline aja ya. Enggak ada height adjustnya. Yang jok penumpang depan kedua variannya sama-sama manual ya, slide dan recline aja. Headrnya pakai model yang terintegrasi tapi bukan yang kayak mobil murah sih ya. Lebih ke model sporty-sportyan gitu sih. Posisinya juga masih enak nopang kepala kita. Jadi, pas kita sandaran kepalanya enggak bakal ngedanga. Nah, ruang kepalanya sisanya enggak banyak tapi masih aman ya. Sandaran tangannya di lapis bahan gini cukup empuk sih meski emang enggak empuk-empuk banget. Dan karena ini lapisannya panjang jadi tangan kita bisa sandaran di sini sambil pegang setirnya dan karena mobilnya kecil juga jadi paha kita bisa bersandar di bagian empuk sini ya. Yang di pintu juga dilapis kulit-kulitan gini yang enggak terlalu empuk. Seat belt-nya enggak bisa dinaik turunin. Setirnya selain tilt, kerennya bisa telescopik juga nih. Khusus yang varian premium. Nice ya, cukup jarang nih di harga segini. Sedangkan buat sandaran kaki kiriar driver dikasih gundukan gini tapi gak ada pet plastiknya ya. Sekarang kita ke belakang. Pintu belakangnya lebih ringan dibanding yang depan ya. Tapi bukaannya masih lebar banget sini. Oke ya. Nah tapi karena atapnya agak turun dan ini mobilnya kecil juga jadinya kepala kita mesti agak nunduk ya pas masuk. Posisi duduk di belakang sini lebih tinggi dibanding di depan. Nah jarak lantai kedudukan jok belakangnya ini cukup jauh nih ya. Not bad loh buat mobil listrik sekecil ini. Sudut paha kita sih masih naik ya tapi ini jauh lebih oke dibanding di Bingo atau di Neta Vus ya. So, kayak di depan juga ini posisi duduknya lebih enak dibanding mobil listrik sekelas meski belum seenak mobil bensin kayak Brio gitu juga misalnya ya. Joknya enggak bisa digeser maju mundur. Ruang kakinya emang enggak lega sih ya. Ini kalau dibanding bingo gitu yang punya dimensi mirip ini, jelas ini lebih sempit ya. Salah satu alesannya mungkin juga karena si jok depannya yang konturnya tebal juga tapi ya masih aman lah overall. Ruang gerak sepatunya juga aman. Tapi kalau kaki kita gerak-gerak emang ujung kakinya masih kepentok sama jok depannya ya. Headrnya adjustable tiga-tiganya. Jadi kita masih bisa bersandar lebih santai. Sudut sandarannya fix ya, enggak bisa diubah-ubah. Enggak terlalu tegak sih enaknya meski emang enggak sampai santai juga ya. Kalau buat komputer jadi penumpang masih ok lah ya. Nah, ruang kepalanya nih yang udah sempit. Masih ada sisanya sih tapi udah agak mepet ya. Apalagi plafonnya yang warna gelap ini dan bentuk pintu belakangnya yang bikin kaca belakangnya jadi kecil banget itu sayangnya juga nambah kesan sempit di dalam overallnya. Gampangnya ini aman tapi kerasa sempit aja. Buat sandaran tangan di pintu masih dilapis kulit-kulitan ini juga. Meski ini kecil banget ya, agak kerasa sempit sih tangan kita di sini. Di tengah enggak ada armr ya, tapi normal banget lah ya di harga segini. Oke. Kalau mau duduk bertiga nampak ke tengahnya agak sempit ya. Kaki kita perlu ngelipat gini. Tapi enaknya lantainya rata jadi kaki kita bisa tetap di tengah sini. Dudukan jok tengahnya lebih tinggi dibanding kiri kanan dan sedikit lebih keras. Tapi sandarannya masih cukup empuk nih ya. Dan karena ada headr jadi kepala kita enggak ngedanga. Tapi ruang kepalanya emang udah lebih sempit lagi di sini. Sedangkan seat belt di tengah sini tiga titik ya. Nah, tapi catatan di kebanyakan model atau one atau sigal di luar negeri, jok belakangnya itu two seater aja. Sedangkan yang di Indonesia ini dibuat three seater dengan headr tambahan gini. So, udah pasti kalau kita duduk bertiga bakal desek-desekan banget ya lebarnya. Enam, detail fitur. Jangan berharap fituruan bakal sebanyak BYD lainnya kayak AO3 atau seal gitulah ya. Mengingat harganya cuma R00 jutaan ya kan. Tapi buat harga segini yang didapat termasuk banyak lah ya. Inputnya dulu varian premium dapat wireless charger di depan sini yang HP-nya compatible tinggal ditaruh aja dan nanti bisa kecharge bisa kita mati nyalain dari head unit juga ya si wireless chargernya ini. Sedangkan yang varian dynamic di sini buat naruh tempat HP aja enggak ada wireless chargernya. Lanjut di bawah sini ada satu powered 12 volt micro SD reader dan satu USB port type A dan satu type C. Di belakang sayangnya enggak ada sih, tapi masih normal lah buat harga segini ya. Ada Vel juga atau vehicle to load. Jadi kalau kita punya adapternya, kita bisa colokin ke charging port-nya dan nanti kita bisa colok peralatan elektronik rumahan yang dayanya bisa hingga 2,2 KW atau 2.200 wat. Nice ya. Ini ada remote kuncinya, ada lock, unlock, buka bagasi, dan remote start. Ini ada passif skill centry-nya. Jadi kalau mobilnya kekunci, remot-nya tinggal kita kantongin aja dekatin mobilnya dan klik tombol ini di handel-nya dan kuncinya bakal kebuka. Buat kunci lagi tinggal klik lagi aja ya. Sedangkan buat PTI nyalain mobilnya masih dikasih tombol start physical gini nih. Nice ya. Dan yang baru kita lihat ada fitur driving password yang katanya sih kalau diaktifin bakal butuh masukin password seandainya kita mau jalan. Dan tadi kunci mobilnya dibuka pakai kunci manual. Hmm, unik ya. Kuncinya bisa dipakai buat buka semua jendela juga kalau kita tahan tombol unlocknya. Tapi dari yang kita coba enggak bisa buat tutup lagi ya. Kalau mau tutup lagi harus klik dan tahan tombol lock yang ada di handle pintu ini tadi ya. Ada remote start climate juga. Jadi kalau kita tahan tombol ini dari luar nanti kita bisa nyalain sistem mobilnya dulu dan AC-nya. Jadi pas kita masuk mobil kabinnya udah langsung adem. Nice ya. Dan KBYD lainnya juga ada kunci kartu NFC ini. Jadi kita bisa tinggalin remote kuncinya di rumah dan bawah ini aja. Nanti buat buka kunci mobilnya kita tinggal tap ke spion CC driver ini dan kuncinya kebuka. Kalau udah kebuka pakai ini, kita bisa masuk mobil dan tinggal klik tombol startnya tadi ya buat nyalain mobilnya. Dan buat kunci lagi tinggal tap di spion tadi lagi aja. Nice lah. Atauan ini juga dapat fitur telematics buat pantau dan kontrol beberapa fitur mobilnya langsung dari HP kita selama ada internetnya ya. Dan bisa jadiin HP kita jadi kunci juga dengan Bluetooth key. Mantap. Rem parkirnya elektrik, gak ada tombol fisikalnya sih. Dan kita cari di head unit juga gak ada switch manualnya. Tapi ini bakal otomatis aktif kalau kita masukin ke gigi P dan otomatis nonaktif kalau keluar dari P-nya. Ada auto hold juga buat nahan rem mobil pas kita berhenti. Dan kalau ini sih ada tombol fisikal lahnya ya di tengah sini. Lampunya otomatis nice ya. Dan dia bakal nonggol indikator di instrumen cluster kalau kita lagi ubah-ubah lampunya. Wipernya intermittent variable tapi emang enggak ada wiper belakang ya. Sayangnya AC-nya manual kontrolnya dari head unit ya. Di bawah sebenarnya ada tombol fysisalnya tapi ini cuma buat atur di browser depan. mati nyalain kipasnya dan mati nyalain AC-nya. Nah, di head unitnya ini kalau kita klik kecepatan kipasnya, dia bakal otomatis dikasih slider gitu ya, supaya kita lebih gampang aturnya. Tapi kalau misalnya kita lagi di layar lain dan mau aturasinya dengan cepat, bisa nih pakai gesture tiga jari ya. Jadi tiga jari ke atas bawah buat atur suhu AC-nya dan tiga jari ke kanan kiri buat atur kecepatan kipasnya. Agak sulit sih kita lakuin gestur ini di sini dibanding di model BYD lainnya, tapi not bad lah masih ada kayak gini ya. Di menu lengkap AC-nya ada buat atur arah angin ke kaki, nyalain di froster depan dan di foger kaca belakang plus spionnya. Nice. Ada settings juga buat atur seberapa lama fitur remote AC tadi nyala, terus buat otomatis tutup sirkulasi pas masuk gigi GP dan buat otomatis kecilin kipasnya pas ada telepon masuk selama HP kita tersambung via Bluetooth ya. Lanjut instrumen clusternya. BYD bilangannya sih 7 inci, tapi ini yang beneran layar TFT LCD sih paling cuma sekitar 4 inci gitu ya di tengah. Yang kiri kanannya lebih kayak layar LCD kalkulator yang berwarna gitu. Di atas ada indikator mode berkendara dan regen. Nah, kalau mau ubah menu yang di tengah, kita bisa klik tombol yang di setir sebelah kiri sini atau pakai setir yang sebelah kanan nih. Kalau kita klik dulu tombol back yang di kanan bawah terus baru dia pakai scroll wheel di atasnya. Infonya ada total waktu berkendara, konsumsi energi berkendara 50 km terakhir, konsumsi energi rata-rata selama total kepemilikan, kecepatan rata-rata, dan TPMS. Kalau mau gandikan di odometer, trip A, trip yang di bawah pakai tombol di ujung kanan tuas lampu ya. Speakernya kedua varian ada empat ya. jendelanya kedua varian sama-sama auto down semua jendela tapi cuma yang varian premium yang ada auto up khusus jendela driver ya sedangkan spionnya pengaturannya elektrik tapi pelipatannya manual setirnya yang kanan sini ada buat atur volume, trek, telefoni, voice command favorit dan bisa buat atur mid juga. Yang kiri ada buat cruise control. Nice ya, ada buat atur mid juga dan buat tombol favorit lagi. Dan terakhir head unitnya 10,1 inci. Sekali lagi ini gede buat standar sekelas ini, tapi kecil buat standar BYD ya. Kayaknya kalau ada yang jual aksesoris layar lebih gede bakal cakep nih ya. Oh, dan kalau seagle dan dolphin serve di beberapa negara layarnya tetap bisa diputar kayak byd byd biasanya. Diowan yang di sini gak bisa ya. Jadi orientasinya fix aja. Di bawah sini ada beberapa widget yang nongolin beberapa indikator di home screen. Kalau kita swipe down dari atas ada beberapa quick control ya kayak buat mati nyalain layar. Masuk layar energy mati nyalain Bluetooth, Wii, atur brightness, volume, screenshot, ganti tema, mati nyalain defoger, wir charger, dan ini sebenarnya bisa kita custom sih ya mau apa-apa aja yang tersedia. Dan di paling bawah selalu ada menu buat buka aplikasi, aktifin split screen, atur semua peracan, home screen dan back, ya. Ada wireless Apple CarPlay dan wireless Android Auto. Jadi kita bisa sambungin HP kita tanpa kabel dan nanti bakal munculin interface yang familiar gini ya. Nanti bisa buka aplikasi kayak Apple Music, Spotify, Google Maps, Wazte dan lain-lain. Oke, lanjut. Menunya ada buat buka kamera belakangnya. PYD Assistant ini buat perintah suara yang sayangnya belum kita cobain ya. Smart charging ini buat atur penjat wal nge-charge kalau pakai easy charger di rumah. Ada App Store khusus BRD bisa ganti tema. media bisa diputar ada dari hard disk internal, Bluetooth, micro SD card, dan USB. Dan ada beberapa utility tools buat optimisasi OS dan settings-nya banyak nih. Dari submenu audio display, ada buat atur brightness instrumen cluster dan ubah sisa jarak yang ditampilin. Mau dengan gaya berkendara standar atau dynamic yang pasti lebih pendek. buat atur layar head unit termasuk ganti tema gelap, atur suara-suaraan kayak AVAs gitu dan notifikasi kayak peringatan kecepatan dan buat atur speaker-speakerannya sampai new light ada buat mati nyalain diarel atur tinjaan sorotan lampu volumi home dan welcome light sampai new locks buat atur driving password tadi dan auto lock dan atur buka jendela yang pakai kunci tadi. Submenu energy buat lihat detail konsumsi berkendara atur jadwal charging kunci charger dan atur daya AC charging maksimal dan ada buat atur regen braking. Tap menu vehicle ini kelihatannya buat otomatis nyalain mobil kalau kita masuk dan mati kalau kita kunci mobilnya ya. Ada juga buat atur ubah-ubah bobot setir, ubah brak assist-nya, comfort parking buat kurangin efek nose dive kalau kita lagi ngrem, buat mati nyalain stability control, buat matiin rem, parkir elektrik kalau kita mau parkir paralel, dan ada buat aktifin auto hold lagi. Submenu service buat pengingat servis dan angkat wiper depan. Submenu ADAS buat mati nyalain sensor parkir. Dan sau sistem buat settings yang lebih general. Tujuh, detail safety. Nah, salah satu yang bikin atuan ini di Indonesia bisa terjangkau banget karena sampai varian atas pun enggak dimasukin fitur ADAS ya atau safety active. So, yang kelihatan kayak cover radar di depan itu enggak ada apa-apa ya di baliknya. Tapi ya enggak masalah sih, tok kompetitor harga segini juga enggak ada yang punya. Mungkin next-nya kali ya kalau BYD bawa varian yang lebih tinggi lagi. Karena emang di Cina dan di Eropa si A ini yang varian tingginya ada adasnya ya. Tapi di luar itu safety basic-basicnya AT One ini termasuk lengkap sih. Airbag-nya varian premium ada enam ya. dua airbag depan, dua airbag samping yang ada di samping luar jok depan, dan dua airbag pilar yang memanjang. Sedangkan varian dynamic ada empat ya, tapi yang enggak ada justru airbag sampingnya. Tumben ya, biasanya kalau mobil yang empat airbag itu seringnya airbag depan dan airbag samping. Di sini justru airbag depan dan airbag pilar. Airbag sampingnya malah enggak ada. Hmm. Rem depannya cakram ventilasi dan rem belakangnya cakram. ABSBD dan brak assist tentunya lengkap ya. Ada traction control dan stability control buat matinnya di head unit ya. Ada heal stasis juga yang bisa nahan remnya beberapa detik pas kaki kita mau pindah dari pedal rem ke pedal gas waktu kita berhenti di tanjakan. Sensor parkir di belakang ada tiga titik yang terintegrasi dan ada indikatornya ya di head unit. Dan dari head unit juga bisa dimatinya lainnya. Kameranya ada satu di belakang aja. Yes. Yang di depan sini cuma dudukan kamera aja ya buat pasar lain yang ada kameranya. Kalau di sini sih kosong aja tapi cukup okelah gambar dari kamera mundurnya. Ini ada TPMS pengukur tekanan masing-masing ban. Nice ya. Dan ada dudukan isofix buat jok belakangnya. termasuk ok lah ya. Delan, bagasi dan storage. Bagasi atau one bisa dibuka pakai tombol yang dari remote sini ya. Atau bisa langsung klik aja tombolnya yang di pintu ya. Ada dia agak ke kanan sini nih. Dan ini kecil banget ya tombolnya dan bagasinya kebuka. Oke, ini bagasinya enggak gede sih ya jelas dibanding Neta V2 atau Woling Bingo ini jelas lebih kecil tapi buat mobil ukuran segini masih cukup lah ya. Bibirnya cukup lebar buat ukuran mobil kecil sedikit melebar lagi di bagian atasnya. So, masukin barang besar harusnya enggak bakal masalah ya. Jarak bibirnya dari tanah cukup tinggi, tapi masih wajar jadinya angkat barang berat kayak galon gitu harusnya gak bakal terlalu sulit ya. Sedangkan lantai ke bibir bagasinya ada jeda ketinggian yang cukup dalam. Jadi kalau mau keluarin barang dari dalam sini harus diangkat dulu. Oke, detailnya di dalam. Di sebelah kanan sini enggak ada apa-apa ya. Di kiri juga enggak ada apa-apa. Dan sayangnya di bawah lantainya pun enggak ada apa-apa juga ya. Langsung rata kayak gini aja. Nah, ini kita agak bingung nih karena si Dolphin surf alias di Eropa itu di bawah lantai bagasinya masih ada lubang yang cukup besar ya, bisa buat naruh barang-barang lagi. Sedangkan di atauan ini enggak ada. Padahal bagian bawah mobilnya kelihatan tuh ya masih cukup lowong sebenarnya. Hm, sayang ya. Enggak ada lampu bagasi juga ya. Nah, buat luasin kapasitas bagasi jok belakang bisa dilipat tapi enggak bisa dilipat secara terpisah ya. Pakai tali yang di ujung kanan dan kiri sini. Kita tarik dan kita dorong joknya. Dan kapasitasnya jadi bertambah emang. Tapi ya jadi langsung gak ada penumpang yang bisa duduk di belakang lagi ya. Dan gundukan ini juga tinggi ya. Jadi kalau mau geser bareng ke depan harus diangkat dulu. Jelas. Bot tutupnya disediain handle di dalam sini. Dan ini sisa storage di dalam kabin. Motor dan baterai. Oke, kalau kalian gak perhatiin dari awal Atauan ini adalah mobil full listrik ya. Sayang sih di bawah kap ini gak ada space buat bagasi tambahan tapi ya udahlah mobil kecil juga ya kan. Anyway pakai motor listrik di depan yang bertenaga 74 HP atau 55 kW dan torsinya 135 Nm. So tenaga dan torsinya emang enggak setinggi di Netavi itu. Tapi gua dibanding di Bingo atau Citron C3 sih masih comparable ya. Dan yang jelas dibanding setiap mobil listrik mikro ini jauh lebih bertenaga ya. Kalau dibanding LCGC kayak Agia dan Brio sih emang tenaganya lebih rendah ini, tapi torsinya lebih tinggi ya. Klaimnya 0 sampai 50 km/h butuh 4,9 detikan. Tapi yang lain enggak ngeklaim angka akselerasi 0 sampai 50 ya. So, kita enggak dapat gambarannya juga sih. Kecepatan maksimalnya diklaim 130 km/h. So, sekali lagi better dibanding kompetitor mobil listrik harga segini. Tapi emang enggak sebaik mobil bermesin bensin di harga segini ya. Transmisinya kayak hampir setiap mobil listrik direct dengan reduction gear ya yang di sini dikontrol pakai tombol fikal unik ini di tengah. Cara pakainya buat jalan masukin ke D kita injak pedal rem sambil dorong ke bawah yang jauh gini buat mundur dorong ke atas yang jauh buat masukin ke N. Dari R kita ke bawahin sedikit sambil ditahan sebentar. Dari D ke N kita ke atasin sedikit sambil ditahan. Dan kalau udah mau parkir atau berhenti, kita klik yang P di pinggir kanan sini. Baterainya ada di bawah mobil ya. pakai baterai LFB atau lithium iron phosphate yang udah pakai teknologi blade battery-nya byyd ya yang diklaim aman dari tes penusukan dan lain-lainnya itulah ya kapasitasnya yang varian dynamic 30,08 k yang premium 38,88 kWh dan ini ngasih klaim jarak tempuh sekali charge penuh hingga 300 km buat yang varian dynamic dan 380 km buat yang varian premium. Ini pakai metode NEDC klaimnya. So, varian atasnya klaimnya agak mirip sama Bingo dan Neta V2 gitu. Yang varian bawahnya dimiripin sama RV varian atas gitu ya. Mode berkendaranya bisa diganti-ganti pakai tombol di tengah sini ya. Ada mode normal, eco, dan sport. Ada mode snow juga yang bisa diaktifin pakai tombol sebelahnya. Tapi ini enggak terlalu kepakai lah ya. Di sini tentunya ada regenerative braking. Jadi kalau kita lepas pedal gasnya, mobilnya bakal memelankan laju sembari sangat perlahan nge-charge baterainya ya. Dan tingkat renubah dari head unit ya yang ada dua pilihan ini. Charge-nya ada di kanan depan sini. Tinggal kita tekan aja cup charging-nya. AC charging-nya pakai port type 2. Daya charging maksimalnya sampai 6,6 kW. Sedangkan fast charging atau dic charging-nya pakai port CCS2. Daya charging maksimalnya yang dynamic sampai 30 kW dan yang premium sampai 40 kW. Kalau pakai daya maksimumnya, estimasi waktu charge-nya dari 30 sampai 80% dalam 30 menit. Ya, 10. Detail-detail lain kayak lineup BYD lainnya di sini atauan ini juga masih di imporutu atau CBU langsung dari Cina ya. Sedangkan garansinya, garansi umum kendaraannya berlaku 6 tahun atau 150.000 km. Garansi khusus drive unit atau penggeraknya berlaku 8 tahun atau 150.000 km. Dan khusus baterai tegangan tingginya garansinya 8 tahun atau 160.000 km dengan kondisi SOH atau state of health-nya 70% ke atas. Sedangkan buat servisnya belum ada info ya. Tapi kemungkinan besar sih kayak M6-nya yang enggak ada gratis service atau jasa. Tapi ya harusnya gak bakal terlalu mahal lah mengingatkan mobil listrik juga lebih minim maintenance ya kan. S byan ini silakan sampaikan komentar di bawah klik like dan jangan lupa subscribe next
