Jungkat

Buat Gaming Kencang, Buat Kerja Juga Kencang! Review Acer Predator Helios Neo 16 (YouTube Video)

  • 19/06/2025

Ini adalah laptop gaming class premium yang juga cocok dipakai untuk nyari duit karena prosesornya udah pakai Intel Core i9 generasi ke-14 HX series. GPU-nya pakai 4060 laptop. RAM-nya langsung dual channel 16 GB. Storage-nya 1 TB dan masih ada slot M.2 tambahan di sini. Layarnya juga mantap. Resolusinya 2,5K refresh 165 Hz dan kelar gam 100% sRGB. Ini adalah Acer Predator Helios Neo 16. Oke, buat kalian yang udah lama ngikutin Jagat review pasti pada mikir, loh ini kan laptop yang udah pernah di-eview. Memang benar, tapi yang ini adalah varian yang berbeda dari yang kita review dulu. Kalau yang dulu itu pakai RTX 4070. Nah, ini yang di bawahnya yang lebih terjangkau yang pakai RTX 4060. Oke, langsung aja kita mulai ya pembahasan kali ini dengan spesifikasi dasarnya dulu. Untuk prosesor dia pakai Intel Core i9 14900 HX prosessor. Fabrikasinya Intel 7. base power 55 watt dengan max turbo power menurut Intel up to 157 wat. Dia punya 24 core 32 trad yang terdiri dari 8 performance core dan 16 efficient core. Maksimum turbo frekuensinya ada di 5,8 GHz dengan 36 MB Intel Smart Cash. Wuh, besar ya. Untuk integrated graphics dia pakai Intel UHD graphics di sini. Dia punya 32 execution unit dan sudah mendukung akselerasi Quick Sync dan AV1. RAM-nya 16 GB DDR5 5600. Dual channel sudah hadir dengan konfigurasi yang siap pakai ya. Tapi kalau butuh di-upgrade kita bisa upgrade lagi sampai 32 GB tentunya dengan mengganti RAM yang sudah terpasang. Untuk storage 1 TB SSD NVM PCI Gen 4. Masih ada lagi satu slot SSD M2 tambahan di sini ya. Jadi masih bisa nambah lagi kalau mau. Lalu ada Nvidia GeForce RTX 4060 laptop GPU. ini udah punya 3072 kuda Cor 8 GB GDDR6 maksimum TGP-nya up to 140 wat di turbo mode dan sudah mendukung fitur resizable bar dan Nvidia Advance Optimus. Nah, di software Predator Sense kita bisa mengubah mode GPU dengan tiga opsi yaitu automatic Optimus atau Nvidia GPU only. Nah, biasanya yang terakhir ini yang paling kencang ya. Lalu untuk aktivitas wireless dia pakai Intel Killer WiFi 6i 1675i. Ini tentunya udah bisa WiFi 6i atau 6E. Bluetooth-nya versi 5.3. Kapasitas baterainya besar di 90 wat hour dan sistem operasinya pakai Windows 11 Home. Untuk body form factornya adalah clamp Shell dan materialnya menggunakan aluminium untuk cover bagian atas dan polikarbonate untuk bagian lainnya. Nah, untuk desain ini sama persis seperti Predator Helios Neo 16 yang sebelumnya pernah kami review. Terdapat pernak-pernik gaming dan ornamen predator Helios Neo 16 di berbagai bagian dari body laptop ini. Logo Predator di bagian belakang juga masih sama dilengkapi dengan lighting RGB juga jadi fleksibel ya. Kalau mau terasa gaming banget tinggal nyalain RGB-nya. Kalau mau low profile tinggal matiin aja lewat software Predator Sense. Untuk warna ini kombinasi dari abisal black dan shaj, cm, lebar 27,8 cm, dan ketebalan di 2,78 cm. Untuk bobotnya, laptopnya aja di 2,61 kg dengan charger yang bobotnya di 1 kg. Ini charger 330 watt ya, jadi wajar kalau memang dia agak berat. Total bobot kalau di bawah-bawah adalah 3,61 kg. Untuk layarnya ini ukuran 16 inci panel IPS. Resolusinya adalah WQ XGA atau tepatnya 2.560 * 1600 pikel dengan aspek rasio 16 b. refresh rate-nya 165 Hz dan sudah support Nvidia Ging. Jadi layarnya cocok banget nih kalau mau dipakai buat gaming. Nah, menurut Acer brightness-nya 500 N dengan kelar gamb di 100% sRGB. Kalau dari pengujian kami, pick brightness-nya di 490 nits udah mirip banget ya. Dan gambut reverance-nya di 97,2% sRGB dengan gambut volume di 105,6% sRGB. Nah, permukaan layarnya ini antiglare atau matte, jadi nyaman digunakan tanpa ada kebanyakan pantulan-pantulan cahaya yang mengganggu kita. Untuk bezel tergolong tipis dengan screen to body rasio di 89%. Nah, untuk kameranya ini sayangnya masih yang 720p 30 fps. Nah, menariknya walaupun prosesornya belum pakai NPU, kamera laptop ini sudah mendukung beberapa fitur Windows Effect. Untuk mikrofonnya juga sudah dilengkapi dengan fitur AI noise cancelling untuk kualitas webcam dan mikrofonnya kurang lebih seperti ini ya. Dan yang ini adalah hasil kamera dari laptop SR Predator Helios Neo 16. Untuk kualitas kameranya ini memang sayangnya resolusinya masih di 720p ya. Jadi kalau kalian menggunakan kamera ini, pastikan kalian berada di ruangan dengan pencahayaan yang cukup supaya gambarnya masih terlihat baguslah kayak saya sekarang ini. Kemudian untuk mikrofon dan noise canceling-nya, video yang satu ini direkam saat kipas laptopnya berputar secara 100%. Sebagai perbandingan suara yang ini direkam menggunakan smartphone yang biasa kita gunakan di pinggir jalan. Jadi, gimana suara kipasnya masih kedengaran enggak di kalian? Ya, untuk audio dia pakai dua speaker yang terletak di bagian bawah kanan kiri laptop. Ya, mode audionya dapat diubah melalui software DTSX Ultra atau software Predator Sense pada menu Acermony. Nah, untuk kualitas suaranya yang satu ini tergolong bagus untuk harganya. Detail vokal dan high-nya oke. Walaupun untuk bass-nya masih agak terasa kurang di telinga kami. Meski demikian, speakernya ini tergolong sangat lantang ya suaranya. Oke, untuk konektor di sisi kiri ada satu Ethernet port, 1 USB 3.2 gen 1 micro SD card reader, satu audio combo jack 3,5 mm. Di kanan ada 2 USB 3.2 Gen 2 dan di belakang ada 1 DC in, 1 HDMI 2.1 dan ada 2 Thunderbolt ya, dua Thunderbolt 4 di belakang ya. Nah, untuk keyboard ini sama seperti sebelumnya. Yang satunya juga pakai keyboard chicklet dengan layout dan desain tombol khas Acer Predator Helios. Saat digunakan untuk ngetik, tombolnya terasa agak soft tapi ini tergolong silent ya. Lalu tombol power-nya ini menyatu dengan layout keyboard dan terletak di pojok kanan atas. Tapi karena ada di atas area 6 pad, harusnya sih bakal jarang enggak sengaja kepencet. Kemudian untuk tombol anak panahnya ini punya ukuran yang penuh ya, jadi nyaman untuk digunakan. Keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan backlit RGB dengan empat zona warna. Pengaturan warna dan tingkat kecerahannya dapat diatur melalui menu Pulsar Lighting di software Predator Sense. Nah, untuk touchpad ini menggunakan precision touchpad dengan ukuran yang memuaskan ya 12,6 * 8,3 cm. Touchpad ini letaknya center to space bar, namun sedikit melebar ke arah kanan. Walaupun demikian, touchpad ini masih jarang tersenggol kalau kita pakai buat mengetik. Nah, untuk sistem pendingin, dia menggunakan sistem pendingin aktif dengan teknologi Fifth gen Aeroblade 3D Fan dan ada lima buah vector heat pipes di sini. Acer juga menggunakan liquid metal sebagai solusi thermal compound yang digunakan di laptop ini. Untuk intake udaranya dari bawah dan ekhaya ke arah belakang dan samping kanan kiri. Sekarang kita masuk ke aspek performa. Seperti biasa, laptop gaming Predator sudah dilengkapi dengan beberapa mode performa yang bisa diakses melalui software Predator Sense, yaitu quiet, balance, performance, dan turbo. Selain mode performa, kita juga bisa mengatur kecepatan kipas dengan tiga mode, ada auto, max, atau manual. Mode perform dapat kita ubah juga dengan cepat menggunakan tombol fisik yang terletak di sisi kiri atas keyboard. Oke, sekarang kita lihat konsistensi performanya menjalankan CineBZ R23 stability test selama 30 menit. Untuk skor tertinggi yang dapat dicapai di mode balance ada di 25.000 1593 poin. Di mode turbo dengan kipas di max kita bisa dapat 27.122 poin. Sedangkan untuk skor yang bisa dipertahankan untuk moda balance di kisaran 21.000-an poin dari mode turbo dengan kipas max ada di kisaran 26.000-an poin. Oke, untuk su kerjanya di mode turbo SU CPU ada di kisaran 93 sampai 100 derajat Celcius. Agak tinggi ya, tapi ini wajar karena software-nya membebani CPU 100% terus-menerus. Kalau memang kalian menggunakan software jenis ini, saran kami bekerjalah di ruangan AC atau ubah mode performa ke balance atau performance. Nah, melihat suhunya agak tinggi, untuk pengujian berikutnya kita akan ubah mode performance-nya ke balance dengan kecepatan kipas di maksimal. Karena kalau di mode balance, supressornya ada di kisaran 80 derajat celcius dengan spek awal tiap run di 90 sampai 94 derajat celcius. Jadi, ini cenderung lebih aman. Oke, kita langsung aja ke Blender 4.3 Barber Shop Scene dengan CPU render kita dapat di 17 menit 48 detik. Kalau kita pakai GPU renderer, pakai kudanya ini wow cuma 2 menit 50 detik. Nah, untuk suhu kerja pada saat menggunakan GPU renderer, SU G CPU itu ada di kisaran 65 sampai 80 derajat celcius saja. Sementara GPU ada di kisaran 50 sampai 60 derajat celcius saja. Aman kan? Lanjut untuk Adobe Premiere Pro Sisi 2025. Untuk video 4K60 yang 2 menit 7 detik. Kalau pakai software only 7 menit 24 detik. Kalau pakai kuda ini saya dalam waktu 1 menit 44 detik. Kalau 1080p ya ee 2 menit 7 detik itu software only selesai dalam waktu 55 detik saja. Kalau pakai kuda hanya 28 detik saja. Kencang banget ya. Nah untuk suhu kerjanya pada saat melakukan 4K video export dengan kuda, CPU ada di kisaran 80 sampai 93 derajat celcius. Sementara untuk GPU aman di 50 sampai 60 derajat celcius. Lanjut untuk Davini Resolve 19.1. Videonya sama ya, durasinya 2 menit 7 detik. Kalau 4K60 selesai dalam waktu 2 menit 50 detik. Ini kencang ya. Lalu untuk 1080 P60 FPS selesai dalam waktu 41 detik saja. Kencang kencang parah. Sekarang kita lihat suhu kerjanya ya. Untuk suhu CPU di awal terlihat di kisaran 80 sampai 95 derajat celcius. Tapi kemudian dia turun dan stabil di kisaran 60 derajat Celcius. Sedangkan untuk GPU ada di kisaran 50 sampai 60 derajat celcius lagi. Cukup aman ya. Lanjut untuk 3DMX graphic skor kita pakai time spy dari X12 kita dapat 11.211 poin. Nah untuk SU kerjanya pada saat melakukan time spine stress test SU GPU ada di kisaran 77 sampai 82 derajat celcius. Masih aman. Kita lanjut ke pengujian dengan gaming dan hasilnya kurang lebih seperti ini. [Musik] Nah, di game terakhir ini Assassin's Creed Miras selama 30 menit dimainkan. Susip di kisaran 80 sampai 86 derajat Celcius. Sementara GPU ada di kisaran 75 sampai 76 derajat Celcius. Lalu kita cek juga suhu permukaannya. Untuk area terpanas ada di area alt kanan hingga anak panah di kisaran 40 sampai 45 derajat celcius. Kalau area permukaan keyboard kiri yang biasa dipakai untuk main game itu suhunya aman di 30 sampai 32 derajat celcius. Sementara untuk area keyboard tengah dan 6 pad itu ada di kisaran 33 sampai 37 derajat celcius. Kalau pamra sih aman banget 29 sampai 31 derajat celcius saja. Lanjut untuk pengujian storage. Kecepatan bacanya ada di 6882 MB/s dan tulis di 6.163 163 MB/s. Cukup kencang ini ya. Lalu untuk baterai tes kita pasang di mode balance. GPU modenya di automatic ya. Brightness 150 nit volume di 25%. Hasilnya untuk lokal video playback 1080p. Baterai habis setelah 4 jam 10 menit. Ini agak jauh di bawah harapan kami ya. Saya mengingat yang satu ini adalah laptop gaming yang high performance banget. Jadi sebetulnya masih bisa dimaafkan lah. Oke sekarang kita coba charging testnya ya. Untuk 30 menit pertama sudah terisi di 62%. Sementara dari kosong sampai penuh itu butuh waktu hanya 1 jam 40 menit. Ini hasil yang sangat bagus. Kalau kita lihat di 30 pertama aja udah bisa nyampai 62%. Luar biasa sih. Untuk harganya mulai dari Rp24.499.000 dan ini sudah termasuk Microsoft Office Home and Student 2021. Garansi 3 tahun yang terdiri dari 2 tahun spare part, 3 tahun layanan ya dan ada garansi AADP IER Accidental Damage Protection atau perlindungan terhadap kelalaian pengguna di tahun pertama. Oke, kita masuk ke dalam hal yang perlu diperhatikan ya. Kapas RAM-nya pertama ya awalnya masih 16 GB. Untuk kelas harganya harapan kami sih sebetulnya 32 GB ya sebetulnya ya. Tapi mengingat ini pakai slot SDIM jadi ya enggak ada masalah ya. upgrade sendiri aja kalau memang dibutuhkan atau kalau kalian malas melakukan upgrade sendiri di beberapa official store dan marketplace itu sudah menyediakan opsi yang udah langsung di-upgrade ke RAM 32 GB. Lalu untuk suhu CPU ya ini sempat terlihat tinggi di beberapa pengujian. Untungnya di Acer ini ada pengaturan mode performa di software Prator Sense. Jadi kita bisa ubah mode ke balance atau quiet dan gunakan kecepatan kipas maksimal saat menggunakan software yang membebani CPU. Kemudian untuk performa baterai terasa masih agak kurang ya pada saat pengujian kami ya dan resolusi kamera juga masih di 720p. Dari segi menariknya untuk harga yang ditawarkan performanya itu tergolong kencang karena prosesornya pakai Intel Core i9 14900 HX yang super kencang dan mutu-mulitas tasking ini udah mantap banget. Performanya jadi mirip seperti sebuah PC desktop. Dia punya 24 core dan 32 trad. Jadi ini ya tadi multitasking-nya luar biasa memang ya. Mau gaming sambil live streaming. Oh, bisa di sini GPU-nya udah langsung artis 4060 laptop yang sangat kencang dengan maksimum TDP up to 140 wat. Beneran full performance di sini. Mau main game, editing video, 3D modeling ini udah oke banget, lancar semuanya. Lalu dia punya slot M.2 tambahan dan ini sudah support konfigurasi rate nol. Jadi kita bisa pasang 2 SSD untuk konfigurasi performance yang lebih kencang lagi. Layarnya juga punya resolusi 2,5K dengan refresh-nya 165 Hz dan kelar gam 100% sRGB. Ini cocok buat gaming maupun content creation. Untuk konektor juga sangat lengkap di sini. Wii-nya sudah 6 ya dan garansinya hingga 3 tahun dan ada tambahan premium care serta Acer accidental damage protection di tahun pertama. Nah, pertanyaannya laptop ini cocoknya untuk siapa? ya untuk gamer baik itu untuk game esports atau yang main game triple A dan butuh laptop gaming ini cocok banget tentunya ya. Mau dipakai buat nyari duit seperti buat ngedit foto atau video atau mungkin desain 2D hingga 3D atau cat ya ini jelas kencang banget. Mau cari laptop high performance, butuh yang CPU dan GPU-nya kencang, yang satunya ini ya kencang banget emang. Atau mungkin butuh laptop untuk programming ya, pakai yang satu ini juga bisa ya. Pada akhirnya laptop yang satu ini memang dihadirkan oleh Acer sebagai solusi untuk pengguna yang pengin sebuah laptop kelas premium dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun terjangkau, yang satu ini performanya tetap enggak bisa dipandang sebelah mata. Jadi, kalau memang dicari adalah sebuah laptop gaming premium yang lebih terjangkau, nah Acer Predator Helios Neo 16 yang satu ini mungkin bisa dipertimbangkan. Saya D Irfan Jaka TTV

Lihat di YouTube