Budget Tipis Mau Laptop Stylish? Zyrex D-Tech Bisa Jadi Jawabannya (YouTube Video)
Eh, kalian sadar enggak sih kalau industri laptop itu kebanyakan diskriminatif? Coba perhatiin aja di e-commerce. Kebanyakan laptop di market warnanya selalu kalau enggak hitam ya abu-abu. Paling mentok biru gelap lah ya. Warna-warna yang dominan ke cowok kayak cuma dikit gitu yang mau ngeluarin warna yang buat cewek. Padahal kan kalau kita ngomongin cewek terutama Genzy ya, cewek itu butuh warna-warna yang mereka imut, warna-warna yang mereka banget. Nah, tapi kalau kalian lihat di depan saya ini udah ada laptop yang warnanya ini unyu lucu, imut-imut. Warnanya ini sama kayak iPhone warna heronya dulu, Rose Go. Tapi apakah dia cuman bermodal warna aja untuk menggacy yang suka banget warna-warna kayak gini? Spesifikasinya kayak apa? Fiturnya kayak gimana, harganya berapa? Langsung aja kita bahas. Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah laptop dari Z. Zar Detect Rose [musik] Go. Lokal baru yang penginnya mereka sih tampil beda ya. Karena kalau kita lihat dari warnanya, dia cukup berani untuk keluar dari zona nyaman. Dan yang paling penting sebenarnya harganya ya. Harga dari laptop ini bisa dibilang ini adalah harga paling murah di kelasnya yang nanti kita bahas. Sekarang kita bahas dulu dari sisi desain. Unit yang kita pegang ini warnanya rose gold ya. Warnanya emang lebih feminim tapi enggak yang terlalu gejreng sih rose gold-nya. Sebenarnya kalau misalkan mau unisex masih bisa aja. Buat cewek-cewek yang suka warna cerah bisa dimix and match sama outfit. Warna laptop ini lebih cocoklah. Kalau kalian gak suka warna yang lumayan feminim gini, wah [musik] warna aja rasis ya. Sebenarnya saya gak setuju deh. Ada warna feminin, ada warna maju gitu. Kayak rasis banget sih. Tapi kalau kalian enggak suka warna yang cerah kayak gini, ada yang warna biru gelap juga. Desain laptopnya sih minimalis ya. Enggak ada aksen aneh-aneh yang bikin laptopnya kelihatan mencolok banget. Jadi kalau kalian mau bawa laptopnya buat meeting atau WFC, kalian enggak bakal disangka kampungan. Terus di bagian belakang ada logo Zarx yang sekarang kecil aja di pojok. udah dengerin saran saya karena dulu kan logonya Zarx itu kayak tatonya barista yang gede domplok gitu ya sekarang tetap ada kayak ada tatonya tapi tatonya kecillah terus kalau soal material body menurut saya ya kerasa zareknya kerasa ekonomisnya karena emang dia pakai plastik tapi yang saya suka finishingnya ini dibikin kayak ala-ala finishing metal jadi kalau [musik] orang enggak pegang kayak kelihatannya metal tapi pas dipegang eh plastik dan dia kayak dibikin mid-mid gimana gitu [musik] jadi enggak gampang nempel fingerprint soal Exel. Coba kita lihat apakah dia bisa dibuka dengan satu tangan. Hmm, bisa ya. Bisa tapi cuman kebuka skinnya aja. Tapi apakah bisa 180°ay? Uh, bisa. Jadi buat fitur presentasi sih masih oke. Dimensinya tipikal laptop yang ramping dan enggak begitu lebar. Terus kalau dimasukin di tas rensel ya enggak butuh space banyak lah ya. Cuman bobotnya menurut saya agak sedikit berat aja. Lanjut kita pindah ke layarnya. Layarnya bisa kalian lihat sendiri. sayangnya ya, karena dia memang ngejar harga biar terjangkau. Layarnya ini layar TN yang kalau misalkan kita lihat dari sisi yang berbeda ada color shifting ya. Kalau dibuat untuk kerja ringan aja sih masih oke asalkan posisi kalian di tengah ya. Karena kalau laptopnya geser sedikit aja color shifting wah kalian bisa cepat silinder sih. Kalau untuk kualitas warnanya ya layar TN ya RGB-nya. Jadi cuma 53,8%, adob RGB [musik] 37%, P3D 36% dengan brightness 237 nitz. Jadi untuk kalian akurasinya ya tipikal standarnya layar TN. Saran saya sih buat Zarex bisa bikin dua SKU lah ya, ada yang TN, ada yang IPS. Dia saya tahu mereka mengejar harga biar lebih terjangkau, biar ya menengah ke bawah itu bisa tetap beli. Tapi menurut saya kalau misalkan menengah ke atas atau middle-nya pengin beli juga ya dikasih opsi SKU IPS gitu biar banyak variannya. Layar komprominya lumayan berasa, tapi kalau kita lihat dari sisi performance ya, dia pakai prosesor yang ya lama [musik] juga. Jadi pakai Ryzen 5 3500 U ya. Coba kita lihat lah ya. TN Ryzen 5 3500 U. Nah, nanti kita coba lihat harganya. Kalau harganya masih masuk akal sih masih bisa kita toleransi lah ya si Ryzen 5 3500 U-nya ini. Karena kalau kita ngomongin prosesor Ryzen 5 3500 U di 2026 sama aja kayak ini sebenarnya ya prosesor entry level jatuh. Kalau untuk RAM-nya dia ada dua varian. ada yang 8 GB dan ada yang 16 GB. Dan di varian yang kita bahas ini yang 8 GB dengan storage NVME 256 GB. Menariknya RAM dari ZX Detx ini udah upgradable ya. Jadi bukan SODIM, bukan LPDDR. Kalian kalau ada rezeki bisa update ke 16 GB. Jadi suatu saat kalau misalkan pengen multitasking lebih lancar sih ya tinggal di-upgrade RAM-nya aja enggak perlu upgrade laptopnya. Kalau dari si Performa kita coba lihat sini bench R23 kita coba dengan dua skenario ya. Pertama kita pakai adapter. pakai adapter itu single core-nya 797, multi core-nya di 2000 sampai 2.600-an poin lah. Terus kalau misalkan enggak pakai adapter ya ada pan performa tapi karena di seri U jadi enggak yang signifikan dengan multiore-nya. Rata-rata di 2000 sampai 2.400-an poin. Terus single core-nya di 465 poin. Stress test kita coba juga di 3D Markx dan kalian bisa langsung lihat aja skornya. Untuk stress testnya [musik] di 96,3%. Untuk skor lain kalian bisa lihat di layar in. Terus kalau untuk speed SSD NVME-nya read-nya itu 2000 Mbps w-nya di 1450-an Mbpsps. Ya, lumayan ok lah ya untuk prosesor generasi Ryzen 5 3500. Terus kalau misalkan kalian gunakan laptop ini sesuai dengan kodratnya untuk office-office aja enggak ada masalah. Kayak contohnya kita export PowerPoint 150 slide ke PDF cuma selesai dalam waktu 19,73 detik. Exel randomis data yang large banget selesai dalam waktu 102 detik. Dulu prosesor Ryzen 5 3500 U kalau dibuat gaming itu masih kuat lah ya. Tapi sekarang di 2026 dengan ya update gameennya apakah masih kuat. Kita coba di Dota 2 ya dengan grafiknya low resolusinya XD aja. FX FPS masih playable lah ya di 54 fps maksimumnya bisa tembus 82. Valoran di graficest resolusi XD juga. Eferien FPS di 31 maksimum 58 tapi kadang drop di 14 FPS. Jadi saya saranin sih kalau beli laptop ini buat sekolah, buat kerja, buat kuliah, jangan buat main game. Karena segmentasinya dia ya memang buat laptop kerja ya. Jangan sampai kalian punya Supra tapi kalian suruh untuk ikut MotoGP beda kelas. Terus untuk input device, keyboard, dan juga touchpad karena laptop ini tujuannya memang buat kerja ya, keyboard-nya ini dibuat senyaman mungkin lah. Dan fun fact saya juga bikin script pakai keyboard yang ada di detect ini. Dan hasilnya sih menurut saya cukup nyaman. Fcktailnya masih dapat, travel distance-nya juga udah lumayan dalam. Fel key cap-nya di jari tuh berasa soft. Dan dia juga udah punya backlit yang bisa ngebantu kita pas kerja di kondisi ruangan gelap. Cuman keyboard-nya ini agak kayak kurang soft aja sih kalau misalkan kita gunain untuk ketik ya. F-nya itu kayak keyboard-keyboard harga R6 jutaan masih ok lah kalau ya di atasnya entry level dikit lah. Nah, kompulin saya ada di touchpad sih. Touchpad-nya ini coba kalian dengerin ini touchpad tipical touchpad. Touchpad entry level yang suaranya tuh kletak kletak. Jadi kayak travel desainnya terlalu dalam dan ya kerasa entry levelnya. Yang enggak kalah penting dari sebuah laptop jelas baterai. Untuk baterainya dia di 6000 mamp dan udah kita tes di PCIM yang modern office. Dia bertahan sekitar 5 jam 35 menit. yang berarti kalau misal buat sekolah atau kuliah yang rata-rata durasi pakai laptopnya itu 3 sampai 4 jam, ya laptop ini bisa dipakai dari awal masuk terus istirahat enggak kalian pakai terus kalian pulang itu masih bisa sih. Tapi kalau istirahat kalian pakai enggak kuat. chargernya dia dapat yang 45 watt yang kalau buat ngecas kira-kira 0 ke 100% itu butuh waktu sekitar ya 1 jam setengah lah. Webcam jelas ada dan kira-kira kualitasnya seperti ini. Kalau misalkan dibuat untuk jadi peserta seminar di Zoom sih oke, tapi kalau kalian pembicaranya saran saya pakai webcam eksternal aja. Uh, tapi dia juga ada privy. Siah ada loh. Jadi kalau misalkan kalian mau enggak mau dimata-matai seseorang, bisa slide aja privacy satternya. Kalau soal port dia udah cukup lengkap. Port penting-pentingnya ada semua mulai dari USBC, USBA, HDMI dan lain-lain udah ada [musik] semua. Untuk OS biasanya brand-brand lokal ODM kayak gini kan enggak ngasih Office preinstall ya. Tapi si Zarek ini yang patut diapresiasi dia udah ngasih kita preinstall Windows 11. Jadi kita enggak perlu instal-instal lagi Windows-nya. Cuma tinggal instal software yang kita butuhin aja termasuk software Office-nya juga. Terus kalau soal garansi, Zar ngasih garansinya itu 1 tahun untuk seri yang ini ya. Jadi kalau misalkan ada masalah kalian tinggal langsung ke service centernya ZK aja selama 1 tahun mereka bakalan cover. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Zarx Detect yang Prose Gold ini. Untuk harganya pas video ini dibuat ya, karena harga laptop itu saya enggak tahu itu bakal naik [musik] naik naik naik terus. Tapi pas video ini dibuat, jadi kalau misalkan nanti naik jangan komplain ke saya, kumplain ke ZX-nya. Kenapa dinaikin? Harganya ya pas video ini dibuat itu di 6,5 juta. Kalau untuk yang varian 16 GB itu di Rp7,6 juta. Selisih untuk RAM 8 GB aja itu Rp1 juta. Dan kalau kalian lihat, wah kok mahal banget ya RC 5300 U Rp juta. Terus layarnya masih TN, terus bodinya masih pakai plastik enggak pakai metal. Karena kalau kalian lihat ya brand-brand multinasional kayak contohnya Asus, Acer, Lenovo, coba kalian lihat mereka itu udah enggak mau jualan Athlon, udah enggak mau jualan Intel Celeron, minimal itu i3 dan i3 sekarang harga kulanya aja itu di Rp10 juta dan bulan depan katanya bakal naik di R juta. Jadi, Ryzen 5 Rp juta. Walaupun ya Ryzen 5-nya Ryzen 5 yang lama, menurut saya dengan gonjang-ganjing harga ini ya jatuhnya brand-brand ODM kayak contohnya ZX ini jadi pilihan yang masuk akal kalau dari sisi harga. Karena siapa yang mau beli Core i3 sampai Rp2 juta? Kayak wah i3 R juta mending MacBook New enggak sih? Dan kalau kita ngelihat keseluruhan paket dari Z Det ini ya yang 8 GB sih menurut saya masih masuk akal ya karena R1 juta untuk perbedaan RAM aja enggak usahlah. Terus jualan utamanya menurut saya dari sisi warna karena ZX berani tampil beda dengan warna rose gold-nya. Ini jarang ya laptop entry level berani ngasih warna yang [musik] di luar warna yang everlasting kayak grey, black, dan juga white gitu ya. Jelas kalau kita ngomongin kelebihannya ya harga RAM-nya bisa di-upgrade, warnanya cukup berani. Prosesornya walaupun prosesor lama tapi bukan prosesor Athlon atau Celeron yang menurut saya enggak kencang. Ryzen 5-nya ini masih okelah walaupun memang dia prosesor lama tapi kalau kita main kekurangannya sayangnya kita dikasih RAM-nya walaupun 8 GB tapi masih single channel terus ini AMD AMD itu benar-benar harus butuh dual channelnya emang 256 GB tapi speed-nya di 2000 Mbps ya masih kenceng-kenceng aja tapi kalau misalkan mau ngasih 3.000 atau sampai 5.000 Mbps menurut saya bisa jadi selling poin yang sangat-sangat menarik [musik] juga tapi harga SSD juga lagi mahal. Terus tombol power-nya udah memisah dengan keyboard sebenarnya. Tapi kalau ZX mau ngasih fingerprint di harga R,5 juta menusnya bakal jadi selling point yang menarik lagi. Kekurangan lain jelas layarnya masih pakai TN. Tapi kembali lagi dengan harga Rp6,5 juta. Sebenarnya kekurangan-kekurangan tadi masih bisa kita toleransi kalau kita compare dengan harga 6,5 jutaan laptop yang lain. Kalian coba cek sendiri aja harga 6,5 juta di kondisi sekarang kalian dapat laptop kayak gimana speknya. [musik] Coba cek sendiri aja. Jadi untuk ZX detect rose gold ini 6,5 juta R 53.500 [musik] U8256 ya ini termasuk pilihan yang masih masuk akal. Link belinnya di pojok kiri atau di deskripsi. Saya Andik and see you on the next video.
