Build Setup Editing Overkill 2025! Mac Studio M4 Max & Apple Studio Display (YouTube Video)
Halo, Guys. Welcome back to Ich Life. Hari ini tanggal 26 Mei 2025 dan barusan gua ngecek di Facebook gua ya, ada memories ya, yang mana 9 tahun lalu gua nge-build PC gaming pertama gua. Yang mana kalau diingat-ingat ya, itu adalah hari yang menjadi titik tumpuan awal yang menjadikan live bisa sampai hari ini gitu. Karena sebelum gua nge-build PC gaming gua di tahun 2016 saat itu, sebelumnya tuh gua sempat menggunakan MacBook Air karena kita editing masih pakai iMovie ya. Ya, dengan setup gua yang seadanya di ruangan gua yang lama, kita bisa nge-build PC editing plus gaming pertama kita di IT Live. Mungkin yang bikin ada ikatan emosionalnya karena ya dibelinya dari AdSense kita gitu yang mana ya awal-awal ya tahu sendirilah seadanya gitu. Nah, 9 tahun kemudian hari ini 2025 ya kan kita mau ngerubah setup editing ITL yang tadinya itu menggunakan Windows ya. beberapa tahun ke belakang gua masih tetap menggunakan Windows. Walaupun laptop, Mac, jam, Apple Watch, HP, iPhone gitu kan. Tapi ya gua masih tetap menggunakan Windows. Alasannya simpel karena saya gaming. Tapi seing berjalan waktu tentunya kalau kalian follow perkembangan Macnya Apple, semenjak Apple ngerilis chipset M series-nya, buat gaming juga sekarang udah bisa dikatakan cukup cerah ya ke depannya. Terus untuk editing sekarang itu laptop udah paling benar buat editing itu ya macOS gitu. Terserah kalau mau portable ya pakai MacBook. Kalau mau buat setup desktop pakai iMac atau Mac Studio. Nah, biar enggak penasaran, yuk langsung lihat aja kira-kira setup baru Eclive 2025 pakai apa aja. [Musik] I dah kelihatan enggak guanya? Oke, jadi setup yang bakal kita build kali ini full pakai Apple, Guys. Ya kan? Seperti yang kalian lihat di sini gua udah siapin satu Mac Studio ini yang chipsetnya M4 Max 16 core CPU, 14 core GPU dan untuk RAM-nya ini yang 128 GB ya, Guys. Dan untuk storage-nya kita pakai yang 1 TB karena nanti kemungkinan kita bakal pakai external SSD atau kita bikin penyimpanan sendirilah. Nah, untuk display-nya di sini gua pasangin sama Apple Studio Display 27 inch, 5K resolution, six stereo speakers dan ini mounting-nya yang bisa up and down, Guys. Kenapa lu jelasin begitu, Bang? Karena harganya beda ya. Apple tuh jualannya sangat-sangat jago sekali gitu ya. Jadi kalau kalian beli Apple Studio Display layarnya mau yang bisa naik turun atau cuma tilting atau pakai Vesa mount atau pakai bracket gitu ya nanti kalian beli stand sendiri itu pun juga harganya beda. Lalu begitu pun juga untuk periferalnya. Untuk keyboard-nya di sini gua juga pakai Apple Magic Keyboard with Touch ID ya. Ini yang ada Touch ID-nya, Guys. Karena ya sekali lagi kalian bisa beli yang tanpa Touch ID sama yang pakai Touch ID. Sengaja di sini gua kasih sentuhan hitam karena memang dari studio display-nya ini juga kayak warna hitam gitu frame luarnya. Jadi biar cucok aja dan juga biar gak kotor juga sih. Nah, terakhir ada Apple Magic Trackpad. Sebenarnya gua bingung kemarin mau pakai magic trackpad atau magic mouse. Cuman berhubung selama ini kita cukup terbiasa ya editing langsung di MacBook pakai trackpad-nya MacBook dan menurut gua itu udah udah mantap sekali lah. Jadi untuk set up di studio kenapa enggak sekalian kita pasangin juga nih magic trackpad-nya ini dan magic keyboard sama trackpad ini udah varian yang paling terbaru udah USBC semua, Guys. Oke, kayaknya kita akan langsung unboxing aja ya si studio display-nya ini. ini karena gede banget cuy dusnya cuy. Ah dan karena kita udah pernah juga ya unboxing plus review studio display Mac Studio juga udah dua seri kita unboxing. Jadi gua enggak akan terlalu banyak explain ke kalian soal what's in the box segala macam. Hari ini kita mau fokus nge-build aja. Let's go. Oke. [Tepuk tangan] Asik juga ya. Bisa buat Excel main jungkat-jungkit gitu. Dah, jadi begini doang dari dus yang segede gini ya isinya ya gini doang. dapat power cable, terus tadi juga segala macam ya, dapat manual. Terus ada IAB juga dikasih sama ini nih. Ini mahal nih, Guys. USBC to USBC tapi ini yang high speed. Kalau enggak salah kalau lu beli di Apple Store tuh harganya sejutaan something lah. Ini entar yang buat kita colokin ke Mac Studio atau kalau lu mau colokin ke MacBook ini udah dapat ya dari studio display-nya. Ini apa? Kalian mau nyari stiker? Enggak usah ngarep deh dapat stiker Apple di produk-produk terbarunya mereka. H stiker kayaknya. Hm. Enggak mungkin. Sudah jelas-jelas ini pipa. Sini sini. D. Ah, kebalik ya. Segitu doang isinya. Max Studio M4 Max 16 core CPU dan 40 core GPU 128 GB RAM. Walaupun Max Studio ini ukurannya kayak taperware bini gua ya. Di dalamnya ini terdapat mesin yang sangat-sangat buas sekali gitu ya. seakan-akan dikelilingi oleh body aluminium biar enggak ke mana-mana gitu. Takutnya dia keliaran di komplek kan bahaya ya. Karena Satria capek katanya sininematick-cinematick mulu dari tadi. Kita duduk dulu. Saya juga capek loh. Kita buka magic keyboard touch ID-nya. Oh. Uh. Keren. Belakangnya hitem. Ada logo Apple-nya juga tipis banget. Aluminium. Dan dapat USBC to USBC. Lanjut. Terakhir ini yang magic trackpad-nya. Nah, ini kita buka aja green peel-nya di sini. Ih, keren banget warna hitem. Uh, dapat lagi ya USBC to USBC. Ini by the way untuk charging-nya ya. Dan ini bagus banget loh, braided hitem untuk charging si magic trackpad sama si magic keyboard-nya. Jadi masing-masing udah dapat nih. Sama ya bias lah ya documentation paper dari Apple segala macamnya. Stiker engak? Masih nanya-nanya soal stiker. Udah deh, sekarang gak usah lagi pikirin-pikirin beli produk Apple dapat stiker gitu ya. Nih cakep. Cakep banget. Eh, dalamnya ini pas di bagian rubbernya dia emang agak lem gitu ya. Heeh. Heeh. Dan ada logo Apple-nya juga kalau lu lihat. Untuk magic keyboard with Touch ID ini yang udah full size kayak gini harganya di US do. Sedangkan magic trackpad-nya ini harganya di 149 US do. Nah, kalau kalian lihat di belakang gua ini udah enggak ada monitor. Terus kondisinya berantakan kayak gini karena emang udah kita pindah-pindahin ya. Beberapa laptop ROG Zvirus gua juga udah enggak di sini. Monitor udah gua operan sebelah dipakai sama abang gua. Jadi, ya sekarang saatnya kita set up semua yang udah kita unboxing. Kita tata ulang. Wiring-nya juga kita susun dari awal karena ini full setup Apple, jadi harusnya bisa lebih minimalis look-nya. Yuk. i Alright, so this is it. Setup baruch Live 2025 yang sekarang udah full Apple ecosistem ya. Seperti yang kalian lihat di belakang gua ini at least ya untuk saat ini mungkin desainnya kurang lebih kayak gini. Nah, di sini di bawah Apple Studio Display-nya gua tambahin rak. Gua enggak tahu ya namanya ini apa, cuman harusnya si monitornya ini ada di atas raknya ini. Cuman karena ketinggian dan gua kurang cocok aja, jadinya tetap gua taruh di meja. Nah, si Max Studionya ini di sampingnya pas di atas raknya ini, gitu. Tadinya gua pengin umpetin di bagian bawah sini, tapi tidak muat ya, terlalu tinggi Max Studionya. Lagi pula kayaknya kalau di atas sini gua lebih suka gitu kayak comending banget gitu kayak, "Apa, Bang, mau kerja?" Ayo. Kelihatan banget kalau setup-nya ini adalah Apple Studio Display sama Mac Studio gitu. Untuk magic keyboard, magic trackpad, so far so good. Gua sebenarnya agak galau tadi mau take out speaker gua ini apa enggak. Karena gua masih rada-rada bingung gitu lah mau pakai speaker apa enggak. Eh, pas gua bandingin antara suara dari speaker gua sama speaker Buildin Apple Studio Display-nya ini hampir sama, Pak. Serius. Gua kasih contoh. Gua kasih contoh. Oke, miknya akan gua taruh di tengah sini, ya. Sekarang kita dengarin dulu suara dari Apple Studio Display. Oke, sekarang kita ganti ke speaker gua. Oke, ini speaker ya, kanan kiri. Kita ganti ke studio display. Gokil. Gokil. Kita tes di Max Studio ya. Ya udahlah ya. Ini buildin speaker dari Max speaker gua studio display ngebas juga loh ya. Jadi maksud gua kalau lu yang di luar sana ya baru mau beli monitor Apple Studio Display, kalau emang lu enggak punya speaker sebelumnya gitu ya, speaker aktif atau mungkin Bluetooth speaker segala macam, saya rasa tidak usah khawatir ya. Karena gua benar-benar lupa banget gua ng-review studio display ini kayak udah 3 tahun yang lalu ya, tahun 2022. Dan di situ pun juga gua bikin speaker testnya. Jadi buat kalian yang pengen dengar sound testnya segala macam bisa tonton review Apple Studio Display gua di tahun 2022 atau gua sertakan linknya di sini. Dan masih seputar kualitas display-nya ini. Ini display cakep pol ya 5K resolusinya. Udah gitu di sini Apple Studio Display yang gua gunakan ini yang udah menggunakan nano texture display yang mana untuk layarnya ini finishing-nya udah ng-dove tapi enggak terlalu atau ngorbanin kedetailan atau kejernihan dari layar si Apple Studio Display. ini sendiri dan plus karena di sini gua menggunakan lampu ini apa sih namanya itu? lampu itulah pokoknya lampu itu-ituan ya yang mana ini bisa gua kontrol ya ini wireless juga bisa gua terangin banget bisa gua gelapin matiin nyalainnya juga di sini gitu dan ini mungkin karena gua menggunakan nano texture display ya jadi dia tidak terlalu mantul banget gitu menurut gua ini udah perfect combination banget ya nanoxter dipasangin lampu kayak gini untuk Max Studio M4 Max-nya ini sendiri mungkin kalau teman-teman yang kepo gimana performa gamingnya kita juga kemarin udah ngetes di Mac MacBook Pro yang M4 Max ya, yang harganya hampir kayak mobil LCGC GGG itu udah kita tes Assassin's Creed Shadow, Resident Evil 3 Remake dan masih continue ya. Ditunggu aja videonya karena chipset yang digunakan di MacBook Pro tersebut itu sama seperti yang ada di Max Studio di meja gua ini. Dan tadi juga gua udah sempat ngetes benchmark Ceb R23 untuk CPU multiore-nya. Di sini gua dapat di 27.600-an. Ini ngekor di belakangnya si AMD Ryzen Thread Riper 2990 WX yang 32 core prosesor. Sedangkan untuk CPU single core-nya dapat di 2.300-an. Intinya intinya intinya saja kalau kalian sadar video-video Itch live semenjak kita unboxing dan quick review si MacBook Pro yang M4 Max itu kita udah switch ke resolusi 4K. Kita shot juga udah pakai format 10 bit 422 dan sampai sejauh ini ya saya belum menemukan ujungnya gitu. Saya belum menemukan M4 Max ini di hadapan saya. Kayak enggak ada, enggak ada. Dia kayak, "Ya, Mas, selamat siang." Enggak ada struggle-nya gitu sedikitp. Sebagai perbandingan aja biasanya dulu kalau kita render video mungkin durasi 12 menit 1080p di M1 Pro, MacBook Pro yang dipakai Satria dulu itu kurang lebih sekitar eh 1314 menitan lah waktu rendernya. Sedangkan di MacBook Pro terbaru kita yang chipsetnya sama kayak Max Studio di sini yaitu M4 Max. 1 menit kurang kadang ya. So, itulah alasannya kenapa video review-nya MacBook Pro itu belum keluar juga sampai detik ini. Karena kita masih menyiksa si chipset M4 Max itu baik yang di MacBook Pro maupun yang di Max Studio gitu nantinya. Dan oh ya ada alasan lain juga kenapa selain gua naruh Max Studio di sebelah kanan sini karena di sebelah kirinya ini gua taruh semacam stand gitu untuk Santriia. Kalau emang dia pengen ngerjain di layar yang lebih besar, tinggal langsung tancepin aja USBC Thunderbolt 4 ke Apple Studio Display ini, gitu. Dan ya, selebihnya ornamen-ornamen kayak ini nih, Lego Back to the Future nih, buat rame-ramein doang. Terus gua taruh juga di sini. Di kolong sini gua taruh buat naruh iPad atau buat remote-remote segala macam. Terus di sini juga ada charging station-nya. Terus di sebelah kiri ini ada iPhone 2G gua yang ada tanda tangan Omnya dan ada foto saat iPhone 2G ini lagi ditandatanganin sama Om Tim gitu. Kalau misalnya ada yang nanya terus lu entar gimana Bang gamingnya? Kan enggak ada PC gaming lagi gitu. Sebenarnya gua enggak terlalu worry ya selain karena emang gua udah jarang banget gaming di PC gaming gua. Dan kalau kita lihat 2 3 tahun terakhir ini semenjak kemunculan handheld PC gaming kayak Steam Deck ROG Ali itu menurut gua udah jadi game changer lah. Apalagi buat orang kayak gua gini ngelihat umur juga ya udah kepala tiga, udah punya anak. Jadi bawaannya kalau main game itu penginnya selonjoran tengkurep gitu. Bahkan PS5 gua aja beberapa tahun terakhir ini tuh dia lagi cosplay jadi furnitur ruang keluarga gitu. Enggak gua main-mainin karena sekalinya gua pengen main mau tidur gitu capek. Jadi short story beberapa tahun terakhir PC gaming gua itu dijadiin full editing. So that's why di tahun ini gua full rebuild setup editingk live pakai Mac Studio ini combining dengan Apple Studio Display karena ya peruntukannya ya sudah buat productivity, sudah buat editing gitu ya. Walaupun bisa-bisa aja kalau mungkin ke depannya bakal gua tes main game juga gaming test di Max Studio ini. Dan mungkin kalau kalian beranggapan, "Bang, mendingan rakit PC, mendingan rakit rakit ke hulu, berenang ke tepian." Ya bebas, Guys, silakan aja. Karena seperti yang gua udah bilang tadi, sebelum ini gua pun juga nge-build PC rakitan gua sendiri, gitu. Dan setelah itu ada beberapa pertimbangan yang pada akhirnya gua mempensiunkan PC gua, laptop gaming gua dan sebagainya dan beralih full ke ekosistem Apple. So, segitu dulu aja untuk video kali ini. Terima kasih yang sudah nonton sampai detik ini dan gua pengin ucapkan terima kasih untuk kalian yang selama ini sudah support IT Live. Baik itu selalu nontonin, selalu komen, selalu like, ngobrol sama siapa Au di kolom komentar. Ya, intinya makasihlah udah nemenin perjalanan kita selama ini dan stay tune aja mungkin setelah ini kita akan bahas soal Mac Studio ini atau lebih deep kita bahas gaming di Apple Studio Display segala macam ya. Subscribe aja untuk yang belum biar kalian selalu up to date kalau kita rilis video terbaru. Like and share this video and I'll get you guys next video. Saya Indra. Until next time. Goodbye.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Rumor mengenai lonjakan harga ekstrem pada lini Reno terbaru sukses memicu perdebatan hangat di kalangan pencinta gawai. Pasalnya, seri yang biasanya menyasar kelas...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Pasar ponsel murah kembali diguncang oleh kehadiran perangkat sejutaan yang sekilas membawa visual mewah layaknya lini premium masa depan. Di balik desainnya yang...
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sederet perangkat antimainstream yang siap mengubah total kenyamanan setup harian Anda. Mulai dari inovasi TWS dengan konsep...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...

















