Jungkat

Bukan Buat Kaum Mendang-Mending! | ThinkPad X1 2-in-1 Gen 10 (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Buat kalian yang sibuk ngejar proyek rahasia tapi laptopnya lemot sampai gak berdaya, mending pakai laptop ini yang fiturnya bikin bisnis makin berjaya. Ya udah, daripada pusing mikirin bisnisnya, selamat menonton yang mikirin tunjangan hari raya. Hai Andika, guys di sini. Jadi kenalin ini adalah Lenovo Tingpad X1 2 inone generasi ke-10. Kalau saya bilang ting pad, kira-kira apa yang ada di benak kalian? Ungu [musik] bukan ya? Kalau itu kan tingkiy winky atau apa deh? Pentil ya. Pentil merah di tengah keyboard bisa itu juga signature-nya tingpad atau apalagi tahan banting bisa juga itu juga signature-nya tingpad ya. Pokoknya bukan yang tinky winky tadi. Pendapat orang beda-beda lah ya. Dan enggak ada yang salah pendapatnya kalau Lenov Foooting Pad itu memang laptop bisnis yang diajak cari cuan yang tahan banting. Kalau diibaratin mobil, laptop ini tuh kayak mobil bukan mobil spot yang kencang. Kayak mobil yang hitem, sedan, mewah, elegan. Larinya enggak kencang. Tapi kalau misalkan ada mobil itu orang-orang itu pada minggir. Walaupun enggak ada yang patwal ya. Contohnya kayak mobilnya mungkin mobilnya Pak Purbaya. Nah, itu orang-orang langsung minggir tuh yang pakai laptop ini tuh biasanya yang sekali kirim send email, wah itu bursa IHSG itu bisa langsung joget-joget sendiri tuh sepowerful itu orang yang biasanya pakai laptop ini. Masalahnya orang yang pakai laptop Thingpad ini biasanya mobilitasnya tinggi. Kalau misalkan pagi di Jakarta, sore tiba-tiba udah di Singapura. Nah, di sinilah tingpad X1 2 inone Gen 10 ini harus bisa masuk mengikuti ritme kehidupan dari orang yang mobilitasnya tinggi itu tadi. Dan apakah sanggup laptop ini untuk ngikuti ritme itu? Kita coba lihat dulu ya dari spesifikasinya. Otak dari laptop ini pakai prosesor Intel Core Ultra 5 prosesor 235. Prosesor yang memang difokus dirancang untuk mengejar performa tinggi karena kan akhirannya high ya high performance. Dan karena ini ultra series, laptop ini juga udah dibekali sama NPU yang ada di dalamnya. Jadi analoginya laptop ini udah kuat, kencang, pintar lagi. Terus untuk memori RAM, walaupun RAM itu sekarang lagi naik haji, naik daun karena mahal, tapi tingpad ini langsung ngasih kita 32 GB LP DDR5X yang sudah nempel di motherboard-nya. Ya, sayangnya ya, LP jadi enggak bisa di-upgrade lagi. Kalau mau upgrade bisa ya sekalian upgrade laptop ya. Terus kalau untuk storage-nya 1 TB SSD PCI Game 5 yang kecepatannya segini nih ya cukup okelah. Dan untuk performanya seperti biasa kita coba dulu di benchmark synthetic kali ya di R23 ini kita coba di mode plugin atau mode dicas itu single core-nya dia dapatnya di 1923 multicore-nya stabil di kisaran 11.000 1000 poin. [musik] Nah, enggak enaknya Intel Core Ultra H series nih kalau misalkan mode unplug atau mode baterai only ada penurunan performa sih walaupun enggak yang gimana-gimana dengan single core-nya itu turun di 1830. Tapi kalau kita lihat multiore-nya ya di running pertama sampai running kelima okelah turunnya dikit. Tapi di running ke-6 sampai running ke-10 entah kenapa turunnya itu langsung jadi di bawah 10.000 1000 poin. Ternyata kalau kita lihat di mode R23 tadi, TDP-nya itu di kisaran 30 watt dengan 85 derajat celcius. Sementara mode unplug awalnya itu bisa dijaga di 25 watt terus turun jadi 15 watt. Untuk suhunya kalau kita lihat juga diimbangi ya, pertama di 90 derajat Celcius terus turun di sekitaran 60 derajat Celcius. Kalau kita lihat di R23-nya tadi memang kayak ada entah itu throttle atau memang dijaga suhunya untuk di 15 wat kalau misalkan dia enggak tersambung dengan adapter. Jadi kita coba dulu di 3D Mark lah ya. Dan hasilnya kalau untuk Time Spyres test sayangnya dia enggak lolos ya dengan 62,2%. Tapi kalau untuk skor Time Spy ftck dan solar B-nya untuk GPU-nya kira-kira skornya dapat segini nih. Nah, sekarang kita coba dia gimana kalau laptop ini digunain untuk rendering Premiere Pro Xport 4K dengan template yang memang biasa kita pakai. Dia selesai dalam waktu 3 menit 6 detik aja. Full HD dia selesai cuma dalam waktu 1 menit 51 detik. Kalau misalkan digunain untuk rendering 3D bisa juga blender dengan template BMW. CPU rendernya 3 menit 50 detik. GPU rendernya lebih kencang lagi 1 menit 24 detik. Nah, kalau kita lihat di Premiier Pro Xort 4K tadi, TDP-nya memang awal-awal ngangkat sampai di 25an watt, terus turun lagi tuh jadi di kisaran 12 watt. Sunya pun pas Premiere Pro 4K ya kisarannya average di 75 derajat celcius lah. Yang bikin emis itu diblender sih, blender dengan CPU render pas kita coba tadi itu TDP-nya bisa tembus di 60 watt awalnya ngangkatnya terus dibanting lagi atau dijaga lah ya kata tepatnya di 25 watt. Terus kalau untuk temperaturnya juga tetap dijaga di 85 derajat Celcius. Jadi kalau kita lihat memang sepertinya [musik] di Lenovo footing pad ini TDP-nya itu dijaga di 25 watt biar suhunya itu di 85 derajat celcius. Yang akhirnya kalau dijaga seperti ini laptopnya dipakai itu enggak terlalu panas. Baterainya pun juga enggak terlalu boros. Karena sebenarnya orang yang pakai Tingpad itu enggak mungkin ngrender. Enggak mungkin punya aplikasi Adobe Premiere Pro atau After Effect. Enggak mungkin ya. Karena yang punya Tingpad itu biasanya bosnya. Paling aplikasi mentok-mentok apa sih? Office, Excel, Google Docs, kayak gitu-gitu. Dan kalau kita gunain dia untuk kegiatan Office aja ya 150 PPT export ke PDF 150 set itu selesai dalam waktu 7,59 detik aja. Excel randomis data yang laret 35,8 detik. Walaupun dia bukan segmentasinya untuk gammers, bukan laptop gaming juga, tapi enggak apa-apalah. Saya penasaran dengan performanya ini apakah benar-benar bisa dijaga tetap di 25 watt. Jadi kita tes gaming juga seperti biasa kita coba di Valoran dulu dengan resolusi full HD. Grafiknya low aja. Average FPS did dapat di 124, maksimumnya bisa tembus 232. Dota 2 average-nya di 60 fps, maksimumnya bisa tembus 109. CP 2077 average FPS di 32, maksimumnya bisa 51, tapi dropnya bisa di 13 fps. Nah, kalau kita lihat di beberapa game yang kita coba ya, entah itu Valoran, Dota 2 atau Cyberpunk, kalau kalian perhatikan di bagian TDP CPU-nya itu tetap mentoknya itu di 25 watt. Jadi kalau kita lihat memang TDP-nya, TDP-nya bisa sampai 60 watt tadi awal-awal, tapi sama Lenovo di tuningnya tetap harus di 25 watt untuk ngejaga temperaturnya di bawah 90 derajat celcius. Yang ini jelas ngaruh ke baterai sih. Tapi sebelum kita ngomongin baterai, kita coba lihat dulu untuk SU permukaannya dengan tuningan seperti ini seperti apa. SU tertingginya pas kita coba benchmark dan juga main game tadi. Tertinggi itu di 48,8 derajat Celcius. Tapi seperti biasa itu di area atas keyboard. Dan untuk tombol WASD-nya itu di 39 derajat Celcius, enggak ada 40 derajat Celcius. Jadi aman banget dipakai. Terus untuk baterainya pas kita tes di PC Mark 10 itu [musik] bisa tembus di 18 jam 43 menit. Ya, kayak giniilah ya. Walaupun dia memang prosesor seri H ultra karena dia ngejarnya kencang tapi harus awet baterainya karena ini Lenovo footing pad. Kalau misalkan leggency si memang harus gaspol rimblong tapi kalau ini harus ada di titik tengah. Harus kencang tapi tetap efisien. Makanya baterai bisa tembus di 18 jam 43 menit. Tapi buat orang yang beli Lenov footing pad ini, performa yang kencang, baterai yang awet sebenarnya enggak cukup. Ada satu hal lagi yang juga penting, yaitu keamanan. Karena bayangin aja kalau misalkan data penting kita itu nyebar ke grup WA, RT atau RW. Apalagi di dalamnya itu banyak ibu-ibu. Wah, rahasianya pasti udah ke mana-mana. Nah, di Linofood Tingpad X1 ini ada fitur yang bisa bikin para bos dan juga teknisi IT di kantor kita itu tenang ya. Karena dia ada yang namanya Intel VPR. Ini adalah sistem keamanan tingkat dewa yang ditanam langsung di level hardware-nya. Jadi bukan cuma sekedar software aja. dia punya proteksi yang bisa deteksi ancaman malware bahkan sebelum kalian sadar lagi kena virus. Ditambah lagi ada fitur ekosistem ting shield yang ini udah terkenal banget lah ya tingield ini mulai dari fingerprint sampai tingpad privacy buat nutup kamera biar privacy kalian enggak bisa diintip siapapun dan data fingerprint-nya itu juga terenkripsi pakai TPM 2.0. Jadi kalau soal keamanan sih ting salah satu yang paling the best. Dari spek sih kayak pebisnis banget ya. Tapi gimana kalau dari segi desain karena ini ting pad yang udah berkembang dengan zaman sih. First impresi saya megang laptop ini benaran solid. Walaupun bahannya dari material daur ulang, material aluminiumnya benar-benar kerasa kokoh. Ini karena laptop ini udah melewati uji standar militer ya dengan STD 810H seperti biasa. Dan ini penting karena laptop 2 inone itu biasanya ringkih ya. Coba kita buka. Apakah dia bisa dibuka dengan satu tangan? Bisa. Dan karena dia two inone, weh, angselnya ini kerasa solid dan kokoh. Enggak ada suara kayak suara ekonomis, suara spek duva gitu. Enggak ada. Terus untuk urusan port di sebelah kiri kita dikasih dua port Thunderbolt 4 yang udah multifunction. Mau dibuat colok monitor, transfer data kencang, atau cuman buat ngecas semuanya udah aman. Ada juga USBA kalau masih butuh buat colok dongle. Kalau masih kurang, di kanan masih ada USBA yang ditemeni sama HDMI, jack audio, cancing, Ton lock, dan tombol power yang ditaruh di samping. Sekarang kita bahas area kerja utamanya. Input device, keyboard. Wah, kalau kita ngomongin keyboard itu keyboard-nya Lenovo itu emang Yamaha suruh tutup dulu aja deh. Karena keyboard-nya Lenovo itu semakin di depan. Fel ngetiknya itu masih jadi standar emas buat saya. Ttile, empuk, dan udah spill resistance. Jadi enggak perlu panik kalau kopi tumpah dikit pas lagi serius mikir strategi bisnis. Terus si pentil merahnya ini atau bahasa Indonesianya itu tadi kan bahasa Jawa ya, pentil merah ya. Kalau bahasa Indonesianya itu TRK pointnya yang legendaris ini juga masih ada. Dan di seri Aura ini dia makin sakti karena kalau kita double tap dia bakal ngebuka quick menu buat setting meeting instan. Di deretan keyboard ini juga sudah tertanam sensor fingerprint yang responsif banget buat login secepat kilat. Posisi touchpad-nya pas banget di tengah dengan ukuran yang sekarang lebih luas pakai material gelas yang kerasa licin dan enak banget buat navigasi. Terakhir mungkin bagian webcam ya. Kamera laptop ini udah punya resolusi full HD ditambah dengan IR kamera yang berarti laptop ini udah support Windows buat aksen login pakai Face ID. Dan yang parno soal privacy sih tenang ada tingpad privacy shutter geser dikit kamera langsung ketutup secara fisik aman dari intipan siapapun termasuk pemerin pemerindak dan kira-kira seperti ini sih ya settingannya dan karena dia adapu seperti biasa ada Windows studio effect. Jadi kalau misalkan background-nya itu mau diblurin kira-kira seperti ini. Terus automatic framing eye contact ada juga cuman se ya okelah untuk webcam-nya. Tapi saran saya kalau misalkan kalian jadi pembicara tetaplah webcam eksternal yang kualitasnya lebih oke [musik] mungkin harus invest lagi ya. Karena laptop ini sama kayak kopi Sasetan. Tahu kan ya kopi Sasetan yang two inone yang gula sama kopinya misah tuh. Nah laptop ini tapi enggak semurah kopi saset sih ya. Karena untuk layarnya dia panelnya aja pakai OLED dengan resolusi 2,8K resunya 16 bing 10 yang enak banget dibuat multitasking. Ditambah pas mode tablet ada pennya yang magnetik di sini bisa disimpan di sini. Wuh, cakep banget. Jadi, misalkan kalian butuh tanda tangan kontrak, tinggal sesek sekaruh lagi. Tanda tangan invoice esek esek esek taruh lagi. Wih, enak banget sih ya. Hah, emang enak banget ya kalau udah jadi CEO gitu ya. Soal kualitas Lenovo layarnya sendiri dia klaim kalau dia layarnya udah punya 100% DC IP3 plus udah punya sertifikasi dari Dolby Vision. Jadi kualitas warnanya kalau kita lihat sih terasa akurat dan lebih hidup. Terus yang saya suka lagi karena dia touch screen refresh-nya [musik] dikasih 120 Hz. Jadi kalau pas kita scrollsroll F-nya karena saya terbiasa pakai HP yang 120 Hz juga ya. Jadi kalau laptopnya 60 Hz itu kayak aneh. 120 Hz di laptop Tou screen Lenovo footing pad baguslah. Nah, tadi kan saya sempat mention Dolby Vision ya. Nah, selain Dolby Vision, buat kalian yang suka entertainment, suka nonton Netflix, suka nonton konten yang Dolby Dolby, nah dia juga udah support sama Dolby Atmos. Jadi, pengalaman nonton itu kayak ala-ala di bioskop Mini lah. Setelah kita dimanjakan dengan spesifikasi yang high end banget, kita juga dimanjakan dengan fitur-fitur pendukung lain yang memang dibuat sama Lenovo buat memudahkan para usernya. Apalagi mungkin buat kalian yang tanya-tanya kenapa laptop ini labelnya itu Aura Edition? Jawabannya bukan karena dia bisa ngeluarin cahaya warna-warni ya, tapi karena di dalamnya ada Aura Experience, sebuah ekosistem hasil kolaborasi mendalam Lenovo sama Intel buat bikin laptop yang benar-benar ngertiin penggunanya. Ini bukan cuma sekedar Lenovo vintage ganti baju sih, tapi ini benar-benar fitur untuk decision maker tadi. Fitur jagoan pertama ada yang namanya smart modood yang intinya ini adalah kumpulan profile cerdas yang bakal otomatis menyesuaikan sama kondisi kerja kita saat itu. Buat para decision maker yang sering buka dokumen sensitif di tempat umum kayak cafe atau launch bandara, ada fitur shield yang bakal jadi penyelamat privasi kalian. Begitu sensor laptop nangkap ada mata-mata atau orang asing yang ngintip layar dari belakang, layarnya bakal otomatis ngeblur seketika. Privacy aman [musik] 100%. Terus buat kalian yang hobi kerja rodi sampai lupa waktu, ada fitur attention yang bakal dengan sopan ngingetin kalian buat istirahat atau sekedar ngebenerin postur duduk biar enggak bungkuk. Dan pas jadwal meeting tiba, fitur collaboration bakal langsung beraksi buat optimasi kamera dan mix secara otomatis. Jadi kalian enggak perlu ribet setting sana sini lagi biar kelihatan profesional di depan klien. Enggak cuma itu, masih ada fitur lagi yang menurut saya kerasa kayak magic. Namanya Smart Share. Jadi bayangin kalian habis foto dokumen atau bti transaksi di HP dan pengen langsung masukin ke laptop. Enggak perlu ribet kirim lewat email atau cloud berkat Intel Unison. Jadi kalian tinggal tap atau dekatin HP ke sisi layar laptop dan fotonya langsung pindah secara instan. Satset banget. Nah, buat urusan navigasi si pentil merah atau trackp kebanggaanpad ini juga dapat upgrade fungsi. Kalau kalian double tap track point-nya bakal muncul quick menu instan buat atur mikrofon, kamera sampai noise cancellation pas lagi meeting. Jadi enggak ada lagi drama paniknya di tombol mute pas tiba-tiba ditanya bos di Zoom. Intinya orang yang udah beli laptop ini biasanya memang ya kelasnya udah ke atas, value-nya udah di atas, dan posisinya pun juga udah di atas. Yang mereka udah sibuk mikirin kerjaannya, jadi mereka enggak mau sibuk mikirin laptopnya ini gimana. Nah, ada fitur juga yang namanya itu smart care yang bisa ngasih akses prioritas ke dukungan ahli secara real time. Jadi intinya sih si Lenovo ThinkPad Aura Edition ini sih lebih ke efisien waktu ya. Dia benar-benar pengin nge-treat penggunanya [musik] itu tenang gitu pikirannya biar dia fokus ke kerjaannya, laptopnya biar Lenovo yang handle. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Lenovo Tingpad X1 2 inone generasi ke-10 kali ini. Dan kesimpulannya harganya dulu kaliah ya. harganya itu di Rp40 juta mungkin kalau buat kaum-mending terdengar mahal Rp40 juta, tapi buat yang memang bisnis owner, decision maker, yang mereka itu benar-benar butuh privacy, butuh keamanan, butuh keringanan, butuh ketenangan, ya laptop ini memang buat mereka ya. Bukan untuk semua orang memang memang untuk decision maker dan bisnis owner aja menurut saya kayak gitu ya. Karena R0 juta itu bukan harga yang murah. Tapi kalau misalkan punya tanggung jawab gede R juta, itu harusnya sih enggak jadi masalah lah ya, karena ini termasuk investasi untuk alat tempur ke depannya. Tapi tetap ada hal yang perlu diperhatikan. Mungkin ada beberapa CEO yang tipikalnya itu kerja mulu, tapi ada yang tipikalnya itu kerja kalau bosen main game. Nah, ini kalau misalkan ada CEO yang kayak gitu kerja terus main game ya harus diperhatikan di bagian FPS-nya tadi ya. Karena ini bukan laptop gaming, jadi FPS-nya enggak kerasa kayak laptop legend. Fungsi utamanya memang buat nyetak duit, bukan buat push rank seharian. Selain itu, karena form vaktornya 2 inone, bobotnya sedikit lebih berisi dibanding versi carbon. Dan mungkin kalian butuh penyesuaian lah sekitar 1 minggu dengan aura ekosistemnya tadi biar semua fiturnya itu kepakai semua. Karena sayang banget kalau misalkan enggak kepakai. Overall kalau kalian memang ada di posisi seatas itu yang fokusnya itu kek kerjaan, kalian enggak peduli tentang laptopnya biar di-handle sama Lenovo-nya ya. Perpaduan antara Intel Call Ultra, keamanan Intel VP Pro, dan layanan Premier Support Plus selama 3 tahun udah jadi paket lengkap lah ya. yang enggak ada lawan sampai saat ini buat ketenangan pikiran. Kalau kalian mau jemput aura kesuksesan ini bisa langsung aja ke official Lenovo Store bisa online atau offline. W gila kata-kata saya jemput aura kesuksesan. Cukup segitu aja ya.

Lihat di YouTube