Jungkat

BUKAN Buat Kaum Mendang-Mending !! (YouTube Video)

  • 26/01/2026

TWS R juta, rasa R juta. Punya fitur high rest dan ANC yang bikin kita kehabisan kosakata. Desain memang enggak begitu indah di mata, tapi kualitasnya beneran kayak TWS flagship R juta. Ya udah enggak usah menderita. Selamat menonton yang uangnya masih di PT Was kita. Waduh, kasihan sih sebenarnya segera dibayar lah. Hai Andika, guys di sini kenalin ini adalah Edifier Neo Budge Pro satu kata sih buat TWS ini. Gokil. Karena harganya itu enggak begitu mahal kalau dibandingin flagship-fagship yang kualitasnya sama. Contoh ada Busi White Comfort itu harganya R jutaan yang punya ANC dengan klaim yang sama di 50 dB dengan Edifier ini. Ada Sen heiser momentum wireless yang dipuja-puja karena sound staging-nya. Edifier masuk ke sini dengan digital crossovernya. Jadi suara itu separasinya juga jelas. Ada sang juara Sony yang memang NC-nya juara dan lebih smart. Tapi Eddie Fire ngelawan dengan hybrid driver yang secara teori ya, punya trible yang lebih bening dibanding Sony. Tapi namanya barang murah pasti ada aja komprominya. Apa aja itu? Yuk kita bahas. Kita mulai dari yang ringan-ringan dulu. Kita mulai dari experience unboxing-nya dulu. Unboxing experience-nya justru kayak turun kelas ya dibandingkan generasi pertama ataupun generasi kedua. Paling cakep itu di keluaran pertama. Boknya itu niat ada busa-busa. E tips-nya juga colorful. Kayak mereka pengen bilang edifier nih bos. Bukan kaleng-kaleng. Mungkin waktu gen pertama itu mereka kayak cari nama dulu ya. Masuk ke generasi kedua ya masih okelah masih ada rasa produk premiumnya. Tapi di Gen 3 ini kayaknya mereka strateginya berbeda. Jadi boknya itu efisiensi dulu sama kayak pemerintah, efisiensi anggaran. Tapi bedanya kalau pemerintah itu efisiensi anggaran jadi kualitas kebijakannya itu juga berkurang. Kalau edifier enggak. Boknya terfisiensi tapi kualitasnya dimajuin atau diunggulin. Tapi setidaknya kelengkapan penting masih ada kok kayak ear tips ada. Ukurannya juga banyak potch juga masih dapat. Sisanya ada kabel type C yang pendek banget. sama manual book yang tulisannya kecil. Saya pribadi sih enggak masalah ya. Boksnya biasa asalkan produknya bagus. Buat desain Edifier masih setia sama desain ala-ala mobil sport atau cangkang kepiting ini. Kalau kalian bandingin sama Sony XM5 yang elegan atau AirPods yang minimalis, Edifier ini emang agak effort ya desainnya ya. Terus build quality-nya juga masih kerasa plastiki, agak bulky di kantong. Dan jujur angelnya feel-nya itu enggak kerasa kayak sesolid TWS yang harganya R jutaan. kayak filmnya itu plastik banget gitu. Tapi tunggu dulu. Kalau kata peribahasa itu don't judge the TWS from its case. Jadi jangan judge TWS itu dari case-nya. Karena untuk earbud-nya ini beda banget. Materialnya itu lebih kerasa premium ketimbang case-nya. Dan yang paling penting dia itu sekarang pakai press sensor bukan touch sensor. Wah, ini kalau buat saya pribadi sih kepakai banget ya. Karena saya itu sering banget meeting, tiba-tiba saya itu sebenarnya cuman pengin membenarkan posisi TWS gini terus ketouch dia meeting-nya mati. Jadi seolah-olah kan saya keluar dari meeting-nya gitu ya, Wout gitu kalau rapat DPR. Padahal saya enggak out ya, sebenarnya kepencet aja cuman kalau presensor ini dia harus dicubit di bagian cangkangnya ini. Jadi ya chance untuk saya kepencet ketika meeting itu lebih minimal lah sekarang. Terus buat case-nya ini diklaim baterainya ada di 36 jam kalau misalkan ANC-nya off dan 24 jam ketika ANC-nya on. Tapi itu hitungannya plus sama case ya. Dan jujur ini pas kita cobain sampai sekarang ya ya karena kan kita nyobanya enggak langsung playback musik langsung gitu ya. Udah selesai ya kita masukin ini sekitar 4 hari ini kita belum ngecas dengan rata-rata pemakaian kita paling sehari itu 3 sampai 4 jam. Oke, sekarang kita masuk ke bagian jualan utamanya. Sound quality-nya. Kelihatan banget sih si Edfire ini ngetuning New Bad Pro 3 ini ke arah bright. Jadi, fokusnya itu lebih ke detail. Bassnya kerasa trible-nya menyala tapi mid-nya agak kempes dikit. Bahasa keren kalau untuk audio file-nya itu dia itu pakai Vsape atau U shapes. Jadi suaranya itu kayak yang di bagian trible itu agak kempes. Vokalnya itu cenderung agak ke belakang tapi bukan yang tipis banget gitu suaranya. Cuman kenapa tadi di intro bahkan di judul saya bilang ini adalah TWS R juta rasa R juta karena dia punya driver yang unik namanya hybrid driver. Dia pakai 10 mm dynamic driver yang fungsinya ada yang bagian untuk ngurusin bass atau jedak-jeduk dan noess balancer armatur namanya. Ini buat ngurusin detail suara yang tinggi banget. Plus lagi namanya digital crossover. Jadi suara itu sebelum masuk ke telinga kita diprosessing dulu secara digital sama drivernya. Jadi suara itu enggak tumpang tindih. Dengerin lagu Viva Laavidanya Cold Play contohnya ya di sini. Wuh mantap banget sih kayak dengerin orkestra gitu. Jadi suara drumnya kalau pas saya merem itu saya bisa kayak membayangkan suara drumnya itu ada di mana, gitarisnya ada di mana, pianonya ada di mana, enggak tumpang tindih. Jadi ibaratnya itu kayak nonton konser sound staging-nya jadi luas. Coba deh kalian kalau misalkan mungkin di toko offline-nya Edfire kalian cobain dulu terus kalian merem Viva Lavida kalian putar tuh enak banget rasanya. Kodeknya juga lengkap ada LHDC 5.0 yang support sampai bit rate di 192 kHz. LDAC juga ada ya kayak TWSTWS flagship harga R jutaan lah. Tapi karena ini karakternya Vip atau USIP jadi kalau misalkan kalian dengerin karakter-karakter vokalis yang dia punya frekuensi l contohnya kayak ya siapa ya frekuensi lu ya kayak Aril Noa yang Lolo gitu kecuali lu Cinta Luna ya. Lu Cinta Luna itu kan cowok tapi frekuensinya tinggi ya. Suara cowok itu bakalan agak agak agak agak kelelep gitu loh suaranya. Gimana? agak-agak kelelep kayak snorkling kan kayak ya suaranya kayak kurang keluar enak gitu. Tapi ini normal sih ya memang rata-rata driver yang punya karakter Vship punya karakter yang mirip-mirip seperti ini. Tapi untuk suara cewek yang lebih pakai upper mid ini lebih clean dan jernih termasuk detail-detail gitar, melodi, pokoknya yang karakter-karakter suara tinggi itu enak didengar. Pindah ke tribble-nya. Ini bikin hal yang bikin saya lebih jatuh cinta lagi sih sama TWS ini. Selain bassnya deep dan rapi tadi, di satu sisi dapat detail yang gila dan ambience-nya ini megah banget. Di sisi lain untuk beberapa genre musik yang banyak ngeses-ngeses kayak gimbal ces ces. Contohnya suara-suara lagu-lagu metal gitu ya, itu memang kayak agak tajam di telinga ya. Kalau misalkan dengarnya satu atau dua lagu okelah. Tapi kalau satu album kayaknya telinga bakalan sakit juga. Nah, kalau kita lihat frekuensi capter di squcklink-nya punya Mas Fernanda Gusnan ya, kalian tahulah ya. Beliau itu memang bidangnya pertws-an, bidangnya audio, audio file yang memang sudah diakui lah. Big problemnya memang ada di frekuensi high-nya yang bikin karakter suaranya itu agak tajam. Sebenarnya ada dua cara untuk menanggulangi itu. Pertama, saat dengerin musik jangan pakai volume terlalu gede karena makin gede makin nyolot s suara tribleya-nya ini. Yang kedua, bisa pakai tuning equalizer manual pakai software Edifier Connex. Jadi kita bisa naik turunin parameter equalizernya sesuai dengan kemauan kita. Secara UI si Edifire Connect ini user friendly banget. Bahkan terlalu simpel sih menurut saya. Contoh nih sekalian lanjut ke pembahasan equalizer ya. Kalian bisa masuk ke tab sound effect. Kalau kalian kurang cocok dengan preset bawaannya Edifier. Kalian bisa ganti dengan preset yang sudah disediakan. Kalau enggak ada yang cocok kalian bisa pakai menu customize. Nah, problem terlalu simpelnya di sini. Pengaturan EQ-nya cuma dibagi jadi empat titik frekuensi aja. Beda dengan beberapa merek yang sudah pernah kita review. Contohnya Son Core Liberty 5 itu kasih stuningan sampai 8 titik EQ. Jadi bisa lebih presisi, lebih halus, dan lebih fine tuning lah. Ini yang bikin tuningnya agak tricky. Bukan berarti custom tuningnya enggak enak ya. Cuman ya kurang fleksibel aja jatuhnya. Nah, problem kita selanjutnya kalau misalkan kita dengerin lagu metal yang banyak ences-encesnya tadi frekuensi high. Setelah saya otak-atik yang sesuai dengan telinga saya biar gak terlalu sakit ya kira-kira custom equalizer-nya editor tolong ditampilin di sini ya. Ini saran custom equalizer yang menurut saya enak aja sih tribel-nya ya. Masukan buat edifier mungkin custom equalizer-nya bisa diperluas lagi ya bisa sampai 12 debel gitulah. Karena kalau misalkan kita buat gainnya itu turun di 1 dbel kayak agak kurang. Terus kalau misalkan kita turunin di 2 dbel kebanyakan ya. Semoga ini masalah software dan bisa via update firmware aja. Sekarang kita masuk ke fitur AC atau active noise cancellation-nya yang diklaim bisa sampai 50 dbel. Yang pertama ada adaptive noise cancellation. Ini mode auto printer. Tw-nya bisa ngukur kondisi sekitar. Terus ANC-nya bakal sesuaiin sendiri. Misalkan kita pindah dari kamar yang super tenang terus ke tempat kafe yang rame, dia bakal auto adjust. Cuman kalau misalkan tempatnya itu terlalu ramai, kadang kedapnya itu kayak bikin pusing gitu ya kalau enggak terbiasa. Mungkin kalian juga pernah ngalamin ya ketika di pesawat kalian coba aktifin auto active noise cancellation terus dia jadi kedap banget dan rasanya kayak kuping kita ditekan gitu ya memang bagus tapi kalau belum terbiasa jadi agak pusing. Terus ada ANC setting high dan medium. Ini basic kalau mau setting manual. Kalau saya sih mending pakai mode adaptifnya aja enggak repot gonta ganti lagi. Terus selain ANC dia juga ada ambiience mode. Kalau di brand lain namanya biasanya transparent modood, environmental mode. Ya, namanya mirip-mirip kayak gitulah. fungsinya sama. Dia ada tiga pilihan. Yang pertama voice enhancements. Ini fokusnya bikin suara manusia itu lebih jelas. Terus pilihan kedua ada balance. Ini versi yang paling netral. Suara luar masuk tapi enggak dibost yang lebai. Nah, pilihan ketiga ada background sound. Ini lebih cocok kalau misalkan kalian gunain untuk running atau jogging karena suara environment itu masuk semua. Jadi kalau misalkan kalian dibell sama truk kalian masih bisa dengar ya. Enggak ketabrak. Sisanya sih ada wine reduction yang sesuai namanya untuk mengurangi suara angin yang masuk ke telinga saat kita lagi motoran atau jalan-jalan di pinggir pantai. Selain itu juga ada fitur-fitur gimik lain kayak sound mode ya. Ini kalau kalian masih tanya sih kebangetan ya. Sound mode itu intinya buat dengerin musik lah. Terus ada game mode juga. Secara otomatis edifier bakalan naikin detail dan juga mengurangi latency. Terus ada spasial audio. Wah banyak banget fiturnya ya. Dan fix kalian harus cobain spesial audio ini sih. Karena dipakai nonton movie yang punya efek suara megah bakal ketangkap semua di mode ini. Kayak ibaratnya kita masuk gitu ke dalam filmnya. Cobain aja deh. Enak banget. Sisanya gimik tapi asik kayak LED pada dockingnya juga kalian bisa ganti di software di Fire Connect-nya. Ini enggak cuma warna biru ya gimik sih. Tapi ya okelah ya. Karena enggak semua orang suka warna biru karena enggak semua orang itu dari Partai Demokrat. Untuk mikrofon dia diklaim ada empat mic. Jadi dua mic itu fungsinya untuk menangkap suara kita dan dua mic lainnya itu untuk fitur AC-nya. Nah, kira-kira seperti ini kualitas mikrofonnya. Gimana menurut kalian? Apakah enak? Kalian bisa tulis di kolom komentar ya. Saya mau nyari keyboard. Enggak ada ya? Karena kalau ada keyboard enak nih saya bisa kayak ngeram. Ada keyboard enggak? Coba. Nah, bentar deh sekalian. Mumpung enggak ada keyboard. Nah, ini misalkan saya lagi meeting online terus pakai keyboard. Kira-kira kalian bisa dengar suara keyboard saya ini atau enggak? Kalau enggak berarti memang NC-nya AC-nya bugs. Untuk fitur lain konektivitasnya Bluetooth-nya memang bukan Bluetooth yang versi terbaru ya. Karena sekarang udah ada Bluetooth versi 6, tapi juga enggak banyak HP yang pakai Bluetooth versi 6. Kebanyakan HP flagship ini bluetooth-nya pakai Bluetooth 5.4 masih ok lah. Terus untuk ketahanannya TWS ini udah dibekali sama IP rating 54. Jadi lumayan aman kalau kena debu atau percikan air. Masih amanlah. Ingat tapi ya percikan air. Jadi jangan dicilupin ke akuarium. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Edifier Neo Buds 3 Pro kali ini. Harganya enggak sampai Rp2 juta sih sebenarnya di Rp1,8 juta. Link pembeliannya kalian bisa cek di pojok kiri atau di deskripsi. Dan kesimpulannya seperti yang saya bilang di intro tadi, gokil. Walaupun secara unboxing experience-nya downgrade kayak pemerintah lagi ngurangi anggaran, tapi fokus utamanya tetap di sound quality. Untuk karakter suaranya cenderung tenang, detail, bassnya enak, deep-nya tetap rapi. Jadi lagu-lagu pop, IDM, hiphop itu gampang bikin nagih di TWS ini. Sementara vokalnya masih bisa kedengar tanpa kayak tumpang tindih. Fitur lain, TWS ini juga enggak jualan sound doang, tapi ada ANC di kelas flagship, ada game mode, terus juga bisa custom equalizer juga. Mic-nya juga lumayan lah untuk harga under R juta. Nah, kalau di brand lain kompetitornya di kelas harga segini ada Sony Liberty 4 Pro atau Sony Liberty 5. Paling itu sih ya head to head-nya. Tapi kalau misalkan head to head-nya sama TWSTWS yang flagship yang punya fitur yang hampir mirip makanya judulnya R juta rasa R juta ya. Ada Sen Haiser momentum true wireless, ada Bose quite comfort. Kalau Sony sih beda ya. Sony itu memang kayak enak banget sih kalau Sony ya. Tapi overall dengan harga 1,8 juta kalian bisa dapat sound quality dan juga fitur yang biasanya ada di TWS mahal R juta. Walaupun memang ada beberapa yang dikompromi ya, kayak cas-nya ini masih plastik, experience unboxing-nya kurang nyaman, plus dia belum ada wireless charging-nya. Tapi kalau soal sound quality boleh diadu lah ya. Say kudi and see you on the next video.

Lihat di YouTube