Bukan Cuma Mobil Listrik! XPENG Juga Bikin Flying Car dan Robot Humanoid (YouTube Video)
Hah? Mobil ini bisa nyetir sendiri. Lihat nih, tangan saya lepas dari nyetir dan mobilnya tetap jalan sendiri. Bisa belok, kasih sein, baca rambu, bahkan masuk gang kecil tanpa bantuan saya sama sekali. Ini namanya VLE 2.0 dan saya baru aja nyobain langsung di jalanan asli di Guang Chow China. Jadi saya baru aja kembali dari sana diundang langsung oleh Xpeng untuk mengunjungi headquarter mereka selama 4 hari. Selama di sana saya dapat akses ke Aich Flying Car Exhibition Factory Tour langsung ke pabrik mereka. Ada sesi tanya jawab sama vice presidennya Xeng, showroom line up produk terbaru dan tentu saja test drive teknologi autonomous driving mereka. Tapi ada yang bikin saya genuinely bingung. Xpeng ini sebenarnya perusahaan apa sih? Karena ternyata yang saya temuin di sana bukan cuma mobil listrik. Ada flying car yang mau diproduksi massal. Ada robot humanoid yang bisa jalan sendiri dan mobil yang bisa nyetir tanpa pengemudi. Jadi ini perusahaan EV, perusahaan AI atau sesuatu yang emang belum ada namanya nih. XP berdiri di Guangcho tahun 2014 didirikan oleh Hesopeng yang sebelumnya merupakan VIP di Alibaba. Jadi dari awal perusahaan ini memang bukan otomotif tradisional tapi lebih kayak tech company yang masuk industri mobil gitu ya. Sekarang mereka punya lebih dari 28.000 karyawan di seluruh dunia. Hadir di 60 negara dan di tahun 2025 kemarin berhasil menjual lebih dari 429.000 kendaraan. Dan yang relevan buat kita, Xpeng juga sudah masuk Indonesia nih dengan produksi lokal yang sudah dimulai di sini. Tapi angka-angka itu cuma permukaan aja lah. Jadi langsung aja kita masuk ke bagian yang paling menarik. Sebelum masuk ke perkenalan produk yang ada di HQ, kita lihat dulu teknologi yang menurut saya cukup menarik nih untuk diikutin perkembangannya. Ini tentang VL 2.0, teknologi autonomous driving terbaru Xeng dan saya berkesempatan untuk mencoba langsung pakai Xpeng P7 di Jalanan Guangcho. Di sesi workshop bersama Vice President dan tim autonomous driving mereka, ada dua hal yang paling banyak dibahas. Yang pertama Touring AI chip, chip AI yang expong develop sendiri untuk kendaraan mereka. Spesifikasinya 40 core prosesor bisa handle AI model sampai 30 miliar parameter. Untuk kontekst, laptop kelas atas rata-rata punya computing power sekitar 100 sampai 200 tops. Chip touring ini punya 750 tops per chip. Nah, ini gede banget ya. Jadi, sebagai contoh Xpeng P7 pakai tiga touring chip. Jadi, total bisa sampai 2.250 tops nih. Gila banget ya. Selain itu, chip ini dilengkapi dual independent image signal processor. Klaimnya sih kamera bisa tetap lihat dengan jelas bahkan di kondisi gelap, hujan, atau cahaya silau ekstrem. Tapi kita sebagai pengemudi tetap harus hati-hati ya. Yang kedua VLA 2.0. VLA singkatannya Vision Language action. Ini teknologi AI di balik sistem autonomous driving mereka. Nah, di VLA 2.0 ini reflex systemnya upgrade dari versi pertamanya. Lebih cepat respon, lebih smooth dalam mengambil keputusan, dan lebih mampu handle situasi yang tidak terduga di jalan. Nah, di Indonesia kan sering tuh situasi kayak gitu dan surprisingly di China enggak jauh beda kok. Untuk test drive-nya saya pakai XP7 Sidan Sport Flagship yang sudah dapat OTA update VLA 2.0 di sini sesi test drive-nya 90 menit per orang langsung di jalanan Asli Guang Chou. Pertama-tama sebelum masuk ke bagian test drive yang asyik dulu nih dari mobilnya ya. Saat saya pertama kali masuk, mobil ini bisa secara otomatis nyetel kursi dan tinggi setirnya. Menarik juga ya ini ya. Lanjut ke bagian autonomous driving-nya. Cara ngaktifin NGP-nya juga gampang nih. Ini nama fitur yang ditenagai VLA 2.0 tadi ya. Tinggal pencet tombol yang satu ini dan kita sudah bisa enjoy autonomous driving-nya. Ada juga tanda untuk ngasih info ke mobil belakang kalau NGP kita lagi aktif nih. Bisa dilihat dari lampu biru yang nyala ini. Yang pertama saya rasakan adalah mobilnya langsung bisa baca situasi sekitar secara real time. Di head unit kelihatan juga nih semua objek yang terdeteksi. Ada kendaraan lain, ada pejalan kaki, rambu, bahkan countdown lampu merah. Ada beberapa momen juga yang genuinely bikin saya impress. Dia bisa baca ada halangan apa di depan dengan refleks yang cukup cepat ya. Contohnya saat ada mobil di depan yang ngasih se kanan mau parkir gitu, mobil ini udah tahu dan otomatis ngasih lampu sen kiri dan belok sendiri tanpa saya perlu pegang setirnya. Enggak cuma itu, dia juga bisa masuk ganggang kecil tanpa ada masalah. Baca rambu batas kecepatan dan langsung menyesuaikannya sendiri di layarnya. Dan yang paling surprising, di jalan yang tanpa markas sama sekalipun, sistemnya tetap bisa berjalan tanpa ada masalah. Tapi sekali lagi, kita sebagai pengemudi masih tetap harus hati-hati ya. Semua ini andalannya di kamera. VLE 2.0 didesain memproses visual secara langsung. Mirip cara mata manusia membaca jalan. Nah, pertanyaannya apakah ini fully autonomous? Nah, jawabannya belum ya. Pengemudi tetap harus siap ambil alih saat dibutuhkan. Makanya tangan saya masih tetap berada di dekat setir terus nih. Karena kalau setir terlalu lama tidak dipegang langsung muncul peringatannya. Untuk level autonomous driving yang sekarang ini udah cukup impresif sih ya. Dan yang menarik buat kita nih orang-orang di Indonesia. Nah, ini dia nih model baru Xpeng yang masuk ke Pasar ASEAN akan langsung dilengkapi kemampuan VLA 2.0. Nah, tapi mereka juga tetap harus nunggu regulasi lokal dulu ya di negara kita. Kalau misalnya udah approve baru fiturnya langsung aktif via OTA update. Jadi kita berdoa aja semoga regulasi pemerintah cepat ya. Nah, selain test drive saya juga sempat masuk ke showroom Xpeng dan lihat langsung line up produk terbaru mereka. Pertama ada G6 SUV bestseller mereka dan ada resmi di Indonesia ya. Lalu ada G9 edisi 2026. Lalu ada G7 SUV terbaru dari lineup mereka. Lalu yang terbaru nih ada GX crossover terbaru dari mereka. Lalu ada X9 MPV Luxury Flagship. Ini yang ada di Indonesia juga ya. Menarik nih. Lalu ada Mona M03 entry level paling terjangkaunya dari Xpeng. Selanjutnya ada P7 Plus sedan Sport dengan fitur AI yang paling lengkap. Dan yang paling terakhir nih ada The Next P7. Ini adalah generasi terbarunya dari si P7. Lanjut di area HQ kami juga ketemu Iron nih namanya. Jujur ini teknologi yang keren sih, cuma agak seram ya sebenarnya gerakannya tuh udah halus banget dan posturnya udah terlalu natural lah. Ini adalah robot humanoid dari Xeng yang sempat jadi perbincangan karena banyak orang mengira di dalamnya itu ada manusia yang gerakin nih saking smooth-nya gitu ya. Dan untuk buktiin itu mereka berani ngebuka langsung kulit luarnya dan yap di dalamnya ternyata benar-benar robot bukan orang yang gerakin itu. Saking smooth-nya robot ya orang-orang sampai enggak percaya tuh. Iron ini humanoid robot buatan Xpeng. Tinggi 173 cm, berat 65 kg dan punya 82 ultra high degrees of freedom di seluruh tubuhnya. Spesifik banget ya speknya ya. Yang bikin ini unik, AI yang jalan di iron ini adalah AI yang sama persis dengan yang ada di mobilnya. Yang Touring AI tadi itu ya. Jadi mereka develop satu AI tapi bisa diaplikasikan ke platform yang berbeda-beda. Dan dari k mereka saat workshop ya sekitar 70% core tcheknologi Xeng mulai dari algoritma AI, sistem tenaga sampai arsitektur AI dasarnya itu sama dan dipakai bareng antara mobil flying car dan robot mereka. Jadi R&D yang mereka investasikan ke satu produk berdampak ke produk lainnya. Secara kasar kayak gitulah konsepnya. Target mereka sih katanya akan produksi massal sebelum akhir 2026. Jadi kita tungguin aja ya update-nya kayak gimana. Dan ini yang mungkin paling di luar ekspektasi saya ya. Waktu pertama masuk ke HQ ada Ari Exhibition Center. Nah, ini adalah anak perusahaan yang khusus develop flying car. Di dalamnya ada beberapa produk yang dipajang. Ada Travel T1, Travel X1, lalu ada Travel X2. Ini yang sudah pernah terbang public di Dubai, ada Evitol Flying Car. Nah, yang ini nih semua sistem terbangnya bisa dilipat penuh dan disimpan di dalam mobil ini. Ini cukup menarik ya. Dan ada yang terakhir A868. Nah, kita lanjut lagi nih. Yang paling main blowing ini ada Land Aircraft Carrier. Ini mobil yang bisa bawa pesawat di bagasinya. Nah, di bagian belakang bisa lepas landas, bisa terbang, terus balik dan nyambung otomatis ke mobilnya. Mobil ini punya jarak tempuh darat yang klaimnya sih lebih dari 1000 km dan klaimnya juga satu tangki penuh bisa ngecas modul udaranya sampai en kali. Dan ini bukan sekedar konsep ya, pabrik khusus flying car mereka di Guangchou sudah beroperasi dengan kapasitas 10.000 unit per tahun. Ini gila banget lah. Kami juga berkesempatan masuk langsung ke X Factory, tapi saya gak bisa banyak rekam ya di bagian sini. Yang langsung saya notice ini bukan suasana pabrik konvensional. Banyak prosesnya yang sudah terotomasi. Jadi setiap mobil yang keluar dari sini ya berasa kayak komputer yang bisa jalan gitu ya. Apalagi setelah saya test drive tuh tadi yang pakai Xpang P7 ya. Itu nyobain VL 2.0-nya. Saya paham bangetlah rasanya. Jadi begitulah recap selama saya di Guang Chou bersama Xpeng dari test drive 2.0 yang bikin saya gak nyangka ternyata secanggih itu. Lalu ada flying car yang udah mau masuk tahap produksi massal robot humanoid yang pakai AI yang sama dengan mobilnya dan udah smooth banget factory tour yang nunjukin skala produksi mereka sampai showroom dengan line up produk terbaru mereka. Xeng di 2026 ini emang bukan sekedar perusahaan EV aja ya. kayaknya mereka nih lagi bangun sesuatu yang lebih besar dari itu. Jadi, gimana nih menurut kalian dari semua teknologi yang Xpeng kembangkan ini yang tadi saya jelaskan? Mana yang menurut kalian yang paling menarik dan yang paling relevan buat kita di Indonesia? Nah, tulis pendapat kalian di kolom komentar ya. [musik]
