BUKAN CUMA SOAL ALAM YANG INDAH SAJA---INI VISI DI BALIK HUTAN HUJAN SENTUL (YouTube Video)
Bu Claudia Inkiriwang dari Manado ya, Bu ya? Iya, dari Manado. Bu Claudia, terima kasih loh sudah datang ke RCC podcast. E ternyata kita waktu ngobrol-ngobrol ternyata Ibu bukan orang sembarangan ya. Terima kasih. Saya baru tahu ketika ngobrol-ngobrol. Awalnya saya cuma tahu Ibu owner dari hutan hujan yang di Sentul. Ya, ternyata Ibu adalah wanita di balik suksesnya tourism di Sentul. Nah, kita ngobrol mulai dari sini dulu ya, Bu ya. ke mana-mana ini bisa ceritakan nih Bu Heeh. mengenai tourism ee tourism yang di Sentul itu di Sentul. Jadi memang kalau kita lihat Sentulnya sendiri kan itu sekarang sudah jadi destinasi wisata ya, Pak. Kalau kita lihat nih buktinya Sabtu Minggu tuh pasti ramai gitu ya. Nah, destinasi wisata kan ini harus dikelola benar nih gitu kan. Dan orang kan kalau datang ke sebuah destinasi itu pasti bukan single journey. Dia pasti ada beberapa tempat yang pengin dia datang nih dari sisi ee turisnya ya, dari sisi visitors. Nah, untuk itulah maka perlunya kolaborasi antara satu destinasi sama destinasi lain. Kalau destinasi kolaborasi itu harus dimulai sendiri-sendiri bakal susah. Maka dibentuklah Sentul Turus Sembur yang tugasnya adalah badan promosi dan badan kolaborasi gitu, Pak. Luar biasa ya. Itu nanti mengegis mereka pakai apa? pakai digital atau pakai ada kalau mau kerennya istilahnya ada kayak buku panduan. Betul di dalamnya kayak di Dufan lah. Di sini ada apa? Ada apa? Tiga. Bikin enggak itu? Betul. Bikin bikin bikin. Jadi kita punya panduan Sentul tourism board ada buku tourism board gitu ya. E tourism guide namanya. Yang kedua juga ada di IG karena kan sekarang di digital ya. Heeh. Dan ada di website-nya Sentul Tourism Board itu sendiri. Jadi memang didigitalisasi. Jadi orang kalau ke Sentul mau cari apa aja ya dia bisa cari di satu tempat. Heeh. Di Sentul Toursbard yang sudah dikurasi dan sudah kerja sama oleh Sentul Turbard gitu. Iya. Jadi Sentul Tourisbard ini ee kenapa bisa muncul gitu Bu? Dasarnya apa Bu? Nah ini memang visinya visioner CEO kami sih sebenarnya nih yang sangat visioner nih Pak Edi Sindoro. Nah Sentul City ya. Iya. Sentul City ini memang sangat visioner untuk membuat suatu ekosistem usaha semua ekosistem usaha di Sentul City itu sukses gitu intinya. Nah, ee ekosistem usaha di Sentul City memang yang paling dominan kan yang terkait dengan tourism. Turism dan dari Jakarta dekat sudah enggak perlu ke puncak lagi. Betul. Satu tol kan langsung keluar gitu ya. Ademnya sudah dapat, macetnya belum gitu kan. Sebentar lagi nih. Bentar lagi nih. Bentar lagi nih ya. Nah, jadi memang karena sudah jadi destinasi wisata kemudian ini harus diatur sih sebelum nanti jadi berantakan mendingan diatur dari awal ditata lebih awal. Jadi ee tetap gimanapun juga kan kita keindahannya alam nih, Pak. Jadi kalau lihat kan bukit-bukitnya aduh kalau ngelihat sana begitu masuk aja langsung hati nyes gitu kan ngelihat gunung, awan-awannya di atas gunung gitu ya. Nah, supaya alamnya tetap bagus. Iya. Hutan tidak boleh ditebang. Hutan enggak boleh ditebang. hutannya tuh dijagain semua apa segala macam kebersihannya apa segala macam tetap dijagain tapi ee turis tetap kita undang gitu. Jadi walaupun turisnya datang ramai tapi tetap nyaman gitu. Kita juga enggak mau turis datang terus kemudian berantakan kotor apa-apa maksudnya visitors dari luar kan bagi penduduk jadi enggak nyaman kan kalau semua pada kotor apa segala macam tapi tetap kita bagus gitu. Nah, itulah itulah sebabnya kemudian diaturin gitu. Karena toh ketika ini rapi atau bersih dan promosinya bagus yang akan untung adalah pelaku bisnis sendiri. Benar. Yang ada di sana ya. Yang ada di sana. Betul. Jadi pakai ramai ya. Ion mall katanya sudah. Waduh rame banget. We day saja rame banget. Rumah sakit. Rumah sakit. Betul. Juga Ibu pernah jadi di root apa di jungle itu. Oh iya betul betul betul. Junglean tuh tempat wisata. Betul. Terus di apa? Trans studio. Trans studio. Iya. Betul. Betul. Terus di mana lagi ya? Trans Studio saya pernah jadi direktur juga. Kemudian terakhir di Taman Mini, Pak. Taman Mini. Taman Mini saya jadi Oh, Taman Mini itu kan dulu kan ee dari yayasan kan. Betul. Betul. Terus kan dirapihin dirapihin betul oleh pemintama pemerintah Pak Jokowi. Pak Jokowi di direvitalisasi semuanya. Nah, kemudian di-manage oleh manajemen baru. Nah, kemudian kebetulan saya incharge di situ untuk yang dari awal manajemen barunya untuk sampai wajah baru sampai kemarin. Jurutnya jirutnya. Waduh. Jadi wajah baru ilmunya banyak banget tuh ya. Taman Mini itu keren loh sekarang. Wah keren banget. Keren banget. Keren banget itu. G keren banget. Jadi memang salah satu ee ini saya juga ya, Pak. Jadi konsen saya adalah bagaimana anak-anak muda itu juga memahami budaya Indonesia. Iya. I jadi dua nih. Satu budaya Indonesia, yang kedua kekayaan Indonesia yang enggak boleh yang enggak boleh susut. Iya. I betul. Dari ininya anak-anak muda gitu ya. Dari dari ee apa kesukaan anak-anak muda. Tidak orang bisa mengenang loh ini Indonesia loh. Muda. Kebay anak muda datang. Betul. dan alam juga ya gitu. Iya, bagus sekali. [Musik] Welcome to RCC podcast, Resto Cafe and Coffee. Ngobrol bareng orang-orang populer di jalur kuliner. Tapi Bu Claudia ini bukan hanya di kuliner nih. Iya, betul. Juga di wisata ya. Betul. Diwat dan ibu punya hutan hujan di Sentul ya. Resto ya itu ya. Betul Resto. Dan ibu juga mengelola di Bali ya. Besaki ya kan. Kita mulai dari hutan hujan dulu nih Bu. Itu apa ya konsepnya ya? Jadi hutan hujan Sentul konsepnya adalah wisata di hutan yang benar-benar hutan nih Pak. Jadi hutannya enggak enggak kita ubah menjadi destinasi wisata yang buatan manusia main-main gitu. Tapi benar-benar hutannya yang kita jaga. Jadi saya sebutnya sebetulnya ee education forest gitu ya. Jadi ee gimana anak-anak atau keluarga atau siapapun yang datang tuh kayak bisa belajar tentang hutan gitu ya. Ee belajar hidup di dalam hutan gitu ya dan belajar mengenai hutan itu sendiri. Jadi hutannya tetap hutan gitu tapi kita bikinin trek supaya dia bisa jalan aman gitu ya. Ee apa namanya? Bisa ya enggak repot-repot bangetlah gitu. Enggak mesti pakai alat gitu ya. Tetap jalan tapi di tengah-tengah hutan. Nah, jadi memang pengalaman menyelusuri di dalam hutan itu menjadi experience utamanya. Nah, tentunya makan sih harus harus capek makannya capek masih enak bersih ya kan. Kita juga kan kalau lagi lagi apa piknik ke alam apa segala macam yang kita khawatirin kan biasanya aduh makanannya e bersih apa enggak, kotor apa enggak kayak apa namanya enak apa enggak gitu kan kualitasnya. Nah itu tetap dibikin gitu namanya orang kota ya kan orang Jakarta nih tetap ada demanding gitu ya. Jadi makanan e dibikin supaya tetap alami tapi enaklah gitu, tetap bersih pengelolaannya apa segala macam. Nah, itu experience itu. Kemudian juga ada experience-exerience yang buat anak-anak nih. Apa kita bikinin camping buat anak-anak gitu ya, camping buat anak-anak sekolah di hutan ada survival campanya. Jadi anak-anak akan belajar kayak dulu tuh kita ada pramuka kalau Nah, kalau ini masih kecil kan. Kalau ini implementasi dari yang kita pelajari waktu pramuka lah. Bagaimana sih bikin api, tahu daun yang bisa dimakan atau enggak kayak gitu-gitu ya. Bikin apa tali temali terus mengikat apa segala macam menandu kayak gitu-gitu. Tapi dibikin dalam suatu program namanya survival cam. Jangan-jangan anak sekarang enggak tahu cara bikin nasi pakai tungku ya kan pakai ris cooker. Engak enggak lihatnya pakai pakai digital aja pakai online. Jangan-jangan bahkan nasak-nasi juga enggak tahu nih. Jangan-jangan ditahunya mesan gitu ya. Mesan aja satu. ini kita ajarin semua dari awal gitu ya. Terus sudah gitu ada juga e pertanian ya. Jadi di depannya hutan hujan itu ada sawah. Kita ajarin anak-anak juga panen bersah gitu. Jadi setiap nasi yang kebuang karena enggak habis. Nah itu ada tenaganya bibi-bibi yang lagi iniin sawah gitu ya yang kebuang. Kasih tahu nih jangan dibuang-buang nih gitu. Jadi itu juga ya. Heeh. Itu yang di Sentul. Kalau yang di Bali beda lagi. Oh, kalau yang di Bali tetap intinya hutan e activity-nya, tapi lebih kayak ee kita sesuaikan dengan activity ee apa? budaya Bali. Jadi di budaya Bali itu dibagi dalam empat tahap kehidupan. Tahap pertama itu bermain gitu ya. Jadi ada memang anak-anak explore dengan bermain. Ada permainan-permainan tradisional juga di situ yang kemudian dia bekerja gitu kan. Kemudian dia bersinergi dengan alam, meditasi dan sebagainya. Yang keempat giving back. Jadi gimana ee dia memberi gitu ya ee apa namanya ini ke alam gitu. Jadi tapi tetap permainan intinya tapi disesuaikan dengan storyting-nya tuh ee kebudayaan Bali. Kebudayaan Bali. Kalau di hutan yang di Sentul storytelling-nya adalah e survival gitu ya. Survival. Survival in the jungle. In the jungle. Kalau di Besaki ya itu Besaki yang ee apa storytingnya ke e budaya Bali. Jadi tahap budaya Bali ya. Enggak, maksudnya itu apa itu ee hutannya juga enggak di enggak di enggak enggak hutannya tetap hutan. Jadi memang kalau saya kebetulan memang sangat suka banget sama hutan. Ee menurut saya hutan itu udah sedemikian indah lah gitu ya. Maksudnya kita bisa yang dirusaklah gitu. Maksudnya kalau kalau timbang bikin timpak gitu ya ee mau semewah apa gitu ya. Asal punya uang mah bisalah ya. Tapi bikin hutan biar punya uang enggak bisa bikin bisi gunung enggak bisa gitu. Jadi itu dari ciptaan Tuhan yang kayaknya udahlah udah bagus banget kita cuman jaga doang aja. Kita jaga doang dah. Udah deh bikin juga enggak bisa gitu ya. Jadi itu yang menurut saya ee jadi salah satu yang memang harus jadi bagian dari permainannya gitu. Nah ee kita balik ke ee apa Sentul Tourism Board ya. Heeh. Nah itu kan ee itu kerja yang luar biasa ya karena Ibu merapikan. Betul. Betul. mengkoordinasiordinasi yang kurang diperbaiki, disempurnakan. Terus ketika orang mau ke Sentul, ada apa? Ada buku ya, ada website, ada apa, ada IG-nya. IG-nya terus mau lihat ada apa aja di Sentul wisatanya, makanannya ituul ada ininya ya. Betul, betul. Itu effort banget, Pak. Awalnya jadi memang pertama kali kita meinventarisir ya seluruh usaha yang ada gitu kan. Sis dulu nih i eh sebelum kita kurasi apapun lah ya. Jadi memang S is dulu kita kita inventarisir apa segala macam tu effort banget. Jadi memang ada yang sudah lengkap punya punya website punya punya modal lah gitu ya. Dia sudah punya cukup modal untuk punya digital aset apa seb tapi ada juga yang sebenarnya bagus banget potensinya tapi dia enggak punya promosi yang baik. Iya. Enggak orang jadi enggak tahu tempat dia engak tahu. Heeh. Padahal tempatnya bagus banget gitu kan kan. Kasihan juga gitu ya. Nah, jadi kemudian dari situ kita kelompokin mana yang sudah siap, mana yang masih perlu kita bantu gitu ya. Dan itu pertama ya. Yang kedua adalah kita kolaborasiin, Pak. Jadi ada misalnya hotel-hotel atau bukan hotel sih kayak penginapan ya. Jadi kayak penginapan-penginapan villa atau apapun yang bagus banget gitu ya. Tapi dia enggak punya activity gitu. Tapi sebaliknya ada activity yang kadang-kadang enggak ada tempat tinggal. Kadang-kadang kalayannya dia enggak ada. Heeh. Jadilah kita kumpulin terus kita kenalin gitu. Kita kayak, "Oh, oh akhirnya tuh terjadi itu bisnis sih ini akhirnya paketan sama ini gitu." Jadi paket nginp entar gratis ETV di sini atau ee diskon ETV-nya gitu ya. Nah, jadi dia akhirnya kolaborasi. Jadi enggak harus semua orang tuh punya semua hal. Iya, iya iya. Yang memang penginapan penginapan aja. Kalau dia bukti activity kerja sama aja. Iya iya. punya punya activity enggak harus artinya dia mesti punya modal buat bikin penginapan sendiri. Kalau dia butuh dia tinggal refer ke orang yang punya penginapan. Dia dapat komisilah gitu apa bagi hasil lah apa kayak agen fee lah gitu kan. Toh juga dia pasti punya budget untuk agen fee kan. Dan itulah terjadi akhirnya kolaborasi yang erat daripada nanti persaingan bisnis semuanya usaha yang sama juga enggak benar ya kan. nanti akhirnya bisnis jadi usahanya saling melengkapi. Nah, untuk itu kita kayak 3 bulan sekali tuh bikin comercial forum, Pak. Oh, apa itu? Kita kumpulin semua usaha-usaha yang sejenis. Terus kalau ada yang baru kita panggil gitu ya, kita minta kenalan apaah pada saat commersial forum terus kita matching-matchingin. Si ini mau bikin apa, si ini mau bikin apa, matchingin. I si ini bikin apa, si ini bikin apa, matching gitu. Dan itu biasanya minimal direktur yang datang ya karena mereka merasa karena dia yang bisa punya thinking bisnis-nya kan bisa langsung decision makernya jadi e minimal GM ya. Kita flashback dulu nih. Saya seru banget ditengar ceritanya karena Ibu wanita hebat di balik dunia wisata ya. Jadi sebenarnya awalnya tuh Ibu apa ya waktu awal awal banget seingatannya nih saya sebetulnya tersesat di jalan yang benar. Oh jalan yang benar gimana tuh? Tersat di jalan benar. Jadi dulunya saya IT, Pak. IT. IT. Jadi IT. Saya itu pertama kali ee kerja tuh di Lipo City. Lipo City. Lipo City 93. 93. Oh, enggak beda jauh dong. Saya 92. Oh, kita Tos dong ya. Iya. Kita sama-sama alumni Lipo nih. Alumni Lipo nih. Alumni. Nah, itu pertama di Lipo City. Kemudian karena saya IT kemudian ee saya ke Lipo Live. Lipo Live. Waktu itu Lipo Live tuh lagi mau berkembang-berkembangnya. Iya. Ee bikin asuransi yang baguslah gitu ya. Jadi yang yang beda sama asuransi tradisional namanya bank assurance. Kerja sama sama lipo bank. Iya. Iya. Pokoknya panjang itu. Itu saya di asuransi akhirnya lama tuh. Iya. Ee jadi mulai dari staf IT sampai terakhir jadi GM di Lipo Life di Vision Head itu 2003. 2003. 2003. Nah 2003 saya kemudian ke Mega Bank Mega eh Mega Live. Mega Live. Nah di Mega saya jadi direktur IT dulu. Oh, emang orang IT orang IT. Nah, habis dari situ karena Pak CT mau bikin Trans Studio, kemudian saya bantuin untuk set up IT-nya nih. Jadi bas-nya memang IT. Jadi set up IT supaya cashless nih. Jadi team park plus sistemnya itu saya bikin. Heeh. Saya ditugaskan untuk ee bikin apa sistemnya apa segala macam. Terus kecemplung deh di Heeh. Yang tiba-tiba saya merasa bertemu dengan diri sendiri. Wah. Wah. ini ternyata kerjaan asik banget nih. Saya enggak mau balik deh ke asuransi gitu. Akhirnya saya ditimpak menyenangkan nih ngurusin show, bikin storyting apa segala macam ya. Terus sampai team parknya sendiri operation apa segala macam, manage karyawan dan sebagainya lah. Benar-benar berarti Ibu chief operation. Chief operation. Saya tuh makanya sampai sekarang masih tetap bilang bahwa kerja sesuai passion karena begitu kita sesuai passion tuh energi kita melimpah. Melimpah. Betul. Heeh. Nah, itu di situ ee dari Tren Studio kemudian sempat e habis itu ke Jungleand dulu. Jungle. Jungle. Nah, habis dari Jungleand kemudian e sempat saya bantuin Kemenp bikin ITX namanya Indonesia Tourism Exchange. Oh, Indonesia Tourism Exchange tuh kita mau mendigitalisasi seluruh ee pariwisata se-Indonesia under Pak Arif Yahya. Iya. I. Tapi kemudian ee enggak apa udah udah selesai. Begitu Pak Arif Yahya selesai, terus saya balik ke Trend Studio juga. Iya. Nah, habis dari T Studio terus ee sempat mau bikin zoo waktu itu. Zo I ya dipik ee habis itu sama Raffi Ahmad sama Parudi Salim. Habis itu ke Taman Mini. Taman Mini. Heeh. Habis Taman Mini. Paling keren Taman Mini itu ya. Wah paling berasa banget keren. Dari berantakan disuntik dana jadi keren banget sekarang kan. Jadi banget. Nah itu memang challenge-nya kalau itu saya benar-benar merasa merasa tertantang karena gini budaya itu tadinya dipersepsikan sebagai suatu yang kuno. Iya. Iya. Ya, anak-anak zaman sekarang siapa sih yang mau kayak gitu ya? Mau ngelihat nari-nari ya kan? Anak-anak sekarang tuh enggak mau disuruh ngelihat nih rumah adat feelingnya seperti apa nih filosofinya, kayunya seperti apa, kenapa warnanya begini apa segala macam. Enggak mau nih anak-anak muda nih gitu kan. Jadi ee budaya tuh dipersepsikan sebagai sesuatu yang kuno. Gimana caranya supaya budaya itu jadi sesuatu yang relate, menarik bagi anak muda sudah kita bikin tuh segala macam. Bahkan tari-tarian tuh kita gelar di jalan apa segala macam tapi kita keren rebranding. Iya. Iya. bikin rebranding warnanya di rebranding semua dibebranding kaosnya direbranding pokoknya benar-benar sama anak muda semua yang di depan saya ganti semua jadi Genzet semua genet semua i benar yang di depan ganti semua terus bikin semua Instagramable deh instagramable semua dengan sendirinya sampai kita bikin e air mancur ee fontain nanti kalau itu font nah fontain betul itu fontin muncul terus di Instagram tuh saya nah itu itu kita itu itu zaman saya tuh jadi kita desainin sama beberapa anak-anak lokal. Jadi, semua desainernya lokal, anak Bandung sembilan matahari ngedesainer apa segala macam supaya dongeng tapi keren gitu kan. Siapa yang tahu sekarang bawang merah bawang putih, anak kecil gitu ya. Si Kancil enggak ada yang tahu. Kita bikin di dalam bentuk ee foontin show pakai video mapping, pakai laser, pakai folk, pakai apa segala macam yang wow gitu. Ceritanya sih Kancil, ceritanya sih si e Maling Kundang, tapi pakai drone show gitu kan. I pakai drone juga. Pakai drone. Nah, itu itu saya ee happy banget karena ternyata pada akhirnya anak-anak muda senang senang budaya gitu. Itu pencapaiannya adalah bagaimana akhirnya anak-anak muda itu akhirnya suka terhadap budaya, mau ke museum dan akhirnya terakhir-terakhir kan sekarang museum menjadi suatu tren ya. Iya. Iya. Menarik ya. Menarik gitu. Jadi, wah itu asik deh. Nah, itu itu saya ee merasa kayak hah akhirnya ya gitu. Senang sampai juga apa yang kuinginkan. Sampai juga nih passionnya. Fion passionnya gitu, Pak. Nah, terus baru lanjut ke ke Sentul Dar Sembon. Nah, kalau ini tugas mulia nih, Bu. Nah, ini tugas mulia karena ini banyak pelaku-pelaku wisata yang kita lihat punya potensi bagus banget tapi enggak tahu caranya. Iya, benar. Enggak punya modal. Padahal menurut kita sebetulnya modal itu enggak harus dimiliki segitu gede. Kalau enggak punya modal, kolaborasi aja. Nah, ini yang kita lagi lakukan. Enggak punya modal enggak apa-apa, kolaborasi aja gitu. Kalau memang cuman bisanya bikin masak, ya udahlah masak. Enggak usah ee pengin punya activity, enggak usah punya hotel, macam-macam. Entar malah jadi. Oh, kerja sama aja. Iya, kerja sama. Benar. Kalau butuh ininya, kerja sama aja sama hotel. Hotel. Betul. Kerja sama aja sama activity gitu. Nah, ini yang memang jadi tugas mulia. Berikutnya nih e arahan dari Pak dari Pak Edi kita sekarang balik ke bisnisnya Ibu nih ya. Oke. Dengan senang hati nih apa? Hutan hujan ya. Jalur tracking dan hiking-nya apakah cocok untuk pemula nih Bu? Nah, ini justru pemula kalau di kalau di hutan hujan Sentulnya ini pemula. Iya. Nanti dia berakhir sampai di Gua Garunggang itu masih pemula tuh. Oh. Kira-kira 40 menit. Iya. Iya. Iya. Ini masih asik. He. Nah, nanti kalau mau lanjut dari situ baru tuh habis itu ada yang jalur advance gitu. Tapi ee sebetulnya yang jalur yang di tempat saya tuh justru yang pemula. Pemula. Heeh. Supaya ee membiasakan aja bahwa jalan-jalan di alam enggak seberat yang dipikirkan. Disangka harus gimana enggak gitu. Gaya-gaya aja juga udah udah bisa gitu. Ee ibu kan sekarang nih punya prinsip ya kan hutan itu bangunan bisa dibangun. Heeh. Hutan itu tidak bisa dibangun. Betul. Yang ada bisa dirusakin ya kan? Sedih banget. Jadi banjir di mana-mana ya. Ibu kan sangat suka nih ya kan. Betul. Ee apa hambatan dan tantangan yang Ibu hadapi nih? Nah ini dia nih. Jadi kadang-kadang saya tuh suka pertama teknologi tuh kayak teman tapi kayak musuh ya kan. Jadi kalau ee kita ngelihat kayak mau ngajakin anak-anak nih sekarang nih ke hutan ee pasti yang ditanyanya adalah di situ ada permainannya apa atau apa gitu. Jadi yang dia penginnya ada er-nya enggak ada ada ee apa namanya ee apps-nya enggak atau apa gitu. Jadi memang masih aja kepengin ee touch dengan teknologi. Jadi malah kadang-kadang saya juga ngelihat anak-anak main ke hutan tapi buka HP mulu gitu. Jadi kadang-kadang bersaing perhatian sama teknologi. Heeh. Ini memang menjadi challenge bagaimana sih anak supaya tetap ini itu dari sisi kalau gitu HP kalau Mas tanjang HP enggak boleh dipegang. Saya saya kadang-kadang pengin nih ini lama-lama wifi saya cabut nih ya. Wii yang cabut i itu yang paling penting Bu Wii. Wii kok enggak bisa sih kan. Udah dah kita main aja deh kan hutan itu lama-lama saya cabut nih biar pada ngelihatin burung-burung terbang nih ya kan gitu. Jadi, ada tantangan adalah di bagaimana kita bersaing dengan perhatiannya si e anak-anak itu sendiri kalau memang anak-anak. Dan yang kedua adalah memang ee tantangan berikutnya ee ya kita tahu kayak hutan apa segala macam kan memang alam gitu ya. Jadi ee kenyamanan sih pasti enggak senyaman ee tempat rekreasi yang memang sudah dibikin oleh main-main yang dikeriat. Heeh. Jadi misalnya anak-anak akan tetap akan ada tiba-tiba kaki becek gitu ya. ee tiba-tiba dia akan melewati apalah gitu ya yang ee dia mesti lompat gitu ya apa segala macam ada cekungan dan sebagainya. Nah, ketidaknyamanan nih kayaknya sekarang karena segala-gala dibikin nyaman nih anak-anak nih udah Oh, itu jadi mereka malas gitu ya. Heeh. Entar becek enggak nih? Enggak enak becek enggak ya? Becek lah gitu. Jadi lembek ya? Iya lembek gitu. Tapi sebetulnya enggak kenapa-napa juga kan gitu. Asal sepatunya proper sebetulnya enggak kenapa-napa juga. Padahal ini adalah gejala alam gitu ya. Jadi ee bagaimana menyikapi bahwa e ketidaknyamanan adalah bagian dari pembelajaran. Itu kan yang penting nih. Cuman sekarang semuanya dibikin nyaman. Jadi enggak belajar apapun nih anak-anak nih jadinya nih kayak susah dikit udah mundur gitu. Nah, jadi ada challenge di situ bagaimana membuat ini menarik. Yang berikutnya tentunya adalah ee akses ya, Pak. Jadi memang akses kita tahu bahwa ee kalau memang di alam tuh memang biasanya akses enggak gitu bagus, Pak. Karena kan memang enggak ada jalan raya di sampingnya gitu kan. Jadi dari tempat parkir aja kayak jalan 15 menit deh. Iya. Udah ngomel. Wah jauh banget. Soalnya kalau biasanya berhenti di depan mall aja penginnya di depan pintu ya kan. I depan pintu. Benar. Depan pintu live langsung ya. Nah ini ini kita kan pasti harus jalan dulu karena kan dia di dalam hutan. Nah, itu itu jadi PR ini kalau ke taman ee apa ke hutan hujan nih kira biayanya kisaran berapa ya? Terus akomodasi makan di hutan hujan atau ada apa aja di sana ya? Oke. Jadi kalau kira-kira tuh kalau activity-nya kan pasti tracking ya. Jadi memang kita encourage untuk tracking ke hutannya sampai ke gua garunggang gitu ya. Nah ee itu biayanya satu orang sama tour guide-nya sama semua peralatan tracking apa segala macam itu 125. 125. Nah, kemudian sampai sana sampai titik itu udah minum apa segala macam pokoknya udah ada udah ada basic tracking. Nah, makan itu sekitar ee 60-an 60.000-an lah gitu ya. Ee ya 180-an lah gitu satu orang tuh udah udah experiencing masuk ke hutan gitu. Kemudian ee activity-nya selain itu juga ada camping. Lamping. Jadi kalau yang apa namanya sekolahan atau family-family ini suka banyak camping nih di tempat kita juga. Jadi campingnya enggak terlalu apa namanya mewah dan enggak terlalu adventure tapi tetap alam gitu. Jadi Heeh. di bawah pohon kemudian begitu buka nanti buka jendela eh apa buka itunya tendanya langsung gunung di depan. Oh keren ya. Keren. Tapi enggak effort terlalu banyak kayak kita misalkan camping di Gunung Gede gitu enggak. Di rumah juga ada barbecue gitu. Ada kita siapin. Kita siapin baru ada tempatnya. Dia boleh bawa sendiri kayak apa, singkong apa itu atau bawa yang daging-daging gitu. Itu itu glampingnya ada berapa banyak total? Ee kan kalau ada yang itu baru kita pasang ya. Iya iya iya. Total tuh kita muat sampai 300-an. 300 apa orang? 300 orang cukup banyak ya. Banyak. Jadi sering kali kalau sekolah-sekolah. Oh satu tenda pakai tenda. Satu tenda tuh biisinya 3 sampai empat. Kalau anak-anak kecil ada yang empat tapi kalau yang dewasa banyak besar kan. Total besar totalnya kan 10 hektaran ya sampai dalam. Tapi yang dipakai buat daerah kampingnya itu sekitar 2 hektar. Tapi kalau week days itu anak-anak sekolah suka dari sekolahan tuh camping gitu ya. Persami apa perkemahan Sabtu Minggu atau per jus perkemahan Jumat Sabtu itu sering kalau week days atau kalau enggak e corporate Pak yang outing-outing itu loh. Outbond. Heeh. Outbond-outbond tuh sering juga di tempat kita bisa paintball. Oh pain paintball. Paintball. Tapi paintin-nya di hutan. Di hutan. kayak main perang-perangan beneran gitu, ada pohonnya gitu nembaknya ngumpet-ngumpet. Painball. Painball menarik ya. Painball tapi di hutan. Jadi kita e ininya pakai pohon gitu penghalangnya. Itu seru sih. Seru ya. Oke Bu Claudia. Ee mungkin Ibu bisa sampaikan closing statement kepada teman-teman yang ee melihat YouTube ini. Pesan saya titip dari dari alam gitu kalau suka datang adalah pertama ee kenapa kita harus menjaga alam gitu ya. Karena sebetulnya bukan kita sih yang jaga alam, tapi alam sudah lebih dahulu menjaga kita. Jadi kita enggak boleh ee mengganggu alam yang sudah menjaga kita lebih dahulu gitu. Itu pertama memang ee itu mesama gitu. Nah, kemudian e yang kedua adalah bagi pelaku usaha. Nah, memang bagi pelaku usaha cara paling cepat untuk menjadi besar adalah dengan kolaborasi. Kolaborasi saat ini cara paling cepat untuk menjadi besar bukan modal yang besar tapi kolaborasi dengan sebanyak orang. Iya, itu dari saya. Yang ketiga digital. Oh, I digital. Karena Ibu ahlinya digital kan. Iya, betul betul. Zaman sudah berubah nih. Zaman sudah berubah. Jadi memang harus berubah semuanya melalui melalui digital gitu. Betul betul. Oke, terima kasih Claudia semoga semakin sukses ya kan. Terima kasih Sinergi juga cita-cita mulianya tercapai ya. Tercapai ya, Pak. Terima kasih. Terima kasih. Oke, Bu Claudia terima kasih sudah hadir di RCC podcast di kesibukan Ibu. Nah, ini ada kenang-kenangan dari Onasis, Bu. Oke, terima kasih.
