Bukan Laptop Biasa ! Review Lenovo Yoga 7i 2-in-1 Aura Edition (YouTube Video)
Gen Z sekarang udah enggak mau kerja kantoran lagi. Mereka memilih untuk jadi budak agensi karena sesuai dengan jati diri. Padahal kerja di agensi itu enggak semudah dibayangin selama ini. Mereka dituntut buat bisa nge-handle banyak kerjaan seorang [musik] diri. Makanya mereka butuh device yang mumpuni. Contohnya kayak laptop yang mau kita [musik] bahas ini. Ya udah, enggak usah kebanyakan revisi. Selamat menonton yang pengen jadi karyawan agensi. Hai Andika, Guys di sini. Kenalin, ini adalah Lenovo Yoga 7i. Solusi buat kalian para budak agensi karena laptopnya ini fleksibel buat ngerjain banyak job desk. Udah kayak Pak Luhut lah. Selain fleksibel, laptopnya juga punya performa yang mumpuni buat dipakai ngetik, bikin desain sampai editing tetap lancar enggak bikin kerjaan makin lama. Tapi apakah cuma fleksibelnya aja yang dijual sama dia? Kabel fleksibel kali ya. Apakah performanya juga mumpuni? Terus fitur apa aja yang dia punya? Apa aja pin poinnya? Langsung aja kita bahas. [musik] Lenovo Yoga 7i ini pakai prosesor Intel generasi terbaru ya. Pakai Ultra 7 355 dengan 8 core, 8 thread dan NPU-nya 49 TOPS. RAM-nya kita udah dikasih langsung RAM gede walaupun kondisi RAM sekarang lagi gonjang-ganjing dengan 32 GB dengan SSD 1 TB. Jadi dari sini enggak ada yang dikompromi. Dan SSD-nya pun tipe yang kencang ya. Ini bukan tipe SSD SATA yang read-nya pas kita tes itu di 7000-an Mbps, write-nya di 6400 Mbps. ditranslate-kan ke bahasa bayi, intinya kalau kalian tekan tombol power dia langsung nyala 2 detikan lah. Tapi biar enggak terlalu lama, langsung aja kita coba lihat gimana sih performanya si Intel Core Ultra 7 355 ini. Kita awali dulu dengan benchmark sintetis ya. Di tes Cinebench R23, kita coba pakai dua skenario. Jadi on battery dan juga plug. Di mode pakai adapter single core nya itu di 1885, multi core nya running pertama running kedua itu gede ya sekitar 10.000 an poin terus turun di 9.000 an poin. Nah yang menarik ketika mode battery only itu enggak turun sama sekali. Performanya mirip-mirip 9.000 sampai 10.000 an poin. Dan untuk TDP nya pas pengetesan ini pengetesan Cinebench itu pengetesan yang benar-benar bisa kita lihat tuh TDP nya sampai berapa. Nah dia ada di 40 watt tapi 40 watt ini memang ya karena Cinebench jadi suhunya lumayan spike nya itu di 90 derajat [musik] Celsius. Wah kalau 90 derajat Celsius berarti panas dong Bang? Enggak juga karena itu wajar Cinebench karena pas kita tes di 3DMark kita pakai stress test yang artinya di loop sebanyak 20 kali dia lolos dengan skor 98% lebih. Kalau untuk sisanya kayak Time Spy, Fire Strike dan juga Solar Bay kalian lihat langsung di sini aja. Lanjut kita coba dia untuk tes editing nya. Kita coba Adobe Premiere Pro dengan template yang memang bisa kita pakai kita export ke 4K dia bisa menyelesaikan cuma dalam [musik] waktu 2 menit 33 detik. Tapi yang aneh di full HD juga mirip-mirip 2 menitan. Jadi mending export ke 4K aja. Terus kalau kita gunain untuk Blender dengan template yang memang biasa kita pakai export nya pakai CPU render itu selesai dalam waktu 3 menit 58 detik kalau pakai GPU wah lebih kencang lagi 54 an detik aja. Kalau dipakai Excel waduh ini mah malah kencang banget ya Excel kayak misalkan kita export PowerPoint 150 slide ke PDF itu cuman 9 detik aja dan Excel dengan random data yang large banget itu 37 detik. Nah karena dia ada NPU nya ada NPU nya jadi dia bisa AI on device juga. Dia bisa stable diffusion. Dan pas kita coba stable diffusion Excel Turbo itu render nya selesai dalam waktu 2 detik aja. Juggernaut cuma 14,9 detik. Nah dari benchmark-benchmark itu tadi kalau misalkan laptop ini kalian gunain untuk kerja kalian kerja di agency, korporasi, kerja di manapun ya apapun bidangnya sebenarnya udah cukup banget. Terus kalau misalkan kalian bosen setelah kerja kalian pengen gaming Intel Core Ultra 7 355 ini juga masih mumpuni di [musik] game-game tertentu. Ingat ya, game-game tertentu. Kayak contohnya game Valorant ya kita coba di Best Looking dia dapat average FPS di 79 maksimumnya [musik] bisa tembus 102. Cyberpunk pun kita coba bisa, ini dengan grafik high tapi frame gen on-nya itu nyala dan SR-nya ada di ultra performance. Average-nya dapat di 42 maksimum bisa tembus 55. Drop-drop-nya itu masih di atas 30 FPS yang artinya kalian main game Cyberpunk di laptop setipis ini itu masih sangat playable. Kalau Wuthering Waves ya sebenarnya game Wuthering Waves itu game yang Android ya, tapi kalau ya enggak tahu kenapa banyak kalian yang minta setiap tes laptop itu pakai Wuthering Waves. Enggak apa-apa, kita kabulkan dan hasilnya average FPS dia di 85 maksimum bisa tembus 105. Cuman drop-nya kadang bisa di bawah 30 FPS. [musik] Nah, sayangnya kalau kita ngomongin suhunya, suhu bagian atas keyboard ya ketika kita flip suhu mukanya itu bisa nyentuh 49 derajat Celsius jadi lumayan dan tombol keyboard WASD, tombol-tombol yang bakal sering kita pakai itu ada di 44,6 derajat Celsius. Hmm, lumayan anget sih. Sekarang lanjut kita bahas layarnya karena performa kencang doang kalau layarnya kurang ya [musik] buat apa ya. Nah, namanya Lenovo Yoga 2 in 1 jadi dia bisa di-flip seperti ini, bisa berbagai mode, mode tenda, tablet, mode laptop clamshell, mode sharing bisa semua. Nah, si Lenovo [musik] Yoga 7 in 1 Aura Edition ini ya dia punya layar beh, cakep banget sih. Pertama panelnya ini OLED dengan 14 [musik] in WUXGA 120 Hz dengan golden ratio 16 banding 10 yang artinya kalau kalian gunakan untuk kerja, browsing, coding misalkan kalian enggak perlu scroll terlalu dalam karena dia lebih tinggi dibandingkan aspek rasio 16 [musik] banding 9. Dan karena ini panel OLED pas kita tes ya pakai kalman beh, kualitas layarnya sih enggak main-main ya. P3-nya itu tembus di 97,5% untuk coverage, volumenya 112,9% Adobe RGB 94,4% coverage, volume di 109,8%. Nah, untuk brightness-nya sayangnya menurut saya harusnya bisa lebih tinggi ya. Ini hampir 400 nits dengan ukuran laptop Lenovo Yoga 2 in 1 7i harusnya menurut saya sih minimal 500 nits. Tapi, hampir 400 nits kalau misalkan kalian gunain untuk outdoor asalkan enggak terlalu terang banget masih terlihat sih. Nah, yang menarik kalau kalian lihat di bagian belakangnya ini ini kayak panu ini ya ini bukan panu ya tapi ini tempat untuk nyimpen pensilnya. Dan dia ini magnetik. Jadi, kalau misalkan kalian orangnya ceroboh kayak saya tinggal taruh gini aja. Eh, tinggal taruh gini aja. Tuh, langsung nempel magnetnya. Nah, nama pen-nya ini Lenovo Yoga pen generasi kedua ya. Dia kalau misalkan digunain untuk gambar-gambar mmm karena layarnya ini kurang paper mid ya kurang kayak kurang kasar ya feel-nya belum kayak nulis di kertas beneran tapi ya untuk ukuran laptop udah nyamanlah. Kayak misalkan kita gores kencang hasilnya tebal pas kita gores miring tipis hasil goresannya itu kayak ya tipis karena dia punya fitur 8.000-an tingkat tekanan dan tilt detection. Latensinya pun juga rendah sampai 5,5 ms jadi responsif garisnya pas kita gores tuh munculnya enggak delay. Karena kalau kalian ngegambar pensilnya udah sampai di sini [musik] tapi garisnya di sini kan bingung ya. Hover-nya juga udah bisa ke-detect sampai jarak 10 mm. Jadi, kalian enggak perlu posisiin [musik] ujung pen sampai nempel banget hover-nya udah kelihatan. Nah, ini cocok buat kalian yang pengen ngepasin garisnya. Pen-nya ini juga udah include ya wadah magnetiknya ini enggak dijual terpisah enggak kayak brand sebelah yang apapun itu dijual terpisah. Jadi, semuanya ini udah include di dalam paket pembelian. Menariknya wadah pen-nya ini enggak cuman jadi wadah aja. Bisa jadi apa ayo? Dia bisa jadi penyangga [musik] juga. Buat jadi tilt mode atau canvas mode yang posisi layarnya agak keangkat dikit persis meja gambar. Posisi kayak gini ngerasanya ya lebih ergonomis pas dipakai buat bikin sketsa. Sekarang turun ke bawah, kita coba lihat gimana input device-nya. Kalau kalian ngikutin DKID udah lama pasti tahulah kalau saya itu penggemar keyboard-nya Lenovo. Jadi walaupun Lenovo itu keyboard-nya enggak berubah-ubah, saya enggak komplain karena keyboard-nya itu enak banget untuk dipakai. Dia punya travel distance 1,5 mili yang nyaman, responsif buat ngetik lama, tactile mantulnya itu kayak bikin nagih gitu. Trackpad-nya juga enak, mulus, presisi. Jadi kalau misalkan keluar kalian ya lupa bawa mouse, ya kayaknya kalau kalian terbiasa pakai trackpad-nya Lenovo ini enggak usah bawa mouse deh karena udah enak banget. Ada satu hal lagi nih yang menarik dari Lenovo yang jarang saya temuin di laptop lain. Kamera webcam-nya. Kebanyakan laptop lain itu mentok di 1080p. Ini resolusinya 2K loh, gila. Dan coba langsung aja kita tes kualitasnya. Nah, kira-kira seperti ini kualitas webcam-nya di resolusi 2K dan ini juga udah pakai Windows Studio Effect ya. Jadi kalau misalkan kita mau automatic framing-nya nyalain bisa, eye contact bisa, background effect-nya kalian matiin juga bisa. Nih, lihat aja untuk ukuran laptop ini kalau misalkan kalian enggak punya webcam eksternal masih oke gitu. Ya, walaupun masih ada beberapa noise di belakang ya. Dari segi desain tampilannya khas Yoga banget, clean minimalis, warnanya yang enggak yang mencolok norak gitu ya yang bikin tampilannya tetap profesional dan enggak [musik] ngerasa kaku. Bodinya ini ringkas dengan ketebalannya cuma 15,95 mili bobotnya kisaran 1,3 kg. Jadi masih amanlah kalau kalian taruh di tas karena masih under 1,5 kg. Nah, kalau sama charger-nya baru tuh sekitar 1,5 kg. Karena laptop ini bakalan dibawa mobile ke mana-mana, Lenovo menyematkan fitur standar militer 810H. Jadi kalian bisa worry free lah. Tapi sebenarnya menurut saya worry free-nya itu lebih ke ADP-nya sih. Dan Lenovo di seri Yoga, wah jangankan Yoga ya kadang di IdeaPad aja ada ADP-nya. Jadi kalau kalian tanya, Yoga ada ADP-nya enggak? Pasti ada. Terus, karena ini Yoga, jadi bahan materialnya nih pakai perpaduan, uh ini aluminium sih, aluminium, aluminium semua ya, dingin semua ya ternyata ya. Enggak ada perpaduan pakai polycarbonate. Nah, sekarang kita move ke [musik] baterai. Baterainya ini menarik, walaupun bodinya tipis, walaupun sebenarnya ini prosesor yang bukan laptop gaming, tapi Lenovo tetap ngasih baterai yang gede banget dengan 70 watt hour. Yang pas kita jalanin pakai skenario PCMark, dia bisa tahan 21 [musik] jam 5 menit dengan sisa baterai itu masih sekitar 15%. Dan pas kita sampling kayak YouTube 10 menit berkurang 3%, Office 10 menit berkurang 2%, kalau gaming tadi Cyberpunk 30 menit berkurangnya lumayan sih ya, 10%. Daya tahan baterai yang awet ini dibantu sama sistem AI Drive Battery Optimization yang ngatur penggunaan daya sesuai aktivitas. Jadi, kalau misalnya kita pakai ngetik-ngetik aja, dayanya itu disesuaikanlah. Karena kalau misalnya ngetik aja, dayanya itu bisa spike tadi ke 40 watt. Wah, baterainya bisa lebih boncos. Terus, kalau untuk waktu pengecasannya, seperti biasa Lenovo di Lenovo Vintage-nya, dia punya Rapid Charge Express yang Lenovo klaim pengisiannya selama 15 menit bisa dipakai penggunaan selama 3 jam. Dan kalau untuk tes kita, ngecas 0 ke 100% itu butuh waktu sekitar 2 jam. Fitur-fitur lain, karena ini Lenovo ada Lenovo Vintage-nya, fitur AI-nya lumayan banyak ya. Pertama dari Microsoft jelas karena di keyboard-nya udah ada dedicated button untuk Windows Copilot. Jadi, ada Copilot Plus PC-nya juga yang bisa ngerangkum teks lewat klik to do, sampai remove background lewat Paint dan banyak sih fiturnya ya udah pernah kita jelasin juga. Terus, dari Lenovo sendiri juga ada Lenovo AI Now yang bisa jadi asisten, fitur yang bisa bantu cari informasi dan ngerangkum dokumen secara lokal ya, jadi enggak butuh internet dan lebih cocok buat ngelola brief atau file kerja yang sifatnya pribadi kalau kalian takut file kalian itu dicolong di internet. Karena ini versi Aura Edition, jadi ada Aura Smart Mode juga yang bisa nyesuain pengaturan laptop sesuai aktivitas, mulai dari kerja, meeting, bikin konten sampai buat entertainment. Buat munculin widget-nya tinggal pencet F9 dan dia bakal otomatis muncul. Terakhir ada Aura Smart Share yang bisa mempermudah mindahin foto dari laptop ke HP, tinggal drag and drop aja, simpel cara konekinnya juga mudah. Buka aja apps Smart Connect di laptop, pilih yang QR terus di HP-nya download Smart Connect juga dan scan. Keduanya bakal langsung connect satu sama lain. Smart Connect kayak pernah dengar, Bang? Betul, itu yang biasanya kita review di Motorola karena Motorola dan Lenovo itu sebenarnya satu company. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Lenovo Yoga 2 in 1 Aura Edition ini. Harganya pas video ini kita buat ya karena harganya ini sekarang lagi gonjang-ganjing, bukan fluktuatif ini harganya itu nanjak-nanjak-nanjak terus. Kalau fluktuatif kan kadang turun ya, enggak ini naik-naik terus. [musik] Dan pas video ini kita buat harganya 31 juta sekian. Link pembeliannya seperti biasa di pojok kiri atau di deskripsi. Dan sebenarnya harganya kalau kita bandingin dengan 2 tahun lalu sih mahal tapi di kondisi 2026 sekarang, ya kita masuk ke fase new normal yang harganya memang semuanya naik. Dan kalian bandingin aja dengan prosesor yang sama aja deh Intel Core Ultra 7 1355, harganya mirip-mirip kalau konfigurasinya 32 dan juga 1 terabyte apalagi ini masuk ke seri Yoga, bukan masuk ke seri Adiaback. Jadi wajar kalau harganya segitu. Nah, tapi dengan harga segitu yang kalian dapat apa sih? Ya kalian dapat performa yang kencang dengan RAM 32 GB, SSD 1 terabyte, layarnya juga OLED 120 Hz, ada Yoga Pen-nya tadi, ada 5 mode penggunaan jadi kalian mau buat mode laptop, tablet, mode sharing, mode tenda bisa semua. Apalagi karena ini barang resmi ya bukan barang PI, kalian juga udah dapat Office Home Student 2024, ada Microsoft yang basic juga sampai Adobe Creative Cloud Pro selama 2 bulan. Jadi intinya kayak keluar dari kardus gitu bisa langsung kalian pakai buat kerja. Oh ya, ini lagi ADP-nya, ADP-nya itu 3 tahun plus premium [musik] care yang nyediain langganan 24/7 3 tahun. Jadi 24 jam. Saya pernah kasus Lenovo teman saya itu dia telepon ke customer service-nya. Bukan dia yang datang ke service center ya, tapi teknisinya yang datang ke rumah. Nah, itu enaknya premium care dari [musik] Lenovo. Bisa kalian telepon kapan saja, teknisinya yang datang, bukan kalian yang ke sana. Karena kalian ke sana kan juga biaya ya. Kekurangannya paling di layar ya. Layarnya ini dia bukan yang anti reflektif. Jadi kalau misalkan brightness-nya kurang ketika di dalam ruangan atau di outdoor dia bakal agak reflektif dikit, tapi bisa kalian akalin pakai skin guard atau tempered glass tambahan. Sama ini sih. Ini sebenarnya menarik, tapi kadang terlalu besar juga ya. Dan jangan sampai hilang, karena kalau hilang kan ribet juga ya. Terus kalau kalian cari performa yang benar-benar buat gaming, ya bukan laptop ini. Laptop ini memang dia ada di tengah-tengah lah. Performanya oke, tapi baterainya awet. Bukan yang baterainya awet banget, performanya tapi jadi yang enggak enak banget. Ini ada di tengah-tengah lah. Overall Lenovo Yoga 7i 2-in-1 Aura Edition ini enggak cuma buat satu kerjaan yang spesifik, tapi buat hampir all rounder ya. Banyak jenis pekerjaan. Yang menurut saya laptop ini cocok buat agency, karena agency itu all rounder ya. Job desk-nya itu banyak. Program aplikasi yang dibuka sama mereka juga banyak. Kayak serabutan gitu loh agency itu. Saya Dicky Saputra and see you on the next video. Bye bye.
