Jungkat

Bukan Laptop Biasa ! Review Lenovo Yoga 7i 2-in-1 Aura Edition (YouTube Video)

  • 22/07/2026

Jenzy sekarang udah enggak mau kerja kantoran lagi. Mereka memilih untuk jadi budak agency karena sesuai dengan jati diri. Padahal kerja di agency itu enggak semudah dibayangin selama ini. Mereka dituntut buat bisa nge-handle banyak kerjaan [musik] seorang diri. Makanya mereka butuh device yang mumpuni. Contohnya kayak laptop yang mau kita [musik] bahas ini. Ya udah enggak usah kebanyakan revisi. Selamat menonton yang pengen jadi karyawannya Raffi. [musik] Hai Andika, guys di sini. Kenalin ini adalah Lenovo Yoga 7i. Solusi buat kalian para budak agency karena laptopnya ini fleksibel buat ngerjain banyak jobd. Udah kayak Pak Luh Hood lah. Selain flexible, laptopnya juga punya performa yang mumpuni buat dipakai ngetik, bikin desain sampai editing tetap lancar, enggak bikin kerjaan makin lama. Tapi apakah cuma fleksibelnya aja yang dijual sama dia? Kabel fleksibel kali ya. Apakah performanya juga mumpuni? Terus fitur apa aja yang dia punya? Apa aja pinpoint-nya? Langsung aja kita bahas. [musik] Lenovo Yoga 7i ini pakai prosesor Intel generasi terbaru ya, pakai Ultra 735 dengan 8 core, 8 tradu-nya 49 tops. RAM-nya kita udah dikasih langsung RAM gede walaupun kondisi RAM sekarang lagi gonjang-ganjing dengan 32 GB dengan SSD 1 TB. Jadi dari sini enggak ada yang dikompromit. Dan SSD-nya pun tipe yang kencang ya. Ini bukan tipe SSD SATA. Yang read-nya pas kita tes itu di 7.000-an ribuan Mbpsps. W-nya di 6.400 Mbps ya. Kalau ditranslate kan ke bahasa bayi intinya kalau kalian tekan tombol power dia langsung nyala 2 detikan lah. Tapi biar enggak terlalu lama langsung aja kita coba lihat gimana sih performanya si Intel Core Ultra 7355 ini. Kita awali dulu dengan benchmark sintetis ya. Di tes bench R23 kita coba pakai dua skenario jadi on battery dan juga plug. Di mode pakai adapter single core-nya itu di 1885 multior-nya running pertama running kedua itu gede ya sekitar 10.000-an ribuan poin terus turun di 9.000-an poin. Nah, yang menarik ketika mode baterai only itu enggak turun sama sekali. Performanya mirip-mirip 9.000 sampai 10.000-an poin. Dan untuk TDP-nya pas pengetesan ini, pengetesan CineBch itu pengetesan yang benar-benar bisa kita lihat untuk TDP-nya sampai berapa. Nah, dia ada di 40 watt. Tapi 40 watt ini memang ya karena Cine BZ jadi suhunya lumayan. Spek-nya itu di 90-an derajat [musik] Celcius. Wah, kalau 90 derajat Celcius berarti panas dong, Bang. Enggak juga karena itu wajar sineb tes di 3D Max kita pakai stress test yang artinya di loop sebanyak 20 kali dia lolos dengan skor 98% lebih. Kalau untuk sisanya kayak spy, Firestrike dan juga solar B kalian lihat langsung di sini aja. Lanjut kita coba dia untuk test editing ya. Kita coba Adobe P Pro dengan template yang memang bisa kita pakai, kita eksport ke 4K. Dia bisa menyelesaikan cuma [musik] dalam waktu 2 menit 33 detik. Tapi yang aneh di full HD juga mirip-mirip 2 menitan. Jadi mending eksport ke 4K aja. Terus kalau kita gunain untuk blender dengan template yang memang biasanya kita pakai, eksportnya pakai CPU render itu selesai dalam waktu 3 menit 58 detik. Kalau pakai GPU behan detik aja. Kalau dipakai Excel, walah ini mah malah kencang banget ya Excel. Kayak misalkan kita export powerpoint 150 slide ke BDF itu cuman 9 detik aja. Dan Excel dengan randomis data yang lar banget itu 37 detik. Nah, karena dia ada NPU-nya, ada tops-nya, jadi dia bisa AI on device juga. dia bisa stable diffusion. Dan pas kita coba stable diffusion XL Turbo itu rendernya selesai dalam waktu 2 detik aja. Jager Note cuma 14,9 detik. Nah, dari benchmarks benchmark itu tadi kalau misalkan laptop ini kalian gunain untuk kerja, kalian kerja di agency, korporasi, kerja di manapun ya apapun bidangnya sebenarnya udah cukup banget. Terus kalau misalkan kalian bosan setelah kerja, kalian pengin gaming, Intel Core Ultra 735 ini juga masih mumpuni di [musik] game-game tertentu. Ingat ya, game-game tertentu. Kayak contohnya game Valoran ya, kita coba di base looking. Dia dapat FPS di 79 maksimumnya [musik] bisa tembus 102. Cyberpunk pun kita coba bisa ini dengan graphic high tapi frame gen on-nya itu nyala dan SR-nya ada di ultra performance. Average-nya dapat di 42 maksimum bisa tembus 55. Drop-dropnya itu masih di atas 30 FPS yang artinya kalian main game Cyberpunk di laptop setipis ini itu masih sangat playable. Kalau butering wave ya sebenarnya game butering wave itu game yang Android ya. Tapi kalau yang enggak tahu kenapa banyak kalian yang minta setiap tes laptop itu pakai butering wave enggak apa-apa kita kabulin. Dan hasilnya average FPS dia di 85 maksimum bisa tembus 105. Cuman dropnya kadang bisa di bawah 30 fps. [musik] Nah, sayangnya kalau kita ngomongin suhunya, suhu bagian atas keyboard ya, ketika kita flir super permukanya itu bisa nyentuh 49 derajat celcius. Jadi lumayan. Dan tombol keyboard WASD, tombol-tombol yang bahkan sering kita pakai itu ada di 44,6 derajat Celcius. Hmm, lumayan anget sih. Sekarang lanjut kita bahas layarnya. Karena performa kencang doang. Kalau layarnya kurang [musik] ya buat apa ya? Nah, namanya Lenovo Yoga 2 inone. Jadi dia bisa di-flip seperti ini. Bisa berbagai mode, mode tenda, tablet, mode laptop clamp shell, mode sharing, bisa semua. Nah, si Lenovo [musik] Yoga 721 Aura Edition ini ya, dia punya layar beh, cakep banget sih. Pertama, panelnya ini OLED dengan 14 [musik] inch Wuxga GA 120 Hz dengan golden ratio 16 btinya kalau kalian gunain untuk kerja browsing, coding misalkan, kalian enggak perlu scroll terlalu dalam karena dia lebih tinggi dibandingkan aspek rasio [musik] 16 bing 9. Dan karena ini panel OLED pas kita tes ya pakai Kalman. Weh, kualitas lainnya sih enggak main-main ya. P3-nya itu tembus di 97,5% [musik] untuk coverage. Volumenya 112,9% adop RGB 94,4% coverage. Volume di 109,8%. Nah, untuk brightness-nya sayangnya menurut saya harusnya bisa lebih tinggi ya. ini hampir 400 dengan ukuran laptop Lenovo Yoga 2in17i harusnya menurut saya sih minimal 500 nit, tapi hampir 400 Nit kalau misalkan kalian gunain untuk outdoor asalkan enggak terlalu terang banget masih terlihat sih. Nah, yang menarik kalau kalian lihat di bagian belakangnya ini, ini kayak panu ini ya. Ini bukan panu ya, tapi ini tempat untuk nyimpan pensilnya dan dia ini magnetik. Jadi kalau misalkan kalian orangnya ceroboh kayak saya, tinggal taruh gini aja. Eh, tinggal taruh gini aja tuh langsung nempel magnetnya. Nah, nama pennya ini Lenovo Yoga pen generasi kedua ya. Dia kalau misalkan digunain untuk gambar-gambar mm karena layarnya ini kurang papermid ya, kurang kayak kurang kasar ya feel-nya belum kayak nulis di kertas beneran. Tapi ya untuk ukuran laptop udah nyaman lah. Kayak misalkan kita gores kencang hasilnya tebal, pas kita goreng miring tipis hasil goresannya itu kayak ya tipis karena dia punya fitur 8.000-an. ribuan tingkat tekanan dan tilt detection. Latency-nya pun juga rendah sampai 5,5 ms. Jadi responsif garisnya pas kita gores itu munculnya enggak delay. Karena kalau kalian ngegambar pensilnya udah sampai di sini, [musik] tapi garisnya di sini kan bingung ya. Hovernya juga udah bisa kedetect sampai jarak 10 mm. Jadi kalian enggak perlu posisiin [musik] ujung pen sampai nempel banget, hovernya udah kelihatan. Nah, ini cocok buat kalian yang pengen ngepasin garisnya. Pennya ini juga udah include ya. Wadah magnetingnya ini enggak dijual terpisah, enggak kayak brand sebelah yang apapun itu dijual terpisah. Jadi semuanya ini udah include di dalam paket pembelian. Menariknya wadah pennya ini enggak cuman jadi wadah aja, bisa jadi apa? Ayo, dia bisa jadi penyangga [musik] juga buat jadi tilt mood atau canvas mood yang posisi layarnya agak keangkat dikit persis meja gambar. Posisi kayak gini ngerasanya ya lebih ergonomis pas dipakai buat bikin sketsa. Sekarang turun ke bawah. Kita coba lihat gimana input device-nya. Kalau kalian ngikutin DKID udah lama, pasti tahulah kalau saya itu penggemar keyboard-nya Lenovo. Jadi walaupun Lenovo itu keyboard-nya enggak berubah-ubah, saya enggak kumpulin karena keyboard-nya itu enak banget untuk dipakai. Dia punya travel disonent 1,5 mili yang nyaman, responsif, buat ngetik lama, ttta mantulnya itu kayak bikin nagih gitu. Touchpad-nya juga enak, mulus, presisi. Jadi kalau misalkan keluar kalian ya lupa bawa mouse, ya. Kayaknya kalau kalian terbiasa pakai trackpadnya Lenovo ini enggak usah bawa mouse deh karena udah enak banget. Ada satu hal lagi nih yang menarik dari Lenovo yang jarang saya temuin di laptop lain. Kamera webcam-nya. Biasanya kan laptop lain itu mentok di 1080. Ini resolusinya 2k loh gila. Dan coba langsung aja kita tes kualitasnya. Nah, kira-kira seperti ini kualitas webcam-nya di resolusi 2K dan ini juga udah pakai Windows Studio Effect ya. Jadi kalau misalkan kita mau automatic framing-nya kita nyalain bisa, ECON, bisa, background effect-nya kalian matiin juga bisa. Nih lihat aja untuk ukuran laptop ini. Kalau misalkan kalian enggak punya webcam eksternal masih oke gitu ya walaupun masih ada beberapa noise di belakang ya. Dari segi desain tampilannya khas juga banget. Clean minimalis warnanya ya enggak yang mencolok norak gitu ya. Yang bikin tampilannya tetap profesional dan enggak [musik] ngerasa kaku. Bodinya ini ringkas dengan ketebalannya cuma 15,95 mili. Bobotnya kisaran 1,3 kg. Jadi masih amanlah kalau kalian taruh di tas karena masih under kg. Nah, kalau sama chargernya baru tuh sekitar 1,5 kg. Karena laptop ini bakalan dibawa mobile ke mana-mana, Lenovo menyematkan fitur standar militer 810H. Jadi, kalian bisa wory lah. Tapi sebenarnya menurut saya wory-nya itu lebih ke ADP-nya sih. Dan Lenovo di seri Yoga. Wah, jangankan yoga ya, kadang di adap aja ada ADP-nya. Jadi kalau kalian tanya yoga ada ADP-nya enggak? Pasti ada. Terus karena ini yoga, jadi bahan materialnya inih pakai perpaduan. Uh, ini aluminium sih. Aluminium aluminium semua ya. Dingin semua ya ternyata ya. Enggak ada perpaduan pakai polikarbonat. Nah, sekarang kita move ke [musik] baterai. Baterainya ini menarik walaupun bodinya tipis. Walaupun sebenarnya ini prosesor yang bukan laptop gaming, tapi Lenovo tetap ngasih baterai yang gede banget dengan 70 wat hour yang pas kita jalanin pakai skenario PCimac dia bisa tahan 21 jam 5 menit dengan sisa baterai itu masih sekitar 15%. Dan pas kita sampling kayak YouTube 10 menit berkurang 3%, Office 10 menit berkurang 2%. Kalau gaming tadi Cyberpunk 30 menit berkurangnya lumayan sih ya 10%. Daya tahan baterai yang awet ini dibantu sama sistem AI drive baterai optimization yang ngatur penggunaan daya sesuai aktivitas. Jadi kalau misalkan kita pakai ngetik-ngetik aja dayanya itu disesuaikan lah. Karena kalau misalnya ngetik aja dayanya itu bisa spek tadi ke 40 watt, wah baterainya bisa lebih boncos. Terus kalau untuk waktu pengecasannya seperti biasa Lenovo di Lenovo vintage-nya dia punya Rapid Charge Express yang Lenovo claim pengisiannya selama 15 menit bisa dipakai penggunaan selama 3 jam. Dan kalau untuk cas kita ngecas 0 ke 100% itu butuh waktu sekitar 2 jam. Fitur-fitur lain karena ini Lenovo ada Lenovo vintage-nya. Fitur AI-nya lumayan banyak ya. Pertama dari Microsoft jelas karena di keyboard-nya udah ada dedicated button untuk Windows Copilot. Jadi ada copilot plus PC-nya juga yang bisa ngerangkum teks lewat click to do sampai remove background lewat pin dan banyak sih fiturnya yang udah pernah kita jelasin juga. Terus dari Lenovo sendiri juga ada Lenovo AI Now yang bisa jadi asisten fitur yang bisa bantu cari informasi dan ngerangkum dokumen secara lokal ya. Jadi enggak butuh internet dan lebih cocok buat ngelola brief atau file kerja yang sifatnya pribadi kalau kalian takut file kalian itu dicolong di internet. Karena ini versi Aura Edition, jadi ada aura Smart Moo juga yang bisa nyesuaiin pengaturan laptop sesuai aktivitas mulai dari kerja meeting, bikin konten sampai buat entertainment. Buat munculin widget-nya tinggal pencet F9 dan dia bakal otomatis muncul. Terakhir ada Aura Smart Share yang bisa mempermudah mindahin foto dari laptop ke HP. Tinggal drag and drop aja. Simpel, cara konektinnya juga mudah. Buka aja app Smart Connect di laptop. pilih yang QR terus di HP-nya download Smart Connect juga dan scan keduanya bakal langsung connect satu sama lain. Smart Connect kayak pernah dengar, Bang. Betul itu yang biasanya kita review di Motorola karena Motorola dan Lenovo itu sebenarnya satu company. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Lenovo Yoga 2inone Aura Edition ini. Harganya pas video ini kita buat ya, karena harganya ini sekarang lagi gonjang-ganjing. Bukan fluktuatif ini harganya itu nanjak nanjak nanjak. Terus kalau fluktuatif kan kadang turun ya. Enggak, ini naiknaik [musik] terus. Dan pas video ini kita buat harganya Rp31 juta sekian. Link mobilnya seperti biasa di pojok kiri atau di deskripsi. Dan sebenarnya harganya kalau kita bandingin dengan 2 tahun lalu sih mahal, tapi di kondisi 2026 sekarang ya kita masuk ke fase new normal yang harganya memang semuanya naik. Dan kalian bandingin aja dengan prosesor yang sama aja deh. Intel Core Ultra 735. Harganya mirip-mirip kalau konfigurasinya 32 dan juga 1 TB. Apalagi ini masuk ke seri yoga bukan masuk ke seri adap. Jadi wajar kalau harganya segitu. Nah, tapi dengan harga segitu yang kalian dapat apa sih? Ya, kalian dapat performa yang kencang dengan RAM 32 GB SSD 1 TB. Layarnya juga OLED 120 Hz. Ada yogaap p-nya tadi ada lima mode penggunaan. Jadi, kalian mau buat mode laptop, tablet, mode sharing, mode tenda, bisa semua. Apalagi karena ini barang resmi ya, bukan barang PI. Kalian juga udah dapat Office Hom Student 2024. Ada Microsoft yang basic juga sampai Adob Creative Cloud Pro selama 2 bulan. Jadi intinya kayak keluar dari kardus gitu bisa langsung kalian pakai buat kerja. Oh ya, ini lagi ADP-nya. ADP-nya itu 3 tahun plus Premium [musik] Care yang nyediain langganan 24/7 3 tahun. Jadi 24 jam. Saya pernah kasus Lenovo, teman saya itu dia telepon ke customer service-nya. Bukan dia yang datang ke service center ya, tapi teknisinya yang datang ke rumah. Karena itu enaknya premium care dari [musik] Lenovo bisa kalian telepon kapan aja. Teknisinya yang datang, bukan kalian yang ke sana. Karena kalian ke sana kan juga biaya ya. Kekurangannya paling di layar ya. Layarnya ini dia bukan yang anti reflectif. Jadi kalau misalkan brightness-nya kurang ketika di dalam ruangan atau di outdoor dia bakal agak reflect dikit tapi bisa kalian akalin pakai skincard atau temper glass tambahan sama ini sih. Ini sebenarnya menarik tapi kadang terlalu besar juga ya dan jangan sampai hilang karena kalau hilang kan ribet juga ya. Terus kalau kalian cari performa yang benar-benar buat gaming ya, bukan laptop ini. Laptop ini memang dia ada di tengah-tengah lah, performanya oke, tapi baterainya awet. Bukan yang baterainya awet banget performanya, tapi jadi yang enggak enak banget. Ini ada di tengah-tengah lah. Overall, Lenovo Yoga 7i 2 inone Aura di sini nih enggak cuma buat satu kerjaan yang spesifik, tapi buat hampir allrounder ya, banyak jenis pekerjaan yang menurut saya laptop ini cocok buat agency karena agency itu allrounder ya, jobDES-nya itu banyak. Program aplikasi yang dibuka sama mereka juga banyak kayak serabutan gitu. Legends say and see you on the next video.

Lihat di YouTube