Jungkat

Bukan Laptop Bisnis Biasa ! Acer Travelmate P2 14 Ternyata... (YouTube Video)

  • 28/03/2026

Ini Aris di tongkrongan ngakunya sih paling pebisnis. Pas buka laptop, eh ternyata cuma laptop zaman keris. Hadeh itu mah bukan pebisnis tapi orang ekonomi kritis. Tapi memang cari laptop itu bukan berarti harus speknya manis, tapi keamanannya juga harus otomatis. Enggak cuma itu, laptopnya juga harus ergonomis biar tangan enggak ikut menangis. Ya udah, openingnya ini sebenarnya cuman jadi premis. Selamat menonton. Jeruk nipis. Hai Andika, guys di sini. Hari ini kita kedatangan laptop yang sebentar ya, ini namanya panjang banget nih kayak password Wii. Namanya itu Travel Mate TMP21456G2. Beh, panjang banget. Nah, kalau kalian lihat tampilannya ngerasa familiar enggak? Tenang, mata kalian enggak salah, kalian enggak dejafu. Karena beberapa bulan yang lalu kita udah pernah ng-review laptop ini, tapi dalamannya beda. Bajunya doang yang sama. Tapi walaupun bajunya sama, isinya beda kok. Yuk kita bahas. Desainnya ergonomis. Bobotnya itu cuma 1,38 kilo. Bodinya polikarbonat plus cover metal. Jadi kerasa cukup sturdy. Apalagi seri Travel Mid ini sudah disertifikasi military standar 810H. Jadi kalau misalkan gak sengaja jatuh di ketinggian segini harusnya aman aja. Kalau misalkan gak aman ya video ini sebenarnya gak tayang kok. Ini laptopnya masih nyala. Unit yang saya pegang ini warnanya pure silver. Tapi kalau soal warna laptop bisnis itu saya lebih suka yang warna hitam ya. Tapi ini preferensi selera masing-masing. Karena kalau yang hitam itu elegan soft black gitu. Dan yang hitam memang minusnya dia gampang nempel fingerprint dan kelihatan. Kalau yang silver ini juga nempel fingerprint sebenarnya cuman enggak terlalu kelihatan. Yang buat saya agak ganjal sih sebenarnya layarnya ya, karena dia agak tebal di bagian atas dan bawah. Dan satu lagi, logo di punggungnya ini kayaknya perlu sedikit penyesuaian zaman ya, karena bahasa halusnya kayak agak jadul gitu ya. Tapi menurut kalian logonya ini masih cocok enggak? Masih relevan enggak? Coba kalian tulis di kolom komentar ya. Tapi ya udahlah ya karena peribahasa kan don't judge the book by its cover. Kita juga enggak bisa nge-judge laptop cuma dari logonya aja. Karena yang paling penting itu dalamannya. Meskipun logonya kelihatan vintage alias jadul, yang penting dalamannya enggak ikut jadul juga. Untuk spesifikasinya, laptop Acer ini pakai Intel Core Ultra 7255U. Dia masuk ke kategori entry level prosesor yang memang dikhususkan untuk laptop tipis kayak gini, tapi kencang dan efisien. Jadi baterainya bisa lebih awet. Ibaratnya kalau pemain bola itu sama kayak Pak Jisung lah ya, dia kencang tapi nafasnya enggak habis-habis. Si Intel Core Ultra 7 255U ini pakai 12 core 14 th bahasa manusia atau gampangnya gini. Jadi dia punya dua anak rajin yang super kencang alias POR yang kerjaannya itu yang turbo boost sampai 5,2 GHz dan ada 8 anak hemat yang dia jago multitasking atau efficiency core plus dua anak super irit yang dipanggil cuman buat kerjaan rece ya. Kerjaannya itu background multitasking lah, kayak nemenin kalian nonton Netflix terus nemenin kalian dengerin Spotify gitu-gitu. Buat grafis dia pakai Intel Graphics cukuplah ya untuk nonton video 4K. Jadi kalau kalian pakai upskilling di YouTube 4K dia enggak patah-patah. Dipakai edit ringan juga aman. Main game ya casual aja enggak terlalu berat aman. Nanti kita coba ya. Kalau kalian maksa Cyberpunk sih apalagi retracing-nya nyala yaitu bukan salah prosesornya ya lebih ke harapan kalian yang salah. RAM bawaannya 16 GB yang punya speed 5600 me transfer per second. Kalau kurang tenang, masih bisa di-upgrade dan satu slotnya kosong kok. Jadi gak perlu korbanin RAM bawaannya. Tapi sayangnya enggak ada opsi tambah storage. Sebenarnya tempatnya udah ada tapi enggak jadi karena rebutan tempat sama baterainya. Enggak cukup mubunya tuh. Seterusnya ada di 512 GB NVMI Gen 4. Speed-nya standar buat gen 4, tapi kalau dibanding Gen 3 ya okelah ya. Kecepatan rate-nya itu ada di kisaran 4.800, w-nya di 3.300-an. Jadi buat instal aplikasi, buka project, dan mindah-pindah file kerja ya lebih satsat aja dan enggak gampang bikin kita emosian. Oke, sekarang kita coba lihat gimana performanya dan karena prosesor ini seri Ultra low performance, dia mengejar efisiensi. Jadi, kita coba lihat apakah ada perbedaan performa ketika dia dicolok dan enggak dicolok atau mode baterai only. Dan lucunya ya di battery only performance-nya itu malah lebih kencang loh ya. Tapi rata-rata laptop bisnis itu kayak gini sih. Karena salah satu fokus mereka itu menjaga agar umur laptop ini seawet mungkin. Dan di posisi plugin suhu biasanya cenderung lebih panas. Jadi mereka cenderung turunin performa biar tetap adem dan awet. Dan kalian bisa lihat chart ini di mode charging suhunya berangsur turun dan dipertahankan di angka 80 derajat celcius dengan TDP di 20 watt. Sedangkan di mode baterai only suhunya di 90 derajat celcius karena enggak ada intervensi suhu naik saat proses pengecasan dan TDP-nya malah naik di 25 watt di mode baterai only. Ini jarang terjadi kalau di laptop gaming. Dan stability-nya ini juga bisa terlihat di 3D Max pas kita loop sebanyak 20 kali untuk stress test. Di stress test dia lolos dengan skor 99%. Terus kalau untuk time spy f stack skornya kalian bisa langsung lihat aja di sini. Nah, sekarang kita bahas real use skenarionya. Karena gak mungkin orang beli laptop untuk ngetes sintetis ya. Cuman DKID dan teman-teman tag reviewer yang lain. Nah, untuk real skenarionya kita coba seperti biasa di Adobe Mi Pro dengan template yang memang bisa kita pakai. Kita export ke 4K dia selesai dalam waktu 7 menit 50 detik. Kalau kita turunin resolusinya di full HD dia selesai dalam waktu 4 menit 56 detik. Nah, kalau kalian pengin belajar 3D rendering untuk render-render ya pakai blender template BMW, CPU rendernya selesai dalam waktu 5 menit 13 detik. Kalau untuk GPU rendernya mirip-mirip sih ya, 5 menit 2 detik. Di Premiere Pro Export 4K tadi kalau kita lihat suhunya, suhunya itu dijaga di kisaran 90-an derajat celcius lah ya. Cuman CPU package power-nya nambah awalnya di 30 watt terus distabilin lagi di kisaran 30 watt. Kalau di CPU render, di blender malah ada limitasi ya. Jadi dia powernya itu di kisaran 20 watt dengan suhunya lebih adem dibandingkan Premiere Pro di kisaran 80 Celcius. Nah, sekarang kita coba laptopnya untuk gaming. Walaupun sebenarnya dia bukan laptop gaming karena ini laptop bisnis, tapi ya namanya orang bisnis pasti butuh hiburan. Daripada hiburannya karaoke mending main game aja lah ya. Dan untuk main game Dota 2 graphic fastest resolusi full HD dia dapat average FPS di 83 dropdopnya 76 maksimumnya bisa tembus 118. Valoran yang pakai CPU bonet dengan grafik low. Average FPS-nya di 162, dropdropnya 141 FPS maksimum bisa tembus 246 FPS. Nah, kalau kalian tanya apakah wering wave kuat ya asalkan kalian kuat ya bisa ya. Karena untuk average FPS-nya dia di 34 tapi kadang bisa drop sampai 16 FPS. Kalau kita lihat suhunya ketika kita main game tadi, Dota 2, Valoran suhunya juga enggak pernah di atas 95 derajat celcius. pasti dijaga di kisaran 80-an derajat celcius. Dan kalau kita ngomongin suhu permukaan, suhu permukaannya yang paling panas itu berada di atas keyboard seperti biasa dengan suhunya itu bisa nyentuh sampai 48 derajat Celcius. Tapi kalau laptop yang patut dijaga suhunya itu bagian keyboard sebenarnya. Karena kan kalau misalkan kita kerja terus keyboard-nya panas kan enggak nyaman ya tangan ya. Nah, di bagian keyboard itu masih aman aja di kisaran di bawah 40 derajat celcius dengan 39,6 derajat Celcius. Untuk kapasitas baterai sayaknya enggak terlalu gede ya. dia kapasitasnya di 53 wat hour. Di pengujian kita di modern office yang merepresentasikan pekerjaan kantoran dengan simulasi brightness-nya 50%, volume kita pakai 25an%, kita dapat hasil di 9 jam 47 menit. Tapi dalam kondisi kita start PC max itu di kondisi baterai 96% bukan 100% ya. Jadi harusnya sih masih bisa tahan sekitar 10 jam lah ya. Masih oke karena orang kerja yang normal itu 8 jam. Kalau lebih dari itu harusnya bukan kerja ya, lebih dikerjai aja. Dan kita juga sempat sampling real use-nya ketika kita coba pakai YouTube 10 menit dia berkurang 2%. Untuk browsing baterainya nyala sambil ngetik-ngetik dia 10 menit berkurang 2%. Kalau untuk gaming 10 menit dia berkurangnya lumayan ya. Di gameering wave 10 menit berkurangnya 10%. Pindah ke bagian layar. Nah, di bagian layar ini Acer mulai terlihat komprominya nih. Karena emang laptop ini bukan ditujukan buat kerjaan yang color critikal banget ya. Dari hasil pengujian kalaman kita, SRGB-nya itu cuma dapat di 64%, P3 47%, NTS 45%. Standarnya laptop dengan tipical brightness-nya ada di 307 nit. Jadi kalau buat desain serius atau ngulik warna buat nyetak ya ini kurang ideal. Tapi masih bisa dimaafkan lah ya karena ada beberapa yang bikin layarnya ini tetap enak dipakai kerja. Kayak contohnya dia pakai golden rasio namanya dengan 16 bing 10. Rasio ini paling enak lah ya buat produktivitas karena kalau misalnya kita pakai scroll dokumen atau artikel dia lebih lega. Lihat Excel, kolomnya juga bisa lebih banyak. Kerja kantoran jadi berasa sedikit lebih manusiawi buat mata kita. Kedua, dia pakai layar IPS dengan resolusinya itu Wuxga GA atau full HD plus lah ya. Dan Acer yang saya suka dari dulu dia enggak pernah pakai IPS level atau yang setara sama IPS. Ini beneran IPS. Jadi kalau misalnya kita lihat dari sisi kiri kanan atau alam bawah sadar pun enggak ada yang namanya color shifting. Plus layarnya karena nil bisnis ya bisa dibuka dengan bentar satu tangan. Oh, enggak bisa ternyata ya. Bisanya 180° L buat fitur presentasi. Plus rata-rata pekerja kantoran itu kan sebagian besar ya 90% waktunya lah ya dihabiskan di depan layar. Acer juga menyematkan fitur eye Comfort dengan blue light seal biar mata kita itu enggak cepat tewas dan bos kalian cepat naik S class. Kalian yang tewas, bos kalian yang naik S class. Bagus ya rimananya ya. Kalau untuk kamera kualitasnya sih saya lihat lebih oke lah ya dibandingkan Traverit sebelumnya walaupun ya masih webcam banget. Dia pun juga ada Windows Studio effect seperti biasa. Jadi kita bisa pakai standard blur atau background effect-nya kita hilangin tuh cuman kalau dihilangin jadi kayak warna lampunya itu jadi over expose gitu. Jadi kalau misalkan kalian pengin lebih proper si pakai background effect-nya aja dia bisa automatic framing. Jadi kalau misalkan saya gerak-gerak dia ikut gerak. Dan resolusi kameranya ini udah 1080p 60 fps. Jadi gerakannya lebih real time dan lebih halus. Dan kalau kita buka kamera, Acer bakalan secara otomatis munculin menu Acer quick panel. Ini software pengembangan dari Windows Studio Effect sebenarnya. Jadi enaknya punya laptop AI plus NPU. Salah satunya ya untuk fitur ini. Dia enggak membebani CPU. Jadi yang kerja untuk background effect dan lain-lain itu tadi adalah si NPU-nya. Untuk input device awalnya keyboard-nya ya saya pikir bakalan sama lah ya kayak travel mid sebelumnya yang kita bahas. Tapi ternyata entah kenapa ya bajunya sama tapi keyboard-nya saya rasain ini dia lebih enak loh. Dia ada backl-nya juga dengan dua level pencahayaan. Keyboard-nya ini kompact dan yang paling saya suka pemilihan font atau estetika fontnya ini bagus banget enggak yang ngebold gede-gede gitu. Plus ukurannya buat tangan saya yang lumayan gede juga pas. Tapi ada yang saya enggak suka juga sih ya karena kan saya juga termasuk mainan Excel ya. Walaupun saya enggak expert-ekspert banget di Excel. Nah, ini tombol navigasinya ini atas bawahnya itu nyatu. Jadi kadang terlalu sempit buat tangan saya dan taipuh jadinya. Untuk touchpad harus diakui touchpad-nya ini enak, licin, kerasa saset aja kalau pakai touchpad-nya. Di bagian ini saya nuklain lah. Ditambah lagi ada fingerprint sensor untuk support Windows Hilo. Kalau untuk port jangan diremehin, Bos. Ini laptop bisnis yang portnya pasti lengkap. Coba deh kalian pause aja footage ini sampai LAN port pun yang biasanya enggak ada di laptop konsumer di bisnis ini masih ada. Wii dan bluetooth-nya juga lumayan up to date. Dia pakai WiFi 6ei dan Bluetooth-nya versi 5.3 yang terkenal low power. Jadi walaupun kapasitas baterainya enggak terlalu gede karena komponen yang di sini dibikin low power semua jadi baterainya lebih awet. Kalau di seri gaming-nya itu ada Predator Sense, Nitro Sense, di travelmid juga ada namanya. Sama sih ya travelmid Sense. Lewat sini kita bisa cek kesehatan baterai, RAM dan SSD. Terus ada tombol one click check up biar bisa sistem dicek otomatis kayak medical check up lah ya. Tapi buat laptop ini tinggal klik kelar kalau kita harus ke lab bayar mahal. Di sini juga ada charging mode dan charge limit supaya baterainya gak cepat soak plus opsi power off USB kalau gak mau port USB-nya nyedot daya terus. Bonusnya ada blue light shield buat jaga mata dan ada Acer dust defender juga. Fitur ini biasanya ada di laptop gaming, tapi di laptop bisnisnya juga diturunin. Cara kerjanya dia bisa ngebalik putaran kipas buat nyemburin debu dari dalam. Jadi debu itu enggak ngumpul di kipas gitu. Jadi enggak cuma kelihatan rapi dari luar, tapi dalamannya juga keur di software yang sama pada Tab Experience zones ini semacam ekosistem AI dari Acer yang terus dikembangin, yang makin ke sini makin cakep. Nanti kalian bisa download software ini secara gratis ya. Yang menurut saya menarik itu ada di Aceris. Simpelnya ini Assisten EA yang tinggal di dalam laptop. Rajin, enggak banyak protes, dan yang terpenting enggak minta gaji. Kalian bisa minta dia nyari dokumen meringkas file table atau nyari poin penting dari tumpukan PDF di kerjaan folder kita. Jadi, buat kalian yang kerjaannya nerima banyak fil dari kantor SRSIS ini bisa bantu nyari dan ngeringkas biar kalian gak baca satu-satu tuh dari awal sampai lampiran. Enaknya lagi semua prosesnya ini on device jadi enggak perlu internet. Terus dari sisi security juga jelas beda dibandingkan laptop consumer biasa. Laptop bisnis ini selain fingerprint tadi ya untuk support Windows Hero laptop ini juga pakai Windows Secure Core PC. Ini semacam paket keamanan tingkat enterprise antara TPM, secure Boot, dan proteksi firmware. Gampangnya bahasa manusianya apa ya? Ya, gampangnya laptop ini dari sisi hardware, software, semuanya itu diprotect sih. Enggak cuman ngandalin Windows Defender aja. Itu salah satu alasan laptop ini pakai Windows 11 Pro juga sih. Karena memang disiapkan buat lingkungan kerja yang serius soal keamanan. Jadi, ada sertamnya lah di dalamnya ini. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja. Kesimpulannya laptop ini mungkin memang terlihat untuk flexing ya, karena dari segi desain bisnis look banget. Tapi buat orang yang paham, orang yang beli laptop ini memang sesuai kebutuhannya untuk bisnis, laptop ini sebenarnya beda dengan laptop consumer kayak Acerpire ataupun Acer Swift. Karena ya soal keamanannya itu tadi. Kalau kita cuman ngomongin ya dapur pacunya aja ya. Kayak prosesornya pakai Intel Core Ultra 7 255U terus RAM-nya 16 GB yang masih bisa di-upgrade. Sebenarnya udah jaminan kencang plus ada NPU juga yang akan bantu hal dalam produktivitas. Tapi laptop ini punya sistem keamanan yang niat kalau dibanding laptop consumer atau laptop biasa. sistem keamanannya itu berlayer mulai dari keamanan tingkat software sampai di level hardware yang bakal jaga data kita. Khususnya para pebisnis yang datanya itu penting banget. Saya ada bisnis walaupun enggak gede-gede banget ya. Kalau misalkan ide saya pas meeting sama teman-teman bisnis saya yang lain itu keluar aja, saya paniknya bukan main. Karena bisnis itu sebenarnya salah satunya bukan mana yang paling inovatif, tapi mana yang paling cepat. Jadi data buat pebisnis itu lebih mahal. Apalagi laptop ini sudah ada sertifikasi standar militer. Jadi kalau misalkan jatuh seenggaknya data kita juga masih aman lah. Laptopnya pun juga aman. Tapi tetap karena ini memang ya kebutuhannya buat bisnis ada komprominya biar harganya itu enggak terlalu dar gitu, enggak terlalu naik ya. Contohnya komprominya ada di layar. Walaupun layarnya udah pakai IPS yang bukan IPS level tapi sRGB-nya enggak sampai 100%. Tapi karena ini laptop ya sebenarnya kalau misalkan kalian beli banyak karena kan ini B2B ya. Kalau kalian beli banyak terus kalian mau request kecer, saya mau laptopnya itu 100% sRGB karena pekerjaan kita di media misalkan bisa karena ini laptop B2B bisnis to bisnis jadi kita bisa custom istilahnya di Acer bajunya ini tapi dalamannya kita bisa request di Acer. Intinya sih laptop ini bukan untuk kamu mendang-mending yang biasanya cuman ya ngejarnya itu performance dan dia ada beberapa varian lagi ya mulai dari Intel Call Ultra 5 sampai Intel Ultra 7 265UV Pro sampai video ini dibuat sebenarnya kita belum tahu harganya berapa ya karena ya B2B nanti kita update aja di deskripsinya ya karena harga dari laptop bisnis biasanya itu tergantung TKDN-nya juga saya budi and see you on the next video. Bye bye.

Lihat di YouTube