Jungkat

Bukan Laptop Gaming Biasa!! 2.5K OLED 240Hz, Ultra 9 275HX, RTX5060 (YouTube Video)

  • 15/10/2025

Siapa di sini yang pengin cepat pekerjaannya cepat kelar biar tidur enggak kemalaman tapi laptopnya malah kewalan? Padahal besok udah waktunya bayar tagihan. Semoga bisa bertahan sampai waktunya bayaran ya. Ya udah enggak usah jadiin bahan keluan. Selamat menonton. 19 juta lapangan pekerjaan. Hai Andika, Guys. Di sini siapa nih yang sekarang lagi kerja mati-matian? Walaupun udah banyak 19 juta lapangan pekerjaan, tapi saran saya kalau udah punya kerjaan jangan lupa buat nabung ya. Nah, kalau misalkan nabung dan pengen beli laptop gaming siapa tahu laptop yang di sebelah saya ini si Predator Helios Neo 16s cocok buat kalian. Kenapa bisa cocok? Wah, banyak sih yang bisa saya ceritain. Yuk, kita bahas. [Musik] Sebelum kita bahas performanya, karena ini memang laptop gaming yang paling menarik d performa, kita bahas desainnya dulu kali ya. Dari depan aja udah kelihatan bikin salvox sampai bikin orang lain bakal berbelok. Soalnya logo si Acer Predator ini bisa nyala-nyala yang bisa jadi sumber perhatian orang-orang pas di tempat umum. Terus bodinya tipis, slim design di bawah 19,9 mili pakai layar olet 16 inch dengan resolusinya itu 2,5K yang refresh rate-nya di 240 Hz dan udah support sama gsing juga. Nah, ini fitur biasanya ada di laptop ya Rp40 juta ke atas lah. 240 Hz G6 dan panelnya udah pakai OLED. Jadi gambar yang dihasilin itu kelihatan lebih mantap apalagi passin yang banyak warna hitamnya. Beuh memanjakkan mata banget. Acer claim laptopnya punya akurasi 100% di C P3. Dan kita tes pakai Kalman ya sesuai klaimnya sih ya. P3-nya ada di 100%, sRGB-nya ada di 139%, adop RGB di 98,9%, NTS 97%, dan brightness-nya untuk ukuran laptop juga lumayan ada di tipical 404 nitz. Sayangnya untuk layarnya ini belum anti glare ya, jadi agak-agak glossy. Gampang mantulin reflex dari sekitar. Cuman karena brightness-nya gede, jadi tinggal digedein brightness-nya aja reflect-nya hilang. Oke, desain udah. Sekarang langsung aja kita coba lihat dapur pacunya ya. Spesifikasi dan performanya ini kayak gimana. Jadi untuk dapur pacunya, prosesornya dia udah pakai Intel Core Ultra 9 275 HX. HX ya. Yang berarti itu high performance overclock. Ini seri Intel paling kencang lah. Yang isinya ada 24 core terdiri dari 8 performance core dan 16 ekore yang bisa dibost sampai 5,4 GHz. Apalagi prosesor ini dikombo maut sama Nvidia RTX 5060 yang V RAM-nya 8 GB. Terus dikombo lagi sama RAM 16 GB dengan speed 6400 MHz DDR5 dual channel yang masih bisa kita upgrade up to 64 GB tiap slotnya. Dan untuk storage-nya ada di 1 TB NVM. Gen 5. Wah, itu sih combo yang benar-benar flagship ya. Makanya dia masuk ke Predator Helios. Nah, semua komponen ini tadi kalau kita tes performanya kayak gimana. Pertama kita coba di Cineband R23 dulu ya. Kita coba mode plugin skenario rata kanan single core dia dapat di 2.143. Multi core-nya bisa stabil di kisaran R30.000 sampai 31.000 poin. Gila, ini kec banget. Dan kalau misalkan kita pakai mode baterai only tanpa adapter memang ada peran performa seperti biasa laptop gaming tapi masih oke juga dengan single core-nya itu masih di 2036 multiore-nya stabilnya di range 20.000 sampai 22.000 poin dengan average yang didapat ya sekitar 21.900 poin lah. Nah untuk suhunya ketika sinch R23 seperti biasa dia spike-spike di 105 derajat celcius. Tapi kalau kalian lihat package power-nya, watt-nya itu bisa sampai 140 watt. Itu CPU only loh ya, belum GPU-nya. Nanti kita coba lihat gimana di game. Nah, kalau mode baterai only ya jelas turun ya. Ibaratnya kalau PC ini PSU-nya diambil gitulah cuman pakai baterai aja. Dan hasilnya untuk suhunya turun langsung di 75 derajat celcius, spike speknya di 95. Dan untuk package power-nya spik speknya itu di 50 wat. Tapi yang menarik ternyata coolingnya pas kita tes pakai Time Spice tress test loop 20 kali yang biasanya laptop gaming itu enggak pernah nyentuh di angka 90% ke atas, sier Predator Helios ini bisa tembus di 97,1%. Angka yang cukup impresif untuk laptop gaming yang power-nya untuk CPU-nya tadi aja itu nyentuh di 140 watt. Kalau untuk skor spy fast strike dan solar B kalian bisa lihat skornya di sini. Skor ketiganya ini juga wah ini kencang banget. Dan sekarang langsung aja kita tes untuk real world use scenarionya. Kita coba untuk editing dulu kali ya dengan Adobe Pia Pro dengan template yang memang biasanya kita pakai. Dan untuk ngeksport ke 4K dia cuma selesai dalam waktu 55 detik. Gila ini terlalu kencang sih ya. Dan kalau full HD cuma selesai dalam waktu 30 detik aja. Nah, kalau kalian render 3D blender pakai template BMW, dia selesai dalam waktu 1 menit 21 detik. Kalau kalian rasa 1 menit itu masih terlalu lama, bisa pakai GPU render-nya karena selesai dalam waktu 20 detik aja itu kalian hah nguap aja udah selesai rendernya. Dan kalau kita lihat suhunya pas Premiere Pro Xport 4K tadi ya, dia di 105 derajat celcius. Tapi untuk Intel itu sebenarnya masih rana aman. Dan kalau kita lihat power-nya enggak segede di sine band tadi. Yang paling tinggi itu di 80 watt, tapi stabilnya di kisaran 70 watt. Kalau untuk blender CPU tadi ya, dia tetap 105 derajat Celcius, tapi kalau kita lihat power-nya pertama kali ngangkat di 140 watt, terus stabil di 80 watt. Nah, ketika kita pakai untuk GPU render tadi GPU temperaturnya itu di 82 derajat celcius tapi power-nya di 75 watt. Jadi, bayangin ya 140 watt + 75 watt udah hampir 200 watt. Nah, sebenarnya GPU-nya ini bisa kita paksa untuk word-nya lebih naik lagi. Contohnya ketika di time spice stress test tadi, dia bisa naik power-nya itu sampai 120. Jadi tergantung aplikasinya juga. Nah, sekarang kita coba untuk main game deh berapa power-nya dan berapa performa FPS-nya. Kita coba dulu di game yang ringan-ringan yaitu Valoran dengan grafik rata kanan resolusi full HD, average FPS dia bisa dapat 389 FPS maksimumnya bisa tebus 502 FPS minimum di 340 fps. Gokil, ini kencang banget. Dota 2 rata kanan juga. Average FPS 158 maksimum bisa 213. Dropdopnya cuma di 145 fps. RDR2 dengan DLSS ada di performance grafik ultra average FPS dia dapat 88 maksimumnya bisa 107 dropnya cuma di 75 fps Cyberpunk kita coba di empat mode ya. Jadi performa RAW-nya tanpa multiframe generation di berapa dan hasilnya kalau multiframe generation-nya kita off-kan terus retracing-nya tapi masih on average dia bisa dapat 46 fps maksimum 55 fps dropnya di 43 fps. Kalau multifame generasin-nya dua kali naik dua kali lipat juga dengan average FPS 77 maksimum 95. tiga kali naik 101 FPS average maksimum bisa 138 dan kalau pakai 4 kali average FPS 152 maksimum bisa 188 fps. Jadi untuk referens-nya yang 240 Hz itu masih kepakai di game triple A juga. Nah, kalau kita lihat suhunya ketika main game langsung aja kita ambil sampel yang paling gede ya kayak Cyberpunk multiframe generation 4 kali. GPU power-nya dia stabilnya di kisaran 90 watt. Untuk CPU-nya cuma butuh sekitar 30 GW karena memang game-nya itu GPU bond. Dan untuk temperatur GPU-nya itu di 84 derajat celcius dan CPU-nya di sekisaran 84 derajat celcius. Nah, gimana untuk suhu permukaannya ketika main game? Suhu permukaannya memang lumayan tinggi tapi di atas keyboard ya, di tempatnya ekha dengan tertingginya itu di 47,4 derajat Celcius. Tapi tombol keyboard contohnya WASD yang bakalan sering kita pakai itu masih di bawah 39 derajat Celcius. Karena dia laptop gaming yang power-nya seperti yang kalian lihat tadi bisa tembus 240 watt lebih untuk GPU dan juga CPU-nya ya hampir semua laptop gaming memang kendala atau resikonya itu di baterai karena segede apapun baterainya kalau powernya segede itu ya memang dia tergantung banget sama adapter sama colokan karena biar performanya kencang juga dan hasilnya pas kita PC mark 10 dengan modern Office ya dia dapatnya cuman 3 jam 1 menit tapi itu wajar untuk laptop gaming terus kalau dipakai searadi kayak YouTube 10 menit kita sampling dia berkurang 7% per kalau untuk browsing-browsing aja dengan Wii itu berkurangnya 3% 10 menit dan gaming 10 menit itu berkurang 14%. Nah, untuk gaming sih lumayan ya. Selain logo yang menyala-nyala di bagian belakang, keyboard-nya juga merona-rona. RGB lighting-nya udah empat zona yang bisa dicustom sesuka kalian. Dan btw, semua perlampuan tadi bisa kalian atur lewat aplikasi Predator Sense. Sebenarnya enggak cuman perlampuan aja yang bisa diatur lewat aplikasinya ya. Kalian bisa atur mulai dari mode performa, atur kecepatan kipas, bahkan animasi booting pas laptop dinyalain bisa kita ubah di sini. Overall keyboard-nya ini pas dipakai enak, full size juga, plus ada beberapa dedicated button kayak copilot dan juga Predator Sense. Oh ya, satu lagi tombol cycle performance yang ada di kiri atas keyboard. Jadi kalau mau ngerubah modenya, mode profile-nya, tinggal pencet aja tombol ini. Jadi istilahnya nih kayak tombol NOS yang ada di mobil. Sayangnya tombol power-nya ini masih menyatu dengan keyboard. Tapi untungnya udah lebih jauh dari Dell dan backspace. Jadi typoonya masih ya typonya paling di bintang inilah. Terus untuk touchpad-nya ada di tengah dari space bar dan pas kita coba ngetik ketika kegeser-geser enggak keganggu. Udah support pal di J scen juga untuk touchpad dan secara F touchpad-nya juga udah responsif, enak, nyaman dipakai. Saya sih enggak ada komplit. Terus seperti biasa, software bawaan Acerfied view dan purified voice yang bikin suara dan wajah kita pas di meeting jadi lebih mendingan dengan bantuan AI. Langsung aja kali ya kita coba. Oke, jadi kira-kira seperti ini kualitas webcam-nya. Ini saya pakai potret refinement dari software Exporate Fight View. Sebenarnya juga ada Windows Studio Effect ya di sini ya. Coba kalau misalkan background-nya saya matiin. Wah, nah kayak gini kira-kira konaknya nyala. kualitasnya seperti ini sih kalau dibilang mm kualitas oke untuk webcam ya oke untuk di laptop tapi ya saran saya kalau misalkan streaming untuk di YouTube untuk dilihat penonton saran saya sih tetap pakai webcam eksternal ya biar mereka lebih betah nontonnya karena kalau pakai ini kayak ya kualitasnya menurut saya sih walaupun semal-mahalnya laptop memang biasanya webcam-nya standar gini aja. Oh ya, hampir lupa saya ngebahas konektivitas ya. Walaupun dia laptop gaming yang powerful tapi dia cukup lumayan tipis dan walaupun tipis portnya cukup lumayan lengkap. Jadi ada port DC untuk ngecas, terus sebelahnya ada HDMI 2.1 bukan 2.0 ya dan ada dua buah USB type C yang support sama tanda 4. Laju di kiri laptop ada lubang internet USB A yang udah 3.2 gentus ada micro SD reader dan combo audio jack 3,5 mm. Dan terakhir di bagian kanannya masih ada dua USB type E 3.2 lagi yang bisa untuk power delivery. Jadi kalau misalkan mau dipakai power bank walaupun kondisi laptopnya mati bisa. Kalau untuk konektivitas wireless-nya dia pakai modul Wii-nya itu WiFi 6e. Jadi support 3 band ada 6 GHz plus Bluetooth-nya pakai 5.4 versi baru yang lu power dan koneksinya lebih cepat. Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Acer Predator Helios 16S versi DKID. Kesimpulannya, selain dia punya spek yang gahar dan desain yang seksi, laptop ini bisa seimbang buat hiburan ataupun cari cuat. Tapi mungkin dari sisi harga, laptop ini ya bukan untuk semua orang lah ya. Karena harga normalnya itu bakalan ada di Rp33.500 tapi dapat cashback. Jadi harganya Rp29.900 ya. Cashback-nya berarti berapa tuh? Hampir R5 juta ya. Kita udah dapat prosesor paling ganasnya Intel dengan Intel Core Ultran 275HX Plus RTX 5060. Pendinginannya pakai liquid metal yang udah saya demoin tadi gimana suhu permukaannya dan juga suhu bagian dalamnya. Aman-aman aja, enggak ada throttle. Terus layarnya punya akurasi tinggi dengan 240 Hz Ging OLED. Ging OLED loh ya, bukan IPS. itu jarang banget di laptop gaming yang under Rp30 juta. Sayangnya untuk dapat Ging OLED tadi ya ada beberapa part yang harus dipangkas menurut saya karena RAM-nya masih 16 GB. Harusnya sih kalau dipentokin 32 GB akan lebih oke sih walaupun memang masih bisa di-upgrade ya. Dan kalau dirasa 5060 ini kurang, mereka juga punya varian lain dengan RTX 5070 dan RTX 5070 Ti 12 GB yang nanti 15 belananya akan saya taruh di kolom deskripsi lah. Plus harga ini Acer itu udah ngasih garansi 3 tahun spell part dan 3 tahun service dan 1 tahun Aceral damage protection. Plus ada garansi onside selama 3 tahun untuk pembilian desktop gaming dan semua laptop gaming Acer Predator. Jadi selain kencang, after sales-nya juga bikin senang. Overall kalau kalian cari laptop gaming yang gak cuman powerful dari sisi performa, tapi dari layar juga oke. Walaupun webcam-nya menurut saya standar, yah, Predator Helios New 16SI ini bisa jadi pertimbangan sih. Menurut kalian gimana? Kalian tertarik enggak untuk meminat walaupun harganya under R30 juta Rp29.999.000? Coba tulis di kolom komentar ya. and see you on the next video.

Lihat di YouTube