BYD Atto1 2025: Rasanya Mengejutkan (YouTube Video)
Wow, impresif sekali mobil ini untuk harganya yang Rp195 juta. Yang penting kalau atas berkendara mobil ini jauh di atas rata-rata rivalu. [Musik] Kecil, rencurah. Nah, ini dia BD Atowan. Nah, Byd Atowan ini jadi mobil yang paling menarik perhatian pengunjung konsumen selama GIAs 2025 lalu. Dan kali ini kami berkesempatan untuk mengetes mobil ini antar kota di Jawa Tengah yaitu Semarang, Solo, dan juga Yogyakarta. Lantas seperti apa impresi kami? Yes. Jadi kami berkesempatan untuk mengetes mobil ini antar kota bukan di dalam kota. Padahal ini adalah sebuah city car ya, bukan ee EV yang diciptakan khusus untuk antar kota. misalkan seperti saudaranya itu AT 3 yang memiliki jarak tempuh eh 480 km. Kemudian si Lion 7 yang jarak tempuhi hingga 580 km. Nah, uniknya mobil yang kami tes juga versi yang paling rendah yaitu Dynamic dengan range yang hanya 300 km dan baterainya 30 kW hour. Nah, nah kami tadi sudah dari Semarang, kami singgah dulu di Solo dan sekarang kami sudah di Solo itu dengan jarak kurang lebih 70 kman itu baterainya berada di 53%. Memang jalan dari Semarang menuju Solo itu memiliki kontur yang ee menanjak karena pegunungan ya, melalui jalanan salah tiga. Nah, nanti kita akan mengetahui juga berapa persen baterainya ketika sudah sampai di kota tujuan yaitu Jogja Karta. Tapi overall mobil ini cukup impresif. Tadi saya tidak menyetir, nanti kami akan menyetir dan akan memberitahu bagaimana rasanya ketika mobil ini digunakan antar kota. Dan tipe BYD atau yang kami tes adalah versi dynamic yang memiliki harga sangat reasonable ya Rp195 juta yang artinya tidak sampai Rp200 juta. Tapi sebagai catatan harga tersebut itu belum termasuk dengan wall charging. Jadi eh nanti setiap Anda pembilian dari dealer itu akan ee ditawarkan eh po charging secara terpisah. harganya kisaran Rp10 juta. Jadi, mobil ini bisa Anda bawa pulang dengan ee harga Rp205 juta kurang lebih dengan cadgeran. Nah, selain range yang lebih pendek dibandingkan tipe tertingginya itu tipe premium, ada beberapa detail di mobil ini yang ee berbeda dengan tipe tertingginya yaitu yang memiliki harga Rp235 juta nih. Seperti jok, dia masih menggunakan ee pengaturan manual. Kalau tipe premium itu dia sudah menggunakan electric seat dan juga dia tidak dilengkapi dengan telescopik untuk pengaturan setirnya. sisanya sama, head unit, kemudian semasternya sama dan enggak ada wiring tapi masih ada USB slot, ada type A dan juga type C, ada juga socket 12 volt dan juga SD card reader. Joknya sama, tapi coba kita lihat apakah dia dengan eh tanpa teleskopik masih enak, masih menyenangkan. enggak bisa ditarik. Tapi rasanya masih tapi posisi duduknya sih rasanya masih cukup menyenangkan ya. Serta untuk ketinggian juga tidak bisa diadjust. Satu step aja sepertinya. Tapi lumayan loh ini lumayan ergonomis untuk postur tubuh saya 170 cm yang biasanya menggunakan SUV atau sedan gitu ya. buka sebuah City car kecil seperti ini. Ini rasanya masih mumpuni. Nice. Bukannya seperti willing bingo gitu ya yang kalau untuk postur tubuh di atas 170 cm berkendaranya agak terasa sempit gitu. Di mobil ini enggak sama sekali nice. Nah, sekarang saya akan berkendara dari Solo ke Jogja. giliran saya ini. Oke, let's go. Nah, sudah berjalan nih menuju ke Jogja dari Solo. Bukan Solo sih tepatnya, tapi Colo Madu. Jadi, dia tuh antara Boyolali dan juga Solo. Nah, kita akan melalui tol. Tapi sebelumnya kita melalui ee jalan perkotaan ini ya. Dia tenaga motor listrik itu 74 HP serta torsinya 135 Nm. Untuk stop and go di perkotaan itu rasanya sangat mumpuni ya karena dia mobil listrik ya. Jadi benar-benar rata untuk pick power-nya dari bawah sampai atas. Kemudian ketika melalui pos tidur juga ini rasanya firm sekali loh. Empuknya dapat enggak terlalu keras juga. Kalau dibandingkan dengan e Woling Mingo EV ini rasanya lebih mantap untuk rasa suspensinya. Ya, sekarang sudah berada di jalan tol Solo Jogja menggunakan city car BYD ini. Rasanya itu mantap gitu. Mantapnya dalam artian tadi sudah dicoba di e jalan perkotaan juga ya. itu rasanya dibandingkan rivalnya ini yang paling firm yang terasa mahal ya Bodatauan ini. Kemudian jika dibandingkan dengan hatchback eh yang asal Jepang gitu ya, Honda Brio Main Toyota AG ini juga rasanya lebih mantap gitu, lebih terasa mahal gitu semuanya dari kekedapan kabinnya kemudian suspensinya. Memang kalau di kecepatan tinggi seperti ini ya memang ada gejala body roll-nya sih memang karena dia genernya adalah sebuah SUV bukan hatchback bukan seperti Agia yang hatchback Woling Bingo kemudian E Tata Agia yang drone kisnya lebih pendek dibandingkan atau one ini. Kemudian memang tenaga dan torsi mobilnya tidak besar, tapi rasanya tetap cukup gitu di jalanan tol seperti ini untuk e menembus 100 km/h ya itu rasanya effor juga jika dibandingkan Anda memilih sebuah LCGC misalkan. Ini rasanya lebih effort. Tuh ini udah 110 km/h melebih batas kecepatan maksimal tol malah. Coba kalau Anda naik misalkan Honda Bosat atau Ag gitu ya, mesin 1200 cc itu untuk mencapai kecepatan ideal di jalan tol itu rasanya agak effort gitu dibandingkan sebuah mobil listrik seperti ini. Itulah plus sebuah mobil listrik di mana torsnya terasa instan padahal secara kertas enggak gede-gede amat. Itu poinnya sebuah event. Dan kemudian kalau Anda sudah pernah melalui jalanan tol Solo Jogja ya, itu surveace-nya kebanyakan beton seperti ini ya, di mana dia menghasilkan road noise yang lebih dibandingkan eh jalan tol yang surve-nya itu adalah aspal. Dan rasanya juga root noisnya enggak terlalu kedengaran gitu. Ang kabin enggak terlalu kedengarannya jika dibandingkan lagi dengan lawan di kelasnya yang dari mobil rasa Ciongkok lah kemudian CGT Jepang lah. Ini rasanya lebih senyap. Wow impresif sekali mobil ini untuk harganya yang Rp195 juta. Kualitas berkendaranya sih juara mobil ini. Kemudian mode berkendara mobil ini ada tiga. Eco, normal sport. Jadi terasa ya memang kalau di Eco tuh dia tidak seresponsif normal. Normal dia tidak seresponsif dan sport adalah yang paling kencang rasanya. Dan kalau di jalan seperti normal pun rasanya masih mumpuni juga. Tapi ya karena mengingat di atas kertas tenaga yang enggak gede-gede amat. Kalau di ya kita coba modus sport aja seperti ini untuk jauh lebih responsif dan efforless ketika Anda mengejar kecepatan tertentu gitu. Dan Jnya juga dilengkapi dengan dua step regener breaking, ada yang standar dan juga high. Kalau high kita cobain dia lebih kuat untuk eh remen breaking-nya. Kemudian juga e mobil ini masih ada hardas tapi cuma parking sensor. Jadi enggak ada ada crol, enggak ada landing assist, tidak ada bort mentoring. Ya buat apa juga sih mobil Rp195 juta ada gituan. Yang penting kalitas berkendara mobil ini jauh di atas rata-rata rivalnya. Itu poinnya. Oke, sudah hari kedua kita berada di Yogyakarta dan kemarin sudah ee berkendara dengan BYD At One ini dari Semarang, Solo, kemudian juga Yogyakarta nyampai di malam hari. Nah, kemarin itu perjalanan total trip itu mencapai 171 km. Jadi, posisi baterai waktu di Semarang pertama kali kita jalan itu di 100% persentase baterainya. Kemudian sampai di tujuan di hotel kita di Yogyakarta ini dengan jarak 171 km tersebut itu di mobil tes kami yang tipe dynamic itu baterai itu tinggal 18% dan menyisakan range 55 km. Ya, jadi memang ee kenapa enggak lebih dari itu persentasenya. Kemudian kenapa cuma 171 km baterai tinggal 15%. Oke, jadi selama perjalanan kemarin kami tidak menerapkan gaya berkendara diriving sama sekali. Kemudian seperti Anda tahu juga rute dari Semarang ke Yogyakarta itu full menanjak. Apalagi jalan tol Bawen, jalan tol Salatiga itu benar-benar full nanjak semua dan mulai merata tuh di sekitaran keluar exit tol ee Kartasuro. Kemudian di Prambanan tuh mulai rata dan dijalanan rata. Tapi kita benar-benar sama sekali tidak menerapkan gaya menyetir eco diving sama sekali. Tapi itu menjadi pembuktian bahwa tipe dynamic, tipe yang paling murah aja itu bisa Anda gunakan dari Semarang menuju Yogyakarta, jalan antar kota. Tidak hanya di dalam kota saja. Dan sebagai kesimpulan, BYD Attawan ini memang benar-benar lebih dari ekspektasi. Yang tadi cuma city car EV biasa, tapi dia ternyata lebih dari itu bisa Anda gunakan luar kota. Kemudian kenyamanannya juga terbaik di kelasnya, kualitas berkendara terbaik di kelasnya dan terbaik di harganya. Dan ya sudah ee inilah akhir dari perjalanan kami dengan BYD Atta. Nantinya kami akan mengetes ee untuk jangka panjang mobil ini. Semoga ee dapat unit cepat ya. Jadi begitulah hasil video first drive kami terhadap BYD Atan. Klik like jika Anda menyukai video ini, subscribe bila ada belum, dan jangan lupa juga untuk isi kolom komentar di bawah. Memin juga website kami di ww.od.com atau divero.com dan jangan lupa juga untuk download aplikasi kami di Google Play Store. Terima kasih sudah menyaksikan video ini dan sampai jumpa di video-video kami selanjutnya. Bye bye.
