BYD Sealion 7 2025: Produk Terbaik BYD Saat Ini (YouTube Video)
Kelahiran mobil ini mengorbankan saudaranya, Pak. Perang sudah dimulai. Oh, cukup instan. [Musik] Gara-gara mobil ini pasaran mobil bekas elektrik jadi jatuh bahkan termasuk saudaranya sendiri BYD Seal jatuh juga harganya gara-gara mobil ini keluar. Mobil ini lebih besar dari Seal, lebih banyak fiturnya tapi dijual dengan harga lebih murah. Pertanyaannya, apakah mobil ini enak untuk dinaiki? Bagaimana rasanya ketika dipakai berjalan panjang? Apakah dengan harga yang lebih murah rasanya juga lebih murah dibandingkan BYD Seal? Makanya kita cari tahu kami sudah mendapatkan unit BYD C Lion 7 untuk dites jangka panjang. Dan ini adalah tes lengkap dari BYD C Lion 7. Saat mobil ini pertama kali diluncurkan di IMS 2025, semuanya kaget karena menyangka mobil ini akan berharga di atas BYD Seal. Karena dia secara arsitektur mirip, tenaganya juga mirip, tapi dimensinya lebih besar, fiturnya lebih lengkap. Ternyata BYD mengeluarkannya dengan harga di bawah BYD Seal. sedikit yang mana itu tidak masuk akal. Satu produk dikeluarkan lebih murah dibandingkan saudaranya sendiri yang speknya lebih rendah. Sehingga ya kelahiran mobil ini mengorbankan saudaranya. Bukan hanya saudaranya yang terkorbankan, EV-IV dari pesaingnya juga terkorbankan. Hyundai Ionic 5 misalnya yang sebelumnya sudah diserbu oleh berbagai merek. Begitu mobil ini keluar enggak lama mereka mendiskon harga barunya sampai sekitar Rp200 juta. Kemudian harga bekas dari BYD Seal drop tinggal R00 sampai R00-an juta. Padahal itu keluaran tahun 2024 yang artinya orang itu kehilangan sekitar Rp200 juta atau hampir 30% dari harga mobilnya hanya dalam setahun. Tapi ya begitulah keadaan pasar EV sekarang ketika memang ada produk baru yang lebih canggih, yang lebih bagus, bisa dijual harga lebih murah. Kenapa tidak? Toh artinya konsumen memiliki pilihan yang lebih baik. Nah, tapi sekarang kita akan coba mobil ini. Untuk first impression-nya kami sudah pernah buatkan di Auto Driver Adit waktu itu yang ng-review. Anda bisa klik di kanan atas ini, semoga editor tidak lupa. Nah, tapi sebelum kita ee mengendarai mobil ini dalam jarak yang cukup jauh, sedikit highlight tentang Se Lion 7. Berbeda dengan seal yang memiliki bentuk sedan yang rendah, si Lion 7 ini lebih seperti crossover. Bahkan kalau kita lihat profil sampingnya, dia seperti crossover shooting brake ya. Jadi, ada mengkupenya di belakang tapi ukurannya besar. Dia panjangnya 30 mm lebih panjang dibandingkan BYD Seal. Kemudian dia lebih lebar 50 mm dibandingkan Byy Seal. Dan dia juga lebih tinggi 160 mm. Serta ground clearance-nya juga lebih tinggi 20 mm. Nah, itu yang banyak dikeluhkan orang di BYD Seal. Terlalu rendah, suka mentok karena memang hanya 140-an mm ground clearance-nya. Sedangkan si Lion 7 ini sudah 163 mm. membuat mobil ini bukan hanya lebih lega, tapi juga tampilannya jadi lebih mahal karena dia lebih besar dan memiliki fleksibilitas ke segala medan yang lebih baik. Si Lion 7 itu pertama kali diluncurkan di Cina itu tahun 2024. Jadi masih baru sekali, sedangkan 2025 sudah diluncurkan ke sini. Ada dua tipe, yaitu tipe yang premium rear wheel drive dan tipe performance all wheel drive seperti yang ada di sebelah saya ini. Nah, sekarang kita lihat mesin penggeraknya. Enggak ada mesin karena ini adalah full elektrik. Tapi dia ada front trang di sini yang cukup besar. Bisa meletakkan backpack atau barang-barang yang ee medium size-nya di sini. Jadi ee praktis. Dan enggak tahu kenapa ya setiap kali ngomongin mesin mobil listrik tuh saya pasti pengin buka kap mesin. Padahal enggak ada kap mesinnya. Eh, padahal enggak ada mesinnya di sini. Tapi ya enggak apa-apalah biar lebih proper. Nah, untuk penggeraknya sendiri untuk BYD Cion7 yang premium dan performance sama-sama memiliki baterai 82,56 kWh yang mana itu cukup besar. Tapi kalau yang di tipe premium, dia hanya ada satu motor di belakang karena dia rear wheel drive dengan tenaga 308 HP dan torsi 390 Nm yang bisa menyelesaikan 0 sampai 100 km/h klaimnya adalah 6,7 detik. Sedangkan untuk di tipe performance dia ditambahkan satu motor lagi di depan. Jadi dia all wheel drive dual motor yang total menghasilkan tenaga sampai 522 HP dan torsinya 690 Nm 0 sampai 100 km/h diklaim tuntas dalam 4,5 detik yang mana itu 0,7 detik lebih pelan dibandingkan BYD Seal yang memiliki penggerak serupa. Tapi karena dia mungkin lebih enteng, lebih rendah, lebih aerodinamis, sedangkan mobil ini 4,5 detik. Tapi itu klaimnya nanti kita akan coba sendiri berapa aktualnya. Nah, sedangkan untuk range-nya sendiri karena memang ee baterainya sama tapi yang satu dengan dual motor, satu dengan single motor terjadi perbedaan range. Kalau untuk yang tipe rear wheel drive itu range-nya bisa mencapai 567 km klaimnya. Sedangkan yang all wheel drive ini di 54 km. Nah, ini dia charging port-nya. charging port-nya ada di bagian belakang kanan dan dia bisa dicharge AC.700 wat dan DC-nya bisa sampai.000 watt. Yang mana kalau 150.000 watt itu tidak sampai 1 jam untuk nge-charge dari ee kosong sampai penuh. Nah, tapi sebenarnya ada si Lion 7 yang dicharge lebih cepat lagi bahkan bisa sampai 240.000 1000 watt. Nah, itu tapi sayangnya hanya untuk pasar Eropa di mana sudah menggunakan arsitektur 800 volt. Sedangkan untuk yang tipe di Indonesia dan negara Asia lainnya itu masih 400 volt. Tapi enggak apa-apa, masih bisa 150.000 watt. Ada satu emblem di mobil ini yang menurut saya mubazir, enggak ada gunanya, yaitu emblem dengan tulisan BYD design. Ya, jelas namanya mobilnya BYD pasti didesain oleh BYD. Kecuali kalau misalnya didesain oleh Pinin Farina atau rumah modi ee rumah desain yang lain baru taruh di sinilah. Kalau BYD desain ya memang harus didesain oleh BYYD. Nah, tapi ngomong-ngomong desain, desainer dari mobil ini tidak sembarangan. Dikepalai oleh orang bernama Wolf Gang Eger. Dan Wolf Gang Eger ini sebelumnya pernah bekerja di divisi desain Audi dan Lamborghini. Kita tahu sendiri Audi dan Lamborghini enggak ada yang jelek desainnya. Dan si Lion 7 ini desainnya bagus, terlihat modern, terlihat mewah. Ada ee nuansa sisik di sini ya. Karena memang BYD menamai mobil mereka dengan makhluk dari laut. Jadi seperti sisik-sisik makhluk laut di sini. Tapi secara keseluruhan desainnya rapi, menarik dengan signature BYD yaitu e lampu belakang yang pipih, mengkurva dan memanjang dari kiri sampai ke kanan. Ini adalah bentuk yang bisa dengan mudah diterima dan terlihat elegan sekaligus terlihat gagah dan sporty karena overfinder hitam ini dan dilengkapi juga dengan ban serta veleg 20 inci. Kalau boleh jujur, desain velegnya biasa saja, tutone gini biasa eh tidak terlalu agresif dan lebih ke sisi aman desain dari veleg mobil ini. Tapi yang saya suka kaliper rem-nya merah, mencerminkan nilai sporty. Dan kemudian di belakang ini ada petunjuk mobil ini berakselerasi berapa detik. Saya juga enggak ngerti. Ini mungkin satu-satunya mobil di dunia yang meletakkan angka akselerasinya di emblem. Dan ini belum tentu benar. Ini baru klaim. Nanti kita cek apakah BYD perlu mengganti emblemnya. Ini nanti kita cek sendiri. Bagasinya besar sekali. Kalau di BYD seal itu hanya 400 L. Ini hampir 500 L. Dan Anda masih bisa menambah dengan melipat bangku belakang ini dan dia akan rata. Kalau Anda butuh yang lebih besar lagi, Anda bisa menambah sedikit volume dengan merendahkan lantai bagasi belakang ini sehingga total kapasitasnya menjadi 520 L dengan bangku tegak. Ini duduk belakangnya sempurna. Posisi nyetir saya, saya tingginya 177 cm. Light room lega, headroom masih memadai. Dan ini kursinya empuk, paha tersangga dengan baik. Dan Anda masih bisa menjulurkan kaki ke bawah kursi depan. Dan ini sangat rileks. Ini cocok sekali. Kalaupun Anda membawa driver untuk membawa mobil dan Anda duduk di belakang, ini sangat-sangat nyaman. Apalagi armr-nya juga tingginya proper dan dia juga ada ventilasi AC belakang serta dua buah USB slot di belakang. Kokpitnya wow, keren, canggih, dan fungsional. Saya jelaskan satu-satu. Kita mulai dari kerennya dulu. Ini desainnya sangat mengikuti perkembangan zaman. ada layar infotainment yang besar dan karena ini BYD dia bisa diputar. Walaupun saya juga enggak ngerti apa gunanya tapi minimal kita bisa antara portrait atau landscape. Kemudian instrumennya ini digital dan batas antara instrumen dan panel piano black-nya itu tidak terlihat. Jadi seakan-akan langsung muncul di panel saja menimbulkan kesan seperti mobil konsep yang futuristis dan mewah. Ditambah lagi di sini ini bukan layar kosong. Di sini ada permainan lampu yang dia bisa berpendar menyala berpendar e mati lagi. Menimbulkan kesan ada kesan mistisnya, futuristisnya. Jadi keren sekali. Belum lagi lekukan-lekukan di dalam kabinnya ini sangat artistik dibuatnya dan dipadu dengan material empuk di mana-mana. Bahkan sampai lacinya pun material yang empuk. tidak ada material yang terlihat murah dan semuanya juga kokoh, solidly built. Kemudian canggih ini infotainment-nya bisa mengatur hampir semuanya dari layar sini. Semua fitur mobil itu bisa diatur dari layar sini dan banyak sekali adasnya bisa diutak-atik secara individual. Kemudian semua mode itu bisa Anda aktivasi dari sini. Dia juga sudah dilengkapi dengan pemantau ee polusi udara baik di luar mobil maupun di dalam mobil sehingga semua fitur ada di mobil ini. Saya belum terpikir fitur apa yang belum ada di mobil ini karena semuanya ada. Dan yang terakhir ini yang paling penting menurut saya fungsional karena walaupun sekarang trennya itu adalah dua layar besar yang semuanya diatur di layar, BYD membuat mobil ini lebih mudah untuk dikendarai dengan mempertahankan sejumlah tombol fisik. Ada untuk volume, ada untuk regeneratif, ada untuk mode berkendara, ada untuk start stop engine. Kemudian yang ini pengaturan spion itu masih menggunakan tombol fisik yang mana ini seharusnya seperti itu. Sekarang banyak sekali mobil memasukkan semua di layar yang membuat kita sulit sekali untuk mengatur spion. Tapi ini yang esensial-esensial masih diberikan tombol fisik juga di setir ini masih tombol-tombol fisik. Nah, gini mestinya canggih tapi tetap harus mengeluarkan fungsi-fungsi yang sering kita pakai dalam bentuk tombol fisik. Dan ini tombol fisiknya sangat mewah dan sangat solid dalam hal kepraktisan. Si Lion 7 ini juga sangat baik. Di samping pintu, di trim pintu ini ada tempat penyimpanan dan ada juga cup holder di situ. Kemudian di sini ada tempat untuk menyimpan gadget Anda. Yang sebelah kiri ini ada wireless charging-nya dengan kemampuan 50 watt dan dengan pendingin ini ada ventilasi pendinginnya. Kemudian di bawah konsol ini juga masih ada tempat penyimpanan yang besar. Kemudian di sini ada laci. Lacinya memang tidak terlalu besar tapi enggak terlalu kecil juga. Serta di sini ada penyimpanan yang besar di bawah armr-nya. Serta dia memiliki cup holder. yang bisa disesuaikan tingginya. Jadi, cup holder itu bisa ditekan ke bawah untuk botol minum yang tinggi. Kalau botol minum Anda enggak terlalu tinggi, Anda bisa setel di posisi yang paling tinggi supaya botolnya itu mudah untuk dijangkau. Nah, ini yang selalu disiapkan oleh kru atau driver. Kalau misalnya saya lagi nge-review ini adalah kopi Kapal Api Signature. Ini cocok sekali untuk nemenin kita saat berkendara, teman yang bisa menjaga semangat dan fokus saya. Saya selalu siapin kopi Kapal Api Signature Strong Black Coffee karena praktis, mudah dibawa ke mana-mana jadi cocok untuk jadi teman nyetir. Tinggal stok sebelum berangkat, taruh kopi Kapal Lisnature Strong di cup holder seperti ini dan siap berkendara dengan semangat. Ah, ini rasa kopinya strong bikin semangat jadi on. Oke, sekarang kita akan lanjutkan review interior dari BYDC Lion 7. Sekarang kita bicara tentang ergonomisnya. Ini setirnya bisa diatur tilt dan teleskopik sehingga posisi duduknya cukup ergonomis. Bangku juga bisa disetel secara elektrik termasuk tinggi rendahnya serta bangku ini bisa dipanjangkan dan dipendekkan. Jadi tergantung ee ukuran paha Anda berapa Anda bisa menyesuaikan. Jadi kursinya ergonomis sekali. Tapi memang posisi duduknya dia lebih tinggi dibandingkan BYD Seal. Buat saya ini dashboard-nya rendah ya. Buat saya sebenarnya saya pengin bisa lebih rendah lagi tapi enggak bisa. Ini udah posisi paling rendah jadi agak sedikit terlalu tinggi buat saya. Tapi masalah ergonomis duduknya ini sangat-sangat baik. Yang kurang ergonomis adalah bukaan pintunya. Walaupun keren di sini tapi bukaan pintunya itu tidak natural gitu ya. Natural kita di sini. Tapi ini kita harus ke atas dulu dan mengangkat seperti ini. Tidak begitu ergonomis tapi bikin desain jadi keren. Nah, tapi sekarang inti dari video ini adalah bagaimana rasanya? Apakah dengan dimensi yang lebih besar, lebih banyak fiturnya, terlihat lebih mewah, lebih canggih, tapi harganya lebih murah? Mengorbankan rasa berkendaranya? Kita coba. Tipe yang kami coba ini adalah versi terkencang dari Se Lion 7. Tapi sekarang kita langsung coba saja untuk melihat seberapa kencang. Langsung kita coba saja. AC udah off sport mode. Oke. 3 2 1 Oh. Cukup [Tertawa] instan. Wow, wow, wow. Klaimnya mobil ini 0 sampai 100 km/h dalam 4,5 detik. Tapi yang kami dapatkan kelihatan kan 4,2 detik. Jadi mestinya tuh emblem yang di belakang diganti tuh jangan 4,5 tapi 4,2. Ini udah saya tes sendiri di sini. Jadi ee dia tarikannya itu sebenarnya penyaluran tenaganya tuh halus ya. Kalau kita lagi berjalan seperti ini di sport mode gitu ya, kita gas itu enggak langsung yang instan. Jadi ada gradualnya jadi e nyaman gitu. Tapi begitu dia dari posisi berhenti, rem ditekan, pedal gas ditekan penuh, dia seakan-akan tahu bahwa kita mau tes akselerasi dan dia langsung keluarkan tenaga instannya. memang walaupun ini terasa kuat sekali, 0104,2 itu kencang sekali tapi tetap tidak sekencang seal yang performance di mana mobil itu bisa di bawah 4 detik. Lantas ada bantingan suspensinya yang lagi-lagi tidak senyaman seal. Dari 200 m saja pada saat saya pertama kali nyetir mobil ini, saya langsung tahu bahwa ya mobil ini secara signifikan lebih keras dibandingkan saudaranya, yaitu Seal. Eh, bukannya tidak nyaman ya, tapi bantingannya itu masih dewasa, peredamannya juga natural. Jadi enggak sampai bikin ee kita itu tidak nyaman, tapi memang karakter bantingan suspensinya itu lebih ke arah keras ketimbang membuai seperti seal. Apalagi kalau lagi kita kedarai sendiri lewat jalan bergelombang, itu akan terasa oh ya ini bantingannya lebih ke arah sporty. Ya, mobil ini tidak sekencang dan senyaman seal. Tapi jujur, hanya dua hal itu saja yang kami rasa tidak seunggul seal. Di sektor lainnya, si Lion S ini menyikat habis seal. Oh ya, ini adalah mobil yang jauh lebih proper, visibilitasnya lebih lega. Kemudian dia juga memiliki ground clearance yang lebih tinggi. Jadi dia fleksibel ke segala medan. lebih lega, belakangnya juga lebih nyaman, lebih luas. Fiturnya lebih banyak, pengoperasiannya juga lebih mudah karena fiturnya lebih lengkap. Dan ini atap panoramiknya enggak pakai puzzle lagi seperti di seal, sekarang tinggal pakai eh sentuhan. Bahkan kita tidak perlu menekan tombol, hanya menyentuh saja dia tirai bisa membuka secara proper. Nah, mestinya seperti ini. Sedangkan di seal itu kita mesti bawa puzzle. Ada dua puzzle, depan sama belakang. Bahkan suspensi yang lebih keras juga memberikan keuntungan tersendiri. Iya, pengendaliannya lebih stabil, lebih mantap di jalan, bahkan di kecepatan tinggi sekalipun. Eh, kalau di seal ya jujur aja pada saat saya coba itu kencang itu mobil, tapi settingan suspensinya itu untuk mobil nyaman. Jadi kadang-kadang agak mengerikan sedikit gitu ya, menguras habis performance dari Seal dengan karakter suspensi yang mungkin terlalu lembut untuk tenaganya yang lebih dari 500 HP. Tapi kalau di mobil ini ya jadi cocok suspensi ini. Pengendaliannya itu stabil sekali grip, bannya juga bagus. Kemudian pada saat kita bermanuver cukup ekstrem, ya misalnya tiba-tiba harus pindah jalur gitu, body roll-nya tuh sedikit sekali body roll-nya. Enggak sampai seperti mobil sport ya, tapi definitely ini lebih pantaslah suspensi seperti ini berada di mobil yang tenaganya 500 HP. Tenaga yang besar memang membutuhkan pengendalian yang lebih baik. Ini ya mungkin settingan terlunak yang bisa dipakai untuk 500 HP lebih. Makanya kalau kita pakai biasa-biasa, oh ya terasa agak keras. Tapi begitu kita ingat tenaganya, begitu kita gaspol atau mungkin kita track day gitu ya, berkendara dengan agresif, kita baru merasa bahwa oh ya memang pantas dipakaikan suspensi yang seperti ini. Kemudian kalau kita lagi enggak gaspol pun, mobil ini juga menyenangkan untuk dikendarai karena bobot setirnya ini pas. Dia lebih ke arah enteng ya, jadi tetap terasa nyaman. Tapi dia juga bisa bobot setirnya itu ditambah kalau Anda ingin pengendalian yang lebih sporty. Ditambah satu lagi walaupun mobil ini dimensinya panjang dan lebar, tapi radius putarnya itu ringkas. berputar balik dan parkir itu enggak terlalu masalah buat mobil ini. Lantas mobil ini juga cukup cocok untuk menjadi long cruiser. Sekali isi penuh listrik, ia bisa berjalan lumayan jauh. Dari hasil perjalanan kami selama lebih dari 300 km, kami mendapatkan konsumsi energi itu di kisaran 6,5 km/ kWh. Jadi cukup irit sebenarnya untuk mobil yang ukurannya sebesar ini. Wajarlah enggak irit-irit banget tapi definitely enggak bisa dibilang boros. Nah, dengan kapasitas baterainya yang di atas 80 kWh, secara teoritis mobil ini bisa melaju di kisaran 500 km. Dan ternyata, ya benar, begitu kami ee tes ketika baterai itu 50%, mobil ini di kisaran 240 sampai 250 km. itu juga dengan kondisi sudah tes akselerasi melewati kemacetan, berbagai kondisi jalan gitu. Jadi realistis kalau mobil ini bisa mencapai kisaran antara 480 sampai 530 km di kondisi aktualnya yang mana itu lebih dari cukup dan sudah proper untuk dibawa ke luar kota. Dari berbagai sisi, mobil ini lebih baik dan proper dibandingkan saudaranya yang memiliki price list lebih mahal. Tapi memang ia juga memiliki sejumlah hal yang agak mengganggu. Yang pertama adalah e sebenarnya kami berharap itu ada mode one pedal ya. Jadi yang kita bisa regenerative breaking sampai mobil itu berhenti ya. Tapi saya enggak menemukan menunya sama sekali. Kita hanya bisa mengubah antara dua mode regeneratif, standar dan high. Tapi event yang high pun kalau misalnya kita coba kita coba apakah dia bisa sampai berhenti. Kalau yang high enggak, itu pun enggak bisa sampai berhenti. Kemudian hal berikutnya adalah tidak ada wiper. Yes. Mungkin alasannya karena alasan desain ya. wiper akan mengganggu desainnya yang smooth ini. Tapi kan bisa disembunyikan di dalam di bawah spoiler ini. Karena dengan tanpa wiper kalau kita hujan atau kaca belakang itu terkena kotoran susah untuk membersihkannya. Mobil ini belum dilengkapi dengan lockway walk. Jadi kalau kita berjalan menjauh dari mobil tidak ada yang terjadi. Jadi kita tetap harus mengunci secara ee manual dengan tombol di sini. Begitu juga ketika kita mendekat, dia tidak bisa membuka secara otomatis. Eh, iya sebenarnya bukan fitur yang terlalu penting ya, tapi rival-rival di kelasnya rata-rata sudah memiliki fitur seperti itu. Tapi si Lion 7 belum atau minimal saya belum menemukan caranya karena saya sudah utak-atik tapi tidak ada menu untuk walk away lock atau unlock pada saat approach. Kemudian berikutnya adalah sistem driver monitoring systemnya. Yes, yes, yes. Memang driver monitoring system itu dibuat untuk mengingatkan kita ketika kita terdistraksi pandangan teralihkan ke tempat lain atau kita mengantuk atau kita ee megang gadget, melakukan sesuatu yang tidak proper lah. Yes, enggak apa-apa. Memang driver monitoring system hadir untuk itu. Tapi yang DC Lion ini menurut saya terlalu sensitif. kita kita kan kalau nyetir enggak 100% lihat depan. Kadang kita juga mau mengatur sesuatu atau mau ee ee melihat ke spion, ke kiri dan ke kanan gitu. Itu itu pun dia bisa peringatkan bahwa kita ee harus fokus lagi ke depan sampai akhirnya pilihan yang lebih baik adalah untuk mematikan. Kalau enggak kita terganggu terus, malah kita terganggu oleh driver monitoring sistemnya dan ee tidak ada cara untuk menyetel driver monitoring system tersebut sensitivitasnya. Jadi apalagi pada malam hari dia tuh ada di kanan dan ada dua buah infrared ya ada kotak kecil di sebelah kanan dan ada dua buah infrared yang itu kalau malam hari itu seperti ada dua mata merah memandang ke kita dan siap memarahi kita gitu kalau kita nengok sedikit aja gitu ya mungkin itu preferensi pribadi ya tapi saya sendiri merasa bahwa ini agak terlalu sensitif nih driver monitoring sistemnya kemudian satu lagi adalah visibilitas belakangnya. Karena memang mobil ini bentuknya seperti shooting brake gitu ya. Untuk kepentingan desain, satu yang dikorbankan tuh adalah visibilitas dari spion ke kaca belakangnya. Kecil sekali bahkan mobil sport atau superc aja banyak yang lebih besar dari ini. Meski begitu, ia juga memiliki sejumlah hal yang menyenangkan. Yang pertama ini nih yang unik. Mobil ini dilengkapi dengan tombol start stop untuk menyalakan dan mematikan mesin. Tapi kalau mobil-mobil sekarang kan ada yang lebih praktis lagi tuh yang asal kita kantongin kunci kita tinggal masuk ke dalam kita injak rem dia langsung bisa jalan. Ketika kita mau berhenti, kita mau matiin mesin, kita enggak perlu pencet tombol. Kita tinggal keluar mobil kunci dia mati sendiri. Praktis. Tapi kan juga masih ada pemikiran yang aduh bahaya dong nanti kalau misalnya ee anak kecil masuk kemudian dia bawa kunci nginjak rem mobilnya aktif gitu ya walaupun sebenarnya tidak semudah itu. Atau juga ada yang lebih suka konvensional yang kalau naik mobil harus diarter gitu. Jadi kayak ada ritualnya yang menghubungkan antara kita dan mobil sebelum berjalan tuh memencet tombol start off. Nah, di mobil ini bisa dilakukan dua-duanya. Jadi kita punya pilihan untuk pakai tombol start stop atau pakai mode yang tidak perlu pakai tombol start stop. Iya ya. Kenapa enggak semua mobil kayak gitu ya? Jadi kita punya option. Kemudian Anda akan kagum dengan apa yang bisa diatur oleh infotainment-nya. Sistem ADAS-nya yang saya suka ini bisa diatur individual untuk mati atau nyala. warning-nya bisa dimatiin atau misalnya seperti yang mengurangi resiko tabrakan depan ya, di mana dia bisa memberikan peringatan dan kemudian dia ee mengerem otomatis. Kan kadang-kadang itu bisa suka berbahaya ya kalau di Indonesia. Dan itu kita punya pilihan untuk matiin warning-nya aja atau matiin ee breaking-nya aja atau dua-duanya dimatiin dan dia tidak otomatis nyala sendiri. Jadi dia selalu mengikuti settingan terakhir kita. Nah, itu jadi bisa secara individual itu benar-benar diatur di sini. Dan ini banyak sekali yang Anda bisa atur dari layar ini. Stirering berat ringannya Anda bisa atur. Kemudian ee pengaturan spion dia mau turun atau tidak pada saat kita mundur itu juga bisa diatur di sini. Kemudian kita juga bisa mengatur tinggi rendahnya lampu di sini. tinggi rendahnya bukaan bagasi. Ee kita juga bisa pakai mode ketika kita pencet unlock di remote, dia ngebuka secara otomatis jendelanya atau tidak atau berdasarkan kita mengunci dia menutup otomatis atau tidak. Kemudian ini kita bisa mengatur juga di sini untuk jendela menutup kalau misalnya terjadi hujan. Jadi begitu mendeteksi ada hujan, jendela nutup sendiri. Atau ketika kita lagi berjalan di atas 80 km/h, jendela kita kebuka, kita akselerasi, kita makin kencang, dia nutup sendiri. Hampir setiap aspek dari mobil ini bisa diatur dari layarnya. Lantas hal berikutnya adalah sistem ADAS-nya yang sangat halus dan sangat akurat. Jadi ee percaya diri gitu menggunakan sistem ADAS-nya di jalan tol. Walaupun tetap untuk sistem pengereman otomatis saya lebih memilih untuk dimatikan saja. Karena kadang-kadang di sini bukan salah sistemnya, kadang-kadang di sini banyak motor yang motong sembarangan dan mobil bisa langsung ngerem mendadak dan malah berbahaya tertabrak dari belakang. Lantas satu lagi, mobil ini juga audionya sudah memakai audio yang premium branded dari DIN Audio sehingga sudah lumayan lah gitu ya. Mungkin belum sampai yang ke audio file tapi minimal buat yang kupingnya rata-rata seperti saya ini udah lebih dari cukup. Senine 7 adalah mobil yang menyenangkan dan memiliki value for money tinggi. Bukan hanya bisa melumat seal, ia juga akan membuat rival dari merek lain ketar-ketir. Ya, bagaimana tidak? Coba kalau kita bandingkan dengan rival sekelasnya lah. IC 5 deh misalnya yang dari harganya 800-an sekarang terkoreksi jauh di bawahnya karena rival-rivalnya dibandingkan Ionic 5, mobil ini terasa jauh lebih modern dan fiturnya jauh lebih lengkap. Kemudian kalau kita bandingkan dengan Ion Hyptech HT yang dia berada di 600 besar ya di 685an juta untuk yang tipe pintu biasa dibandingkan Hyptech HT mobil ini terasa lebih dinamis dan lebih mudah untuk dioperasikan dengan banyaknya tombol-tombol fisik. Dan harap diingat kedua rival-nya tadi tenaganya tidak ada yang lebih dari 320 HP. Bahkan Ionic 5 itu hanya 217 HP. Sedangkan mobil ini 522 HP. Bahkan tipe terendah dari si Lion ini juga masih di atas 300 HP. Memang sekali lagi dari segi bantingan suspensi ia tidak senyaman Ionic 5 dan Hypettch HT. Tapi itu bisa dimaafkan. Apa iya Anda mau memakai yang bertenaga di atas 500 HP tapi dengan bantingan suspensi yang membuah yang tidak mendukung pengendalian memadai untuk tenaga tersebut? Saya rasa enggak. Oke, saya belum coba yang tipe premium yang di 308 HP ya tenaganya. Mestinya sih bantingan suspensinya bisa dilunakkan selevel dengan para rivalnya tadi kalau misalnya tenaganya kecil ya. Tapi saya belum coba ya. Semoga bantingannya lebih lunak. Tapi yang jelas BYD dengan si lionnya telah meningkatkan standar lagi di kelas ini. Harganya jika dibandingkan dengan apa yang didapat itu memang luar biasa. Mobil ini mungkin tidak punya varian pintu galwing seperti di ION Hightech HT. Mungkin juga bentuknya tidak seretro futuristis, seunik Ionic 5, tapi bisa dibilang mobil ini yang terbaik di kelasnya dalam hal value for money, teknologi, kemudahan berkendara, dan performa. Salut buat BYD yang rela dan berani mengeluarkan mobil ini sekarang. menampar para rivalnya walaupun dengan pengorbanan saudara sendiri. Saudara sendirinya pun ikut tertampar ya itu seal. Tapi ya good job BYD dan saya berharap pabrikan yang lainnya jangan mau kalah. Saya berharap honeymoon-nya si Lion ini enggak lama dan keluar lagi produk yang mungkin lebih menarik, lebih lengkap, lebih berperforma, lebih murah lagi. Perang sudah dimulai dan BYD terus meningkatkan suhu peperangan itu dengan meningkatkan standar di kelasnya. Saat ini BYDC Lion lah benchmark untuk di kelas SUV. Harga R00 sampai Rp800 juta full elektrik. Good job. Akhirnya selesai juga perjalanan saya dengan BYD si Lion 7 ini. Dan buat Anda jangan lupa untuk selalu sedia kopi hitam siap minum yang praktis untuk jaga semangat berkendara. Kapal Api Signature. Teman semangat setiap hari. Well, jadi begitulah hasil review lengkap kami terhadap BYDC Lion 7 ini. Dan kami sangat berharap ke depannya akan ada mobil seperti ini lagi yang merusak harga pasaran yang membuat konsumen itu bisa mendapatkan lebih dengan harga yang lebih murah. Well done, BYD. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Auto Driver jika Anda belum. Main-main ke website kami di ww.odriver.com autodriver.com serta download aplikasi Auto Driver di Google Play Store. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
