Bye Samsung Watch Ultra?? REVIEW Samsung Watch 8 Setelah 2 Minggu (YouTube Video)
Halo, apa kabar semuanya? Balik lagi Put Review. Dan langsung aja ini dia Samsung Galaxy Watch 8. Dari sekian banyak Samsung Galaxy Watch yang pernah saya cobain, mungkin saya bisa bilang ini adalah yang paling nyaman. Kedengarannya kayak agak lebay ya. Kok bisa sih watch yang bisa dibilang basic ya entry levelnya Samsung saya bilang paling nyaman. Apalagi sebelumnya kan saya pakai Watch Ultra yang secara tir perangkat itu kan jauh di atas satu flagship yang ini ya bisa dibilang entry levelnya lah masa dia bisa ngalah flagship. Nah, saya bakal coba jelasin di video kali ini apa aja yang saya suka dan apa aja yang saya kurang suka dari Samsung Galaxy Watch 8. Spoilernya saya bisa bilang kalau sejak ada si Galaxy Watch 8 ini saya jadi lebih sering pakai ini dibandingkan pakai yang ultra. Oke, jadi hal pertama yang perlu saya bahas dari Samsung Galaxy Watch 8 itu adalah soal kenyamanan. Ini adalah satu poin yang cukup ditekankan Samsung waktu mereka ngeluncurin dan setelah pakai saya pun setuju kalau Galaxy Watch 8 ini menjadi smartwatch Samsung yang enak banget buat dipakai. Perangkatnya itu ringan dan enggak berat sama sekali. Bahkan kalau ditimbang itu cuman enggak sampai 50 gr dengan strapnya. Kalau dicopot malah cuman 30 gr doang. Tapi ya namanya pakai jam kan pasti pakai strap doang. Enggak mungkin jamnya doang. Ini beda signifikan banget ya dari Watch Ultra yang tanpa strap aja itu udah 60 gr sendiri. Kalau buat saya yang sebelumnya pakai Galaxy Watch Ultra ini tuh berasa banget bedanya. Lebih nyaman dipakai sehari-hari saat aktivitas olahraga atau enggak nyamannya dapat. Habis itu, ini juga tentunya enak banget dipakai saat tidur. Sesuatu yang tidak nyaman saya lakukan ketika pakai Galaxy Watch Ultra. Apalagi sejak beberapa bulan yang lalu Galaxy Ring saya hilang ya kan sempat putus tuh ya, saya enggak ada alternatif. Nah, dengan adanya Galaxy Watch 8 ini, nah slip tracking saya jadi lanjut konsisten lagi seperti sebelum-sebelumnya. Nah, selain dari segi bobot, hal lain yang bisa bikin nyaman juga dari si Galaxy Watch 8 ini adalah redesaign-nya menjadi lebih tipis. Ini dikatakan Samsung sebagai Galaxy Watch mereka yang paling tipis yang udah 11% lebih tipis dari versi sebelumnya. Di bagian sensor atau di bagian belakang jam ini sekarang dibuat enggak terlalu menonjol. Jadi, pas dipakai ya itu berasanya lebih natural seperti enggak ada apa-apa. Di website ada ilustrasi yang cukup bagus dari Samsung dan cukup menunjukkan bagaimana yang baru ini emang dibuat lebih tipis. Tapi meskipun ini perangkatnya lebih tipis, dari segi build quality sama sekali enggak dikurang-kurangin sama Samsung. materialnya pakai armor aluminium. Sedangkan untuk kaca bagian depannya yang di layar ini menggunakan Sappire ya. Jadi udah premium, kuat, dan tahan goresan. Jadi udah aman banget. Jadi enggak usah mikir lagi kalau layarnya mesti pakai screor dan segala macamnya. Layar ini juga udah bagus banget karena udah pakai Super AMOLED dengan kecerahan yang up to 3.000 nit. Jadi dipakai outdoor siang-siang misalnya olahraga gitu ya, ada matahari aman banget tetap bakal kelihatan. Terus untuk sertifikasi ya ini tetap ada di IP68, IP68 dan 58. Jadi untuk kena air saat pemakaian harian kayak kehujanan mungkin ya kebanjiran mau dibawa mandi aman banget. Dipakai olahraga juga pastinya oke. Mulai dari keringetan pas lari atau mau dibawa berenang sekalian aman-aman aja selama itu bukan di air asin. Nah, jadi beda sama Galaxy Watch Ultra yang sudah bisalah karena air asin sedikit pak. Ngomongin soal desain, Samsung juga ngeganti nih di Galaxy Watch 8. Sekarang bahasa desainnya seperti dibuat Samsung kayak versi yang ultra. Bulat di tengah terus dibingkai dengan pinggiran yang sedikit mengotak. Jadi enggak ngotak-otak amat. Ya suka atau enggak suka itu selera banget sih. Tapi kalau saya masuk ke bagian yang suka. Palingan yang perlu diperhatikan adalah tambahan desain yang ada kotaknya di luar ini bikin jamnya jadi kelihatan lebih besar. Di awal saya sempat bimbang tuh mau pakai yang 40 atau yang 44 nih buat si Galaxy Watch 8. Akhirnya saya pilih yang 40 aja. Seperti yang bisa dilihat sini 40 mm aja itu agak kelihatan gede di sini. Nah, hal berikutnya lagi nih yang perlu diperhatikan dari Galaxy Watch 8 adalah segi strap atau talinya. Jadi mulai seri terbaru ini Samsung mengganti jenis konektor di smartwatch mereka. Jadi buat yang mungkin udah sempat punya koleksi ya strap-strap dari Galaxy Watch sebelumnya. Kalau beli Galaxy Watch 8 ya udah enggak bisa dipakai lagi. Disayangkan sih ya karena emang harus beli baru lagi mulai dari nol lagi. Cuma kalau emang buat user yang benar-benar baru beli sih harusnya enggak ngaruh. Tapi buat yang udah lama udah punya banyak stok strap-strap mungkin udah yang bagus limited edition segala macam. Jadi yang enggak bisa dipakai. Nah, sekarang lanjut kita ngomongin soal fitur yang ada di Galaxy Watch 8. Nah, ini udah ada cukup banyak yang baru dan kontribusi utamanya itu sebenarnya dari segi sensor baru yang dipakai serta versi software yang lebih update. Nah, sebelum lanjut ke fitur-fitur yang baru itu ya kalau untuk fitur yang standar kayak misalnya untuk terima telepon ya untuk balas chat segala macam itu masih bisa dilakukan langsung di jamnya sendiri. Terima WhatsApp call juga bisa, enggak ada masalah. Telepon seller enggak masalah. Balas chat WhatsApp juga lancar-lancar aja. Nah, untuk segi software nih yang tadi saya sempat omongin ya sebelumnya di sini kelihatan cukup signifikan karena Galaxy Watch 8 ini sudah menggunakan One UI 8 ya Watch ultra saya aja ini masih One6 kayaknya kelihatan jauh banget beda dua series satu One UI 6 satunya One UI8 jadi semoga nih Watch Ultra bakal cepat update sama Samsung di seri yang lebih baru ini ada berapa perubahan atau fitur baru yang dikasih sama Samsung buat yang suka lari atau baru mulai lari ada yang namanya fitur running coach fit Fitur ini semacam program yang tujuannya untuk meningkatkan kemampuan lari kalian. Jadi, dari yang pemula sampai advance itu bisa pakai. Kalau saya di sini pakai angle yang sangat pemula ya. Jadi, pas saya pertama kali saya cobain running coach, dia tuh kan ada bakal dites lari secepat mungkin, sejauh mungkin dalam waktu 15 menit. Setelahnya data kita itu bakal dianalisa dan kemudian dikasih peringkat. Nah, ini data saya pas pertama kali ikut tesnya si running coach ya. berantakan pasti pace-nya enggak kencang, hard rate-nya tinggi banget, V max-nya juga enggak bagus, matrix lainnya juga ya enggak okah, bisa langsung lihat. Nah, bisa ditebak saya dapat rank sat alias paling bawah ya, paling mula. Baru deh nanti kita dikasih tuh menu-menu latihan yang bisa kita ikutin dan ujung-ujungnya nanti bakal ada tes untuk ngelihat apakah ada peningkatan atau enggak kita buat naik ke ranking selanjutnya. Selain lari, olahraga lain juga masih banyak nih yang bisa dipakai di Galaxy Watch 8. Tinggal kita lihat menunya aja dan pilih-pilih. Tapi ya buat sebagian orang nih, sayangnya untuk sekarang dari sekian banyak pilihan olahraga yang disediakan, olahraga paling eksis di Indonesia, pedle. Nah, belum ada di sini. Jadi kayak belum dianggap kali sama Samsung ya. Kalau saya sih alternatifnya bisa dipakai berenang dan datanya masih oke sekali. Plus ada fitur auto detetect. Jadi kali ini saya langsung nyemplung lupa aktifin tracking-nya. Nah, ini juga tetap bisa dapat datanya. Nah, kalau dibandingin sama Watch Ultra ya, yang beda di Galaxy Watch 8 ini adalah tidak ada mode multiport ya, kayak untuk triathlon. Nah, ini enggak ada. Cuma balik lagi Watch Ultra kan peruntukannya lebih serius dibandingkan Watch 8 ini. Selain pengukuran dari segi olahraga, hal lain juga penting banget dari si Galaxy Watch 8 sudah pasti adalah pengukuran aktivitas dan kesehatan. Di Galaxy Watch 8 ini enggak cuma ada ya untuk step, tiduran, segala macam, tapi dia sekarang ada yang baru namanya vascular load. Jadi simpel ini adalah kayak ngasih data soal beban kerja yang harus ditanggung jantung kita saat membuat darah melalui seluruh pembuluh darah. Wow, kayak kompleks sekali tapi ya itu dia ada di sini fiturnya. Kemudian fitur berikutnya juga ada yang namanya antioxidan index. Nah, ini bisa dipakai kita dengan cara mencet sensornya di bagian belakang pakai jempol begini. Fungsi ini untuk ngukur kadar antioksidan yang ada di dalam badan kita. Nah, ini sangat dipengaruhi oleh pola makan. Jadi, kalau kalian rajin makan sayur, makan buah, ya hidupnya sehat, hasilnya harusnya bakal oke. Contoh kayak teman saya, dia bakal dapat di level tengah, level yang oke lah. Nah, kalau saya yang berantakan ini pola hidupnya, nah masih dapat di level yang enggak bagus seperti yang bisa dilihat sekarang. Terakhir ya tentu kita enggak bisa melewatkan soal pengukuran tidur. Nah, ini sih sebenarnya enggak banyak-banyak berubah ya, masih sama seperti sebelumnya termasuk data dan fitur slip coaching-nya yang masih sangat bisa dilihat data-datanya. Jadi, masih komplit segala macam yang kalian butuhkan dari tidur kalian. Kalau kalian pengin tahu seberapa bagus kualitas segala macam, bisa langsung lihat datanya. Nah, semua fitur-fitur baru yang barusan saya sebutin ini ya, semua bisa dipakai di Galaxy Watch 8 Series, termasuk yang classic juga ya. ya. Jadi kan ada Watch 8 ya, ada 4044 sama ada Watch 8 Classic. Kalau untuk seri Watch yang udah duluan rilis kayak Watch Ultra saya itu kan saat ini memang belum bisa. Jadi masih harus menunggu update dulu nih baru kita bisa lihat nanti fitur baru ini bakal diturunin apa enggak sama Samsung. Harusnya sih diturunin ya, apalagi untuk Watch Ultra yang bisa dibilang adalah jam flagship-nya Samsung saat ini. Habis itu ada juga nih satu fitur yang cukup spesial dari Galaxy Watch 8 yaitu sekarang dia sudah bisa pakai Gemini langsung di jamnya. Jadi bukan di smartphone aja tapi jam ini sudah bisa mengakses Gemini. Jadi kita tinggal tekan nih tombol yang di atas nanti dia bakal langsung muncul as Gemini. kita bisa tinggal ngomong pengin nanya apa segala macam nanti bakal langsung dijawab juga langsung di smartwatch ini mungkin berguna sih ya buat yang suka pakai Gem ini tapi malas ngeluarin handphone-nya nah tinggal pakai di sini bisa gampang banget tapi kalau saya sebenarnya masih tetap pilih ya udahlah buka di handphone aja gitu tapi buat porsis bagi orang lain mungkin fitur begini bakal berguna juga sebelum nah ini juga satu bagian yang pasti bakal ditanyain gimana tentang baterainya oke jadi di sini posisi saya adalah enggak pernah pakai Galaxy Watch 7, Watch 7 enggak pernah pakai, Watch 6 enggak pakai yang basic juga karena waktu itu pakainya yang classic ya, jadi enggak tahu gimana. Tapi kalau untuk yang Galaxy Watch 8 dengan semua fitur-fitur saya nyalain dari full charge tanpa always on display itu saya bisa dapat sekitar 1,5 hari maksimal. Sedangkan kalau dengan always on display itu maksimalnya 1 hari. Untuk pemakaian harian ya. Oke. Meskipun agar lebih aman enggak kehabisan kita harus tetap ngecas ya tiap harinya. Mungkin kalau sore itu ngecas supaya pas sampai rumah atau di jalan itu enggak kehabisan. Tapi tetap kalau buat saya misal buat traveling atau pergi yang lama sih kayaknya bakal tetap balik ke ultra karena ultra baterainya jauh lebih awet ya. Bisa sampai 4 hari dalam satu kali charge dibanding ini yang mungkin ya satu hari saya harus ngecas ya supaya baterainya enggak habis. Jadi overall kalau kamu adalah user Galaxy Watch dan udah lama banget nih enggak upgrade ya Galaxy Watch ini adalah satu produk yang bisa kalian coba. Enak banget jamnya asli enak banget, nyaman banget, fungsinya juga cakep. Sampai-sampai setelah saya punya ini, saya tuh lebih sering pakai dia dibandingkan versi yang ultra ya, kecuali mungkin saya lagi traveling segala macam. Kekurangan dari produk ini sih palingan baterainya yang masih seharian aja ya, belum bisa lebih lama. Terus ya dari segi konektivitas juga dia hanya bisa terhubung dengan smartphone Samsung doang. Jadi kalau kalian bukan user HP Samsung ya bye bye enggak bisa dipakai gitu. Kalau kalian maunya jam yang lebih simpel, kecil, ringan banget, ya nyaman dibawa-bawa apalagi dipakai tidur, nah ini Watch 8 menurut saya udah sangat memadai. Jadi benar-benar balik ke preferensi dan kebutuhan kalian masing-masing ya. Kalau cocoknya jam gede, saya sangat rekomendasi ultra. Kalau yang kecil, ringan, watch it aja. Oke, jadi itu dia sedikit review saya yang mungkin tidak singkat-singkat amat tentang Samsung Galaxy Watch 8. Makasih banyak nonton sampai habis, Putra pamit. Sampai ketemu lagi di video berikutnya dan seperti biasa, have a nice day. [Musik] Ye ye
Video Lainnya
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Ketika hampir semua produsen ponsel berlomba-lomba menyematkan emblem 'Ultra' pada produk andalan mereka, sebuah pertanyaan besar muncul: apakah sang pionir masih...
Persaingan di pasar ponsel pintar kembali memanas setelah sebuah perangkat baru hadir dan langsung mengguncang dominasi merek yang selama ini dikenal sebagai raja...
Tecno Camon 50 Pro 5G sempat dipandang sebelah mata saat pertama kali meluncur karena label harganya yang menyentuh angka 5,5 jutaan terasa terlalu mahal. Namun,...
Samsung tampaknya mulai mengubah strategi di pasar kelas menengah dengan meluncurkan Galaxy A37 dan Galaxy A57 di pertengahan tahun 2026 ini. Langkah berani raksasa...
Pasar ponsel kelas 9 jutaan sedang memanas, dan Bestindotech turun tangan untuk menguji tuntas tiga kontestan yang paling banyak diperbincangkan: Xiaomi 17T, Vivo...
Memulai bisnis laundry sering kali terlihat sebagai ladang uang yang mudah dan menjanjikan, namun realitas di lapangan kerap kali berbicara sebaliknya. Berangkat...
Pasar perangkat audio nirkabel premium bersiap menghadapi guncangan besar lewat kehadiran lini Soundcore Liberty 5 Pro Series. Di tengah dominasi merek-merek mapan...
Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...
Perdebatan panjang mengenai takhta kamera smartphone terbaik tampaknya telah mencapai titik balik yang mengejutkan. Di tengah dominasi raksasa seperti iPhone,...
Memilih ponsel kelas menengah terbaru sering kali berujung pada dilema antara performa gaming yang buas atau kenyamanan ekosistem perangkat yang matang. Samsung...
Sistem operasi robot hijau kembali membawa lompatan besar lewat kehadiran Android 17 yang kali ini tidak sekadar bersolek di sektor visual. Google tampak sangat...

















