Cahaya Alami & Tekstur Bikin Rumah Lebih Hidup (YouTube Video)
Hai teman-teman, kembali di Behind the Bricks kali ini dengan Kim. Kita ada di rumah yang ramah lingkungan, banyak bukaan, adem, dan juga dinamis. Tonton terus videonya sampai habis ya. Yuk, kita ke dalam. Kali ini kita dengan Mas Hilmi dari Progressif Arsitektur. Kita akan tanya-tanya dengan Mas Hilmi mengenai PS House. Mas Hilmi. Iya. Eh, terima kasih untuk waktunya ya. Sama-sama, Mbak. Ini rumahnya e udah kelihatan sangat berbeda sekali loh, Mas. Iya. Bisa ceritain dulu enggak mungkin dari luas lahan sama luas bangunannya berapa? Bangunan ini tuh tadinya ini proyek renovasi, awalnya itu rumah satu lantai yang cukup lama gitu ya. Owner ya biasalah minta untuk disesuaikan sama konsep yang barunya seperti apa dan kebutuhannya gitu. Sebetulnya cerita sedikit mungkin ya. Owner tuh sebetulnya udah punya rumah di kawasan perumahan lah gitu di daerah Bekasi juga. Cuman karena merasa kurang nyaman, tetangganya terlalu individualis, jadi lebih prefer balik lagi ke sini karena di sini tuh kebetulan daerah masa kecilnya si owner lah gitu. Contoh di sebelah sana tuh ada rumah orang tuanya beberapa rumah, terus sebelah sana beberapa rumah juga ada tempat usahanya gitu. Nah, rumah ini sendiri tuh punya luas lahan sekitar 200 m. 200 200 m. Ee kurang lebih bagian depannya itu 7,7. Heeh. Terus bagian ke belakangnya itu sekitar 26 m gitu. Tapi nanti di bagian tengahnya itu ada sedikit penyimpitan 1 m. Oke, nanti kita akan lihat di dalam. Tenang aja ya. Terus kalau untuk luas bangunannya, luas bangunannya itu sekitar 178 m. Terdiri dari dua lantai. Kurang lebih seperti itu. Oh, itulah keuntungan punya rumah dua lantai, enggak sih? Terus ee tadi nyambung soal owner boleh tahu enggak maksudnya sebenarnya owner tuh mintanya apa sih untuk rumah seperti PS House ini? Brief awalnya itu owner tuh pengin kasarannya tuh gitu ya, rumah tuh jadi ada aksen aksen punya aksen lengkung gitu ya, sebagai elemen dekoratif utamanya gitu. Terus ada juga pengin ada permainan batak kayak gitu-gituah. Sudah terjawab sudah. Nah, makanya kita coba translate ke dalam desain. Coba jadiin si ee apa si aksen lengkung ini itu sebagai sequens baik di eksterior dan di interiornya gitu. Iya. Nanti kelihatan sih beberapa penerapannya tuh di dalam seperti apa. Tapi kalau di luar sendiri tuh ini mungkin kita bisa lihat ya di sini ya kayak ada beberapa lengkungan gitu ya di lantai satu tuh kalau saya lebih prefer untuk yang repetitif aja dan kebetulan owner itu sendiri minta di awal itu supaya dari luar tuh kelihatan lebih private. Oh memang ada request untuk private ya? Iya. Iya. Makanya kalau diperhatiin di lantai satunya enggak terlalu banyak bukaan dan entrance-nya itu ada di samping kayak gitu. Bahkan ditunjukin bata. Iya, bata langsung ya. Nah, terus di bagian atasnya tuh ada lengkungan yang cukup besar. Oh, iya. Nih itu sebetulnya kita kalau ngelihat fasa tuh seperti ada proporsinya gitu. Lengkungan yang besar itu memperlihatkan konfigurasi ruang di dalamnya gitu. Contoh kalau di sini yang besarnya itu menandakan kamar utama seu. Jadi konsepnya udah gimana tuh yang diminta lebih ke tropical kontemporer sih kalau saya bilang kita merespon terhadap ee iklim tropis di mana curah hujan cukup tinggi. Jadi sebetulnya ini atapnya atap miring biasa yang punya kemiringan 30 derajat standar lah untuk genteng gitu ya. Tapi dicover sama si dinding gitu ya. Makanya ee kalau di dilihat tuh di bagian lantai duanya sedikit lebih tinggi gitu ya. dibandingkan proporsi yang bawahnya dia untuk menutupi ee kemirian atap tersebut gitu. Seb pagarnya sendiri tuh ini sedikit ada kolaborasi ya antara saya sama ownernya. Jadi ownernya bisa mengerjakan besi ini pagarnya, kanopinya dari owner juga. Wah, luar biasa. Terus ee kalau diperhatiin dari depan akses untuk ke pintu samping itu sebetulnya dia tertutup ada blockingnya dulu gitu ya. Jadi tidak bisa melihat secara langsung gitu ya. Jadi memang ini juga nyambung dengan konsep tadi ya yang itu ya. Betul. Terus ini juga dibikin lebih tinggi. Jenis pagarnya juga bukan yang terbuka gitu ya. Jadi hanya sedikit ada permainan bolong-bolong. Jadi supaya lebih safe aja gitu. Ini apa nih ditutupnya? Ini di folding kebetulan karena kebutuhannya kan untuk dua mobil. Oh iya dua mobil kelihatannya satu mobil tinggal another mobil ya. Iya betul. Terus di sini bisa untuk dua motor gitu. Kurang lebih seperti itu. Ini luasan carportnya jadi berapa nih kalau dengan hitungan seperti itu? Ee kalau standar untuk mengikuti aturan sih GSB-nya ini sebetulnya cuman 3 m. Cuman saya mundurin lagi supaya mundurin lagi dan ada permainan bagian lantai duanya itu dimajukan supaya ada aksen wahnya gitu ya, aksen luasnya juga. Jadi k memang secara sekilas kalau diperhatiin sama tetangga tuh karena mungkin tetangga mepet-mepet ke jalan gitu ya jadi kelasa lebih sempit. Sebenarnya ini juga sama luas lahan kurang lebih sama tetangga juga sama cuma bedanya sedikit dimainin aja gitu. Jadi ke belakangnya sekitar 6 m. Terus lebarnya di sini 7,7 gitu kurang lebih kayak gitu. Nah, ini yang paling menarik nih. Tadi kan sudah sempat dibahas kan mengenai material. Aku sudah ngelihat nih ada bata nih. Ee terus ee material apa nih yang kira-kira bisa di-share ke teman-teman nih penggunaannya apa? Sisanya sih sebetulnya sederhana sih karena kan ini salah satu proyek yang budget concern juga. Jadi permainan material di sini juga hanya kamprot. dicat terus bata merah. Heeh. Sisanya kamprot lagi gitu atau cat biasa gitu. Udah gitu doang cuman kita mainin elemen aja gitu. Terus coba kita lihat agak ke sini deh. Ini kan penggunaannya aku lihatnya sih ee cukup menarik ya dibikin kasar. Ada tujuannya enggak? Ini supaya kesan natural aja sih. Ini kan lebih bertekstur ya, lebih raw. Terus ini juga nyambung sebetulnya dan konsepsi bat merah itu sendiri. Dia kan sifatnya lebih rau juga materialnya. Jadi supaya nyambung aja. Pemeliharaan juga lebih gampang kayaknya ya. Kayaknya untuk dicoret juga orang ah malas ah nyoret. Betul betul betul. Benar enggak sih? Iya iya iya. Oke. Kurang lebih seperti itu. Makanya si bata merah ini sendiri juga harapannya sih Heeh. ee ke depannya tuh dia natural aging aja gitu. Oh ya. Nanti warnanya agak berubah sedikit gitu ya. Iya agak berubah terus misalkan agak berlumut. Kalau dari sisi saya sih justru itu aksen yang bagusnya gitu. Berarti 20 tahun lagi undang saya untuk melihat agingnya ya. Gimana? Boleh boleh boleh. Oke, ini kayaknya kita udah bisa langsung lihat ke dalam gimana ya. Ini di sini ee apa side entrance-nya. Terus di sini dikasih stepping supaya ngelihatin gitu ya antara teras dan carport gitu. Nah, di sini tuh sebenarnya langsung ketemu sama pintu utamanya. Terus ada juga akses ke samping gitu. Akses ke samping itu lebih ke untuk apa? Maintenance. Ini ke arah mana nih? Atau servis dia ke arah taman belakang. Oh, taman belakang. Nah, karena ini juga ee si lahannya itu menghadap timur barat, kita manfaatin untuk sisi utaranya itu kita ee dikasih gap gitu. Oke. Ini sebelah timur ya. Ini timur terus itu barat. Jadi sisi terpanjang bangunan itu ada di utara selatan sebetulnya. Jadi sisi utaranya kita buka, dikasih banyak bukaan dan dikasih ee jarak gitu. Jadi ini desainnya ini juga unik loh, Teman-teman. ee udah sesuai dengan ee bata batu bata terus ada elemen lengkungnya daunnya ini karena permintaan dari ownernya ya lebih supaya balance juga sih ini kan pintu utama ya jadi ada permainan lengkung-lengkung kita coba repetisi di bagian pintu utamanya itu kayak gimana gitu kurang lebih ya simpel kayak gini aja sama ada permainan garis-garis nah ini juga menarik teman-teman pintu zaman sekarang sudah teknologi kita langsung masuk aja ya boleh nah ini bisaamb rambut ada ruang transisi, terus ada aksen lengkung juga bold ya gitu. Jadi dari luar tuh masih kerasa gitu ya. Ini juga menarik kalau bisa dilihat apa nembus ya. Kita bisa ngelihat orang di luar ternyata. Iya. Dan dari luar tuh sebetulnya dia ee gelap enggak bisa langsung ke dalam gitu. Di sini apa namanya itu? Ada kamar tamu sama di sini di belakangnya ada toilet. Toilet gitu. Ini tinggal didorong aja langsung kebuka. Iya. Jadi kamuflase gitu. Hmm. Ini juga sedikit ada permainan lengkung juga ya di sini. Di sini ini ukurannya berapa sih? Kayaknya agak-agak ngepas tapi ini 1 koma sekitar 1,25 lah gitu. 1,25 ya. Iya. Ke sininya sekitar 2 m. Tapi masih nyaman kok. Maksudnya masih kita bisa tetap. Iya. Karena sebetulnya ini peruntukannya untuk tamu sih. Jadi bukan untuk owner langsung gitu ya. Heeh. Lihat dong kacanya bulat juga. Kayaknya aku habis ini pulang langsung beli kaca bulat. Ada penggunaan material yang khusus enggak di sini? Sebetulnya ada tema sih, itu ada permainan pola permainan ini ee keramik yang kecil-kecil ini. Jadi memiliki ee benang merah ya. Oh, sama yang di atas gitu ya. Iya, betul betul. Oke, kalau gitu kita langsung lanjut kamar untuk tamu. Kamar tamu. Iya, karena dekat dengan luar ya, Mas. Iya, betul. Oke. Ini kayaknya cuma dibikin gimana nih konsepnya? lebih biar ini biasa aja sih sebetulnya cuma nanti dia tetap punya pencahayaan ya dari jangan lupa ada lengkung juga ditunjukin dong selalu ada ini iya ditarik lagi biar kelihatan gimana itunya kurang kelihatan oke yes oke ini juga dia dia bisa difungsikan sebagai pintu ada apa sih dengan lengkung si ownernya ada cerita enggak sih dia senang aja senang aja sama aksen lengkung itu tuh jadi kayak apa ya ya kalau buat dia mungkin jadi elemen dekoratif lah ya. Cuma kan kalau dari sisi kita sebagai arsitek harus menterjemahkannya itu sebagai selain estetis dia juga harus fungsional gitu ya. Jadi jangan cuman ngada-ngada gitu. Tujuan arsitek kayak ya jelas seperti itu kan untuk menyatukan semuanya maunya apa kita kasih tapi plus estetik dan bikin nyaman. Nah betul. Oke. Oke. Ini ee kayaknya mereka belum pasang. Oh ada ada AC ya. Ada sih, cuma sih. Oke, mungkin yang di kamar ini udah kali ya, karena cukup ee simpel sih. Simpel cuman ruangan. Kita langsung lanjut ke area tengah ya. Sudah selesai. Di sini ada sedikit perbedaan leveling. Oke. Untuk menunjukkan perbedaan ee konfigurasi ruang gitu ya. Publik sama ini lebih ke publik ini semi publiknya lah gitu. Kurang lebih seperti itu. Terus ketika masuk juga dia langsung ketemu lagi-lagi ada elemen lengkung. Iya. Terus penerapannya ada di tangga, di plafon. Terus sedikit masuk lagi langsung ada double volume gitu. Iya. Paling kelihatan ini jendelanya loh. Beneran? Iya. Jadi memang ya itu karena ini menghadap utara kita bisa dengan leluasa bikin banyak bukaan gitu. Penghematan untuk ee biaya bayar listrik. Iya betul. Konsumsi listrik kan jadi menurut He enggak usah dinyalain kalau kayak gini kan emang jarang dinyalain juga kecuali kalau udah sore gitu ya. Oke. Terus ini untuk ee bawahnya kenapa pakai kayu nih? Ee sebetulnya pengin nyambung nantinya ke benar kayu kan? Iya materinya namanya maksudnya granit motif kayu sih sebenarnya. Ini granit motif kayu terus dibikin herring bone ya gitu supaya ada permainan aja kalau kita ee sit gitu ya ke depan gitu. Itu tuh kayak nyambung sama deckingnya sama temannya. Jadi aksen naturalnya tuh kerasa gitu. Kurang lebih seperti itu. Jadi ingin memunculkan efek natural. Iya. Seb kalau diperhatiin tadi di depan kan ada raw material, ada bata-bata terus kprot. Ini juga sebetulnya secara sifat kan mirip ya rau gitu ya. Jadi ee seirama gitu sequensnya. Jadi expos yang sifatnya ekpos gitu ya. Betul. Betul. Terus ee rumahnya juga terang. Ini juga salah satu request owner dari awal gitu ya. nya tuh terang-terang karena rumah ini tuh mungkin nanti bisa dilihat ya gambar-gambar lamanya ya pengap banget gitu padahal satu lantai gitu terus nempel ke tetangga jadinya kayak enggak mau kayak gitu deh gitu ya karena kan rumah itu apa warisan gitu kayaknya ya dapat waris rumah warisan ya iya sebenarnya dia beli cuman dari sesama mungkin ya orang tuanya profesi sama gitu kayak gitu sih he oke terus mau nanya lagi nih ini memang sengaja putih ya iya sebenarnya putih ini tuh supaya ngelihatin lebih luas aja gitu. Cuma udah kelihatan luas, cuma kita tambah-tambahin lagi. Tujuannya biar lebih luas seperti itu. Iya. Penerapan warnanya dibikin lebih simpel gitu. Nah, untuk penempatan lampunya nih, ini menarik sekali. Lampunya dimasukkan jadi enggak enggak seperti lampu yang pada umumnya memang sesuai dengan tentunya sesuai dengan konsep rumah ya. Ini memang sebanyak ini enggak terlalu banyak atau aku sih belum pernah kebayang sih kalau gelap seperti apa. Tapi kayak sebenarnya ini bisa dietting sih ee apa namanya tuh kan secara electricalnya itu dia digouping ya. He lampunya itu enggak semuanya nyala gitu. Jadi ini bisa supaya lebih fleksibel aja sih. Tapi kalau misalkan kebutuhannya sih karena ini apa nih? Ini kan salah satu volumenya besar ya. Oh iya ini ya. Kalau mengandalkan ini aja tuh kayak sedikit kurang terang jadinya ditambah di beberapa apa di sirkulasi di atas gitu. Iya. Ini cukup menarik juga detail sih aku lihat. E jadi sebenar ada gelas blok juga terus ketemu kaca gitu ini. Terus penggunaan ini. Ini juga cukup eye catching nih aku lihat nih. He si lampunya ya. Lampu ini lampu apa namanya? Lampu spiral. Lampu apa? Lampu gantung aja sih. Seben ya lagi-lagi itu sama dibikin bulat. Iya, sesuai permintaan owner ya. Ini void-nya cukup gede. Terus ini kita langsung lanjut ke nah meja bulat lagi. Iya. Ruang keluarganya sih sebenarnya dibikin simpel sih, kecil gitu. Terus kita tuh ngelihat ke sini sebenarnya dia sedikit si tangga ini tuh jadi vista tersendiri sih. On kan suka misalkan lagi nonton atau lagi kerja di sini juga ngelihatnya tuh enak gitu karena ketemu beberapa apa nam itu geometris lah gitu. untuk yang enggak cuman kotak melulu, tapi tiba-tiba ada lengkungan nih. Wah. Iya. Oh. Terus dia juga dibikin mengarah ke dalam ruang keluarga ini, bukan mengarah ke I luar gitu. Ini menarik loh, aku bilang konsepnya kayak memang mengalir masuk untuk diarahkan ke sini. Iya. Iya, betul. Nah, ini kan kalau kita duduk di sini nonton ya. Heeh. He memang sengaja dibikin serendah ini ya? Iya. Emang sebennya enggak perlu segini sih dirasa udah cukup ya gitu. Jadi kalau misalkan mau main game atau apa juga masih oke gitu. Menariknya kalau memang dibikin serendah ini kalau penuh nih orang mau duduk di bawah masih oke kan? Coba kalau agak tinggi benar enggak? Iya betul betul betul ini. Oke. Nah kita langsung lanjut ke ruangan yang mau memanggil-manggil saya dari tadi nih warna hijau di luar. Nah ini sengaja si tamannya itu didesain di bagian belakang ya. Karena supaya lebih safety aja, kebetulan tuh ee ada anak masih kecil-kecil juga, masih bayi. Jadinya kalau kita sebagai orang tua kan ngelihat anak kita main-main di sini kan lebih aman gitu ya dibandingkan di depan terus takutnya ke jalan lari ke jalan. Jadi ini seperti playgroundnya anaknya ee si punya rumah ya. Punya rumah ya. Iya betul. Ini sintetis sih. Sintetis di bawahnya dikasih ada drainel gitu. Nah ini kan terbuka banget nih ya. Heeh. Misalkan nanti posisinya ee hujan. He. Terus basah. Nah, tuh butuh ada kayak aku enggak ngerti sih maksudnya kayak memberitahukan ke si pemiliknya. Enggak. Nanti kan hujan basah caranya gimana gitu. He sebetulnya di bagian belakang ini tuh kan dia ada kayak sungai kecil gitu dan di bagian belakang ini si bengkelnya ini tuh dikasih kemiringan mengarah ke sungai itu. Oke. Jadi ketika nanti ada hujan dia enggak akan sampai ada genangan di sini. Jadi langsung teraliri ke belakang gitu. Sebenarnya ini tuh kan ee bagian belakang ini juga tadinya dia langsung terbuka cuman onel prefer ditutup karena banyak hewan kayak gitu dari sungai. Takutnya kan masuk ke rumah dan lain-lain ada ular kecil gitu ya. Iya. Jadi dibikin ini menarik loh tempatnya. Ukuran berapa ya? Apanya? Ee di ini kurang lebih yang sekitar 20-an 20. Karena kayak kalau manggil teman-temannya mereka juga masih bisa ya untuk main gitu kan. Iya. Contoh kayak waktu apa namanya tuh ee pas pertama syukuran lah gitu ya bisa bikin ada tenda-tenda makan-makan gitu. Iya. Jadi tempatnya pas gitu. Oke. Cuman lampunya memang cuman dari tiga titik sama itu doang ya? Iya. Sama di apa wallamp aja gitu. Itu cukup sih pas malam-malam cukup. Oke ya. Cukup. K kan biasanya kalau malam kan lebih di sini ya. Heeh. Lebih banyak di sini gitu. Yang juga disediakan tempat duduk ya kan yang ada lengkungnya. Wow. Ya, kurang lebih seperti aku bangga nih bisa ketemu sama arsiteknya langsung. Kalau ini cuma untuk tempat taruh barang-barang aja kan ya. Tadinya sih sebenarnya bisa buat kayak pot-potan kalau mau tambah gitu ya. Ada plter gitu ya. Jadi biar Iya biar menarik ya. Iya kayak gitu. Dan satu hal ini outdoor tapi tetap pakai putih loh. Aku pikir kalau di indoor putih ya udah enggak apa-ap lah ya. Outdoor putih nanti kena apa gitu hujan gitu kan. Enggak apa-apa juga ya. Bagus sih tapi jadinya benar-benar kelihatan makin luas ruangannya ya. Oke kita langsung masuk ke dalam aja kali ya. Bolehin ada ruang keluarga dia tuh langsung open plan terhadap dapurnya gitu ya. Pant sebenarnya di sini ada dapur bersih kotor ya. Dapur kotornya ada di dalam. Pantry-nya dibikin terbuka aja gitu ya. Karang Jo ini dipakai buat kerja dan lain-lain masih oke gitu. Terus kalau misalkan mau sambil masak-masak pikin kopi iya masih dekat juga gitu kayak gitu. Terus ini kenapa hijau? Dia sebenarnya lebih apa namanya tuh pengin nyambungin se kalau kita ngelihatnya di sini gitu ya dia tuh kayak nyambung gitu sama taman tuh ada hijau-hijaunya dan lain-lain gitu ya. Lebih ke kayak gitu dan dia dibikin lebih kontras gitu. Salah satunya itu selain dari penurunan plafon warnanya juga dibikin hijau gitu. Terus kalau untuk ini nih untuk ee mungkin desain dapurnya ada yang mungkin mau ditampilkan enggak sih? Apa sih yang berbeda dari dapur pada umumnya yang Mas mungkin bikin untuk si ownernya biar ngerasain different gitu? Sebenarnya ini ee awalnya ya standar ya. Kita coba tanya dulu owner tuh udah punya apa barang elektronik apa aja. Contoh kayak kulkas apa-apa nanti ya kita ploting aja sesuai contohnya kayak gimana gitu. Sesuai. Jadi enggak ada yang aneh-aneh sih sebetulnya kalau di sini gitu ya. Simpel aja. Kalau ini marmer kayaknya ini granit. Oh granit. Kayak granit ya. Oh oke. Jadi kalau di sini enggak ada marmar sama sekali ya karena itu budget concern gitu ya. Iya kan memang kembali lagi owner yang minta itulah yang dipenuhi ya. Nah di nah ini ruangan apa nih? Ini ada kamuflase di belakangnya itu ruang servis, ada ruang ART, terus dapur kotor. Nah, sama ee apa namanya tuh? Toilet ART gitu. Ada apa namanya? Ee ruang jemur juga. Oke, jadi hitungannya ruang ini ya, ruang untuk servisnya ya. Oke. Servisnya ada tempat setrika juga. Keren sih karena selalu pintunya itu memberikan kamuflase kan. Kalau gitu ini kita langsung lanjut ke hal yang paling menarik utama mataku sejak pertama kali hadir. Ada tangga nih. Iya. I ya tangganya. Heeh. Tangga ini juga sebenarnya dia kalau banyak yang nanya juga kayaknya ini tuh aman enggak sih sebetulnya? Seya kalau tangga tuh kan untuk di dalam rumah sendiri tuh lebarnya standarnya 80 sampai 90. Ini tuh kita kasih toleransi dilebihkan gitu ya supaya apa? Ee supaya kalau misalkan kita biasanya jalan berdua ini masih aman gitu. Karena di sisi di lebar 90-nya itu itu masih di 30 centan telapaknya gitu ya. Jadi harusnya masih aman banget gitu ya. Terus tangga ini juga sengaja kayak dibikin untuk vista lah ya, kebutuhan visual di dalam ruangan gitu ya. Terus selain itu juga ketika kita naik tuh kayak ada pengalaman tersendiri gitu ya. Jadi enggak kerasa capek gitu terus dibikin terang juga di bagian atasnya gitu. Ini ada lampu-lampu nih di sekitar tangga juga ya. Iya. Selain ada apa namanya tuh ee lampu pencaian buatan lah ya. Di bagian atasnya juga kan dikasih untuk ee pencayaan alami gitu. Terus ini juga kan standar untuk tangga kan lebih baik untuk faktor keamanan dia harus cerah gitu kan dibandingkan harus nyala lampu setiap hari. Kita bisa manfaatin bagian atasnya ada skylight gitu. Iya. Nih tadi juga saya ngelihat langsung pada saat kita naik tangga dengan ketinggian yang cukup wah ya langsung ya. Iya betul. Ini kalau ditotal sih mungkin dari bawah sampai ke bagian atas sekitar 8,5 mungkin ya. Terus supaya pencahayaannya juga enggak terlalu banyak dikasih kisi-kisi gitu. Iya. Pada saat naik terasa ruangannya memang luas besar ruangannya. Iya, betul. Kurang lebih seperti itu. Nah, ini di lantai dua kita langsung disambut kamar-kamar gitu. Karena secara konfigurasi di lantai du tuh lebih ke area private sih. Jadi hanya kamar-kamar. Nah, ini ruangan apa nih? Yang pertama dulu kali kita coba lihat. Ini ada kamar utama. Jadi kalau di siang hari itu sebetulnya si kamar utama ini tuh kena cahaya matahari gitu. Oh iya. Jadi shading-nya tuh dia mengarah ke sini gitu. Kalau di siang ya gitu. Jadi ngasih efek naturalnya tuh sampai ke dalam rumah gitu. Iya. Pencahayaan dan bahkan cahaya matahari sendiri ya. Kan kita memang butuh kan cahaya matahari ya. Luasnya masih ingat enggak ee ukurannya berapa nih? Betul. itu sekitar lebarnya tuh 2 m terus ke sininya sekitar 4 m. Simpel dan lampunya seperti biasa tetap bulat. Iya standar lampu enggak ada kencana bikin pintu ini ada efek ininya kan kamar utama beda sendiri gitu harusnya dibikin ada sesuatu gitu enggak? Ah enggak usahlah usah. Oke ini kita langsung masuk ke master bedroom. Apa nih? Ee warnanya dibikinnya enggak putih jadinya. Ya, warnanya sebenarnya dia ada putih, tapi putihnya tuh saling berhadapan. Terus di sininya tuh warnanya pakai hijau gitu. Oh, iya. Enggak kelihatan putih berhadapan karena ada ada lemari. Oh, iya iya benar. Dibikinnya komposisinya putih ketemu putih. Iya, berhadapan gitu. Ini hijau apa sih namanya? Kok aku jadi kayak sage-sage gitu sih. Warna sage ya? Warna sage lah gitu. Tetap senada dengan yang tadi dapur di bawah itu ya. Betul. Terus ini nanti warna hijau ini juga dia masuk ke kamar toilet ee kamar utama itu dia ada aksen hijau-hijaunya juga gitu. Heeh. Jadi nyambunglah gitu. Ini ke arah mana ya? Ee itunya ini jendela. Arah Iya jendela ini. Oh ya. Oh untuk lihat ya situasi jalan untuk apa namanya untuk menyiram tanaman juga bisa dari sini kan. Karena kalau di fas di lantai duanya hanya ini aja. Heeh. Gitu. Sisanya ini sisanya ini kita lebih ke apa ini kalau misalkan pengin ada cahaya matahari masuk tinggal buka ya ini jangan lupa bagian cermin-cermin lengkungan juga dibikin ya. Oke. Sesuai dengan permintaan dari owner. Iya. Oke kalau gitu kita langsung ah kamar mandi. Oh iya kamar mandi hampir lupa di sampingnya ada kamar mandi. E oh lampunya sudah nyala. He. Oke. Jadi area basah dan area kering gitu ya. Sebenarnya idealnya mungkin di sini ada dikasih divider ya, cuman ya belum dipasang aja gitu. Dan sebenarnya secara tampias dia masih oke sih. Jadi enggak sampai ke kamar gitu ya. Jadi segini juga udah cukup gitu. Idealnya sih pengin dipasang itu ya divider. Iya. Tapi ini udah cukup menurutku karena posisinya ada dibikin ketinggian berapa tuh tiganya? Ada sekitar 2 cent. yang untuk pemisah antara area kering dan area basah. He. Terus di sini dikasih blow up ya ke dalam ya untuk taruh-taruh barang ya. Gitu kayaknya memang dari bawah juga banyak seperti itu dibikin ya. Jadi memang untuk e untuk ruangan ya kayak gitu. Betul. Jadi enggak banyak nyimpan selfing-selfing lagi di dalam toilet gitu. Harapannya sih kayak gitu. Bulat. Iya. Again. Bagus kok. Ee memang kalau aku bilang sih meskipun Mas Him enggak ngomong di awal, aku sudah kayak bisa menebak temanya tuh apa. Heh. Yes. House itu apa gitu ya. Berarti kan secara tersirat konsepnya berhasil lah gitu ya. Masuk dari luar dan di dalam gitu. Benar. Heeh. Oke. Ini benar kata Mas Limi juga tadi ee efek warna yang dipakai sama yang di bawah sama. Jadi memang ada kesamaan benang merah ya. Iya. Terus ini juga ya itu ada repetisi material toilet gitu ya di depan gitu. diulang-ulang gitu. Oke, kalau gitu kita langsung lanjut ke next ruangan ya. Nah, di sini mungkin ya. Nah, ini juga ketika keluar dari kamar utama gitu, On tuh pas ngelihat ke sini tuh kayak ya kayak ada seninya lah gitu ya. Permainan lengkungan ini terus ketemu cahaya matahari gitu. Terus ke sebelah sana juga ada hijau-hijau gitu. Jadi nyambung sebetulnya ada Heeh. Apa konsep nature-nya gitu ya. Ini langsung lanjut ke kamar berikutnya coba. Ini kamar apa nih? Di sini ada kamar anak. Yes. Nah, ini kamarnya. Ini kebetulan ee cewek. Jadi ya warnanya tematik lah gitu. Ini apa nih? E beach atau apa ya bahasanya ya? Dia pink muda gitu sih sebetulnya. Warnanya p muda. Udah ketahuan sih pas masuk pasti di kamar cewek ya kan? Iya. Oke. Ini ee apa nih? Enggak ada yang dibikin beda karena paling ini. Ini juga dari Masumi nih. Enggak. Ini juga dari owner. Jadi, owner tuh pasti udah tahu sih kalau beli sesuatu tuh pasti harus nyambung nih sama konsep bangunannya, sama konsep interiornya. Tapi kalau dari kita, kita secara desain nih kita masukin elemen-elemen lengkung itu. Terus di sini juga dia ada ini bisa fleksibel untuk apa namanya itu? Nah, itu kelebihan dari apa? Heeh. kita menyisakan ya 1,2 m 1 m itu bisa jadi sirkulasi udara gitu. Tapi memang kembali lagi bukaan ee dan udara sirkulasi memang sangat di perhatikan banget sama Mas Hilmi ya. Oke, kita langsung lanjut ke Nah, ini juga ada perbedaan material sih sebenarnya. Mana tuh? Jadi antara si ruang transisi dan kamar-kamar tuh benar beda nih. Tuh nyambung dia ini jadi materialnya dengan yang bawah gitu. Iya. dengan di lantai bawah. Iya, sama dengan yang di bawah ya. Ini sebentar nih transisi. Oke, I transisinya pakai warna grey biasa gitu. Oke, ini kamar yang selanjutnya ini K ini ada toilet sharing. Oh, toilet yang dipakai untuk bareng-bareng ya. Iya, gitu. Nah, ini bukan hijau nih. Ayo, kenapa nih? Enggak hijau. Jadi kan kalau di bawah tuh biru ya kalau enggak salah biru. Heeh. Terus hijau. Ini pink. kayak gitu sih memang ya mungkin biar tapi tetap senada ya aja ya tapi ya materialnya masih sama kan ada teman ya sebelah iya jadi enggak terlalu sendiri sih ini mah aman terus ini juga kamar kamar anak tapi belum difungsikan belum difungsikan di kamar anak boleh lihat boleh tapi belum belum belum rapi ya masih oh iya cuman ruangan biasa ya iya ok tapi tetap sama dengan yang lain. Oke. Kalau yang ini ini sirkul apa ada sirkulasi ke belakangnya tuh ke bagian balkon. Wih, enggak kayak rumah di Bekasi ini loh. Beneran. Kapan-kapan boleh nih kita kalau mau ngopi bareng di sini. Enggak. Ini suasana yang didapat beda. Benar-benar kayak Iya. Ee apa ya? Tempat orang bisa duduk, bisa ngopi-ngopi gitu kan. I betul, betul, betul. Jadi memang apa namanya tuh kita juga nge sih dari awal gitu ya waktu visit pertama di sebelah tuh masih banyak pohon-pohon pisang gitu. He. Terus kebayang juga sih kalau misalnya dibikin balkon terus kita ngopi-ngopi itu kayak enak aja ngelihat hijau-hijau gitu ya. Iya. Iya benar. Pohon pisang. He. Di bagian belakang memang enggak ada bata-bata tapi ada penerapan material yang raw lagi gitu. Contoh kayak ini kan ini pakai rooster. Warnanya juga mirip kayak di kayak di depan. warna merah gitu. Iya, yang bata tadi ya. Iya, betul. Nanti juga penggunaannya sama dengan yang tadi di carport di bawah ya. Betul. Jadi diulang lagi di sini gitu. Terus biasanya juga ee ini tuh dipakai kalau misalkan banyak keluar ada keluarga, ada saudara atau teman gitu ya sambil butuh yang outdoor ya. Kalau di bawa kan mungkin indoor tuh yang keturangan TV. Terus kalau ngerokok-ngerokok juga bisa di sini. Kalau di bawah kan masih ada hubungannya sama anak lah ya. Betul, betul. Kalau di sini di sini lebih aman aja gitu. Iya. Memang enaknya kembali lagi view-nya nih meskipun ya ada beberapa kali dan tapi view-nya itu benar-benar bisa lihat semua segala sisilah kurang lebih kan. Iya. Iya betul betul. Ruangan playground. Nah untuk Heeh. secara visual juga ini masih bisa kelihatan gitu ya anak-anak lagi ngapain terus ke apa ke ruang keluarga juga masih kelihatan gitu. Jadi secara visualnya tuh sangat inilah apa eh terlihat gitu ya di setiap ruangan gitu. Permeabilitas visualnya bagus. I jadi memang tempat ini selain untuk ya kumpul-kumpul bisa untuk melihat e si anak-anak ya kalau lagi pada main di bawah. Jadi enggak perlu kayak lagi di mana sih gitu kan. Udah ternyata segini udah kelihatan gitu kan. Iya betul. Oke. Oke. Nih aku tertarik satu lagi ngelihat void nih. Kita tadi melewatkan boleh. Pertama memang menarik ada lampu di bawah kan. Kesen aja ya. Kesen kan. Nah ini jadi kita bisa melihat kalau ada yang lagi di bawah dari atas. Iya. Heeh. Untuk ee lampu ini sendiri Heeh. Aku enggak tahu nih ya. Ini ada kemungkinan gerak-gerak misalkan gitu. Itu bahaya enggak? Aku tuh sebenarnya mau tahu aja kekuatannya. Mungkin bisa jelasin sedikit enggak? Jadi ee mungkin teman-teman di rumah yang mau beli lampu ini, oh ternyata kekuatannya seperti itu. Jadi saya berani gitu. Sebetulnya pengaruh utama itu bukan ee sebenarnya lampu ini sendiri itu enggak berat. Dia cuman 5 kiloan kalau enggak salah. Total in total. Jadi ada rasa ini kan takut kalau kena angin, goyang dan lain-lain. Ringan sih sling. Jadi aman banget. Terus si sling ini juga dia tuh agak ini agak apa namanya tuh? Agak keras. Jadi enggak beda kayak tali biasa. Jadi sedikit bisa ngunci posisinya. Makanya ketika ini dibuka juga ya dia enggak goyang gimana-gimana gitu. Masih okelah gitu. Intinya bahannya juga bahan yang ringan. Iya betul. Dan pada saat posisinya dia enggak padat tapi menyebar yang sifatnya pada saat gerak pun ya dia ikut angin ya kayak begini gitu ya. Masih aman banget gitu. Oke kalau begitu eh untuk ini untuk pembangunan rumahnya ada tantangan apa nih kira-kira yang mungkin bisa di-share sebetulnya tantangannya lebih ke noneknis sih waktu itu. Jadi kebetulan mulainya tuh ketika musim hujan. Jadi secara timeline tuh sebenarnya ini over sih. Jadi saya tuh menjanjikan 9 bulan lah gitu ya. 9 bulan tapi over jadi 11 bulan. Tapi selain itu juga karena faktor cuaca ada faktor penambahan-penambahan dari owner. Jadi ya 2 bulan masih oke sih sebenarnya. Oh ya untuk desainnya sendiri kalau desain ini. Kalau desain sendiri tuh ini tuh 3 bulan dari awal ya. dari awal pertama ketemu sampai meeting, revisi, dan lain-lain. Total tuh 3 bulan aja. Tapi setelah itu ada gap dulu. Gap beberapa bulan baru ini dimulai gitu. Konsumsi. Nah, terus untuk konsep rumah yang seperti ini dan aku lihat kan udah super keren lah ya. Itu boleh dibocorin enggak buajetnya berapa? Nah, sebetulnya selain brief desain dari owner ingin seperti apa seperti apa, kita juga tanyain sih terkait budgetnya tuh berapa gitu. Heeh. Nah, ini tuh budgetnya tuh dari tuh ya tadinya mintanya di bawah 1 M. Kita coba visualisasikan bisa sesu itu. Tapi ketika proses ada berjalan dan lain-lain kurang lebih di 1 MAN lah gitu 1 atau yang lebih berapalah gitu. Nah, bagi teman-teman yang kira-kira ee penasaran dan mau coba kontak langsung dengan Mas Hilmi, kira-kira bisa hubungin di mana, Mas? Ke Instagram aja, ada di @progressifarek. tenang, akan ditulis di bawah sini. Untuk teman-teman yang mau nanya-nanya bisa langsung drop pertanyaannya di kolom komentar dan jangan lupa untuk share, like, dan subscribe Arsitak YouTube channel kesayangan Anda. Yes. Terima kasih, Mas Silvi. Iya, sama-sama,
