Jungkat

Calon RAJA hape 1 jutaan lebih dikit! πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯ || Infinix Smart 8 Pro (YouTube Video)

  • 21/02/2024

Pilihan untuk smartphone 2 juta kebawah alias 1 jutaan semakin bejibun. Berterima kasihlah kepada Infinix yang selalu setia memberikan kita pilihan smartphone entry level yang bagus. Dan seperti kesepakatan kita terdahulu, bahwa kita tidak boleh berekspektasi lebih terhadap sebuah smartphone entry level. Dan percaya atau nggak, setelah saya mencoba smartphone ini selama beberapa hari, saya justru malah membuat sebuah standar baru untuk smartphone entry level, karena banyak banget hal yang sulit kita dapatkan di hape satu jutaan. Infinix Smart 8 Pro, sebuah hape entry level yang secara tampilannya nyaris tidak berubah dari versi sebelumnya. Hal ini wajar, karena Infinix punya Lifespan hanya 6 bulan untuk sebuah seri smartphone mereka. Ini tergolong cepat, karena biasanya sebuah smartphone akan muncul versi barunya setiap setahun sekali. Di sisi desain, masih terlihat cantik dan cukup tipis dengan ketebalan 8,3 mm. Bobot hape ini ada di kisaran 183 gram. Framenya terlihat boxy alias mengotak, dengan masih adanya Jack Audio di bagian bawah. Kalau kita ingat pertama kali Jack Audio dihilangkan, hanya terjadi untuk seri-seri flagship aja. Tapi semakin ke sini, seri-seri mid range juga mulai kehilangan Jack Audionya. Saya khawatir, beberapa waktu ke depan wabah ini akan ikut-ikutan menyerang lini entry level smartphone. Hmm, hati-hati loh. Ada 4 pilihan warna yang bisa kalian pilih. Mulai dari rainbow blue, Shining gold, Timber Black, dan Galaxy White. Kelebihan smartphone entry level dibandingkan flagship adalah pilihan warna yang biasanya lebih banyak dibandingkan hape-hape midrange ataupun flagship. Di dalam paket penjualan juga disertakan sebuah hardcase transparan. Walau bukan softcase seperti yang saya harapkan, tapi setidaknya Infinix ngasih opsi tambahan supaya hapenya aman saat digunakan. Kita harus mengapresiasi usaha Infinix. Layar di hape ini berukuran 6,6 inci dengan panel IPS beresolusi HD+ dan 90hz untuk refresh rate-nya. Tidak ada informasi jenis kaca apa yang digunakan. Touch sampling dari layar ini ada di 180 Hz, yang mana sebenarnya tidak terlalu tinggi. Tapi surprisingly, dia punya response time yang cukup bagus saat kita sentuh. Terbukti, saat saya gunakan untuk bermain Real Drum dengan tempo yang cukup tinggi, dia masih bisa mengejar, masih bisa catch up. Layarnya sendiri warnanya cukup terlihat vibrant dengan brightness yang cukup oke saat dilihat di dalam ruangan. Brightnessnya sendiri diklaim mencapai 500 nits. Ada sebuah fitur yang menarik di layarnya, yaitu adanya fitur bernama magic Ring Fluid Punch Hole Display. Fitur ini memungkinkan punch hole pada layar hape ini memanjang seperti layaknya Dynamic Island di seri terbarunya iPhone. Si Magic Ring ini akan mulai beraksi saat kita menggunakan face unlock, background call, animasi charging, notifikasi saat si baterai penuh, sampai menampilkan peringatan saat terjadi lowbat. Infinix Smart 8 Pro menggunakan SoC yang tergolong baru, yaitu MediaTek Helio G36 atau 36 yang diluncurkan awal tahun lalu. Salah satu bukti SoC ini masih baru adalah ada beberapa aplikasi benchmark yang belum didukung oleh si SoC ini seperti Geekbench ataupun 3Dmark. Performa hape ini atau SoC ini bisa dipastikan sangat terasa entry levelnya. Angka-angka yang didapat tidak terlalu tinggi, tapi pada prakteknya penggunaan casual masih sangat mudah untuk di akomodasi. RAM di hape ini berukuran 8GB dan memungkinkan kita untuk nambahin si ram sampai 16 GB dengan fitur Extended RAM. Bayangin aja hape 1 jutaan punya RAM segede gini... Apa kagak bahagia tuh para pemuja RAM? Bentuk tombol power di hape ini sedikit menarik perhatian saya, karena bentuknya berbeda dengan tombol volumenya. Usut punya usut, tombol power ini menyatu dengan sensor fingerprint. Saya suka, karena tombol powernya tidak merata dengan framenya. Jadi pada saat kita raba, masih terasa menonjol dan mudah mengidentifikasi kalau ini adalah tombol power. Performa sensor fingerprint-nya juga cukup memuaskan, karena terasa cukup responsif. Ga cuma Fingerprint, sensor biometrik yang bisa kita gunakan di hape ini adalah Face Unlock. Yang mana terkadang, saya justru lebih sering menggunakan face unlock dibandingkan fingerprint. Karena kecepatan membaca wajah kita terasa lebih cepat, ya setidaknya di hape ini. Saya sempat kecewa sama hape ini, karena pada saat saya pakai buat main games, ini volumenya kecil banget! Padahal udah mentok gitu. Tapi pas saya coba naikin lagi, ternyata volumenya jadi kenceng banget gituloh! Usut punya usut, ternyata hape ini punya fitur super volume yang bisa nge-boost si volume sampai 200%. Dan sekali lagi, sumpah… ini kenceng banget loh. Infinix Smart 8 Pro, secara out of the box menggunakan Android 13 dengan balutan sistem antarmuka Xos versi 13. Antara muka ini cukup smooth dan responsif. Perpindahan antar halaman atau antar aplikasi terasa cukup lancar. Di dalam body dengan ketebalan 8,3 mm ini, tertanam sebuah baterai berukuran 5000 mah. Ditambah fitur bernama power Marathon, Infinix menjamin baterai di hape ini bisa bertahan cukup lama. Dan yang paling penting, dalam paket penjualan juga sudah disertakan kabel charging dan kepala charger. Total ada tiga kamera di hape ini. Dua kamera di bagian belakang yang masing-masing beresolusi 50 MP dan sebuah AI Lens, dan sebuah kamera di depan beresolusi 8 MP. Untuk sebuah hape satu jutaan, menurut saya kameranya sekilas terlihat cukup bagus ya. Foto masih terlihat bisa ditangkap dengan baik dengan detail yang lumayan oke. Saya belum bisa menilai secara keseluruhan bagaimana kualitas kamera di hape ini, karena butuh waktu yang lebih lama untuk mengujinya. Tapi secara kasat mata, saya berani jamin kalau kameranya tidak mengecewakan untuk sebuah hape dengan harga satu jutaan. Hape ini mulai dijual tanggal 20 Februari Di e-commerce e-commerce kesayangan kalian dengan harga yang sudah pasti cuma satu jutaan aja. Dengan harga segitu kamu akan dapat sebuah smartphone yang cantik, bentuk modul kamera yang menarik, layar 90hz, SoC yang cukup oke dengan RAM yang bisa dinaikin sampai 16 GB, plus baterai yang besar. Saya merasa, ke depan… hape-hape seperti inilah yang kelak akan jadi standar baru sebuah smartphone entry level. Dan terima kasih Infinix sudah membuat brand lain harus berpikir dua kali sebelum bikin smartphone entry level yang BIASA AJA!

Lihat di YouTube