Jungkat

Cantik, Ngebut, Irit! Kurang apalagi coba? - Review ASUS Zenbook S 14 OLED UX5406 (YouTube Video)

  • 18/01/2025

Kenalin sob, ini adalah laptop baru dari ASUS! ASUS ZenBook S40 OLED UX5406. Sebuah laptop ultra portable premium yang terlihat cakep banget dari luar, terutama secara visual. Karena saya adalah lelaki, dan lelaki adalah maluk visual, menyukai sebuah produk tentu aja dimulai dari tampilan dulu. Laptop ini tipis dan enteng ya, dengan ketebalan cuma 1.1cm dengan berat 1.2kg. Bodinya yang terbuat dari metal, ngasih kesan premium dan oriental. Kokoh. Ada 2 buah pilihan warna yang bisa kita pilih, yaitu Zumaia Grey dan Scandinavian White. Salah satu hal yang paling mencolok dari desain Zenfone S14 OLED-nya adalah penggunaan material Ceraluminum. Ceraluminum! Pada covernya ya. Ceraluminum ini adalah bahan keramik berteknologi tinggi yang unik ya, ringan tapi kuat, dan ngasih finishing yang halus dan durable. Material ini juga ramah terhadap lingkungan ya. Pokoknya ini laptop beda dari laptop kebanyakan lah. Normalnya, laptop-laptop Asus atau Asus pake desain hinge ergolift ya, dimana engsel akan sedikit ngangkat bodi laptop waktu dibuka. Desain kayak gini ngasih kenyamanan waktu ngetik dan ningkatin sirkulasi udara dan mengoptimalkan kualitas audio. Tapi di laptop ini kita nggak akan nemu desain kayak gitu. Karena saat layar dibuka, tidak ada bagian dari laptop yang terangkat. Di bagian bawah laptop ini sudah ada kaki-kaki berbahan karet yang ngasih space antara permukaan bawah laptop dan permukaan meja. Jadi sirkulasi udara tetap maksimal, tanpa harus mengangkat bagian bawah laptop. Tapi kayaknya laptop-laptop sekarang Asus udah nggak pake ergolift. Apa teknologi itu sudah mulai ditinggalkan oleh mereka? Ada yang unik dari laptop ini, yaitu grill di bagian atas keyboard yang diklaim berjumlah 2715 lubang, yang juga merupakan lubang ventilasi. Grill ini bukti kalau estetika bisa berjalan bersamaan secara baik dengan fungsi. Untuk kelengkapan port, laptop ini tergolong irit alias pelit. Di sebelah kiri, kita akan menemukan 2 buah port Thunderbolt 4, port HDMI 2.1 PDMS, dan port jack audio combo. Sementara di bagian kanan, kita hanya akan menemukan sebuah port USB Type-E 3.2 Gen 2. Sebiji doang coy, port sebelah kanan. Kurang pelit apa coba? Untuk konektivitas wireless, ada Wifi 7 dan Bluetooth 5.4 yang bisa kita gunakan. Kedua protokol tersebut tergolong baru lho. Dan seperti kebanyakan laptop Asus, sertifikasi militer MIL-STD 180H juga ada di laptop ini. Gila emang, Asus semua laptopnya dibanting waktu dites. Gokil! Untuk layar, Asus ngasih layar dengan nama Lumina OLED berukuran 14 inch. Layar ini punya resolusi 3K atau 2880 x 1800 pixel. Rasio segini sekarang lazim dipake di laptop-laptop yang ditujukan untuk para konten kreator atau pekerja kreatif. Karena rasio segini ngasih space vertikal yang lebih luas dari rasio normal. Jadi waktu dipake buat ngedit, workspace-nya jadi lebih lega bagian bawahnya terutama ya. Teknologi OLED ngasih warna hitam pekat dan warna-warna yang cerah plus akurat dengan kontras rasionya 1 juta banding 1. Dan color gamutnya itu DCI-P3 100%. Layar ini juga punya response time 0.2ms dan refresh rate 120Hz. Movementnya tuh smooth dan bebas blur gitu. Layar ini juga udah VESA certified display HDR True Black 500. Jadi kualitas HDR-nya superior dengan detail yang tajam dan warna yang gonjreng sekali, bahkan di bagian-bagian yang gelap ya. Sertifikasi Pantone validated juga memastikan akurasi warna yang tinggi. Penting buat para profesional kreatif ya, layar ini juga dilengkapi dengan fitur Eye Care dari TUV Rheinland yang ngurangin emisi cahaya biru. Biar mata nggak capek waktu dipake buat melototin layar dalam waktu yang lama. Oh iya, layarnya ini nggak bisa dilipat 180 derajat ya, tapi udah bisa disentuh alias touchscreen. Di bagian notch layar, kita bisa menemukan sebuah kamera Full HD dengan fungsi EIR atau Infrared untuk login menggunakan Windows Hello. Untuk otak, laptop ini pake prosesor Intel Core Ultra 7 generasi kedua atau yang terbaru. Oke, saya cerita sedikit bagaimana performa dari prosesor terbaru dari Intel ini. Prosesor Intel Ultra 7 di laptop ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari generasi sebelumnya. Prosesor ini pake R-Selector Hybrid yang menggabungkan Performance Core atau P-Core dan Efficiency Core atau E-Core. Jadi performanya bisa lebih balance dan optimal antara performa dan efisiensi daya. P-Core yang powerful di prosesor ini ngasih peningkatan performa single thread dan multi thread yang signifikan. Terlihat dari hasil benchmark, prosesor ini bisa dapetin angka yang cukup tinggi, baik itu untuk single core ataupun multi core. Prosesor ini juga diperkuat dengan Intel Arc Graphics. GPU on board ini performanya lumayan oke. Buat editing, dia cukup asik dengan waktu render yang terbilang baik. Untuk main game juga dia oke. Beberapa game kompetitif lancar dimainkan dalam settingan grafis menengah sampe rendah, seperti Dota 2 atau Valorant. Untuk kemampuan AI, ada fitur bernama Intel AI Boost di mana prosesor mengintegrasikan Neural Processing Unit atau NPU atau NPU khusus yang mempercepat tugas-tugas AI dengan kemampuan pemrosesan jika 47 POPS atau trillion of operation per second. Laptop ini bisa jalanin berbagai tugas AI dengan lancar. Laptop ini juga punya RAM LPDDR5X 32GB dan storage SSD NVMe PCIe 4.0 1TB. Kecepatan baca tulis storage laptop ini cukup mengesankan menurut saya. Balik lagi soal AI, laptop ini merupakan bagian dari jajaran laptop Asus Copilot Plus PC yang mengintegrasikan AI buat meningkatin produktivitas. Asus Copilot adalah sistem AI yang menurut saya kepake. Selain di taskbar, kita juga bisa menemukan tombol Copilot Plus di keyboard. Selama ini saya menggunakan Gemini untuk membantu bikin banyak hal dan jujur saya sudah nyaman dengan Gemini. Tapi saat saya coba menggunakan Copilot Plus, ternyata asisten Microsoft ini nggak kalah nyaman lho. Karena dia bisa dengan mudah menjawab beberapa pertanyaan sulit, bahkan perintah-perintah yang cukup kompleks. Misalnya membuat sebuah artikel dengan tema tertentu, dan kita minta artikel tersebut ditulis dalam bahasa Indonesia dengan gaya bahasa yang lebih gaul misalnya. Dan Asus Copilot ini diklaim bisa semakin pintar dengan terus belajar dan seiring semakin lama digunakan. Keyboard laptop ini pake desain chiclet standar khas Zenbook ya, dengan ukuran dan jarak antar tombol yang pas. Posisinya familiar, jadi nggak perlu adaptasi lama. Key travel distance-nya ada di 1,1mm, termasuk pendek. Beberapa orang suka karena terasa responsif gitu ya, tapi beberapa orang ngerasa kurang aja, kurang kayak orang jebret gitu lho. Dan kurang nyaman buat ngetik lama ya. Ada backlit putih yang bikin ngetik di tempat gelap jadi semakin nyaman. Tapi entah kenapa ya, perasaan saya, atau nggak tau ya, perasaan saya doang kayaknya, ini tuh backlitnya kayak terang banget buset. Di level backlit yang paling redup aja, saya ngerasa ini masih terang lho. Untuk pengalaman ngetik di keyboardnya, jujur ya, sebenernya enak. Tapi saya ngerasa kalau keyboardnya tuh kayak kurang tactile aja gitu, kayak terlalu lembut gitu, kurang sensasi klik aja di keyboard laptop ini. Ya bikin sedikit nggak nyaman lah buat saya. Karena saya terbiasa menggunakan keyboard yang lebih klik, tapi itu soal selera ya. Untuk touchpadnya, ukurannya saya suka karena gede dan lega gitu. Jadi bermanuver di touchpad laptop ini tuh menyenangkan. Apalagi saya hobi banget buat drag and drop dari ujung ke ujung. Touchpadnya sendiri responsif dan cukup akurat menurut saya. Nggak ada masalah dengan tracking atau palm rejection. Masalahnya paling cuma satu, saya masih belum terbiasa dengan klik di touchpadnya yang menurut saya terlalu dalem gitu lho. Kayak klik dalem gitu, jadi kalau mau ngetik itu butuh tenaga yang lebih gitu lho. Kerasa kurang effortless aja gitu, kayak touchpadnya Macbook. Touchpad di laptop ini juga punya 2 fungsi baru, yaitu swipe bagian kiri untuk naik turunin volume, dan swipe bagian kanan untuk naik turunin brightness. Di laptop ini ada 4 buah speaker yang tersebar di bagian kiri dan kanan. Speaker di laptop ini juga di tuning sama Harman Kardon. Suaranya menurut saya lumayan enak, lumayan kencang juga untuk sebuah laptop yang terbilang kecil. Claritynya bagus, saya suka. Cuma saya ngerasa frekuensi low-nya kurang gede aja gitu, jadi kerasa agak kering gitu lho, dan kurang ngebass gitu. Saya coba bandingin sama Macbook jadul saya, Clarity di laptop ASUS ini kedengaran lebih bagus ya, bahkan cukup signifikan lho. Tapi frekuensi low-nya masih ada di bawah Macbook jadul saya ya. Laptop ini pake processor Intel Core Ultra 7 generasi kedua, dengan codename Lunar Lake, yang memang didesain untuk lebih efisien dalam konsumsi daya. Baterai laptop ini berukuran 72Wh, warna yang tergolong gede buat sebuah laptop setipis ini. ASUS ngeklaim kalau laptop ini bisa tahan sampe 20 jam pemakaian. Tapi ya namanya juga klaim. Bebas aja sih. Pada prakteknya, laptop ini bisa bertahan lebih dari 10 jam untuk penggunaan casual, tanpa melakukan proses yang berat kayak editing atau main game. Yang pasti, daya tahan baterai laptop ini terasa awet banget sob. Berasa kayak pake laptop berbasis ARM gitu lho. Ya walaupun belum se-ARM-nya Macbook sih. Dalam paket penjualan, disertakan juga sebuah kepala charger dengan output maksimal 65W. Yang lucunya adalah, ini charger mirip charger HP dah. Andai saja ke depan semua laptop charger yang sekecil ini. Pasti asik. Nggak perlu capek-capek bawa charger banyak gitu kalau kemana-mana. Untuk sistem operasi, laptop ini pake sistem operasi Windows 11 Home yang sudah terinstall. Di dalam juga udah terinstall beberapa aplikasi seperti Microsoft Office Home & Student 2021 dan Microsoft 395 Basic. Kesimpulannya, laptop ini adalah laptop yang cakep pake banget ya. Desainnya tuh saya suka banget lho, terutama materialnya yang belum pernah ada di laptop manapun. Ini bukan laptop murah sih, harganya 20 jutaan lebih. Dan bisa dipastikan memang laptop premium. Dengan harga segini, kalian akan dapetin banyak hal. Seperti bodi yang tipis dan ringan, dan material Ceraluminum, terus layar Asus Lumina OLED dengan resolusi 3K, refresh rate 120Hz, dan reproduksi warna akurat menghasilkan visual yang tajem dan jernih. Terus dia pake processor Intel Core Ultra 7 seri kedua, atau yang terbaru dengan Intel Arc Graphic. Terus dia punya fitur AI seperti Asus Copilot Plus PC, dan baterainya berkapasitas besar, plus daya tahan baterainya yang buadak banget ya. Muncrat woi. Walaupun banyak kelebihan, bukan berarti laptop ini nggak punya kekurangan ya. Setidaknya ada 2 kekurangan yang saya rasakan. Pertama adalah harganya MUAHAL! Dibandingkan laptop lain sekelasnya, Zenbook S14 OLED ini harganya tergolong mahal. Menurut saya harga segitu, Macbook lebih worth it, menurut saya. Terus kekurangan kedua adalah... MISKIN PORT! Portnya sebiji type C cuma 2 biji, USB Type-A cuma 1 biji. Fix, kudu beli dongle tambahan kalau mau pake buat lain-lain gitu. Ya nggak beda juga sama Macbook sih yang miskin port. Jadi buat yang lagi nyari laptop Windows Premium, yang tipis, ngebut, awet, dan ada budgetnya, silahkan dibeli laptop ini. Cakep bray!

Lihat di YouTube