CARI MAKAN SIANG ENAK DI PANDEGLANG NAIK CHERY J6T TERBARU (YouTube Video)
Halo semuanya, selamat datang di channel Fit Rairi Cherry J6. J60 itu bukan J60 tapi J6T. Dan ini adalah varian baru dari Cherry J6 yang pada saat saya coba mobil ini baru aja diluncurkan, baru aja diperkenalkan, bahkan harganya aja belum ada. Nah, ini pertama kalinya saya ketemu Cherry J6T dan sekarang saya akan ajak Anda kita cari kuliner ke Rangkas Bitung. Sambil saya coba mobil ini, saya akan jelaskan secara detail apa saja perbedaannya dengan Cherry J6. Karena Cherry J6 juga masih dijual berbarengan dengan mobil ini. Apa saja kelebihannya? Bagaimana performanya? Apa saja yang saya suka dan apa saja yang saya kurang suka dari mobil ini. Sekarang let's go kita jalan ke Rangkas Bitung. Mohon maaf ada salah ucap. Saya bukan ke Rangkas Bitung tapi ke Pandeglang. Tadinya mau ke Rangkas Bitung, tapi eh kenapa enggak yang lebih dekat dulu Pandeglang? Kita belum pernah makan siang di Pandeglang dan ada e restoran yang cukup terkenal di Pandegelang ini. Saya di rumah punya Cherry J6. Bahkan dari pertama kali saya test drive mobil itu langsung jatuh cinta dan langsung saya beli. Dan itu adalah salah satu mobil yang saya pakai sehari-hari paling favorit karena praktis, kemudian fiturnya lengkap, nyaman, dan dia memiliki penggerak all wheel drive. Jadi saya puas dengan J6 tersebut. Nah, sekarang ada J6T. Nah, J60 ini bukan J6 facelift, bukan pengganti dari J, tapi ini adalah varian tambahan dari J6. Jadi, dia secara umum e yang membedakan adalah eksteriornya. Nanti kita bisa lihat lebih detail. Dan interiornya kalau Anda lihat ini warnanya juga berbeda. Sama yang menarik J60 itu juga punya range yang lebih panjang, lebih panjang sedikit walaupun secara spek teknis sama. Nah, nanti kita akan ee bahas lebih detail. Tapi sekarang saya mau ngerasain mobilnya dulu. Jadi nanti saya bisa menyampaikan ke Anda e bagaimana rasanya mobil ini dan juga dibandingkan dengan J6. Lebih worth ita, ini atau J6. Kemudian apa saja kelebihannya dan apa saja kelemahannya. Jadi ikuti video ini sampai akhir. Sekarang kita di tol Tangerang, tol Jakarta Merak tepatnya. Kita menuju ke arah Pandeglang. Karena saya belum pernah makan siang di Pandegelang. [musik] Sekarang kita jalan lagi menuju rumah makan Ibu Entin di Pandeglang. Ini selalu keluar kalau misalnya kita makanan enak di Pandeglang gitu. saya buta tentang kuliner Pandeglang, tapi ya sebagai netizen teladan ya saya ikutin apa yang keluar di ee pencarian ketika kita googling gitu ya. Jadi kita coba aja. Kalau misalnya ternyata kurang begitu enak, next-nya kita ke Pandeglang cari yang lain lagi. Atau kalau misalnya ada orang Pandeglang, ada rekomendasi yang lainnya, Anda bisa tulis di kolom komentar. Nah, sekarang kita berhenti di rest area dulu. Saya akan jelaskan ke Anda detail perbedaannya. dari luar ini langsung menyolok ya perbedaannya karena ini depan jauh berbeda dibandingkan Cherry J6 ini bumpernya baru kemudian fasia depannya ini baru terus e posisi kamera depan yang tadinya di tengah di bumper sekarang di atas di grill hitamnya ini piano black dan ada tulisan Cherry kalau sebelumnya itu hanya ada logo I karena kan mobil ini kalau di Cina sebagai icar Ya, tapi sekarang cheri ini diletakkan di depan menegaskan identitasnya. Kemudian bumper dia masih ini apa? Ee tidak dicat ya. Jadi warna hitam dove yang ini membuat jadi gagah. Tapi ininya guard-nya ini dia menggunakan warna piano black. Jadi ada kesan yang lebih mahal serta dia ada fog lamp di sini. Kalau sebelumnya itu kalau enggak salah enggak ada po lamp. Nah, ini juga baru bagian sampingnya. Jadi, dia lebih lebar fendernya ini. Dan di sini ada aerovent-nya juga. Dan ini lubang asli ini. Jadi, ini untuk memperlancar aliran udara. Mungkin juga karena profilnya lebih membulat, lebih aerodinamis. Makanya kenapa diklaim ee jarak tempuhnya lebih panjang. Ini diklaim untuk yang tipe intelligent wheel drive alias yang all wheel drive itu diklaim bisa mencapai jarak 436 km charge dari baterai 69,7 kWH-nya. Sedangkan kalau yang Cherry J6 yang IWD itu 428. Nah, ya sebenarnya enggak signifikan sih, tapi ya mungkin karena yang kecil-kecil ini jadi bisa membuat perbedaan. Nah, sebenarnya lebar mobilnya itu sama saja TRKnya. Karena kalau di J6 itu ada over fendernya di bawah yang lebar. Tapi ini dari mulai atas fender dia sudah melebar. Jadi di sini over fendernya enggak perlu ee terlalu besar lagi. Kemudian ukuran bannya ada perubahan. J 255 bannya lebarnya. Sedangkan yang ini 245 dengan veleg sama-sama 19 inci sebenarnya. Perbedaan 10 mm itu enggak akan terasa beda jauh untuk kemampuan menikungnya. Karena kemampuan menikung dari J6 ini daya cengkerramnya luar biasa. Bagus sekali untuk sebuah SUV. Dan di 245 ini juga mestinya enggak ada komplain. Tapi dengan berkurang 10 mm, hambatan gelindingnya juga berkurang. Sehingga ini juga berkontribusi membuat jarak tempuhnya menjadi sedikit lebih panjang. Nah, di sini juga ada air juga seperti depan. Cuman bedanya yang di sini bolongannya tidak asli. Jadi ini ee hanya untuk estetik saja. Bukaan pintu ini seperti mobil premium benar ya. Jadi ben rata body. Tapi kalau mau membuka dia bisa seperti ini. Oh ya, desain velegnya juga berbeda. Desain velegnya itu lebih sporty, lebih maskulin dibandingkan J6. JX itu lebih ke arah elegan seperti ini. Nah, di bagian belakang ini perbedaan yang paling kentara adalah cube box-nya. Ini kalau di J6 benar-benar kotak. Di sini lebih lebar dan dia lebih ada sudut-sudutnya sehingga lebih lues desainnya. Serta satu lagi pada saat kita buka dia soft opening dan menggunakan hidraulik. Ah, jadi bukanya itu enggak yang goblok gitu langsung. Kalau di J6 itu hanya ada ee pegas dari bahan fabrik gitu. Kalau ini lebih up market lah, lebih mahal dengan adanya suspensi hidraulik seperti ini. Nah, di sini kita bisa menyimpan barang-barang kecil. Mungkin kita bisa menyimpan portable chargernya. Tadinya kalau di J6 di sini ada cherry sudah tidak ada lagi cerinya. Ah, pindah ke depan tapi IWD di sini tetap ada. Ini finishing-nya dalam bentuk chrome dan ada J60 serta di sini juga ada eh bumper guard-nya. Ini sudah warna piano black. Di belakang juga ada air juga. Ah, ini airven-nya dari sini juga kayaknya ya. Oh, kalau di sini enggak ada. Di sini enggak ada air air-nya hanya di belakang. Tapi ini juga cuman estetik karena ini tidak bolong sama sekali. Lampu depan belakang semuanya sama. Nah, ada perbedaan juga di bagian dalamnya. Nah, sebenarnya kan eh mobil ini seperti varian baru dari J6 yang dia itu juga ee dijual barengan sama JS6. Tapi sebenarnya ada sejumlah improvement yang dilakukan di mobil ini. Jadi, ada beberapa perbedaan ini Sunfisernya ini bentuknya berbeda dibandingkan di J6. Kemudian logo kalau di J6 itu masih sangat IAR ya. Karena mobil ini kan memang memulai hidupnya sebagai Iar Zero 3 gitu ya. Tapi di sini logo I itu mulai dikurangin seperti yang tadi di depan udah enggak ada. Di grill itu tadinya ada I. Kalau misalnya di J6, di J60 udah enggak ada. Ini dulu. Kalau di J6 juga ada I. I-nya juga dihilangin di sini. Kemudian di setir juga kalau J6 itu ada I car tapi di sini diganti dengan cherry. Jadi ee semakin cerry mobil ini. Kemudian desain airvent-nya juga ini baru. Ee kalau konsolnya ini sama, tapi ada sedikit perubahan-perubahan desain itu. Jadi ini kayak kayak semi facelift lah, tapi enggak totally facelift. Untuk audio masih menggunakan audio premium dari Infinity. Kemudian material-materialnya juga masih material-material berkualitas dengan panel empuk di mana-mana dan wooden panel yang terlihat mahal. Piano black di sini dan kursinya ini two tone dengan warna yang berbeda dibandingkan di J6 ini sekarang hitam dan putih. Kemudian ee untuk laci penyimpanan di tengahnya ini juga sekarang split membukanya ke kiri dan ke kanan. Kalau misal yang di sebelumnya itu kan hanya satu ngebuka ke atas, tapi ini sekarang split kanan dan kiri. Layar entertainment system ini sama seperti sebelumnya dan ini kok agak reflektif ya. Oh, karena belum dikeletek. Kita kletek dulu. Ini mobil baru banget ya. Jadi pas dikasih ke saya itu baru 38 km jalannya. Nah, ini jadi lebih enak lihatnya lebih bersih dan ee walaupun layarnya sama tapi secara software ada perbedaan. Sekarang dia memiliki trip info dan odo info. Yang sebelumnya ini tidak ada. Ini bisa last 50 km, last 100 km. Terus kemudian di sini ada odo infonya. Nah, ini yang ma jadi kita semua sekarang punya trip A, trip B yang masing-masing bisa direset. Kalau sebelumnya tuh enggak ada sama sekali. Nah, yang cuman agak membingungkan di sini average power consumption-nya itu nol. Nah, ini mungkin karena ee ini saja belum dietting karena ini mobil bukan mobil yang dijual untuk umum. Ini masih mobil yang ee prototype ya. Jadi masih ee saya yakin ini pada saat dijual konsumen pasti average power consumption-nya juga sudah bisa di eh hitung. Kemudian mobil ini memiliki capability offroad yang lebih baik. Kenapa? Karena sekarang mode berkendaranya jauh lebih banyak. Mode sekarang ada mode Allroad sebelumnya juga ada. Ada slipery, ada beach. Jadi kalau misalnya kita mau di pasir, kemudian ada madi, kalau misalnya kita mau main di lumpur-lumpur, ada bumi ini kalau kita mau di jalan yang e berbatu. Kemudian mobil ini juga memiliki ground clearance yang lebih tinggi. Kalau sebelumnya 195 mm, sekarang menjadi 225 mm. Ada peningkatan 30 mm ground cleaners-nya membuat mobil ini punya capability offroad yang baik. Nah, sebelum kami mengingates mobil ini, itu Cherry sempat mengadakan offroad challenge bagi para media yang mencoba mobil ini. Nah, Anda bisa lihat footage-nya bagaimana capability mobil ini menerjang jalanan yang cukup ekstrem. Oke, sama seperti cari JS6, mobil ini memiliki tilt dan teleskopic dan posisi menyetirnya enak untuk sebuah SUV. Lihat kaki saya itu lumayan selonjor dan tangan itu rileks dan setirnya ini kecil flat top dan flat bottom tiga spoke. Tapi bedanya sekarang jadi two tone color ada hitam dan putih. Tombol-tombolnya sama semua di sini tombol multifungsi. Jadi yang kanan itu untuk tombol media. Tapi kalau kita aktifkan ee cruise control dia bisa menjadi pengatur cruise control. Sedangkan yang di kiri ini untuk pengatur AC. Jadi AC itu walaupun masuk semua ke dalam layar, tapi kita bisa punya shortcut-nya di tombol ini. Bukaan pintu dia menggunakan tombol seperti ini dengan di bawah ini ada untuk eh mechanical override-nya ya. Kalau misalnya gagal berfungsi di sini kita bisa buka dengan e tuas mechanical. jendela dia sudah menggunakan kaca double glass untuk peredaman yang lebih bagus. Serta di sini juga ada wireless charger dengan ventilasi. Dan di bawah sini juga masih ada penyimpanan lagi. Di sini ada sambungan untuk eh USB A dan USBC. Kalau misalnya Anda ingin Apple CarPlay atau Android Auto, Anda bisa hubungin ke sini atau Apple Apple CarPlay dan Android Autonya juga sudah integrated dengan sistem wireless. Jadi bisa tanpa kabel juga. Serta dia sudah dilengkapi sama seperti J6 dengan driving video recorder. Jadi ini seperti dashcam integrated yang memanfaatkan kamera 360-nya dan itu bisa direkam internal di dalam mobil ini. Jadi recordingnya seperti ini dan itu bisa di simpan. Mobil ini juga sudah dilengkapi dengan TPMS, fitur radar, semua kelengkapan yang ada di J6 ada di mobil ini. Serta mobil ini juga memiliki sistem ADAS yang ee bisa membantu kita nyaman di jalan. Ada forward safety-nya, ada Land Departure, ada Land Departure Assistance. Dia juga sudah dilengkapi dengan fitur yang paling penting dari sistem ADAS yaitu adaptive cruise control dan landip assist. Nah, tapi memang ADAS yang dimiliki oleh J60 ini ada beberapa menurut Cherry yang dikurangi terutama untuk yang safety ke belakang misalnya rear cross traffic alert yang itu juga sebenarnya juga kadang merepotkan kalau kita mundur ngerem sendiri mobilnya gitu ya dan ada beberapa lainnya yang membuat beberapa sensor itu tidak ada di mobil ini dan menurunkan bobotnya. Menurut Cherry, mobil ini bobotnya sekarang 30 kg lebih ringan dibandingkan J6. Jadi J60 itu lebih ringan 30 kg. Itu juga yang berkontribusi untuk range yang sedikit lebih jauh. Tapi yang esensial dari ADA semuanya ada di sini. Ini juga headr-nya ini model baru dan kursinya ini juga sudah memiliki fitur pijat yang lengkap. Lihat ini driver seat. Ah, ini semuanya bisa diatur dari sini. Nah, ini kita lihat. Nah, ini ventilasi. Jadi, pendingin kursi ini bisa sampai belakang. Tidak perlu ada pemanas. Betul sekali. Tapi dia punya ventilated seat, pendingin seat sampai belakang. Dan ini massajnya. Oh, ada wave, catwall, crossover, soo, jump. Saya juga gak tahu perbedaannya. itu harus dirasakan sendiri dan Anda bisa memilih mana yang sesuai dengan selera Anda pijatannya ini. Oke, tapi pijat ini tidak tersedia sampai belakang. Hanya tersedia di depan tapi cukup. Jadi kelengkapan mobil ini sangat premium. Nah, sekarang pertanyaannya berapa harganya? Oke, ini yang menarik. Saya akan jelaskan sambil kita jalan. Sebelum saya ngomong tentang harganya nih, ada perbedaan lagi yang kerasa itu cup mesinnya. Jadi kap mesinnya ee sedikit berbeda bentuknya, tapi dia tetap menonjol gitu. Jadi, Anda ada kesan mengendarai mobil yang kekar gitu ya. E perbedaannya tidak terlalu banyak, tapi ada perbedaan sedikit dibanding J bentuknya. Nah, harga pada saat saya mengetes mobil ini, harganya belum keluar karena harga itu diumumkan di Gikindo Jakarta Autowek yang mungkin itu juga ketika Anda nonton video ini harganya sudah keluar. Harganya berapa akan saya sampaikan di kolom komentar atau di kolom deskripsi kalau udah ada. Nah, menariknya adalah eh mobil ini dibilang oleh Cherry varian yang lebih tinggi dari J6. Jadi, harganya akan di atas J. J sendiri sekarang harganya itu ada di R60-an juta untuk yang IWD. Sedangkan untuk yang two wheel drive itu ada di ee bawahnya di 500 kecil. Artinya mobil ini akan berada di atas itu dan mobil ini juga tersedia dalam varian intelligent wheel drive, fourwhel drive, dan two wheel drive yang menggunakan konfigurasi rear wheel drive. Tapi sekarang yang menarik, Cherry Group pada saat mobil ini keluar itu baru saja mengumumkan harga dari Jau J5 EV yang hanya R00 jutaan membuat Cherry J6 itu jadi dua kali lipatnya harga dari J5 EV. Padahal sebenarnya mobil ini tidak harusnya dua kali lipatnya harga J5. Apakah Cherry akan melakukan koreksi harga? Misalnya J60 ini dijual misalnya 400-an gitu ya. Ya, udah pasti J6-nya juga akan jadi 400-an. Nah, saya belum tahu apa yang terjadi tapi misalnya itu terjadi, Mas Fitra gimana kalau misalnya harga mobilnya turun jadi itu dijual lebih murah. Artinya kan J6-nya pasti akan lebih murah lagi. Buat saya no problem walaupun saya pemilik JS6. Kenapa? Karena artinya mobil saya akan jatuh harga jualnya karena harga barunya turun. Yang mana artinya kalau saya jual dan saya mau beli yang baru lagi, nambahnya juga enggak banyak-banyak banget. Jadi kalau misalnya saya ditanya lebih suka mana mobil baru itu naik terus harganya walaupun itu jadi harga bekas mobil yang kita miliki sekarang jadi terjaga atau mobil baru itu turun terus harganya walaupun itu mengorbankan harga jual mobil kita yang mungkin kita punya model sebelumnya. Buat saya, saya lebih pilih harga mobil baru turun terus karena itu akan membuat kita jadi lebih mudah kalau ingin membeli mobil baru. Tapi harganya berapa? Nanti kita lihat aja. Yang jelas ini akan berada di atas J. Lihat harganya di kolom deskripsi atau komentar. Kita udah keluar tol, sekarang tinggal ke tempat makannya. Nah, mungkin ada yang nanya gitu, kenapa sih saya suka banget kalau sambil ng-review mobil kayak gini, bawa mobil baru tuh ke tempat-tempat makan di luar kota gitu ya. Makan kan bisa di dalam kota aja. Iya. Tapi buat orang yang suka nyetir dan orang yang suka makan itu mengasyikkan kita jalan 1 jam atau 2 jam mengendarai mobil kesayangan kita ke tempat makan khas di daerah tersebut. Apalagi kalau misalnya kayak Pandeglang gini cuman 1 seteng jam sampai 2 jam dari Jakarta gitu ya buat ee rileks gitu. keluar dari hiruk pikuknya Jakarta naik mobil kita ngerasain makanan yang hanya ada di sini tidak ada di Jakarta. Itu adalah aktivitas yang mengasyikkan. Dan kalau misalnya Anda ragu, aduh nanti jalannya gimana ya di sana? Nanti jalannya rusak apa enggak gitu ya. Mobil seperti ini yang pas SUV dan all wheel drive pula. Ya, mungkin kita enggak perlu memakai all wheel drive-nya sekarang karena jalannya relatif eh aman ya. Tapi mengetahui bahwa mobil kita punya capability offroad, punya penggerak all wheel drive itu memberikan peace of mind, rasa tenang gitu. Nah, kemudian untuk kalau kita bicara penggerak ya memang ada dua varian. Dua varian itu adalah yang iWD dan rear wheel drive. Yang rear wheel drive sendiri sebenarnya juga sudah sangat cukup bagi Anda yang memang eh enggak terlalu butuh all wheel drive. dan juga yang enggak terlalu butuh eh tenaga yang kuat. Karena antara rear wheel drive dan all wheel drive itu tenaganya berbeda. Yang all wheel drive ini tenaganya itu bahkan mencapai 270-an HP. Sedangkan untuk yang rear wheel drive tenaganya lebih kecil. Tapi sebenarnya enggak kecil juga. 181 HP itu masih sangat kuat dan bisa melajukan mobil ini 0 sampai 100 km/h dalam 10,5 detik. Sedangkan untuk yang intelligent wheel drive karena dia tenaganya 270-an HP itu diklaim bisa 6,5 detik untuk akselerasi yang sama. Tapi saya juga punya J6 yang tenaganya juga 270-an HP yang IWD. Ternyata enggak 6,5 detik. Saya nyoba sendiri itu bisa di bawah 6 detik. 5,7 detik. Coba. Jadi, ini adalah mobil yang sangat kencang yang intelligent wheel drive-nya. Dan untuk yang rear wheel drive-nya juga masih proper tenaganya. Tapi kalau yang IWD ini sih nyalip-nyalip tuh tadi di jalan tol gampang banget tuh e nyalip gitu. Oh ya, ada koreksi sedikit. Ternyata range-nya bukan bertambah dari 428 ke 436. Tapi kalau yang IWD ini tadinya range-nya itu 418 sekarang jadi 436. Artinya naik 18 km ya. Tapi sekali lagi itu sedikit perbedaannya. Nice. Tetap ada penambahan, tapi eh yang sangat mempengaruhi itu adalah cara kita berkendara dan kecepatan kita. Apalagi mobilnya boksi seperti ini. Kalau misalnya kita di tolnya 100, di atas 100 km/h, bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tapi itu juga akan membuat konsumsinya menjadi lebih boros secara signifikan. Huh, lapar, lapar, lapar. kita makanan khas Banten. Sebenarnya makanan khas Banten tuh ya pasti makanan khas Jawa Barat juga ya. Karena Banten sebelumnya adalah Jawa Barat. Kemudian sekarang menjadi Provinsi Banten. Oke, kita udah sampai nih. Kadang ya kalau ngetes mobil baru kayak gini, kuncinya dapat semuanya kayak gini. Lihat tuh, kuncinya dapat dua-duanya. Sama kunci mekanicalnya juga masih plastikan kayak gini. Ini kalau hilang udah enggak ada kuncinya lagi nih mobil nih. Oke, ini kayaknya cabangnya ya, karena kan kita langsung masukin di Google Maps. Dan ini sebenarnya bukan di Pandeglang, ini di Jalan Raya Serang, Pandeglang. Tapi enggak apa-apa, restorannya sama. Musuhnya sih rasanya sama. Ya udah, yuk kita makan dulu. Kalau pusatnya di mana sih, Mbak? Pusatnya kita Labuan. Di Labuan? Iya. Labuhan tuh di Rangkas. Eh, oh di ujung ya? Di sana. Jadi bahan minumnya kita ada kelapa hijau murni, Pak. Kelapa hijau murni. Mau enggak? Pakai gula kan? Enggak. Iya boleh pakai es tapi dia menu makanannya simpel ya. Jadi ini bakar-bakaran ada ayam bakar, ada udang bakar, ada uh cumi bakar, ada sate sapi bakar. Ini ada ikan apa nih namanya nih? Cuman ikan bakar aja sih. Nah, ada sambal sama sayur-sayuran sama lalap. Ini cabangnya katanya. Jadi sebenarnya yang pusatnya tuh di Labuan, tapi mestinya rasanya sama. Dan selamat makan. Oh ya, ini kita minumnya es kelapa hijau. Kelapa hijau dikasih es batu. Enak banget. Segar. Hmm. Oke, kita makan dulu. Pas makanan Sunda ya. Segar ini. Apalagi sambalnya nih. Sambalnya enak, segar, enggak terlalu pedas gitu. Jadi bisa dinikmatin. Cumi bakarnya enak. Ee cukup garing tapi enggak sampai keras. Jadi masih empuk udangnya enak. Satenya nih, sate-sapi ini rasanya tuh kayak sate maranggi. Ayamnya saya enggak makan karena ayamnya dia pakai ayam negeri kayaknya, bukan ayam kampung ya. Jadi kalau saya lebih suka ayam kampung kalau buat makan Sunda. Ikannya juga enak, enggak ada amisnya, segar, sayur-sayurnya juga recommended nih buat kalau lagi lewat sini. lapar. Ini e makanan Sunda yang enak, segar, dan cepat saji ya. Jadi semuanya udah matang. Enggak perlu nunggu lama langsung dihidangin di mejanya semua. Ayo makan, Ref. Makan, Ref. Alhamdulillah. Makan siang yang enak. Oh, iya. Kunci segede gini hampir ketinggalan. Oke, sekarang kita jalan balik ke Jakarta. Sekali saya akan beritahukan ke Anda detail lebih banyak lagi tentang J60 terbaru ini serta apa saja yang saya suka dan kurang suka dari mobil ini. Secara umum tuh sangat menyenangkan adventure pakai J60 ini karena basisnya sendiri sudah sangat baik dari Cherry J6. Mobil ini tuh seperti apa ya dengan bentuk-bentuknya yang boki ini tuh bagaikan Land Rover Defender, tapi versi yang eh kecilnya dan full EV dan harganya jauh lebih rendah. Bahkan eh rangka dan bodinya ini dari aluminium sebagian besar frame-nya itu aluminium die cas seperti Defender. Jadi enteng. dan kuat tahan korosi. Dan ya kalau misalnya Anda pilih yang all wheel drive, kemampuan offroad-nya sangat baik. Walaupun karena bumper depan dan belakangnya itu ada agak berbeda ya, jadi approach dan departure angle-nya sedikit berkurang dibandingkan J6 tapi tetap masih sangat impressif. Approach angle-nya tuh 26 derajat, departure angle-nya juga 28 derajat. Dan mobil ini bisa melewati banjir sampai lebih dari 1 m 625 mm. Makanya adventure pakai mobil ini enggak masalah ke mana aja. Untuk bantingannya ini tergolong nyaman untuk sebuah SUV. Apalagi SUV boxi seperti ini pasti Anda bayanginnya keras gitu. Enggak. Mobil ini enggak keras. Masih ada sedikit ee kakunya sebuah SUV ya karena memang diperlukan itu untuk menjaga kestabilan. Tapi secara umum ini bisa dikategorikan nyaman untuk SUV seperti ini. Dan suspensin-nya itu depan McFon Strat tapi yang di belakangnya itu multilink. Nah, makanya kenapa bantingannya tuh karakternya dewasa, tidak memantul-mantul dan bikin percaya diri menikung di kecepatan rendah maupun agak tinggi. Walaupun range-nya juga enggak sampai 500 km ya, tapi untuk perjalanan luar kota, mobil ini cukup layak karena dia ya sudah di atas 430 km dan dia juga bisa dicharge secara d charging sampai 100 kW. Jadi 30 sampai 80% itu hanya butuh 25 menit. Artinya dalam 25 menit Anda bisa menambah range lebih dari 200 km. Secara overall sebagai pemilik [musik] Cherry J6, saya merasa J60 ini sangat mirip pengalaman berkendaranya, tapi memang dengan paket yang lebih stylish, luar dalam dengan sejumlah ee e perbaikan desain dan juga perbaikan software. Jadi, ini memang produk yang lebih sempurna dari J6. Kalau masalah styling, tinggal Anda sesuai dengan preferensi Anda yang boki pure seperti J6 atau yang lebih dinamis seperti J60. Tapi ini sama-sama mengusung spek teknis yang sama, mengusung kesenangan berkendara yang sama, serta ketangguhan serta fleksibilitas adventure yang mirip. Tidak sama karena ini memiliki performa offroad yang lebih baik dengan ground clearance lebih tinggi serta mode offroad yang lebih lengkap. Nah, tapi seperti janji saya, saya juga akan ungkapkan beberapa hal yang saya suka dan saya kurang suka dari mobil ini. Yang pertama, yang kurang suka dulu ya, yang beberapa hal yang saya kurang suka dari mobil ini. Yang pertama adalah e memang sekarang jadi hitam dan putih gitu ya, tapi untuk setir ada detailing putih seperti ini itu pasti akan cepat kotor. Bahkan di mobil tas kami ini aja udah mulai kelihatan ada bercak-bercak hitam ya. Karena tangan kita enggak selalu bersih dan ini selalu disentuh. Jadi kalau misalnya Anda enggak mau setir terlihat kotor, ya pastikan tangan itu bersih, rajin bersihkan tiap hari. Atau kalau misalnya nanti pada saat di GJAW itu ada varian yang ee setirnya hitam semua, pilih itu. Tapi kalau misalnya Anda bisa menjaga kebersihannya, ya hitam dan putih ini memang lebih menarik untuk dilihat. Kemudian yang kedua, eh cruise controlnya sudah adaptive cruise control dan dia juga ada land assist, jadi bisa semi autonomous. Tapi memang ketika kita mengaktifkan cruise control itu petunjuk speed yang kita set di cruise control itu ada di layar gitu. Jadi kalau misalnya kita mau nambah speed atau mau mengurangi speed-nya, kita harus melihat ke layar tengah. Dan kalau kita pakai Apple CarPlay atau Android Auto itu tidak kelihatan. Jadi kita harus keluar dulu ke menu depan. Serta cruise control-nya ini enggak e sederhana sekali ya. Jadi enggak ada resume, enggak ada fitur resume. Jadi kalau misalnya kita setelah cruise control misalnya 90 km/h, kita pelan dulu karena ada sesuatu kita balik ke 90 km/h itu enggak bisa dengan tombol resisium. Harus kita ke kecepatan itu dan kita aktifkan lagi. Kemudian satu hal lagi yang kurang saya suka dari mobil ini adalah hampir semua tombol itu pindah ke layar. Tombol fisik di luar di interior tuh hanya tinggal tombol power window dan pembuka pintu. Yang lainnya masuk ke layar. Dan memang ini terasa futuristis. Jadi, mobilnya juga terlihat simpel, interior jadi lebih keren. Namun, pada kenyataannya agak sedikit merepotkan. Buat ngatur spion kita harus cari menunya dulu. Untuk mengubah mode berkendara kita harus cari menunya dulu gitu ya. Jadi ya futuristis tapi kurang praktis. Kemudian satu lagi, ini mobil sebenarnya enakan dipakai sendiri tapi sebenarnya dijadiin kita jadi penumpang juga enak karena mobil ini lega dan nyaman. Tapi sayangnya kursi belakang itu memang belum bisa eh reclining. Enggak melelahkan sih, cuman bakal lebih rileks kalau misalnya ada reclining. Nah, itu adalah sejumlah hal yang saya kurang suka dari mobil ini. Tapi ada sejumlah hal unik juga yang membuat saya makin suka dengan mobil ini. Yang pertama adalah pengalaman menyetirnya tuh enak. Delivery tenaganya itu natural dan responsif. Bahkan ini saya pilih eh mode berkendara yang paling pelan gitu ya, karena responsif sekali gitu mobil ini. Jadi kalau mau rileks saya pilih yang paling pelan. Tapi kalau saya mau yang lebih agresif saya bisa pilih yang mode lainnya. Namun di semua mode itu memang penyaluran tenaganya dan masuknya regenerative breaking itu natural dan halus bikin berkendara mobil e berkendara dengan mobil ini tuh enak gitu. Jadi kontrol unitnya memiliki software yang bagus dalam mengatur delivery tenaga. Kemudian hal kecil di sini berikutnya di layar itu kan ada display fitur radarnya. Nah, itu warna mobilnya bisa kita ganti sesuai warna mobil kita. Pilihan warnanya banyak sekali. Ada yang matte, ada yang e glossy. Jadi kalau kita mau ganti-ganti warna segala macam, kita bisa menyamakan warna mobil dengan yang ada di layar. Kemudian eh pada saat macet-macetan, fitur auto hold mobil ini juga sangat menyenangkan. Oke, ini bukan auto hold biasa ya, auto hold biasa begitu mobil berhenti dia langsung tahan dengan rem. Tapi kadang-kadang auto hold itu kan kurang sesuai untuk semua situasi. Kayak misalnya eh stop and go yang cuman sebentar berhentinya itu enakan benar-benar kita enggak pakai auto hold. Tapi kalau kita berhentinya lama kita enakan pakai auto hold. Nah, auto hold-nya ini ketika aktif dan mobil berhenti, dia tidak langsung mobil itu ditahan dengan auto hold kalau injekan rem kita enggak terlalu banyak. Nanti kalau kita mau, wah, ternyata lama nih berhentinya. Kita mau lebih lama lagi auto hold-nya, kita tinggal tambah lagi injekan di pedal rem dan langsung semuanya eh bekerja auto hold-nya. Jadi, auto hold-nya itu fleksibel, bisa normal, stop and go atau bisa ditahan hanya dengan injakan ee pedal rem yang berbeda. Satu lagi yang saya suka dari mobil ini adalah mobil ini memiliki fitur yang memungkinkan bisa didorong pada saat parkir. Namanya push mode. Jadi itu seperti kita parkir netral tanpa rem parkir dan itu jarang ada di mobil sekarang mobil modern yang sudah matic apalagi yang listrik seperti ini. Tapi di sini ada push mode. Anda tinggal perlu cari di layar. Nah, ketika Anda parkir, Anda pencet push mode itu masuk E masukkan ke P, masukkan push mode. Nanti begitu mobil itu terkunci dia akan netral semuanya dan bisa didorong. Cuman ya hati-hati aja, jangan menggunakan push mode kalau misalnya jalannya turun atau naik ya. Karena itu sama aja seperti netral dan tanpa rem tangan. Tapi menyenangkan mobil ini punya fitur yang sudah jarang ada tersebut. Ya, bisa dibilang mobil ini worthed sekali untuk Anda yang ingin SUV listrik dengan karakter body yang kuat. gagah dan rasanya seperti mini Defender ya. Ini J60 ini adalah varian yang lebih stylish dari J6 dengan kemampuan offroad yang lebih baik dengan teknologi yang sama lengkap seperti J6 tapi disempurnakan lagi. Enggak sabar rasanya nunggu harganya karena saya belum tahu kalau Anda mungkin udah tahu. Dan untuk warnanya, wah warna merah seperti ini enggak ada di J6 sekarang ada di mobil ini namanya Red Matrix. Selain warna ini juga ada warna hitam. Black Platinum, abu-abu grey tech, dan warna putih white how light. Jadi itu pilihan warna yang bisa Anda pilih. Kalau Anda penasaran dengan rasa mobil ini, Anda bisa ke dealer Cherry atau Anda bisa test drive di Gikindo Jakarta Autow Week. Tempat mobil ini akan pertama kali diumumkan harganya. Jadi, begitu video kali ini. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini. Komentar di bawah dan subscribe ke channel Vitra jika Anda belum. Follow Instagram saya @vitra. Keterangan lebih lanjut mengenai mobil ini dan produk Cherry lainnya Anda bisa ke Instagram-nya Cherry Indonesia. Terima kasih banyak Anda sudah menyaksikan. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.
