Cari smartwatch 2-3 juta? Yang ini jelas rekomen ๐๐ป (YouTube Video)
Halo guys, David di sini, dan udah sekitar 2 mingguan saya pake Huawei Watch Fit 4 Pro. Hasilnya, jam ini mantepin lagi omongan saya soal betapa ngerinya Huawei di pasar smartwatch. Di kelas entry level, udah ada Huawei Band. Di kelas agak atas, ada Huawei Watch GT. Yang udah 2 tahun lebih, nemenin pergelangan tangan saya. Dan di kelas tengah, ada Watch Fit. Yang sejak generasi tahun kemarin, Watch Fit 3, Fit 3, laku keras lewat gayanya yang mirip Apple Watch. Harga lebih miring, fitur tetep bersaing. Sekarang, udah ada Watch Fit 4, yang cara mainnya tetep sama ya. Bentuknya tetep kotak, kayak Apple Watch, harga pun tetep lebih bagus, kurang dari 2 juta udah dapet, dan, dan, Huawei makin panasin pasar smartwatch lagi, atau ada ambisi pribadi buat pepetin Apple terus, lewat tambahan varian baru, yang saya pake ini, Watch Fit 4 Pro. Jadi kalau ngomongin Watch Fit 4 series, sekarang ada 2 pilihan ya, yang basic, polosan, atau yang ada kata PRO-nya. Nah, yang PRO ini nih, yang dari awal langsung bikin penasaran. Soalnya, dia punya aura yang jelas keinspirasi dari Apple Watch Ultra ya. Ini yang terbaru, Apple Watch Ultra 2. Ini kita coba ya, bandingin sebentar. Ciri-ciri utama Apple Watch Ultra VS Huawei Watch Fit 4 Pro. Desain layar flat? Cek. Sisi kanan, yang ada puter-puteran berwarna, terus ada semacam punuk biar lebih kaku, gagah, terus ada tombol oval? Cek. Strap yang ada ulir-ulirnya, biar kayak lebih outdoor gitu? Cek. Bahkan, sampe ke gaya watch face-nya pun, dimiripin. Kanan kiri ada garis-garisnya gitu. No debat lah, kalau Watch Fit Pro ini terinspirasi dari si Ultra. Bedanya ada di dimensinya ya. Kalau si Ultra ini emang keliatan ULTRA sejati. Bongsor, tebel, berat, sampe 60an gram tanpa strap. Watch Fit 4 Pro tetep ramping, tipis, dan enteng. 32 gram doang, hampir setengahnya tanpa strap. 55 gram kalau pake strap. Wah, tipis enteng, berarti kerupuk dong bang. Justru kebalik ya, bahannya tetep premium punya. Bezel titanium alloy, aerospace grade, bodi aluminium, kaca safir artifisial, strapnya sendiri buat varian hitam dan biru, pake bahan fluoroelastomer. Tomer, tomer, fluoroelastomer? Ya intinya, itu sejenis karet sintetis yang sering dipake di industri otomotif. Penerbangan, karena dia durable parah. Kalau varian hijau, bahannya dari nylon ya. Belum lagi layarnya yang terang abis. Ini rasanya mahalnya kenceng sih. Peak brightnessnya diklaim sampe 3000 nits. Terangnya nggak kalah sama sinar matahari yang lagi terik-teriknya. Ini kalau kita bandingin sama Apple Watch Ultra, yang harusnya terangnya juga luar biasa ya. Mirip lho, isinya masih bisa sama-sama keliatan jelas. Kalau buat watch fit for basic, brightnessnya emang nggak setinggi varian Pro. Dia di 2000 nits, tapi tetep enak buat dipake outdoor. Buat panel, keduanya udah pasti AMOLED, ukuran 1.82 inci, resolusi 347 ppi. Intinya, kualitas watch fit for, terutama varian Pro nya, dari material sampe ke kualitas layar, mewah. Ya untungnya, Huawei cuma terinspirasi sampe di situ aja ya. Buat harganya, watch fit for Pro tetep lah jamnya Huawei. Harganya nggak bakal sepede ultra yang pasangnya sampe 14 juta ya. Jam ini dijual di 3 jutaan, seperempatnya doang. Ada bonus TWS juga, kalau beli pas awal penjualan. Lumayan banget. Sistem di watch fit for Pro ini juga udah Huawei banget ya. Buat saya, yang udah sepuh pake jam Huawei, udah kebiasa cengin user Apple Watch, terutama si Ekbal lho. Soal kenikmatan, fitur NFC, buat copy kartu akses gedung apartemen, kantor, atau apapun yang bolehin buat copy ya. Tap jamnya doang, masuk. Atau karena saya pake 2 HP, Android sama iPhone, saya bisa bebas konekin jamnya kemanapun, kalau HP Huawei udah pasti aman juga. Akses data di Huawei Health juga bisa suka suka, mau liat di HP A atau HP B, selama akunnya sama, bakal saling ngesync. Dan tentu aja, ini nggak bakal setop saya pake buat cengin cengin. Soal daya tahan baterai yang luar biasa, buat jam setipis dan seenteng ini. Sederhana buat Huawei, tapi entah kenapa Apple nggak bisa. Ini watch ultra lho, jam terbaik mereka, cuma bisa 2-3 hari ya. Klaim Huawei sendiri, buat setipis ini, up to 10 hari. Dan pengalaman saya juga mirip, kira kira kayak gitu. Kayak disini, dari tanggal 11 Mei pagi, baterainya saya cas hampir penuh, dan minggu depannya, 18 Mei pagi, sisa 30 persenan. Dengan catatan, fitur Always Onnya saya matiin, notif tetep hidup, terus pas tidur, saya pake buat track tidur, olahraga 2-3 kali seminggu, sejam, mantep. Kalau baterainya mau abis, dan lagi nggak ada charger bawaan, kita tinggal tempel ke wireless charger aja, atau HP yang support wireless charging juga. Bisa, isi 10% pun cukup banget buat dipake seharian. Saya selalu suka barang kayak gini, selalu ingetin kita, kalau barang mahal belum tentu terbaik, nggak bagus semua, dan barang yang nggak mahal, fiturnya tetep bisa banyak. Buat varian Pro ini, malah punya mode olahraga yang lumayan sultan, kayak golf. Ini mirip kayak Watch GT 5 Pro kemarin ya, yang ngasih banyak data kayak lokasi kita di lapangan, arah angin, bisa catat skor. Dia juga punya lebih dari 15 ribu map offline lapangan golf di dunia. 157-nya ada di Indonesia. Bisa diakses, gratis, tinggal download aja, modal data doang. Buat olahraga ekstrim kayak free diving, juga ready, up to 40 meter, ada fitur tracking rute water sport juga, macam rafting, canoeing, perahu naga juga ada, karifan lokal Asia banget ya. Sisanya dia mirip mirip aja kayak jam Huawei lain. Olahraga mainstream, lari, sepedaan, nge-gym, badminton, tenis, paddle, ada lah. Tracking GPSnya juga oke. Kayak disini, saya ada tes akurasi GPSnya sambil jalan nyusurin trotoar Jakarta, lewatin jembatan, masuk ke taman di tengah mall, dan garisnya keliatan bener ya, bagian akhirnya aja, yang agak loncat di tempat yang banyak atap. Hasil trackingannya ini, kalau mau dikonekin ke Strava juga udah bisa, aman. Sisanya apalagi ya, buat kesehatan, ya dia udah pasti bisa diandalkan sih, buat tracking detak jantung, tracking kualitas tidur, dari durasi fase-fase tidur, tidur siang juga bisa auto dibaca, jamnya juga punya fitur buat baca ECG, arterial stiffness, pulse wave arrhythmia, yang dari waktu itu udah ada di jam Huawei lain. Dibacking pake algoritma Huawei TrueSense buat varian Pro. Ada juga fitur emotional well being, yang bisa mantau mood kita dari irama detak jantung, dan hasilnya bakal divisualisasiin pake watch face yang miau-miau ini. Kalau ada yang bisa dibilang kurang dari Huawei Watch Fit 4 Pro ini, buat saya, ada di estetik watch facenya ya. Kalau saya cek storenya di Huawei Health, masih belum banyak yang masuk selera saya sih. Rame banget ini. Cocoknya sama watch face bawaan aja. Udah ada di dalam jamnya dari awal, jadi nggak perlu download. Kita juga bisa custom-custom warna fungsi sama backgroundnya, biar lebih variasi lagi. Lumayan. Sama satu lagi, kurangnya jam ini, aplikasi pihak ketiga juga masih terbatas, jadi nggak banyak fungsi lain yang bisa kita tambahin ke jam ini. Jadi gitu ya, Huawei Watch Fit 4 Pro. Oh, rekomen banget kalau anda lagi cari jam yang bentuknya kotak, dan kualitasnya jempolan. Materialnya bagus, UI fleksibel, fiturnya bikin ngiri. Kalau misalnya anda lebih suka jam yang bentuknya bulet, anda bisa main ke Watch GT. Harganya mirip-mirip, fiturnya juga mirip. Kalau suka jam kotak, tapi nggak perlu fitur olahraga sultan, nggak perlu gaya yang kaku kayak Watch Ultra, malah bisa lebih hemat lagi. Ada Fit 4 Basic tadi, harganya di bawah 2 juta, material tetep bagus, fitur tetep banyak, baterai tetep awet, yang bagus-bagus dari Fit 3 kemarin tetep ada, ditambah beberapa upgrade lain. Yang pasti, berapapun budget anda, pilihannya udah bagus semua. Ada gratis TWS Huawei FreeBuds SE 2 juga, buat setiap pembeliannya. Jamnya bakal resmi diluncurin, dan bisa dibeli mulai dari 27 Mei ya, jadi... bentar lagi tuh. Demikian review GadgetIn buat Huawei Watch Fit 4 series. Like kalau anda suka dengan video ini, dislike kalau nggak suka, kita ketemu lagi di video selanjutnya. Yow! Closed Caption by @subbox.id Mau bulat atau kotak ya? Sesuai gaya.
Video Lainnya
Di tengah lonjakan harga kebutuhan sehari-hari, menemukan perangkat pendukung produktivitas yang andal tanpa menguras kantong menjadi tantangan tersendiri bagi para...
Kehadiran bocoran seputar iPhone 18 Pro di tengah riuhnya pasar smartphone tahun ini memicu perdebatan sengit mengenai urgensi melakukan upgrade. Lewat pendekatan...
Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....
Dunia teknologi kembali diguncang oleh sebuah inovasi radikal lewat kehadiran lini Huawei Pura X Max yang siap menggeser dominasi iPhone dan Samsung. Kehadiran...
Bayangkan jika smartphone andalan Anda tiba-tiba kehilangan sinyal akibat masalah IMEI yang diblokir di Indonesia. Situasi tak terduga inilah yang memaksa seorang...
Mencari laptop tipis dan ringan di tengah lonjakan harga RAM global belakangan ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar dan mahasiswa yang bersiap...
Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple karena raksasa teknologi ini dikabarkan siap merombak strategi harga mereka secara global. Kenaikan...
Perdebatan mengenai jam pintar terbaik tampaknya memasuki babak baru lewat kehadiran Huawei Watch Ultimate 2, sebuah perangkat yang berani mendobrak batas premium...
Kehadiran laptop berprosesor mobile sering kali dipandang sebelah mata oleh para pencinta performa, namun adu tanding terbaru antara MacBook Neo dan laptop gaming...
Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pencinta ekosistem Apple, menyusul rumor kuat mengenai lonjakan harga perangkat masa depan mereka akibat ketergantungan...
Kehadiran Huawei MatePad Mini sukses memberikan angin segar di tengah tren pasar yang dipenuhi tablet berukuran raksasa. Membawa dimensi super tipis dan panel...
Mencari gawai ringkas yang benar-benar bisa diandalkan untuk mobilitas ekstrem kini bukan lagi sekadar angan. Lewat gebrakan layar Flexible OLED PaperMatte yang...
Di tengah obsesi industri teknologi pada layar raksasa, kehadiran tablet seberat 260 gram ini menjadi anomali brilian bagi kaum bermobilitas tinggi. Ulasan HUAWEI...
Huawei kembali menggebrak pasar tablet lewat gebrakan yang membuat para kompetitornya, termasuk lini iPad Mini, harus waspada. Melalui dimensi super ringkas dan...


















