Jungkat

#CeritaKita Kisah Inspiratif Pedagang Pasar Tradisional (YouTube Video)

  • 09/10/2024

E Nama saya Haji Aseng Irawan Umur saya 50 tahun dan saya dagang di pasar induk yaitu di bagian buah-buah jadi saya berdagang buah ini sudah 32 tahun saya petani padi tanam padi dulu waktu muda tiba-tiba ada Kang Mas saya yang sudah berdagang setahun lebih awal kami dipanggil sebagai anak buahnya sambil manggul Jadi kalau ada orang beli itu saya tanya ini dibawanya ke mana Ibu Bapak di pinggir jalan raya Ya sudah saya yang manggul ya alhamdulillah waktu itu dikasih Rp500 itu Senangnya sudah luar biasa sisa-sisanya manggul itu saya simpan saya simpan siap simpan siap hari Mulai tahun 94 akhir itu saya berniat Mandiri karena saya basicnya pedagang apel ikut Kangmas saya ya saya juga ikut telusuri pedagang apel juga saya pergi ke Malang waktu itu 94 itu apel malang masih luar biasa banyaknya di tahun 95 itu saya mulai berbisnis di bidang mangga kebetulan di daerah Saya asli Ponorogo itu asli Ponorogo itu sampai saat ini ya ini Kebetulan Amel ini anak saya nama dus amil ini itu ada mangga banyak di sono berjalan dari rezeki mangga ini juga dari hasil saya nguli juga saya bertekad lagi nyari petani yang bon api di daerah Batu sono Saya memilih Pasar Induk krama Jati itu kenapa ya karena pasar krama Jati adalah sentralnya semua pasar bahkan Kama Jati itu adalah pasar se-indonesia bahkan Asia di krama Jati itu mau nyari apa aja ada mau buah impor Dari mana aja ada buah lokal Dari mana aja ada jadi Apun pekerjaan kita Apun keahlian kita harus kita [Musik] takekuni Nama saya Haji jueri umur kurang lebih 56 tahun pekerjaan saya yaitu di bidang bawang merah dulu saya berangkat di pasar induk tahun 1 83 perjalanan dagang saya dulu adalah ikut seseorang yaitu Mamang saya pada tahun 84 sampai dengan tahun 1990 di perjalanan singkat cerita di situlah saya awal menjadi pedagang bawang grosir sampai dengan mempunyai pengiriman kurang lebih sekitar 15 mobil sampai dengan Del mobil paling sedikit Alhamdulillah anak saya lima ee empat perempuan satu laki laki ee dari dulu Alhamdulillah kita bisa mencukupi kebutuhan keluarga dari anak-anak SD sampai dengan kuliah dan alhamdulillah anak saya ada yang menjadi dokter Alhamdulillah itu berkat usaha di pasar induk yaitu menjiwai perdagangan di bawang [Tepuk tangan] merah Saya memilih dagang di pasar hiduk ramb Jati ini karena saya sudah menganggap aman dan nyaman kedua Pasar Induk Ini bagi saya adalah segalanya untuk tumpuan hidup keluarga saya dalam perjalanan e perdagangan ini pasti ada suka dan dukanya karena ee di samping berdagang itu benar-benar harus berbagai banyak ujian Kita juga harus bisa menghadapi dan harus harus bisa menyikapi keadaan pasar induk karena dalam perdagangan di Pasar Induk Ini tidak semuanya mulus perjalanan tapi Insyaallah P Pasar Jaya selalu membantu untuk menjembatani e pedagang ini membeli lapak ini memakai bank contohnya ya Bank BRI DKI Mandiri dan lain-lain penghuni atau pedagang pasaruk ini tanpa kita bersatu antara pengurus Pasar Induk dan pedagang tidak akan punya kekuatan pedagang ini akan bertahan selamanya itu aja foreign

Lihat di YouTube