Jungkat

CFMoto 450 CL-C : Sering dikira Harley! (YouTube Video)

  • 10/08/2025

[Musik] Chef Moto CLC 450. CLC bukan cuma cruiser. Oke, yang pertama mau gua bahas di sini itu bukan soal desain atau dimensinya. melainkan soal namanya CLC450. Kenapa? Karena CF Moto nih yang gua suka dari pabrikan dari China tersebut adalah nomenklaturnya jelas, penamaan-penamaan produknya jelas, dan kalau misalkan kalian lihat website aslinya, motor apapun yang dinamakan CL, ada nama CL-nya di website CF Moto, itu pasti desainnya klasik. Mau itu bentuknya roadster bike, mau itu scrambler, dan yang seperti di depan kita ini motor cruiser pasti yang namanya CL itu klasik di nomenklatur CF Moto. Makanya dia dinamakan CLC 450 karena desainnya klasic cruiser banget. Dan seperti yang tadi gua bilang di awal, mengambil nama dari Cool Life Cruiser. Tentu si LC 450 ini bertemakan desain cruiser dengan tipe bober ala motor Inggris. Jadi dia benar-benar ke sana emang kayak motor cruiser dengan desain yang seperti ini dan profil ban yang tebal-tebal di depan maupun belakang. Makanya bisa kita bilang ini adalah cruiser bober. Lalu untuk warnanya sendiri di Indonesia dia disediakan warna hitam yang seperti di depan kita ini Macau banget, garang. Tapi kalau kalian pengin yang lebih berkarakter, lebih klasik, itu ada pilihan yang warna merah dengan ciri khas pin stripe yang ada di bagian tangki teard drop-nya. Ini keren banget sih. Jujur gua lebih suka yang warna merah dibandingkan yang warna hitam ini. Walaupun yang hitam ini juga mengintimidasi sih. Desain cruiser bobernya yang totalitas juga dilanjutkan di bagian aksen-aksen dari CLC 450 ini dengan pemakaian emblem beneran ya, bukan stiker. Ini emblem 3D yang ditempel ke samping kiri kanan tangkinya. Dan ciri khas CF Moto itu dia ada kode CF-nya di bagian samping kiri kanan body. selalu nih mau itu di Papio, mau itu di 450 MT pasti ada di motor-motor CF Moto nih. Detailnya pun juga berlanjut di aksen-aksen yang ada angka 1989 menandakan lahirnya pabrikan CF Moto. Ya, untuk sebuah pabrikan motor emang masih muda ya sebenarnya CF Moto ini, cuma dia berhasil membuat motor yang bentuk dan kualitasnya lumayan bagus untuk sebuah motor Cina. Tapi pasti kalau orang ngelihat di jalanan gua ya yang tingginya 164 cm ini, itu tetap walaupun gua naik CF Moto CLC 450 orang ngiranya gua naik Harley pasti karena udah tampilannya cruiser bober gede mengintimidasi padahal yang naik badannya sekecil ini gitu. Jadi kalau gua naik motor ini ke sana kayak wuh nih orang-orang pada ngejauh gitu. Kiri kanan kiri kanan. Dan itu pengalaman nyata ketika gua bawa motor ini mau itu sanmori atau dipakai buat harian. Ya terlepas dari suaranya juga yang menggelegar ya lumayan tapi tetap sopan di telinga. Tapi lihat deh dari posturnya aja tuh motor ini emang ke sana mengintimidasi banget. Gua masuk ke parkiran lobi aja enggak ditanyain ini CC berapa, udah lewat aja sama pamnya. Dan mumpung gua berada di atas motor, e langsung kita ceritain aja kalau misalkan CF Moto CLC 450 ini punya tinggi kursi 680 mm yang artinya enggak tinggi banget. Ini benar-benar gua yang tingginya 164 cm bisa menapak sempurna dengan gampang. Bodinya juga enggak lebar, jadi ramping tuh kaki gua bisa menapak sempurna turun dua kaki dan dengan berat yang cuma 181 kg untuk sebuah motor 400-an cc ya ini enak banget buat digerak-gerakin tuh buat dipindah-pindahin tuh enggak enggak berasa enggak berasa enak tapi ya jangan coba-coba geser-geser motornya ya tetap kalau udah mendekati udah lumayan juga diangkat-angkat Jadi buat para tukang parkir yang tiba-tiba ketemu sama Coto CLC 450 ini, tolong jangan diangkat motornya. Enggak bakal bisa. Tetap berat, mending dinaikin aja sekaligus kalau boleh sama ownernya. Oke, dari segi tampang emang udah mengintimidasi walaupun pengendaranya tidak mengintimidasi sama sekali. Orang kalau gua lepas helm juga orang ketawa ya ngelihat posturnya. Tapi sayang mesinnya memang kelihatannya tidak mengintimidasi sama sekali. Karena kalau misalkan kalian lihat ya motor-motor cruiser gitu kan e yang bober ciri khasnya kan pasti Vwin kalau enggak Vin transversal atau boxer sekalius gitu ya. Tapi ini enggak. Dia pakai inline twin parallel 2 silinder 449 ccubikasinya. Tapi tetap secara lux dia kelihatan padat. Dan mesin ini punya firing order 270 derajat yang membuat suaranya enak banget. Nih dengerin suaranya kan halus tetap apa ya menggema tapi sopan gitu di telinga. Enak banget dan kelampotnya masih standar. Mungkin kalau dijadiin satu gitu ya buangannya bakal lebih menggelegar kali ya knalpotnya. Oke, lanjut lagi. Mesin ini dapat mengeluarkan tenaga sebesar 40,7 PS dengan torsi 42 Nm yang karakternya justru sporty. Mungkin bawaan ciri khas motor-motor CF Moto. Karena emang CF Moto kan identik dengan motor sport ya. Karena CF Moto punya tim Moto 3 ya di lingkup MotoGP. Jadi emang lekatnya dengan karakter motor sport. Makanya dia putarannya justru di menengah dan tinggi ketika mau dapat tenaga dan torsi puncaknya. Bukan di putaran rendah seperti motor-motor cruiser atau bober kebanyakan. Tapi walaupun begitu memang kita bisa lihat kalau red line-nya sendiri itu di 8.000 rpm. Jadi emang enggak terlalu tinggi-tinggi banget untuk sebuah motor cruiser atau motor sport mesinnya ya. Oke, keluaran mesin tersebut disalurkan ke transmisi 6 percepatan dengan sliperer clutch dan dia menyalurkan tenaga ke roda belakang pakai belt bukan pakai rantai. Jadi hantaran tenaganya halus, enggak ada suara gemiricik berisik rantai. Cuman memang power loss-nya lumayan besar, bisa sekitar 30-an% dari tenaga aslinya ke roda belakang. Tapi itu membuat rasa nyaman berkendara di CLC450 ini jadi maksimal banget. Sekarang kita masuk ke pembahasan soal suspensinya ya. Di bagian depan dia pakai suspensi upside down dan yang belakang ini monosh. Jadi di bagian tengah bukan di samping kiri kanan suspensinya ya. Dan untuk jarak mainnya sendiri yang di depan itu dia 130 mm. Sementara yang di belakang ini dia jarak mainnya 96 mm. Enggak terlalu jauh jarak mainnya karena lagi-lagi ini sebuah motor cruiser bober. Jadi pemakaiannya memang untuk on road bukan offroad. Jadi jangan coba-coba bawa motor ini ke jalur offroad kalau kalian enggak mau pantat kalian sakit. Oke, lanjut lagi ke bagian depan. Profil bannya itu pakai profil ban dari CST ya, merek CST dengan profil 130/90 lingkar 16 inci. Sementara yang belakang itu dia 150/80 dengan ban dari CST juga. Kembangannya sendiri benar-benar kelihatan klasik. Dan velegnya gua suka velegnya. Walaupun dia casting tapi banyak jari-jarinya ke sana kayak veleg retro gitu, tapi modern. Dan soal sektor pengeremannya, di bagian depan dia sudah single dis brake ya dengan empat pot. Itu pengeremannya dari J1, salah satu anak perusahaan dari Brembo. Dan yang belakang pun juga sama dari J1 juga. Dis brake-nya sudah dilengkapi dengan dual channel ABS depan belakang. Jadi ee aman ya berkendara ketika melewati genangan atau ataupun hujan. Namun sayang ABS-nya enggak bisa dimatiin ya. Ngapain juga sih dimatiin? Ini motor bukan buat lincah-lincahan gitu kan. Ini motor buat kenyamanan sebenarnya. It's ok. Kalau misalkan kalian mau agak-agak dispin-spin dikit, traction controlnya bisa kalian matiin. Yap, motor ini udah ada traction control sistemnya. Salah satu fitur plus yang ada di CF Moto CLC 450 adalah spion yang bisa jadi tatakan buat minum kalian. Jadi kalau kalian touring lagi nunggu di pinggir jalan, minumnya taruh aja di sini. Gampang banget tuh. Kalau misalkan udah saya dipakai, udah tinggal putar aja lagi. Tuh, taruh lagi deh. Gampang kan? Oke, sekarang kita bahas soal instrumen panel di CLC 450 ini. Sebelah kanan dia ada engine cutoff ya. Tuh dia satu tombol udah mogable apalagi ada tombol hazard mogable. Dan ya emang ini beneran moge sih ya. Oke, lanjut lagi. Di sebelah kiri ada tombol untuk multimedia ya karena speedometernya itu udah panel full layar semua. Nanti kita akan kita nyalain. Terus di atasnya itu ada tombol lampu jauh, lampu dekat, sama pas beam. Dan di bawahnya itu ada sein sama klakson. Oke, simpel aja. Soal panel instrumennya, dia besarnya itu 3 incian kalau tidak salah. udah TFT jadi full color juga dan dia sudah bisa terkoneksi lewat smartphone dengan aplikasi CF Moto. Nah, sekarang kita pengen lihat layarnya dan e nyalainnya bukan di sini bukan keyless juga tapi nyalainnya di samping kanan motor. Hah, ada kayak motor-motor klasik ya juga. Dan itu terpisah antara kunci kontak dan kunci stangnya. Kunci stangnya ada di bagian atas, sementara kunci kontaknya ada di bagian bawah dekat tangki reservoi radiator. Oke, langsung kelihatan ya panel instrumen speedometernya nih. Tuh. Dan yang uniknya di CF Moto ini justru bukan takometer yang jadi indikator utamanya, tapi malah speedometer. Tometernya nyempil itu di bagian atas dari jam sama odometernya sama tripmeter dan yang lain sebagainya ya. Tuh, RPM-nya nyempil di bagian bawah. Dan sisanya sih ya lengkap aja sih semuanya ya. Untuk panel speedometernya ada indikator gigi, indikator bensin di pojok kanan bawah, terus trip meter, terus fuel meter, sama range pun eh jarak tempuh dari tangki bensinn bisa kelihatan di speedometer ini. Untuk konekitas smartphone-nya bisa kita sambungin lewat aplikasi Cave Moto dan bisa kita sambungin juga ke intercom. Jadi bisa muter musik pakai spinometer ini. Lalu ada satu hal sentuhan lagi yang diberikan oleh CF Motor di CLC 450 ini yang lumayan gua suka, tapi mungkin beberapa orang enggak suka, yaitu tutup buka tangki bensinnya. Oke, seperti biasa kita bukanya pakai kunci kontak ya, tapi dia enggak ada pembukaan angsel sama sekali, melainkan dia langsung kita putar dan kita copot kayak motor klasik. Jadi totalitas banget klasik ini walaupun dengan fitur-fitur modern ya penambahan. Jadi hati-hati kalau misalkan kalian udah lagi isi bensin jangan lupa tutup tangkinya ditaruh di mana. Kalau enggak bahaya lupa kalian nutupnya. Oke, sekarang kita cobain CLC 450 ini. Yuk, gua udah nyoba CLC 450 ini sebagai motor harian ya. Jadi udah ngelewatin jalanan macet, jalanan lancar juga udah gua lewatin, terus gas tipis-tipis maksimal juga udah gua lewatin. Dan yang pengin gua bahas di sini adalah soal ergonomi berkendaranya yang benar-benar sebuah motor cruiser bober sejati. Karena posisi ergonominya enak banget nyanta ini dengan posisi kaki kita yang ada di bagian depan. Jadi bukan di bagian tengah atau belakang, tapi di bagian depan motor kaki kita. Jadi sebenarnya kalau dari segi kaki sampai ke panggul itu enak bisa selonjoran kayak begini ya. Tapi kalau misalkan kita ngeraih ke stang barulah berasa bober ala British-nya dengan gaya yang lumayan sporty kayak menaiki Harley Davidson Sorster atau Nightster. Tapi ini enggak sepegal sporter karena walaupun tinggi badan gua 164 cm, gua meraih ke stangnya masih enggak terlalu jauh ya. Jadi masih nyaman-nyaman aja untuk digunakan harian. Yang sulit adalah ketika kita melakukan putar balik atau U-turn. Ya, lagi-lagi karena ini sebuah motor cruiser, wheel base-nya panjang, radius putarnya juga enggak terlalu bagus. Sehingga mentok ya segini. Muternya lumayan merepotkan ketika muter. Kadang kalau misalkan jalanan sempit, ya udah maju mundur, maju mundur aja. Kurang cantik aja kali ya. Maju mundur, maju mundur cantik gitu. Lalu soal bantingannya seperti yang gua bahas tadi soal suspensinya ya. Ini motor bukan peruntukannya untuk motor offroad tapi buat on road aja buat di aspal atau jalanan-jalanan yang mulus. Kenapa? Karena bahkan kalau gua ngelewatin polisi tidur sekalipun karakter suspensinya keras. Keras bahkan untuk dinaikin oleh dua orang sekalipun. Depan oke masih lumayan main tapi belakangnya keras. stabil ketika kecepatan tinggi, enak untuk menikung. Tapi ketika melewatin jalanan yang enggak rata ya udah lumayan berasa nih sampai dari pinggang ke badan atas. Dan pas gua pakai boncengan pun enggak sih, enggak gua rekomendasiin buat jadi motor boncengan. Ya kursi walaupun kita pegang empuk tapi kalau perjalanan jauh ternyata bisa bikin bokong panas dan bantingannya berasa banget di penumpang. Dan ini footsep-nya enggak enak loh, lumayan tinggi. Jadi agak jongkok naiknya. Lalu untuk pegangan penumpang belakang sendiri ya, kalian antara jarinya resiko kena ban belakang dan megang spatbor ini ya nekat-nekatan lah. Kalau enggak peluk penumpang depan. Makanya agak aneh kalau misalkan boncengan ya sama sesama jenis. Soal mesinnya, keluaran tenaganya halus, nyaman banget. Apalagi dengan ee penggunaan belt di roda belakang ya. Jadi enggak ada suara gemiric kasar dan ya itu getaran mesin halus, keluaran tenaganya juga halus tapi meledak-ledak. Untuk harian berlebihan dan untuk touring cukup banget. Tenaganya enak dari menengah sampai atas. Tapi untuk overtaking pun masih nyaman. Walaupun untuk bukaan gasnya dia bukan right by wire, dia masih mechanical throttle biasa. Tapi responsif loh, bukaan gasnya. Enak nih. Mesti banget kalian cobain mesin-mesin CF Moto. Soal peninginan mesinnya udah dilengkapi dengan radiator. Jadi udah liquid cold. Enggak pakai air cold walaupun kelihatan ada sirip-sirip di bagian mesinnya. Tetap kelihatan macho tanpa adanya mesin konfigurasi Vwin. Jadi tetap nyaman walaupun enggak perlu nonjok-nonjok selangkangan gitu ya. Lalu soal transmisinya, perpindahan giginya karena sliper clutch juga halus. Dan tuas koplingnya ini ringan banget. Enak buat menakar bukaan koplingnya. Lanjut lagi soal pengeremannya. Gua enggak ada komplain sama sekali. Enak pengeremannya, empuk. Mau rem belakang ataupun rem depan sama-sama bisa kita takar dengan baik. Terlebih dengan hadirnya fitur dual channel ABS. Gua enggak ketemu sama sekali motor ini slip ketika gua melakukan pengereman. Bahkan ketika jalanan licin sekalipun motor ini mengintervensi dengan halus. Ah, satu hal lagi kelupaan. Soal transmisinya ini jarang kepakai full. Kenapa? Karena gigi tiga aja udah bisa 100 km/h di Jakarta atau di kota-kota lain? Mana lagi yang bisa 100 km/h? Kan paling kalau lewat jalur pantura atau lewat jalur antar kota gitu. Tapi overall emang motor ini karakternya punya mesin karakter motor sport tapi dengan gaya kenyamanan alam motor cruiser bober mengintimidasi namun tetap nyaman untuk dipakai harian. Enak banget pokoknya. Wei. Jadi itu dia impresi kita menggunakan CF Moto CLC 450 secara harian. Dan memang setelah gua pakai harian, gua menemukan ada tiga hal yang agak kurang di CF Moto CLC 450 ini. Yang pertama ganti giginya ke netral. dia agak sulit ketika kita menggunakan CLC450 ini sudah dalam durasi yang lama. Jadi ganti kenetralnya lumayan tricky agak mesti dibiasakan. Itu yang pertama. Lalu yang kedua, panasnya. Walaupun udah pakai pendingin cairan atau radiator, tetap panasnya berasa banget di bagian kaki. Apalagi kalau kalian pakai sendal ataupun cuma pakai sepatu sendal. Jadi kita rekomendasikan tolong kalau kalian naik motor ini pakailah sepatu yang tebal. Entah itu sepatu gunung, entah itu sepatu riding. Pokoknya gunakan sepatu yang tebal biar kaki kalian enggak berasa kebakar karena hawa panasnya lumayan. Oh, sama satu lagi klaksonnya culun banget. Padahal udah mengintimidasi gitu modelnya. Tapi klaksonnya nih kayak klakson matic. Makanya orang kalau naik ini kayaknya lebih milih geber daripada klakson tuh. Lebih maco. Yang ketiga spion jalunya. Ini karena membuat stangnya jadi makin lebar sehingga ketika mau filtering atau melewati tengah-tengah kemancetan ibu kota dia agak tricky karena ya itu kalau misalkan kita mau ngelewatin sela-sela mobil bisa-bisa kena body mobil atau enggak spion mobil orang ataupun spion motor orang. Jadi buat filtering lumayan kurang bisa diandalkan. Oke, itu dia impresi cepat kita mengenai CF Moto CLC 450. Gimana menurut kalian cruiser bober di bawah 150 jutaan dari CF Moto ini? Komentar aja di bawah. Jangan lupa subscribe. Jangan lupa tekan loncengnya untuk mengetahui video seru selanjutnya dari Autored Max. Gua bagi Satrio. Dadah.

Lihat di YouTube