Changan LUMIN : Mobil listrik 178 jutaan (YouTube Video)
Halo, kembali lagi di AT Max dengan Audi. Dan setelah gua lihat langsung waktu itu di Congcing, akhirnya si Chang An Lumin, si lucu ini datang juga ke Indonesia. Speknya seperti apa? Final spek untuk Indonesia seperti apa? Cek terus di video ini. Kita bahas dikit soal desainnya. desainnya masih familiar dengan seperti yang kita lihat waktu di Tiongkok di Congcing. Cuman untuk versi Indonesia ini dia sekarang punya bumper yang berbeda dengan versi di Tiongkok. Kalau versi di Tiongkok dia kayak ada potongan garis giniya dan bumpernya lebih panjang. Yang versi Indonesia ini dia jauh lebih kecil dan bikin dia jadi makin cute. Terutama yang versi yang ditampilkan di sini ya. Dikasih alis, dikasih ini. Jadi kayak kucing nih kayak mata setengah ngantuk gini. Cangan sendiri bilang lampunya ini namanya moonlight atau moon lamp. Kalau gua bilang sih lebih kayak pandang ngantuk, kayak setengah ngantuk gitu loh. Lucu. Bagian sampingnya kita lihat dia port charging-nya di bagian depan dan dia sudah CCS dan DC fast charging. Jadinya kalian bisa ngecas mobil ini dengan lebih cepat dibandingin kalau AC charging biasa. Bannya sendiri yang menurut gua poin yang paling menarik dari mobil ini karena dia pakai ukuran 14 inci, profilnya 16570 bikin dia bantingannya jauh lebih enak dibandingin mobil-mobil di kelasnya. Dari samping pintunya cuman dua ya kanan kiri. Tapi dia agak gede. Jadi akses ke bagian baris keduanya juga jauh lebih mudah. Entar gua kasih unjuk langsung ke bagian belakang. Profilnya sebenarnya mobilnya tetap kompact 3,2-an meter doang alias lebih gede dikit daripada RV. Tapi tentu saja lebih kecil daripada bingung. Jadi mobil ini kira-kira di tengah-tengah di antara dua mobil itu. Bagian belakangnya moonlamp-nya juga masih ada dengan ee apa aksen-aksen setengah ngantuknya itu di sini bagasi dan masih bisa dibuka dari luar. Jadi enggak harus pakai apa namanya? Tuas di dalam. Space-nya sih sebenarnya agak kecil, cuman kalau di lagi-lagi dibandingin sama mobil di kelasnya, space-nya ini lumayan banget. Plus lagi si korsinya masih bisa kalian lipat jadi flat sehingga menambah ruang bagasin. Detail di bagian belakangnya ada tulisan Chang di sini. Fontnya lumayan bagus, lumin, dua parking sensor dan masih ada parking kamera di sini. Reflektor kanan kiri clean ya sisanya ya. Sekarang kita masuk ke dalam interiornya si Chang Anlumin. Dan yang gua notice langsung adalah pintunya gede banget. Karena dia konsepnya dua pintu. Jadi biar dia accessibility ke baris keduanya lebih gampang. Pintunya panjang banget. Dan ada sedikit negatifnya kalau menurut gua karena pintu gede gini lu buka ya. Tuh dia harus agak lebar banget gitu space di sampingnya dia. Plus karena dia pilar B-nya itu jauh ke belakang. Jadi ketika ngambil seat belt itu enggak cuman di sini. Jadi agak agak Nah. narik gitu loh dari belakang. Tapi ya minor sih ya. Baik lagi. Karena kalau begitu kalian masuk ke dalam mobil ini kalian langsung ngelihat aksen atau nuansa yang fresh banget. Persis kayak warna-warna pastel di bagian eksteriornya. Pertama kita bahas langsung dari porsinya. Jadi versi yang dijual di Indonesia ini sudah pakai kulit tapi enggak semuanya kulit. Jadi kulitnya di sebelah sini. Biarpun sintetic leader ya. Aksennya funky oranya dan kayak abu-abu gitu tapi di sininya dia pakai fabrik. Terus ada kayak stitching lumin di sininya. Ini futuristik sekaligus trendy banget sih. Terus aksen-aksen orange-nya ini juga berlanjut ke dashboard-nya. Dashboard-nya dia bikin pakai hitam, kombinasi oraneye dan kombinasi abu-abu. Jadi kesannya wah. Dan ketika gua ketemuin mobil ini di Ching waktu itu, gua sempat komplain build quality-nya enggak seperti yang gua harapkan. Tapi untungnya versi Indonesia ini, versi CKD ini dia sudah punya fit finishing yang jauh lebih bagus daripada yang gua harapkan gitu kan ibaratnya. Plus detail-detailnya juga bikin mobil ini jadi kelihatan lebih fresh dari luar maupun dari dalamnya. Daspnya seperti ini. Ada aksen oranenya indikator apa? Ventilasi asin-nya tipis kayak gini. Terus keren nih ada aksen airbag, aksen silver lagi di sebelah sini. Di sini ada pengaturan tuas-tuas. masih manual bagus AC segala macamnya termasuk buat ventilasi dan buat ke kursi segala macamnya. Pengaturan harhambusannya juga masih ada. Start stop engine-nya di sini. Jadi di sininya kopong ya. Enggak ada tombol buat colokan. Gua sempat lihat waktu di Congcing waktu itu sempat ada yang versi yang kayaknya versi lebih murahnya itu dia colok masih diputar pakai kunci biasa. Layar tengahnya 10,25 inci tentu saja udah Apple CarPlay sama Android Auto. Pengaturan mobil segala macamnya bisa kalian atur dari sini. Layar utama di sininya instrumen panelnya 7 inci. Indikatornya bisa kalian lihat dari sini. Memang simpel sih ya, cuman cukup sih kalau buat kalian pakai harian aja. Kita lihat bagian setirnya. Biarpun sini masih plastik semua enggak ada leather sama sekali, tapi tombol-tombolnya dibikin aksen yang sama dengan keseluruhan mobilnya. Jadi agak keorannya dan sini kayak bronze gitu, kayak tembaga gitu. Buat pengaturan audio dan pengaturan mic segala macam bisa kalian atur dari sini maupun pindahin musiknya segala macam. Kritik gua cuman satu, posisi setirnya aneh karena ini enggak ada pengaturan tilt maupun teleskopik sama sekali. Jadi dia cenderung tinggi dan ini cenderung benar-benar tinggi banget. Harusnya minimum dibikin turunan dikit kali ya biar nyetirnya lebih gini. Ini kayak tinggi banget. Mungkin karena di Tionghok sendiri banyak orang gendut kali. Jadi kalau diturunin dikit ini mentok perut kali ya. Aku enggak tahu deh. Ke bagian bawahnya 12 volt udah ada USB. biarpun cuman USB saja. Lalu sini ada ada kayak buat naruh kartu ya. Pindah ke bagian center konsolnya. Transmisi di sini buat mode berkendaranya. Ekonomi atau sport di sini power window di sini dan central lock-nya di sini. Kalau kalian pindah ke bagian belakangnya masih ada cup holder satu dan sini enggak ada electric parking brake karena parkir brake-nya masih manual. Bisa drifting. Yo, wish. Karena bukan pintunya gede, masuk ke bagian belakangnya juga gampang. Kalian tinggal lipat gini aja langsung masuk ya. Seperti ini. Ini tadi posisi duduk gua. Tinggi gua 174. Headro masih ada kesisa mungkin 34 centan. L room gua masih ada. Biarpun memang duduknya bukan yang paling nyaman banget ya. Tuh masih ada sekitar 2 3 cent di sini. Overall sih gua bilang kalau dibandingkan sama mobil-mobil sekelasnya kayak e Woling RV atau DFSK I1 ini paling lega dan paling proper. Dan kebetulan karena gua pernah nyfir juga mobil ini terasa paling mobil dibandingin kedua mobil yang gua sebut. Untuk power trendnya sendiri dia pakai motor listrik penggerak roda depan. Powernya sekitar 35 kW atau sekitar 48 PS. Torsinya sekitar 93 Nm. Top speed-nya sekitar 101 km/h saja. Total driving range-nya kalau dia dechage dari 0 sampai 100, dia bisa menempuh 301 km. Oh ya, baterainya sendiri 28,08 kWh dia memakai LFP. Oke, sekarang kita sampai pada kesimpulan si Changblumin versi Indonesia ini. Mobil ini menurut gua menarik karena dia menawarkan alternatif yang berbeda dibandingin rival-rivalnya yang jauh lebih kecil. Dia jauh lebih besar. Rodanya lebih normal, lebih wajar. Bentuknya juga cute, lucu. Detail-detail dalamnya juga banyak yang menarik dari mobil ini. Dan range-nya juga cukup 301 km tuh buat pakai dalam kota cukup banget. Dan yang paling menarik adalah harganya R178 juta selama GJAW 2025 ini. Enggak tahu habis Gjaw naik apa kagaknya, kita lihat nanti. Tapi yang pasti mobil ini menjadi alternatif menarik kalau kalian nyari city car listrik seukuran ini. Gimana menurut kalian? Oke, thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, subscribe, saran komen, dan tekan tombol lonceng tahu video-video terbaru dari Sign Gjaw 202. Bye bye.
