Chery J6 RWD : Buat ke Mall ⁉️ (YouTube Video)
Ya, mobil ini lagi, mobil ini lagi. Mungkin kalian udah bosan ya sama mobil ini, tapi kali ini yang kita bawa beda karena ini adalah sebuah cherry J6 yang single motor Arias RWD. Gimana rasanya? Gimana bedanya? Yuk, kita bahas. [Musik] Hai, Guys. Welcome back to Autonet Max dengan saya, Satria Katana. Dan kali ini seperti yang saya bilang, di sebelah saya ada sebuah cherry J6. JX lagi, J6 lagi. Tapi yang kali ini ini sebuah varian paling murah. Kita mau coba menentang alam ya. Kalau konsumen biasanya beli mobil itu tipe paling tinggi, paling mahal, atau yang limited kayak si Phantom gitu ya. Tapi yang kali ini kita bawa ini tipe paling murah. Jadi tipe paling bawahnya yang paling terjangkau kalian bisa beli dengan harga Rp55 juta. Enggak murah sih ya 500 ya. Dulu waktu launching emang 499 tapi sekarang harganya udah naik ya R505 jutaan. Nah, kita akan bahas bedanya dulu ya dibandingkan dengan tipe yang IWD atau yang dual motor atau yang AWD lah itu apa bedanya? Kalau dari bagian depan kalau kalian lihat sebenarnya wajahnya itu enggak beda. Sama plek, lampunya sama, bumpernya sama, semua sama. Tapi kalau kalian geser sedikit ke samping, kalian lihat dia menggunakan veleg yang lebih kecil 18 inci dengan profil 225/60 R18. Kalau yang tipe IWD itu dia menggunakan 225/55 R19. velegnya lebih gede tapi profil bannya lebih tipis. Yang di sini profil bannya lebih tebal tapi velknya lebih kecil. Tapi kalau kalian perhatiin ya sebenarnya velk 18 juga oke kok enggak yang kekecilan atau gimana. Karena balik lagi mobil ini enggak gede-gede amat. Dia cuma 4,4 man. Dan kalau kalian lihat sebenarnya dengan konsep-konsep offroad seperti ini, ban yang lebih tebal itu justru malah lebih oke daripada velegnya lebih gede. Jadi ya balik ke selera aja dan dia juga warnanya gun metal. Kalau kalian banding dengan yang IWD yang dual tone, mungkin beberapa udah bosan dual tone gun metal mungkin bisa jadi sebuah opsi. Dan dibandingkan dengan yang tipe IWD, dia juga tentunya enggak ada emblem IWD-nya, polos aja. Sisanya ada di bagian interior. Jadi, enggak usah lama-lama, kita akan langsung nyetir mobil ini. Rasanya bedanya apa dengan versi IWD dan apakah ada perbedaan lain di interior dan juga fiturnya? kita langsung nyobain. Oke, jadi kalau emang mau ngerasain yang RWD sama IWD itu bedanya gimana atau single motor, dual motor bedanya gimana, ya harus nyetir gitu ya. Dan kita mulai nyetir naik mobil ini. Tapi sebelum kita bahas driving-nya, yang pertama kali langsung kentara ya kalau kalian beli yang RWD ini adalah skema warna interiornya itu enggak ada yang warna hijau dengan ornamen rose gold. Adanya warna hitam doang ya. hitem dengan ornamen glossy-glossy seperti ini dan beberapa warna abu-abu. Jujur aja kalau ini mobil dipakai jadi mobil harian, mobil perang gitu ya, terus kalian pakai sesekali ke tempat yang agak kotor gitu ya, light offroad, warna hitam seperti ini justru lebih low maintenance, lebih enggak gampang kelihatan kotor. Nah, tapi balik lagi masalah preferensi mungkin ada yang suka warna hijau ya monggo silakan. Tapi kalau enggak salah yang IWD memang opsi hijaunya ada, tapi kalau enggak salah opsi warna hitam juga ada. Itu aja sih. Nah, kita ngomong spesifikasi dulu, fitur lah lebih tepatnya ya. Yang pertama tentunya tidak ada yang namanya seat massage atau kursi pijet massage seat itu enggak ada di sini. Jadi kalau kalian kepengin pijat ya ke tukang pijat aja lah. Cari tukang pijat gitu ya. Sini enggak ada. Dan untuk eh lag support itu cuma ada di driver doang yang di passenger depan enggak dapat balik lagi itu masalah preferensi aja menurut kalian butuh atau enggak. Audio. Audionya dia tidak pakai yang 12 speaker by infinity tapi dia pakai 8 speaker by Pioneer. Sebenarnya lumayan loh eh 8 speaker by Pioneer masih lumayan oke. Delan speaker itu termasuk banyak loh ya. Jadi setiap pintunya itu ada dua speaker atas dan juga di bagian bawahnya. Tapi setidaknya untuk ventilated seat itu masih dapat. Jadi kursi depan bahkan sampai kursi baris kedua itu masih dapat yang ventilated. Jadi oke fine. Panel instrumen dan sistem infotainment-nya juga sama plek ketik plk. Ukurannya juga sama gedenya fiturnya juga sama lengkapnya. Ada wireless charger juga. Android Auto. Apple CarPlay juga tentunya pasti ada. Kamera 360 atau jari ngomongnya 540 ya karena dia bisa ngerekam kolongnya. Itu juga masih ada sama juga. So, ya kalau kalian merasa enggak memerlukan beberapa fitur yang tadi itu ya mungkin ini jadi dealing yang menarik karena mobil ini itu harganya sekitar R0 jutaan lebih murah dibandingkan dengan yang versi EWD-nya atau dual motornya. Nah, berikutnya kita bahas ke perbedaan yang lebih ke driving-nya. Pertama, yang jelas motornya cuma satu. Kalau yang dual motor itu torsinya gede banget 385 kalau enggak salah hampir 400 Nmor. E tenaganya juga 200-an something gitu ya, 270 kalau enggak salah. Kita akan cantumin juga ya. Itu yang IWD yang dual motor. Yang single motor ya anggap aja hampir dipotong separuh gitu ya. Torsinya 220 Nm dengan ee tenaga puncak itu 184 PS. Well, bukan angka yang kecil jujur aja sebenarnya itu masih angka yang cukup gede. Tapi balik lagi mobil ini 4,4 m. Jadi, ya bisa kita katakan masuk ke C segmen, ya. Dan di C segmen dengan body size 4,4 m, performa dan juga torsinya itu setara dengan mesin sekitar 2.000 sampai 2.300-an, 2000 sampai 2.500 cc lah ya. Ya memang mobil di segmen si segmen itu kebanyakan ya mesinnya sekitar 2.000-an. Beberapa 2.500, 2.400 gitu ya. Jadi kalau dibilang gede ya enggak kecil memang tenaga dan torsinya tapi untuk mobil yang ee ukurannya segini dan bobotnya juga enggak enteng ya mobil ini ya. Dia ada baterai yang 65 e kWh jadinya jatuhnya B aja gitu ya. Enggak spektakuler. Kalau kita tarik seperti ini, masih ada tarikannya tapi enggak yang ngagetin banget gitu loh. Jadi kalau kalian merasa, "Wah, ini mobil listrik nih torsi instan." Yes, benar torsi instan. Tapi jangan dibandingin dengan mobil listrik yang sedan, hatchback gitu ya, atau yang eh crossover gitu yang jambakannya berasa banget. Ini masih kerasa jambak tapi mungkin enggak sejambak mobil-mobil yang saya sebutin tadi ya. Kalau mau lebih berasa jambak lagi, ya beli aja yang IWD-nya, yang dual motornya. Nah, itu pertama. Jadi, secara performance dan lain-lain kalau enggak salah e akselerasi juga mobil ini itu 10,5 detik, sedangkan yang AWD-nya itu di 6,5 detik gitu ya. Tapi begitu kalian ee ngomong masalah efisiensi itu akan beda cerita. Performance kalah memang, tapi kalau masalah efisiensi, yes, mobil ini lebih efisien dibandingkan dengan yang versi dual motor ya. Pastilah baterai dual motor itu hampir 70 kWh 69 something kalau enggak salah ya. Sedangkan yang ee single motor ini 65. Jadi selisihnya enggak terlalu jauh dengan yang satu pakai dikonsumsi oleh dua motor. Yang satu ini dikonsumsi oleh satu motor doang. Otomatis yang varian single motor ini lebih irit, lebih efisien. itu wajar sekali dan eh range-nya NEDC itu dia ada di angka 426 km ya. NC ada simpangan dan sebagainya kita anggaplah dia 400-an lah 400 km aja. Jadi ya cukupan untuk mobil yang kotak seperti ini ya. Biasanya kan memang mobil kotak kayak gini kalau dia pakai ice juga enggak terlalu irit kan ya. Jadi kalau di sini eh listrik listriknya juga enggak terlalu irit ya wajar bangetlah. Nah, selain itu ada beberapa hal yang kita mau sorotin ya di sini. Mobil ini tuh pakai platform yang namanya IMS Intelligence Modular Structure. Itu adalah platform baru yang dikembangkan oleh Cherry dan digunakan beberapa mobil ICAR. Ada mulai dari ICAR Z03 which is mobil ini alias si Cherry J6 alias Jaco J6 sama aja cuma mungkin beda negara beda brandingnya aja. Terus ada ICAR V23 yang kita juga pernah bahas. Kita bisa taruh entar ya card-nya di atas di pojok situ untuk eh link videonya. Terus ada juga nanti calonnya MPV ICAR X25 itu ada juga dan beberapa mobil lain lagi yang mungkin akan under ac Iar ya gitu ya. Iar brand gitu. Nah, platform ini menggunakan eh bahan aluminium 30% untuk rangkanya. Dan tentunya penggunaan bahan aluminium ini akan memberikan efek rigid yang lebih dibandingkan dengan mobil-mobil unib pada umumnya. Dan benar aja waktu kita cobain mobil ini saya tuh mikir ya biasanya unib itu kan mobilnya e steady mobilnya itu enggak banyak guncangan seperti mobil-mobil leather frame. Tapi di mobil ini kerasa mungkin ada beberapa orang yang ngomong bahasanya itu noisy. Jadi kita tuh sampai bisa ngerasain walaupun ini jalan kita lagi kayak di jalan bebas hambatan gini, jalan tol gini jalannya enggak rata kita bisa ngerasain setiap e gelombangnya gitu ya. Agak kerasa seperti over rigid gitu ya. Tapi mungkin buat beberapa orang daripada pakai leather frame mending yang rigid aja sekalian seperti mobil ini gitu ya. Ya itu masalah preferensi aja. Kalau kalian e penasaran ya kalian silakan coba aja mobilnya. Yang jelas dengan penggunaan bahan alum aluminium ini dan ee harganya cuma Rp500 juta cuma ya. Kenapa saya ngomong cuma? Karena kalau kalian ingat rangka aluminium dan ee mobil itu biasanya mobil Eropa ya. Kalian tahulah brand apa, harganya udah berapa. Jadi menarik sih sebenarnya apa yang ditawarkan oleh mobil ini. Baterainya seperti yang saya singgung tadi ya, 65 kWh LFP ya. Dia juga bisa fast charging juga. Tapi ya seperti yang saya singgung tadi untuk range kita enggak bisa berharap range-nya sama jauhnya dengan mobil-mobil crossover yang lebih kecil ataupun Musidan. Ini mobilnya kotak, gede dan berat gitu ya. tentunya dia punya range yang enggak sefantastis rekan-rekan atau saudara-saudaranya itu. Nah, selain itu masih bahas masalah driving-nya. Saya juga mau bahas masalah posisi duduk dan juga visibility. Udah jelas banget ya, mobil seperti ini pasti comending banget. Bahkan posisi duduk terendahnya pun kalian kap mesin masih terlihat sangat jelas. Nah, kabar baiknya adalah untuk visibility-nya jadinya bagus banget. Jadi kita lihat ke bagian depan ini juga jelas banget pilar A-nya tegak. Jadi blind spot-nya enggak terlalu e mengganggu. Terus visibilitas ke depan juga bagus karena ujung-ujung dari mobilnya kelihatan ya kap mesinnya. Spion juga belakang gede ya. Kita lihat ke belakang juga kelihatan banget. Spion tengah walaupun dia enggak terlalu gede tapi ee dia fokus ya ke bagian tengah karena ada mobil ceri juga yang lain yang pakai spion white gitu ya. yang kita juga bingung kenapa harus pakai spion white ini. Pakai spion yang malah lurus langsung ke belakang gitu, langsung ke kaca belakang malah kelihatan lebih enak dan tentu aja ada kamera 360-nya jadi itu akan ngebantu banget. Plus kamera 360-nya juga connect sama DVR atau descam lah ya gitu. Dia descam-nya integrated gitu. Jadi kalian enggak perlu khawatir kalau e kejadian apa-apa dia akan ng-record. Yang pasti kalian harus pasang micro SD di situ ya. Nah, selain itu ini setirnya hambar seperti mobil Cina pada umumnya ya. Setirnya enggak gimana-gimana banget gitu ya. Dia masih ada bobotnya sebenarnya tapi kalau kita rasa-rasain kita belokin dikit ini ya dia enggak terlalu direct ya. Mobil yang memang ala-ala offroad gini memang kebanyakan setirnya enggak terlalu direct ya dan feedback-nya pun kurang. Tapi at least untuk penggunaan dalam kota harian gitu ya, ini setirnya enteng banget. gampang banget buat kalian kendalikan. Jadi, user friendly mungkin cewek juga pakai enggak akan ada masalah. Dan satu hal terakhir yang saya mau sorotin adalah regenerative breaking dari mobil ini. Regenerative breaking dari mobil ini saya kira awalnya itu tergantung dari driving mode. Dan by the way, ada satu perbedaan yang saya lupa sebutin ya, yaitu driving mode. Untuk yang RWD itu ternyata driving mode-nya terbatas. Kalau yang IWD atau dual motor dia driving mode-nya tuh ada 8 plus X alias ada 9. Mulai ada yang road juga, ada yang madi, ada yang s slipery. Jadi banyak gitu ya. Yang di sini enggak ada cuma ada ecoo, sport, normal, dan juga custom. Jadi 3 plus x ada empat doang ya. Sesuaah ya dengan apa memang peruntukannya kayaknya lebih banyak dipakai buat orang-orang yang dalam kota dan kita akan bahas juga nanti itu yang masalah itu. Nah, balik ke regenerative breaking-nya. regenerative breaking-nya ini kayak delay. Jadi kalau kita lagi jalan seperti ini ya, kita lepas gas 1 2 teng baru regenerative breaking jadi kayak ada jedanya gitu. Mungkin ada tujuannya, kita belum cari tahu ya kenapa. Tapi e dibandingkan dengan beberapa EV yang lain yang pernah kita coba, yang begitu kita lepas gas langsung dia regenerative breaking-nya aktif gitu ya, itu agak sedikit butuh pembiasaan ya, butuh ngebiasain banget untuk eh si regenerative breaking-nya ini. Dan ngomong-ngomong butuh pembiasaan juga mobil ini walaupun tadi saya sebut dia dimensinya 4,4 m, lebarnya ini mobil termasuk lebar 1,9 m lebih dikit. Jadi kita koper sama berapa mobil yang umum kita temuin aja, mobil ini tetap lebih gede dibanding Zenix juga mobil ini lebih lebar gitu. Bukan lebih gede ya, lebih lebar lebih tepatnya. Jadi ee sekilas kayaknya enggak yang gede-gede banget, tapi kalian untuk lebarnya ini at least kita ingetin kalian harus ngebiasain. Itu aja sih. Nah, ngomong-ngomong tadi masalah perbedaan RWD dan IWD-nya, kita juga sempat ngobrol sama teman-teman Chai Sales Indonesia gitu ya. Saya sempat nanya waktu launching, "Kenapa sih enggak fokus jualan yang IWD aja? Kenapa harus kasih yang RWD?" Nah, di sini memang ada perbedaan target konsumen. Jadi, kalau IWD itu jelas pure buat mereka yang memang benar-benar hobis, yang suka ee bawa mobil main tanah offroad gitu ya. Tapi memang ee listrik gitu ya. Jadi enggak ice p umumnya kan ice atau diesel gitu ya. Bensin atau diesel maksudnya. Nah, sekarang jadinya listrik. Jadi jelas-jelas ya eh yang IWD itu target konsumennya seperti apa. Tapi kalau yang RWD ini target konsumennya lebih ke konsumen urban. Jadi orang-orang yang suka dipakai dalam kota aja tapi kepengin presence sebuah SUV yang macho, SUV alala offroad. Jadi mereka tuh enggak ada kebutuhan atau mungkin enggak banyak kebutuhan untuk ngelewatin jalan tanah atau jalan yang jelek, tapi mereka butuh presence. Oleh karena itu, ditawarkanlah versi RWD ini yang lebih efisien, jadi lebih fokus ke eh konsumsi ya, ee konsumsi listrik yang lebih efisien gitu ya. Terus harga juga lebih murah jauh sekitar R0 jutaan. Efisien itu lebih efisien di harga mendukung program pemerintah buat efisiensi gitu ya. dan juga eh fitur-fitur yang dianggap memang terlalu gimik untuk orang-orang yang pakai mobil dalam kota ya dihapus-hapusin dikasih yang benar-benar kepakai buat orang-orang yang pakai mobil ini dalam kotak. Itu sih yang kita sempat bahas juga. Nah, satu hal terakhir ya, ground clearance dari mobil ini juga menarik buat kita bahas. Kenapa? Karena banyak yang mikir, "Wah, ini mobil offroad buat listrik pertama nih. Ground clearance-nya berapa?" 200 mm untuk unloaded tanpa tanpa isi gitu ya. Jadi kalau kalian udah isi penuh dia akan turun ke angka 170 mm dan itu angka yang mirip-mirip dengan beberapa crossover mungkin ya 170 mm bahkan mungkin sedikit di bawah beberapa LMPv malah yang ada di Indonesia. LMPv di Indonesia malah sekarang angkanya gila-gilaan. beberapa ada yang 180, ada yang 200, banyak yang 220 juga sekarang. So, mungkin kalau kalian butuh banget yang offroad banget, kalian harus pertimbangin banget masara gloud greens approach dan departure anger-nya sebenarnya enggak akan masalah gimana-gimana banget. Kita lihat angkanya juga cukup oke. Kita akan cantumin juga. Dan e dia juga water wading-nya 60 cm ya, 600 mm. Tapi bukan karena masalah intake itu, itu hanya ee ketinggian air maksimal selama sekian menit. kalau enggak salah yang aman untuk baterainya. Yah, begitulah. Ee yang jelas versi RWD ini menurut kami lebih cocok buat kalian yang ya udah pakai dalam kota aja. Kepengin sebuah mobil yang presence-nya offroad tapi sebenarnya mall to mall gitu. Ya kan banyak tuh mobil-mobil kayak Jeep dan sebagainya yang eh presens-nya macu banget tapi ya ujung-ujungnya ke mall doang kan. Nah, kali ini biar kita buktiin juga sekalian. Kita agak bawa sedikit ke luar kota. Makanya tadi kita kenapa kita ngetol kita bawa sedikit ke luar kota. Kita akan cari jalan tanah yang agak sedikit keriting gitulah ya. Seperti apa kita pindah ke tempat berikutnya. Oke, jadi kita sudah sedikit keluar dari Surabaya ya. Kita ke area gempol. Kalau kalian mungkin ingat kita pernah syuting video komparasi Yaris Cross Green Vitar sama SaV. naik tempat yang sama. Dan ini jalannya udah jelek nih. Goyang-goyang ya. Jadi aspalnya udah pecah-pecah kita lewatin aja. Dan ini agak nanjak nih dan santai-santai aja untuk ngelewatin jalan yang seperti ini gini ya. Ya, torsi dan tenaganya lebih dari cukup. Kaki-kakinya juga cukup kuat. Jadi enggak ada masalah untuk jalanan yang model seperti ini ya. Entar kita coba yang agak tanah gitu ya di atasnya. Oke, kita ngelewatin jalan yang jelek akhirnya jalan tanah dan kita coba lewatin di sini agak kencang. Dan ini mobilnya udah lebih dari cukup buat ngelewatin jalan-jalan yang gravel seperti ini. Asik loh ya. Jadi kita udah nyobain mobil ini dalam kota bahkan sampai kita bawa ke luar kota seperti ini ya. Dan kita sampai di kesimpulan dulu mobil ini buat siapa? tentunya pertama buat kalian yang kepengin sebuah SUV listrik ya listrik ya kalian harus ingat balik lagi mobil ini listrik bukan ice bukan hybrid dan sebagainya listrik dan kepengen tampilannya macho ala-ala SUV offroad tapi mungkin kalian enggak orang-orang yang hobis banget gitu ya yang kepengin tiap Sabtu Minggu selalu ke tempat jalanan yang jelek gitu ya cari tempat offroad yang lubangnya gede-gede. Enggak. Enggak. seperti ini aja yang umum-umum aja dan kebanyakan kalian pakai mobilnya juga dalam kotak. Toh juga dia range-nya lebih bagus 426 dia juga harganya lebih murah, efisien mendukung program pemerintah kan. Efisiensi. Berikutnya juga dia fitur-fiturnya yang mungkin kalian enggak perlu buat yang offroad-offroadan itu juga enggak dikasih. Makanya harganya jauh lebih murah. Kalau kalian merasa ya kalian bisa terima dengan itu semua, kalian juga harus ingat ada beberapa yang catatan kita ee garis bawah ya tadi ya. Mobilnya ini kayak kerasa overrigid. Terus dia juga bisa dikatakan e regenerative breaking-nya enggak seperti mobil listrik pada umumnya. Kalau kencang dia anginnya masuk banget karena balik lagi ini mobil kotak ya. Jadi kalau kalian bawa ke tol akan suaranya agak berisik. Tapi kalau kalian enggak ada masalah dengan semua itu, ground clearance-nya juga mungkin kalian bisa coba mobil ini. Ya, itu aja sih dari kita kali ini. Kita mau ucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Manang Cherry yang udah kasih kita pinjam mobil ini. Tapi tenang aja, enggak ada campur tangan apapun terhadap hasil review kali ini. Itu aja dari Auton MS kali ini. Thank you buat teman-tonton sampai akhir. Kalau kalian suka boleh like, share teman-teman kalian. Komen juga di bawah mungkin ada yang sudah punya, sudah pakai. Kalian bisa cerita juga pengalaman kalian gimana. Jangan lupa mampir ke Instagram, TikTok, dan juga website-nya Autonetx. Itu aja, sampai ketemu di video selanjutnya. Bye bye.
