Jungkat

CHERY J6T : Yang ini beda! (YouTube Video)

  • 22/11/2025

Hai, kembali lagi di Autonet Max dengan Audi. Dan di samping gua ini bukan sembarangan Cherry J6 karena ini adalah Cherry J6T. [musik] Ini versi yang lebih macho, lebih refine, lebih detailnya, lebih gil dibandingin Cherry J6 yang udah terjual 5.500-an unit di Indonesia. Penasaran detailnya seperti [musik] apa? Cek terus di video ini. Kita mulai dari segi desain, terutama eksteriornya. Dan gua berani bilang ya, JS sendiri sebenarnya salah satu mobil yang paling mencolok dan paling enak dilihat dari seluruh line up-nya Cherry karena dia tampil dengan gaya ee kotak atau gaya-gaya khas SUV boxy dan dia punya karakter tersendiri. Nah, si J6T ini atau J6T ini punya karakter tambahan yang membuat dia kelihatan lebih maco. Kenapa? Karena satu ya, kalau kalian lihat ya dari depannya sebenarnya lampunya masih sama cuman sekarang grillnya berbeda. Jadi kalau dulu itu mereka pakai grill yang ada kayak huruf I-nya di tengahnya, sekarang mereka bikin grill lebih simpel. Ada tulisan cherry-nya nih Eropa banget, elegan banget. Otomatis posisi kamera depannya juga yang tanyanya di bawah sini dipindahkan ke atas sini. Di bagian bumpernya juga diredesain ulang sekarang. Jadi jauh lebih macau mengingatkan gua sedikit sama Heritage Range Rover-nya ya. Jadi kayak ala-ala Defender gitu. Lampunya masih sama, punya karakter seperti ini. Lampu i-nya juga masih sama, cuman ada cumannya lagi, hood-nya atau cup depannya ini sekarang jadi lebih berotot. Kalau yang dulu tuh kayak lebih polos. Ini karena menyesuaikan dengan si grill yang hitam ini, dia bikin tekukan di sini. Jadi ini kesannya kayak lebih keker aja loh. Benar-benar lebih keker. Tambahan lagi se-nya yang lebih keker ini juga dilanjutkan ke desain bagian sampingnya. Nah, jadi profile sampingnya enggak polos lagi dari sini ke belakang, tapi dia dikasih kayak ekstra profil tambahan dan di sini kayak ada air ya, kayak ada air fan. Ini masuk ke dalam sini untuk meninginkan area bagian ban dan di sini juga berlanjut ke bagian samping dan ke belakangnya. Jadi overall mobilnya makin kelihatan lebar, makin kelihatan gagah, makin kelihatan punya karakter. Di bagian sampingnya profil-nya sendiri juga seiring dengan bagian depannya jadi menggembung. Di sini juga kayak depannya ada air juga, tapi di sini juga ada air lagi. Dikasih kayak aksen hitam di sini. Profil samping sini masih sama, tapi ke belakang sininya juga berbeda lagi. Jadi dia juga menggembung karena bagian depannya juga menggembung, bagian belakangnya juga menggembung. Dan uniknya lagi ya, uniknya lagi profil yang di sininya masih kelihatan kayak agak ditempel ke body ke pintu. Tapi profil yang sini ini satu panel memang diganti semua. Jadi enggak ada tempelan tuh. Memang ini benar-benar profil panel yang baru. Jadi, sini sama sini itu benar-benar panel yang baru. Tambahannya lagi kalau dari bagian sampingnya dia sudah mengadopsi desain peleg baru. Pelegnya jadi lebih bernuansa offroad ya. Dia palang-palang yang tebal-tebal gede gini. 1 2 3 4 5 6. Ukuran bannya sendiri 19 inci 2455 profilnya. Dan di sini dia ada logo i-nya ya. Karena di beberapa negara dia dijual enggak sebagai cerar atau I caur. Di bagian belakangnya juga mirip dengan bagian depannya. Perubahan ada di aksen di sininya. Di sini kayak ada air tapi agak-agak ala-ala di sebelah sininya. Bumpernya berubah total mirip dengan bagian depannya. Bumpernya ada aksen hitam gloss-nya di sebagian sininya. Tapi ada satu perubahan yang menurut gua paling signifikan di bagian belakangnya yaitu ini. Kalau kalian ingat apa namanya ya? tempat penyimpanan yang kayak ban serereap di bagian belakangnya si J6 itu biasanya kalian bisa buka langsung. Di sini juga bisa buka buka langsung tapi enggak manual karena sekarang dia sudah dilengkapi dengan elektrik. Cakep jadi kelihatan lebih elegan. Tuh bisa kebuka. Ini maksimum cuma 10 kg. Tapi sayangnya pembukaannya elektrik, nutupnya tetap manual seperti itu. Tambahannya lagi sekarang si J6T ini sudah dilengkapi dengan V2L. V2L-nya bisa kalian akses dari sini, tinggal kalian masukin kayak port gitu dan dia bisa mengeluarkan sampai 3.300 watt atau 3,3 kW tenaga. Jadi kalau kalian camping mau bawa coffee machine, mau bawa rice cooker, lampu segala macam, kalian tinggal colokin sini nih. Mobil bisa jadi semacam genset tambahan atau genset backup buat menunjang aktivitas kalian. Ada dua versi dari si J6T ini. Ada versi rail wheel drive, ada versi iywheel drive atau all wheel drive. Baterainya beda. Kalau yang royal wheel drive itu 65,69 kWh yang IWD atau all wheel drive-nya dia itu 69,77. Range-nya juga beda. Yang rail wheel drive 431 km. Yang intelligent wheel drive-nya itu 436 km. Sekarang kita bahas soal interiornya. Interiornya pada dasarnya tidak banyak perbedaan dengan si versi J6-nya. Cuman ada beberapa detail-detail yang ee Cherry coba rubah bikin mobil ini keresannya jadi jauh lebih elegan. Yang pertama adalah ini. Kalau kalian ingat J6 yang lama itu ventilasinya itu dia horizontal. Sekarang dia ganti vertikal. Jadi kayak lebih align sama keseluruhan desain si dashboard-nya. Disclaimer sedikit ya untuk mobil yang kita coba ini, ini mobil prototype. Jadi bukan versi yang akan dijual di Indonesia karena dia warna interiornya putih. Nanti aktualnya versi Ma Pro-ya full black. Jadi mungkin juga untuk menonjolkan kesan stitching-nya yang dia bikin di sini. Terus desain kursinya juga berubah lagi. Desain kursinya sekarang jadi jauh lebih elegan, lebih flat di sininya. Head rest-nya juga dia berubah juga jadi lebih keker, lebih maco kalau menurut gua. Plus di sininya nih. Nah, konsol box tengahnya atau AMRES konsol box-nya ini sekarang kalau dulu bukanya cuman satu, sekarang dia split. Jadi lagi-lagi kesan elegannya jauh lebih kuat dibandingin versi J6 yang biasa. tambahan lagi desain searnya masih sama tapi logo-nya sekarang hilang karena sekarang logonya jadi logo cherry yang kalau gua bilang ya di dikasih kayak brush aluminium gitu kayak agakagak kayak tembaga gitu kayak bronze gitu sesuai sama aksen sininya bikin dia jadi wow elegan dan mahal sih kesannya dan satu lagi yang penting buat kalian yang biasa menikmati konten-konten multimedia di perjalanan sekarang head unitnya dia sudah pakai Snapdragon Carade atau automotif Grade 8155 dia pakai prosesnya atau teknologi pemprosesan chipnya 7 nanom. Jadi otomatis dia jauh lebih cepat dan jauh lebih responsif dibandingin versi sebelumnya. Untuk kemampuannya tentu saja dia mengatur semuanya di sini ada Android Auto, Apple CarPlay, pengaturan AC, jok massage-nya, ventilated-nya, termasuk mode offroad-nya atau modenya yang sekarang dia banyak banget. Dia ada delapan mode baru. Sport, normal, eco, bumpi, madi, beach, slipery, all road buat ekstrem ya, dan custom. Jadi kalian bisa menyesuaikan respon mobilnya termasuk eh apa namanya ya? eh traction control-nya, caranya dia merespon, tropen throttle-nya segala macam itu sesuai dengan mode berkendara atau sesuai dengan jalanan yang akan kalian lalui melalui an mode. Oke, kira-kira itu perubahan dari interior dan eksteriornya. Sekarang kita langsung nyobain aja jalan gimana [musik] impresinya. Yuk, kita cari tahu. Oke, sekarang kita nyetir si J6T. Jadi, for your information secara sasis dan segala macamnya, mobil ini sebenarnya enggak ada perbedaan sama si J6 biasa. Dia cuma perbedaan di ground clearance yang lebih tinggi dibinin sama J6. Tapi sisanya mekanical segala macamnya itu tidak ada perbedaan. Impresi berkendaranya seperti apa? Impresi berkendaranya pertama kali duduk langsung kerasa ini mobil SUV banget karena posisi duduk agak tinggi. Pilar A juga cukup kecil ya, jadi visibility-nya masih rada lumayan. Cuman memang mobilnya terasa lebar. Jadi ujung kanan sama ujung kiri tuh kelihatan lebar banget dan kayak mobil-mobil offroad atau boksi-boksi SUV gitu ya. Dia kan cenderung bamper-bumpernya itu kayak lebih keluar daripada seharusnya. Jadi kalian masih harus agak ancer-ancer dikit kalau ngelihat ujung sebelah kirinya karena dia lebih lebar daripada yang terlihat. Nah, kalau berbicara soal suspensi sedikit mungkin harus gua highlight sedikit sebelum suspensinya adalah keseluruhan struktur sasisnya. Jadi, mobil ini terbuat dari aluminium. Yes. Jadi konsep yang sama mirip-mirip kayak di Range Rover. Dia terbuat dari aluminium sehingga dia punya kekakuan yang lebih kaku dibandingin mobil-mobil lain di kelasnya. Otomatis dengan kekakuan body seperti ini, Cherry bisa membuat suspensi yang lebih empuk karena mobilnya udah kaku. Jadi enggak usah suspensi yang keras-keras banget buat dapat handling yang rada enak. Nah, otomatis kalau suspensinya empuk. Jadi di jalanan kalau kita jalan kalem kayak gini ya. Tuh, tuh peredaman gininya sih oke banget. Benar-benar oke banget. Mobil bisa meredam dengan baik dan mobil terasa napak banget gitu. Terasa tuh terasa anteng banget ketika dalam kecepatan rendah. Setup suspensi seperti ini sebenarnya enggak ideal-ideal banget kalau di kecepatan agak tinggi karena bikin mobil kerasa banget body roll-nya. Tapi begitu kalian masuk ke dalam offroad, nah ini baru bersinar. karena karena mobil kaku dia bisa meredam dengan baik dan kemampuan over-nya juga enggak bisa dibilang kaleng-kaleng juga karena ya balik lagi karena ini IWD intelligence wheel drive all wheel drive-nya ini dia bisa punya mode-mode yang kalian bisa pilih untuk menyesuaikan kondisi jalanan offroad-nya mau seperti apa. Habis ini kita coba offroad tipis-tipis ya untuk tahu kemampuannya si Cherry J6T ini. Nah, ketika kita coba mobil ini di sesi offroad langsung terlihat kalau delan modenya ini kepakai karena kita bisa melihat langsung 8 an mode ini kita bisa menyesuaikan mana yang cocok untuk offroad dan tentu saja kita pakai mode offroad. Capability mobil ini ketika di offroad juga ditunjang sama ground clearance yang tinggi 225 mm. Water wedding-nya juga mencapai 625 mm. Jadi bisa melintasi genangan dengan gampang dan approach angle yang mencapai 26 derajat. dan diperle mencapai 28 derajat. Tambahannya lagi si J6T ini juga punya overhang depan dan belakang yang pendek sehingga enggak takut gasruk ketika kita nih masuk nih ya ke jalanan yang tanjakannya ekstrem-ekstrem kayak begini sehingga kita kalian menghadapi kondisi jalan yang enggak harus offroad kayak gini misalnya kayak hujan, banjir atau misalnya agak-agak licin berpasir dengan delan mode ini ditambah kemampuan offroad-nya yang seperti ini. Kita pd nyetir mobil ini. Nah, buat kalian yang demen main lumpur terus mobilnya kecepretan, takut karatan, enggak usah khawatir. Karena si CD J6T ini dilengkapi dengan warranti atau garansi selama 30 tahun anti karat, bebas karat. Coba siapa juga yang nyimpan mobil sampai 30 tahun. Gimana soal performanya? Kebetulan J6T yang kita pakai ini adalah versi iwel drive-nya. Jadi, dia dilengkapi dengan dual motor. Total power yang dihasilkan dari dual motor ini mencapai 205 kW. torsinya gila 385 Nm. Otomatis dengan performa seperti itu 0 sampai 100 km/h itu bisa dicapai dalam waktu 6,5 detik alias teritorinya sport car. Enggak percaya? Ini kecepatan 46. Uh, cepek L langsung. Padahal setup-nya ini masih di normal. Kalau kalian taruh di sport, respon gasnya dan respon motor listriknya jauh lebih gini. Oke, saatnya kita sampai pada kesimpulannya si Cherry J6T. Memang perubahannya kalau kalian lihat enggak terlalu signifikan. Tapi efeknya signifikan. Karena menurut gua si J6T ini dengan perubahan eksterior dan interiornya berhasil membuat dia tampil lebih fresh, lebih maco, dan lebih refined. Terutama dari luarnya ini berhasil membuat dia lebih mencolok dan lebih gagah dibanding versi J6-nya. Interiornya juga perubahan kecil-kecilnya, head unitnya lebih kencang juga membikin experience mengemudinya juga jadi lebih enak. Intinya Cherry J6T ini adalah sebuah alternatif bagus kalau kalian ingin sebuah cherry J6 yang lebih refine, yang lebih maco, yang lebih berkarakter. Gimana menurut kalian? Tulis di komen ya. Oke, thank you sudah nonton. Kalau kalian suka video ini, klik like, saran, subscribe, dan tekan tombol lonceng untuk video-video terbaru dari Aud Audi Sign up. Off. Thank you nonton. Bye bye.

Lihat di YouTube