Chery Tiggo 8 CSH | Plug-in Hybrid EV TERMURAAAH (YouTube Video)
Halo YouTube, selamat datang di channel Motomobi. Ini adalah Tigo CH CSH Cherry Super Hybrid yang berarti plugin hybrid luar biasa katanya bisa 1300 km lebih dan yang paling luar biasa mobil ini adalah harganya Rp499 juta. Enggak nyampai Rp500 juta. Heran. Heran, heran. Makanya kami memutuskan untuk membuat video review ini. Ini baru aja launching langsung kita bawa mobilnya kita review. Nonton video ini sampai habis. [Musik] Dan sekarang sudah ada di markas Motomobil langsung Cherry Tigo 8 CSH Cherry Super Hybrid yaitu namanya Cherry untuk plugin hybridnya mereka. Kalau kami menyebut plugin hybrid itu adalah F plugin hybrid electric vehicle yang fenomenal itu. Duh harganya harganya gini loh. PUK and hybrid yang paling dekat harganya sama ini adalah JQ J7 yang sudah kita review juga dan itu harganya lebih mahal daripada ini. Tapi ini mendapatkan lebih. Lebihnya apa? Karena ini seven seater walaupun itu pakai platform yang sama T1X nama platformnya dan itu adalah platform yang luar biasa. Karena sudah dites hancur-hancuran, dihancur-hancurin sama Cherry. Kami ke fasilitas Cherry waktu itu di Kebuhu itu dia tes kebalik, tes nabrak semua sesuai standar regulasi dunia untuk eh safety mobil dan media dikumpulin semua di sana untuk nontonin tabrakannya dan kebaliknya. Dan sempat viral salah satu reels kami yang pas kebaliknya itu 20 juta views-nya. Kok bisa begitu ya? tiba-tiba aja. Anyway, kembali ke mobil ini. Kat yang yang kasihan tuh ini loh. Jadi bahas itu lagi deh. Yang kasihan tuh adalah seperti Zenix hybrid yang hybrid hybrid biasa ya. Zenix itu oke ada yang di bawah 500, Zenix Gate itu kan di bawah 500. Ini plugin hybrid. Apa bedanya hybrid sama plugin hybrid? Plugin hybrid itu baterainya jauh lebih besar dan bisa dicharge dari luar. Ketika plugin hybrid baterainya sudah habis, habisnya itu nih kalau untuk mobil ini 25% sudah dianggap sudah minimal itu mesin akan nyala. Jadi kalau kita sehari-hari mau pakai full listrik nge-charge di world charger kita di rumah seperti mobil listrik biasa bisa. Dan ini range untuk full listriknya 90 km dari baterai 18,3 kWh. Anyway nanti nanti itu itu nanti akan kita bahas detail. Makanya nonton sampai habis ya. punya uang 400 enggak nyampai R00 juta ini bisa dapat ini mobil. Ini mobil sangat spesial sekali. Oke, ini bentuk kita udah tahu dengan grill seperti ini ya. Ini adalah seekor cherry dan bentuknya menurut kami normal-normal aja ya. Dibilang ganteng sekali enggak, tapi mobil ini tidak jelek. Memang lampunya full LED, high performance. Ini lampu cukup terang malam-malam. Sebenarnya desain grill seperti ini bukan favorit kami, tapi ya ini ciri khasnya Cherry mobil seven seater. Seberapa panjang? Kita ukur dulu 425 masih jauh di bawah 5 m. Wheel base-nya 2.710 mm. E wheel base-nya jauh di bawah 3 m. Berarti cukup gesit muter-muter baliknya. Panjangnya jauh di bawah 5 m. Jadi ini mobil masih asik di dalam kota dan kalau kita lihat ini veleknya ini proporsinya pas ya. Kadang-kadang kita lihat mobil tuh badannya kegedean, kakinya kekecilan gitu. Kalau ini pas velegnya 19 inch, bannya 23550. Tapi lihat dong merek bannya Continental. Konti bannya ya. Ini kalau kita lihat mobil ini mobil tua sekali ya. Mobil tua sekali. Bannya Continental juga kebetulan dan agak kempes. Ini 17 inch dan ini 19 inch. Kalau ngelihat proporsinya nih itu velknya udah gede banget. Kalau ini masih biasa aja mungkin karena sparbnya yang udah besar zaman sekarang kan begitu ya kan. Ini enak. Nah, yang keren lagi ini veleg ban nempelnya ke mana? Nempel suspensi independen di depan dual hidrolik katanya. juga enggak ngerti maksudnya seperti apa karena dual hiydraic. E yang belakang suspensinya five multilink. Wah, jadi eh sudah full independent. Dua kali narik loh. Kayak mobil premium Eropa gitu. Jadi sebenarnya untuk pengguna biasa buka mesin itu fungsinya cuma untuk ngisi air kecrutan, bukan untuk ngelihat-lihat yang lain-lain. Itu urusannya mekanik itu karena ini tutup tapi bisa dibuka langsung sih. Sebelah sini tuh ada komponen listrik dengan ECU yang sebelah sini ya. engine-nya. Oke, 1500 cc turbo mengkan tenaga 141 horsepow dan torsi maksimal 215 Nm. Hm, lumayan. Oke. Tapi tentu plugin hybrid hybrid dibantu oleh motor listrik dengan tenaga 2011 horsepow dan 310 Nm untuk motor listriknya. Ya, dikombinasi menghasilkan senyuman yang lebar. menyalurkan tenaganya ke roda depan saja melalui transmisi CVT. Itu yang bisa ngebagi-bagi. Dan ini ada teknologi dual mas flywheel. Teknisnya kami kurang mengerti, tapi dia meredam getaran sampai 8%. Nah, ini kalau kita lihat ke sini ini adalah sebelah kanan tuh untuk nge-charge, sebelah kiri itu untuk bensin dan chargernya CCS bisa dic charging. Untuk charging-nya 6600 wat, d charging-nya bisa 40.000 wat dc charging. Bayangin baterainya tuh cuma 18,3 kWh dicharge dc. Kencang sekali nge-charge-nya. Ini kayak di rest area cuma sebentar baru ke toilet. Bentar penuh kali ini karena baterainya kecil. Nah, baterainya letaknya ada di bawah. Baterainya tuh lithium iron fosfat. Ah, nih tempatnya juga seperti tempat mobil listrik loh. Tinggi. Lumayan ini sejengkal lebih. Crown clearance-nya 190 mm. Dan ini masih bisa terjun ke banjir-banjir karena baterainya itu terlindungi dengan sertifikasi IP68. Nah, kuncinya tuh seperti ini. Kunci cerry biasa ini. Nah, nantinya ke depannya katanya ada karena ini versi pertama belum nyambung. Nanti akan ada akan ada Carling O itu bisa menyambungkan mobilnya ke handphone juga buat ngelihat macam-macam. Nih belakangnya full LED dan ini logo spesialnya CSH Cherry Super Hybrid 38. Kita lihat belakang knalpotnya ngumpet dua kanan kiri dengan knalpot palsu. Bisa enggak sih? Kali aja bisa enggak? Yes. Ini kita bawa-bawa helm. Mudah-mudahan enggak ketinggalan mobil ini pas dibalikin. Walaupun row ketiganya dibuka, tapi masih ada space. Lumayan di belakang sini. Stick golf masuk enggak? Enggak, enggak. Iniya agak nyempit. Bisa nyender lagi apa enggak? Oh, masih bisa nyender lagi dia. Tuh, segini paling sempit bagasinya. Udah lumayan. Tapi di bawah sini tuh apakah masih bisa naruh-naruh lagi? Enggak. Ini ada komponen kehibridannya. Oke. Mumpung ada Mamang. Mang tolong dong, Mang. Lipat. Hah? Ah, satu aja ya. Enggak dua. Hah? Kan kita peragaan harus sempurna gitu. Nah, bisa gitu kali. Enggak, enggak, enggak dong. Tapi yang pasti dia bisa rata lantai. Ee, Mang, satu lagi, Mang. Apa? Panoramic roof. Buka, Mang. Ini ada panoramic roof-nya. Jadi kalau syuting sini terang. Ini dia. Ini kita bisa camping di sini. Tinggal taruh matras. Jadi nih. Enak. Lega tuh. Terang lagi ada skylight-nya. Lega loh ini. Bisa bawa macam-macam. Iya. Hah? Bawa apa, Mang? Bisa bawa dua lagi. Bisa bawa dua. Dua apa ya? Dua dua manusia. Dua manusia. Dua. Dua manusia di sini. Iya. Jadi bisa bertiga. Iya. Bisa bertiga. Tuh sebelahan gitu ya? Iya. Enak banget pakai selimut. Coba goyang-goyang itu. Goyang apa di situ? Apa enggak maksudnya ketika ketika kita tidur sini ya itu goyang-goyang kelihatan apa enggak? Kalau tidur kan suka bleduk-guluk gitu. Oh kanan kiri kanan kiri diam. Kenapa kita yang goyah? Ah ada 12 volt out atlet tuh buat ngecharge handphone rahasia. Nah, ini ada V2L-nya juga eh dicolok ke sini. Dia bisa 3.300 watt. Nah, V2L kalau dari mobil listrik kita itu seperti ada power bank besar. Kalau ini power bank 18 kWh dan mesin jadi genset. Ini adalah genset juga jadinya. Keren ya. Portail gate lagi. Masa engak nyampai 500 gini? Keren sih. Kaca felmnya dong. Lumar. Hm. Ba yuk masuk mamang apa sih? Ini tolong. Kan harus nyobain R. Nah, emang nyobain row 3. Row 3 tuh kapasitasnya dua orang. Jadi kita berdua akan ke belakang. berdua. Berdua. Nah, kalau untuk yang jok sebelah sini ngelipatnya tuh rata lantai enggak? Bukan rata lantainya. Masuk ke dalamnya di atas dong. Enggak ada atasnya yang sebelah sini. Adanya hanya sebelah kanan sana. Berarti masuknya lewat sini. Masuknya jadi harus lewat kanan. Kalau lewat kiri loncatin ini. Kok enggak ada sih? Nah, kalau yang itu dari atas. Ayo, Mang. Masuk, Mang. Ah, coba ini normalin dulu. Nah, ini posisi paling maju. Paling maju. Dengkul seberapa, Mang? Uh, gede. Lima jari. Kayak kopong gitu, Emang. Dengkulnya enggak? Ini nih lima jari, ya. Lima jari. Kalau gini lebih enak lagi. Lebih kan kita di posisi paling maksimal kita dengkulnya. Mamang tingginya 172 cm. Oh, pendek ya? Hah? Peda 2 cent sama 2 cent doang. Nah, sekarang kalau misalnya kita mundurin habisah habis. Habis nih, Mang. Habis. Habis nih. Entok entok entok. Tapi senderannya tuh masih lega. Mentok. Mentokang mentok. Ini deduknya enak lu. Belakangnya lumayan lu. Jadi lama-lama mentokini. Iya. Entar ganti kan lagi peragaan. Enggak yang I satu jari aja kasih gua satu jari. Satu jari kasih bukan gitu lutut. Majuin gini coba tegakin satu. Ada enggak tegakin? Tapi duduknya enak. Enggak bisa. Enggak bisa. Bisa. Ah, satu step gitu. Gini. Nah, gini. Okelah. Satu jari nih. Satu jari gini. Oke. Nah, ini kalau di sebelah kiri enggak ada orang di belakang itu. Senderin dan ini mundurin. Oh, masih bisa lebih mundur lagi, Mang. Ternyata, Mang. Bisa. Iya. Tuh, coba yang ini. Gitu. Nah, ini bisa kita bisa ngatur jok depan langsung dari sini. Ini kira-kira posisi nyetir kami. Kita samain kanan kiri ya. Kurang lebih begitu. Ee enggak nyampai sejengkal sebenarnya, cuma kaki masih bisa masuk. Ini ada cedoknya gitu. Enak. Ada armres-nya dengan dua cup holder. Enak sih belakangnya agak rendah tapi enak. Hm. Terang. Ada lampu baca. Belakang juga ada lampu, Mang. Ada satu. Apa kelengkapan di belakang, Mang? Di belakang ada cup holder nih di masing-masing satu eh satu biji cup holdernya buat nyimpan-nyimpan. Yang sebelah kiri juga sama bentuknya sama gitu kadang-kadang suka ada yang beda kan. Iya. Nah, terus ada speaker. Kita dikasih speaker tuh biar jelas. Oh iya. Tahu enggak ada karena ada 12 speaker di mobil ini. Oh, banyak banget. Iya iya. Head eh headro-nya kepala headro aman ya? Oke. Aman. Aman. Nyendernya juga enak kalau emang misalnya dipundurin lagi ya. Iya. Ini nyendernya enak. Cuman kaki aja sih. Kakinya nempel ya. Ini kan sebenarnya posisi tega yang manusiawi nawi segini nih. Ini okah. Hm. Kalau jauh-jauh masih oke. Itu jalan jauh oke? Iya. Misalkan Jakarta Bandung masih maulah. Solo. E enggak ada lampu baca. Eh, ada lampu kabin di atas. Hm. Ya, sudah. kabin. Nah, terus terus terus terus di ini ada AC belakang. AC belakang ya. Dia jadi satu blower sama depan. Ini ada tempat naruh-naruh dan di bawah ada USB A dan USB C. Ini ada tempat naruh-naruh lagi. Kantong pintu bisa naruh botol juga. Dan di sini bisa buat naruh sesuatu lagi. Itu ada speaker twitter lagi di sini. Empuk-empuk yang paling belakang enggak dong. Ataupun plastik kan? Plastik kan plastik. Hm. Plastik empuk-empuk. Terus kayu-kayuan. Apakah auto up and down? Yes, auto up and down. Kencang juga nih jendela. Bagus nih kaca filmnya. Adem loh. Eh, heeh. Bagus. Iya. Heeh. Ba-nya ya. Hah? Ba-nya. Wah, sombong banget. Oke, sekarang posisi posisi bos. Posisi eksekutif pasti dimajukan habis pakai driver di depan ya. Bagus nih. Ada kontrol ini. Senang banget. fisik lagi. Belum, belum, belum, belum, belum sampai habis. Udah habis ya, entok ya. Nah, ini posisi bos-bos, Mang. Kayak gitu, Bos ya. Heeh. Kakinya harus lebarnya harus lega terus bisa naik begini. Enggak gitu juga. Kasihan supirnya dikasih kaki-pikin gitu gitu ya. Itu enggak pakai kaos kaki yang bolong. Nah, gini. Asik juga jadi bos-bos. Iya, ya. Sampai kapan mamangnya di belakang sini? Belum kelar, Mang. Ini belum kelar. Hah? Engak, Mang. Ini kayaknya, Mang. Tahu enggak? Enggak. Ini tuh harus tahu. Ini tuh range-nya listrik plus bensinnya. Heh. Itu 1300 km. 1300. Waduh, jauh banget. Jauh banget. Makanya sekali itu tank satu tank dan full listrik. Enggak ngisi lagi itu listriknya. Enggak ngisi lagi listriknya. Enggak ngisi lagi bensinnya. 1300 tahu enggak? Kita harus nyoba ke mana? Alah yang dekat-dekat aja. Enggak. Itu 1000 ini ya. Kalau dari sini 1300 sampai mana kira-kira? Sebenarnya kita udah mempertimbangkan Semarang aja. Heeh. Itu PP itu masih belum nyampai 1.000. Belum habis berarti. Belum habis. Ke mana sampai habis? Hmm. Solo kayaknya lebih masih kurang juga. Jogja sih kalau enggak salah ya. Daerah Jakarta sampai Surabaya itu 1200 1100 ya. Enggak. Itu sudah sampai Bali. Ohudah sampai Bali tuh. Sampai Bali. Oh berarti practically mobil ini bisa sampai berarti mobil ini harusnya bisa sampai Bali. Wow. Bagin tangkinya tuh 60 L, baterainya 18,5 kWh. Apalagi kalau kita istirahat di rest area diisi tuh diisi lagi lebih parah lagi. Lebih lebih parah lagi. Lebih hemat lagi. Oh, makanya ya. Ya udah, sekarang jok depan. Tapi bukan jok depan kanan dulu. Kita ke jok depan kiri. Terus kapan Mamang keluarnya? Ya udah boleh sekarang. Alhamdulillah. Baru dapat informasi tadi. Kalau kita beli ini, kita dapat kan colokan V2L tadi dan kita juga dapat portable charger. Jadi, tetap kita bisa nge-charge colokan listrik biasa. Enggak perlu punya wall charger jadinya. Wall charger kan kadang-kadang rumah tuh mesti naikin dayanya dulu. Ini enggak perlu karena pakai portable charger. Kenapa kami ng-review di depan kiri ini jarang terjadi? kami review depan kiri karena depan kirinya juga dimanjakan. Bos-bos enggak punya pilihan hanya duduk di belakang kiri juga bisa duduk di depan karena ini ada le rest race-nya. Ada leg racenya. Kita bisa naikin tuh. Tuh naik tuh leg rest. Walaupun ada ruangan kakinya terbatas di dalamnya cuma Wow. Leg rest tuh. Jadi ini coba kita mundurin habis. Habis, habis, habis, habis, habis, habis, habis. Apa yang terjadi? Oh, ada udah habis gini. Seperti ini. Joknya bukan jok terempuk di dunia sih memang ya. Cuma posisi duduk begini nyaman sekali. Ah, pakai seat belt ini jalan jauh deh. Tapi, kami kepikiran nyobain jalan agak jauh ngajak si mamang ya nitirnya gantian gitu. Nah, gantian. Begitu gantian jadi penumpangnya bisa bobok di sini nih. Dan di sebelah kiri sini ada lihat dong. Seat massage tuh. Tuh geter-geter. Ada wave, cat, cross, relief, jump. Jadi ada nonjok-nonjok di belakang jok sini. Enak. Mobil tidak sampai R500 juta bisa pijet walaupun hanya di sebelah kiri depan, tapi wow sudah lebih dari cukup. Bawah 500 bisa pijat. Matiin dulu pijatnya. Dan ada tentu pendingin dan pemanas joknya. Kalau itu ada di depan kanan dan kiri. Masuk mobil ketika kita ngantungin kunci itu tinggal nginjak rem tanpa mencet apa-apa mobilnya hidup. Oke. Nah, untuk mengunci pintu juga enggak usah dipencet lagi ee sentuhan di luar itu sudah otomatis ngunci. Kita bisa setting meninggalkan mobil otomatis ngunci. mendekat mobil otomatis membuka ketika tentu kita ngantukin kunci masuk ke dalam tinggal nginjek rem mobilnya hidup very practical dan handle pintu luarnya model tarikan begitu model masa kini ya kayaknya semua mobil tarikan begitu modelnya dashboard-nya ini semuanya empuk-empuk ini material di dashboard di meja dashboard ini material yang sama sama yang di jok ini kayak suat tapi bulunya lebih pendek-pendek gitu loh nih apa material apa emang lucu loh kayak su tapi kulit kayak su tapi iya antara kulit semua su gitu loh gitu bagus bagus Joknya enggak, enggak bukan jok terempuk di dunia, tapi masih oke. Enak. Masih enak nih. Semuanya empuk-empuk. Suat. Suat apa bukan? Enggak tahu deh namanya apaan. Ini air tengah gede sekali 15,6 inch. Dan ini layout-nya kita bisa lihat nih layout barunya Cherry. Cherry ini kebanyakan layout interiornya seperti ini. Walaupun desainnya sedikit berbeda-beda tapi layout-nya seperti ini. Ada tempat handphone dua ada begini. Nah, shifternya ada di steering kolom. Tapi sebelum kita ke situ, kita ke layar dulu. Ada apa aja di layar ini? Ada Apple CarPlay wireless. Nah, ketika ketika kita akan nyambung Apple CarPlay, problemnya itu memang full screen dia enggak ada tersisa ini. Tapi walaupun full screen kita connect. Nah, nih Apple CarPlay dia full screen sayangnya ya. Enggak ada tersisa. Jadi kalau mau keluar itu ketika kita lagi habis nyetel lagu apa kita ke cari menu lagi dan pencet ceri untuk keluar. H ada cara lebih mudah. Ternyata kita kasih turun ini nanti nongol dia di bawah. Kalau langsung mau ngatur AC kita tinggal senggol itu dikit. Nah, karena dia geser dari atas ke bawah itu muncul shortcut-shortcut ya. Termasuk shortcut untuk mengatur spion. Jadi lumayanlah lebih cepat dikitlah. Paling enak memang ngatur spion itu tombol ya kan. Cuma ini dengan begini ya. Pencet ini baru ngatur spion pakai tombol di setir pakai jempol. Ini namanya spion jempol. Nah, suara audionya tuh enak. Enak nih. Sony speakernya enak. 12 speaker termasuk tahu enggak di mana, Mang? Speakernya di head rest. W ada ya. Jadi kalau misalnya kita lagi sambil nelpon, suaranya bukan di mana-mana. Suaranya nongol dari headr. R. Nah, kita bisa ada settingannya lagi. Tuh, kita keluar dulu ke menu cherry. Hah. Ini ya. Andai latar belakang ini bisa kita ngelihat pemandangan bagus sih pemandangan tuh ada gunung, S-Snya, tenda, segala api unggun yang menyala. Tapi langkah indahnya kalau di latar belakang ini adalah gambar yang lebih teknis lagi. Posisi kehibridan, jam yang gede gitu. Mungkin enggak bisa diganti ya. Bisa ganti sih gambar-gambarnya cuma kayaknya enggak bisa dimunculin lagi widgetnya. Widgetnya enggak ada lagi. Segini aja nih. Bisa. Heeh. Coba dipencet lama gitu. Hah? Bisa. Coba. Plus find charging state. Enggak. Tapi widgetnya di bawah sini semua, Mang. F step tuh. F step sebelahnya. Mana? Nah, bisa di coba coba ya surround view. Oke. Ini kita okein dulu. Di bawah semua, Mang. Bukan di atas. Coba kalau kita Oh, itu cuman shortcut. Iya, shortcut bukan ini widget lah. Widget tapi bisa juga jadi tombol untuk urusan kemobilan semuanya di settingan ini ya. Kita mau ngelihat kehibridan itu mereka menyebutnya dengan New Energy. Wah, tuh nih sekarang bat engine lagi ngecharge baterai nih. Dia serial. Eh, ini ada beberapa mode-mode. Nah, ini untuk V2L-nya. Ah, ini ada power saving mode. Ini bisa initial. smart sama forced. Kalau yang di force kita bisa nge-charge nih. Misalnya kita mau nih force nih. Posisi sekarang kita set misalnya di 50%. Nah, engine-nya itu akan nyala sampai baterainya 50%. Setelah itu jadi hybrid biasa. Nah, kalau kalau normal-normal aja itu di Smart. Smart itu ee baterainya akan ngabisin pelan-pelan. Kalau inisial murni ngabisin baterai dulu baru e engine. Tapi ini hampir sama nih smart sama initial sih. Smart aja. Energy recovery level juga ini engine braking-nya atau eh regenerative braking-nya kita bisa atur molo, medium, high ketika ngelepas gas. Bater display setting kita bisa atur di sini mau bater level standar atau dynamic. Ini enggak terlalu penting. Terus rem tangannya di mana? Di sini rem tangannya electronic parking brick. Auto hold-nya juga di sini. Terus termasuk driving mode-nya juga walaupun kita bisa putar-putar sini juga. Lampu kita bisa atur-atur segala macam. Terus kamera 360-nya itu komplit jelas. Mana tadi ngidupin kamera 36? Kita bisa over mundur tuh ya dari belakang depan. Ini kalau kita gerak ini kayak transparan mobilnya. Dia akan merekam apa yang sudah dia lewati terus didisplay ke bawah mobil seakan-akan 3D. Tuh kan. Coba kalau kita se apakah ngaruh. Ngaruh se-nya nyala pintunya kebuka kelihatan. Ini kita 3D lagi. Kalau kita rem nyala-nyala nih. Enggak deng senya aja. Iya, karena nampilin blind spot juga. Eh, satu problem mengenai kecanggihan ini ya. Dia ketika ada motor dekat, mobilnya dekat-dekat sesuatu, dia otomatis nyala sendiri untuk me-warning kita bahwa ini objek sudah dekat. Hati-hati. Nawa itunya baik, cuma kadang-kadang mengganggu sekali nongol. Sekarang full screen dia nongolnya. Kita masti nutup lagi. Ada motor dekat-dekat nutup lagi, nutup lagi seperti itu. Tapi overall kameranya bagus ya kan. Ini ada air purification-nya. PM 2,5 bagus nih 20 bersih amat Depok. Ini emang bersih udaranya jauh lebih bersih di Depok. Nih ion kita bisa hidupin nih. Tuh air purification activated close doors and windows gitu. Jadi kita bisa udaranya lebih bersih di dalam. Bisa rapid cooling, rapid heating, smart deodorization. Jadi kalau ada yang bawa ketek nih di mobil itu bisa smart deodorization. Siapa yang tu yang ketawa? pernah ngerasa buket kali enggak? Iya, Pak. Tuh automatic devog defogging function. Kalau misalnya vogging langsung otomatis. Ini driving mode, eco mode, normal mode, dan sport mode. Hanya ada tiga mode dan itu berpengaruh pada eh pedal ke sensitivitas pedal gas, pedal rem juga sensitivity-nya bisa diatur, setir berat ringannya juga bisa diatur ada dua speed eh dua kekuatan. Hm. Dua pilihan berat setirnya. Oke. Nah, tombol hazard bagus di sini. Kalau di atas tuh agak-agak repot ya. Terus ini ada. Nah, hybridnya tuh ada bisa mana sih? Current condition not me. Unable to switch mode. Oh, dia lagi nge-charge soalnya dia gak bisa ngubah ini. Kalau normal mode. Normal. Normal ya. Enggak bisa diubah karena kondisi baterainya lagi habis. Nah, ini ada tombol-tombol lagi untuk AC, devoer depan, devoker belakang, dan ini auto AC. Setir, setirnya flat bottom. Nah, ini tombol-tombol di setir itu tombol semi touch ya. Jadi ini tuh sebenarnya satu gombolan tombol. Ini satu gomb gerombolan satu tombol dua tombol kanan dan kiri. Cuma dia akan mendetect jempol kita tuh lagi duduknya di mana. Kayak ini volume up. Jempol kita duduk di volume up. Kita pencet dia akan naikin dan nurunin volume kalau kita pencet bawahnya nih ya. Jadi jempol kanan tuh untuk volume dan audio next previous track sama untuk ganti halaman di mid di instrumen cluster. Jempol kiri untuk urusan cruise control dan ada satu tombol bintang ini adalah tombol shortcut favorite ya. ini kita bisa atur untuk apa? Kalau ini kami atur untuk mengaktifkan kamera 360-nya. Nah, kami tidak terlalu suka tombol begini ya. Harus ee apa ya? Ini semi tombol sentuh gitu kayak gabungan hybrid tombol sentuh dengan tombol tekan tombol fisik. Agak aneh mencet-mencetnya ya. Untuk Anda yang sudah pernah ngerasain, pasti tahu seperti apa. Kanan untuk shifter ke bawah drive, kanan mundur, setengah netral. P itu dipencet di ujung ini ee se tentunya high beam, low beam. Ini kalau dipencet untuk kecrutan. Wiper itu semua di sini. Wiper ada autonya. Wiper belakang diatur dari sini juga. Ada kecrutan juga ada auto high beam juga. Dia komplit plit. Ini untuk ng-detect mata kita apakah kita ngantuk apa enggak. Karena ini adasnya full full adas. Driver resistance. Tuh, ini ada berapa fungsi nih? 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12. Dan ini front collision warning-nya automatic breaking, emergency breaking-nya itu tidak sesensitif itu. Sehingga untuk di Jakarta tuh masih enak, masih pas, enggak mengganggu. Kadang-kadang ada anti nabrak yang mengganggu. Dipotong motor dikit ngerem mendadak. Kalau ini tidak. Selama kami nyoba itu tidak terjadi. Instrumen cluster cuma segini aja nih yang kami agak sayangkan. Ini ada mid yang bisa diubah-ubah halamannya di sini ya untuk TPMS, ada tire pressure monitor, ada navigasi, ada electric power, electric drive power. Ini lagi minus 4- 5 kW karena ini lagi nge-charge. Terus 50 km terakhir apa performance kita? Ee wat hour per km untuk baterainya. Nah, ini 14,7 yang tengah ini 14,7 km/l itu adalah murni engine-nya. Nah, yang kombinasi 17,5 km/l. Tapi ini agak kurang akurat pengetesan kami sekarang ini karena ee banyak diam mobilnya, lagi di-shoot segala macam. Nanti akuratnya pada saat kita tes gimana, Bang? Solo, Semarang, Jogja. Yang paling enak, paling enak sih tol-tol aja, enggak usah keluar tol banyak-banyak gitu ya. Heeh. Paling jauh aja Surabaya. Surabaya. Makan apa? Kepiting ya. Sana lihat ini apa namanya? Kapal selam. Oh, kapal selam. Iya. Kapal selam ada juga di Palembang. Enggak boleh ada Palembang. Heeh. PMP kapal selem jarang banget ke daerah Sumatera. Iya. Tapi ya komen aja di bawah kali ya. Iya. Heeh. Nah, tapi yang lain-lain tuh enggak bisa diubah apa-apa. Gini aja itu P layar segede gini tuh mestinya macam-macam bisa di terdisplay. Kami inginnya sih seperti itu. Tapi anyway segini aja udah cukup karena udah ada kehematannya. Ada head up display yang sekarang menampilkan hanya kecepatan saja secara digital. Sini coba. tuh. Nah, tuh kecepatan aja. Tapi nanti kalau ada serber main dia akan ada fungsi lainnya lagi. Spion tengah auto day night. Keren. Ini untuk nguntur ngatur-ngatur ini fisik nih. Kami suka nih untuk ngatur buka tutup sunroof. Dan ini panoramic roof-nya besar sekali dan tetap bisa dibuka dong buat kampanye. Ini cocok buat Ridon Hanif juga nih pada saat kampanye ke gubernuran bisa lebih gede lagi tuh. Fahmi juga muat ini. Miat, Pak. Muat mih ya? Muat ini, Pak. Oh, I kan nih. Eh, eh, eh, eh. Cheis parkir. Kenapa dekat cheis parkir? Ketinggalan tuh. Ada kaca lucu ya. Ini kayak kayak iPhone gitu loh. Ada home button-nya. Karena bisa ganti-ganti warna nih. Mau suasana warna apa muka kita mau lebih ee kuning atau putih. Terus posisi nyetir. Setirnya tilt dan teleskopik. Mantap. Bisa dekat. Joknya untuk driver side itu bisa naik turun. Ini sixway bisa naik turun cuma tidak bisa naik turun bagian depannya saja. atau tenggelamnya pantat itu. Sehingga ya untuk kami posisi begini nih agak kurang tenggelam dikit bagian belakangnya. Tapi itu ya preferensi masing-masing posisi nyetir seperti apa. Mungkin dia ngikutin analisa orang Indonesia sukanya seperti apa. Tapi kalau kami lebih suka pantatnya lebih tenggelam sedikit lagi. Nah ini porsi nyetirnya sudah pas walaupun memang agak tinggi posisi nyetirnya. Dia ini didesain untuk lebih commanding posisi nyetirnya. Ini untuk ngatur lampu off auto. Ada auto headlamp buka bagasi. Ini buka tutup tangki. Ini ada fog lamp depan. Kemudian ya ini pedal gasnya model piano. Rem-nya model ee mobil mobil Eropa. Nih ada food rest-nya. Enak. Ini buat buka kersin ditarik dua kali kayak mobil Eropa. Kepraktisan. Kantong pintu saya naruh-naruh di sini. Terus ini ee ngatur jendela fisik ya tentunya buat tutup kunci. Ada twitter-nya ini bawah juga lumayan lega bisa naruh botol. Di bawah banyak tempat sekali sangat banyak tempat ada dua buah colokan juga nih USB C dan USB A di atas dua cup holder yang tidak mengganggu apa-apa. Ini ada untuk naruh handphone 50 watt wireless charging. Ini nge-charge-nya kencang wireless charging-nya luar biasa. Dan ini terjadi kalau jalan sama istri nih, handphone istri terus ini, handphone suami terus sini atau bisa tukar-tukaran mau nge-charge yang mana. Yang sebelah kanan. Nah, ini bahaya sekali kalau misalnya ada notifikasi masuk. Ingat-ingat ya, kalau misalnya kita jalan sama istri gitu ya, eh matiin aja handphone kita sini atau di flight mode atau apa gitu. Bahaya sekali nih. Bisa kebaca. Heeh. Nah, ini juga ada di sebelah kanan nih. Bukan, bukan lagi kalau sebelah kiri tuh kayaknya. Oh, versi setir kiri ini enggak. Ini udah benar-benar versi setir kanan. Putter-putteran tombol-tombolnya ada di sisi kanan sini. Wah, gede tuh. Lega konsolnya. Terus ini dingin dalam konsol ini karena ini ada lubang AC yang bisa dibuka tutup ini. Jadi, coolbox. Mantap enggak? Jadi kalau minuman K taruh sini insyaallah dingin ya. Laci oke lumayan lega juga. Ini mobil komplit kenapa enggak nyampai R500 juta komplit. Kemudian rasa nyetirnya. Ayo kita jalan. Sekarang posisinya baterainya habis. kami taruh di power saving mode-nya di force angkat ke 60%. Jadi sekarang mesin akan selalu nyala dan posisi begini biasanya plugin hybrid itu sangat boros sekali karena tugasnya dua. Selain untuk gerakin roda mesinnya ee dia juga untuk ngisi baterai dari sekarang 13% ke 60%. Nah, first impression nyetir mobil ini ketika kami pertama kali duduk pada mobil ini itu kami langsung kaget loh suara dari luar hilang. Ini kekedapannya macam mobil premium, macam mobil miliaran. Ini benar-benar ini. Ini kayak gambar-gambar bergerak bergerak aja tanpa suara di luar ini. Ini pasti pakai semacam teknologi noise canceling gitu sehingga kedap sekali. Dan memang kacanya sih doble. Jadi lebih gedap lagi. Dan iya posisi duduk visibility bagus karena posisi duduknya tinggi ya. ngelihat ke belakang juga masih lega enak walaupun kaca belakang tuh terlihat kecil cuma ee ini ada lebih rasa comanding dashboard tuh benar-benar di bawah dan kita bisa jelas melihat kap mesin dari posisi duduk kami yang di set paling rendah. Nah, ternyata di posisi force eh power saving mode-nya di force itu harus sambil jalan biar lebih cepat nge-charge-nya karena mesinnya raving pas lagi jalan itu. Walaupun mesinnya nyala itu tetap halus sekali. Kami heran deh ini ee kalau tidak dalam posisi force ini, kalau force kan dia RPM-nya cukup tinggi. Nah, kalau yang dari posisi biasa pada saat mesin nyala kami enggak tahu itu mesin lagi nyala karena dia RPM-nya rendah dan ee enggak terasa getaran apa-apa sama sekali enggak terasa. Kalau ini cuma ada suara dengungan sedikit dari depan dengan untuk yang RPM tinggi. Tapi ini salah satu plugin hybrid yang paling sunyi yang pernah kami duduki. Dan yang top lagi adalah suspensinya. Heran. Heran enggak? Ini beneran literally enak loh nih. Suspensi ini. Jalanan beton yang tidak rata. Mobilnya rata ya. Bukan empuk yang mengayun-ngayun, tapi ini empuk yang mahal. Nah, tekanan bannya juga agak tinggi. Tekanan ban itu berapa? Ee 39 PSI agak tinggi. Harusnya meang agak keras. Ini enggak ada rasa kerasnya sama sekali. empuk dan lembut, lezat suspensinya itu. Nah, biasanya kalau suspensi seperti ini kan ee kalau salah setel dia akan ngayun-ngayun dan kalau lembut gini belok-belok itu kalau kencang beloknya itu miring. Ada body roll. Kalau ini ada body roll-nya tapi rata. Masih masih. masih dapat sangat ditolerir ketika nikung kencang juga bodinya itu eh cukup rata kayak wah ini enggak mungkin kita berada kita bisa belok setidak miring itu ya dengan sedikit itu miringnya di mobil yang seempuk ini. Ini benar-benar didesain dengan baik ini suspensi. Kemarin kami sempat nyoba em Hyundai Tusan. Suspensinya enak juga. Iya. Dan ini lebih enak. Ini suspensinya lebih enak ini menurut kami ya. Punya pribadi ya. Kemudian rasa setirnya. Ee TIG8 sebelumnya rasa setirnya itu tidak enak, terlalu enteng. Enggak ada feel-nya sama sekali. terasa murah. Kalau ini benar-benar berubah rasa setirnya jadi beratnya itu pas ya. Ini di setir yang yang padahal yang kita set yang ringan beratnya itu pas, ada rasa mahalnya walaupun feedback dari jalanan memang enggak enggak terasa apa-apa sama sekali ya. Cuma ee ini setirnya ada rasa mewahnya, ada rasa premiumnya pada setir putaran setirnya. Kemudian kalau kita set cruise control ini ada adaptive cruise control. He setirnya tuh kuat banget dia nahannya. Dan sama kuatnya kalau misalnya kita ketemu garis ni ada lan kiping-nya kan benar-benar dia tahan ngagetin nih. Contohnya kita matiin dulu cruise controlnya. Matiin cruise control itu bisa injak rem aja kan. Cuma dijak remnya mesti agak dalam ini. Ah, nih kita kena garis tuh ditolaknya kuat banget. Kayak nyenggol trotoar rasanya. Ini kira-garis lagi tuh kuat banget dorong baliknya. Dan ini mengenai injekan rem itu ketika kita buru-buru ngoper gigi habis mundur keluar parkiran mau maju lagi. Itu kan kita buru-buru. Ketika kita nginjak remnya agak kurang dalam itu enggak masuk-masuk giginya. kita mes nginjek rem agak dalaman ya. Itu faktor kebiasaan aja sih. Nanti akan terbiasa kalau udah biasa naik mobil ini. Terjadi juga di JQU J7nya kalau kita nginjak rem kurang dalam, gigi enggak mau ngoper. Jadi kadang-kadang nih kenapa nih enggak mau ngoper? K ternyata nginjak remnya kurang dalam. Kemudian rasa remnya. Rasa remnya itu ini kan mobil hybrid ya. Mobil hybrid rasa remnya pasti akan berbeda dengan mobil internal combustion biasa. Karena e begitu dijr pertama kali itu ada regenerative breaking dulu yang bekerja baru nanti dalaman eh yang bekerja kampas rem-nya. Seperti mobil listrik juga sama seperti itu. Untuk yang ini, ini kami heran rasa remnya itu lebih natural. Ini seperti ngerem internal combustion biasa. Tapi remnya tuh rem yang yang strong gitu, yang kuat. Jadi diinjak dikit tidak sensitif. Tidak tidak sensitif yang level mengganggu gitu diinjak itu kuat dia ngurangin kecepatannya dan tidak terlalu nge-dive, tidak terlalu nunduk moncongnya. Itu rasa mewah lagi tuh. Remnya natural dan tidak nunduk. Nah, kalau pedal gasnya beda. Sensitifnya agak terlalu ee berlebihan menurut kami. Di mode normal itu cukup sensitif nih. Kayak sesensitif mode sport di mobil listrik deh. Nah, kalau di mode sport lebih sensitif lagi di mode Eco. Nah, Eco itu justru rasa pedal gasnya normal, rasanya lebih natural. Memang ini tuh karena eh motor listrik tuh lebih dominan pada plugin hybrid. Torsi yang kita rasakan pertama kali itu pasti adalah torsi motor listrik. Sehingga rasa kuatnya itu torsi ini kan 300 Nm lebih nih. Motor listrik doang. Sehingga bikin mobil ini rasanya e bertorsinya tuh apa ya? Kayak nyetir mobil listrik. Iya deh. Pkin hybrid ini seperti nyetir mobil listrik benar-benar. Apalagi suara mesinnya hampir enggak kedengaran. Oke, kita pindah ke mode sport dulu. Sport mode. Sport mode. Oke, baterai udah 23% sekarang. Jadi, eh bisa full power pakai motor listrik kelihatannya. Hanya saatnya kita tes 0 ke 100 km/h. Cherry Tigo 8 CH. Oke, tanpa nahan rem percuma soalnya. Satu. 1 2 3. Mesin nyala ngegas tuh mesin. Rata dia torsinya. 100. Hm. 8,27 detik 0100 dengan baterai 23%. Mungkin kalau baterainya lebih banyak lagi mungkin bisa jadi lebih kencang mungkin ya. Kadang-kadang mungkin diset begitu biar kadang-kadang ya diet dengan kalau baterainya lebih sedikit itu tenaganya dikurangin. Tapi enggak tahu. Mungkin akan kita coba lagi ya. Kita coba lagi nanti kalau baterainya sudah penuh. Ee tapi nanti di channel Om Mobi karena kami ingin mencoba membuktikan seberapa hemat mobil ini kok bisa 1300 km range-nya. Agak terlalu aneh gitu. Kok bisa 1300? SUV atau crossover seven seater duduknya hampir semuanya nyaman. Tapi bisa 1300 km dari tangki bensin yang 60 L. Baterai 18,5 kWh. 18,5 kWh. 18 kWH tuh kayak segede baterai Finfast VF3 REV. So far kalau lagi ngecas ini kira-kira kita makan sih. Ini begitu baterainya habis hematnya seperti hemat mobil hybrid biasa. Ketika ada baterainya makan energinya murah seperti mobil listrik biasa. Overall rasa nyetirnya tapi suka. Well done, Cherry. Well done. Bikin mobil enak. Suspensinya begini enak. Rasa setirnya begini enak. Remnya begini enak. Ya, kelemahannya layar ini deh. Kami old school ya tidak suka touch screen. Touch screen kebanyakan semuanya touch screen. Tapi definitely ke luar kota naik mobil ini pasti enak. Makanya kita akan coba keluar kota di channel Om Mobi. Follow juga, subscribe juga ke channel Om Mobi, dan tekan tombol loncengnya karena kita akan melakukan tes yang jarak jauh untuk mobil ini. Overall mengenai Cherry Tigo 8 CSH merupakan mobil yang cocok untuk Anda yang nyari mobil hybrid ya. Budget di bawah 500 udah enggak ada lawan. Udah enggak ada lawan. Eh, so far bahkan dari beberapa kelas yang MPV, yang crossover, yang hybrid-hybrid lah. Ini software terbaik di kelasnya, di range harga itu. Bahkan di range harga yang di atasnya pun ini kami ngerasa ini terbaik. Video ini tidak dibayar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Motom Mobi, Umobi dan W Mobi BB tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda. Dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobilnews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton. mobil yang too good to be true, tapi ternyata true
