Jungkat

Chery TIGGO 8 CSH vs Toyota INNOVA Zenix HEV : Mana yang paling irit? (YouTube Video)

  • 11/06/2025

Ini adalah Toyota Kijang Innova Xenix ya. Perkenalan tadi cuma formalitas karena mobil ini enggak usah dikenalin lagi. Dia sering muncul di channel kita. Coba ingat kita bikin video reborn lawan Zenix. CRV lawan Zenix. Serena lawan Zenix. Epic Journey pakai Zenix. Gua aja sampai bosan bawa mobil ini berkali-kali. Tapi mau gimana lagi? Karena orang Indonesia kalau cari mobil hybrid yang muat buat keluarga atau segala keperluan ya, Kijang Innova Zenix. Bahkan merek sana sini mau ngelawan. Tapi kayaknya belum ada rival yang memberikan jurus yang paling berdamage sampai sekarang. Nongolah Tigo 8 dengan teknologi Cherry Super Hybrid. Harga grosir, teknologi istimiwir, plugin hybrid. Tapi gak nyampai R50 jutaan lebih, cuma R00 jutaan kecil. Coba kalau misalkan kita ingat-ingat dulu mobil Jepang ada tuh yang teknologi plelakin hybrid, tapi harga sampai 1,8. Iya, tapi kita enggak bakal kasih tahulah ya. Kalian cari tahu aja gambarnya sendiri. Mitsubishi Outlander PF gitu ya. Eh, h. Oke, ya udah, sekarang kita mulai aja komparasi Cherry 38 CSH dengan Toyota Kijau Innova Zenix Hybrid. Yuk. Oke, kalau misalnya kalian penasaran kenapa kita aduin kedua mobil ini? Secara kan yang satu SUV, yang satu lagi MPV ya kan, Guys? Ya, betul. Jadi elektrifikasi ya, AZ, dua-duanya. Cuma yang satu itu hybrid electric vehicle. Yang ini plugin hybrid electric vehicle. Jadi nyoloklah. Iya. Dan kebetulan dua-duanya meskipun punya sistem hybrid yang berbeda tapi keduanya tetap punya tujuh tempat duduk. Keduanya tetap menyasar keluarga di Indonesia gitu ya. Dan keduanya ditarik jadi mobilnya serba bisa ke sekolah, bisa, ke kantor, bisa, ke mall, bisa, ke pasar, bisa mudik, bisa main ke rumah saudara, bisa. Pokoknya mobil sapu jagat bisa dipakai untuk semua keperluan. Betul. Makanya sekarang kita komparasiin ya, Saat. Tapi emang gua agak curang dikit nih. Kalau gua kan bisa nyolok ya. Ah, kalau lu enggak bisa ya. Iya sih. Jadi kebetulan mobil ini meskipun sama-sama hybrid, keduanya punya sistem yang berbeda. Jadi kalau tadi Bagas bilang, salah satu di mobil ini adalah hybrid electric vehicle dan itu adalah Toyota Kijang Innova Xenix ini. Jadi dia punya mesin 2000 cc dengan siklus Atkinson dan ada baterai kecil yang ada di bawah jok depan. baterainya kecil mungkin sekitar 1 2 atau 3 kWh dan dia bisa menjalankan mobil ini dengan tenaga bensin atau listrik atau gabungan seefisien mungkin. Nah, tapi biarpun kita bilang bisa bensin dan listrik, dia enggak bisa dicolok dari sumber listrik eksternal kayak misalnya colokan rumah, SPKLU dan lain-lain seperti itu. Gimana dengan mobil yang satunya? Jadi kalau TIG8 itu ah dilengkapi dengan teknologi yang dinamakan Cherry Super Hybrid. Sebenarnya sih ya plugin hybrid electric vehicle ya. Tapi kenapa ceri menamakannya cerry super hybrid? Karena dari mesinnya yang punya CC 1500 turboco ya, terus transmisinya, terus baterainya yang sebesar 18 kWh itu khusus dipakai di sistem cherry super hybrid aja, enggak dipakai di mobil lain. Makanya dia punya thermal efisiency yang bagus banget, 44,5%. Pembakarannya optimal dan keluaran emisinya juga minim. Tapi keluaran tenaganya maksimal, outputnya bisa sampai 341 horsepow dengan torsi sampai 525 Nm torsinya sport car. Gimana kalau kita tes kali ya, Sat? Ya, 0 sampai 100 km/h gimana? Boleh. Jadi kita lihat mana yang lebih kencang di antara kedua mobil ini. Oke, kita tes. Buset, ternyata di bawah klaim loh. Klaimnya 38 CSA itu 8,5 detik 0 ke 100 ya kita dapat 8,39 detik. Sementara Zenix ya 10 detikan sih karena emang Zenix di atas 2 ton. Sementara 38 CSA ini di bawah 2 ton. Hampir 2 ton. Gimana menurut lu, Ustaz? Ya emang gila sih mobil segede gitu bisa 8 detikan mah di luar nalar lah. Tapi ee itu juga terjadi dengan kondisi tertentu kan. Benar. Jadi 38 CSH ini kondisinya punya baterai di atas 80% dan bensinnya sih enggak penuh-penuh banget ya. Dia cuma 3/4 dari tangkinya. Tapi ingat baterainya lebih gede daripada Zenix loh. Masih bisa ternyata buat kencang banget di bawah 10 detik itu 0 ke 100-nya ya. Iya. Apalagi kemarin di Surabaya kan kita ngetes mobil ini dapatnya 0 ke 100 itu 11 detik 11,4 kalau enggak salah. Sekarang 10 detik tapi kayaknya tuh faktor yang berpengaruh adalah weight reduction supirnya. Y mentang-mentang saya cebol ya. Tapi benar juga sih. Ah. Ya, tapi emang udah kelihatan ya. Maksudnya yang satu punya baterai lebih gede, terus output juga lebih gede, terus berat juga beda. Kelihatan kalau emang City gua sih bakal mendominasi di 100. Tapi ee ya namanya mobil keluarga kan ya kencang bonus lah. Tapi kan intinya harus nyaman buat keluarga. Benar. Benar. Kayaknya ada yang pengin pamer sih. Jadi gua kasih kesempatan karena sudah sering silakan tiga duluan. Oke, si anak baru lagi ya. Penantang baru nih yang lumayan ngocol ya harganya ya. R00 jutaan kecil tapi coba engine mountingnya pakai hidrolik. Terus flywhel-nya ya atau roda gilanya itu dia vibrasinya jadi lebih minim sehingga getaran mesinnya itu enggak berasa ke dalam kabin. Makanya kalau kita bejek dikit itu kalau mesinnya ambil alih take over sama sekali enggak berasa. Jadi benar-benar kedap kabinnya. Apalagi ditambah kacanya yang udah double glazing. Enak banget nih. Nih suara angin sayups-sayup doang nih. Suara roda dari jalanan juga terdengar sap-sap doang. Gimana Zenix? Ya kalau Zenix terutama buat kalian ya mungkin kalian udah cobain naik Zenix segala macam. Kalian bakal tahu kalau Zenix itu nyamannya seperti apa. Bahkan dibanding beberapa mobil baru dia nyam. Dibanding keijang-kijang terdahulu dia nyaman banget. Apalagi kalau lagi di mode hybrid atau mode listrik gitu. Beh, udah tenang, enggak ada vibrasi gilal lah. Cuma memang ada beberapa poin di mana Zenix ini belum punya tapi gua punya. Dia masih pakai ini ya, mobil ini dia masih pakai engine mounting konvensional. Flywhel-nya juga flywhel yang biasa aja. Terus kaca itu yang paling penting dia masih pakai kaca konvensional yang lapis tunggal. Sementara tigo lapis ganda dan itu udah foregone conclusion kaca lapis tunggal dibanding sama kaca lapis ganda. Kalau ketemu situasi yang agak noisy gitu, terdengar ini ya, gerasa grusuknya ya langsung ya. Padahal ini udah lebih kedap loh. Wih makanya jadi dengan harga di bawah 500-an udah oke lah ya si 38 CSA ya. Makanya maksudnya begitu harganya benar-benar eh gila gua harus aduin tuh Cherry sama Kijang Zenix gitu. Gua pengin tahu kayak gimana. Oke, Sat. Mungkin kita bahas soal sistem hybrid dari kedua mobil ini ya. Karena kan berbeda ya, yang satu hybrid electric vehicle, satu lagi plugin hybrid. Karena ngelihat komentar-komentar netizen ternyata banyak yang ee masih salah kaprah atau belum paham bahkan dari kedua sistem hybrid mobil ini. Nah, pertama yang pengen gua jelasin itu adalah sistem Cherry super hybrid atau plugin hybrid electric vehicle-nya Cherry. Jadi, Cherry 38 CS ini punya sembilan skenario untuk menggerakkan roda depannya. Yes. Walaupun memang masih penggerak roda depan, tapi skenarionya udah banyak banget nih. Dia bisa full EV mode. Jadi baterainya doang yang gerakin ban. Terus bisa baterainya ngegerakin ban, terus listriknya bersumber dari mesinnya jadi series hybrid. Bisa juga penggeraknya itu digerakkan oleh mesin dan juga baterainya sehingga jadi paralel hybrid. Enggak cuma itu, parallel series hybrid pun juga bisa digunakan di sistem Cherry super hybrid ini. Jadi, sambil diisi dari mesin hybridnya, mesinnya juga bisa menggerakkan roda sambil mengisi baterai. Sementara baterainya pun ikut memutar roda. Banyak banget skenarionya. Belum lagi regenerative breaking-nya itu ada dua level, ada high sama low. Sistemnya emang kompleks banget. Tapi sebenarnya sih mirip-mirip sama Zenix. Cuma untungnya di Cherry Super Hybrid ini dia ada mode EV plus biar hemat daya banget. Dan power saving mode-nya itu ada mode force. Jadi kalau kalian ketemu tanjakan itu bisa disimpan tenaganya buat nanjak-menanjak. Jadi walaupun penggerak roda depan, tenang aja nanjak-menanjak pun pasti bisa dilibas sama CD38 CSH ini. Dan karena transmisinya dibuat khusus untuk sistem super hybrid, itulah kenapa sistemnya itu beda sama ECVT atau bahkan TOR converter biasa. Dia punya efisiensi gerakan mekanikal hingga 98,5%. Tinggi banget makanya bisa irit pol. Nah, karena banyaknya skenario dari Cherry Supra Hybrid ini untuk menggerakkan roda depannya, itulah kenapa klaimnya bisa sampai 76 km/l. Dan sekarang nih ya itu untuk penggunaan energinya itu sekarang 21,7 km/l dengan jarak ya 50 km lebih. Kalau di Zenix gimana tuh konsumsi energinya? Oke, jadi kalau C38 punya berbagai macam skenario yang mungkin agak ngejelimet, Toyota Kijak Innova Z ini karena hybrid-nya sedikit lebih simpel, skenario juga mungkin lebih sederhana. Jadi, e dia bisa series hybrid, bisa parallel hybrid, dan juga bisa series parallel hybrid. Jadi mungkin cuma sekitar tiga yang perlu kita tahu karena komponen utamanya ada mesin 2000 cc kit cycle di depan, ada baterai sekitar 1 k di bawah jok depan dan dia ada power split device di depan untuk menggantikan peran transmisinya untuk menyalurkan tenaga dari mesin atau baterai ke rodanya. Dan ini bisa dipilih-pilih mau listrik aja, mau bensin aja atau mungkin mau keduanya. Pokoknya pengaturan tenaganya akan dibikin seefisien mungkin. Cuma kalau misalnya kalian mikir loh bukannya gua baca-baca itu Kijang Innova ZX pakai ECVT. Sebenarnya ECVT itu cuma buat nama aja biar kita-kita orang awam itu bisa mengerti dengan mudah. Oh pakai transmisinya sejenis situ. Tapi sebenarnya yang dipakai adalah power split device yang bertipe gear dan ukurannya kompact. Jadi kalau misalnya kalian pikir aduh pakai CVT sabuknya begini begini begini. Yang ini enggak akan kejadian seperti itu. Nah, kalau drive mode kebetulan dia cuma ada tiga, cuma ada echo, normal sama PR alias power gitu ya. Terus kalau misalnya soal regen breaking, mobil hybrid ini juga punya regenetic breaking, tapi sayangnya enggak bisa diatur mau seberapa kuat atau seberapa lemah. Dan dia juga enggak bisa one pedal driving. Plus kalau detailnya konsumsi bensinnya itu bervariasi tergantung ee misalnya penggunaan terus bobot gimana lainnya segala macam. Tapi rata-rata kita bisa dapat sekitar 12 sampai 26 km/l. Gua terbaik di Bali. Gua pakai mobil ini gua dapat 26 km/l, tapi rata-rata kita dapat sekitar 15,5 km/l pakai Kijang Innova Zenix Qybrid. Dan kalau jarak full tank itu dia baca gaya berkendara sebelumnya. Di mobil ini kebetulan kita dapat sekitar 520 atau 530 km kalau full tank. Padahal kemarin di Malang waktu full tank kita bisa dapat hampir 980 km. hampir 1000 km ya kalau misalnya diukur-ukur. Cuma emang konsumsi energinya belum sebanding sama 38 CSA yang plugin hybrid. [Musik] [Tepuk tangan] Sip. Sekarang kita udah di Senayan. Tadi kita jalan dari Indah Kapuk ke Senayan ya dan menempuh ya pasti jalanan yang macet. Benar tol cuaca yang tidak menentu ya di sini. Di sini mungkin enggak hujan tapi tadi dipik hujannya minta ampun. Gitulah makanya. Oke sekarang kita bahas soal fitur ya. Oke boleh. Tapi dulu deh. Dulu apa aja? Apa aja fiturnya? Ee panoramic sunroof ada sampai baris kedua kita berdua ada ya? Iya. Ee ini deh apa namanya? Rear seat entertainment. Aduh, gak ada. Ei. Apa lagi? Apa lagi? AC sampai baris ketiga. Aduh, mungkin di varian yang front wheel drive ini enggak ada ya. Tapi mungkin di varian all wheel drive bakal ada. Kita bakal tunggu aja gebrakan dari Ciri selanjutnya. Lanjut lagi. Iya. Ee nutup pintu bagasi pakai perintah high innova. Tutup pintu enggak? Itu ya. Ya, electric itu kepakai enggak? Kepakai enggak? Sama sekali enggak sih. Fitur enggak berguna. Sumpah demi tapi kita udah electric portal getua. Dua-duanya udah. Duanya dua-duanya udah. Dua-duanya udah. Lanjut lagi. Oke. Eh, ambient light ada dong. Ambient light canggih banyak warnanya. Ada mobil Eropa. Ada. Ada. Tapi nanti kita bahas ya. Nanti kita bahas. Egi. Jok captain seat tengah dengan fitur otoman dengan sandaran betis dua. Aduh. Ya enggak ada sih. Tapi gua ada Queen passenger front seat ya. Jadi bisa mijet sama ada le-nya juga ya. Walaupun cuma satu kursi si di bagian depan. Yang penting bisa mijet. Udah nih, enggak ada lagi. Oke, sekarang giliran gua coba. Kalau colokan buat HP ya, type C sama type E sih ada ya kita berdua. E gua ada yang konvensional 12 volt, USBC, USB ada semua. Oke. E, Android Auto sama Apple CarPlay sih udah ya? Udah, udah wireless juga kan? Ada wireless wireless juga. Terus kamera view around view kamera ada tapi gua 540 derajat, dia masih 360 derajat. Ayo. Oke, lanjut lagi. Lanjut lagi. Speaker 12 titik gua dari Sony termasuk private speaker di head pengendaranya. Jadi, biar pengendaranya bisa dengerin musik secara private. Bisa enggak Innova? Ih, enggak ada kan? Nah, ayo lanjut lagi. Head unit gua gedenya sampai 15,6 inci udah pakai chipset Snapdragon. Mulus banget animasinya. Ada enggak? Eh, enggak ada kan? Lanjut lagi. Head up display. Coba head up display. Augmented reality. Head up display. Bisa nampilin adasnya juga sama navigasi arah panah. Udah kayak di game-game enggak ada. Lanjut lagi gua. Eh, jok elektrik. Gua sih ya cuma penumpang depan sih. Tapi ada enggak Innova Zenix sama sopir juga loh. Ini jok elektrik. Heh. Oke, gua lagi. Ah, fitur pijet juga tinggal gua doang. Cherry doang nih. 38 CSA nih. Terus wireless charging tapi udah 50 watt dan ada pendinginan juga buat HP. Ada sirkulasi udara ya biar HP-nya dingin kalau sambil dicas. Ada enggak? Enggak ada kan? Pamungkas. Pamungkas vehicle to load karena ada colokan buat SPKLU. Jadi bisa ada adapternya 3.300 watt, bisa nanak nasi pakai rice cooker, bikin kopi. Pokoknya semua persiapan kalian minggat dari rumah kalau dimarin sama istri. Oke. Ada enggak, Boy? Ingat harganya kan? Hah? Dahah. Udah, udah, udah, udah. daripada lu makin becek ya, mending kita bahas soal sektor safety dari mobil kita masing-masing. Oke, Toyota Zenix dulu deh. Oke, jadi Toyota Zenix tipe Q doang dia punya ADAS dan lengkap. Ada adaptif cruise control. By the way, ini TSS 2.0 ya, sama kayak di Toyota Foxy. Jadi di tol bisa jaga jarak aman sama depan. Lengkap juga dengan traffic hijabis. Jadi bisa juga dipakai macet-macetan. Jadi macet-macet enggak usah repot gas trem-gas remnya bisa nentuin sendiri. Ada juga blind spot warning. Autonomous breaking. Semua yang bisa kalian expect di sini di Toyota Kijang Xenix tipe Q hybrid. Nah, kalau 38 CS gimana? Oke, jadi kalau 38 CSA yang udah disebutin sama Hilsat pun udah ada di 38 CSH ini. Jadi mulai intelligent cruise control ya, adaptive cruise control khasnya Cherry itu udah hadir di ADASnya Cherry ini juga udah ada forward collision warning dan forward collision mitigation dan ada traffic jamm assist. Jadi kita bisa ngaktifin ADASnya mulai dari kecepatan 15 km/h sampai berhenti bahkan. Dan enggak cuma itu aja, S. Ada door exit warning. Jadi ketika kita mau buka pintu ya dari sisi kiri atau kanan, ketika ada objek yang mendekati pintu, pintunya bakal ngunci dulu sebelum kalian bisa buka. Tunggu objeknya lewat dulu baru pintunya bisa. Coba dikasih warning ambient light jadi warna merah ya. K benar ada ambient light-nya jadi merah-merah itu keren sih kan. Dan tambahan lagi airbag-nya set. H. Nah, airbag-nya gua udah 10 yah. Tang jangan, jangan, jangan, jangan basahin diri lagi, jangan. Jadi ya masing-masing udah ada airbag, tapi kebetulan CD 38 CSA ini lebih banyak 4 buah. Lumayan sih. Oke, ngomongin soal platform ya, Toyota sih udah berpengalaman ya. Ya, ini TNGA. Toyotanya global arsitektur beneran TNGH ya, beneran itu beneran. Sementara kalau Cerry paket platform T1X. Mungkin kalian jarang mendengar platform tersebut, tapi sempat ramei platform tersebut karena udah dites tabrak waktu kita ke Cina. Oh iya, lu lihat langsung ya. Iya. Yang rameai di matsos kita tuh 39 yang strukturnya dibawa turun ke 38 CSA adiknya. Jadi udah aman soal platformnya ya. Kapan lagi orang diundang ya buat dilihatin tabrakan. Ceri doang tuh. Beneran ceri doang makanya. Oke. Sama soal baterai. Nah baterainya. Oke, mungkin kalian banyak yang konsern ya, kalau Zenix baterainya kan berapa kilow? Sekitar 1 komaan. Enggak tunggu bukan baterai. Baterai. Baterai. Kalau yang ini baru baterai karena 18 kW sendiri baterainya mobil listrik micrcar aja masuk ke sini. Gila makanya. Nah, mungkin dari kalian banyak yang koncern bagaimana soal keselamatan dari baterai Ciri 38 CSA ini. Tenang aja, udah bersertifikasi IP68 direndam air 1 m selama 1 hari pun bisa aman. tetap dan dia kalau misalkan amit-amit ketabrak 2 ms langsung mutusin tenaga dari baterai biar enggak terjadi kebakaran cleting cleting apalagia dan kalau misalnya yang sederhana deh bang cuci mobil aman nih coba lihat aman iya dicuci tadi kan aman-aman aja spray lag iya makanya mendung nih kita nih sekarang syuting lanjut lag dan baterainya bisa beroperasi dari suhu min 35 derajat sampai 60 derajat celcius suhu suh oke yang paling bikin Mungkin orang penasaran konsumsi energi atau mungkin bensin dan listrik kali ya. Benar tuh. Nah, secara kita sudah nempuh ratusan kilometer ya. Sekarang kita kasih tahu ini dia konsumsi energi yang kita pakai. Gua enggak bisa lihat tapi gua tahu siapa yang lebih irit ya. Ya gimana sih ya agak curang sebenarnya dari 38 CSA karena plugin hybrid lu masih hybrid electric vehicle biasa. Iya. Dan jangan lupa H A R G A. Apa tuh? Harga harganya harganya lagi-lagi R00 jutaan. R00 jutaan selisih 200 juta. Gua ambil Air lagi deh. Jangan jangan jangan jangan. Oke, sekarang kita closing dulu sebelum Anda membasahkan diri sendiri. Iya. Oke, jadi e kesimpulan pada video kali ini adalah seperti yang tadi kita bilang di awal, biasanya orang sekarang kalau pengin mobil hybridnya udah definitif nih, standar. Pilihannya selalu ini Toyota Kijang Xenix Hybrid. Karena ini mobil yang cocok buat hampir segala keperluan. ke pasar masih oke, ke kantor masih gengsi, ke acara VIP enggak malu-maluin. Dan baik lagi semua merek berusaha menantang, tapi enggak ada ajian yang paling mumpuni sampai tiba-tiba muncul si satu ini nih. Karena kehadiran Cerity 8 CSA ini level kenyamanan masyarakat bisa lebih naik. dengan harga yang lebih terjangkau, dia bisa dapat yang lebih dibandingkan dengan market leader. Bahkan beda 200 juta tapi fiturnya komplit banget. Udah kayak mobil di atas R00 juta bahkan bisa dicolok, bisa dicolok. Fiturnya komplit, nyamannya juga enak. Kedap banget suaranya. Konsumsi energi gila parah deh pokoknya plus deh. Jadi kalau kalian yang mau naik tingkat tapi tetap masih pengen value for money, pilihlah Cry 38 CSH ya. Tapi enak ya mobil elektrifikasi Indonesia pakai M pilihannya elektrik murni, plugin hybrid, hybrid dan lain-lain. Senang ya rasanya. Makanya alhamdulillah masyarakat lagi yang diuntungan ya. Iya. Jadi apa pilihan kalian? Sampaikan di komentar di bawah dan kita pamit untuk diri. Jangan lupa subscribe ya dan komentar juga. Gua Hilarius Satrio, gua Bagas Satrio. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah.

Lihat di YouTube