Jungkat

CHEVROLET ESTATE | Perawatan Mudah dan Murah | Motomobi Used Car (YouTube Video)

  • 10/08/2025

Mwagon keren merek Amerika R0 jutaan. Ini dia salah satunya itu Chevrolet Estate. [Tepuk tangan] [Musik] Halo YouTube. Selamat datang di channel Motomo. Wah, Chevy Estate merupakan wagon yang murah yang dulu suatu wagon yang tidak dilirik. Sekarang semakin dilirik. Makanya hanya sedikit populasi estate di Indonesia. Sejarah estate ini juga belum terlalu panjang karena generasi pertamanya baru muncul tahun 2006 dengan bentuk seperti ini. Bentuk depannya masih kaku mengotak dan mirip seperti versi sedannya. Yes, Chevrolet Optra. Chevy Estate ini di belahan dunia sana punya nama lain yaitu Dewu Laetti atau ada juga Suzuki Forenza. Ada juga Buck Xley, ada juga Holden Optra, Daiwu Nubira, Chevrolet Nubira. Aduh, banyak sekali. Padahal sebenarnya Chevy Estate ini basicnya adalah suatu daywun. Mesinnya hanya ada satu pilihan saja yaitu 1600 cc. Dan untuk Chevy Estate ini tidak seperti sedannya yang 1800 cc. Pada tahun 2008, Chevy Estate dapat facelift pertamanya dengan bentuk yang lumayan berbeda. Yang tadinya mengotak menjadi bermata sipit dan tajam. Moncongnya menjadi membulat. Namun bentuk belakangnya dan samping masih serupa dengan preacelift-nya. Oke, lanjut generasi keduanya. Hmm, bisa dibilang menjadi tidak ada penerusnya karena penerusnya berubah nama jadi Chevrolet Cruise yang sedan semua adanya. Ya begitulah Chef Ry ganti-ganti nama. Namun sebenarnya satu garis keturunan. Ya sudah kami bahas aja langsung. Ini Chef Role Estate bersama dengan si mamang-mamang itu yang sudah bertambah tua. Rambutnya semakin menipis. Ayo Mamang silakan. Jadi Mamang bilang ini adalah wagon yang cukup bisa dibanggakan kalau kita bisa miliki gitu ya. Karena apa? dia diproduksinya cuman 4 tahun aja dari 2006 festiv tahun 2008 dan 2009 udah kelar dan mungkin pada saat itu atau zaman sekarang juga yang menjadi kastanya dia yang sekelasnya dia di Indonesia susah cari lawannya pada saat itu malah enggak ada lawan mungkin salah satu lawan yang agak-agak dekat yang agak-agak ya station wagon juga yaitu Livina itu cuman satu tapi itu pun Livina kan fan ya kalau ini benar-benar station Wagon F seater yang basicnya dari sedan. Kalau Livina kan bukan sedan ya enggak? Iya. Ini cuman satu-satunya wagon. Dan sampai sekarang pun orang masih banyak yang memelihara karena apa? Perawatannya mudah. Nanti Mamang kasih tahu juga perawatannya mudah dan murah spare part-nya ya. Tonton sampai habis video ini. Nih dimulai dari depannya. Jadi ini adalah yang pertama kali keluar Chevelet Estate itu seperti ini bentuknya dengan headlamp yang agak sedikit besar dan blok matanya. Sedangkan facelift itu diamakan e estate Magnum kalau enggak salah. Headlampnya jadi sipit. Iya ya. Tapi tergantung selera orang ya. Kalau mamang lebih suka yang maknumnya tapi ada juga yang senang matanya blow seperti ini. Tapi kalau mamang sih sukanya yang optra yang sipit-cipit. Cuman ada juga yang suka model blo gini matanya. Headlamp-nya seperti ini. Dan seperti biasa kalau yang mobilnya jarang, headlamp-nya juga harganya berarti ma mantul. Iya. Mahal ya. Untuk satu biji seperti ini Rp3,5 juta. Makanya kalau cari estate headlampnya dulu yang dilihat. Dan rata-rata jadi kuning semua. Ini juga udah mulai menguning ya. Ya, maklum ya cuaca Depok tuh kayak gini. Iya emang jahat banget buat headlamp. Terus grillnya gede-gede seperti ini. Kalau yang sipit-sipit grillnya jadi ya ikutin headlamp ya. Iya. Jadi ini kan kotak-kotak kaku-kaku. Kalau yang sipit-cipit tuh lebih dinamis lah gitu. Tapi ya selera ya. Headlamp-nya berbentuk panjang karena dia memang basicnya adalah yang sedan kayak opra ya, opra gitu ya, Opra Magnum dan Optra ini juga pinggirnya lumayan panjang gitu ya. Ini panjangnya adalah 4,580 atau hampir 4,6 m. Terus wheel base-nya adalah 2.600 mm atau 2,6 m. Ya, cukup ideal wheel base-nya. Tapi untuk sebuah wagon dipakai di Jakarta ini cukup panjang ya. Ini kalau bisa dibandingkan sepanjang Innova padahal hanya 5 seater aja. Makanya di Indonesia station wagon itu kurang laku. Nah, tapi di zaman sekarang wagon itu dicari kenapa? Karena unik. Banyak yang unik. Yes. Ini ada roof rail yang udah disediakan dari awal gitu ya. Terus profil-profilnya juga seperti dan di bagian sini ditambahin atap lagi. Jadi dibilangnya adalah wagon itu atap panjang. Terus dia pakai veleg yang seperti ini. Ini adalah veleg veleg 15 inch. Profil bannya adalah 185 60. Depan cakram, belakang cakram. Uh, keren sekali. Udah ABS EBD. Ditambahin atap seperti ini, kaca-kaca seperti ini. Bagus loh floing-fowing desainnya itu bagus sebetulnya. Enggak ada yang salah dengan desainnya. Belakangnya juga. Ah, gini. belakangnya yang Estet ini mau depannya yang udah sipit ataupun yang masih kotak seperti ini belakangnya mirip aja seperti ini udah ada refoger, ada wiper surf back lamp-nya di bawah sebelah sini lampu-lampunya besar-besar gitu ya ala estate gitu jelas pun ditulisin estate ls itu chev oh ya satu lagi kalau untuk yang estate gitu ya itu cuman ada satu varian yang aja kecuali yang sedan itu Ada LT yang tempe tertinggi, ada yang LS. Kenapa LS? Karena mesinnya mesinnya cuma satu jenis aja kalau yang SAT, yaitu varian yang standar. Nah, sini dia. Uh. Uh, beratnya. Uh. Ah. Ah, panas. Ah. Yes. Cuma satu mesin aja dengan tulisan Etteek 2. TK T 1600 cc DOHC. Tenaganya 110 PS dan punya torsi 150 Nm. yang disaturkan ke roda depan dengan transmisinya ada dua, ada yang matic, ada yang manual. LS cuman 1600 aja. Sedangkan LT itu 1800. Itu bedanya. Filter udaranya gede sekali. Wah. Nah, ini gimana, Mang, spare part-nya? Spare part-nya banyak. Di online juga ada. Harganya terjangkau, tapi ada beberapa part gitu, ya. Yang perlu diperhatikan dari sini adalah karet-karet. Yes. Seperti selang-selang seperti ini, engine mounting, tapi yang lainnya itu terjangkau. Iya, kayak misalnya terot. Terotnya cuman Rp150.000-an aja. Radiator wajar-wajar aja cuman R,5 juta gitu ya. Enggak ada yang aneh-aneh di mesinnya juga. Mesinnya gampang dirawat. Orang-orang juga udah pada tahu kalau misalnya dibuka jeroan, oh ini mah sama ini sama itu. Gitu ya. ini enggak ada masalah sama mesinnya. Cuman yang perlu diperhatikan adalah selang-selangnya yang udah mulai pada getas karena lumayan mahal untuk yang selang-selangnya. Itu aja kalau dari ST. Terus maticnya banyak yang bilang matic enggak? Maticnya konvensional biasa dan banyak orang juga yang udah pada tahu dengan maticnya yang dipakai oleh Chev Ret S8. Kenapa enggak laku? Karena mobilnya juga sedikit. Iya. Enggak banyak yang tahu sih. Terus yang istimewa kan di sini karena atapnya panjang jadi bagasinya juga semakin besar. Nih, ini dia yang istimewa dari Chevrolet Estate. Yeay. Jadi karena memang dia ditambah atapnya, jadi makin gede volumenya. Nah, kalau di luar negeri sana ini kadang-kadang orang bule gitu ya suka banget bawa dogi di belakang. Makanya dia disediain dognet seperti ini dari awalnya tuh. Ini udah ada dan ini kalau misalnya hilang jangan sampai hilang. Kalau misalnya kita beli Chevrolet Estate ini mahal-mahal kayak gini R,5 jutaan gitu ya. Nah, kayak gini juga R25uta buat apa gitu. Makanya sampai lengkap kita lihat dulu kelengkapannya. Pokoknya perintilannya estate itu lumayan mahal. Kalau mesin kaki-kaki malah enggak mahal. itu aja kuncinya. Nah, terus di sini ada apa aja, Mang? Di bawah sini tuh ada tulkit-tulkitan gitu, ya. Di bawah lagi ada ban sererep lagi nih. Pasti ban serep tuh. Ban sereap. Ah, terus rapi gitu ya dibuatnya sama Chev R ini sebetulnya ya bukan Chev R banget sih, tapi apa coba? Dew. Nih, sebelah sini juga ada tempat nyimpan-nyimpan lagi. Ah, ah, jangan dibuka takut. Terus ini ada power soket nih. Ini kan berguna banget. Jadi di luar negeri tuh station wagon itu bukan kendaraan yang spesial. Berbeda dengan di Indonesia, station wagon itu menjadi barang yang spesial. Nah, terus ini masih bisa dilipat lagi kalau misalnya di bagasi butuh banyak menjadi flat floor ke depan. Berguna sekali ya wagon ya. Jadi pengen eh wagon eh satu gitu di rumah enggak punya bang-wagonan ya nih trim pintunya juga karena ini adalah sedan yang multiguna pada saat itu harusnya jadinya begini aja sederhana cuman kayak gini ya ini empuk empuk empuk jadi bawahnya keras-keras juga belum tenar yang namanya untuk nyimpan-nyimpan bottle holder di bawah sini terus di sini ada tempat nyimpan apa enggak tahu nih kalau handphone zaman dulu kayaknya sih masuk. Oh, bisa nih. Cuman harus lebih ramping ini. Kebetulan memang yang Pro Max jadi lebar gitu, enggak harus yang agak lebih ramping lagi. Eh, begini cara duduknya. Gelap. Nah, ah. Warnanya tuh abu, semuanya fabrik. Joknya enggak terlalu empuk banget, cuman enak inklinasi ke atasnya. Enak pahanya jadi lumayan tersangga, senderennya juga enak. Jadi, Mamang kalau misalnya keluar kota pakai mobil ini, itu enggak akan capek untuk di bagian belakang sini ya. Terus dikasih headr dua ini harusnya tiga. Ada seat belt yang penumpang ketiga. Jadi yang di tengah sini adalah anak kecuali. Iya, anak kecil maksudnya. Sini dikasih armres juga dua cup holder udah lengkap. Terus di atas ini dikasih lampu kita itu ya. Ada kantong kursi di bagian belakang. Dah, itu aja sih. Ini buat nyangkutin dognet juga ya. Kayak buat apa kayak gitu tiang ke sini buat gantungin barang apa gitu. Ada udah disediain sama si Chefi. Chefi. Chei kayak orang Sunda ya si Chevi ya. Ini maong betah di belakang sini. Kok enak ya mobilnya ya. Dan biasanya ya biasanya ya kalau penumpang belakang gitu ya. Ini saya tutup nih. Kepala kita tuh pas banget di sini. Biasanya kacanya agak ke sini yang row keduanya. Kaca belakangnya ke ke belakang lagi. Tapi ini malah kaca row ketiganya itu sampai ke kepala mamang. Ini dia bagian depannya. Joknya sama senada dengan yang belakang. Lumayan gede-gede bolster-bosternya gitu ya. Terus pengaturannya ada head adjuster. Yang depannya aja ada nih. Keren. Terus head adjusternya juga ada tersendiri gitu ya. Berarti ada 1 2 3 4 5 6 7 8 W. Keren enggak sih? Keren lah. Nah, kebetulan memang ini adalah tipe yang matic gitu ya. Jadi makanya di sini cukup terlihat dengan jelas. Nanti ada yang unik di sini karena enggak semua mobil ada yang operasionalnya seperti ini. Nanti Mamang tunjukin. Oke, ya. Dashboard-nya. Eh, empuk, empuk, keras. Sudah mulai keras, tapi di atasnya empuk. Untungnya walaupun empuk dia pakai bahan yang durable gitu. Kayak bahan-bahan apa ya? Puretan kayak yang misalnya kita pegang di setir itu kayak gitu. Jadi keras tapi empuk gitu ya. Terus ada ventilasi AC yang semuanya tuh bentuknya bulat terus bisa ditutup individual. Keren. Hazardnya dimuliakan di bagian tengah. Terus Mama pengin lihat juga tuh di tengah itu dikasih informasi apa ya? Ada jam digital. Hmm. Enggak ada suh luuar tapi ya. Enggak ada mid juga enggak ada. Kita ng bisa tahu keiritannya seberapa. Enggak ada juga. Inin ah. Starter ah. Nah. Nah, terus kalau misalnya LS gitu ya, itu kan di bawah LT ya. Kalau LT ditandai dengan adanya AC digital. Itu aja sih bedanya di situ aja. Yang lain-lainnya mirip-mirip aja. Terus cukup lengkap nih, ada heaternya juga, ada sirkulasi dari luar ke dalam, ada rear divoger, ada front divoger. Ngumpul di tengah semua gitu ya. Fannya sampai 4 speed kecepatan tuh. Terus speedometernya itu ada tiga cluster. Yang tengahnya itu adalah speedometernya. Sebelah kiri adalah untuk odometernya. Sebelah kanannya f gage sama temperatur mesin. Terus di sini juga ada pencet-pencetan. Ada odometer, ada trip A, trip B, de it. Jadi enggak ada mid sama sekali. Setirnya terbungkus kulit. Tapi ini mah kayaknya sudah diretrim ya. Aslinya ya memang kulit sih, cuman kayaknya bukan kulit deh. Pul eretan biasa deh. Komen di bawah ya kalau yang tahu ya. Tuh. Nih klaksonnya bukan di tengah. Ini kopongan ini isinya adalah airbag. Tuh ya. Kalau klasonnya di mana, Mang? Pakai tombol kecil sebelah sini. Tuh posisi duduknya. Posisi duduk Mamang cukup enak. Ini adalah lebih mengarah ke bukan sporty tapi ke arah nyaman. Untuk jarak jauh sepertinya enak karena dia dikasih posisi yang tinggi, comanding, dashboard-nya juga rendah jadi ngelihatnya luas gitu ya. Jok-joknya juga dibuat lebar-lebar supaya pantat kita tuh bisa geser kiri, geser kanan dengan leluasa. Nah, setirnya eh belum ada, cuman ada tiling aja. Cuman udah pas dah pas ini semua untuk jarak jauh kayaknya nyaman deh kayaknya ya. Mamang harus coba terus tempat nyimpan-nyimpan di mana aja, Mang? Ada di bagian depan ini ada saku pintunya itu ya. Sebelah sini juga ada terbuka gede malah ada asbaknya, ada power socket, ada cup holder bertingkat nih. Sini tuh ada tingkat mau yang mana. Terus juga di sini ada tempat nyimpen-nyimpan lagi. Tempat kartu nih. Ada nih. Tuh, ada tempat kartunya. Terus sini juga ada box. Wuh, gede banget. Untuk sebuah sedan sih gede. Terus ada partisinya jadi lebih enak dah. Apalagi di atas vanity mirror. Apakah ada lampunya? Ah, tidak ada saudara-saudara. Terus lampunya dapat dua gitu ya. Ada night and day-nya manual. Terus yang tadi Mamang sebutin yang unik tuh apa, Mang? Ini ini mobil matic. Biasanya kalau mau ngerilis itu ada tombolnya kan di sini kek, di sebelah sini kek, sebelah sini kek. Kalau Chev RLE itu enggak. Jadi dia harus ditekan ke bawah. itu ya. Nih kayak misalkan dari Nih mau pindah ke R. Aduh enggak masukmasuk. Uh panik kan? Panik biasanya. Uh enggak bisa masuk. Ini rusak enggak? Ini ditekan ke bawah tuh baru dia mau masuk ke R. Ini uniknya di Chevrolet Estate. Sekarang Mamang pengen coba. Oh iya di sini ada tombol apa lagi, Mang? Yang unik lagi di sini adalah electric mirror. Electric mirrornya bukan ditaruh di sini tapi di sebelah sini. tuh dekat kaca mau kiri mau kanan sama folding-nya ada itu ya ada pengaturan head leveling manual juga di sini ada tempat penyimpanan koin juga terus power window-nya auto atas bawah tu ya tapi yang lainnya enggak sama central lock dah selesai sesimpel itah sekarang mamang coba ah engak sabar dari dulu pengin nyobain kay gimana katanya ya suspensi itu ride like Europe apa gitu. Terus sama desainernya kenapa bagus menurut Mamang? Ternyata Mamang udah selidiki desainernya dari Pinin Farina. Iya. Yang nyatanya siapa? Georgeto. Juaro. Oke, saatnya kita mencoba Chevrolet Ini yang mamang tunggu-tunggu. Mamang aja belum pernah nyetir sama sekali yang namanya Chevron Este. Pertama, benar, posisi duduknya tinggi untuk sebuah sedan gitu ya. Tapi kalau untuk wagon kayaknya enak gitu, bisa ngelihat ke mana-mana dengan happy. Iya, kelihatan kiri, kanan, depan, belakang itu gede-gede semua jendela-jendelanya. Terus dashbornya juga menurun. Jadi kelihatan ke mana-mana. Lampu sennya ada di kiri ya. By the way, yang kedua, posisi duduknya ini bukan sporty, jauh banget dari sporty. Tapi dia memaksimalkan pantat kita, ya, bokong kita gitu. Supaya duduknya tuh enak. Joknya juga enggak terlalu empuk-empuk banget, cuman ini lebar sekali joknya jadi bisa pindah-pindah. Benar tuh, kalau pegal dikit agak ke kananin dikit gitu ya. Ini Chevrolet estate. Terus ini kan sebetulnya mobilnya enggak gede-gede banget ya, cuman ngerasanya Mawang tuh kayak mobil ini tuh lebar ya. Memang agak lebar sih 1,7 man lah. Ini tuh kayak jauh banget ke sebelah kiri tuh. Terus yang Mamang notice lagi dari sebuah Chevrolet estate adalah suspensinya memang tidak lembut sama sekali. Enggak. Ini makan cenderung keras. agak keras ya. Cuma kalau untuk di tol ini sangat ngebantu memang. Cuman kalau misalnya jalan-jalan yang agak jelek jalannya ya memang jadi kerasa banget gitu. Jadi gelombang-gelombang kecilnya juga apa ya di gelombang jalan yang kecil itu kerasa banget di Chepret S8. Harga shock breakernya pun kalau misalnya yang asli memang mahal. Tapi ada juga beberapa part after market yang mirip-mirip kenyamanannya dengan eh shockbreaker yang asli. Harganya R1 juta per buah, which is berarti kalau 4 biji sampai ke belakang Rp4 juta full shockbreakernya. Harga kampas rem-nya juga murah Rp300.000-an ya biasa aja gitu kalau untuk spare part-nya normal. Tuh kan kalau di tol tuh enak gitu nyetirnya. Suspensinya karena dia agak sedikit stiff cuman jadinya enak kalau nyetir di tol. Jadi anteng mobilnya. Kalau udah keluar ke jalan ee provinsi, kabupaten yang hm aspalnya Yumari, kerasa sekali kerasnya. Untuk mesin ya 110 PS 150 Nm. Mamang bilang sih ini agak cukup pas-pasan ya. Enggak yang membuat wah tenaganya satisfying sekali. Enggak. Emang ini dibuatnya untuk cruising mode gitu ya yang 80 100. Anteng mobilnya. Ini enak. Settingan mesinnya juga jadi demikian. Namun sayangnya walaupun tenaganya kecil, CC-nya juga lumayan kecil lah. Cuman 1600, enggak sampai 1800, konsumsi bahan bakarnya sedikit agak boros ya. Untuk pemakaian kombinasi sekitar 19 110 ya gitu ya. itu ya ya dengan tenaganya enggak sebanding. Cuman kalau untuk cruising kayak gini enak kebingit. Posisi setirnya itu ada di bawah jadi enak. Mamang sih senang banget posisi mobil yang cruising kayak gini nih nyantai. Peredaman kabin ini juga sow-sow aja gitu ya yang enggak wah banget enggak biasa aja. Masih cukup kedengaran juga suara bannya, suara mesinnya enggak terlalu sih, cuman suara traffic noise-nya masih cukup terasa. Kalau orang bilang 6,5 dari 10 pedalaman kabinnya perlu ditambah lagi, perlu di-improve lah. Tuh kan. Ih 80 ke 100 aja susah ya. Memang apa yang diharapkan dari 110 PS apalagi maticnya 4 speed yang responnya juga tidak begitu satisfying juga agak lambat malah slugish lah kalau dibilang agak malas transmisinya cuman untungnya maticnya tuh bukan tipe yang rewelan gitu loh iya enak nih mobil kalau untuk satu kota ke kota yang lainnya yang berdekatan ini sih enak banget ya mobilnya kalau di tol cuman hati-hati aja kalau misalnya jalan kabupaten itu aja agak keras. Kelemahannya adalah remnya. Remnya tuh karakter rem yang agak-agak ngeglosor gitu. Jadi kalau kita tekan remnya itu kayak enggak respon gitu. Harus yang agak dalam baru oh ini ngerem. Terus yang kedua adalah AC-nya. Yes. Ini dingin sebetulnya cuman kayak kurang nampol aja gitu dinginnya. Sedangkan ruang kabinnya gede, enggak kayak sedan. Ini mungkin AC-nya untuk disediain untuk sedan, cuman ini dipakai buat wagon. Jadi, makanya enggak nampol gitu dinginnya, Teh. Kata orang, ya, kata orang ini konon katanya bisa diganti kompresor yang 18 yang 1800 katanya lebih gede ya. Enggak tahu. Komen aja di kolom komentar ya. Ini AC-nya kurang nih, kurang jos ini. Padahal sore hari. yang enggak begitu mentrang banget mataharinya. Cuman kurang terasa menggigil gitu ya. Kurang gigitlah dinginnya. Sama handling-nya, feedback-nya agak kurang. Ya memang buat mobil touring sih ya, bukan mobil sport. Iya bukan. Ya memang jadi handlingnya tuh agak kurang aja gitu. Padahal dia udah dikasih suspensi yang keras. Mestinya handlingnya lebih bagus. Cuman ini tidak membuat mobil ini lebih baik gitu. Overall mengenai Chev Ret8 cocok untuk Anda yang sedang mencari wagonwagon versi budget. Rasa berkendaranya mirip sedan, namun dengan atap yang lebih panjang. Punya keuntungan untuk membawa barang atau dogi yang punya peliharaan hewan bisa ditaruh di belakang. Mesinnya juga cukup reliable dengan perawatan yang tidak terlalu merepotkan. Namun spare part-nya memang harus menjadi concern Anda. Mobil ini tidak punya tenaga mesin yang besar, namun cukup nyaman untuk dibawa jarak jauh. Harganya sekarang sudah mulai menarik pula dari R0 jutaan untuk tipe yang preacelift dan Rp0 jutaan untuk yang tipe facelift-nya. Bagaimana menurut Anda tentang Chevol Estate ini? Silakan komentar di bawah. Semua ini adalah opini pribadi saya dan mamang-mamang itu. Kami tidak dibiar oleh siapapun dan apapun yang terlihat pada video ini. Jangan lupa tekan tombol jempol ke atas dan subscribe channel Mobi, Mobobi, dan Mobi apabila belum berikutan tombol loncengnya. Share video ini ke seluruh dunia melalui sosial media Anda dan jangan lupa follow sosial media kami semua termasuk Instagram. Cek motomobinews.id untuk berita-berita otomotif terbaru. Terima kasih telah menonton.

Lihat di YouTube