CITROEN C3 AIRCROSS: NGGAK SAMPAI 300 JUTA! (YouTube Video)
Gua kaget ternyata di Jogja ada dealer situn ya. Ya, ini kita pinjam dari sitrun Jogja. Jadi kalau misalkan kalian pengen beli sitrun ada di sekitar Jogja, Magelang ya, Solo dan kawan-kawan bisa ke sitrun Jogja. Ada ya ternyata ya. Jadi ini mobil ya, gua dulu pernah pinjam Citrun C3 enggak pakai air cross ya. Gua ada beberapa catatan di mobil itu dan ternyata catatan-catatan gua di mobil itu terbayarkan di mobil ini. Ini namanya C3 Air Cross. Dia adalah seven seater ya. Dan mobil ini harganya eh di bawah Rp300 juta. Jadi R90. Dan ada satu hal lagi nih yang kita pinjam ini adalah pre faacelift. Jadi di Gas kemarin tuh baru ada facelift ya. Jadi kalau kalian beli sekarang itu udah ada improvement. Salah satunya kalau kita lihat dari luar, improvement-nya itu ada di lampu depannya yang sudah pakai projecttor LED. Jadi, ada kotak projecttor. Yang ini masih pakai halogen. Tapi yang namanya cuma facelift ya. Jadi sebenarnya rasa berkendara dan kawan-kawannya harusnya masih sama. Jadi kita akan bahas mobil ini secara lengkap. Yes. Jadi ini adalah mobil sitrun yang menurut gua paling value for money. Karena dengan harga under Rp300 juta kalian bisa dapetin mobil yang 1200 cc udah pakai turbo 3 silinder dan transmisinya matic 6 percepatan. Nah, jadi ketika kita ngomongin tenaga, kamu masuk video loh, enggak apa-apa. Jadi dia ini adalah mobil seven seater dengan basis Citrun C3 tapi yang di-enhance lagi. Jadi kalau misalkan kita lihat C3 itu kan kecil banget ya peleknya. Apanya ini peleknya udah lebih besar. ukuran 17 ya. Jadi udah lebih gede dan desainnya gua suka sih. Bentuk depannya, samping, belakang bagus. Terutama gua suka laku-lakukannya ya. Kalau kita lihat dari sini ya bagian fender itu gembung terus dia masuk ke dalam sini. Lihat nih. Lakukan sininya itu bagus gitu. Jarang-jarang mobil biasanya mobil-mobil di kelas kayak gini itu pasti bagian vendernya sampai ke pintu ini dia rata. Ini dibikin ada lekukannya. Dan mobil ini tuh besinya dia lumayan tebal. Nah, mesinnya sendiri gua dulu mengeluhkan di C3 biasa itu mesinnya kurang powerful, transmisinya AMT juga. Eh, bukan AMT, sorry, manual doang enggak ada maticnya. Nah, yang ini terbayarkan sudah 1200 cc 3 silinder tapi sudah pakai turbo makanya tenaganya lebih besar dan dia sudah pakai matic 6 percepatan bukan AMT, bukan CVT dia torque converter. Nah, ini dia mesinnya 1200 cc 3 silinder. Tenaganya 110 PS dan torsinya 205 Nm. di mana kalau misalkan mobil di kelas ini biasanya torsinya berapa? 1500 cc 145 itu paling gede. 140 ya kan kadang-kadang ada yang di bawah 140 130-an sekian. Nah ini dia gede dan cukup rapi ya kalau kita lihat atasnya itu dikasih cover ya dan covernya ini juga lucu. Jadi biasanya mobil cover itu kan plastik. Dia ini dikasih bahan kayak semacam fabrik nih kayak bahan filter ya sampai ke atas ini juga ada peredamnya rapi dicat semua bagian kap mesinnya gitu ya. Dan kalau kita lihat di sini akinya gede. Biasanya kan mobil-mobil kayak gini kan akinya kecil gitu ya. Dihemat ya. Ini dia lumayan besar. Bukan lumayan lagi sih, ini besar banget kayak mobil diesel. Oke, kita tutup lagi. Nah, kurang lebih seperti ini desainnya cakep ya. Warnanya biru, atpnya putih, sama di spionnya juga warna putih covernya. Dan lucu lagi kalau kita lihat atasnya dia tuh atpnya itu ada tengahnya itu lebih turun gitu loh. Jadi ada lekukan ya cakep. Sama untuk bagian ini roof rail-nya ini plastik ya. Dia ini bukan roof rail yang bisa dipakai buat naruh-naruh barang. Tapi ini cuma buat hiasan aja tapi desainnya jadi cakep gitu. Nah ke samping dia tuh punya ground clearance gede 200 mm. Terus di sini ada kayak plastik molding-nya. Ini bahannya tuh kayak bukan plastik biasa, kayak ada karetnya gitu ya. Nah, ini bawahnya juga nih kayak ada rubber finish-nya gitu. Ada aksen putihnya cakep. Pintunya modelnya cungkil ya ke belakang. Nah, ini dia desain belakangnya. Desain Prancis cakep ya. Jadi ngotak-ngotak gitu. SUV banget kalau dibandingin sama C3 biasa sama C3 Aircoss. Gua lebih suka desainnya C3 Aircoss ini ada tulisan Puretech itu engine yang dipakainya namanya Pururetech C3 Air Cross. Plat nomornya ada di bawah ada kamera mundur di bagian sini. Wipernya ada. Devogernya ada terus sama dia ada sharp pin antena sama kalau kita lihat di sini ya dia itu kayak spoiler tapi emang jadi bagian dari desainnya sama ini ada aksen hitam nyambung dari kiri ke kanan cakep ya. Lampunya pun juga ngeblok-ngeblok gini sama untuk rem belakangnya dia masih pakai rem tromol. Nah sekarang kita buka bagasinya. Jadi sebenarnya dia itu kayak Puzugio 3008 yang belakangnya itu tuh bisa kita iniin ya lepas kursi belakangnya. Karena kalau enggak dilepas dia tuh bagian belakangnya ini benar-benar sempit nih. Jadi kalau kita misalkan bangku belakangnya dinaikin semua terus kita mau bawa tas itu agak repot karena ya cuma segini aja space-nya. Kalian harus tambah di atas ada roof box mungkin kurang lebih kayak Renault Triber ya itu juga kayak gitu belakangnya. Dan kursinya ini bisa kita lipat jadi rata lantai seperti ini ya. Nah, ini kursinya juga kalau misalkan kita butuh bagas yang lebih gede, dia tuh bisa ditarik seperti ini terus diangkat ya. Dan diangkatnya gampang sih, lumayan enteng ya. Jadi bisa dipakai buat di rumah, buat duduk-duduk sama keluarga itu bisa. Tapi ya maksudnya gini, daripada beli C3 yang biasa nambah ke air cross ya, enggak butuh bangku baris tiganya, ini dicopot aja. Jadi kalau kalian enggak butuh-butuh banget MPV ini bisa dicopot aja. Oke, lanjut kita pasang. Jadi dia kan di sini ada platnya nih hitam ya kan. Ini plat plastik sebenarnya. Jadi kita taruh di sini aja. Nanti kita dorong ke depan set. Nah udah kan nyangkut kan. Ini tinggal kita turun ke bawah. Set. Lepas. Kita naikin. Clek. Nah, sudah terpasang. Kita naikin juga yang sebelah kiri. Nanti kita coba bangku belakangnya seperti apa. Yuk, kita masuk ke dalam. Start dari bangku belakang. Let's go. Nah, sekarang kita turunin kayak gini. Nah, dilipat ke depan. Nah, kalau kita di belakang apa ini? Oh, ada bekas X banner. Kita tutup. Nah, kita naikin ya. Kursi belakangnya ini sebenarnya kita kalau duduk headroom-nya itu masih ada tapi tipis. Terus buat kaki ini silver tuh masih lumayan panjang loh. Dan kaki kita itu bisa masuk ke dalam. Cuman dia itu emang agak dingklik ya. Jadi agak naik ke atas seperti ini ya. Ini seandainya bisa dimundurin lagi tapi kayaknya enggak bisa karena bentok ke belakang ini pasti lebih nyaman. Sama kalau misalkan kita pengen lebih enak di tengahnya tinggal ditarik aja. dia bisa mundur lagi ke belakang recline. Nah, cuma bagian tengahnya ini dia enggak bisa maju mundur. Nah, cuman meskipun dia enggak bisa maju mundur, gua senangnya adalah dia itu berkeadilan. Jadi, di belakang ini kita masih dapat space yang cukup lega. Jadi, kalau misalkan kita berdua di belakang ini tetap enak. Terus di sebelah sini tuh ada seat belt kiri kanan ya. Ada kaca tapi kecil banget. Jadi kayak kita cuma buat ngintip aja. sama di bagian sini kita dapat cup holder dan di bangku baris belakang kita tetap dapat ini nih colokan USB ada dua biji jadi belakang tuh tetap bisa kita e colok listrik ya. Nah, terus kalau kita mau keluar dari belakang di sini tuh ada pengait kecil ya tinggal kita tarik. Nah, nanti bisa keluar. Tapi yang sebelah kanan enggak ada. Jadi dia cuma ada di sebelah kirinya aja. Yuk, sekarang kita keluar. Kalau kita ke tengah ini baru ada perbedaannya yang cukup signifikan dibandingkan dengan model sebelumnya. Jadi yang model kita pinjam ini itu kan yang 2023 NIK-nya. Yang 2025 dia punya improvement di mana? Yang pertama dia airbags-nya jadi 6. Ini masih ada dua. Jadi airbag-nya itu udah sampai ke samping sini. Nah, terus tombol power window. Gua sebenarnya mau komplain gitu kan. Aduh ini kenapa tombol power window-nya tuh adanya di tengah sini bukan di door trim. Tapi untuk yang 2025 power window-nya itu sudah kembali ke door trim. Dan untuk yang drivernya itu dia power window-nya ada empat biji buat ngatur yang belakang juga. Karena yang sekarang di depan tuh cuma ada dua kiri kanan yang driver. Jadi kalau kita mau ngatur powerindo belakang, dia harus ngerogok ke bagian sini. Nah, di bawahnya juga ada USB sama dia di sini tuh ada ventilasi, tapi dia bukan AC. Dia cuma kipas biasa sama kurang lebih kayak Kia Sigra ya. Jadi ada 1 2 3 nanti ada ada bus anginnya di sini ya. Ini lebih baik daripada enggak ada. Cuman ada satu lagi, kalau misalkan kalian beli yang 2025, di bagian sini ada ventilasi AC-nya. Benar-benar yang AC dari depan dikebelakangin kayak Livina yang generasi pertama. Jadi kalau misalkan kalian beli sekarang, nanti kalian dapat AC di bagian sini sama kipas di bagian atas sini ya. Kalau misalkan lagi siang gitu gimana ya? Dibanding enggak ada sih gua lebih baik ada ya karena kalau enggak ada belakang pasti susah dapat hembusan udara dingin. Nah, ketika ada ginian itu jadi lebih baik. Apalagi nanti yang versi 2025 ada AC di bagian belakangnya. Power windownya ada benar, airbag-nya ada 6, dan tengahnya itu jadi high console. Jadi konsolnya tuh naik ke atas dan bisa jadi amrest sama ada buat naruh eh tempat glove box atau semacamnya. Karena yang sekarang ini enggak ada glove box-nya. Dia cuma dikasih amres untuk yang sisi penumpang sebelah kanan, sisi driver maksudnya. Oke, lanjut. Di tengah sini dia enggak ada amres ya. E head rest-nya cuma kecil aja di sini. yang sebelah kiri bisa dipakai. Sama kalau misalkan mobil ini kita duduk di tengah, rasanya emang enggak terlalu lega. Tapi ini lebih dari cukup ya. Dan kaki kita tuh bisa masuk ke dalam cukup jauh. Headro-nya juga lega, kacanya lumayan besar. Dan ini sih bahan fabrik di sini itu di bagian door trim itu beda sama di sini. Kalau di situ agak kasar, tapi di bagian door trim-nya ini lembut. Sekarang kita ke bagian depannya. Nah, sekarang kita masuk ke dalam interiornya. Ya, awalnya tuh gua pas pertama kali dapat mobil ini, gua bilang, "Yah, kuncinya jelek banget." Tuh, lihat dia tuh tombol begini sama keluar. Sebenarnya ee dia memang belum pakai push start engine button enggak masalah. Cuma masalahnya desain kuncinya itu loh kurang mewah. Nah, kalau kalian beli yang 2025 kuncinya sudah lebih bagus karena dia pakai model yang bisa dilipat. Jadi kalau misalkan kita taruh di dalam kantong dia tuh enggak nusuk-nusuk. Kalau ini kan masih nusuk-nusuk ya. Nanti yang kalian beli kalau misalkan 2025 tinggal dipencet baru dia kebuka. Habis itu kita bisa starter. Oke, kita nyalain dulu ya. Kita injek rem. Nah, kalau misalkan yang 2025 itu juga ada perbedaannya. AC-nya dia sudah pakai digital dan ada mode autonya ya. Ini masih yang model putar-putar tapi dia punya arah semburan AC. Jadi bisa diatur ke bagian depan, ke kaki atau ke kaki doang. Atau kita mau ke defoger. Dia juga udah ada di bagian depan sini. Sama dia bisa diatur mau ngambil ventilasi dari dalam atau dari luar di bagian sini ya. Oke, kita tutup pintunya. Seperti yang gua bilang tadi untuk yang versi 2024 dia masih pakai power window. Itu cuma ada dua aja di kanan sama di kiri ya. Untuk tombol belakangnya kita mencetnya dari sini gitu. Agak aneh sih ya. Tapi untungnya kalau kalian beli sekarang ya udah beda gitu power window-nya. Terus desain yaun tuh kalau bikin desain tuh hebat ya. Desain luarnya bagus, lucu, unik di jalan, outstanding lah ya. Orang tuh kalau kita lewat tuh bisa nengok. Dalamnya pun juga sama. Dalamnya bagus, gua suka. Dan kalau dibandingin sama siri biasa yang pernah kita bikin videonya, ini jauh lebih bagus. pertama nih ya desain ini tuh masih mirip tapi padu padan warnanya bagus di sini tuh kayak agak keemasan ya tapi kayak grey gitu di bawahnya warna putih seperti ini. Ini yang abu-abu gelap, abu-abu terang sama ada coklatnya itu loh di sini nih. Itu bagus. Door trim-nya pun juga bagus ya. Dan speedometernya itu juga sudah full TFT desainnya bagus sama head unit tengahnya ini menurut gua ini main CS-nya dari si Citrun. Kenapa? Karena gua suka dia panjang, touch screen-nya sangat friendly. Sudah Apple CarPlay dan Android Auto secara wireless. Dan wirelessnya pun juga bagus. Gua coba tuh enggak putus-putus ya. Dan menu-menunya tuh kita navigasi tuh gampang ya. Memang dia enggak ada tombolnya tapi buat volumenya itu dia ditaruh di sebelah kiri gini. Dan kalau kita pakai Android Auto, dia tetap ada di sebelah kiri termasuk radio, navigasi itu semuanya tetap ada gitu. Jadi benar-benar interface-nya tuh UI-nya tuh dipikirin biar kita gampang gitu pakainya ya. Terus kalau kita lihat ke bawahnya AC, dia ada storage di bagian atas sini. Di bagian bawah sini juga ada storage yang cukup lega. Ada cup holder dua biji. Dan di sini ada tuh dia tuh dalam ke dalam ya ininya ya si glove box-nya. sama di sini ada tempat kecil yang bisa dia ngikut kalau misalkan kita buka si glove box ini. Nah, di sini pun juga kita bisa buat naruh-naruh barang sebenarnya di bagian silver-silver ini. Tapi enggak bisa sampai ke tengah, cuma di sini aja. Nice sih, gua suka sama desain interiornya ya. Dia tuh kelihatan mobil budget, tapi karena permainan desainnya bagus itu jadi menyenangkan gitu. Enggak kelihatan kayak murahan ya. Terus tombol-tombol setir juga di sebelah kanan untuk audio. Yang di sebelah kiri untuk ngatur speedometernya. Jadi kalau kita pencet atas bawah bisa jadi RPM, bisa jadi TPMS, bisa jadi trip A, trip B-nya ya kan. Ini fel consumption-nya berapa dan bisa dibikin minimalis, ya. Jadi enggak ada informasi apa-apa kecuali range-nya tinggal berapa kilometer lagi. Nah, kita pencet lagi baru ini jadian normal. Nih ada temperaturnya sama di sebelah kiri ada fuel meternya. Terus kita buka sunfisernya. Yang ada kaca cuma sebelah kiri doang, sebelah kanan enggak ada. Ada STNK di sini ya. Hah? Gimana dimasukin SNK-nya? Oh, kita lihat pajaknya. Oh, ini masih ini ya. Ini masih plat sementara ya, belum plat asli. Nah, ini NIKnya tahun 2024. Jadi kalau kalian beli 2025 udah lebih bagus. Nah, terus untuk spionnya dia udah elektrik. Tapi untuk yang 2024 ini dia belum retrack secara otomatis. Kalau yang kalian beli 2025 nanti, dia sudah pakai retrack secara otomatis. Jadi bisa dipencet nanti dia akan ngelipat sendiri secara otomatis ya. Untuk buat nguncipor window ada di sini sama dia punya pengatur ketinggian lampu secara manual nih. Putarannya tuh terasa ya analog bukan digital. Oke, kurang lebih seperti itu. Mari kita jalan-jalan naik Citrun C3 Aircross. Huh, dia radius seputarnya lumayan bagus ya. Jadi ketika masuk pertama kali ke mobil ini, eh si Trun itu dia meng-highlight dari mobil itu adalah suspensinya yang nyaman dan perdaman kabinnya yang bagus. Yes, gua setuju. Suspensinya nyaman, perdaman kabinnya pun juga bagus. Suara luar, suara kolong itu baguslah untuk mobil di level harga segini ya. Cuman suara mesinnya itu enggak bisa bohong. Dia 3 silinder jadi masih ada ngoroknya sama getarannya itu masih terasa sedikit aja. enggak banyak dan enggak ganggu sih. Cuma eh sesuatu yang harusnya enggak ada di 4 silinder itu masih terasa di mobil ini. Tapi masih oke buat gua masih normal banget ya kalau dibandingkan dengan tiga silinder lainnya kayak misalkan Agia Aya atau let's say kayak Mitsubishi Mirage Insan March menurut gua ini tiga silindernya masih lebih halus dan suspensinya emang suspensinya empuk ya nih kita lewat dan jalan jelek tuh masih terasa dung dung itunya tuh pas mau bottoming itu tuh kayak lembut banget gitu dung dung dung gitu jadi suspensinya gua suka dipakai kecepatan tinggi juga untuk mobil yang suspensinya empuk biasanya kan dia suka agak lompat-lompat ngambang-ngambang gitu ya ini enggak terlalu loh Jadi emang srun itu kalau bikin suspensi dari zaman dulu sampai zaman sekarang itu bagus ya. Meskipun kalau misalkan kita e ngerasain handlingnya dia tuh steeringnya buat gua rasanya normal. Pas kita belok dia tuh centeringnya itu bagus dia cepat ya dan ketika kita pakai kencang juga bobotnya itu enggak terasa keentengan dia pas. Nah tapi kalau kita mau cari yang fun to drive emang bukan mobil ini gitu ya. Mobil keluarga bos ya kan? Mobil SUV. ala-ala MPV gitu kan. Tentu saja handlingnya enggak bisa terlalu diharapkan. Tapi buat eh daily use gitu ya, ini udah lebih dari cukup dan menurut gua enak sih ya ketika dipakai buat antar jemput anak sekolah tiap hari kita jalan ke Klaten, kota gitu ya. Karena kan gua emang di pinggiran desa gitu kan. Kalau kelaten kota tuh ya sekitar 10 kilo lah ya dari rumah. Cuman 10 kilonya di desa tuh beda gitu. di Jakarta mungkin 10 kilo, sekitar sejam di sini 10 kilo paling 20 menit. Emang beda trafficnya ya. Ya, buat gua sih ini mobil ketika dipakai sebagai driver enak ya, nyaman. Kursinya emang agak sedikit rata ya, tapi pas kita injak pedalnya, naruh tangan di sebelah kiri sebelah kanan gitu ya, itu terasanya pas. Dan setirnya sendiri dia sudah tiling tapi dia belum ada teleskopic ya. Eh, genggamannya cukup enak dan kulitnya dia rasanya kayak sintetis ya. Tapi masih enak sih dibandingkan dengan poliuretan ya. Speedometernya dia tuh angkanya gede banget jelas. Jadi kalau enggak kelihatan itu menurut gua agak aneh sih. Sama yang gua suka dari mobil ini adalah visibilitasnya yang cukup bagus. Jadi kacanya itu dia agak dekat sama kita. Ee kursi depannya itu dia agak nempel ke depan ya. Biasanya kan suka dibikin agak jauh ke belakang. Nah, ini tuh enggak. Dan pilarnya ini ditarik ke belakang. Kita tuh ngelihat ke sebelah kanan itu tuh kayak ada space-nya juga di antara si spion. Jadi buat kita duduk dia cukup tinggi comending. Padahal kita udah sampai ke paling bawah. Rasanya kalau buat kalian bawa gitu ya SUV-nya tuh masih berasa gitu dan kalau kita tinggiin ya lebih tinggi lagi. Jadi kalau untuk visibilitas sih gua enggak ada komplain, bagus dan semuanya di mobil ini karena dia dashboard tadi dibikin maju gitu ya, kita mau mencet-menencet tuh gampang gitu. enggak perlu majuin badan gitu ya, buat mencet-mencet tuh semuanya gampang diraih oleh tangan. Nah, sekarang gimana soal performance-nya? Mesin 1200 cc turbonya enak. Jadi kalau kita lagi jalan biasa, transmisi maticnya itu dia ngejaga kita biar di bawah 3000 mm terus sekitar 2.000-an gitu ya atau 1000-an gitu langsung naik gigi. Nah, kalau kita gas langsung transmisinya masih ada jeda tapi tenaga mesinnya enak dan suara mesinnya juga berubah. Jadi enak ya. Remnya juga diinjak tuh gigitnya pas, empuk ya tuh. Dan body dive-nya tuh masih ada tapi rasanya kayak halus gitu. Gas lagi. Wah. Cuma pas ganti giginya dia tuh masih ada rasa jedanya gitu ya. Tapi kalau untuk mesin gua enggak ada komplain deh ya dibanding mesin 1500 cc. Mesin 1200 cc turbonya ini buat gua better banget ya. kencang ya, tapi konsumsi bahan bakarnya cukup irit. Nah, mobil turbo enaknya kalau misalkan kita butuh tenaga dia bisa jadi boros ya. Jadi kalau misalkan kita butuh tenaga kencang pengin ngebut gitu ya dia pasti jadi boros. Tapi kalau kita mau pakai buat irit-iritan bisa gitu karena dia akan ngejaga RPM-nya di bawah terus sehingga bahan bakar yang kita pakai itu lebih sedikit. Dan karena dia karakternya 3 silinder ya, torsinya tuh udah berasal dari putaran bawah. Bukan karena eh turbo leg-nya kecil, tapi karena emang karakternya 3 silinder gitu. Jadi kalau kita mau ngebut ya, mau ya nyusul-nyusul dikit gitu ya, tinggal pindahin ke mode manual ada M1, M2, 4 sampai 6 ya. Nah, kita turunin gigi gigi dua nih ya. Eh, ke depan. Salah lagi. Jadi kalau turun giginya ke depan. E duanya ke belakang. Naik giginya ke belakang digas. Oh iya. Transmisinya cukup halus tapi emang enggak secepat itu dia pindah giginya. Sama yang agak lucu dari mobil ini, dia kan converter ya, tapi pas kita pakai pelan sama macet-macetan dia rasanya kayak dual clutch. Agak sedikit jader gitu loh. Kayak dual clutch-nya VW gitu. Jadi rasanya emang wah ini kenapa trtor convert ada end-endutannya ya kayak bawa VW. Jadi rasanya emang kayak mobil Eropa. Saya suspensinya lewatin lubang cuma dk-deg gitu doang gitu loh. Nih kita mau lewatin ee apa namanya? E kereta. Kan kereta tuh kerasa banget ya pas kita lewat kalau mobilnya enggak enak ya. Gua rasa sih ini mobil enak ya, nyaman ya. Soalnya pas kita kena sesuatu tuh suara bantingannya enggak jeduk-jeduk gitu loh. Masih halus suaranya tuh. Nih, coba kita lewat ya. Kasih jarak dikit dulu biar agak kencang. Oke. Nah, kita gas. Lihat. Eh, nyaman. Nyaman. Oke. Jadi emang sitron itu keunggulannya di suspensi ya sama ya itu quirksquirks yang lucu-lucunya itu loh. Ada-ada aja emang kayak tempat penyimpanan side door pocketnya gede banget. Di sini juga ada lagi. Dia emang belum pakai elektronic parking brake ya. Jadi pasti pakai model tarik. Jadi memang kalau kita bandingin sama Citrun C3 yang pernah gua coba itu yang manual 1000 cc, wah ini way much better. sesuatu yang gua komplain mulai dari mesin 1000 cc yang under power ya kan transmisinya yang cuma manual only itu kebayar di sini dan surpressingly juga audionya ini suaranya cukup bagus cukup bisa dinikmati suara trbleelnya medalnya itu sama bassnya itu bisa keluar gitu terus kalau misalkan udah agak gelap ya dia kan nyala nih interiornya dia tuh tombol-tombolnya AC-nya itu warnanya putih gitu jadi backlnya terasa mahal cuma menurut gua ada lima cetatan sih di mobil ini ya, yang kalau misalkan ini diberesin atau ditambah features-nya itu pasti jadi lebih bagus. Yang pertama adas. Seandainya dikasih ADAS ada fus control sama keeping assist itu pasti lebih enak lagi. Dan yang kedua, telescopic steering. Sebenarnya segini udah pas, cuma kalau bisa diatur maju mundur itu pasti lebih enak lagi. Terus yang ketiga, peredaman mesin itu udah banyak sebenarnya, tapi kalau misalkan bisa ditambah lagi biar suara ngorok 3 silindernya itu hilang, itu pasti jadi rasanya lebih mahal ini mobil. Dan yang keempat, Sunfiser ya. Kalau dikasih kaca sama lampu itu pasti terasnya lebih mahal. Sama oh iya ini yang kelupaan. Kalau misalkan kalian beli yang model gear 2025 di sebelah kiri itu ada pegangan tangannya. Kalau ini kan yang ada cuma belakangnya doang ya. Nah yang ini tuh ada sama nanti ee untuk yang baris tengah ya itu kan seat belt-nya dari bawah. Nah nanti dibikin three point juga dari atas. Dan yang kelima dibikin push start engine button. Kalau misalkan lima hal itu dipenuhi, menurut gua eh citrun bisa lebih pede gitu ketika jualan dibandingkan dengan rival-rival di kelasnya. Karena itu masih bisa ditambah ya. Kalau misalkan ee belakangnya bisa dipanjangin lagi, biar kita dapat space yang lebih gede buat kursi di belakang, itu bisa lebih bagus lagi. Cuman kayaknya agak sedikit susah sih. Tapi overall buat kalian yang butuh seven seater dan enggak sering-sering pakai bangku baris ketiganya atau misalkan pengen beli mobil Eropa tapi harganya yang masih terjangkau baru ya ini menurut gua pilihan yang e bisa kalian pilih gitu. Karena apa yang bisa kalian beli dengan merek Citrun? Renault paling ya. Tapi yang S triber itu dia cuma 1000 cc manual. Enggak ada maticnya. Maticnya ada enggak sih? AMT ya? Lupa gua. Udah lal banget soalnya. Ada yang pakai enggak sih Renault Triber? Mesinnya enak loh. Oke. Panci ya. Remnya gigit banget nih. Tuh suspensinya enak ya. Jadi kesimpulannya setelah kita nyobain Citrun C3 Aircoss bisa dibilang ini adalah citrun yang paling value for money ya. Secara kelengkapan dia paling bagus, harganya juga bagus dan gua suka tenaga mesinnya itu bertenaga ya. Cuma memang ada beberapa quirks yang mungkin enggak cocok buat orang Indonesia karena memang ini mobil ya didesain oleh orang-orang Eropa yang mungkin kalau di Eropa hal-hal kayak misalkan kursi belakang dan kawan-kawannya itu itu bisa make it gitu di sana. Tapi di Indonesia karena kita udah terbiasa dengan mobil-mobil yang ada di sini ya ya beda treatmentnya lah. Ini lebih ke Eropa banget walaupun dia buatan India. Itu aja mungkin vlog kita kali ini. Buat teman-teman yang udah beli C3 Aircoss coba seperti apa komen di bawah Seranif. Sampai jumpa di vlog berikutnya. Bye- bye.
