Jungkat

Cobain Fitur Baru iOS 26! - iPhone 16 Pro Max (YouTube Video)

  • 08/07/2025

Halo sob! Saya nggak tau di opening video ini bakal gimana, karena memang sebenarnya video ini unscripted. Saya cuma pengen cerita aja pengalaman saya menggunakan iOS 26. Seperti yang kita tau bahwa Apple itu kemarin baru ngelauncurin OS baru mereka bernama iOS 26. Dan semua penamaan untuk software mereka di semua device berubah. Karena kita semua tau versi terakhir adalah versi 18. Tapi untuk selanjutnya mereka tidak menggunakan angka 19, tapi menggunakan angka tahun rilisnya. Jadi namanya iOS 26. Mungkin tahun depan 2027 namanya iOS 27 dan seterusnya. Kebayang nggak sih bagaimana 100 tahun kemudian? iOS... 100... 127... Hahaha... Kagak lucu. Tapi ya begitulah, saya nggak tau pertimbangannya apa mereka menggunakan penamaan yang sedikit berbeda, tapi memang mungkin mereka mencoba untuk mencari suasana baru dan... Nggak bikin pusing gitu maksudnya kalau mereka mau mengembangkan sebuah software, mereka mau research, mereka mau mengembangkan gitu. Mereka fokus ke tahunnya aja. Jadi kita tau pada saat kita ngeliat ada iOS 26 berarti dia di rilis tahun 2026. Ya masuk akal sih. Nah sekarang kita akan ngebahas soal apa aja sih yang ada atau yang baru dari iOS 26. Dan disclaimer aja, iOS 26 ini hanya bisa digunakan atau diinstall oleh mereka-mereka yang terdaftar sebagai Apple Developer. Dan kalau nggak salah jadi Apple Developer itu bayar, tapi saya lupa berapanya, tapi yang pasti belum bisa diinstall di kalian, handphone kalian atau device kalian yang belum terdaftar ataupunnya terdaftar di Kayaknya ada berapa yang bisa, karena ada yang nge-share file IPOS, file IPOS itu file installer OS punya Apple ya. Jadi kalau kalian ada di komunitas Apple, biasanya mereka suka ada yang nge-share yang begituan gitu. But anyway, yang pertama kita bahas soal iOS 16 adalah... Eh, 16 apa sih? iOS 26 adalah desainnya. Jujur ya, saya benci banget sama tampilan baru dari iOS 26. Karena menurut saya tampilannya itu NORAK! Kalau kalian perhatikan, tampilannya itu glossy-glossy transparan gitu loh kayak... Menurut saya pribadi, ini jadi sebuah kemunduran, karena saya sudah sangat suka dengan desain flat iOS sebelumnya gitu, karena keliatan keren banget. Walaupun pada akhirnya desain tersebut ditiru oleh banyak sekali produsen atau dari penempatan Android gitu. Padahal mereka memutuskan untuk membuat iOS versi transparan begini, sebel banget gua beneran dah. Tapi anehnya, emang manusia itu itu NORAK memang seleranya gitu. Bro, inget nggak kalian sama Windows Vista? Itu kan transparan ya? Maksudnya kita tau bagaimana desain Aero dari Windows jaman dulu gitu, yang serba transparan. Punya UI berjenis transparan itu akan memberatkan kinerja hardware, karena bagaimanapun juga proses renderingnya akan lebih berat dibandingkan yang nggak transparan gitu. Jadi kinerja GPU-nya yang memang ditugaskan untuk ngerendering secara visual itu akan lebih berat dibandingkan kalau nggak gitu. Kalau kalian perhatikan, ini tuh baru dapet update kemarin, sebelumnya pertama kali saya install itu, ini tuh lebih transparan dibandingkan sekarang si control centernya itu. Dan kayak pusing gitu ngeliatnya kayak nggak jelas pada akhirnya gitu. Outlinenya nggak kelihatan, iconnya yang ketutupan sama transparansi agak ngeganggu pada saat kita nge-swipe gitu. Sekarang tuh jauh lebih baik dibandingkan yang kemarin-kemarin gitu. Kayaknya mereka atau pihak Apple nggak dengerin komplain dari mereka-mereka yang sudah mencoba gitu. Karena emang ngeganggu banget transparansinya gitu. Dan menurut saya, saya nggak begitu suka. Icon-iconnya nggak banyak berubah. Kalau kita pilih dark, iconnya juga berubah jadi dark di mana saya nggak suka banget sama desain icon seperti ini. Selera ya! Maksudnya kalau kalian suka nggak masalah, tapi saya benci banget sama desain iOS 26, sumpah. Norak! Glass-glass kaca-kaca gini kayak desain jaman dulu gitu nggak sih? Kayak kok mundur gitu maksud gue tuh. Kayak lo tuh nggak membuat sesuatu yang baru, tapi coba mundur, mencoba menunjukkan sesuatu yang pernah ada, terus dibuat seolah-olah ini baru gitu. Nggak gitu dong Apple? Kalian kan perusahaan inovasi. Masa bikin desain begini aja? Ih tapi ya sudahlah memang... maunya mereka begitu ya kita ikutin aja gitu. Cuman kayak nggak ada opsi, nggak adanya opsi untuk kita tetap menggunakan mode nggak transparan itu, nyebelin menurut saya gitu. Harusnya untuk desain yang baru, harusnya mereka bisa ngasih pilihan gitu kayak untuk orang-orang. Mungkin ada sebagian kecil dari orang kayak saya yang nggak suka desain seperti ini, mereka tetap bisa pakai desain yang lama. Tapi kayaknya kita dipaksa untuk menerima desain norak seperti ini guys. Jadi saya nggak suka. Begitulah menurut saya. Semoga... Saya sih berharap Apple bisa memperbaiki lebih oke lagi lah desainnya gitu. Ya apalah artinya saya ya? Kalo ternyata orang-orang kayak Mouldie yang suka desain norak kayak gitu, lebih banyak gitu daripada saya di dunia. Untuk lock screen sebenarnya, kalau dibilang mereka ada update atau upgrade di lock screennya, menurut saya secara pribadi nggak terlalu banyak berubah ya, tetap dengan tampilan lock screen secara umum di versi 18. Kita bisa bikin layering, overlay, jadi seolah-olah gambarnya itu ada di depan terus kayak jamnya itu di belakang. Jadi seolah-olah seperti 3D, yang mana yang kayak gini tuh udah mulai di tiru sama brand-brand Android. Kayaknya di Samsung juga ada kalau nggak salah. Jadi dibilang lebih cantik, pada dasarnya saya nggak suka, melalui desain 2.6 saya bilang nggak cantik. Kita juga bisa mengkustomisasi layar dari lock screen, sesuai dengan profil gitu. Kita bisa ganti dengan gambar-gambar kita, kalau saya udah pasti pencetak kucing, gambarnya kucing ya. Mungkin kalian kalau percinta yang lain bisa taruh yang lain gitu. Bebas kok nggak apa-apa. Kalau handphone kan pribadi, personal ya, kalian mau masang gambar apapun itu bebas gitu. Nggak akan ada yang ngeliat gitu. Selanjutnya itu ada di iMessage ya. Jadi kita bisa taruh polling di chat iMessage. Ini khusus buat pengguna iMessage. Saya nggak tau ya apakah di Indonesia masih bisa dibanggakan kalau pakai iMessage, mengingat sekarang yang pakai iPhone itu banyak banget ya. Kita bisa dengan mudah beli iPhone yang harganya murah, yang walaupun dalam 3 bulan IMEI-nya hilang. Jadi pengguna iPhone di Indonesia itu sekarang semakin banyak. Jadi harusnya udah nggak eksklusif lagi ya pengguna iMessage. Tapi ada beberapa hal yang saya suka dari iMessage ya, karena menurut saya fitur-fiturnya lebih matang dibandingkan apa yang dimiliki sama WhatsApp gitu. Terus dia bisa ganti chat background WhatsApp udah punya duluan! Nggak keren! Terus indikator mengetik di grup WhatsApp juga udah punya duluan! Kalau kalian di grup, kalian bisa ngeliat siapa yang lagi nulis, ngetik dan lain-lain, itu WhatsApp udah ada! Kenapa kalian masukin fitur yang kalian bilang baru tapi udah ada di tempat lain gitu? Terus ada Apple Cash to Group, jadi kita bisa ngirim uang atau cash di dalam grup sama pengguna. Kayaknya ini nggak akan kepake karena kita tidak menjadikan Apple Pay sebagai gateway payment utama di Indonesia gitu. Jadi itu nggak akan kepake. Terus ada filtering message, jadi kita bisa ngefilter nomor alamat aja yang kita nggak mau terima pesannya dan lain-lain tuh nggak ada yang baru ini di iMessage nih! Kita lanjut ke fitur berikutnya, yaitu fitur AI. AI dan Apple itu adalah dua kata yang lucu sebenernya. Saya inget banget bagaimana Apple dulu mengembar-gemburkan Apple Intelligence yang katanya akan ada di level yang berbeda dibandingkan AI yang sudah ada sekarang. Tapi setelah mereka rilis, cuma jadi bahan bullyan doang! Apalagi kalau dibandingin, di compare sama AI-nya punya Samsung. Aduh, kalian sering kan ngeliat video atau rilis yang lewat ngebandingin antara Apple Intelligence dengan AI dari Galaxy gitu dimana pada saat orang menutupi muka pake tangan gitu ya, terus dilangin tangannya gitu, Samsung itu berhasil menjenerate wajah. Sementara Apple AI ancur banget, nggak jelas bentuknya. Aneh lu Apple AI! Eh! Saya nggak tau ya, maksudnya... Apple AI itu dua kata yang lucu lah pokoknya. Eh itu, jadi mereka masukin fitur-fitur AI, mereka juga ada namanya fitur visual intelligent, fungsinya persis kayak circle to search, jadi kita bisa mencari sesuatu yang ada di layar. Terus ada live translation yang mana dia bisa otomatis menerjemahkan real time, jadi ada di iMessage, ada di FaceTime, bahkan dia pilih kasih telpon, gimana ya real time kalau dia telpon ya? Berarti kita lagi ngomong, terus kita diem dulu, dia terjemahin, capek kayak 2 kali gitu nggak sih? Ya gitu, dia punya live translation menerjemahkan yang mana sekarang lagi di Android itu duluan, di Apple baru masuk. Hehehe, sian deh. Terus ada Gamemoji, terus Image Playground, kita bisa bikin emoji custom yang unik, namanya Gamemoji, atau bikin gambar seru dari deskripsi teks atau gabungan emoji pake Image Playground. Lanjut, kalau tadi kita ngomongin soal fitur AI, fitur iMessage, visual, sekali lagi yang saya nggak suka, selanjutnya ada fitur panggilan telpon lebih canggih. Anjay... Lebih nggak menarik? Lebih nggak menarik nggak sih? Ini kayaknya video ini bakal lebih kepada ngeroasting iOS 26 kayaknya ya? Jadi fitur telponnya itu punya fitur baru, fitur yang selama ini kita sudah pakai, diaplikasi dari ketiga yang namanya True Caller ya, jadi dia bisa otomatis membaca siapa yang nelfon, terus ngeliat dari databasenya, ini nomornya teridentifikasi sebagai siapa, apakah penipu, apakah spam, apakah judul, dan lain-lain gitu. Intinya adalah fitur True Caller dimasukin ke aplikasi telpon punya iPhone. Pernah kan kalau kita nelfon customer service, ditunggu ya, terus musik, style musik itu musiknya apa ya? Musik telole-lole-lole-lole, tole-lole, tole-lole, gitu. Kata si AI. Sekarang iPhone itu bisa nungguin buat kita, dan kasih tau kalau udah ada operatornya gitu. Kan nunggu-nunggu juga bro. Ya mungkin dia bilang kali, eh udah ada nih operatornya gitu ngapain? Kita sama aja nungguin tinggal di... Aku gemes bikin konten ini, tapi ya sudahlah. Tapi harus jadi bikin konten ini. Kalau dibilangnya sih call screening ini, kalau ada nomor yang nggak dikenal, iPhone itu akan otomatis jawab otomatis, dan nanya nama sama tujuan mereka nelfon apa gitu. Oh jadi kayak kita punya asisten gitu kalau kita ditelepon sama pinjol. Sorry, dari mana nih? Terus ngapain nelfon? Tujuannya apa? Jadi biar kalau kita dimaki-maki sama debt collector, si iPhone yang dimaki-maki bukan kita gitu. Ini sepertinya akan sangat terpakai di Indonesia. Jangan tertawa, jangan senyum-senyum anda. Eh, anda di ujung sana jangan senyum-senyum anda. Saya tau anda sering nelfonin beginian kan? iOS 26 nih. Solusi buat hidup anda lebih tenang. Jangan ngutang! Mau tenang mah! Lanjut, fitur berikutnya ada dari aplikasi kamera. Nah, kalau ini saya sangat paham karena saya udah pake iOS 26 2 minggu, 3 minggu sejak perilisan, dan saya udah pake fitur kameranya, dimana sebenarnya fitur kameranya yang paling signifikan perubahannya adalah tampilannya. Kalau kalian lihat, tampilannya itu lebih simple. Jadi pada saat kita tidak gunakan, eh, atau saat kita sedang gunakan, munculnya itu cuma 2. Misalkan disini ada video sama foto gitu ya, cuma 2 aja, dan yang lain tuh menghilang. Nah, mereka itu akan muncul kalau kita pencet pilihan salah satunya. Misalkan ini sekarang di foto ya, kalau saya pencet video, dia baru muncul. Baru banyak tuh menemunya. Tapi kalau kita nggak sedang gunakan, misalkan begini aja, terus dia menghilang. Jadi lebih simple tampilannya gitu lah. Jadi bener-bener lebih enak lah. Saya suka banget sama tampilan kamera di hape ini, walaupun masih belum menyelesaikan keluhan saya dimana dia tidak mampu pindah ke lensa ultrawide pada saat merekam video. Misalnya, kalau saya rekam video, terus saya switch ke lensa ultrawide, ini nggak bisa. Menyebalkan. Itu aja sih. Sejauh ini, experience menggunakan aplikasi kameranya oke, saya suka, dan tidak ada keluhan. Bahkan masih terasa minim bug dibandingkan software ya. Terus, balik ke library. Sebenernya salah satu keluhan untuk pengguna iPhone adalah semakin ke sini, aplikasi foto semakin pusing, semakin rumit untuk digunakan. Versi 18 kemarin, menurut saya tidak intuitif. Jauh lebih intuitif punya Android dibandingkan iOS. Dan saya stress pakenya, karena ribet banget tuh ngeliat foto terakhir dimana. Terus klasifikasinya itu dibuat tidak seperti yang kita mau gitu. Sekarang, di versi 26, jauh lebih pusing lagi! Cuma ada 2 tab, library sama collection. Semakin banyak, kenapa nggak sih nggak dibikin cuma 1 tab? Isinya cuma ada kamera, screenshot, dan lain-lain. Langsung temes dikategorikan dari gambar-gambarnya aja gitu. Nggak perlu timeline segini banyak, yang aneh-aneh kayak... Bro, jangan berlagak seolah lo itu ngerti atau tau apa yang kita mau bro. Saya lagi ngomong sama Apple, jangan berlagak kalian tau nggak? Lo itu nggak tau, ribet yang lo bikin tuh. Gua mencari screenshot, bingung! Jadi dibagi lagi, dari tab collection ada tab memories. Nggak mau gua ada tab memories, gua nggak mau! Gua udah move on! Gua nggak mau ada tab memories lagi, ngapain gitu? Terus ada menu pin, album, people, pets, Feature foto banyak banget... Ribet... Saya benci, saya nggak suka. Selanjutnya, ada fitur Apple Games, dimana ini tuh kayak Apple Arcade gitu. Apple Arcade kan udah ada, selama ada fitur itu saya nggak pernah main. Kayaknya setahun pertama fitur Apple Arcade ada, saya baru main deh. Setelah itu saya nggak pernah lagi karena nggak tertarik gaming. Jadi ini aplikasi baru yang jadi tempat gitu buat semua game-game kita. Kan udah ari di Androidnya begini ya? Jangan marah-marah dulu, saya baca dulu penjelasan. Ini aplikasi baru yang jadi satu tempat buat semua game kita. Di sini kita bisa liat update game, katalog Apple Arcade yang saya bilang tadi, game yang udah kita download, terus ada aja juga tab play together, buat aktivitas teman-teman kita lagi main game gitu kayak... Nggak menarik, tidak menarik. Oke, selanjutnya ada upgrade dari aplikasi. Pertama ada Safari, jadi di Safari versi baru ini dia jadi lebih private, dengan perlindungan sidik jari otomatis, tabelannya juga lebih fullscreen, dengan tab-tab yang bisa mengambang. Anjir, mengambang? Floating maksudnya! Mentang-mentang diminta translate langsung mengambang aja floating gitu. Membuka tab dengan sidik jari, nah buat kalian yang hobi banget buka-buka tab ya, ini bisa lebih aman kalian pada saat hape kalian dipinjam sama teman kalian gitu. Tab-tab koleksi j***** kalian tidak akan terakses oleh teman-teman kalian, karena dia harus punya akses biometrik. Ini sangat berguna nih! Bagus Apple! Selanjutnya untuk update, ada Apple Music, ada fitur translation lirik langsung, live time, dan pelafalan lirik. Kita juga bisa pin lagu, artis, atau playlist favorit yang di paling atas library, buat akses lebih cepat. Jadi kalau kalian di library kalian ada banyak playlist yang banyak, terus kalian ada satu playlist yang favorit, kalian bisa pin playlist tersebut. Buat yang pake Apple Music mungkin akan terpakai, saya pake Apple Music mungkin saya akan terpakai, karena dari sekian banyak playlist yang saya punya, kayak cuma 2 atau 3 doang gitu yang sering saya dengerin. Kayaknya bagus sih. Disitu juga ada fitur audio mix buat transisi lagu yang mulus, dan bahkan fitur karaoke kalau dipasangin sama Apple TV. Tapi sebenernya fitur karaoke itu udah ada di itu lho, udah ada di Apple Music. Jadi secara otomatis dia ngilangin vokal. Nggak tau kan? Nggak tau kan? Makanya pake Apple Music daripada Spotify. Apple Music lebih bagus musiknya, masteringnya lebih mantep daripada Spotify. Nggak percaya? Cobain diri. Tiba-tiba gua jadi promo ya? Ya itu aja paling kesimpulannya adalah perubahannya radikal dibandingkan iOS 18 jujur. Walaupun radikalisme yang diambil oleh Apple, saya nggak begitu suka, terutama pemilihan tema transparan yang menurut saya sedikit norak, karena ya selera ya, selera maksudnya. Mungkin ada yang suka, tapi saya nggak suka. Terus beberapa fitur yang saya sebut tadi, yang mana menurut saya nggak wow-wow banget. Karena sebagian besar fiturnya kita sudah sangat familiar di Android gitu. Jadi sejauh ini apakah kelak akan update? Kita tidak punya pilihan, karena bagaimana pun juga kita harus update untuk dapat sistem update, sistem operasi terbaru. Saya sih berharap semoga kita dikasih pilihan untuk tidak menggunakan efek glass atau kaca dari UI-nya gitu. Saya sih berharap begitu, tapi ya bagaimana lagi ya? Bagaimana pun juga kita harus gunakan? Karena ya seperti biasa lah, Apple kan sotoy. Seolah-olah dia sangat tau dengan apa yang kita mau, tapi ternyata no. Anda tidak tau apa yang kita mau. Kita hanya kita yang tau. Apple jangan sotoy anda. Apa itu di luar jatuh gedebu-gedebu kita? Ya intinya adalah, jujur saya tidak suka, kalau saya harus menilai yang memberikan rating update iOS 26 ini, saya mengira saya akan kasih skor 6 gitu. 6.5 sampai 7 gitu. Dan akan dirilis secara publik kalau nggak salah 2-3 bulan ke depan gitu. Setahu saya ya. Mungkin bisa lebih cepat, tapi saya nggak tau. Kalian bisa tanya nanti di internet kapan rilisnya. Yaudah, segitu aja. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video macam begini lagi. Kita bereaksi ngomong tanpa script, ngelor nya dulu nggak jelas seperti ini. Kayaknya lebih banyak crossing ya daripada kita ngebahas fitur dari iOS-nya ya. Klik tombol like kalau kalian suka dengan video ini, dan kita akan ketemu lagi di video berikutnya. Irwan pamit dan adios! Jelek anda iOS 26 ya! Saya tidak suka iOS 26 jelek!

Lihat di YouTube

Video Lainnya

Episode Terakhir.....
Oleh DKID Media
10m 24s

Kabar mengejutkan datang dari jagat media teknologi tanah air seiring keputusan DKID Media untuk menyudahi KOTEK (Komedi Teknologi) tepat di episode kesepuluhnya....

Brand Terkait

Apple

Apple adalah brand teknologi premium dengan produk iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan AirPods dalam satu ekosistem terintegrasi. Apple menghadirkan inovasi, performa tinggi, dan keamanan terbaik untuk produktivitas serta hiburan modern.

iPhone 16 Pro

Apple iPhone 16 Pro adalah smartphone kelas atas yang dirancang untuk pengguna yang menginginkan performa tinggi, kamera canggih, dan pengalaman visual terbaik dalam ukuran yang masih nyaman digenggam. Untuk pasar Indonesia, iPhone 16 Pro dijual resmi melalui kanal ritel resmi dengan satu ukuran bodi yang sama untuk semua varian. Perangkat...

iPhone 16

Apple iPhone 16 adalah iPhone generasi terbaru yang diposisikan sebagai model utama untuk pengguna umum di Indonesia. Perangkat ini dirancang untuk penggunaan harian yang seimbang, dengan fokus pada kamera, layar, performa, dan kemudahan pemakaian. Di pasar Indonesia, iPhone 16 dijual resmi melalui kanal ritel Indonesia dan hadir dalam satu ukuran...

iPhone 16 Pro Max

iPhone 16 Pro Max adalah iPhone berlayar paling besar di lini iPhone 16 Pro, dengan fokus pada layar, kamera, dan performa kelas atas. Di Indonesia, perangkat ini hadir dalam material titanium dengan empat pilihan warna: Titanium Hitam, Titanium Putih, Titanium Alami, dan Titanium Gurun. Produk ini juga dipasarkan oleh peritel...

iPhone

iPhone adalah smartphone premium dengan kamera pro dan performa tercepat berkat chip Apple Silicon. iPhone menghadirkan desain elegan, keamanan tinggi, dan ekosistem Apple terintegrasi untuk pengalaman terbaik.