Jungkat

Cocok Buat Suasana Tenang Maupun Kumpul Rame-rame (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Hai guys, balik lagi di Behind the Breaks barengan sama saya Taufik Effendi. Sekarang kita lagi ada di Bandung dan kita mau jalan-jalan dan lihat satu rumah yang konsepnya itu tropis, terus juga natural, terbuka gitu ya. ini merupakan ee sebuah karya dari RDMA namanya adalah er House dan nanti kita akan keliling ke dalam. Tapi sebelumnya saya mau ajak teman-teman untuk melihat area luarnya dulu nih. Jadi ini area carport tempat saya berada sekarang. Ini bisa ee muat dua mobil ya. Terus ada garasi juga di belakang. Ini bisa muat dua mobil juga dan kita bisa ngintip ke dalam karena untuk e pintu garasinya ini tidak ditutup tapi pakai kisi-kisi ya. Dan ini materialnya kayu ulin. Jadi kita bisa ngintip sedikit dari sini ke area dalam. Ada tanaman-tanaman hijau-hijau itu. Nanti kita akan lihat juga lebih dekat. Tapi yang pasti ini tuh bangunannya satu lantai, Teman-teman. 1 seteng sih sebenarnya karena dia tuh ada mezaninnya gitu ya. Tapi e kita bisa lihat nih untuk atapnya sendiri ada tiga di sini ya. Ini dengan model pelana ada tiga atap. Ini untuk satu yang garasi, satu untuk bangunan utama, dan satu lagi di sebelah sana itu adalah untuk area kamar-kamar. Nanti kita akan lihat tuh dalamnya gimana ya. Dan untuk perpaduan warnanya sendiri bisa dibilang cukup simpel sih, Teman-teman. Cuman perpaduan antara warna abu-abu dengan aksen kayu gitu ya di area fasnya ini di depannya. Dan ee kalau kita mendekat lagi ke sebelah sini, ini adalah area entrance. Dan di sini ee kita bisa ngintip juga. Kalau tadi kan ke garasi bisa ngintip tuh. Ini kita bisa ngintip juga tuh ke area duduk-duduk yang ada di dalam gitu ya. Jadi dari depan aja nuansa keterbukaannya tuh udah bisa kelihatan gitu. Nah, ini dia pakai eh e roaster ya. Sengaja dibikin ee maju mundur, maju mundur, maju mundur gini untuk ngasih apa ya aksen lah gitu. Dan ini juga ada rangka besinya jadi lebih tahan, lebih amanlah gitu. Terus kita bisa lihat juga di sini ee untuk konstruksinya ini pakai Habib teman-teman ya. Dan ini juga sengaja dixpos sama arsiteknya biar nyatu sama material-material yang lain, nyatu sama kayunya juga. Dan yang pasti e untuk Habim ini keuntungannya untuk proses konstruksinya lebih cepat gitu ya. Terus di sebelah sini yuk yuk mendekat. Ini adalah pintu masuk utamanya dan ini ee materialnya menggunakan kayu merba. Jadi ini akan ada banyak juga yang menggunakan material ini di dalam. Nanti kita lihat, ya. Yuk, masuk. Sebelum kita ke ruangan selanjutnya, aku mau kasih tahu info menarik soal material finishing interior yang satu ini. Coba lihat yang bikin dapur ini cantik banget atau yang bikin kamar mandi ini estetik atau yang bikin salon ini jadi semewah ini? Iya, yang bikin jadi estetik banget itu kerami kecil-kecil yang menghiasi dindingnya. Material ini udah banyak dipakai oleh arsitek-arsitek dan interior desainer. Tapi orang awam belum banyak yang tahu loh. Jadi kalau kamu pengen ruangan kamu tampil lebih cantik dan fresh, kamu bisa coba pakai keramik mozaik dari Mozaatel. Mozaatel punya berbagai motif dan warna yang sangat estetik. Kamu bisa lihat beragam motif apa aja yang bisa mempercantik rumah kamu di website-nya yang linknya ada di deskripsi ya. Sekarang kita udah masuk ke area dalam rumahnya, Teman-teman. Nah, saya mau tunjukin dulu sebelum kita lihat living, dining, dan juga kitchen areanya. Saya mau tunjukin ini ada area outdoor yang bisa kita intip sedikit tadi dari roster di depan. Ini area duduk-duduk nyantai ya. Dan ada taman juga di sini dengan beberapa tumbuhan dan tetap ada eh roaster yang menghadap ke luar juga. Jadi walaupun ini outdoor tetap bisa ke lihat ke arah luar juga. Jadi tetap terbuka gitu ya konsepnya. Oke, sekarang kita lihat dalamnya. Are you ready? Are you ready? Are you ready? Oh my god, I'm so excited. Kenapa? Karena begitu masuk eh eh ini di Bandung apa di Bali ya? Gitu. Karena benar-benar vibe-nya tuh menurut saya pribadi ya ini ya tuh kayak villa di Bali lah gitu. Tapi yang homie, yang e terbuka gitu ya, yang nyaman lah. Nah, ini adalah area eh living-nya ya. Jadi di sini teman-teman bisa lihat apa ya aku nyelip dari antara meja ini. Oke, di sini ada sofa ya kan. Terus ada eh dua single seater sofa. Di sini ada TV juga. Dan yang menarik dari living areanya ini adalah silingnya tuh tinggi banget, Teman-teman. Tuh, ini tuh sekitar 7 m ke atas, ya. Terus juga ee ada cahaya masuk, ada udara masuk juga karena di sebelah sana yang taman kecil tadi itu di atasnya itu ada ee apa? Kaca yang sangat besar di samping-sampingnya juga. Jadi cahaya tuh benar-benar menyinari ke ruangan ini gitu. Jadi benar-benar terang, cahaya banyak masuk, udara juga banyak masuk. gitu. Nah, sebelum kita ke area dining, kita mau tunjukin dulu nih untuk area powder room-nya. Nah, ini area powder room-nya, Teman-teman. Jadi, luas ya. Di sini difungsikan juga buat naruh e sepatu-sepatu gitu, ya, barang-barang pribadi dari pemilik. Terus ini wasffelnya dari kayu solid. Ini menarik banget sih. Dan ini dia powder room-nya. Jadi untuk tamu yang lagi berkunjung bisa e ke belakangnya tuh di sini gitu buang airnya di sini. Oke, selanjutnya Ada satu meja makan ya ee panjang. Ini bisa sampai 8 orang duduk di sini. Dan ini ee banyak furniturnya tuh yang dari Bali, Teman-teman. Jadi kalau mungkin tertarik, wah ini cakep nih. Ini info dari arsiteknya dari Bali nih. Kebanyakan barang-barangnya ya. Terus di sini area kitchen-nya. Dan inilah mereka. Ini ada Pak Michael dari RDMA arsiteknya. Dan ada Bu Endah selaku pemilik rumah. Halo Bu. Halo. Nanti kita bakal ngobrol-ngobrol ya sama Bu Endah sama Pak Michael juga di belakang. Tapi izin ya, Bu, Pak. Kita keliling dulu ya. Oke. Nah, ini untuk area kitchen-nya ya. Untuk island-nya ini pakai cter stone. Terus e kitchen cabinetnya dengan material HPL. Dan di sebelah sini adalah area dapur basahnya. Nah, jadi kalau yang depan tadi untuk prepare-prepare gitu ya, untuk yang kilat-kilat. Nah, untuk masak benerannya di sini nih. Dan untuk dapur basahnya juga tetap dapat view ke luar, ke area taman ini yang habis ini kita bakal mampir ke situ, ya. Jadi, sambil masak, sambil nyiap-nyiapin bisa tetap dapat pemandangan yang cantik ini. Lanjut. Nah, dari dapur basa tadi kita tuh bisa ngelihat ke arah luar. Jadi, ini adalah area samping dari rumah ini. Ini tadi kita bisa intip dikit ya dari pintu garasi. Ini tanaman yang kayak padi nih, sekilas dari kejauhan. Tapi ini namanya adalah iris ya. Jadi bikin nuansanya tuh kayak kayak lag view sawah lah gitu ya. Padahal ini bukan padi sih sebenarnya. Di situ ada garasi yang tadi bisa kita lihat dari luar. Terus di sini ada area outdoor buat duduk-duduk. Karena kebetulan pemilik tuh suka banyak kedatangan keluarga, teman-teman gitu ya. Jadi banyak space lah buat nongkrong. Dan ini katanya juga salah satu spot favorit di rumah ini. Jadi tempat nongkrong kalau tamu-tamu pada datang gitu ya. Dan ada pohon di tengah sini. Yang ini memang e pohon yang existing yang memang udah ada dari sebelumnya gitu ya. Dan jadi apa ya jadi aksen yang menariklah di area outdoor-nya ini. Dan di sebelah sini adalah service areanya. Turun ke bawah sini adalah service areanya. Jadi flow-nya kalau ee ART dari ee kamar gitu ya, dari area ART naiknya lewat sini menuju ke dapur basah dan juga bangunan utama rumah gitu. Oke, kita masuk lagi ke dalam ya. Kalau barusan kita udah lihat taman yang ada di sisi samping yang ada di sebelah sana. Nah, ini sisi samping satunya lagi nih, Teman-teman. Ini adalah kolam renang swimming pool yang ada di rumah ini. Nice ya. Ada apa? Meja dan juga tempat duduk. Ini semi-semi lesehan di bawah. Dan ini dia kolam renangnya. Dan karena tanahnya tuh kan menurun gitu, Teman-teman, ya. Dan itu di bawah tuh ada pohon-pohon yang memang sudah ee existing, memang sudah ada dari sebelumnya. Ini memang sengaja tidak ditebang. Jadi memang e dari owner udahlah biar untuk privacy gitu ya. Jadi si pohon-pohon ini nantinya bisa jadi penghalang. Jadi enak juga untuk di mata tuh hijau-hijau dan sekaligus untuk privacy juga jadi enggak bisa kelihatan dari luar untuk area swimming pool-nya ini gitu. Nah, untuk area outdoor ini flooring-nya pakai batu undesit teman-teman ya. Dan kalau misalnya bisa lihat ini di sisi sebelah sini dan sisi sebelah sini tuh ada teras kecil gitu yang itu tuh bisa diakses. Untuk yang sebelah sini bisa diakses dari kamar anak dan untuk yang sebelah situ teras kecilnya bisa diakses dari master bedroom ya. Nah, kita udah cek, udah lihat area luarnya. Sekarang saya mau ajakin teman-teman ke ruangan berikutnya. Yuk, sekarang kita menuju ke master bedroom. Penasaran dong pengin lihat master bedroom-nya. Ini dia. Ini adalah master bedroom-nya ya. Dan ini adalah balkon atau teras kecil yang saya bilang tadi pas di kolam renang. Nah, jadi pemilik bisa duduk-duduk di sini sambil menikmati hijau-ijau, ya kan. Menikmati kolam renang juga dari sini. Walaupun enggak bisa akses langsung ke kolam renang sih, cuman dapatlah view-nya gitu ya. Buat nyantai-nyantai sih enak banget di sini. Dan sama kayak di pintu masuk utama tadi, di kamar ini juga kusen-kusen ini pakai kayu merbau gitu ya. Terus juga kita bisa lihat tuh konstruksi ee habimnya juga masih bisa kelihatan di sini ya. Dan benar-benar di seluruh rumah dixpos dan karena ini adalah master bedroom, jadi ada walking closet sama ada kamar mandi dalamnya juga. Unsuit bathroom-nya juga. Tapi kita enggak usah masuk kali ya. Ini pintunya lewat sini nih. Gitu. Oke, kita ke ruangan selanjutnya. Oh, i tadi saya juga lupa bilang, Teman-teman. Jadi untuk area dining sama kitchen-nya ini dia memang ee silingnya tuh lebih rendah ya. Ini tuh tingginya kurang lebih 2 8 lah, 2,8 m. Karena di atasnya ini itu adalah mezanin gitu. Dan intensinya juga kenapa dibuat lebih rendah? Karena kan ini memang area yang lebih intimate ya, maksudnya untuk yang lebih dekat gitu di meja makan dan juga area ini. Sedangkan kalau living areanya yang di sini memang e seilingnya tuh lebih tinggi gitu sampai 7 m tadi. Ini yang saya sebutin di awal. Dan untuk eh flooring-nya tadi saya juga lupa nyebutin di awal. Mungkin teman-teman juga dari tadi penasaran itu apa sih kehijau-hijauan? ini tuh pakai batu Sukabumi, Teman-teman, ya. Jadi, bikin nuansa alamnya tuh keluarlah di rumah ini dengan warna kehijauannya ini, gitu. Oke, selanjutnya kita ke sebelah sini. Sebelum kita naik ke lantai Mezanin ya, saya mau tunjukin ee dua kamar anak yang ada di sini. Tapi salah satunya aja ya, kita intip. Ini adalah kamar anak. Ada dua tempat tidur ya dengan ukuran single. Terus di sini ada kamar mandi yang nyambung dengan kamar mandi anak yang satunya. Jadi Jack Angel ya. Enggak ada orang kan? Kita mau ngintip dikit aja kok. Nah nih kamar mandi yang dipakai untuk dua kamar anak ini ya. Oke, dan di sini ada teras lagi nih, Teman-teman. Yang tadi kelihatan dari kolam renang itu tuh ya. Ini di sini posisinya yang langsung bisa kelihatan swimming pool juga dari sini ya. Jadi bisa buat nyantai-nyantai. Ini sih kalau bawa teman banyak juga bisa nih nongkrong-nongkrong di sini ya kan. Dan ini terasnya memanjang terus nyambung sampai kamar anak yang satunya. kita bisa lihat tuh teman-teman kontur tanahnya ya benar-benar menjorok ke bawah dan ini masih bagian dari rumah ini semuanya sampai ke ujung bawah sana gitu. Dan dari sini saya mau ajakin teman-teman lihat lantai mezaninnya nih. Dari tadi udah kita ngintip dikit tangganya kan. Yuk, yuk. Oke, kita menuju ke lantai mezanin melalui tangga ini yang terang banget ya, Teman-teman. Karena ada skylight yang tetap direduksi sinar mataharinya dengan kisi-kisi. Ini kayu olin juga materialnya. inilah dia lantai mezanin dari Er House ini ya. Ada sofa letter L yang cukup besar. Ada TV lagi di atas ini. Walaupun di bawah tadi udah ada TV ya, tapi ini jadi space lah. Kalau misalnya keluarga datang, teman-teman datang gitu ya. Banyak spot buat nongkrong di rumah ini gitu kan. Tadi di taman samping ada, di bawah ada di sini ada dan ya kita bisa lihat very eh comfy very cozy di sini ya. Dan untuk lantainya ini dengan material papan lapis dan ini kan tujuannya karena biar lebih ringan ya karena ini kan memang lantai mezanin gitu. Oke, lanjut. Ada area outdoor lagi, Guys, di sebelah sini. Enggak cuma di bawah yang kolam renang tadi. Ini ada area duduk-duduk lagi di atas sini. Bisa duduk sampai empat orang. Bisa ngintip-ngintip dikit ke kolam renang juga di sini, ya. Tuh, bisa kelihatanlah dari sini ada alat-alat gym juga ditaruh sama pemilik di sini. Jadi, ini kawasan atau area yang kalau mau dipakai buat olahraga, di sinilah tempatnya gitu ya. Ya, jadi bisa jadi area multifungsi lah untuk si lantai mezaninnya ini untuk kumpul-kumpul gitu. Dan di situ tuh ada satu pintu Jadi ini adalah pintu Dora Emon. Enggak deng. Ini pintu ee menuju ke area ee deck di atas ya. Jadi kalau teman-teman lihat ini sepanjang ini, nah itu di atas ada area outdoor. Jadi bisa dipakai sama owner dan juga tamu-tamunya yang hadir buat kumpul-kumpul di atas ini. Jadi enggak akan kehabisan spot buat nongkrong lah intinya ya kalau di rumah ini mah. Nah, di sini tuh juga saya mau tunjukin teman-teman di lantai mezaninnya ini tuh masih tentu bisa kelihatan ke lantai bawah. Jadi ini kan kebuka nih gitu ya. Jadi ada yang di sini masih bisa berinteraksi sama yang di bawah karena ini juga enggak terlalu tinggi jaraknya gitu ya. Jadi kalau ngobrol gini juga sebenarnya masih kedengaran. Jadi ini bisa dibilang apa ya antara lantai bawah dan lantai atas tuh tetap ada nyambungnya gitu enggak terpisah. Tetap jadi satu kesatuan lah walaupun levelnya lebih tinggi gitu. Kayaknya udah ya semua ruangan kita explore. Ada lagi enggak ya? kayaknya udah semua sih yang belum adalah ngobrol sama Pak Michael dari RDMA dan juga Bu Endah selaku pemilik dari Er House ini. Jadi jangan ke mana-mana kalau mau tahu lebih dalam lagi kita akan lanjut ngobrol setelah ini. Oke. Oke guys, seperti janji saya tadi di awal. Sekarang kita mau ngobrol-ngobrol sama pemilik rumah. Ada Bu Endah di sini. I, Bu. Terima kasih ya sekali lagi. Kami sudah diperbolehkan mampir lihat-lihat rumahnya gitu. Cakep banget rumahnya. Tapi mungkin boleh diceritain, Bu, awalnya bisa ketemu sama Pak Michael sama RDMA tuh gimana sih? Awalnya saya kan berencana mau bangun rumah ya, anak saya tuh yang bungsu tuh bilang Bu ee dia tuh udah tahu ee mic lihat dari IG-nya gitu. hasilnya tuh menurut dia tuh oke-oke gitu. Ya udah saya buka IG-nya Pak Mike ya. RDMA itu akhirnya saya ng DM Mike ya. He. Kamarnya tiga ee dua buat anak-anak, satu kamar utama. Udah gitu doang gitu. H ya. Setelah itu ngobrol-ngobrol. Oke. Dia bikinin ee gambarnya ya. Bikinin gambarnya. ternyata ya hasilnya ee gambarnya gede banget gitu. Heeh. Terus ee saya minta banyak jendelanya dari kayu-kayu apa pakai jalousy-jalusi gitu. Karena saya lihat dari hasil-hasilnya Mike itu ee bagus-bagus yang hasil yang pakai kayu-kayu kayak gini gitu. He he. Jadilah seperti ini. Jadilah seperti ini. Tapi gimana, Bu testimoninya setelah rumahnya ditempatin gitu ya? Setelah Ibu sudah tinggal di sini? Gimana nih testimoninya? Ee ya senang ya ee terutama daerahnya juga dingin. Mike bikinin ininya juga kan sirkulasinya bagus ya dengan bahan-bahan yang kayu kayak gini enaklah sesuai yang saya mau gitu ya. Kayak ee rumah desa gitu ya. Kayak vila Bali kalau saya bilang kayak vila Bali ya. Saya tadi masuk ini Bali atau Bandung ya. Nah, kebenaran kan semua juga ee apa interior segala macam juga atas saran mic gitu. Hm. Oke. Terus kalau untuk di rumah ini sendiri, Bu Enda, ruangan favorit Ibu yang mana nih? Saya kan tadi lihat banyak banget spot nongkrong nih di sini Wow. Bisa di mana-mana gitu. Kalau Ibu sendiri paling suka di mana? Ee kalau pagi-pagi saya jemur di situ. Di depan ya. Heeh. lebih banyak depan kolam sama di pantri. Pertama selesai itu lebaran ya, kebenaran kita keluarga besar. Jadi ee ada beberapa spot kan gitu anak-anak remaja di depan gitu terus yang bapak-bapak karena sebagian ada yang merokok di bagian luar. Ibu-ibu banyak di kolam renang di halaman gitu. Teras kolam renang dan di pentry tentunya yang banyak makanan. Luas lahannya itu 1100 sekian m². Untuk bangunannya sendiri kurang lebih di 600 m². Kebetulan keunikan di projject ini dari segi owner itu mungkin secara chemistry dari awal sudah terbentuk. He. Jadi ee komunikasinya kita juga udah lebih mudah gitu. Ee chemistrynya itu apa? Jadi contohnya beliau senang rumah yang tropis-tropis, yang kayu, yang lebih natural lah gitu istilahnya. Nah, itu kebetulan kita juga senang mendesain rumah seperti itu gitu. Jadi selama proses tuh jadinya ini ee gampang gitu di di lancarlah bisa dibilang. Bahan juga kita pakai semuanya yang lebih ee natural gitu ya. Karena saya juga pengin rumah ini tuh ee sesuai dengan apa? konteks di lingkungan sini gitu. Kebetulan lingkungan di sini kan existingnya udah banyak pohon-pohon gede gitu ya. Jadi lingkungannya udah benar-benar enak bangetlah gitu. Jadi kita enggak bikin rumah yang terlalu formal secara desain, tapi kita bikin rumah ini benar-benar casual, benar-benar nyantai banget lah. Ee menurut saya sih di rumah ini tuh spot duduknya atau spot nongkrongnya tuh banyak suasananya ya. Kalau di depan sana suasana teras atau ee ya teraslah menghadap ke depan tuh vibe-nya beda. Lihat pohon gede-gede. Terus kalau di pinggir situ ada di pinggir kolam gitu ya. Tapi suasananya sengaja pohon assisting dibiarkan tumbuh lebat sampai sepertinya tuh kolamnya e infinity-nya ke arah hutan gitu. Terus ke di belakang kita ini. Ini kan belakang sebenarnya area inner coat di belakang garasi. Tapi sengaja saya bikinnya suasananya kayak ada e hamparan padi gitu. Jadi ya mungkin banyak yang bikin keunikannya itu ee banyak spot-spot yang beda-beda dalam satu rumah gitu. Itu sih kelihatannya di lahan kontur itu tantangannya sebetulnya ee kalau secara desain sih ee masih okelah bisa cuman lebih ke biasanya tuh lebih ke budget sebetulnya. Jadi kita ada ekstra cost untuk ee masalah struktur gitu ya yang gitu-gitu tuh lebih lebih sensitifnya sebenarnya lebih ke budget sih. Nah, tapi ee kita triknya kita itu kalau lahan kontur seminim mungkin kita bikin kita bikin DPT gitu. Jadi karena DPT itu dinding penahan tanah itu ee paling makan biayanya lumayan gitu ya. Istilahnya kita keluar duit tapi barangnya kan enggak ada tuh ya dipendem di tanah gitu tapi duit keluarnya gede. Nah, itu kita berusaha mengurangi itu meminimalisir secara desain gitu. Jadi ee tantangannya lebih lebih di situ sih. Tapi akhirnya malah difungsikan jadi ruangan servis itu ya. Iya. Gara-gara itu jadi kita bikin ada ee karena tanah berkontur jadi kita bikin ruangan servisnya di bawah gitu istilahnya di kolong bangunan gitu. Tapi tetap secara pencahayaan, secara udara juga tetap tetap enaklah, tetap tetap nyaman gitu. Ini katanya pintu masuknya sebenarnya bukan dari atas ini ya, Pak ya. Just dari bawah ya harusnya. Iya. Iya, betul. Jadi sebetulnya kalau lihat alamatnya ini harusnya masuknya tuh di tanah paling bawah di di kan jalannya di bawah. Kebetulan tanah ini tuh ada jalan di sebelah atasnya juga gitu. Jadi kita masuk setelah kita diskusi dengan owner dengan pertimbangan ee macam-macam akhirnya kita putuskan di atas ya. Salah satunya juga memang secara fungsi juga rasanya lebih enak dari atas. Masuknya lebih nyaman kan mobil parkir turun tinggal jalan sedikit masuk ke rumah. Kalau di bawah kan kita parkir di bawahnya terus naik tangga ke atas dan seterusnya gitu. Perlu lift kayaknya itu ya. Iya pasti perlu lift gitu. Terus lebih ke ujung-ujungnya biaya juga jadi lumayan kan. gitu. Jadi kita memang sengaja di sini pakai materialnya itu ee baja Habim gitu ya. Kenapa? Supaya secara ukuran dimensi itu bisa lebih kecil, lebih Jadi saya pengin rumah itu rumah ini tuh enggak enggak balik gitu, enggak kesannya gemuk banget gitu. Jadi penginnya slim tetap ee bentuknya bagus gitu. Jadi secara struktur kita pakai itu karena kalau pakai baja ee secara hitungan strukturnya juga jadi lebih kecil gitu. Nah, makanya ee dari desain juga kita bajanya. Jadi kan kadang-kadang ada orang pakai baja terus dibungkus lagi ya pakai selimut beton. Ini saya sengaja enggak. Saya sengaja biarin aja. Jadi istilahnya bata, baja ee semuanya terlihat apa adanya aja gitu. Untuk lantai juga kita pakai batu Sukabumi ya. Kenapa? Jadi saya sempat ngobrol sama discuss dengan owner kalau pakai granita kayaknya ee terlalu apa ya konvensional gitu ya. Walaupun banyak sih granit yang corak batu. Jadi saya usul ke Ibu gimananya Bu kalau kita pakainya udah aja pakai batu alam gitu. kita cari apa yang ee secara budget juga enggak bengkak, tapi secara looks-nya, secara ee interior nanti mendukung ke rumah ini. Jadi kita saya coba cari-cari kayaknya ini cukup unik gitu. Warnanya kan hijau gitu ya. Jadi di sini kan warnanya warna-warna bumi lah ya, earth color gitu. Iya. Jadi kayaknya ini cocoklah gitu untuk ini. Untuk durasi desainnya sendiri kurang lebih di 4 bulan ya. Untuk konstruksinya itu kira-kira 1,5 tahun. H. Jadi kurang lebih totalnya dari desain sampai rumah ini jadi kurang lebih 2 tahun lah. 2 tahun ya. Iya. Rumah ini dibangun tahun 2022 ya. He. Jadi waktu itu per meter persinya itu di kisaran R8 jutaan perm². R8 jutaan perm². Betul. Untuk Instagram-nya kita di @DMS. Eh, untuk website-nya di www.rdmain pakai S ya, rdmadesins.com. Oke, siap.

Lihat di YouTube