Jungkat

ColorOS Di OPPO Entry Level? Masih Lancar? feat. OPPO A6s (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Color OS di spec entry level masih lancar atau enggak nih? Ya, kami sering lihat banyak dari kalian yang suka dengan color OS-nya OPPO. Alasannya beraneka ragam. Dari ada yang bilang optimal, ringan, jarang ada masalah, minim iklan, smooth, intinya reputasinya terbilang bagus ya. Nah, belum lama ini tim kami sempat berkunjung ke R&D Center Oppo di Tongkuan, Cina ya. Dan ada info menarik dari mereka. Jadi, tim Oppo ketika menguji color OS-nya itu enggak cuma di flagship aja, mereka memastikan bahwa color OS-nya ini bisa tetap smooth dan lancar di entry level sekalipun. Mulai dari buka tutup appan, multitasking. Apa benar? Kita buktikan yuk. [musik] Ya, topik UI ini memang bukan topik yang bisa diukur dengan mudah ya. Pengalaman setiap individu bisa saja berbeda dengan individu yang lainnya meskipun dengan UI dan HP yang sama. By the way, secara teknis yang benar itu color OS itu UI bukan OS ya. UI color OS ini berjalan di atas OS Android. Tapi makin ke sini karena penyederhanaan dari sisi marketing seringki batasan antara UI dan OS itu jadi tercampur aduk. Ini bukan salah total sih, tapi penyederhanaan istilah supaya mudah dipahami aja. Analoginya Android itu mesin mobil, color OS itu desain, dashboard dan fitur interiornya lah ya. Orang bisa bilang mobilnya enak, padahal itu yang dimaksud adalah interiornya. Nah, di video ini kami ingin mencari tahu seperti apa performa color OS di smartphone Oppo yang punya spesifikasi entry level. Contohnya seperti di Oppo A6 ini. SOC-nya pakai Snapdragon 685. RAM-nya 8 GB LPDR 4X dengan virtual RAM hingga 8 GB. Storage-nya 128 GB, tapi Oppo tetap mengusahakan pakai UFS ya, bukan IMMC. Tersedia juga storage 256 GB untuk yang butuh storage lebih besar. Layarnya 6,75 inci dengan desain punch hole. Panelnya IPS resolusi HD plus 1570 * 720 piksel. Refresh rate-nya 120 Hz, adaptif. Baterai 7000 mAh dengan charging 80 watt superfug. Sudah lebih dari cukup nih untuk penggunaan harian kita. Kalau mau charging pun kencang, enggak nyampai 1 jam udah bisa penuh. Oppo A6 ini punya desain kerang mutiara yang membuatnya terlihat unik ya. Sudah punya IP rating IP68 dan IP69 tahan debu dan tahan air. Bahkan sudah ada fitur underwater supaya layarnya tidak merespon input dari tekanan air dan bisa pakai tombol volume untuk shutternya. Tapi kami tidak menyarankan untuk sengaja ditenggelamkan dalam air ya. IPAT ini cuma buat jaga-jaga aja. Nah, untuk unit kami ini unit retail versi Indonesia yang sudah diproduksi di pabrik Oppo di Indonesia. OPPO ini salah satu yang serius ya untuk investasi di Indonesia. Jadi, teman-teman kita dari SDM-nya di Indonesia juga bisa terserap sebagai tenaga kerja. Standar pabrik Oppo di Indonesia itu sudah dijaga supaya begitu smartphone sampai ke kalian ketahanannya juga oke. Untuk spesifikasi Oppo A6 ini memang tergolong entry level ya. Nah, kalau kita flashback sekitar 2 sampai 3 tahun yang lalu, kita bisa mendapatkan spesifikasi seperti ini di kelas 1,5 sampai 2,5 juta. Untuk tahun 2026 ini mungkin berubah ya situasinya ya karena krisis RAM dan storage yang naik banget harganya ya. Kemungkinan besar spek seperti ini juga akan ikutan naik harganya. Tapi kalau OS-nya optimal, spek seperti ini pun masih sangat bisa memberikan kenyamanan pakai yang oke. Setidaknya OPPO juga berusaha memberikan kenyamanan dari sisi after sales-nya. Bahkan OPA mengklaim kalau after sales mereka yang terbaik di industri ini. Salah satunya garasi 180 hari ganti unit baru. Penggantian layar pecah hingga 1 tahun. Ya, kenyamanan itu subjektif tapi paling tidak kita bisa contohkan lewat beberapa pengujian yang sudah kami lakukan. Nah, kita mulai dari proses booting dulu ya. Kita lihatnya ya Snapdragon 685 di Oppo versus Snapdragon 685 di smartphone lain ini kalian pastikan buat stornya sama-sama UFS. Jadi bukan UFS versus IMM sih jadinya ya. Kondisi OS juga fresh. Kita tidak instal aplikasi tambahan selain dari app bawaan yang sudah keinstal. Bisa kita lihat OPPO itu ternyata bisa lebih cepat proses bootingnya. Jadi kemungkinan besar ini efek dari UI-nya yang lebih efisien. Oke, lanjut lagi. Kita coba instal berbagai sosial media layaknya yang dipakai anak muda zaman sekarang. Ya, enggak mungkin instal sosial media cuma satu kan kalian kan. Kita instal Facebook, Instagram, TikTok, XT dan juga WhatsApp. Sayangnya enggak banyak dari kalian yang sadar bahwa sosial media itu bukan aplikasi yang ringan. Kalau OS, RAM dan stor-nya enggak optimal, main SOSM kayak gini bisa jadi lemot ya. Ini kita coba scrolling scrolling sambil pindah-pindah sosmate lain. Ini mulus ya buat yang belum tahu. Kalau kita pakai tombol juster seperti ini, kita bisa swipe langsung ke app sebelumnya seperti ini. Pindah-pindah app-nya jadi lebih cepat. Lagi-lagi ini adalah optimalisasi dari UI. Lanjut untuk tantangan berikutnya. E-commerce ini juga mengejutkan. Kita dapat feedback dari kalian yang cerita kalau buka Shopee berat, Bang. Buka tokpad berat, Bang. bikin lemot. Kalau menurut kami balik lagi tergantung spek dan UI yang digunakan. Kami pernah ketemu yang pakai G99 tapi terasa nge-lag. Nah, saat kami coba di Snapdragon 685 di Color OS ini bisa kalian lihat sendiri ya. Kami scrolling di Shopee, nonton live, pindah ke Tokpad, scrolling lagi, pindah ke Blib, scrolling lagi. Lancar kan? Yang perlu diingat di beberapa kasus bisa jadi memang aplikasinya sendiri yang enggak optimal. Biasanya perbaikan datang dari update developer aplikasi sendiri nanti ya. Nah, kalau di RnD Oppo yang di China mereka menguji banyak sekali aplikasi pihak ketiga. Bisa kalian lihat dari ribuan device dites tiap harinya untuk menjalankan aplikasi pihak ketiga. Mereka masih bahwa aplikasi pihak ketiganya juga bisa lancar jalan di sini. Nah, kita juga iseng dengan spek seperti ini. Apakah performanya udah oke buat gaming? Nah, untuk game Gensin Impact lowest 60 setelah 30 menit dimainkan, frame rate yang didapat itu ada kisaran 30 sampai 35 FPS. Sesekali memang sempat naik ke 40-an FPS tapi cuma sebentar. Overall masih cukup lancar ya dan masih cukup bisa dimainkan. Oke, kita isin juga nih. Coba bagaimana kalau kita jalankan beberapa game sekaligus lalu kita pindah-pindah dari satu game ke game yang lainnya. Misal kita main Gen Impact tapi teman ngajak mabar Mobile Legends. Kita coba pindah ke Mobile Legends yang udah dibuka sebelumnya dan belum ditutup ya. Kita iseng main satu match lalu kita balik ke Genensin Impact. Apakah sudah ketutup? Ternyata belum ya. Jadi untuk multitasing seberat ini masih sanggup tapi memang bukan yang super cepat dan tidak ada lag sama sekali. Lag di sini masih wajarlah. Berikutnya kita coba untuk editing video yang simpel-simpel aja ya. video satu layer 1080 30 fps sekitar 2 menit kita kasih auto caption dan kita kasih musik masih lancar ya untuk geser-geser timelin bisalah untuk konten sederhana seperti IG rails atau story gitu ya. Ya kesimpulannya tentunya colorise itu bukan UI yang sempurna. Seringkali Color Rice di Indonesia datang dengan berbagai aplikasi bawaan yang sudah terinstal ya. Dan aplikasi bawaan adalah praktik brand untuk mencari income tambahan via software. Memang sih kita bisa uninstal satu-satu tapi jadi agak repot di awal aja. storage kita baru setup awal udah langsung dimakan app yang kita mungkin enggak butuh. Lalu aplikasi App Market-nya sering menampilkan iklan dalam bentuk notifikasi. Ini mudah sih kalau yang ini ya tinggal matiin aja notifikasinya. Tapi lagi-lagi mayoritas user itu enggak mau repot. Maunya langsung pakai enggak pakai ribet. Untuk sebagian orang ini berpotensi tidak sengaja instal aplikasi dari iklan. Paling itu aja sih kalau dari kami ya. Setidaknya dari pengujian ini menunjukkan bahwa color OS di spesifikasi seperti ini pun masih sangat bisa diandalkan. tentunya ngulik OS nih enggak cukup sebulan 2 bulan ya, masih banyak banget skenario penggunaan yang belum kita coba seperti untuk banking app varable seperti untuk TWS atau jam tangan yang betul 24 jam aktif di background. Sejur kami senang sih jika produsen berani pamer seberapa optimal OS mereka di berbagai spesifikasi karena kenyamanan pakai OS itu seringki mengalahkan spesifikasi di atas kertas. Kalian setuju enggak? Nah, kalian sendiri punya pengalaman enggak sama color OS? Nah, kalian ceritakan deh pengalaman itu. Mau kekurangan atau kelebihan color OS dari sisi kalian. Siapa tahu dibaca oleh tim OPPO dan diperbaiki di versi selanjutnya.

Lihat di YouTube

Video Lainnya

HP Android 32 Juta...
Oleh GadgetIn
15m 11s

Pasar ponsel flagship premium baru saja diguncang oleh perangkat Android seharga 32 juta rupiah yang digadang-gadang sebagai daily driver mutakhir. OPPO Find X9...

Brand Terkait

Oppo

Oppo menghadirkan smartphone, tablet, earbuds, dan perangkat pintar dengan teknologi inovatif dan desain modern untuk hidup lebih mudah. Oppo dikenal dengan kamera canggih, fast charging cepat, dan performa andal untuk produktivitas serta hiburan digital.

Oppo A6s

OPPO A6s hadir sebagai smartphone yang mengutamakan daya tahan baterai besar, performa lancar, dan kenyamanan penggunaan harian. Smartphone ini membawa baterai 7000 mAh yang mampu mendukung aktivitas sepanjang hari tanpa sering mencari charger. Pengisian daya 80W juga membuat proses isi ulang menjadi jauh lebih cepat. Kombinasi tersebut membuat OPPO A6s...