Jungkat

Compact, gak mahal, pake Snapdragon 👌🏽 (YouTube Video)

  • 01/09/2025

Laptop tipis, dipakainya lancar, baterainya awet, harganya enggak kemahalan. Yakin gua pasti kita semua mendambahkan laptop yang seperti itu. Makanya gua mau ajak teman-teman semua nih buat lihat laptop yang ini. [Musik] Bismillah. Alhamdulillah kita ketemu lagi bareng gua Romi. Ini adalah Asus Vivobook 14X1407 QA yang mestinya sih ini bisa menjawab semua keinginan kita untuk sebuah laptop yang harganya enggak mahal. Berapa harganya? Gua spill nanti di akhir video. Jadi dia tuh ada tiga opsi warna ya. Ada cool silver, quiet blue, dan yang sekarang gua cobain ini platinum gold. Desainnya ringkes dan kompak walaupun enggak bisa dibilang tipis ya. dia di 1,79 cm dan bobotnya ini cuma 1,49 kg aja. Desain backoornya gua cukup suka ya. Dia clean cuma ada tulisan Asus Vivobook aja di kanan. Pas kita buka exel-nya ini solid bisa dirubahin sampai 180 derajat. Esus enggak ngasih tahu ini apa materialnya, tapi kayaknya sih ini metal ya. Karena pas gua pegang itu berasa solid juga. Cuttingannya juga rapi. Memang enggak sepremium seri-seri Vivobook yang flexip, tapi ini udah lebih dari cukup buat harga yang ditawarin. Dan harusnya ini kuat juga ya karena udah lolos tes standar militer 810H. IO port-nya di kiri ada dua USBC 4.0 gen 3, support power delivery dan display port sekaligus jadi port chargernya. Terus ada 1 USB A 3.2 gen 1, HDMI 2.1 TDMS, dan 1 3,5 mm combo jack audio. Kalau di kanan cuma ada 1 USB A 3.2 Gen 1. Target market dari laptop ini adalah pelajar, mahasiswa atau intinya yang kerja dengan mobilitas tinggi. Ah, nyenengin ya ini buat dibawa-bawa. Apalagi ngecasnya juga udah pakai USBC. Jadi, kita bisa pakai casan HP juga. Enggak usah ribet-ribet bawa casannya dia sendiri. Nah, chipsetnya ini dia pakai Snapdragon XX126100 8 core 8 trad, clock speed-nya up to 2,97 GHz, GP-nya Adreno dan NPU-nya Qualcom Hexagon yang punya up to 45 tops. Artinya dia udah certified cilot plus di PC. RAM-nya 16 GB LPDDR5X on board jadi enggak upgradable. Storage-nya 512 GB PCI 4.0. Ini aman, bisa di-upgrade. Untuk konektivitasnya dia pakai WiFi 6 triple band. Terus e Bluetooth-nya versi 5.3 dan udah preinstalled Windows 11 Home Edition. Yuk kita benchmark di Geekbench yang en ya. Skornya termasuk tinggi 2143 untuk single core dan 10.630 multiore. Di GPU benchmark dengan API Open CL dapat 9492 dan untuk API Fulcan 13.896 poin. Terakhir di Snbench R23 skornya ada di 953 untuk single core dan 6.364 untuk multiore-nya. Sayangnya untuk PC Max 10 belum support chipset berbasis ARM, jadi gua enggak bisa ngetes. Gua juga e enggak main game di laptop ini karena tentunya peruntukannya bukan buat main game. Next, untuk layarnya dia pakai panel IPS 14 inci 1200 piksel. Rasionya e 16 bing 10. Jadi enak lega. Pck brightest-nya 300 nitz. punya 45% NTSC color gamut dengan lapisan antiglare. Jadi masih oke buat dipakai di outdoor atau kena cahaya. Mungkin hari gini rada-rada aneh yang lihat laptop Asus enggak pakai OLED. Maklum sih karena ini kan buat ngejer harganya biar affordable ya. Sebenarnya layar IPS gini juga udah standar yang enak dipakai buat sehari-hari sih. Kalau sebelumnya enggak pernah pakai OLED ya bakal happy-happy aja dengan layar IPS seperti ini. Gambarnya masih cukup tajam, warnanya juga masih acceptable. FYI ini enggak support playback HDR ya sama sekali di YouTube ataupun di Netflix. Untuk speakernya yang gua enggak expect sama sekali ternyata suaranya ini lantang banget udah support Dolby Atmos. E buat kelasannya speakernya ini bisa dibilang juara ya. Suara surround-nya juga cukup baik. E jadi enak buat dipakai streaming terutama Netflix. Dan sekarang ke pokok pembahasannya. Gimana kalau laptop ini buat dipakai kerja? Jawabannya menyenangkan. Kalian yang naik motor atau naik kendaraan umum ini enggak akan makan tempat di tas. Ya, intinya bawa laptop kompact yang cuma 1,5 kg ini enggak akan bikin ribet. Touchpad-nya ini juga cukup gede. F dipegang memang biasa aja gak ada rasa premiumnya. Tapi untuk akurasinya no complain. Buat gua yang pakai laptop ini buat nulis script dan juga browsing, performa trackpad-nya ini udah lebih dari cukup. Keyboard-nya juga asik ya, key caps-nya masih pakai material plastik. Jadi memang pas kita sentuh juga enggak berasa premium. Tapi buat dipakai ngetik, Asus Ergo Sense keyboard-nya ini enak banget. Jarak antar key caps-nya ada di 19 mm yang menurut gua ini pas. Key travelnya 1,7 mm bisa ngasih feedback yang empuk dan ada tiga level backlit. Untuk webcam-nya dia udah full HD dan ada privacy shutter jadi bisa kita tutup kalau lagi enggak dipakai. Terus karena NPU-nya ini cukup powerful pas pakai studio effect rasanya itu enteng-enteng aja. Buat meeting online, kita juga bisa aktifin mikrofon noise cancelling di aplikasi My Asus. Untuk aplikasi berbasis AI, respon copilot-nya ini instan. Di sini Asus ngasih beberapa aplikasi yang free kayak Story Cube ya. semacam file management bisa buat e arrange foto dan video. Dia bisa identify orang dan scene. Misalnya gua foto pas hiking, tinggal ketik aja hiking. Nanti dia bakal munculin foto dan video yang sesuai. Buat pelengkap laptop ini juga dikasih face recognition yang mana ini jarang banget ada untuk laptop di kelas harganya. Baterainya kayaknya ini cuma 50 wat hour. Tapi selama gua pakai untuk bikin script sambil browsing-browsing ini dia cuma berkurang 13% selama gua pakai 2 jam. Ini artinya baterainya bisa bertahan di atas 10 jam buat keperluan kerja kantoran biasa. Udah gitu dia juga support power delivery 65 watt yang artinya cukup bawa satu chargeran gun aja. Jadi kita enggak usah bawa banyak-banyak chargeran di tas. Kesimpulannya, Asus dan Snapdragon sukses bikin laptop terjangkau yang punya desain, performa, dan daya tahan baterai yang outstanding. Sungguh sebuah kombinasi yang sangat apik ya. Udah gitu laptopnya juga udah AI ready pakai MPU yang mumpuni. Catat. Nah, harganya ini katanya cuma 499 juta. kita

Lihat di YouTube