Controller Murah Paling Ideal. - Gamesir Nova 2 Lite (YouTube Video)
Udah cukup lama kita belum update lagi di dunia pergepetan yang buat PC. Terakhir kita ng-review gamepad PC itu kapan ya? Kayaknya 4 tahun lalu deh kita ng-review buat Fech itu dia ngeluarin yang wireless harganya 200 apa Rp300.000-an gitu. Itu nyala aja udah alhamdulillah. Tapi ternyata sekarang gempadanya enggak nyampai Rp300.000 itu udah bagus banget. Analognya sama triggernya itu udah hal efek. Terus juga ada makro button di belakang. Triggernya bisa diset dan bahkan dipad-nya itu udah mekanical. [Musik] Kalau dilihat dari bentuknya sebenarnya gamepad ini kurang lebih sama controller Xbox biasa di mana gripnya mantap, bentuknya blky dikit, dan color paletnya itu juga kece. Kombinasi warna putih, abu dan oren-nya yang di sini ngasih nuansa yang lebih segar gitu. Di mana punya skema warna yang gua akuin lebih kecebing Nova Light yang sebelumnya. Oh ya, buat pilihan warna itu ada white, black, dan juga gold special edition. Di mana harganya kalau di tokpad ada di Rp300.000-an. Namun di Shopee bisa kalian dapetin cuma di R268.000-an aja. Ada pilihan plus docking juga di mana total harganya jadi Rp500.000. Controller ini juga punya beberapa texture grip di mana yang pertama ada di bagian belakangnya cuman itu gak terlalu kerasa banget. Di mana kalau yang menurut kita itu kerasa banget ada di analognya yang di mana itu membantu jempol kita pas lagi navigasi. LB dan RB-nya agak lebih gendut dari controller biasa dan enggak terlalu panjang juga tapi buat analog dan juga trigger dia sudah pakai Hall effect. Namun belum yang TMR alias ini adalah hal effect yang biasa. Bentuk dari triggernya lumayan mudah buat ditekan dan ada switch buat nahan triggernya kalau mau jadi button aja. Sementara buat face button-nya memang masih menggunakan membran, namun enak banget buat ditekan berkali-kali. Berbeda dengan face button, di pet-nya ini punya switch mechanical clicky yang mirip dengan blue switch. di mana beberapa orang lebih prefer Switch ini kalau lagi game fighting. Melihat ke dalam boknya, kita dikasih controllernya itu plus bonus sebuah cover yang bisa menjaga controllernya agar enggak berdebu kalau lagi enggak dipakai. Namun ngelihat hingch-nya itu kerasa kayak covernya itu agak ringkih. Lalu ada kabel USB C 2A buat charging atau firmware update. Dan donglenya ini bentuknya enggak gede-gede banget ya, sekaligus satu skema warna juga dengan controllernya. Jadi secara estetik gua enggak ada komplain sama sekali. Dan untuk dong-nya ini dia ada sebuah tombol yang gunanya adalah untuk pairing atau repairing. Jadi kalau misalnya nih dongnya hilang atau controllernya yang hilang, kalian masih bisa cari dongle baru atau controller baru. Overall games Nova 2 Lite punya tiga koneksi, yaitu dongle 2,4 GHz, Bluetooth, dan juga wire. Buat mode dongle 2,4 GHz-nya, kita tinggal pencet logo ayam ini Plus X dan indikatornya itu warna hijau. Kalau Bluetooth misal ke Android atau iOS bisa logonya plus B dan itu berindikator warna biru dan logo ayam plus Y itu bisa buat Nintendo Switch yang indikatornya warna merah. Buat Nintendo Switch, dia juga bisa switch button antara B dan A dan X dan Y biar ngikutin layout-nya Nintendo Switch pada umumnya. Sayangnya karena gak ada gyro sensor dan juga touchpad, controller ini masih belum support dengan PS5. Jadi konsol yang support itu cuma Xbox dan Switch aja. Sementara di PC ada software yang namanya itu Games Connect di Microsoft Store. Di sini kita bisa kustomisasi mulai dari face button, dipad sampai bikin makro di back button yang L4 dan R4-nya. Trigger sensitivity juga bisa diatur dan analog sendiri bisa diatur-atur juga. Mungkin ada beberapa orang yang mau custom controller mereka sampai sejauh ini. Tapi kalau kita sih default aja udah cukup. Mesin vibration mereka ada dua macam. Jadi mesin yang kiri adalah yang besar dan yang kanan itu buat vibration yang lebih halus. Biasanya vibration engine kayak gini cuma bisa kita temuin di controller-controller yang harganya hampir sejuta, tapi sekarang di R200.000-an itu juga ada. Nah, ngomong-ngomong soal analog, analognya ini sendiri punya inakurasi sekitar 2,8% di keduanya. Enggak terlalu tinggi kalau menurut gua. Mengingat ini harganya ya tadi itu enggak sampai Rp300.000. Kalau polling rate-nya dia sesuai klaimnya di 1000 Hz dikurang margin of error dengan latency yang juga lumayan rendah. Sementara saat Bluetooth mode dia punya polling rate di sekitar 112 Hz atau klaimnya itu di 125 Hz. So far buat harga di bawah Rp300.000 ya performance gini udah oke sih kalau menurut gua. Sepanjang gua pakai controllernya gua cuman main beberapa game yang gua biasa mainin aja. Pas gua main bola karena ini adalah pengalaman gua pertama kali pakai analog H effect. Gua ngerasa ini analognya precise banget. Di mana operan-operan gua itu lebih akurat ketimbang controller yang biasa kita pakai dulu. Kalau lagi main bola juga triggernya bisa diet jadi pendek. Jadi kalau nge-sprint itu lebih gampang. Kalau di game racing macam Forza, triggernya juga lebih sensitif dan akurat. Karena gua tadinya pakai controller yang basic, jadi gamester ini kerasa kayak pakai controller mewah gitu. Namun buat Najib yang biasa main game racing, dia tetap bilang kalau feel vibration-nya masih kurang dibandingkan stick PS4 atau Xbox. Kalau di game fighting macam teken gitu yang enak ya dua makro button di bawah ini bisa jadi cheat kalau kita mau ngeluarin combo yang ribet di ini controller udah cocok banget lah kalau misalnya kalian mau pakai di game yang susah macam Expedition 33 atau Wang yang The Fallen Feathers. Nah, untuk sensitivity juga kita bisa atur sesuka kita di software-nya. Mau itu dead zone analognya, mau dijadiin kotak, bahkan sensitivitas trigger juga bisa kita atur. Semua button yang ada di controller ini juga bisa di-custom. Hanya aja gua enggak biasa buat nge-custom button controller pas main. Paling dua button belakang aja yang mau gua custom. Dan yang enggak enaknya kalau kita udah custom dua tombol yang ada di belakang ini, dia tuh gampang kepencet. Jadi, gua warning aja dua button yang belakang ini gampang kepencet. Apalagi kalau kita pakai controllernya itu enggak dalam posisi yang baik. Terakhir buat baterai, kapasitasnya hanya 600 mAh. Controller ini bisa tahan sampai sekitar 6 jam aja saat di dongle mode atau saat polling rate-nya itu 1000 Hz. Dan karena polling rate-nya itu besar banget, tentu controller ini sebenarnya bisa tahan sampai belasan jam kalau memakai Bluetooth aja. Karena gua gak pernah ganti controller dari tahun 2020. Jadinya pertama kali gua pakai gamer Nova 2 Lite ini dan gua tahu harganya cuma Rp268.000. Gua cukup tercengang. Pertama kali gua pakai itu feeling analog sama feeling triggernya beda banget. Terus juga secara build quality juga ini solid. Back button-nya juga enak. Terus juga ada fitur-fitur yang tadi gua udah sebutin itu bagus banget. Getarannya juga getaran yang premium, enggak kayak Fast kayak waktu itu gitu. Gua ngira kalau ini adalah Gepad yang paling worth it di harga Rp400.000, tapi ternyata kompetitor-kompetitornya juga banyak yang emang fiturnya itu bahkan lebih banyak daripada gamepad yang ini. Kalau tadi kita bilang dia enggak ada touchpad dan juga enggak ada gyro, ternyata di harga Rp300.000-an ribuan lebih atau enggak nyampai Rp400.000 kalian bisa dapetin Gad yang udah ada Gaironya. Nih di China aja itu mereknya ada banyak kayak Thunder Robot lah, Easy SMX dan lain-lainnya itu banyak. Bahkan ODM aja itu juga banyak yang bagus-bagus. Sekarang Pongo dia ngeluarin udah ada Gairo, terus juga ada Rexus Daksa juga dan kemarin Fantelin itu ada Gaironya dan bahkan layout-nya itu layout yang PS jadi lebih unik gitu. Dan jujur-jujur aja ternyata kita doang gitu yang kudet di dunia pergempetan. Agak disayangkan sih kalau ternyata nambah R.000-an. 100 sampai R00.000 R000 lagi kita udah bisa dapat gamepad yang fiturnya itu lebih banyak dan kemungkinan nanti akan support game yang bisa pakai Gro juga. Tapi yang bisa gua yakinin ke kalian di video ini cuman satu kalau sebenarnya di bawah Rp300.000 enggak ada controller yang lebih worth iturut gua. Karena fitur-fitur yang tadi kita sebutin itu enggak ada dan juga secara feeling ini adalah salah satu controller yang paling bagus yang pernah kita cobain juga. Kalau kalian sendiri sebenarnya budget buat controller itu berapa sih?
