CPU Laptop Terjangkau 2026 yang Luar Biasa: Review Intel Core Series 3 (YouTube Video)
Kalau laptop dengan Intel Core Ultra Series 3 yang super kencang tapi irit daya itu diasarkan tinggi harganya, Intel sudah menyiapkan prosesor Core Series 3 untuk laptop yang lebih terjangkau. Code name-nya Wild Catlake bukan panter ya, kucing liar ini. Mari kita bahas arsitektur dan yang paling penting performanya. Eh, entar dulu ada yang lebih penting lagi karena kami mau bagi-bagi hadiah lebih dari Rp100 juta. Simak video ini ya. Oke, pertama jangan tanya ini setara core i berapa ya karena core i3, i5, i7 itu udah ditinggalkan beberapa tahun yang lalu. Seri core tanpa huruf I yang satu ini sudah mencapai generasi ketiga. Di generasi ketiga ini ada core series 3 alias Gotem-nya Panther Lake dan ada core series 3. Enggak pakai ultra ya, alias namanya itu Wildcat Lake. Keduanya dirancang untuk laptop tipis dan ringan. punya dataan baterai tinggi tapi performa juga tinggi. Nah, sekarang mari kita lihat apa yang membedakan Core Series 3 dengan versi ultranya. Kita mulai dari corya dulu ya. Core prosesornya dulu. Secara mendasar kedua prosesor ini menggunakan basis teknologi yang sama. Sama-sama pakai arsor CPU yang namanya Cuger Cove untuk performance core-nya dan Dark Munt untuk effisent low power efficient core-nya. Litografi dan fabrikasi keduanya juga sama ya pakai Intel 18A dengan ribben FET Transistor. Ini beda dengan Core Series 1 dan Core Series 2 ya mungkin ada yang tahu 155, 285 gitulah ya. Itu masih menggunakan fabrikasi Intel 7, Intel 7 ya. Nah, jadi beda fabrikasinya beda. Ini udah yang 18 angstrom. Nah, salah satu lagi yang membedakan versi Polos dengan versi ultra adalah Core Series 3 ini tidak memiliki efisien core. Prosesor ini hanya punya performance core dan low power efficient core. Kalau yang ultra itu punya performance core, efficient core, dan low power efficient core. Ini cuman dua tipenya ya. Untuk tipe tertinggi dari Core Series 3 ini dia punya dua performance core dan 4 low power efficient core. Dan di sini tidak ada fitur yang namanya hyper trading. Jadi jumlah core dan trad-nya akan sama saja. Oke, udah mulai ngebull otaknya. Kita lanjut ke IGP-nya atau integrated graphics-nya. Nah, di sini IGP-nya Core Series 3 tetap menggunakan arsitektur dasar Arc X3 sama seperti Arc B390 GPU. Apalagi itu Arc B390 itu adalah integrated graphis terkencang yang ada di Core Ultra Series 3 yang satunya ini bisa dengan mudah mengalahkan RTX 3050 dan bisa bersaing dengan RTX 4050 yang ada di laptop gaming itu ya. Tapi bedanya dengan satu ini, Arc B90 GP yang kencong itu punya 12 X Corse. Sementara IGP yang namanya Intel Graphics di dalam Core series 3 ini hanya punya 2 X Cores ya, tapi X core sama nih ya. Meskipun demikian, IGP dari Cor series 3 tetap punya fitur XISS3 seperti multiframe generation yang bisa menciptakan hingga tiga frame tambahan untuk setiap frame yang dibuat. Nanti kita lihat kemampuannya seperti apa, ya. Lalu untuk kemampuan encode dan decode video, IGP Core Series 3 tetap mendukung kodex AV1 juga. Tapi untuk decode video H266 tidak didukung di sini. Nah, integrate graphics ini mendukung resolusi display hingga 3840 * 2160 pikel 60 Hz. Nancep layar 4K di laptop dengan prosesor ini enggak ada masalah ya. Kemudian untuk memori atau RAM prosessor core series 3 hanya mendukung konfigurasi RAM single channel. Nah, ini beda dengan seri ultranya yang bisa RAM dual channel. Teoritis RAM single channel ini akan mempengaruhi performa si IGP tadi ya. Tapi nanti kita lihat performa benerannya tuh turunnya seberapa jauh kalau emang turun. Lalu prosesor Core series 3 sendiri mendukung RAM SodIm DDR5 hingga 6400 MA transfer per dan RAM LPDR 5X hingga 7467 transfer pers. Nah, kalau pakai tipe yang sod laptopnya jadi bisa di-upgrade RAM-nya tapi kecepatan RAM-nya lebih rendah. Sementara kalau pakai RAM yang LPDDR 5X teoritis performanya lebih kencang. Tapi RAM-nya enggak bisa di-upgrade karena RAM-nya diolder. Nah, sekarang kita bicara NPU Neural Processing Unit ya. Sebelumnya Intel Core Series tanpa Ultra tidak punya NPU. Nah, kalau ada yang enggak tahu, NPU itu yang buat ngproses AI secara lokal, ya. Dan ini NPU memproses AI secara lokal tapi dengan low power ya, dengan konsumsi daya yang rendah banget dibandingkan IGP-nya. Nah, sekarang Intel memasukkan sebuah NPU di Core Series 3. Core 5 dan Core 7 Series 3 mempunyai NPU 15 sampai 17 tops. Sementara untuk Core 3 ada satu tipe yang tidak punya NPU. Walaupun demikian, ketiganya ini tetap bisa menjalankan fungsi AI secara lokal sih sebetulnya ya. Nah, kemampuan NPU ini memang tidak setinggi core Ultra Series 3 yang itu sampai 50 tops ya. Tapi kalau dibandingkan dengan Core Ultra Series 1 dan Core Ultra 200H series yang hanya 11 sampai 13 tops, NPU Core Series 3 ini harusnya lebih kencang ya meskipun memang belum memenuhi persyaratan minimal untuk NPU yang dipersyaratkan oleh Copilot Plus PC. Lalu kita bahas konektornya ya. Ini kita bahas konektor yang di-support oleh si prosesor bukan yang pasti dipasang oleh si laptop ya. Nah, Cor series 3 ini mendukung dua port Thunderbolt 4, du port USB 3.2, dan ada 8 port USB 2.0. Ingat ini dukungan IO dari segi prosesornya. Jadi belum tentu semua laptop dengan prosesor ini sudah menyediakan Thunderbolt 4 apor 2 biji, ya. Nah, menariknya lagi kalau kita tes laptop dengan Core Series 3 yang punya Thunderbolt 4 nih, ternyata transfer file ukuran besar jadi enggak ada masalah. Lihat nih, pas kita coba transfer file sebesar 20 GB. hanya butuh beberapa detik saja, bahkan kecepatannya tembus sampai 1,7 GB/s. Kencang parah yang satu ini. Bahkan kadang kita menemukan kecepatan sampai di atas 2 GB/s. Lalu untuk kektivitas, laptop Core series 3 itu sebenarnya mendukung WiFi 7 dan Bluetooth versi 6. Tapi sayangnya sampai saat ini kita belum menemukan laptop yang menggunakan prosesor Core Series 3 yang menggunakannya. Ini mungkin untuk menekan harga akhir dari laptopnya ya, karena itu tetap harus masang modul-modul tambahan. Oke, yang tadi aspek teknisnya sekarang kita lihat variannya ada apa aja. Tipe-tipenya untuk saat ini ada tujuh tipe prosesor Core Series 3. Dua varian adalah Core 7, tiga varian core 5, dan ada dua variasi di Core 3. Ya, semua itu base power-nya 15 wat dan punya 6 MB Intel Smart Cash. Ini enggak ada bedanya semuanya ya. Dan hampir semua core series 3 ini jumlah core-nya 6 kecuali core 3304. Nah, ini punya lima core saja yang dipangkas itu performance core-nya. Jadi punya satu performance core dan sisanya adalah low power efficient core. Selain itu khusus untuk varian Core 3 series 3 ini tidak memiliki fitur Intel Turbobus Max Technology 3.0 dan integrated graphics-nya hanya punya 1 X core saja. Kalau yang lain itu punya 2 X Cse. Lalu perhatikan core 7 dan core 5 atau core 7 dan core 5 ternyata hanya diberikan clock speed CPU dan GPU-nya aja. Sekarang kita lihat ada laptop core series 3 apa aja sih di Indonesia. Untuk laptop core series 3 di Indonesia ternyata pilihannya ada banyak nih ya. Ada dari merek Acer, Advan, Asus, Axio, Infinix, dan ada dari Lenova juga. Ini dituk di depan saya dari tadi. Untuk Acer ada Swift R14 AI. Lapt menggunakan Core 5320 ya dengan pilihan kapasitas ada yang RAM 8 GB, ada yang 12 GB. Nah, tipe RAM yang dipakai adalah LPDR 5X 7467. Varian tertinggi dijual di harga kisaran Rp15 jutaan. Kalau dari Advance, nah ada Rneo dengan pilihan Core 5320 atau Core 3304. Dia pakai RAM LPDDR 5 5600 dengan kapasitas 8 GB dan harganya mulai dari Rp9 jutaan aja. Oh, murah ya. Lalu dari Asus ada Vivobook 14 yang juga menggunakan prosesor Core 5320. Dia menggunakan RAM SODIM DDR5 5600 dengan kapasitas 16 GB. Jadi ini yang bisa diganti-ganti RAM-nya harusnya, ya. Kemudian masih ada lagi dari Asus, ada Vivobook S14 yang menggunakan pressure core 7350 dengan RAM 16 GB LPDDR 5X. Setidaknya itu yang sudah datang ke kami ya. Lalu datang dari Axio ada Hype AI G3 ya dengan pilihan prosesor Core 5320 atau Core 3304. Laptop pakai RAM LPD 6400 dengan kapasitas 8 GB dan untuk harganya mulai dari Rp8 jutaan. Sementara itu dari Infinix ada XB 14 Neo dengan pilihan Core 5 320 dan Core 34. Laptop ini pakai RAM LPDD 56400 dengan kapasitas 8 GB. Harganya wow ini mulai dari Rp7 jutaan. Sementara kalau dari Lenovo di awal ini ada IAP Slim 3i keluaran 2026 dibandingkan dengan merek lain dia punya pilihan prosesor yang beragam ya ada Core 3304, Core 5320 dan Core 7350. Laptop ini pakai RAM Sodim DDR5 5600 dengan pilihan kapasitas 8 gig atau yang 16 gig. Laptop ini dijual dari harga 11 jutaan dan ini semuanya baru gelombang pertama laptop yang menggunakan Intel Core Series 3. Bukan berarti enggak akan ada lagi yang lain, ya. Bisa jadi akan nambah varian-varian yang lain lagi. Oke, sekarang kita masuk dalam pengujiannya. Nah, untuk pengujian ini kita menggunakan laptop Core series 3 dengan spesifikasi ada yang pakai Core 7 350 RAM 16 GB DDR5, Core 5 320 RAM 16 GB DDR5, Core 5 320 dengan RAM 12 GB LPDDR 5X, dan ada Core 34 dengan RAM 8 GB DDR5. Nah, sini kami juga menyertakan sejumlah laptop pembanding yang harganya harusnya tidak jauh berbeda dengan laptop-laptop yang merupakan prosesor Intel Core Series 3. Sebagai catatan yang kami gunakan itu semua dalam konfigurasi bawaan penjualannya aja. Jadi, kami tidak menambahkan memori bawaannya. Laptop banding yang kami pakai ini ada banyak ya, langsung dibaca aja daftar yang tampil yang satu ini ya. Baca aja yang ini. Oke. Nah, hasil yang kami tampilkan ini nanti adalah hasil yang sudah pernah diuji sebetulnya dan unit yang sudah kami pegang sebelumnya ya. Jadi tidak semua unit akan ada di semua pengujian. Kami sadar bahwa ada yang 8 gig dan ada yang 16 gig, ada yang single, ada yang dual channel. Ya, dalam kondisi saat ini di mana ketersiran produk memang cenderung random ya inilah yang terjadi gitu ya. Oh ya, kalau ada produk yang tidak disertakan bukan karena kami sengaja menyingkirkan yang satu itu ya atau yang dua itu atau yang tiga itu atau yang itulah pokoknya ini murni hanya karena produknya tidak bisa kami uji saat video ini dibuat. Kalau mau dikumpulin semuanya enggak kelar-kelar nih video kayaknya ya. Oke, langsung aja kita mulai melihat perbandingan performa laptop dengan prosesor Intel Core Series 3 ini. Pertama-tama mari kita bandingkan tiga laptop menggunakan Core Series 3 yang masing-masing tuh beda tipe ya, ada Core 7, Core 5, dan Core 3 ya. Di sini kalau kita pakai Cine Bandch, kita bisa lihat bahwa e performanya jelas beda. Tapi kalau mau dilihat Core 5 dan Core 7 ini sebetulnya performanya tidak segitu jauh bedanya. Sementara Core 5 dengan Core 3 ini lumayan jauh bedanya. Tapi ingat ya, ini core 3-nya yang 304 memang yang 5 core bukan yang 6 core. Oh ya, ini 3tiga-tiganya sama-sama pakai sodim ya. Jadi ini tidak kita campurkan dengan yang pakai LPDDR di sini. Oke, berikutnya kita uji kemampuan NPU prosessor dengan benchmark Prosion. Nah, di sini kita mengambil sampel NPU dari e Core 5320 versus NPU dari Intel Core Ultra series 100 yang meteoric ya. Ada juga yang lama kan ya. Dan ada Core Ultra series 200. Nah, ini ada dua ya kalau series 200 ya. Ada Lunar Lake dan ada yang arrow Lake ya. Nah, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan gambar resolusi 512 * 15 piksel itu hasilnya adalah seperti ini ya. Silakan dicek nih hasilnya. Jadi benar kelihatan ya NPU di Core Series 3 terbukti itu lebih unggul dibandingkan NPU di core ultra. Core Ultra Series 1 dan Core Ultra di 200H series. Ya tentunya akan sulit ya untuk lawan Core Ultra 7258V yang pakai arsitektur Lunar Lake karena memang Lunar Lake itu dirancang buat AI banget. Jadi NPU-nya tuh memang wah BV banget emang luar biasa ya. Dan kami tidak menyatakan Panter Lake karena itu performan NP-nya jauh lebih kencang lagi. Ini se menunjukkan bahwa NV yang ada di dalam core series 3 ini memang masih cukup powerful ya sebetulnya. Lanjut untuk CindBans R23 ya. Kita bandingkan semua dengan yang lain-lain juga. Kita sekarang lihat skor teringin yang bisa dicapai. Bisa dilihat di grafik berikut ini. Core 3 dengan total 5 Core. Memang skornya masih di bawah Core 5 dan Core 7 yang kami uji. Tapi menariknya ini masih bisa lebih tinggi lagi dari prosesor generasi sebelumnya seperti Core 3 100U yang punya core dan trad lebih banyak sebetulnya. Secara umum setidaknya dari hasil CB R23 core series 3 Wild Catlake ini sudah oke. Bukannya super kencang tapi jauh sekali dari kesan kurang performa atau tertinggal performa atau tidak bertenag. Ya, lanjut Ad Premiere Pro 2026 ya. Video yang kita pakai adalah full HD 60 fps 5 menit export dengan GPU acceleration diaktifkan. Khusus untuk core 3. Akselasi open ternyata tidak berjalan di aplikasi ini ya. Padahal driver dan premiernya udah kita update ke versi yang paling baru ya. Ini mungkin karena adanya cuman 1 X Corse tadi. Tapi untuk core 5 dan core 7 open udah berjalan dengan semestinya. Hasilnya Core Series 3 khususnya untuk core 5 dan Core 7 memang belum yang terasa kencang-kencang banget video ekspornya di sini. Waktu ekspornya masih belum bisa di bawah durasi video yang diedit. Tapi bukan berarti kita harus nunggu lama banget untuk video. Masih layak dipakai untuk 108p 60 fps. Tapi memang harusnya lebih cocok kalau pakai 108p 30 fps. Kalau kita pakai 60 fps, dia cuma sedikit lebih lama dari durasi video sendiri. Lanjut untuk Daveinci Resource 20.3. Ini adalah software pidating kelas E profesional tapi versi gratisnya. Kita masih pakai video yang sama full HD 60 fps 5 menit. Nah, di sini ternyata core 3-nya ya bukan core series 3 ya, core 3 Series 3 ya. Core 3 series 3 ternyata lebih menggambarkan performanya di sini ya. Lebih kelihatan di sini. Kalau di Premiier Pro tadi kan ketinggalan. Kalau di sini enggak terlalu ketinggalan. Dan secara umum prosesor Core Series 3 Wild Cat Lake ini bisa bersaing dengan prosesor lain di kelas yang serupa harganya. Lagi-lagi masih like untuk editing video 1080p 60 fps walaupun memang lebih pas untuk 108p 30 fps untuk Dafincy Resolve. Kita lanjut ke Capcut. Kita masih dengan video full HD 60 fps yang 5 menit durasinya. Kalau kita pakai CapC terlihat core series 3 Wild Catlake ini sudah sangat memadai untuk video 1080p 60 fps. Kita bisa dapat waktu eksport mendekati atau bahkan di bawah durasi videonya sendiri. Ini juga sesuai dengan hasil beberapa prosesor lain di kelas harganya. Oh by the way saya menambahkan sebelum video ini dirampungkan ternyata kita mendapat satu skore lagi kalau kita pakai 4K 30 fps dan hasilnya ternyata wah core e series 3 ini ternyata untuk 4K30 cukup lumayan juga performanya ya. Bisa lebih kencang dibandingkan dari durasi videonya sendiri. Berarti kalau mau 4K 30 FPS masih oke nih. Jadi di sini unik ya, single channel-nya mulai tidak terasa. Di sini kita lanjut ke gaming kalau kita bicara soal single channel ya. Kita mulai dari Dota 2. Saat kita pakai resolusi di 190 * 1080 atau 190 * 1200 sesuai dengan rasio layar laptopnya ya. Kita sudah enggak bisa nyamain layarnya ya. Preset-nya fastest dengan render scale di 80% untuk semuanya. Di sini terlihat bahwa performa IGP Intel Core Series 3 ini ternyata lumayan oke juga ya. Nah, untuk data 2 ini kelihatan bahwa kecepatan RAM terlihat berpengaruh. Penggunaan LPDDR5 tampaknya mendongkrak performa laptop yang hanya 12 GB RAM-nya tapi pakai LPDDR5. Lanjut untuk valoran. Game ini juga kita jalankan dengan res 1080p atau 1200p. Untuk preset-nya kita pakai di low aja di sini. Lagi-lagi kita bisa lihat bahwa core series 3 ini cukup punya performa untuk gaming kompetitif ya, terutama kalau RAM-nya kencang. Sepertinya single channel tidak membuat performanya terlalu kedodoran. Lanjut untuk Forza Horizon 6. Beralih ke game yang lebih berat nih ya. Di sini kita turunkan resolusinya ke 800p tergantung rasio layar. Untuk PR kita pakai very low. Kita juga aktifkan fitur XCS di opsi performance. Dan sini ternyata performanya masih cukup lumayan dibandingkan pesaingnya. Sayangnya untuk game ini kita butuh RAM di atas 8 GB ya. Kalau kurang atau pas 8 GB itu dia enggak bisa jalan. Jadi kalau ada yang main game ini ya pilih varian 12 atau 16 gig. Lanjut. Black Myth Wukong apa game Triple A ya. Iya. Kita jalankan di 768P atau 800p dengan preset low serta XCS di level 50 yang kurang lebih menggambarkan XCS performance. Game ini juga butuh RAM di atas 8 GB ya. Nah, untuk Core Series 3 yang pakai RAM di atas 8 GB ini sudah terbilang playable. Bahkan kalau pakai LPD dari MX frame rate yang didapatkan sudah mendekati 60 fps. Luar biasa. Kemudian Cyberpunk 2077 udah mulai macam-macam nih. Kita pakai resusi 720p atau 800p tergantung layar dan presetnya ada di low dengan XCS performance. Lagi-lagi game ini bisa dijalankan dengan cukup baik. Bukan yang terbilang pas-pasan di 30 FPS aja, bahkan dengan RAM 8 GB aja. Core 5 masih bisa dapat sampai 45 fps. Secara umum core series 3 ini masih bisa lah ya kalau dipakai untuk main game. Walaupun memang bukan dengan setting kualitas dengan tampilan yang paling tinggi resolusinya ya. Tapi ingat dia punya multifame generation. Nah kan wild catlake ini juga mendukung XCSS MFG atau multi frame generation. Fitur frame generation yang membuat frame rate yang didapatkan di game itu bisa meningkat. Syaratnya kalau mau enak setidaknya tanpa MFG itu harus dapat di atas 30 FPS dulu ya game-nya ya. Sekarang kita lihat bagaimana efeknya. Kita coba dengan Core 5320 yang pakai LPDDR 5X ya. Nah, Blackmith Wukong 800 low XS level 50 dengan MFG 4 kali kita dapat frame rate 110 sampai 130 FPS. Luar biasa. Ini meningkat 40 sampai 50 FPS dengan kalau dibandingkan tidak pakai multifame generation. Lalu Cyberpunk 2077 800p low XCS performance dengan MFG 4 kali kita dapat frame rate 115 sampai 135 FPS. Luar biasa lagi. Ini meningkat 45 sampai 55 fps kalau dibandingkan dengan tidak pakai multifame generation. Jadi mantap ya. Lalu daya tahan baterai bagaimana? Oke mari kita lihat hasil pengujian daya tahan baterai saat mutar video 1080p local video playback. Di sini bisa terlihat bahwa beberapa laptop dengan core series 3 yang pertama datang ke lab kami. Ya, kita harus ngetes yang pertama-pertama. Kalau kita ngetes yang terakhir datang enggak bisa ya karena pengujiannya lama. Kenapa? Karena yang awal-awal datang itu bisa bertahan 16 sampai 19 jam. Ini sangat baik. Terutama mengingat ini laptop 2026 semua yang tentunya ditekan nih harga komponennya ya dan sebagian bahkan menggunakan baterai yang tidak besar. Jadi untuk sebuah laptop modern dengan target pasar menengah dan terjangkau, daya tahan baterainya overall sudah sangat-sangat baik. Kemudian mari kita lihat hasil pengujian Prosion Office Productivity Benchmark di sini. Ini karena database kami masih terlalu baru ya, jadi kami tidak punya banyak hasil yang bisa dibandingkan. Tapi sekilas segini nih hasilnya nih ya. Core 3U yang dipakai memang baterai kecil di sini ya. Jadi cuma bisa bertahan di bawah 7 jam. Tapi kalau kita lihat perbandingan kapasitas baterainya ya kalau disamakan ke 50 wat hour pun seharusnya laptop dengan Core 3100U ini tidak bisa menyamai dataran baterai laptop dengan core 3 series 3. Sementara itu tampaknya laptop dengan Core Ultra X9378H yang kami gunakan ini menggunakan banyak sekali metode pengiritan daya dan komponen-komponen yang irit daya ya. Ini namanya juga laptop kelas atas kalau yang satu ini kita pakai ya. Ini isengaja kita masukin ke database. Oke, kesimpulan ya di awal kami sempat ragu dengan performa prosesor Core Series 3 ini karena cuma support memori single channel doang. Tapi seperti biasa kami selalu menganut mending lihat performanya ketimbang membayangkan kemungkinannya berdasarkan spesifikasi semata. Dan setelah kami uji ternyata performanya tergolong memuaskan untuk pressor 6 core 15 watt yang hanya punya dua performance core dan 4 low power efficient core dan single channel. Bahkan beberapa game triple A udah bisa dijalanin di sini. kami malah melihat efek dari single channel jadi enggak terlalu terasa ya untuk gaming di sini. Mungkin di karena core integrate graphics-nya yang walaupun cuma sedikit tapi basisnya dari IGP yang super kencang. Jadi laptop core series 3 ini cocoknya buat siapa sih? Nah, buat pelajar atau mahasiswa harus cocok banget nih satu ya. Terlebih kalau butuhnya laptop yang terjangkau yang teknologi sudah kekinian ya. Kami cukup kaget sih laptop Cories 3 ini bisa didapatkan mulai dari harga R8 jutaan bahkan ya. Nah, buat yang cari laptop ringan untuk editing video atau gambar seharusnya cocok juga di sini ya. Editing video 10p 60 fps masih kuat di sini asal benar milih aplikasinya ya. Tapi kalau emang mau dipakai buat videoing banget ya ambil laptop yang layarnya 100% srb seperti biasa. Nah, kalau dipakai buat coding gimana? Harusnya cocok-cocok aja ya selama kebutuhan aplikasinya memang pas dengan spek laptop Core series 3-nya. Lalu untuk pekerja kantoran harusnya cocok juga ya. Apalagi yang kerja ngetik, bikin presentasi, ngolah data atau meeting online, office, komunikasi lah ya. Baterainya bisa tahan belasan jam. Bahkan tadi ada sampai 19 jam ya. Jadi cocok buat pekerja yang sering WFA atau WFC dan mungkin sering kelupaan bawa charger ya. Windows Studio Effect juga jalan ya di sini ya untuk beberapa tipe ya. Jadi ini pas untuk meeting online juga ya. Pada akhirnya, laptop dengan core series 3 ini merupakan pilihan yang menarik kalau yang dicari adalah laptop tipis, ringan dengan harga yang masih relatif terjangkau, tapi dengan performance per core, efisiensi daya dan kelengkapan fitur yang mirip seperti core series 3. Oh ya, by the way, kalau kalian mau melihat sendiri secara live pengujian laptop dengan Wild Catlake ini, ayo ikutan JR Community Day yang epic ya. Dalam acara ini kita akan ngumpul bareng secara offline, berbagi pengetahuan dan bagi-bagi banyak hadiah dan ber total lebih dari 100 juta dan ada banyak laptop di antaranya ya. Nah, acara ini hanya diadakan secara offline di Jakarta tanggal 27 September 2026. Untuk syarat dan ketentuannya cek langsung di deskripsi video ini. Oke.
