Jungkat

CPU Laptop Terkencang Di Dunia! 😱 - ROG Strix G16 (G614 2025) (YouTube Video)

  • 30/09/2025

CPU laptop terkencang di dunia. Kebayang enggak sih kayak apa laptop yang pakai CPU? Itu laptop yang komputasinya udah sekencang itu pastinya enggak cuma berguna buat main game aja, bisa buat compile program, video editing, teknik sipil, 3D rendering, arsitektur, dan masih banyak lagi. Kebayang enggak kalau CPU paling kencang itu dikolaborasikan dengan brand gaming yang paling overkill? Inilah ROG Strix G16. 2025 untuk yang STK series karena di sini goal Asus adalah ingin membuat laptop yang sekencang-kencangnya. Jadi di sini tidak masalah kalau Asus bikin laptopnya itu lebih bulky dan juga lebih berat kayak yang sekarang. Karena memang laptopnya itu dirancang buat jadi desktop replacement atau portable workstation yang enggak selalu dibawa ke mana-mana. Kalau buat desainnya, bagian belakangnya ini terlihat sangar dengan logo mata ROG dan slash yang simpel. tanpa adanya RGBRGB-an dan tetap di bagian bawah keyboard itu selalu ada RGB strip yang bisa dimodif di armory Crate. Yang keren ada di bagian bawah di mana ROG Strix SKU yang ini punya logo 1817 yang berarti urutan alfabet untuk R, O, dan G. Detail kecil yang kece nih. Buat hingch dari laptopnya sendiri, ini mudah buat dibuka pakai satu tangan. Jelas karena body laptopnya juga tebal. Masuk ke layarnya. Jadi monitor dari Strix G16 ini sudah beresolusi QHD dengan aspek rasio 16 bfresh rate-nya itu sudah 240 Hz dan color gamutnya itu udah oke banget juga sampai 100% di CIP3 yang berarti buat filmmaker pun harusnya udah luas. Yang enaknya panel dari Strix ini dia matte display jadi tidak gampang reflektif di tempat yang terang. Layarnya juga punya banyak color profile di armory crate, ada sRGB mode buat sosm dan dicip3 mode. Keyboard-nya seperti biasa, layoutnya itu ROG banget. Namun untuk sebuah laptop 16 inch di sini tidak ada padetnya, tapi ya spacing-nya jadi lebih luas. Layout keyboard-nya itu oke. Ngetik juga nyaman karena posisinya ada persis di tengah dan enggak lama lah buat kita untuk terbiasa makainya. Di beberapa tombol-tombol fungsional juga layout-nya asik. Contohnya media button ada dedicated di bagian kanan. Volume button dan mute mic juga ada dedicated button-nya di atas. Tapi lucunya fan profile di sini malah ada dua dan satu sama lain itu berdekatan. Terkesan repetitif dan tombol privacy shutter malah enggak ada. Touchpad-nya berukuran lumayan gede namun enggak seluas dari virus G16 yang kemarin. Kalau kita buka website ROG Global tentang laptop ini, dia ada 6 pad yang harusnya embeded touchpad-nya ya. Sementara untuk unit yang masuk ke Indonesia malah gak ada. Aneh juga buat konektivitas. Di sebelah kanan hanya ada dua USB 3.2 gen one. Sementara di sebelah kiri ada charging port, LAN port, full HDMI 2.1, dua USB 4 di mana keduanya udah support DP tapi hanya satu yang support power delivery dan satu audio combo jack. Sayangnya di bagian belakang tidak ada koneksi port sama sekali padahal bagian belakangnya itu agak berlebih. Masuk ke spesifikasi, laptop ini dipowered oleh prosesor flagship yaitu AMD Ryzen 9995 HX3D. Ini adalah sebuah prosesor yang pakai teknologi second gen 3D V Cash dari AMD. Buat yang belum tahu, 3D V CCH Tacking itu adalah teknologi yang bisa menumpuk sebuah L3 catch di atas diprosesor. Dan untuk nama HX-nya itu sendiri menandakan kalau prosesor ini adalah yang versi paling mentok kanan atau yang paling bertenaga. prosesornya itu sendiri udah unlock, jadi TDP-nya bisa dikonfigurasi sampai 150 watt. Jadi memang udah kayak kelas monster lah, lebih mirip sama desktop CPU di dalam laptop. Hasilnya ya kalian lihat aja ini scor sin bench mentok kanan sendiri dibanding sama prosesor flagship dari kubu biru yang keluar tahun ini. Prosesor gila ini berhasil menggeser AMD Ryzen 97945HX sebagai prosesor laptop terkencang yang pernah kita tes di studio kita. Buat VGA-nya dia menggunakan RTX 5070 Ti yang TDP-nya di 140 wat. Ini berbeda sekitar 35 watt dibanding sama Zevirus G16 series dan RAM 32 gig DDR5 5600. Jujur buat laptop di harga hampir Rp50 juta, gua tadinya expect RAM-nya itu bakal sekitar 64 gigan atau seenggaknya ya bandwid-nya ada di sekitar 6.400-an. Dan kalau storage yang keisi di sini adalah 1 TB NVM Gen 4X4 yang speed-nya udah lumayan kencang. Ditambah ada satu slot lagi M2 yang bisa diisi. Masuk ke performa GPU-nya. Skore 3D Mark dari laptop ini sama sekali enggak mengecewakan. Benar-benar skor yang bisa dixpect dari sebuah laptop ROG kelas atas. Di game Triple A sekarang pun laptopnya itu bisa ngelibas beberapa game lancar dengan settingan mentok kanan. Walaupun beberapa harus ngaktifin frame generation sampai kali 4. Wchang Fallen Feathers dia bisa dapat sekitar 95 FPS. Wukong juga bisa dapat 78 FPS. Monster Hunter Wild 109 FPS. Spider-Man 2 100 FPS. Cyberpunk 93 FPS dengan Arti Ultra. Hockwards Legacy juga di frame game kali 2 masih bisa dapat 135 FPS daning wave bisa dapat 193 FPS di frame K 4. Ini membuktikan kalau frame Nvidia RTX 50 series kalau digabung dengan 3D Cash-nya AMD itu bisa menghasilkan frame rate yang benar-benar gila-gilaan. Adobe Premiier Pro juga jalannya lancar jaya di sini. Mau scrubbing video 4K kayak gimanapun enggak ada nge-lag. Dan render time sebuah video 10 menit H265 itu hanya 3 menitan aja. Belum lagi saat diblender, kuda dan opticsnya juga berjalan dengan mulus dalam ng-render 3D object barber shop. Jadi kelihatan ya kalau ROG Strix G16 ini udah ngegambarin bahwa inilah performa mentok dari sebuah gaming laptop zaman sekarang atau tahun 2025 ini. Ya, cocok buat profesional atau hardcore gamers yang mau mendapatkan ada improvement yang matters dari tahun sebelumnya. Kalau dilihat-lihat kedua prosesor dan GPU-nya ini punya power usage yang besar banget dalam mengeluarin performa yang kita lihat tadi. Jadi enggak heran kalau ROG juga ngasih coolingnya yang enggak main-main. ROG Strix G16 tahun ini menggunakan tiga fan dan tujuh heat pipe beserta liquid metal buat cooling management-nya dan juga punya tiga lubang exhaus di kiri satu, belakang satu, dan kanan satu. Jadinya ya suhu dari CPU-nya itu hanya mentok di 96 derajat dan stabil di 88 sampai 92 derajat celcius. Suhu dari GPU-nya juga mentok di 80 derajat aja. Bagian surface-nya juga cuma 31 sampai 35 derajat lah. Di bagian keyboard paling 40 derajat itu hanya di sudut kanan atas laptopnya aja. Jadi buat main game ataupun produktif laptop ini bisa mengemban workload bahkan yang berat-berat di zaman sekarang sekalipun. Sayangnya di Strix G16 ini mereka ggak naruh speaker di sisi kanan ataupun kiri keyboard. Jadi hanya dua speaker aja secara downfing. Untuk sebuah laptop Rp50 juta apalagi ROG ini kualitasnya agak kurang. Buat baterainya dia cukup gede ada di 90 watt hour. Namun memang karena CPU dan GPU-nya ini udah keburu monster. Baterainya hanya bertahan 5,5 jam bahkan dalam pemakaian ringan di desktop. Dan kalau mau bawa adapternya ke mana-mana memang gak terlalu ringan karena udah 280 wat. Kalau kita lagi main game dengan mouse juga enggak enaknya ada angin panas yang bertiup ke arah tangan kanan. Jadi disarankan agar tangan kanan kita agak jauhan. RGB yang ada di keyboard-nya juga sudah individual. Ditambah kalau sinkron dengan RGB strip yang ada di laptopnya itu cantik parah jadinya laptopnya. Namun sayang dari semua efek-efek yang kec ini enggak ada yang bisa sinkron dengan apa yang ditampilin di layar. Buat kualitas webcam-nya ini basic banget. Masih 1080p 30 fps doang dengan kontras warna yang juga so fiturnya itu minim sekali ya. Jadi tidak ada yang namanya Windows Hello. Jadi tidak bisa sign in dengan muka ataupun ya karena CPU-nya tidak mempunyai NPU jadi tidak ada yang namanya Windows Studio Effect juga. Dan ee sayangnya juga tidak ada privacy shutter ya. Jadi fiturnya minim sekali. Paling ya kalau misalnya video call, kalau misalnya cahayanya lagi banyak begini ya bagus kualitasnya dan paling ya mikrofonnya aja nih yang terdengar lancar sisanya biasa aja. Jadi sampai hari ini Ryzen 9995HX 3D yang kita tes itu adalah CPU laptop terkencang yang pernah kita tes di studio ini. Jadi kalau misalnya kalian memang mencari CPU power yang paling kencang dan enggak peduli soal budget, ya ini adalah salah satu portable workstation yang kita sarankan sih. Dan sampai video ini dibuat, kita belum melihat ada laptop lain dari kompetitornya yang mendatangkan Ryzen 9995HXD tadi di Indonesia. Jadi so far baru ROG aja yang masukin. Buat laptopnya sendiri sebenarnya kegunaannya ada banyak. Selain dari portable workstation ini juga bisa jadi desktop replacement seperti yang tadi kita bilang. Bisa juga untuk para CG artis atau ya mungkin eh VJ atau visual DJ atau previs juga buat ngebikin previs juga bisa. Terus juga buat dibawa-bawa. Kalau misalnya filmmaker juga bisa. Atau bahkan arsitektur pun juga gua yakin sangat bisa menghargai powerhouse segede gini sih. Kalau misalnya untuk harganya sendiri resminya itu ada di Rp jutaan. Cuman karena kita ngelihatin link Tokpad-nya pas lagi pembuatan videonya itu di tanggal 9 September. Jadinya ada diskon sampai di R2 jutaan. Jadi sebenarnya posibel aja untuk beli laptop ini di harga Rp42 jutaan. Ya, menurut gua sih sebenarnya good deal. Good deal aja lah buat kalau misalnya memang laptopnya buat dipakai kerja. Kalau kalian sendiri sebenarnya suka laptop yang bongsor begini atau yang tipis tapi kencang kayak Zevirus sih?

Lihat di YouTube