Cuma "1,2 JUTA" Dapet LAPTOP Core i3 Gen 12 dari ASUS ExpertBook !! (YouTube Video)
Hai Andika, guys. Di sini ini adalah Asus Chromebook Plus yang harganya 4,9 jutaan. Tapi kalian sebenarnya cuma ngeluarin uang R1,2 juta karena bonusnya Rp3,7 juta. Bonusnya apa? Bonusnya adalah Google AI Pro yang dikid sendiri itu langganan per bulan nih. Lihat aja tagihan kartu kredit saya ya. Saya bayarnya itu Rp300.000. Nah, kalau dikali 12 itu Rp3,7 juta. Nah, kalau kalian beli Chromebook Plus ini, kalian berarti cuma beli dengan harga Rp1,2 juta. Nah, sekarang pertanyaannya, kenapa ada kata plusnya di Chromebook ini? Bedanya apa sama Chromebook yang biasa? Yuk, kita bahas. Jadi, kalian tahu Intel Evo kan ya? Itu adalah standar dari Intel untuk laptop-laptop yang sudah memenuhi syarat standar dari Intel Evo bakalan dikasih beit atau stiker Intel Evo. Nah, Chromebook Plus itu adalah standar untuk laptop Chromebook yang memenuhi standarnya Chromebook. Tapi syaratnya enggak seekstreme Intel EVOS ya. Syaratnya laptopnya itu minimal harus pakai Intel Core i3 Gen 12. Jadi udah bukan seleron lagi. Terus untuk layar. Layarnya ini harus pakai full HD IPS enggak pakai TN. RAM-nya 8 GB. Untuk storage. Storage-nya karena Chromebook itu base-nya cloud atau internet. Jadi storage-nya sih standarnya enggak gede-gede banget ya dengan 128 GB. Dan sebenarnya 128 GB kalau kalian taruh di Chrome OS itu udah lega sebenarnya. Dan si Chrome OS ini enggak main-main lu ya sama Exus. dimasukin ke Asus Expert Book yang udah terkenal lah ya bleit quality-nya. Kemarin juga sempat kita banting-banting terus kita tes dengan air dia juga masih nyala. Tapi kita bahas itu nanti ya. Sekarang saya bahas untuk bonusnya dulu. Gimana kalian bisa dapat bonusnya karena benar-benar kalau misalkan kalian pakai produk Google contohnya kayak saya, saya tuh pakai Gmail, Google Docs, terus pakai Gemini itu enak banget sih karena bisa mempercepat pekerjaan kita, terutama Gemini ya. Gemini udah bisa Nano Banana, bisa Google. Nah, kalau misalkan kalian pakai yang Google Pro AI, nano banananya itu kalau enggak salah bisa 100 image sehari atau videonya yang 100 image sehari ya. Google view-nya 100 image sehari, terus Google nano banannya itu 1000 image per hari kalau enggak salah ya. Yang free itu terbatas dan enaknya enggak kayak Microsoft Office Home and Student yang biasanya ada di laptop Windows yang nempel di laptopnya ini enggak jadi benar-benar nempel di akunnya. Kalian bisa login di HP, di PC, selain di laptop ini bisa karena nempelnya di akunnya. Jadi enggak harus pakai laptop ini untuk ngebuka Google AI Pro-nya. Tapi kita dikasih gratis 1 tahun. Tapi jangan coba curang ya, karena saya udah nyobain kan saya iseng-iseng nyoba ya ini. Jadi laptopnya udah saya claim tuh untuk Google E Pro-nya selama 1 tahun. Terus saya iseng, saya factory reset nih laptopnya terus saya claim lagi hasilnya. Enggak bisa. Katanya laptop ini udah pernah klaim. Jadi jangan dicoba, biar kita aja yang cobain itu karena enggak bisa. Nah, untuk cara klaimnya gampang. Kalian cari aja untuk explore, terus cari perks atau keuntungan. Nanti kita bakal dicek tuh laptop kita support yang mana. Dan ini kita dapat yang setahun Google AI Pro plus storage 2 TB. Ini saya contohin langsung aja klaimnya dan lihat aja kita dapat sampai Desember 2026. Lumayan banget ya, hemat 3,7 juta. Dan kenapa ini saya bilang worthed banget? Karena untuk saya ya, Gemini ini saya pakai banget. Kalau misalkan kalian juga pakai Gemini ya, menurut saya ini benar-benar bonus yang kepakai sih. Awalnya saya memang pakai chat GPT tapi saya pindah sekarang ke GEM ini. Kenapa? Karena saya pakai produknya Google. Jadi kalau misalkan saya reset-reset pakai Google, karena Google itu base-nya search engine, jadi datanya lebih lengkap dibandingkan chat GPT dan juga lebih update. Contoh ya, saya ada script tapi saya kurang yakin sama script saya. Nah, biasanya script saya yang udah jadi itu saya lempar ke Gemini dan lemparnya enggak upload kayak di CGBT harus upload dokumen, enggak. Tinggal di link aja sama Google Drive. Terus saya perm aja coba buat script saya lebih menarik, lebih genzy dengan gaya bahasa sederhana. Nah, kalau di CHBT sebenarnya bisa tapi ribet ya. Harus di-download dulu file-nya jadinya menu-menuin storage terus di-upload ke chat GPT karena dia bukan produknya Google, enggak bisa link sama Google Drive. Kalau saya mau research channel lain, contohnya misalkan saya ke bagian HP itu tapi tayangnya telat ya. Nah, biasanya saya bakalan kopas aja link YouTube-nya dari teman-teman reviewer yang lain terus saya prom aja coba angle atau apa yang belum dibahas sama channel A dan juga channel B karena saya mau bahas angle yang lain. Karena kalau misalkan di bidang kita ini kan ya contoh kita ng-review Chromebook Plus ini semuanya ng-review Chromebook Asus Plus ini ya. Jadinya angle-nya sama. Makanya saya harus cari angle yang berbeda yang belum dibahas biar kalian enggak bosan nontonnya. Dan seperti yang saya bilang tadi, Google Gem ini rajanya search engine ya. Siapa yang enggak pakai Google sih search engine-nya di zaman sekarang semuanya pakai. Emang masih ada yang pakai Bing ya? Oh. Fitur deep research ini juga bisa dipakai berkali-kali kalau misalkan kalian yang Google AI Pro. Cuman bahayanya kalau misalkan kalian terlalu sering pakai gem ini nanti bakalan kecanduan. Bukan kecanduan sih, lebih ke ketergantungan kayak saya aja. Contohnya judul YouTube aja saya sudah punya tapi saya lempar ke Gemini lagi. Coba deh coba dengan Google Trends atau score SEO yang tinggi coba judulnya ini yang bagus kayak gimana. Jadi kayak gitu. Jadi semuanya sekarang saya kayak ketergantungan sama Gemini. Oke, sekarang kita balik bahas ke Chromebook Plus-nya ya. Intinya sih menurut saya tadi bonusnya itu worit banget. Ketimbang saya dapat bonus kayak video 3 bulan atau akun apa 3 bulan, Xbox Game Pass 3 bulan. buat saya ya itu enggak kepakai. Cuman mungkin kalau kalian adalah seorang yang suka nonton film atau kalian suka main game ya mungkin kepakai. Tapi kalau buat saya buat kerja saya lebih suka theom ini. Oke, balik lagi ke Asus Chromebook Plus-nya. Ini seperti yang saya bilang di awal, Asus ini masukin Chromebook Plus-nya ke seri Expertbook. Buat kalian yang belum nonton bisa tonton dulu video expert book kita yang ini yang udah kita hajar habis-habisan. Jadi udah kita masukin eh bukan masukin ke air sih, kita semprot pakai air kran. Terus kita jatuhin. Terus ada pulpen di sini kita tutup. juga masih aman layarnya. Sama seri XBook yang ini karena dia udah punya standar militer yang sama 810H [musik] juga. Keyboard-nya empuk, ada backl-nya lagi ya. Jarang loh ya laptop 4 jutaan ada backlisan anti microbial guard-nya. Jadi buat kalian yang tangannya sering basah, jarang cuci tangan, laptop ini intinya keyboard-nya antibakteri lah. Cocok buat kalian yang mungkin ada alergi sama bakteri tertentu. Soal performa dia pakai Intel Core i3 Gen 12. RAMnya 8 GB, storage 128. Dan kalau dengan spesifikasi ini ya, kita coba lihat kompetitornya itu ada Advance Workmade yang juga pakai Intel Core i3 Gen 12, tapi dia RAM-nya 8 GB dengan storage 256 cuman dia Windows harganya tapi di R5,3 juta. Terus ada Axio Hype juga 13 1215 U juga harganya R5,6 juta. Cuman bedanya Axio RAM-nya 16 GB dengan storage 512. Infinix juga ada Infinix Inbook Air harganya Rp5.99.000. i3 12 8256 juga. Nah, Asus ini harganya under R5 juta, tapi storage-nya sayangnya cuman 128 GB ya. Walaupun bisa diganti storage-nya ke 256 GB. Cuman saran saya kalau misalkan kalian mau tetap pakai Chrome OS enggak usah di-upgrade karena 128 GB di Chrome OS itu udah cukup. Tapi kalau misalkan kalian mau upgrade atau ganti OS-nya ke Windows 128 GB itu kurang banget sih. Minimal 256. Tapi saran saya kalau misalkan kalian beli laptop ini sebelum kalian ganti ke Windows US-nya, kalian ambil dulu perks atau keuntungannya tadi. Karena itu benar-benar lumayan. Itu yang enggak dimiliki sama Advance, Axio, dan juga Infinix tadi. Karena memang dia OS-nya bukan Chrome OS. Ngapain Windows ngasih gratis Google AI Pro kan karena beda company. Nah, karena Chrome OS ini enteng banget, i3 di sini ya, satset sih ya. RAM 8 GB di Chrome OS juga enteng. Mau buka banyak tab, banyak aplikasi terbuka beberapa sekali pun tetap enteng, enggak nge-lag atau patah-patah. Cuman dia kan base-nya tetap Android ya, ada Play Store-nya. Jadi kalau misalkan kalian download aplikasi-aplikasi yang base-nya mobile, jadi ya tetap di sini walaupun kalian punya laptop ya versinya versi mobile. Contohnya kayak WPS Office yang ada di Play Store-nya itu versi mobile. Enggak lengkap tapi ada caranya kok. Caranya kalian bisa aktifin Linux-nya di bagian setting. Terus ya dia bakalan minta instal OS-nya sekitar 10 GB. Kalau udah muncul halaman kayak CMD terminal gitu berarti udah keinstal. Nah, sekarang masuk aja ke website-nya WPS. Cari aja WPS versi Linux yang formatnya itu DDE. Nah, itu kalau kalian udah instal tampilannya bakal masuk ke WPS versi desktop. Nah, enaknya pakai Chrome OS ini bisa dual OS sekaligus ya. Bisa Chrome OS bisa Linux. Nah, buat [musik] kalian yang mungkin terbiasa pakai Linux juga enak. Linux itu kalau misalkan software-software-nya yang ada di Windows contohnya kayak GP itu pengganti Photoshop. Terus kalau kalian Illustrator Inscape, Inscape itu pakai Linux juga. Terus kalau misalkan VLC player juga ada di Linux. Kalau mau edit-edit audio ya ada Auda City. Nah, untuk performanya sebenarnya laptop ini buat office, kerjaan ringan aja. Tapi kalau misalkan kalian mau main game bisa Mobile Legends. Kita coba di sini aman-aman aja. Tapi karena dia enggak touch screen, jadi kalian harus mapping dulu tombol yang biasanya kalian ada di layar mobile itu. Kalian mapping ke shortcut keyboard-nya. PUBG juga kayak gitu. Dia bisa dimainkan dengan keyboard tapi kita harus mapping dulu. Untuk layarnya kita mau pakai shortcut custom makronya di keyboard-nya yang bagian apa. Cuman kita udah tes di booting wave sama game Gensin Impact itu enggak bisa karena terbacanya emulator ya, enggak bisa dibuka. Masuk ke layar. Layarnya seperti yang saya bilang tadi, Chromebook Plus itu layarnya harus full HD sama IPS. Jadi layarnya udah cukup oke lah ya. Dilihat dari samping kiri atau kanan enggak ada perubahan. Cuman sayangnya brightness nit-nya cuman di 250 nit sih. Jadi kalau misalkan kalian gunain untuk outdoor agak PR. Cari tempat yang teduh aja ya biar kalian juga enggak hiteman. Terus kalian lihat-liarnya juga lebih nyaman. Buat baterai karena comes ini ringan walaupun baterainya kecil ya cuma sekitar 50 wat hour pakai i3 seri U lagi. Jadi dia awet. Asusi klaim bisa 12 jam, tapi sepengalaman kita pakai laptop ini kalau dibuat riset ngetik script ini pakai laptopnya langsung sambil dengerin YouTube podcast dia bisa nemenin saya selama sekitar 8 sampai 9 jam lah. Kalau chargernya kecil aja 45 watt tapi dimensinya ikutan kecil juga. Jadi lebih enak dibawa ke mana-mana enggak makan tempat ngecasnya butuh sekitar 67 menit untuk 0 ke 100%. Buat port lengkap kok ya. Walaupun dia sebenarnya bisa pakai Chromec tapi tetap dikasih HDMI. Ada USB type A, audio jack, USBC yang full function di kanan kirinya. Jadi bisa buat power bank, bisa power delivery, bisa untuk display port lengkap. [musik] Okelah, jadi mungkin cukup segitu aja video review dari Asus Chromebook Plus yang Core i3 yang harganya R1,2 juta jadinya tanda kutip ya. Karena kalau misalkan kalian adalah orang yang benar-benar pakai produk Google, kalian bisa dapat bonus yang benar-benar 1 tahun ya, 3,7 juta. Dan menurut saya itu worth it parah. Coba deh, saya juga pengin tahu apakah kalian langganan atau subscription Gemini yang AI Pro ya. Karena selain kalian bisa dapat Gemini Pro, kalian juga bisa dapat Google Drive 2 TB. Jadi kalau misalkan ini eh kok cuman 128. Sebenarnya kalau kalian beli laptop ini kalian bisa dapat Google Drive 2 TB. Jadi ya enggak 128 lagi sebenarnya ya. Kelebihannya jelas di kelas harganya oke banget ya 4,9 jutaan. Terus dia pakai Core i3 Gen 12 chrome OS itu kencang banget di core i3. Layarnya juga udah IPS bukan TN. Keyboard-nya nyaman, backl-nya ada, antibakterialnya juga ada. Terus build quality-nya, walaupun ini seri Chrome OS yang seharusnya lebih terjangkau dari Windows, tapi sama Asus enggak dimasukin ke seri Vivobook, tapi dimasukin ke seri Expertbook yang terkenal udah tahan banting. Kekurangannya ya kalau misalkan kalian bukan orang yang pakai produknya Google, kalian enggak peduli dengan Google AI Pro, saran saya sih skip aja laptop ini ya. Karena ya untuk Chrome OS di harga segitu cukup agak pricey karena ya orang yang pakai Chrome itu biasanya orang yang pakai internet banget karena produk-produk Google itu ya based on internet. Jadi kalau kalian enggak pakai itu ya mending laptop Windows sih. Ataupun kalau misalkan ini mau diganti ke OS Windows jadinya storage-nya 128 GB tadi kayak kurang. Walaupun kalau misalkan kalian klaim dulu 2 TB-nya itu juga lumayan ya. Intinya kalau kalian gak terbiasa pakai chrome S atau kalian gak mau pakai Chrome S dan juga Linux, skip aja laptop ini. Tapi kalau misalkan kalian mau pakai produknya Google dan memang kalian pengen coba Chrome OS, wah ini sih benar-benar laptop yang itu tadi 1,2 jutaan dengan bonusnya wored parah sih. Apalagi garansinya Asus Expert Book ini 3 tahun dari Asus. Jadi secara after sales juga aman. Saya budye.
