Jungkat

Cuma 4 Jutaan ! Drone Paling Worth it dari DJI ! Sekelas Mini Series! (YouTube Video)

  • 01/01/1970

Di depan saya udah ada dua drone yang dikirimin sama DJI. Setelah saya buat video yang kemarin, saya harus izin istri dulu untuk si DJI Avata 360. Sebenarnya bukan izin ya, lebih ke beli dulu terus minta maaf. Nah, kayaknya DJI kasihan. Akhirnya saya dikirimi dua buah drone mereka langsung. Tapi setelah saya baca produk knowledge-nya saya agak hmm bukannya jelek ya, kayak kok to be true ya. Di video kali ini kita akan buktiin si klaimnya DJI ini. Plus kalian kira-kira bakal prefer yang mana antara Lito One atau LTO X1. Mana yang lebih wored dari budget kalian? Jadi dua drone yang ada di depan saya ini adalah drone terbaru dari DJI yang baru dirilis 23 April kemarin namanya Lito. Jadi Lito ini rumornya ya bakalan penggantinya si DJI Mini. Jadi mini series itu bakalan enggak ada diganti jadi Lito. Lito mungkin maksudnya light ya. Tapi biar marketing name-nya itu lebih oke jadi lito. Buat konteks untuk harganya yang LTO One ini kalau misalkan bukan yang flyore combo ya itu di range R jutaan. Sedangkan untuk yang L X1 itu yang flyore combo di sekitar 10. Kalau enggak flyore combo kalau enggak salah sekitar Rp6 juta. Nanti link pembeliannya seperti biasa akan saya cantumin di kolom deskripsi. Oke, kita buka yang paling kecil dulu yang lito dulu yang harganya paling murah dulu biar kalian enak gambarannya. Nah, untuk unit yang kita bahas ini yang flyore combo ya. Di dalam paket pembeliannya ada banyak. Jadi ada propeller terus juga ada kabel untuk ngecas. Ini kabel data juga buat transfer ke iPhone karena ini ada lightning-nya. Dan untuk yang flymore combo dia ada remote-nya cuman remote-nya beda dengan yang R2 ya. Dia enggak ada layarnya. Plus ini ada obeng juga buat masang propellernya. Dan dari pengalaman saya ya, DJ itu emang enggak pernah pelit. Bahkan di pocket 4empatnya aja magnetic feit light juga ada. Jadi kalau masalah aksesoris dari dulu DJI itu enggak pernah fliit. Apa itu ya? Gara-gara dia di-band sama US ya, karena drone dari US itu enggak ada yang compete sama dia ya. Terus ada buku panduannya juga. Nah, ini drone-nya nih. Dia bobotnya di 249 gr. Jadi drone itu memang terbagi dua kategori. Ada yang di bawah 250, ada yang di atas 250. Nah, untuk yang di bawah 250 itu kalian enggak perlu izin untuk nerbanginnya. Jadi enggak perlu repot-repot daftar license pilot drone. Tapi kalau kayak di GI Avat 360 kemarin, nah itu agak ribet tuh. Itu harus punya izin atau punya licens-nya. Weh. Dan ini untuk drone-nya. Kalau secara ber quality memang dia feel-nya kayak kopong ya plastik karena untuk nekan bobotnya biar di bawah 250 gr. Terus propellernya udah terpasang dan ciri khasnya DJI itu ada warna orange di propellernya. Plus kita juga udah dapat propeller gantian kalau misalkan ada apa-apa sama propellernya. Terus cara buka drone-nya seperti biasa yang ini dulu bawah dulu ya biar enggak mentok. Terus yang ini nih. Nah, seperti ini. Oke dan ini udah nyala. Kita nyalain. Terus uh walaupun di bawah 250 ya, tapi saya suka sih ya. Cuman dia enggak ada intelligent baterainya kayak di DJF. Katakan dia dapat kayak tiga pack baterai. Kalau ini enggak dapat. Ini kita taruh sini dulu. Terus kita juga dapat remote-nya. Ini namanya RC3 yang enggak ada layarnya. Jadi kalau kalian terbang, kalian harus ada HP ditaruh di sini nih. Terus dikonnectin di app-nya biar terbangnya itu enggak buta maps. Sorry, guys. Ternyata untuk box yang ini dia bukan yang fly more combo ya. Karena saya cari enggak ada intelligent baterinya. Jadi untuk yang kalau kalian beli yang not fly more combo, kira-kira aksesorisnya seperti ini. Ini kabel untuk ngonein dari si RC-nya ini ke HP. cuman satu aja dan ini lightning atau bisa dicopot ya. Oke, untuk yang lito 1 kira-kira itu di dalam paket pembeliannya. Sekarang kita buka yang lito 2 eh sori lito X1 dan saya mau tes dulu kira-kira berapa bobotnya ya. Apakah benar di bawah? Wih, ternyata lebih ringan ya. Jadi 247 gr aja katanya 249 jadi lebih ringan malahan. Oke, sekarang kita buka yang DJI L X1. Ini flymore combonya dia ada 3 SKU ya. Jadi ada yang R2 ini kayaknya yang RC2 deh karena enggak ada tulisannya sama bateri. Kalau yang sama baterai itu kayaknya Rp10.500. Ini yang Rp8.700. Tapi enggak apa-ap lah ya karena kita juga punya DJI Avatar kemarin. Baterainya harusnya banyak. Coba kita lihat. Kalau ternyata dia ada tiga baterai berarti ini yang Rp10.700 ya. Karena kalau tulisannya sih cuman DJI Bundle Fly with RC2 yang di dalam paket pembeliannya sebenarnya harusnya di sini udah ada. Nah ini ada. Kalian bisa post videonya lihat di sini manual mana baterai. Weh, ada nih flight baterai 3. Weh, ini berarti yang sekitar Rp10 juta 700 ya, karena ada baterainya juga. Nah, untuk plastiknya dia ada green peel kayak semacam produknya Apple set ini. Jadi experience unboxing-nya lebih menyenangkan lah. Kita enggak perlu cutter dan enggak perlu maksa plastiknya biar rusak. Di dalam paket pembeliannya ini udah enggak ada. Jadi langsung dapat boknya kayak gini. Kalau yang Litu one tadi dia gak ada tasnya kayak gini. Nah, coba kita lihat predally satu-satu dalam paket pembeliannya ada apa aja. Ada DJI-nya drone-nya nanti kita bandingkan dengan Litu One. Terus ada RC2 ini sama kayak punyanya A kemarin. Terus ada intelligent baterai ada tiga pack. Yang satunya harusnya ada di drone-nya. Terus udah enggak ada apa-apa lagi di sini. Coba kita lihat di sini ada buku panduan propeller lagi. Uh, propellernya malah dapat banyak ya. Wih, gila, banyak banget. Ada tiga pair atau tiga pasang propeller. Jadi kalau misal ih lebih banyak ini ya. Plus silika gel udah enggak ada apa-apa. Oke, sekarang kita coba buka dulu untuk drone-nya. Nah, ini nih drone-nya. nya kalau secara desain sih kayaknya mirip-mirip aja ya sama punyanya si Lito One. Oke, kita taruh di sini dulu. Plus buku panduan propeller udah enggak usah. Nah, intelligent ini butuh karena kita bakalan cas dulu sebelum kita nanti tes flight dia ya. Jadi kita tes nanti kita bisa lihat apa perbedaannya Litu One sama L X1. Nah, ini untuk si intelij baterainya ini harusnya di sini sih ada baterainya ya. Nah, ini ada baterainya di sini. Ni kita taruh di sini dulu, Guys, sambil dicas, ya. Jadi ngecasnya sih mudah, ya. Enak banget ngecasnya. Oke, terus kita juga dapat remot-nya. Kalau ini remote-nya yang RC2 ini kalian enggak perlu bawa handphone, ya, karena kita bisa langsung lihat dari sini. Dan nanti di video review-nya saya mau lihat apakah si Lito ini bisa pakai DJI Glasses atau Googles-nya dari AA kemarin, ya. Cuman kita coba lihat gimana perbandingannya antara Lito X1 dan juga Lito One. Kalau secara bentuk kayak enggak ada perbedaan ya antara si Lito One dan juga Lito X1. Tuh coba kita lihat dari atas kayak mirip-mirip aja. Terus dari samping sini juga mirip-mirip aja. Coba dari bawah. Dari bawah mirip tuh. Dari kiri juga mirip. Dari belakang mirip juga. Ada port type C dan juga micro SD tambahan. Oh ya. Btw ngomongin micro SD. Untuk yang Lito X1 itu udah ada internal storage-nya sekitar 42 GB. Memang enggak segede punyanya Pocket 4 yang 107 GB ya. Tapi buat kalian yang kayak saya yang sering lupa bawa micr SD, ini hal yang ya kalau misalkan lupa 42 GB seenggaknya kita masih bisa nge-drone lah tipis-tipis. Terus di bagian depan ini bedanya nih. Kalau kalian lihat bedanya. Nah, kalau di lito One bagian atas kamera ya, dia enggak ada lidarnya. Jadi ini kayak langsung lubang-lubang gitu untuk ventilasi. Sementara di Lito X1 itu ada sensor leadarnya. Nah, gunanya apa sensor leadar ini? Jadi kalau kalian ng-edrone malam-malam, dia kan leadar itu pakai laser ya. Jadi untuk halangan rintangan itu bisa dibaca sama lasernya dia. Jadi enggak gampang nubruk-nubruk kalau dipakai di malam hari atau kurang cahaya. Dan kalau kalian pilot amatir kayak saya ya, kalau misalkan kalian punya Loo X1, return to home-nya itu lebih mudah karena ada lidarnya tadi. Terus perbedaan lain di Lito X1 varian X itu memang biasanya lebih bagus ya. Jadi dia punya DOG 10 bit. Sementara untuk litoan dia enggak ada. Cuman untuk lebih jelasnya site to set perbandingan spesifikasinya kalian bisa lihat aja tabel berikut ini. Okelah daripada kita cuman unboxing aja mending kita tes flight dan kita lihat langsung nanti gimana perbedaan kameranya. Harusnya sih mirip-mirip aja ya, karena kalau secara spesifikasi sensor kameranya mirip. Paling ya real penggunaannya aja. Karena yang satunya pakai lidar, satunya enggak. Jadi lebih mudah yang X1 kalau dipakai di malam hari. Oh ya, btw sayangnya untuk yang varian LTO ini kameranya dia enggak bisa vertikal, enggak bisa balik. Jadi dia vertikalnya itu crop dari horizontal. Jadi buat kalian yang mungkin kebutuhan kontennya itu kebanyak di vertikal, ya harus mainin cropingnya ya. Tapi daripada teori-teori aja, langsung aja kita coba dia untuk terbang. Oke, sekarang kita cobain juga sama yang litoan. Di sini udah ada Korico. Korico bakal nyobain yang X1. Nah, bedanya kalau yang lito kita harus pakai tambahan aksesoris HP kayak gini ya. Kalian tinggal download aja aplikasi DJI-nya. Dan ya kita langsung coba take off. Coba kita lihat gambarnya ya. Kita ke UB sana ya. Jaraknya dia bisa kalau di spesifikasinya sih bisa 10 kilo kalau enggak salah. Nah, ini masjid. Kita coba shoot masjidnya. Wah. Oke. Kelihatan enggak gua masjidku? Oke. Sambil record. Balapan aku. Balapan enggak? Aku netral. Ayo ini itu harusnya di sini sih kelihatan di map kelihatan. ini buat kalian yang mungkin enggak bisa main layangan, bisa beli drone. Yau loh sampai duluan kan. Wah aku kan tekut anu disik an. Nah, ini punyaku. Oke, coba kita bandingkan fitur dulu. Nah, jadi kalau misal di sini ya modenya sama ada master shoot, quick shoot, hyper lips sama gue ya miriplah mode-modenya sama. Jadi master shoot-nya ada base on subject, quick shoot-nya ada droney, rocket. Coba master shoot ini Enggak ada full mood ya. sayangnya enggak ada kayak punyanya Mini 3 Pro dia enggak ada full mood. Kita mau roket ya muka saya sendiri. Kita klik roket start. Search. Start. Oke. E Wi ini mode auto aja di roket dia bakalan terbang tinggi. Wih. Oke sekarang kita coba untuk fitur tracking-nya ya. Apakah dia bisa? Entar kita coba untuk saya gini drone itu om. Nah, kalau kalian lihat drone-nya ngikutin saya ya. Saya coba agak jalan ke cepat. Tuh, ini kita terbang rendah aja. Sekarang saya mau coba kalau misalkan saya lari ke sana ya, apakah dia bakalan ikut? Wah, enggak ngikutin ya dia ya ternyata ya. Cuman kameranya aja. Jadi ternyata ini bisa di ngetracking kemarin Mas Ika ternyata belum nemu. Jadi caranya itu cuman tinggal select aja orang yang mau di-follow terus nanti tinggal diklik yang active gitu terus nanti dia langsung nge-follow. Dah kita coba ya apakah dia nge-follow aku. Dia belum nge-follow. Nah dia udah nge-follow aku nih. Aku enggak pegang lemote sama sekali ya. Terus hemotnya enggak enggak ada yang megang jalan. Kalau aku lari dia bisa enggak lari? T bisa udah balik lagi dia. Mau enggak? Kalau muter takut dah. Hah. Stop. Oke. Nah, kalau kalian udah pro, kalian bisa pakai mode sport ini sih. Karena di mode sport fitur offent obstacle itu langsung hilang bentar. Dan kita bisa langsung terbang kayak gini. Huh. Dan ini tetap tetap fitur taging-nya nyala ya. Jadi coba misalkan saya gerak dia bakalan tetap ngikutin. Tuh tuh. Weh, gokil. Nah, dia bakal tetap ngikutin, Guys. Wih. Jadi, kalau kalian mau bikin video cinematik, tuh, dia tetap ngikutin. Coba ya, Tom. Ayo, Tom. Coba. Saya mau jalan sampai perempatan situ, ya. Wih, masih ngikutin, Guys. Gila, trekingnya keren banget, sih. Dan di samping kiri remote-nya juga udah ada kayak semacam coba ini kan ada ketutupan pohon pisang nih dia. Kalau dia saya kelewatan pohon pisang nih, apakah dia bisa? Oh, hilang bentar. Dia hilang bentar karena ketutupan pohon pisang Udah los, udah enggak bisa. Cuman setelah los, kalau misalkan saya muncul lagi, apakah harus di-tap manual apa dia langsung auto tracking sendiri? Oh, harus di-tap manual, Guys. Tuh, enggak bisa. Eh, enggak. Ternyata ternyata dia bisa detect sendiri. Cuman dia nge-traknya K Tom. Dia nge-traknya Tomo ya, bukan saya ya. Coba ngak lihat, Tom. Eh, aku Tom sing di Tom. Gila, keren sih. Keren, keren, keren. Oke, jadi kira-kira seperti itu. Sebenarnya sama antara X1 dan juga LTO One, cuman bedanya itu tadi ya yang saya sebutin tadi. Jadi mungkin cukup segitu aja video kita kali ini. Harganya yang litan menarik sih karena harganya itu di R jutaan. Sementara ini harganya di Rp jutaan. Dulu kalau kita harus beli drone kan mahal ya, paling enggak du digit ke atas lah. Tapi sekarang kita enggak perlu beli drone mahal-mahal. Dan suaranya lumayan senyap loh ya. Oh, tes lagi yuk. Oke, jadi ini adalah tes itu kan ada odor AC ya. Jadi kita mau tes dia seberapa kencang untuk menahan angin. Dan kalau kalian lihat masih aman sih. Stay ya. Tuh. Dan harusnya udah banyaklah yang nyobain DJI itu di pantai semuanya aman. Oke, ayo go landing go. Karena baterainya udah bunyi. Iya iya. Oke, Guys. Jadi, mungkin cukup segitu aja video unboxing dan juga hands on dari si DJI Lito dan juga DJI Lito X1. Nah, ya sebenarnya sama aja sih fitur-fiturnya, cuman perbedaannya di internal storage sama lidar sensor tadi. Plus kita remote-nya kalau kalian beli yang flymore combo, dapatnya yang RC3 ya, yang harus pakai aksesoris tambahan dengan HP. Tapi selain itu kayak kualitas gambar, sensor mirip-mirip aja. Nah, sekarang tergantung kalian sih. Kalau misalkan kalian masih baru nyemplung di drone, saran saya yang Lito X1 sih. Kenapa? Karena ada lidar sensornya. Jadi, kalau misalkan ada obstacle atau ada halangan dan pencahayaannya kurang cukup, dia bisa menghindari itu. Jadi bukan yang termurah yang saya rekomendasiin, tapi yang X1 ya. Karena takutnya si drone kalian itu ada apa-apa kalau misalkan gak ada leadernya. Oke, saya and see you on the next video.

Lihat di YouTube