Jungkat

CUMA ADA 9 UNIT DI DUNIA, HARGANYA SENTUH 14 MILIAR (YouTube Video)

  • 19/09/2025

Halo semuanya, selamat datang di channel Fitrai. Ini mobil hanya ada 40 unit di dunia. Yang setir kanan hanya ada 9 unit di dunia dan di Indonesia hanya ada satu. Inilah Ferrari 599 GTB 60F1 Alonso Edition. [Musik] [Tepuk tangan] Ya, kalau tadi Anda melihat di beberapa sinematiknya itu ada tanda tangan Fernando Alonso karena memang mobil ini memiliki cerita sejarah Ferrari yang juga Fernando Alonso termasuk di dalamnya. Jadi, mobil ini dibuat di akhir-akhir masa dari 599 GTB sebelum digantikan oleh Ferrari F12 Berlineta. Di 2011, Ferrari mencatatkan kemenangan, sejumlah kemenangan bersama Fernando Alonso yang merupakan pembalapnya pada saat itu. Dan mobil ini dibuat untuk memperingati 60 tahun kemenangan Ferrari di F1. Kemenangan Ferrari di F1 itu dicatat di tahun 1951 di sirkuit Silverstone. Dan di tahun 2011 yang artinya 60 tahun setelah kemenangan pertama itu, Fernando Alonso juga mencatatkan kemenangan di F1 di sirkuit Silverstone. Jadilah mobil ini Ferrari 599 GTB 60 F1 Fernando Alonso Edition. Sebenarnya enggak pakai ada Fernando Alonso Edition-nya, tapi ini dibilang Fernando Alonso Edition karena pada saat itu eh Alonso menjadi pembal Ferrari dan ada tanda tangan dari Alonso di beberapa bagian dari mobil ini. Mobil ini jumlahnya sangat terbatas seperti saya tadi bilang di dunia hanya ada 40 untuk yang versi setir kanan konon hanya ada 9 dan di Indonesia hanya ada satu. Lebih istimewanya lagi, satu-satunya unit 599 GTB 60 F1 ini dimasukkan langsung oleh Ferrari Indonesia, Ferrari Jakarta pada saat itu di tahun sekitar 2012-2013 dalam keadaan baru dan harganya pada saat baru itu sekitar 9 sampai R10 miliar yang mana itu termahal di saat itu. Uh, karena pajak Indonesia juga mahal. Nah, di luar negeri sendiri pada saat pertama kali dijual mungkin harganya sekitar 4 sampai R5 miliar. Tapi sekarang mobil ini di dunia pasarannya sudah naik dua kali lipat. Ee menurut pemilik dari mobil ini 600.000o R000o untuk ee mobil yang sama di Eropa. Artinya mobil ini nilainya mungkin kalau di Indonesia ya dikali dua aja mungkin bisa dekat ke 20 miliar. Tapi berapa nilai sebenarnya dari mobil ini tidak ada yang tahu karena hanya ada satu di Indonesia ya terserah yang punya. Tapi yang jelas mobil ini memiliki surat resmi dan kalau Anda bisa lihat plat nomornya keren sekali 599 ALS. Jadi ini adalah salah satu collector item bila Anda kolektor Ferrari di Indonesia. Nah, sekarang apa saja bedanya Ferrari 599 GTB yang menjadi basisnya untuk menjadi special edition? Fernando Alonso special edition ini yang jelasy-nya. Anda bisa lihat ini library-nya dibuat mirip seperti mobil F1 Ferrari di zaman itu. Sebenarnya ada tiga tiga pilihan library pada saat itu, tapi semuanya related dengan F1 dan ini yang masuk ke Indonesia. Serta ee sebenarnya basisnya enggak 599 GTB. GTB amat. Sebenarnya basisnya itu dari Ferrari 599 HGTE. Nah, 599 HGTE adalah versi yang track ready dari 599 GTB. HGTE itu singkatan dari handling Grand Turismo Evolution. Jadi, itu 599 yang memiliki pengendalian lebih baik. Tampangnya ee mirip tapi di sektor suspensinya itu ada perubahan. Kemudian dia juga lebih enteng untuk membuat handling yang lebih baik. Nah, dari HGTE itulah dibuatkan versi Fernando Alonsonya. Ini bagi Anda yang maniak Ferrari, Anda pasti langsung ngeh atau langsung tahu bahwa Ferrari 599 GTB yang menjadi basisnya atau bahkan yang 60 F1 ini bumpernya tidak seperti ini. Bumpernya dia lebih kalem, tidak seagresif ini. Seperti ini nih aslinya. Nah, oleh pemiliknya ini sudah diganti supaya tampangnya lebih sangar. Diambillah parts dari 599 GTO, Grand Turismo Omologato, versi yang lebih berperforma, yang lebih siap untuk trek balap dan lebih agresif. Bukan cuman bumper depan, bumper depan, bumper belakang, bagasi belakang, cup depan, dan side skirt-nya itu diganti semua dengan parts number asli dari Ferrari. Totalnya sekitar R sampai R2 miliar hanya untuk membeli barang-barang tersebut. Karena ini bahan materialnya juga carbon fiber. Nah, ke mana yang aslinya? Yang aslinya disimpan. Saya rasa itu nice move juga ya karena tampilan mobilnya jadi lebih agresif tapi terlindungi. Istilahnya kalau bumper ini kena serempet enggak masalah. Karena yang lebih berharga adalah bumper aslinya. Karena di bumper aslinya ada tanda tangan dari Fernando Alonso. Kalau yang di bumper yang sudah terpasang di mobil ini, ini stiker yang dibuat sendiri. Tapi kalau yang di asli mobilnya itu menggunakan ee antara stiker atau cat tapi di bawah pernisnya. Jadi tidak bisa ngeletek sama sekali. Begitu juga di bumper belakang ada tanda tangannya serta ini garis ini kalau di yang aslinya dia di bawah pernis juga striping ini. Jadi benar-benar seperti menyatu dengan mobilnya. Dan karena ini dari GTO, dia lubang anginnya ini lebih besar dibandingkan yang aslinya 599 GTB. Nah, sekarang kita lihat di bagian sampingnya. Anda bisa lihat di pilar C-nya. Ini bukan pilar C ya sebenarnya ya. Ini seperti ornamen tambahannya nih. Ada Scuderia Ferrari. Nah, seperti ini nih. Ini stiker yang di bawah pernis. Jadi tidak bisa ngeletek sama sekali. Dia abadi di bawah pernisnya. Velegnya ini spesifik hanya untuk yang Alonso Edition ini. Dia menggunakan diameter 20 inci 31535 R20 di belakang dengan rem karbon seramik. Dan yang di depan ukurannya pasti lebih kecil karena dia berpenggerak belakang. Yang di belakang eh di depan ini ukurannya adalah 26535 R20. Karbon seramik juga nih. Velegnya ada unsur klasiknya tapi juga ada unsur modernnya. Nah, di bagian belakang ini ini tambahan karena dia kan bagasinya dari bagasi GTO. Nah, ini ditambahkan lagi bendera Italia di sini supaya menyerupai yang edisi aslinya. Karena ini bumpernya bukan bumper bawaan mobilnya, bumper bawaan GTO dengan ducttail yang besar. Dan di sini juga di ada tanda tangan Alonso dan ada stiker Alonso. Kalau yang di aslinya dia di bawah fernis. Lihat ini plat nomornya keren banget ya. Sesuai mobilnya banget. 599 ALS ini artinya ya. bisa 599 Alonso atau kalau Anda sudah punya uangnya dan niat, Anda bisa mencari 599 alasan ke istri Anda untuk beli mobil ini. Tapi karena ini sebuah bumper GTO, lihat dong, agresif sekali. Ada empat buah lubang knalpot dan knalpot aslinya juga disimpan oleh yang punya. sudah digantikan dengan knalpot dari Capristo. Dan Anda enggak akan menyangka suaranya seperti apa. Sekarang kita akan dengar suaranya. Tapi untuk memperdengarkan suara ini, mobilnya kita bawa keluar. Sebelum kita bawa keluar, kita dengarin dulu starternya. Oke, sekarang kita dengarkan. Wah, suaranya tuh mengingatkan saya ke F1 sebelum zaman turbo. Ya. Ya, ini mungkin tidak setinggi F1 eh RPM-nya, tapi melengking dan cepat sekali RPM-nya itu naik. Wak wak. Tapi ini juga karena pengaruh ee knalpot dari Capristonya ya. Kalau aslinya mungkin enggak sekeras ini. Aslinya melengking juga cuman ini tuh ada tambahan serak-serak serak-serak kasarnya gitu. Uh. Uh. Oke, kita masuk ke dalam lagi. Luar biasa raungannya. Nah, ini sekarang saya bawa ke dalam lagi biar adem. Dan raungan tersebut datang dari mesin 12 silinder Naturally aspirated engine yang memang mesin ni itu selalu memberikan suara paling indah. Kapasitasnya 6.000 cc atau lebih tepatnya 5.999 cc. Mungkin dari situ nama 599 itu berasal. yang menghasilkan tenaga 610 PS dan torsi 608 Nm. Torsi dan ee tenaga tersebut disalurkan kedua roda belakang lewat transmisi automatic manual transmission. Jadi sebenarnya adalah transmisi manual tapi pengoperasian koplingnya dilakukan oleh robot yang dikendalikan oleh komputer. Perpindahan giginya cepat. Ferrari itu mengklaim kalau di 599 GTB itu hanya 100 ms untuk perpindahan gigi alias 0,1 detik. Tapi untuk yang HGTE, karena ini kan basisnya HGTE itu shift time-nya dipercepat lagi menjadi 85 ms atau 0,085 detik. Jadi transmisi yang katanya terinspirasi dari F1 pada saat itu belum menggunakan dual clutch Ferrari, masih automated manual transmission. 0 sampai 100 km/h tuntas dalam 3,7 detik yang mana itu luar biasa cepatnya. Ee belum ada Ferrari yang bisa menembus 2 detik di zaman itu. 3 detik adalah salah satu Ferrari yang paling cepat. Kemudian dia memiliki top speed hingga 330 km/h. Oh, bagian dalamnya ini sporty sekali karena kursinya ini konon diambil dari 599 GTO yang memang TRK ready. Alcantara. Alcantara. Alcantara dipadu dengan bahan fabrik yang kasar. Dan ini eh terlihat apa ya? Terlihat durable sekali gitu kan. Ferrari itu kadang-kadang interiornya tuh kadang-kadang kita khawatir nih awet apa enggak. Tapi kalau ini sih material yang sangat awet ini. Kemudian kuncinya masih jadul ya, masih pakai anak kunci seperti ini. Ada immobilizernya dan ada remote-nya. Ini kita coba colokkan dulu ke sini. Dan ini dia sudah pakai tilt dan telescopic steering dengan elektrik. Bangku full manual. Posisi nyetirnya enggak seergonomis Ferrari sekarang, tapi masih cukup rileks. Kalau Ferrari sekarang tuh setirnya bisa mundur lagi. Kalau ini enggak. Jadi kaki agak sedikit nekuk tapi tetap masih posisi yang sangat enak. setirnya besar dan dia bentuknya bukan bulat ya, tapi oval dan ovalnya tuh oval ke atas gini, tapi di atasnya dia flat bottom dan ada eh shift indikatornya juga. Sudah ada tampilan digital, cuma tampilan digitalnya ya tampilan digital 15 tahun yang lalu deh. Jadi resolusinya tuh belum begitu halus. Tapi minimal ee dia bisa menampilkan banyak info. Sementara speedometer dan takometer tetap dia menggunakan analog. Audionya single DIN, tapi ya siapa yang butuh audio kalau di mobil seperti ini? Ini akan lebih menyenangkan mendengarkan kemerduan suara mesinnya. AC sudah climate control tapi masih pengoperasiannya analog. Nah, kalau perpindahan giginya itu masih sama dengan Ferrari-Ferrari sekarang. Jadi, ini ada pedle shift besar untuk e memasukkan gigi atau netral dan untuk mundur mode auto manual atau launch control ada di tengah. Ini yang sejak dulu ternyata ada dan dipertahankan sampai sekarang. Kemudian ada emblem F1 di sini. Rem parkir masih menggunakan otot. No problem. Di sini ada asbak. Siapa yang mau ngerokok di dalam Ferrari? Dan di sini Alcantara. Alcantara seat belt sudah tidak ada lagi seat belt biasa. Seat belt-nya seat belt 4 titik. Nah, ini warnanya merah dan biru. Saya enggak tahu nih memang aslinya seperti ini atau dikombinasikan aja ya, tapi jadi atraktif. Starter ada di setir. Jadi di setir itu tidak banyak tombol seperti Ferrari sekarang. Hanya ada tombol engine start dan mode berkendara. Nah, dari pertama pemilik mobil ini menghubungi saya, dia itu minta tolong jangan di-review hanya diam, tolong dibawa juga mobilnya. Agak-agak beban sih, cuman 40 unit di dunia, hanya sembilan lagi yang setir kanan, hanya satu di Indonesia. Saya enggak pengin terjadi apa-apa ke mobil ini. Tapi oke, kita akan keluar dan kita akan bawa mobil ini. Lu selesaiin detail shot dulu deh, Ref. Okay. Ah, sambil nunggu enakan kita dengarin Spotify dulu. Hm. Lagi mood dengerin apa ya? Enaknya dengerin apa, Ais? Sambil nunggu si Revy Shooting pakai fitur mixes aja tuh, Om. Dia bisa nyesuainin sesuai mood kita. Mixis. Heeh. Di Spotify ada? Ada. Caranya gimana? Kita ke search langsung tulis aja driving mix. Oh, musik buat nyetir ya? Iya. Biar mood ngetesnya makin bagus. Drive. Fing mix. Lagunya sih enggak ada yang tahu, tapi pasti ini udah playlist buat enak di bawah nyetir kan nih, Iss. Itu disesuain sih, Om sama selera musik buat kita yang doain nyetir. Oke, kalau gitu kita langsung shuffel aja ya semuanya ya. I'm get over to with you. I just want to spend the whole time with you. every Ferrari yang cuman ada satu di Indonesia cuma sembilan di dunia. Nah, ini masih pakai mode matic. Pindah giginya ada delaynya ya karena automatic manual transmision ngeng kira-kira ada delay 1 detik 1 seteng detik tuh proses dia memindahkan gigi secara halus. Tapi kayaknya enggak enak deh pakai matic. Enakan kita pakai manual aja. Ah, dia jadi kayak ada heal-nya gitu. Enggak secepat dual clutch tapi tetap halus. Ini Fernando Alonso tuh beruntung ya. Fernando Alonso tuh enggak pernah jadi juara dunia F1 di Ferrari. Dia tuh gabung pertama kali itu tahun 10. Jadi mestinya itu dia di 2000 11 kontraknya tapi 2010 dia udah masukmasuk lebih cepat dan hampir juara dunia. Jadi di seri terakhir di Abu Dhabi itu dia masih unggul 8 poin dari Sebastian Vattle Red Bull. Tapi di balapan terakhirnya itu Fernando Alonso kalah. Dia posisi keetujuh apa ke-elapan kalau enggak salah ya. Sedangkan fetelnya menang. Jadi akhirnya ketinggalan poinnya di seri terakhir dia runner up juara dunia. Enggak sampai jadi juara dunia. Tapi mobil mobil ini diberi nama dia. Kebetulan dia di timing yang pas ketika ada kemenangan di Silverstone yang itu sama seperti 60 tahun lalu e menandai kemenangan pertama Ferrari di tahun 51. Makanya dibuatlah mobil ini dengan nama dia. Schumacheraker aja saya enggak ingat ada mobil Ferrari yang ada Schumachernya. Schumacher edition. Tapi correct me if I'm wrong ya. Terus eh siapa lagi juara dunia F1 dengan Ferrari? Kimi Ray Conon enggak ada. Tapi Alonso dia ada intinya. Dan mobil ini masih enak buat harian karena 599 itu kan Grand Tourer Ferrari yang bermesin depan yang bukan hanya untuk sirkuit tapi untuk perjalanan jauh. Jadi posisi nyetirnya juga enak ya. Walaupun ini e kursinya kursi yang lebih ke arah balap ya, tapi masih empuk bantingannya. Untuk ukuran Ferrari kalau kita masukkan ke auto udah deh kita bisa nyaman walaupun di mode race ya kalau kita pakai auto itu dia dijaga di bawah 3.000 rpm-nya. Santai bawa di mobil dan suara bengis knalpotnya itu tetap ada menemani kita dari belakang. S kayak ngasih tahu gitu, "Hei, saya ada tenaga 610 PS, ada mesin 6000 cc V12 loh di depan. Enggak apa-apa, Bos, kalau mau santai. Tapi saya ngeluarin suara ini untuk tahu bahwa monster ini siap buat ngamuk." Kayak gitulah kira-kira. Tuh, melewati jiglongnya juga enggak keras-keras amat nih mobil. Sekarang kita akan dengarin suaranya kalon ditarik. Oh. Iya, pindah giginya memang cuman 0,1 detik atau 0,085 detik. Tapi kan ada proses nginjak kopling dan lepas kopling. Jadi tetap ada delay sedikit. Jadi kayak kayak mobil manual yang diover injak kopling. Jadi ada kekosongan tenaga sedikit. Begitu koplingnya dirupas langsung ada hentakan ke belakang. Ini rasanya tuh rasa old school. Ferrari ketika mau masuk ke era yang modern, ketika eh perpindahan gigi itu sudah sangat halus. Di F12 Berlineta itu sudah halus sekali. Perpindahan giginya tuh sudah simless. Yang ini belum. Tapi justru di situ ada kerasa buas-buasnya itu. Dan ini saya enggak enggak amatin traction control ya. itu ada ada gejala tuh mobil tuh mau ngebuang gitu loh. Oh, suaranya sih drama nih. Suara suara Ferrari yang masih pure belum ternodai turbo. Kalau kita di mode sport, dia ada mode sport, ada race ya. Tadi tu di mode race. Sekarang kita coba di mode sport. Uh, tapi tenaganya ini kencang sekali. Yes. Terasa seperti 600 HP. Kencang tenaganya. Torsinya kuat sekali. Walaupun torsinya juga enggak nyampai 700 ya, tapi 608 Nm itu kuat dan terus sampai 8.500 RPM. Tapi surprisingly, mobil ini enak buat santai. Ground clearance-nya juga enggak terlalu rendah. Tapi udah saya enggak mau aneh-aneh pakai ini mobil. Ini mobil adalah collectors item. mobil ini punya sejarah buat Ferrari atau minimal tribute untuk sejarahnya Ferrari. Satu-satunya tim yang enggak pernah putus ikut balapan F1 dari tahun 50 sampai sekarang. ini untuk di tahunnya ya 20123 ini handling yang sangat tajam. Tapi kalau dibandingkan sekarang, yes, masih ada limbungnya sedikit karena teknologi suspensinya belum secanggih yang sekarang. Tapi jangan lupa ini mobil empuk, ini mobil tidak keras. Makanya wajar kalau ada body roll-nya sedikit. Walaupun ini yang sudah yang HGTE ya. HGTE itu punya suspensi magnetik yang lebih ini ya, lebih ee bisa diatur dan lebih keras dibandingkan normal 59 sama GTB. I sedikit aja, sedikit aja. Tapi kalau Anda pernah coba Ferrari yang baru, kerasa oh i ini lebih ada body roll-nya dibandingin Ferrari yang baru. Tapi peredaman suaranya bagus banget loh. Ini benar-benar enggak sebising kalau misalnya kaca itu dibuka. Kalau kaca dibuka benar-benar kedengaran banget suaranya. Wah, keras banget suaranya kalau jendela dibuka. Mungkin aja Anda enggak terlalu mendengar kalau di gadget Anda atau di komputer karena kan device perekam suara ini dia e punya saya ini kan dia ada kemampuan buat menyesuaikan level desibelnya kalau terlalu besar. Tapi aktualnya kalau jendela kita tutup itu redup suaranya kedengaran tapi enggak enggak enggak memekakan telinga. Tapi ketika kita dibuka kacanya seperti ini. Bising sekali suaranya memekakan telinga dan selalu bikin senyum suaranya. Suaranya tuh tidak melambangkan apa ya mesin yang terlalu high tech seperti Ferrari sekarang yang melengking pindah giginya cepat seamless gitu ya. Ini masih ada brutal-brutalnya. Kalau di Ferrari yang baru tuh seperti kumpulan monster yang sudah dilatih. Jadi monster itu bisa menghasilkan gerakan yang harmonis. Powerful tapi harmonis. Yang ini kumpulan 610 kuda liar Italia yang belum jinak-jinak amat gitu. Jadi masih masih kerasa kebrutalannya itu dan ya itu salah satu daya tariknya pasti. Ini mungkin kalau buat dipakai di sirkuit agak-agak frustrasi karena pindah giginya itu terasa power delay-nya ya karena proses perpindahan gigi itu. Tapi buat touring dengan satu gigi mendengarkan deruman suaranya, kenyamanan suspensinya, handling yang tetap bagus tapi tidak yang terlalu tajam-tajam sekali ya. Ini memang Ferrari yang dirancang untuk melahap kilometer. Walaupun kilometer mobil ini masih hitungannya sedikit. 6.000 km. 6.100 km. Untuk mobil yang sudah berusia ini diregistrasinya 2013 artinya sudah 13 tahun. 13 tahun hanya 6.000. Artinya setahun enggak nyampai 500 km mobil ini jalan. Enggak nyampai 500 km setahun. Artinya kira-kira cuman 1,5 km sehari. Dan ini selama syuting saya udah melewati rata-rata jalan mobil ini per hari. Saya juga enggak terlalu tertarik ya untuk dengerin atau ngetes audionya karena saya yakin suaranya juga pasti suara standar dan lebih baik saya dengarin suara raungan mesin 12 silindernya. Atau kalau saya mau dengerin musik benar yang mendingan saya pakai headset. Dengerin Spotify. Ini bukan mobil yang untuk dinikmati audionya, tapi yang dinikmati adalah Anda membeli mobil ini bukan untuk performanya. Walaupun performanya sangat kuat, Anda membeli mobil ini bukan buat diajak TRKD. Anda membeli mobil ini karena rarity-nya kejarangan dari mobil ini. Kemudian cerita di balik angka 60 itu fakta bahwa Fernando Alonso pernah berada di tim Ferrari dan sampai video ini dibuat pun dia masih ada di F1. Pembala paling tua di F1 tapi tetap dianggap salah satu yang terbaik dan Ferrari menyematkan namanya di produk terbaik mereka. Saat itu untuk mobil Grand Touring mereka yaitu 599 GTB HGTE. Wah, seru banget ini mobil. Jadi benar-benar bukan Ferrari yang paling kencang yang pernah saya coba. Bukannya pengendaliannya paling tajam, tapi ini salah satu yang paling ikonic. Ini enak buat diajak jalan jauh, tapi rasanya sayang kalau diajak jalan jauh karena ini adalah collectors item. Tapi terima kasih sudah dipinjamkan mobil ini, sudah boleh membawanya, sudah merasakan geberannya. Rasanya memang berbeda dengan Ferrari modern ini. Tuh masih ada kayak ini saran saya sih kalau misalnya Anda punya mobil ini atau bahkan pemiliknya sekarang, jangan matiin traction control. Itu mobilnya mau ke mana-mana tuh belakangnya kalau enggak ada traction control. Tapi karena ada traction control-nya, dia bisa menjaga mobil ini tetap selamat, utuh, enggak ada lecet. Oke, senang banget ee bisa mengendarai salah satu Ferrari yang sangat jarang bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Jangan lupa Anda klik like bila menyukai video ini, komentar di bawah dan subscribe ke channel Fitra Eri jika Anda belum. Follow Instagram saya di sini @vitra. Sampai jumpa di video selanjutnya. Bye bye.

Lihat di YouTube