Cuma gelang tapi kok VIRAL dan bikin FOMO...? (YouTube Video)
Smartband lagi hype banget, apalagi semenjak kehadiran Whoop. Dan Google tuh enggak mau kalah dengan keluarin Fitbit Air. Sayangnya keduanya tuh enggak dijual resmi di Indonesia. Untungnya nih, Garmin bakal segera bawa smartband terbaru mereka dan bakal dijual secara resmi. Yes, ini review dari Garmin Sirka. [musik] Garmin Sirka ini bakal datang dengan dua ukuran band, S to M yang punya ukuran 12 sampai 20 cm dan L to XL yang punya ukuran 14,5 cm sampai 24 cm. Seharusnya nanti bakal tersedia bisep band-nya. Jadi kalian bisa pakai di bagian bisep saat olahraga. Dalam paket penjualannya, kalian bakal dapetin si Garmin Sirka-nya sama kabel charger USB C-nya. Gua pilih warna Captain Blue dan warna biru itu gua suka banget. Sisanya bakal ada tiga pilihan warna lagi, French Grey, Mauve dan Black. So, ini Garmin Sirka-nya. Pod-nya ada di bagian dalam. Untuk nyantelinnya masih menggunakan sistem klasik pin buckle quick release 14 mm. Band-nya sendiri menggunakan bahan fabric. Lebarnya ada di 24 mm. Gua pakai ukuran S to M. Lingkaran pergelangan tangan gua sekitar 15 cm. Kita bahas pod-nya ya. Pod-nya ini gede, apalagi kalau dibandingin sama punya Google Fitbit Air. Tapi kayaknya ini udah size paling minimal buat di Sirka biar bisa muat sama Garmin sensor Gen 4-nya. Kalau kita bandingin sensornya di Fitbit Air itu, dia bentuknya tuh dibuat vertikal. Sedangkan di Sirka ini masih bulat sama kayak jam tangannya. Menurut gua pribadi, untuk generasi keduanya Garmin tuh harus bikin kayak sensor khusus buat smartband-nya yang bentuknya vertikal. Jadi bentuknya itu bisa lebih kecil dari ini. Nah, banyak yang bilang kenapa enggak pakai sensor Gen 5 aja? Ini gua bandingin ya sama sensor Gen 5 di 970. Kalau pakai Gen 5 pasti pod-nya itu bakal lebih gede lagi. On paper, dimensinya ada di panjang 4,7 cm dengan lebar 2,7 cm. Ketebalannya ada di 9 mm. Berat pod-nya sendiri ada di 14,8 gram. Kalau kita gabungkan dengan strap-nya, untuk ukuran S to M, total beratnya ada di 20,7 gram. Dan untuk ukuran L to XL, total beratnya ada di 21,2 gram. Bodinya menggunakan material polimer berserat yang waktu dipegang sih punya build quality yang sangat baik. Dia solid, kuat dan juga rapi. Di sebelah kanan ada satu tombol untuk manual start activities, di kiri ada indikator lampu LED. Size-nya sih masih pas aja, ini opini pribadi ya. Apalagi dengan bobotnya yang ringan gini tuh menjadikan Sirka tuh nyaman banget untuk digunakan. Jauh banget lebih nyaman dan lebih enggak kerasa daripada menggunakan jam-jam Garmin. Yes, ini emang sebuah selling point dari Sirka ya. Garmin Sirka itu memang buat kalian yang butuh sebuah heart tracker yang simpel, enggak ada layar, ringan, dan enggak berasa ketika dipakai. Tapi menurut gua lagi, market yang paling besar itu adalah orang-orang yang serius olahraga dan sudah menggunakan jam tangan Garmin. Jadi, kita bisa lepas jam tangannya waktu kita tidur karena Sirka ini lebih nyaman digunakan untuk tidur. Atau kalian yang suka dan punya jam analog, apalagi dari luxury brand. Jadi, kalian bisa lepas-lepas jam tangan Garmin tanpa kehilangan data tracking kalian. Karena buat yang serius olahraga, ini penting banget. Di sini gua bakal jelasin setup gua. Gua menggunakan Garmin Forerunner 970 di tangan kiri dan Garmin Sirka-nya ada di sebelah kanan. Untuk nyambungin ke smartphone, masih menggunakan aplikasi Garmin Connect. Di sini gua set Sirka sebagai primary wearable. Jadi, semua data bakal diambil dari Sirka ini. Pertama yang gua rekomendasikan itu untuk nyalain pulse oximeter di menu health and wellness. Jadi, kita bisa dapetin tracking blood oxygen kita. Kita jangan lupa nyalain auto detect activities. Jadi, dia otomatis ngedetect kalau kita lagi melakukan workout. Selanjutnya gua suggest buat cek menu activity option. Di menu time activities kita bisa nyalain toggle phone GPS-nya. Biar si Sirka ini otomatis ngambil GPS dari smartphone kita. Karena dia enggak punya built-in GPS. Untuk data tracking-nya, overall Garmin Sirka ini close banget sama apa yang kita dapetin kalau kita pakai jamnya. Untuk heart tracking-nya ada heart rate, blood oxygen atau di sini namanya pulse ox, stress dan breathing respiration. Sleep tracking-nya juga lengkap dan detail. Nanti dia kasih summary bagaimana kualitas tidur kita. Ada score-nya juga dan Garmin salah satu yang pelit buat ngasih score. Ada metrics-nya juga dan mudah dibaca. Terus ada sleep coach yang kasih kita suggestion, butuh berapa lama untuk next sleep kita. Beberapa fitur identik dari ekosistem Garmin ada body baterai yang kasih tahu energi di badan kita dan berkurang secara live ya. Gua udah banyak pakai jam tangan yang lain dan menurut gua Garmin masih yang paling akurat. Ada training readiness yang kasih tahu kesiapan badan kita untuk berolahraga. Sirka ini juga bakal kasih data max heart rate kita, heart rate reserve dan juga lactate threshold yang bisa kita jadi acuan buat heart rate zone saat berolahraga. Ada fitur training load, ada fitur training status yang suka bikin stres pengguna Garmin kalau seminggu enggak olahraga dan ada perkiraan VO2 max. Terakhir ada recovery time yang izinin kita untuk istirahat dan melakukan active recovery. Jujur fitur-fitur esensialnya tuh ini lengkap banget dan mirip saat kita menggunakan jam tangannya ya. Dengan menggunakan dua device Garmin, kalau kita start manual di kedua device-nya maka kita akan mendapatkan dua result. Kalau kita start kayak gua di 970 aja dan biarin si Sirkanya ini auto detect workout-nya nanti pas di sync dia akan aja muncul satu result. Nah, untuk start activity secara manual kita bisa tekan tombol yang di sebelah kanan di Sirkanya atau kita bisa start dari aplikasinya. Nah, kalau kita gunakan tombol untuk start LED-nya akan berwarna hijau dan waktu kita tekan sekali lagi untuk stop LED-nya akan berwarna merah. Oke, gua coba lari 5 km. Gua record di keduanya. Hasilnya ada selisih sekitar 600 m kelebihan di Sirka dan kelihatan kalau GPS Sirka ini belepotan karena dia ngambil GPS dari smartphone gua, iPhone 13. Sangat jauh kalau dibandingkan sama GPS-nya 970. Buat strength training gua juga udah coba. Sirka tuh cuman hitung timer sama heart rate aja. Dia enggak ada fitur muscle heat map kayak di 970 dan asyiknya fabric-nya itu enggak bau. Beneran gua udah coba lari total 15 km udah keringetan dan dia juga enggak bau. Ini gua infoin ya karena banyak pengguna Whoop atau Fitbit yang ngeluh strap-nya bau kalau kena keringat. Garmin Sirka ini juga bisa digunakan sebagai tools untuk broadcast heart rate ke jam atau kayak Garmin Edge untuk sepedaan gitu. Kita pasti berharap dia punya fungsi yang sama kayak HRM 600 yang bisa kasih data running economy di 970. Sayangnya enggak dan waktu digunakan jadi broadcast heart rate baterainya bakal jadi boros banget. Oke, yang paling disayangkan baterainya masih menggunakan lithium ion, belum silikon karbon. Gua enggak bisa tahu dan enggak dapat data berapa kapasitasnya. Gua coba sendiri tanpa pulse OX yang menyala, dalam 3 hari baterainya berkurang 24%. Ini solid bisa dipakai 10 harian ya. Tapi kalau pulse OX-nya menyala, dalam 3 hari dia berkurang 56%. Yes, dengan pulse OX yang menyala baterainya paling bertahan 4 sampai 6 hari. Ini keadaannya gua hampir lari setiap hari ya. Last, gua sekalian mau bahas tentang Garmin Forerunner 970. Opini gua 970 ini masih terbaik buat digunakan buat kita yang olahraganya lari ataupun hybrid. Nah, beberapa data advance kayak endurance score, heat score, running tolerance dan kalau kita pakai HRM 600, bakal dapatin data running economy. Data-data ini tuh enggak ada di sport watch lain. Data ini tuh membuat kita lebih mudah untuk tahu improvement dari performa lari kita. Kesimpulannya, Garmin Circa ini adalah smart band yang sangat decent. Apalagi dikombo dengan data-data dari Garmin yang sudah sangat advance. Ini membuat Garmin Circa ini sangat direkomendasikan kalau kalian lagi cari smart band. Mau jadi standalone device atau dikombo sama jam Garmin lainnya. Sayangnya dia enggak kasih eye summary dari overall datanya. Jadi kita harus buka satu-satu datanya baru ada summary-nya. Jadi kelihatan kurang pintar aja dibanding lainnya. Dan masalah terbesar lagi adalah ukurannya. Dia yang paling besar. Tapi overall nih, gua sangat puas menggunakan Garmin Circa ini.
