Cuma Jualan Stiker Piala Dunia ?! Lenovo Yoga Slim 7 Ultra FIFA Edition (YouTube Video)
Piala Dunia 2026 udah resmi berakhir. Siapa nih yang tim jagoannya pulang duluan? Yang pasti protes karena golnya dianulir. Daripada sibuk, gelut buat belain tim yang gak bertakdir, mending kita bahas laptop satu ini yang kolaborasi [musik] bareng sama FIFA desainnya mirip kayak souvenir. Ya udah daripada banyak nyinyir, selamat menonton bos yang gigir. Hai Andika, guys di sini. Jadi kemarin kita kedatangan laptop special edition dari Lenovo. Dia colab bareng FIFA World Cup 2026 lagi. Kalau kemarin kita kedatangan [musik] versi gaming gahar Lenovo Legend Pro 7i. Sekarang kita kedatangan saudaranya yang lebih kalem, loop profile dan bobotnya enggak sampai sekilo. Tapi performanya sama-sama kencang. Karena rugi ya Lenovo kalau misalkan udah bayar kolaborasi tapi cuma di legend aja. Yoganya juga dong. Tinggal nunggu adap-nya sih. Jadi kenalin ini adalah Lenovo Yoga Slim 7 Ultra FIFA World Cup 26 Edition. Laptop kencang yang menurut saya cocoknya buat kalian para eksekutif muda yang kalem tapi masih mau tampil beda dengan laptop limited edition. Tapi apakah desain limited edition-nya ini cuma enak dilihat di mata aja atau ada performa kotak dari Roberto Carlos ketika kalian main PS1 kencang? Langsung aja kita bahas. [musik] Kalau dari bannya sih udah ketebak ya, Lenovo Yogas Sim 7 Ultra ini bukan pakai polikarbonat murahan karena dia pakai magnesium aluminium dengan warna premium cosmic blue dan finishing [musik] permukaan mid yang memiliki permukaan soft dan smooth. Bikin permukaannya itu enggak gampang nempel sama sidik jari. Paling yang susah tuh ya kenangan kalian sama pantan aja. Tapi kalau kalian punya yang lebih baik, harusnya mudah hilang bekasnya sama kayak fingerprint di laptop ini. Dan karena ini kolaborasi eksklusif sama Viva, desainnya juga eksklusif tapi enggak malu-maluin kalau dibawa meeting sama klien. [musik] Di bagian cover kalian bakal lihat emblem logo FIFA World Cup 2026 yang menggunakan teknik tix molding sama seperti logo Lenovoon-ya. [musik] Terus untuk ornamen bolanya kita dikasih lapangan sama bola-bolanya. Ini saya takutnya kalau kalian bawa laptop ini meeting sama klien jatuhnya nanti [mendengus] enggak meeting ya malah. Tapi tenang aja sih karena lapangannya ini dikasih dalam bentuk stiker kok ya buat touchpad. Terus untuk bolanya juga sama dalam bentuk stiker yang bisa kalian tempel di manaun. Kalau kalian pebisnis muda yang ke mana-mana bawa laptop, tenang aja. Laptop ini bobotnya juga ringan banget di bawah 1 kilo. 900 gr aja dengan body yang tipis juga sekitar 13,9 mm. Jadi kalau mau ditent ke mana-mana enggak bikin pegal. Tapi yang saya suka dari Lenovo walaupun tipis dan ringan, dia tetap [musik] ngasih standar militer dengan sertifikasi STD 810H yang emang udah terbukti kuatnya. Tapi ya yang namanya laptop tipis pasti harus ada tradeof atau komprominya. Apa itu? Yap, sport-nya. Laptop ini cuma punya tiga USB type C tapi tiga-tiganya ya udah Thunderbolt 4 dan tombol electronic shutter switch dan tombol power. Tapi walau begitu yang saya suka Lenovo tetap enggak pelit ke kita. kita dikasih tambahan dongkle di dalam paket pembeliannya yang terdiri dari HDMI, Type A, combo jack, dan juga port lainnya. Tapi yang aneh biasanya kan Lenovo yoga yang kita kenal dia bisa yoga beneran ya, fleksibel atau dia bisa dibuka sampai 360 derajat. Tapi di seri ini dia cuman bisa dibuka sampai 170 derajat ya. Buat yang terbiasa dengan Yoga 360 mungkin agak aneh ya. Tapi kalau saya pribadi sih jarang laptop itu saya gunain pakai mode tablet. Kalau saya sih enggak masalah, tapi ya buat orang yang pakai laptop 2 inone mungkin ini perlu dicatat. Dia enggak bisa 360 ya. Tapi untungnya seli sleev-nya kita masih dikasih sleeve yang sama kayak Lenovo yoga biasanya. Selain sleff dan juga USB hub, kita juga dikasih mouse yoga dengan warna yang senada. Terus biasanya buat eksekutif muda, wah anjay muda saya. Padahal enggak muda-muda amat ya. Saya itu umur 35. Masih muda enggak sih? Ya termasuk XMood lah ya. Kadang kalau misalkan anak-anak libur, saya harus ngedit semuanya sendiri. Makanya pemerintah itu jangan banyak tang merah lah. Contohnya ketika ng-edesain ya, laptop ini punya layar 14 inch yang sudah punya resolusi 2,8K dengan panel P OLED 120 Hz dengan finishing permukaan layarnya itu glossy. Dan karena bukan pakai panel IPS, jadi soal akurasi warna, pas kita tes coverage sRGB-nya itu udah 100%, adob RGB-nya 84%, P3D 95,4% dengan brightness nits 480. Jadi walaupun glossy kita bawa outdoor juga masih aman. Laptop ini juga udah punya touch screen, tapi memang sayangnya glossy ya. Jadi kalau misalkan terlalu [musik] reflek ya kadang mantul. Jadi harus ninggiin brightness. Nah kalau ninggiin brightness sayangnya baterainya bakal cepat habis. Mungkin Lenovo bisa ngasih layar yang antiare sih untuk ke depannya. Lanjut. Sekarang kita ngomongin performanya. Apakah [musik] performanya kayak kita pencet otak di BS1 ketika kita pakai Rubir Carlos? Jadi nama laptop ini kan ada ultranya ya, Lenovo Yoga Slim 7 Ultra. [musik] Jadi dia udah pakai Intel Core Ultra 7335. Ini prosesor ultra dari keluarga series 3 terbaru dari Intel yang punya total 8 core. Yang pasti kencang tapi juga handap. Apalagi laptop ini udah futur proof dengan dibekali NPU yang sampai up to 49 tops. [musik] Terus prosesor ini dikoboin sama RAM total 32 GB LPDDR 5X yang kencang banget. Tapi sayangnya karena LPDDR5X jadi enggak bisa di-upgrade. Tapi 32 GB harusnya cukuplah. Dan storage-nya SSD 1 TB PCI Gen 4 yang punya speed pas kita tes tuh di 7000 Mbps Rid-nya di 5800 Mbps dan langsung aja kita coba tes performanya. Kita coba sintetis dulu lah ya di sini Benz R23 kita coba dengan skenario rata kanan atau dengan dicolok single core dia dapat 1959 multior-nya stabil di kisaran 10.000-an ribuan [musik] poin. Dan yang menarik karena ini prosesor yang efisien banget ketika colokannya kita cabut atau mode baterai only, single cor-nya tetap di 1900-an. Multi core juga tetap di 10.000-an poin. Terus untuk suhunya di sini Bens R 23 tadi dia spik-spek-nya di 90-an derajat celcius lah ya. Tapi yang menarik kalau kita lihat power-nya ketika dicolok ataupun enggak dicolok sama-sama dipertahankan di kisaran 35 watt. Walaupun kadang spike bisa sampai di 40 watt. CPU-nya aman, enggak ada throttle. Gimana untuk IGP-nya? Jadi kita tes juga di 3D dengan stability test yang berarti di loop sebanyak 20 kali. SP stress test dia lolos dengan skor 99,5%. Kalau hasil lainnya kalian bisa langsung lihat aja skor-skor 3D Mark yang ini. Performanya seperti yang kalian lihat tadi kencang dan enggak ada throttle. Tapi gimana soal baterainya? Ya kencang nanti baterainya cepat habis lagi. Nah si Lenovo ini punya kapasitas baterai 75 wat hour yang pas kita tes di modern office ya dia kuat di 10 jam 55 menit. Memang bukan Lenovo yoga yang paling awet. baterainya. Karena kadang biasanya ada yang sampai 20 jam, 18 jam ke atas. Ini cuman hampir 11 jam. Tapi ya karena memang performanya kencang. Karena memang kita enggak bisa milih dua-duanya. Kencang dan juga baterai [musik] awet. Itu kayak sesuatu yang bertolak belakang. Sama kayak istri saya, kalau misalkan dia minta waktu tapi juga minta belanja lebih banyak, enggak bisa. Jadi harus milih salah satu. Terus kalau pas kita sampling YouTube 10 menit dia berkurang 2%, office ya berkurang cuman 1% doang. Tapi gaming memang lumin ya. Gaming itu berkurangnya sekitar 11%. Nah, ngomongin soal gaming walaupun memang ini bukan laptop gaming, kalau kalian bosan kalian mau main game masih bisa juga. Kita pakai resolusi natif bawaannya ya 2,8K dengan [musik] grafiknya high average FPS masih dapat 157 FPS maksimum di 195 juga. Kita pakai resolusi natif bawaannya dengan grafiknya best looking. Average FPS di 43, maksimumnya 55, dropdropnya di 36 fps. Game lain kita coba di resolusi natif juga grafiknya balance, average FPS di 56 dan kita coba juga di game triple A dengan resolusi natif juga. Dan hasilnya dia masih playable di 52 FPS tapi dengan catatan Intel Xi SR 2.0 dan juga Intel XR frame Gen 4 kalinya nyala. Lanjut kita coba dia untuk editingnya. Rilis skenarionya seperti biasa, template yang memang bisa kita pakai di Adobe P Pro Pro export ke 4K dan dia selesai dalam waktu 3 menit 25 detik. Kalau full HD cuma 2 menit 36 detik. Nah, kalau [musik] kalian pengen belajar rendering 3D blader template BMW, dia selesai CPU rendernya itu di 3 menit 40 detik, GPU-nya malah lebih kencang lagi, 56 detik aja. Nah, setelah kita tes sintetis game to time spice stress test semuanya tadi estafet karena memang saya pengen nge-stress dia habis-habisan. Kita coba lihat suhu flir permukaannya [musik] dan hasilnya suhu tertingginya itu di 45,7 derajat celcius. Ya, wajar ya di atas keyboard. Tapi untuk tombol WASD atau keyboard-yboard yang bakalan sering kita pakai itu cuman di 40,5 derajat celcius. [musik] Okelah, jadi itu tadi adalah review dari Lenovo Yoga Slim Ultra 7 [musik] Viva World Cup Edition ya. Untuk harganya coba kalian tebak berapa dengan harga gonjang-ganjing kayak gini dengan fitur spesifikasi yang kayak itu tadi, harganya itu ada di Rp35 juta. Link pembeliannya di pojok kiri atau di deskripsi. Dan menurut saya dengan kondisi kayak gini memang mahal tapi kalau kita lihat kompetitornya dan kita lihat harga komponen sekarang ya masih bisa kita toleransi lah ya. Poin plusnya yang paling jelas ketara itu di desainnya laptop ini masuk barang limited edition. Mungkin FIFA World Cup, Lenovo 4 tahun lagi bakalan colab lagi. Tapi kan [musik] ini versi yang 2026 ya. Walaupun ada yang versi collab juga sih di pasaran sebenarnya. Kalau kalian gak terlalu suka bola, mungkin kalian sukanya. Ditambah lagi dari sisi fungsi kayak spesifikasi dan bobotnya yang menunjang kebutuhan mobil kalian. Laptop ini cocok banget buat kalian yang sering mobile, enggak pernah ada di rumah, enggak pernah ada di kantor. Sering banget bisnis trip. Ini nyaman banget sih. Tapi yang jadi catatan ya kebalikannya ya. Kalau misalkan kalian itu kayak saya sering banget di rumah enggak perlu laptop-laptop yang terlalu ringan kayak gini. Karena kalau misalkan kalian di rumah dan jarang pergi, cari aja laptop yang menurut saya performance-nya itu lebih kencang. Karena baterai kan kalau di rumah tinggal colok aja. Oke, jadi cukup segitu aja. Sayaudi and see you on the next video.
