Jungkat

CUMA Rp 15 JUTA..!!! POLYTRON FOX 350, PENGGANTI FOX R LEBH NYAMAN dan BANYAK FITUR l Otomotif TV (YouTube Video)

  • 19/11/2025

Selamat siang teman-teman otomotif TV. Pakar sem bahagia selalu beri. Amin. Kali kita lagi ada di peluncuran Polyton Fox 350. Ini adalah varian yang jadi pengganti Fox Air teman-teman. Jadi yang air udah discontinue ya. Biarpun di dalam mungkin masih ada stoknya tapi udah pelan-pelan dihabisin produksinya dan gantinya adalah yang ada di depan kita teman-teman. Ini adalah Fox 350 yang berbeda ternyata lumayan banyak ya. Biarpun tenaga penggerak, motor listriknya, baterai, kemudian klaim to speed-nya semua masih sama. Tapi fitur-fiturnya banyak yang ditambah dan keluhan-keluhan dari Fox Air yang sebelumnya. Nah, improvementnya ada di sini teman-teman. Dan kemudian yang saya suka juga adalah harganya. Ternyata harganya menarik, Teman-teman. Jadi sekarang itu dijual dalam dua varian ya. Yang pertama dijual dengan baterai. Jadi baterainya memang dari awal beli langsung jadi hak milik. Harganya cuma R7,5 juta. Nah, kalau mau yang m subscribe ya kayak yang versi sebelumnya. Jadi kalian bisa berlangganan Rp200.000 per bulan. Nah, itu harganya cuma Rp15,5 juta, Teman-teman. Gimana? Rp15 juta dapat motor yang secara tongkrongan tampilannya sekarang lebih keren dan mirip kayak NMAX, kayak PCX gitu ya. Tampangnya tampang kayak medium skoter gitulah. Tampang yang bisa selonjoran, stangnya tinggi, kelihatan dapat barang besar gitu kan. Tapi harganya cuma Rp15 juta dengan subscribe baterai Rp200.000 per bulan. Sama-sama kita lihat detailnya. Oke, Teman-teman, sebelum kita ngomongin desainnya, ngomongin fitur-fiturnya, kita ngomongin penggeraknya dulu ya. Karena sebenarnya enggak ada beda kalau dib sama ver yang sebelumnya dia masih pakai dinamo motor listrik ada di hub ya, di roda belakang. Ini 3 KW, Teman-teman. Lumayan gede, ya, 3 kW terus bikin sampai 6,4 kW. Sedangkan baterainya masih tetap sama pakai litium juga ada di bawah sini. Speknya 3,7 kWH, Teman-teman. Dan baterai ini bisa bawa motor ini jalan sampai 130 km. Itu kalau kita jalannya pelan-pelan ya. Kalau jalan santai banget bisa sampai 130 km dan top speed-nya bisa sampai 95 km/h. Kemudian ngecasnya, Teman-teman. Ngecasnya di sini dia pakai onboard ya. Di sini nih colokannya di sini dia butuh 4 sampai 5 jam dari 0 sampai 100%. Jadi kalau secara spesifikasi sebenarnya enggak jauh beda sama versi sebelumnya karena mungkin udah oke lah ya secara speknya. Enggak ada keluhan gitu kan, tapi keluhan-keluhannya lebih ke desain, kemudian ke ergonomi berkendara dan ada penambahan beberapa fitur. Sama-sama kita lihat langsung desainnya. Kalau secara time, Teman-teman, secara desain ya kalau saya lebih suka ya kalau dem sama versi yang sebelumnya ini lebih tajam-tajam, garisnya lebih tegas gitu kan lebih Indonesia lah. Dan teman-teman di Polutan juga mengklaim bahwa desain ini memang benar-benar dievelop didesain ulang di Kudus di markas besarnya Polytron di Indonesia teman-teman gitu. Gimana menurut kalian? Suka enggak sama bentuk barunya? Kalau saya sih ok lah ya. Bi secara sil wet-nya itu masih mirip kayak versi yang sebelumnya ya. Kayak si Fox Air. Jadi di bagian depan ini kelihatan tegak banget ya. Tegak ada windshield-nya. Kemudian bu belakang teman-teman di area belakang juga semuanya baru ya dari body sampingnya kemudian behelnya ini masih mirip. Sekilas masih mirip tapi memang garis-garisnya ketan lebih cakep ketan lebih oke. Ya, sama-sama kita lihat dari bagian depan dulu deh. Ini ada green screen yang lumayan tinggi. Kokoh juga teman-teman di belakang kokoh ya. dan dia smoke transparan kayak gitu. Di sini ada dudukan buat plat nomornya. Kalau kita turun ke bawah ada head rem, Teman-teman. Dan LED-nya ini beda sama versi yang sebelumnya, ya. Jadi kalau yang lama itu sorot cahayanya nyebar, kurang terang, ini sih harusnya sudah lebih baik ya sih gitu. Sudah lebih baik. Nah, kayak gini, Teman-teman nih. Nah, slotnya begini. Kelihatan lebih fokus ya. Tuh, kalau kita lihat sana, Teman-teman. Ke arah sana deh. Tuh, kelihatan lebih fokus, ya. Kemudian di bagian bawah teman-teman, di sini ada body mirip kayak mad mocongnya kecil gitu turun ke bawah. Suspensi depannya juga diperbaharui. Jadi kalau yang lama ada banyak keluvan keras ya, yang ini klaimnya lebih baik. Cuma tadi waktu kita nyobain sih belum bisa ngerasain lebih detail ya, karena truknya beneran cuma rata semua, enggak ada obstacle apapun. Mudah-mudahan benar-benar lebih baik ya. Kemudian rem deman teman-teman dipakai rem cakram mirip kayak remnya Satria gitu ya [tertawa] si disk black-nya. Kemudian kaliper dua piston belum ada ABS-nya. Rodanya teman-teman ban depan dia pakai King Land ukurannya 110/70 ring 13 inci. Peleknya cakep loh. Tuh bentuk peleknya bagus ya. Sport ya. Saya suka sih sama bentuk peleknya nih. Kelihatan rame kemudian spotbnya juga cakep teman-teman dia maemang sampai ke bawah ya bentuknya okelah sesuai sama bentuk body keseluruhan. Kemudian lampu sennya ada di sini dan udah LED juga. LED-nya ada dua garis gini ya. Oke kita lihat di balik kemudinya. Nah di area sini teman-teman ini juga berubah total ya tampilan ee bodinya. Tapi kalau para indikatornya masih sama sih, Teman-teman, masih sama kayak versi yang sebelumnya. Di sini ada tegangan baterai, ada bentuk bar, ada persentase, ada ini speed-nya ya. Nah, ini kalau udah ready, Teman-teman. Kalau belum ready dia ada tulisan huruf P kayak gini. Jadi P gini aja. Kalau udah ready buat jalan, dia akan ada angka km/jamnya kayak gini. Ini kalau digas langsung nyala, ya. Tuh, gitu. Kemudian di bagian bawah ini ada trip. Kemudian sebelah kanan ini ada odometer, Teman-teman. Odometer dan estimasi jarak tempuhnya. Nah, nanti ini tempunya karena baterainya masih 100% dia masih bisa 130 km. Kira-kira kayak gitu, Teman-teman. Kemudian indikator yang lain ini ada buat indikator lampu dekat lampu jauh di sini. Kemudian ada lampu buat senya to hazard. Nah, ini ada engine check ya. Ini kalau EDU-nya bermasalah yang nyala ECU. Kalau motornya bermasalah nyala motor. Kalau throtel yang bermasalah yang nyala throttelnya teman-teman. Gitu. Sebelah kanan ini ada lampu indikator buat ngasih tahu kalau kita lagi ng-rem ya. Jadi kalau remnya ditekan, lampunya nyala. Lucu banget, ya. Kemudian di bawah ini ada G sama S. Ini adalah reading mode-nya, Teman-teman. Ada rading mode yang D yang drive biasa sama S yang lebih sporty-nya ya. Kemudian ini ada indikator buat si standar samping kalau dibuka gitu. Kemudian mundur teman-teman, stangnya masih sama, masih pakai stang telanjang ya, pakai pipa. Cuma bedanya di bagian tengah ini enggak ada covernya. Jadi si Racernya ini pakai Racer model biasa, model kayak si PCX kayak gitu, Teman-teman. Kemudian di sebelah kanan ini ada beberapa tombol ya. Ini ada tombol P. [musik] P ini adalah tombol buat mengaktifkan E sistem penggeraknya. Jadi kalau misalnya dalam kondisi parking, nah ini huruf P-nya keluar ya. Jadi parking posisi parking kita gas enggak mau nyala. Kalau ini ditekan sekali dia akan nyala ready dan kalau digas motor bisa jalan gitu. Kemudian ini ada tiga garis ini. Ini menu ya buat milih tadi menu di bagian sebelah kanan odometernya. Di bawah ini ada sakar lampu teman-teman. Dia masih belum otomatic headlamp on ya. Jadi masih ada tombolnya teman-teman. Masih ada tombol saklar buat mati. nyalain DRL aja atau nyala lampunya gitu. Kemudian di bawah ini, ini mode ya, reading mod-nya teman-teman buat reading mode dan ini adalah cruise control. Nah, crol ini ini kalau kita aktifkan motor bisa jalan tanpa harus digas. Contohin ya, kita contohin ya. Kita buka kita buka gasnya. Contoh ya, di 60 km/h. Saya tekan conttrolnya. Nah, ini udah kurus nih. Ini saya enggak perlu megang gas. Dia akan nyalap terus ya. Roda belakangnya muter terus, Teman-teman. Coba ter belakang muter enggak? Muter terus kan. Ini enak nih kalau lagi di jalan yang panjang banget gitu kita bisa ee santai tangannya enggak perlu nahan-nahan. Jadi mirip kayak mobil-mobil mewah ya, kayak Mugi-Moge gitu, Teman-teman. Matinya gimana? Matinya tinggal dikas aja. Digas atau direm? Digas, tutup gas dia balik lagi gitu. Kemudian sebelah kiri ini ada tombol buat lampu ketampu jauh buat pasing ngelem juga ada tombol buat hasardnya lampu se kemudian ini ada klakson dan ini adalah tombol buat mundur. Jadi motornya bisa mundur juga teman-teman ini kalau kita tekan gas dibuka maka motor bisa mundur gitu ya. Kemudian turun ke bawah teman-teman di sini ini ada beberapa yang baru. Salah satunya adalah ini nih ada tombol buat smart start-nya jadi enggak ada lagi knop gitu teman-teman. Knop putar-putar enggak perlu ya enggak perlu pakai kunci juga. Jadi dia pakai kilas kayak gini. Dapat dapat remote keyless. Jadi akan terkoneksi kalau jarak motor sama remot-nya 1 m, Teman-teman. Cuma begitu sudah terkoneksi, kita enggak perlu lagi muter-muter. Ini kalau mau nyalain, Teman-teman, ini cuma tinggal tekan sekali aja. Cek. Tuh, langsung nyala, kan? Nah, kalau matiin gimana? Kalau matiin kalau matiin dia tekan yang lama. Tekan yang lama langsung mati, Teman-teman. Terus gimana caranya mau kunci stang? Nah, ini kalau mau kunci tangan ini tinggal dimiringin. Tekan yang atas nih. Tekan yang atas sampai ada bunyi di dit artinya udah keekunci stang gitu. Terus kalau mau buka gimana? Bukanya sama tekan lagi yang lama. Nah, dia langsung kebuka teman-teman gitu. Kalau yang bawah ini tombol buat buka joknya. Asik ya. Jadi enggak perlu lagi muter-muter, langsung kantongin aja. Dari jarak 1 m udah terkoneksi, kalian tinggal tekan tombolnya. Kemudian ini ada konsol teman-teman buat naruh e air mineral bisa gitu ya atau sarung tangan. Sini ada kentongan barang di sebelah kiri ini ada konsol juga teman-teman. Nah, dalam konsol ini ada colokan buat ee charging smartphone gitu ya pakai USB type C. Kemudian di bagian bawah ini yang beda banget, Teman-teman. Ini benar-benar beda banget. Ini yang akhirnya mempengaruhi posisi berkendaranya. Yang lama, ingat enggak? yang lama sal satu keluhannya adalah posisi kakinya terlalu nangkring ya. Jadi kayak orang jokok dioset gitu kan [tertawa] kayak orang lagi nongkrong dioset lama-lama pegal banget kakinya. Bahkan sampai ada yang bikin modifikasi dikasih pusa tambahan di bagian depan. Nah, sama Polytron langsung di-improve. Improvement-nya adalah ini di bagian bawah ini sekarang dikasih ee deck pejakan kaki yang lebih rendah dan bisa selonjor di bagian kanan kirinya. Jadi waktu kita lagi duduk, Teman-teman, nah duduknya sekarang lebih santai ya. Nih enggak terlalu nak-nakring banget lah. Kalau yang lama nakringnya mungkin kayak gini nih. Mirip kayak gini. Buat yang perutnya gede gitu insyaallah ya akan ketekan gitu kan. Nanti buat jalan jauh juga kurang nyaman. Kalau sekarang dia bisa lebih santai dan ada area buat selonjornya di bagian depan sini. Biarpun enggak terlalu besar ya. Enggak terlalu besar dan nyempil banget. Ini ujung kaki saya nempel sama bagian ujungnya sini ya. Dan setengah dari bagian ujung kayak keluar teman-teman. Tapi menurut saya sih ini udah oke lah ya bikin posisi kendaraannya lebih nyaman. Coba kita sama-sama cobain kalau enggak standar ya turunin. Joknya masih sama kayak versi sebelumnya lebar, empuk juga. Cuma memang sayangnya kalau menurut saya sih sayangnya ya di bagian belakang sini teman-teman belakang belakang sini ini masih terlalu lebar. Sebenarnya kalau Polyton belajar dari motor-motor Jepang ya kayak Honda atau Vespa LX misalnya gitu ya. Ada beberapa yang di bagian belakang sini kayak Honda ADV itu dibikin agak nekuk ke dalam ya. Jadi memang kaki jadi gak bisa terlalu ke belakang. Buat manuver, buat gaya-gayaan ee agresif reding itu mungkin kurang. Tapi ketika kaki turun jadi enggak terlalu mentok, Teman-teman. Buat yang enggak terlalu tinggi kayak saya cuma 165 cm nih. Kalau kayak gini kerasa banget ya betis saya mentok di bagian sini. Tapi overall udah oke lah ya kalau dibandingin sama versi yang sebelumnya udah lebih baik. Minimal Polton udah ngasih improvement yang bagus banget teman-teman. Paling tadi ini aja sih masukannya dikasih legokan agak ke dalam lagi biar kaki pas turun lebih nyaman. Kemudian posisi stangnya tinggi, punggung bisa tegak, joknya empuk depan belakang ini masih oke sih. Masih ya khasnya si Fulton Fox ya tetap dipertahankan gitu. Joknya teman-teman lihat nih. Ini empuk tebal sampai ke belakang juga kalau dipegang ya. Kenyal-kenyal gini teman-teman. Kemudian sini ada behel ya. Bkelnya bentuknya bisa aja, tapi dipegangnya enak nih. Dipegangnya lumayan enak ya. Enggak terlalu kasar kotak di bagian bawahnya ya. Jadi lebih lebih santail lah. Kemudian di bawah joknya teman-teman, di bawah coknya ada apa? Nah, kayak gini. Ini beneran gini doang sampai ke [tertawa] engselnya sampai mentuk ke stang nih. Di sini ada bagasi yang ukurannya lumayan gede lah ya. Ini helm. Kalau enggak terlalu besar bisa masuk lah ya. Helm-helm open face gitu yang kecil masih bisa masuk ke sini. Di sini ada e saklar on off nih. Jadi kalau misalnya kalian mau ngecas, mau ninggalin motor lama, ini bisa diaktifkan ya, dimatikan gitu misalnya. Nah, sini ada nomor rangka teman-teman sini gitu. Kemudian ini ada chargernya. Chargernya seperti ini. Nah, nih chargernya inputnya 240 volt 5 amp ya. Outputnya 84 volt 10 amp, Teman-teman. Gitu. Made in China. Sepirin colokannya kalau mau ngecas di sini, Teman-teman. Kayak gini ya. Gitu, Teman-teman. Oh, iya. Nih buka sama nutup. Joknya gampang loh. Nih, langsung kekunci. Bukanya juga tuh langsung kebuka. Kalau ngelama kan agak-agak ribet ya. Yang ini lebih mudah untuk buka tutup joknya. Mantap sih. Sudah ada improvement juga. Kemudian di body bagian samping sini teman-teman ini ada kayak gizi-gisi gini ya, lubang-lubang angin gitu kan. Ini mungkin bisa buat dinginin controller, bisa buat nyinginin baterai juga mungkin ya. Kalau diarahkan ke dalam saya belum tahu juga nih arahnya arahnya ke mana arah lubangnya. [musik] Kemudian buus sampingnya saya suka cakep teman-teman. Di sini ada pus juga buat pemboncengnya pakai aluminium babet kayak gini ya. Kemudian ini swing arm-nya dicover pakai plastik. Di sini ada swing arm besi teman-teman. Ini kalau lihat sekilas sih kayaknya finishingnya lebih oke dari versi sebelumnya ya. Terus spaker belakangnya ganda kanan kiri dan ini enggak pakai setelan apapun ya. Yang belakangnya pakai cakram juga pakai kaliper dua piston. Nah, rodanya teman-teman yang belakang ini lebih besar nih. Ini pakai Kingline juga tapi size-nya 130/70 ring 13 inci. Jadi roda depan sama belakang mirip kayak rodanya ee Yamaha NMAX ya. Kemudian ini dikasih cover. Plastiknya juga ya okelah ini udah sedikit lebih baik dibanding versi yang sebelumnya ya. Ini udah ada pattern-patternnya di bagian depan ini. Biun yang belakang ini masih kelihatan murah ya. Ini masih ketak plastik ember gitu sih. [tertawa] Tapi yang sini udah lebih oke lah. Kemudian ini pasik-pasik ke juga udah lumayan ya. Enggak sejelek yang versi yang Fox Air. Harusnya sih lebih kokoh juga, Teman-teman, gitu. Sedangkan lampu belakangnya kalau nyala kayak gini, ya. Nah, dia ada lampu belakangnya warnanya merah gini pakai ee LED garis gini. Kemudian kalau di rem dia jadi kayak gini dan lampu SE-nya ada di sini gitu. Nah, Teman-teman, salah satu detail yang diimprove juga adalah ini nih. Jadi, ini ada kisi-kisi buat pendinginan ee perangkat elektroniknya. Ini kontroler Nah, kalau yang lama di sini banyak celah-celahnya ya. Kalau ini kayaknya udah sedikit lebih rapat sih. Jadi kalau yang lama itu kalau hujan kotor, Teman-teman. Kotor bisa masuk ke dalam kan. Kalau ini udah dibikin lebih rapot kayak ada sealnya di bagian samping-sampingnya. Jadi tetap bisa mendinginkan ee perangkat kelistrikan tapi enggak sampai bikin motor ya. Kemudian secara boot quality juga kalau kita lihat ini teman-teman plask-plasik kasarnya juga lumayan ya. Sambang-sambangan bodinya udah bagus. Biarpun plastiknya kayak biasa [tertawa] aja sih enggak yang istimewa-istimewa banget lah ya. Tapi udah oke teman-teman. sama-semuanya bagus gitu kan ya. Lumayan rapi lah ya. Untuk ukuran Polytron sih udah sip sip nih semuanya lumayan oke dan pasandarin juga enggak terlalu berat teman-teman masih ok lah ya. Kemudian emm gimana dengan impresif kendaraannya ya saya sempat nyobain muter sebentar ya di area parkiran sih ya mirip kayak versi sebelumnya lah ya. Saya cobain pakai yang D aja responnya enak teman-teman. Responnya responsif tapi juga enggak terlalu ngagetin ya bukaan throttelnya masih okelah masih enggak terlalu yang bikin kakok banget gitu. masih enak, Teman-teman. Mungkin nanti kalau udah ada unit tesnya, kita akan cobain ya. Cobain jalan lebih jauh sama kenyamanan suspensinya. [musik] Karena infonya ada beberapa yang berbeda, Teman-teman, dari suspensi dan rangka motor ini yang akhirnya mendukung kenyamanan ya, termasuk di posisi berkendaraannya. Jadi biarpun selonjor tapi rasanya ngangkang juga ya. Kenapa enggak sekalian di bagian tengahnya dibikin lebih sempit ya? Ini rasanya masih ngangkang sih. Kalau buat cewek pakai rok mungkin akan kurang nyaman gitu kan. Oh, kalau cewek pakainya FX yang 200 yang macan [musik] gitu kan. Kemudian teman-teman ada beberapa fitur baru juga di motor ini. Salah satunya adalah regeneratif break ya. Jadi kalau lagi tutup gas atau diselerasi atau plus ngerem itu akan ada regenerative brake yang akan bantu ngecas baterainya. Jadi biarpun enggak gede tapi ya lumayan lah ya. Itu lumayan bantu baterainya enggak cepat habis gitu kan. Kemudian ada heal start assist juga. Jadi ketika lagi ditanjakan kita berhenti lepas gas semua, motor enggak langsung melorot, Teman-teman. Bisa ketahan dulu gitu kan. Jadi enggak terlalu kagok harus ngerem terus pas lagi di ee tanjakan, berhenti tanjakan. Kira-kira kayak gitu. Satu lagi di motor ini juga ada aplikasi, Teman-teman. Aplikasinya yang bisa connect ke motor. Kalau sebelumnya aplikasi itu paling sering dipakai buat bayar ini ya, bayar subscribe-nya itu kan yang Rp200.000 per bulan. Tapi sekarang juga bisa jadi kunci cadangan, Teman-teman. Jadi kalau misal kalian lupa bawa kuncinya dari aplikasi ini, ini bisa buat lock sama unlock si sistemnya. Kemudian bisa on off juga teman-teman. Jadi tanpa kunci pun kalian bisa langsung nginbun motor ini pakai handphone doang, pakai aplikasi. Cakep ya. Itu salah satu fitur yang oke juga sih kalau menurut saya. Nanti kalau ada unit tesnya kita akan cobain lagi ya. Kita cobain riding seperti apa implesinya, sejauh mana upgrade kenyamanannya. Karena sebenarnya itu adalah poin utama yang menurut saya paling penting ya, yang harus diimprove dari Fox Air yang seperti sebelumnya gitu teman-teman. Ya wis sampai jumpa di video berikutnya. Jangan lupa tonton terus Tot Motif TV, nyalakan tombol notifikasi, like, subscribe, dan follow juga Instagram Otomotif_TV. Jangan lupa follow juga ikut saya di Maspop di bagian belakang. Sampai jumpa di video berikutnya. Dadah.

Lihat di YouTube