Jungkat

DARI KANTORAN KE DAPUR! CERITA BU RINA BANGUN WAROENG SUNDA (YouTube Video)

  • 28/07/2025

Ibu Lurina, dulu kan Ibu pakai high heill setiap hari nih ke kantor cantik-cantik terus tiba-tiba berubah haluan nih ke pasar vaksinal jepit becek becek setiap pagi. Itu kenapa Bu ceritanya? Ee jadi waktu itu suami saya minta saya untuk bantu ee usahanya bersama mamahnya untuk ee mengelola restoran Sari Idaman yang dikelolanya sama mereka berlima ya anak-anaknya berlima. Kemudian saya membantu mereka untuk ee diminta untuk membantu. Ya udah karena saya cinta juga ya sama suami saya ya mau enggak mau ya masa masa nolak ya gitu kan. Masa mau berantem lagi. Jadi saya juga iya kan gitu. Jadi saya iakan. Nah tapi saya juga enggak ngebayang gitu prosesnya sampai seperti itu. Enggak ada bayangan ternyata harus ke pasar. Saya pikir cuma ya udah bantuin pembukuan, bantuin ee bikinin kartu stok. Ternyata enggak cuma itu. Tapi ya kalau sekarang kita pikir-pikir kalau enggak dari situ kita enggak akan bisa. Jadi ee sebetulnya enggak kepikir mau apa enggaknya ke situ. Tapi karena memang dituntut harus ke pasar ya kok begini ya gitu ya. Jadi mau enggak mau saya ikutin gitu. [Musik] Welcome to RCC podcast Resto Cafe and Coffee. Ngobrol bareng orang-orang populer di jalur kuliner. Terima kasih. Hari ini kita kehadiran Bu Lurina Inki Riwang. Iya. Eh owner dari Warung Sunda yang ee ada enam cabang. Ada tujuh ya sama satu yang pertama ya. Lima sebetulnya Pak. Lima cabang. Enam sama yang pertama. Oh lima sama enam yang pertama. Bu Rina, apa yang membuat Ibu kuat, Bu? Karir yang bagus tiba-tiba ke bawah duitnya juga enggak jelas lagi kan? Iya, betul ya. Enggak jelas enggak dapat gaji juga, Pak? Enggak dapat gaji juga enggak jelas. Udah gitu pagi-pagi masuk kantor ngopi, sekarang pagi-pagi masuk pasar becek-becek kan. Apa yang membuat Ibu begitu kuat, Bu? Pasar ya ee memang selain kecintaan sama suami ya, kecintaan sama suami ya memang ee saya juga suka belajar ya, Pak ya. Karena saya tahu sebetulnya ee saya enggak bisa masak sama sekali. Enggak bisa masak dari nol benar-benar jahe sama kunyit aja saya enggak tahu, Pak. Ya, betul-betul benar-benar enggak tahu. Tapi ee di situ saya mau ngasah diri saya karena betulan memang ee saya dari keluarga yang awalnya adalah keluarga yang susah ya, Pak ya, dari kecil orang tua saya di force gitu. Jadi saya dari kecil sudah biasa untuk berjuang untuk cari uang sekolah buat diri sendiri. Oh, ya. Sudah fighter ya. Jadi pada saat suami bilang begini, "Oke, nah saya juga enggak mau tanggung-tanggung kalau mengerjakan sesuatu. Saya pikir sudah dapat tugas ini, saya juga enggak bisa pulah." Ya, mulai dari mana? Ya udah, kebetulan memang e mertua saya mau bimbing saya dan memang ee saya mau belajar ya udah ayo kita belajar benar-benar dari nol. Oh, ini nih TK-nya di sini nih. Ee TK kan harus dari TK ya, Pak, baru SMP, baru SMA gitu. Enggak mungkin langsung mau dapat kedudukan yang jadi bagian keuangan aja gitu kan. Ya udah, TK-nya di sini memang harus belajar ke pasar. Iya. Tapi bukan enggak ada niatan sama sekali. Oh, nanti ini restoran ini mau gua pegang atau saya mau kembangkan jadi apa? Enggak, enggak ada sama sekali. Pokoknya saya belajar ikut manut aja. Mertua bilang apa? Manut. Saya juga enggak mau ada konflik. Ya harus saya ikut aja. Saya sayang mertua saya, saya bantu dia. Akhirnya kita bisa sore-sore atau pagi-pagi setelah pulang pasar kita bisa makan bareng. Jajanan dari pasar tuh kita bareng. Happy, Pak. Jadi pada saat oh saya bisa nih sama mertua ternyata enggak seperti orang-orang bayangkan. menakutkan dan sebagainya apalagi kerja bareng gitu. Oh enggak malah saya di situ sama mertua saya. Jadi kayaknya akhirnya saya jalanin dengan happy aja. Ternyata di situlah di balik ketulusan kita, di balik mau belajarnya kita tanpa kita minta atau tanpa kita rencanakan itu dapat semua ya. Kita belajar itu dapat semua ilmunya gitu. Oke. Kapan dan seperti apa nih Bu proses berdirinya rumah makan warung Sunda? I think it's like a long process ya, Bu. I Heeh. Jadi setelah eh tadi saya bantu Sari Idaman dari tahun '96 saya mulai terjun walaupun Sari Idaman sudah berdiri dari tahun '83 ya, Pak ya. Dibantu oleh kelima anaknya. Begitu saya masuk saya juga tidak mau rubah apa-apa juga enggak bisa. ee saya cuma membenahi stoknya yang belum beres, pembukuannya yang belum benar, proses pembelanjaan, penimbang-penimbangan ikan jangan sampai dicurangin. Itu aja saya bantu. Kemudian sampai tahun 2003 ketika saya sudah siap kan kita semuanya ee kesempatan akan datang. Kalau kita enggak siap akan hilang. Nah, suami saya cuma ingatin itu. Enggak apa-apa kita belajar kalau kita siap nanti kalau ada waktunya memang ada kesempatan ya itu kita bisa raih. Ya sudah kita jalanin aja. Begitu saya siap pada tahun 2003 dengan ketulusan juga mau bantu om saya waktu itu sedang terpuruk juga kena kerusuhan dengan ee niat baik. Terus kita datangin satu perumahan di Sentul City cuma mau bikin kantin di kluster. Ya, saya ajukan ke manajemen, saya boleh enggak buka kantin di kluster? Ibu background-nya apa? Saya punya restoran kok di Cipinang. Oh, tahu kok gitu ya. Kenapa mesti di kluster kantin? Udah kita percayain Ibu buka ini. Ada satu tempat bagus nih, Taman Budaya. He. Hah. Enggak berani kita juga sebenarnya sama orang lain kan. Aduh tempat begitu bagus ya buka. Duh enggak PD juga gitu, Pak. Tapi kata suami saya, "Eh, kita coba deh kita bantu om kita, nanti om kita yang akan handle di situ." Jadi tinggal di rumah saya di Sentul City. Ee restorannya kan di situ dekat kan. Oh, oke oke oke. Dan dengan keberanian karena kita juga sudah siap sih merasa ee saya sudah siap juga karena saya sudah kembangkan bumbu-bumbu, Pak. Akhirnya saya sudah selama berapa tahun, Pak? Dari 96 ke 2003 7 tahun itu saya juga cuma belajar masak, tapi saya sudah belajar ee bukan cuma belajar belanja, saya sudah belajar masak. Saya belajar les masak, saya kembangkan bukan cuma menu Sunda yang saya kembangkan, malah menu beberapa menu yang lain. Nah, akhirnya PD kita terima tawaran itu. Nah, di situlah pertama kali kita buka satu restoran ee supaya bisa menjual namanya, dikenal orang, gampang kita cari nama yang lebih familiar. Terus kita buka warung Sunda 2003 di Sentul City, Taman Budaya. Kenapa namanya warung Sunda? E karena memang makanan kita khasnya adalah Sunda. Yang di Cipinang. Cipinang itu juga Sunda-Sunda. Indonesian food kan, Pak. Kebetulan ada ayam goreng, ayam bakar, paru, babat, e gurame ya, sayur asem. Intinya itu dulu makanan-makanan harian yang memang dimakan orang Sunda Sunda. Lalapan, sambal gitu. Iya. Iya. Ya udah, emang makanan kita makanan Sunda, enggak ada makanan-makanan lain Indonesian food yang lain enggak sedikit. Ya udah kita pakai nama makanan Sunda apa warung Sunda lah. Bagus kok namanya itu populer populernya. Jadi gampang orang ingat Pak, enggak susah-susah gitu kan. Nah jadi akhirnya kita buka, kita daftarkan masih oke sudah langsung running 1 bulan persiapan running dan puji Tuhan 5 tahun berjalan itu sudah langsung sukses profit di situ. Di situ apa yang membuat warung Sunda berbeda dengan rumah makan Sunda lainnya Bu? Ee yang berbeda Bapak kalau tahu warung ee tahu makanan Sunda, biasanya kalau kita makanan Sunda itu identik dengan penyajian yang prasmanan ya, Pak ya. He. Eh, mau dong itu lele ee paru, tempe, tahu. Ambil pilih, pilih, pilih goreng. Yang itu udah setengah matang ikan mujah airnya sudah digoreng setengah matang. Ini ikannya sudah setengah matang goreng lagi. Tumisannya udah ambil tinggal sendok-sendokin panasin. Itu identik dengan memang itulah e restoran Sunda umumnya. Nah, kita buka warung ee makanan ini kita beda. Kita adalah fresh, Pak. By by order. Nah, jadi kita by order ikannya juga begitu pesan ikan gurame, ikannya langsung kita ambil dari kolam, langsung kita goreng, langsung kita fres. Jadi, dulu kita punya tagline ikan segar langsung dari kolam. Ya, itu yang yang membedakan dengan ee makanan Sunda yang lainnya. Walaupun ada juga, Pak, yang seperti kita bukannya kita bilang kita sendiri, tetapi kita mengusung adalah ee makanan Sunda yang kita by order. Kemudian yang berbeda lagi orang ee kalau makanan Sunda kan enggak lepas dari lalap sambal ya, Pak. Nah, lalap sambal disiapin ee ada yang gratis tapi banyak juga yang berbayar. Jadi, oh i satu paket ini berbayar. Kalau kita siapin lima macam sambal dari sambal mangga, sambal ee dabu-dabu. Dabu-dabu e sambal Manado sebetulnya itu ya. Tapi variannya jadi ada sambal mangga, sambal dabu-dabu, sambal kecap, cocol kecap, ada sambal kalasan, sambal goreng tuh, dan satu lagi sambal dadak. Nah. Ini yang berbeda. Sambal dadak itu kita langsung ulek di tempat kita enggak prepare. Jadi on the spot orang datang kita masih ngulek dan itu mau harga cabe setinggi langit kita ready. H siap kita tidak nyetok itu cabe dari harga masih muda kita stok enggak bisa. Harga tinggi pun karena itu fresh. E orang ngambil bebas mau makan sepiring bebas gratis. Padahal makanan kita juga termasuk harganya harga yang terjangkau. Bukannya berarti oh sambal banyak begini gratis terus harganya kita up tinggi. Enggak. Dengan harga yang masuk di kantong satu paket Rp40.000 sampai Rp50.000 harga satu paket nasi komplit ee dengan lalap sambal yang beraneka ragam free flow. Selama makan di tempat. Kalau bawa pulang beda e bawa pulang bayar ya kalau beli bisa beli. Tapi selama makan di situ kamu mau beli tiga piring apalagi orang suka sambal. Heeh. Terus boleh request, "Pak, saya mau levelnya pedesan. Tambahin dong saya rawitnya. Tambahin ini." Boleh. Saya enggak mau pedas, tinggal kita pisahin, kita tambahin tomat. Jadi bisa request. Bahkan ada yang e karena kita sama konsumen tu dekat, "Saya mau dong ngulek alas saya sendiri." Ee dia minta bawang. Saya kan enggak pakai bawang ya karena kan lebih ini. Ee boleh Pak, kadang-kadang ada orang tamu yang saya mau ngulek saya sendiri ya. Ya boleh. Jadi kita seperti keluarga lah gitu ya. Sama tamu juga kita lebih dekat. Jadi lalap sambal free dan yang spesial adalah sambal dadak. Sambal dadak yang diulek langsung bisa request di tempat. Itu yang spesial. Beda khasnya. Bahkan orang yang suka sendiri kasih bawang tu dilayanin. Pusing loh itu, Bu. Kalau baca kayak gitu, Bu. Betul. Heeh. Bisa, Pak. Tetap tetap bisa tetap bisa support. Jadi dia minta maunya tomatnya banyakin ya, enggak mau pakai rawit ya. Itu kita kan langsung. Jadi apun kalau yang mau yang standar aja yang kita bikinin standar ini ada yang enggak mau pakai gula sama sekali ya udah kita pisahin nanti kita ulekin sendiri yang enggak pakai gula nanti kita anter ya karena kita anter kan kalau begitu dia datang terus tuh iya nah itulah Pak ya karena dia kan senang sama akan senang nah jadi e mereka akan nyaman akan makan di makan di restoran serasa makan di rumah gitu gitu jadi mereka kadang-kadang bawa anak-anak kan kita juga siapin ee arena bermain ya kita siapin bukan cuman-cuman makan datang udah pulang enggak Pak di situ kita siapin lesehan Kita siapin saung-saung, kita lihatin ee siapin playground buat anak kecil. Bahkan yang di Serpong sama yang di di Balraja tadi kita siapin arena pakai main becak, Pak. Kan sekarang jarang anak kecil main beca, enggak tahu lagi becak seperti apa. Kita siapin beca mini. Oh, masih ada beca kayak gini. Jadi mereka main beca gratis ya, enggak berbayar gitu. Di beberapa tempat kita siapin mainan-mainan tradisional, angklung dan sebagainya. Bagus.Bagus itu, Bu. Jadi kita memang mengusung tradisional. Heeh. Tradisional. Dan kalau anak kecil kalau kalau mau makan mamanya yuk kita makan. Enggak aku mau bukan dia dia ngomong bukan mau makan saya mau main beca. Bahkan ada tamu-tamu kita nih Pak Ismet ya ee yang sekarang sudah gede Pak. Jadi waktu itu dia kecil kan di Sepang tahun 2008 sekarang sudah 2025 kan sudah 17 tahun yang lalu. Dulu 5 tahun sekarang sudah 25 tahun gitu. 22 tahun sudah kuliah sudah lulus. Dia masih lihat becaknya dia datang sama papanya kan suka masih tetap ee pelanggan setia. Oh. I gua dulu di dalam becak sekarang sudah enggak bisa masuk di dalam becanya kan. Jadi dia berdiri difoto dibandingin ini suuh saya masih di dalam beca karena becanya mini sekarang di luar beca jadi memori. Memori. Jadi jadi terkesanlah itu. Jadi kita memang mengusung e makan bukan seperti dimakan yang ee cantik dan udah ya makan seperti di rumah ada halaman main, ada ruang main. Jadi dari anak kecil sampai mama papa sampai oma opa itu suka. Kecuali nih yang agak susah sekarang mungkin GZ ya. Nah Genzet ee milenial yang ini kan mungkin udah canggih mainannya makanannya yang lebih-lebih ini ya lebih tertarik kok aku makanan iya tertarik Korea dan sebagainya. Nah. Nah kalau makanan Indonesia nanti kita coba terus gimana makanan Indonesia bisa dicintai semuaitu ya. Nah kita punya makanan ada fusion-nya juga sebetulnya. Nanti kita lihat ya, Pak. Kalau memang enggak cuma Sunda, tapi ada fusionnya juga sih. Kan aku genset ya. Jadi aku tuh biasa kalau restoran pasti lewat sosial media nih. Iya enggak sih? Jadi gimana Ibu udah adopt e adapt untuk sosial media? Apakah Ibu ada iklan di sosem juga? Ada main TikTok, Instagram? Kalau sekarang pasti harus sosial media. I ya. Kalau golongan kita baby boomer ya, Pak ya. Ee tahunya cuma dari mulut ke mulut restoran itu enak, rasanya enak. zaman dulu udah udah legend deh kita mau datang dan enggak lihat-lihat itu juga bisa ya. Tapi kalau anak Git sekarang atau golongan milenial sekarang ya pasti otomatis sudah harus lihat makanan apa yang terenak di daerah ini. Pasti semuanya nyarinya di viral apa. Jadi itu sudah enggak bisa dihilangkan dan udah eranya harus ikut Pak. Jadi kita juga tetap ee ngikutin ee sosial media itu karena kan golongan milenial golongan Get sekarang kan sudah punya penghasilan juga kan. I mereka juga harus kita akomodir, Pak. Kalau enggak nanti larinya ke makanan-makanan yang luar-luar gitu ya, Pak ya. Kebanyakan. Nah, Indonesian food nanti ditinggalin. Orang enggak tahu lagi sayur asem seperti apa. Iya, benar. Makan terong. Oh, terong pakai pakai sambal bisa ya dimasak ya gitu kan. Enggak tahu. Tahunya cuman yang yang makanan-makanan luar. Mungkin perlu perlu banyak reviewer. Nah, reviewernya anak-anak genset. Enak ya gua makan ya. Terus si anak get yang lihat, oh ternyata enak ya. He yang ngomong si anak mudanya juga kan. Jadi reviewnya harus muda. Betul. Perlu perlu banget itu. Kalau misalnya nih ada orang yang belum pernah ke Warung Sunda, apa satu menu atau mungkin dua menu yang Ibu rekomendasi must try dari Warung Sunda? Ee yang spesial kita ee sop gurame. Nah, itu termasuk salah satu fusion. Kalau di masakan Sunda benar-benar yang tradisional Sunda mungkin enggak ada ya, Pak ya. Ikan di sup. Duh, kok kayaknya apa sih? Amis dan sebag. Nah, karena saya background-nya ada darah Manadonya. He ya. Terus kita juga ciptakan menu-menu yang fusion juga yang enggak melulu gorengan semua. Kita cipta juga menu yang sehat. Nah, sub guram itu yang harus dicoba. Karena itu ee itu ciptaan benar-ben ciptaan saya juga, Pak. Heeh. Jadi dari mertua beberapa terus kan kita kembangkan. Nah, salah satunya ini sup ikan gurame yang di situ ada kemanginya, tomat, daun serai, daun jeruk. Wah, segarlah. Dan ikannya juga enggak digoreng. Ikan itu kita masak tapi enggak bau amis dan enggak bau karena ada rempah-rempah itu mesti coba sopikan gurame. Terus kita juga ada gurame sambal gobet. Sambal gobet itu gurame yang dilumurin sama sambal dadak tadi. Tapi kita variasi dengan ada irisan daun. Daunnya daun yang khas gitu ya, Pak ya. Seperti daun pohan, daun kemangi. Kita aduk sama sambalnya, kita lumurin di dalam ikannya. Jadi kalau kita makan ikan tuh eh enak banget dah gitu ya. Itu ikan gurame sambal Gobet. Ada lagi gurame saos kurma. Lanjut lanjut lanjut yang lain lagi ada gurame saus kurma. Terus kombinasinya ya tetap ya seperti biasa karedok mesti coba ee ada tumis genjer tumis pakis ya. Kemudian ya biasalah mendoan itu yang pasti buat cocolannya makanan tambahannya itu pasti dicoba. Nah sekarang yang ee baru kita juga ee launching ya Pak ya. baru kita iniin lagi ee kembangkan juga ada satu paket menu yang mana paket nasi liwet. Nah, biasanya kan nasi liwet itu biasanya ditaruhnya di ketel ya, Pak ya. Nah, ini kita benar-benar masak di dalam kendil. Kendil itu kan tanah liat. Oh, heh. Jadi benar-benar ngusung tradisionalnya. Hmm. Jadi, nasi itu di dalam di dalam satu begitu ada nasinya, ada ikannya atau mau pilih ayam boleh ayam. Udah ada tempe tahu, ada sayurannya oncom gitu ya atau genjer atau mau buncis boleh pilih ayamnya. Sayuran ada empat macam boleh dipilih. Ikan asinnya komplit satu paket itu buat berdua bisa, berempat bisa. Berempat ada yang panjang, ada yang bulat nanti ada di IG kita. Nah itu menunya itu ee jadi paket berempat tapi kita bisa makan sampai berlim berenam bisalah ya. Karena kan nasinya dikendi dikendil kendil. Masaknya juga dikendil. Jadi ada bau-bau asep-asep gosongnya dikit. Oh, memang kita masak di situ. Jadi benar-benar tidak tercampur dengan e apa e besi dan sebagainya ya. Kita memang dari kendil tanah lihat itu masaknya pakai apinya apa areng atau ee apinya memang kita enggak pakai areng tapi pakai api kecil gitu. Api kecil karena kan arang agak e susah juga ya nanti jadi kita kombinasi. Tapi yang penting kita masaknya di dalam kendil. Nah, itu paket-paket yang berkeluarga. Heeh. Keluarga itu harus berbeda kan. Nah, kita tampilkan menu-menu yang ayo kita ke sana yuk. Kita cobain ini. Ini enggak apa-apa enggak harus masukin. Cuma menarik banget sih. Apalagi kayak kan enggak pernah ngelihat aku enggak tahu kendil itu apa. Cuman kayak gini-gini semua menarik. Menarik ya. Masukin TikTok pasti iya pasti terkenal banget kayak becak kendil. Becak kendilang emang itu kendil. Iya itu masa-masa lalu masa-masa kita kecil Pak sih gimana dari tradisional ke tapi di dalam ruangan yang modern enggak enggak yang terlalu kumu-kumu yang seperti gubuk-gubuk itu udah enggak kita enggak pakai karena kan terkesannya gelap suram gitu ya. tetap di nuansa yang modern kita usung tradisional. Iya. Asik banget. Menurut aku ibu tuh menantu idaman banget. Take all the boxes. Rajin meninggalkan karir yang bagus demi nemenin mertua ke pasar. Bucin. Apa closing statement yang Ibu mau share ke sahabat-sahabat Sinergi? Yang pasti bahwa ee kita kerjakan semuanya itu dengan tulus, dengan ee kesungguhan hati tanpa pikir akan apa akan apa. Itu dulu kita belajar ee segala sesuatunya. kita mulai dari awal dari nol ya. Kita belajar sesuatu yang baru sungguh-sungguh tekun pasti akan ada hasilnya tanpa mengharap itu ya mengharap ee nanti tanpa mengharap ada imbalan atau ada gaji yang lebih besar akan apa nantinya pokoknya kita kerjakan dengan baik day by day ee tulus belajar terus dan ee lakukan yang terbaik apa yang bisa kita kerjakan pasti akan ada hasilnya. Enggak mungkin ee yang kita lakukan dengan baik dengan tulus sia-sia. Hebat sih. Benar-benar hebat. Kagem sama Ibu. Kagumkagum ya kagum. Oke, terima kasih Bu Rina sudah hadir di acara Arcisi Podcast. Semoga ee Ibu Rina akan buka cabang lagi di tahun 2025. Doakan, Pak. Amin. Terima kasih, Anes. Terima kasih. Thank you, Bu, for coming. Ini ada sedikit kenang-kenangan dari sponsor kami di Raja Yes.

Lihat di YouTube